Untouchable Love (Part 2)

Part 1

Author : @Eonn1k4D

Rating : 17

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee Jung Shin

Yoona

Note : Mungkin alur rada2 mirip dgn sinetron atau novel .. entahlah coz author juga demen banget nonton drama n baca novel jadiii kalo idenya tercampur gini ya harap di maklumi ya .. pssstt jangan lupa koment yah

JungShin menyusuri koridor kantor sambil bersiul siul lirih. Dua hari terkapar di tempat tidur di tambah 3 hari bersantai di rumah, membuat awal minggu ini terasa segar.

“ Anyeong semua … “ sapa JungShin pada karyawannya sebelum masuk ke ruangannya. Ruang Direktur.

“Anyeong JungShin-ssi …. “

“ Huaaahh tumben sekali dia ramah banget .. “ kasak kusuk terdengar lirih di belakang membuat JungShin mengulum senyum geli. Apa salahnya ramah pada karyawan yang notabene membuat perusahaannya maju seperti ini guman JungShin. Tapi kemana nona perfect itu, tak biasanya jam segini dia belum muncul.

“ Rumi-ssi .. Seketaris Im Yoona sudah datang belum ?.”

“ Hari ini Yoona ijin tidak masuk kerja Direktur, tapi dia sudah berpesan pada saya segala sesuatu tentang kontrak baru dan meeting dengan calon investor nanti siang telah siap .” jawab Rumi panjang lebar. JungShin anggukkan kepala, memang khas Yoona mempersiapkan segala sesuatu agar sempurna.

“ Pergi kemana dia ?.”

“Tidak tahu Direktur, Yoona hanya pesan itu saja. Ada yang bisa saya bantu lagi ?.”

“ Ani .. lanjutkan saja pekerjaanmu. Nanti jika investor baru itu datang beritahu aku ya .” Rumi anggukkan kepala dan menatap punggung JungShin yang kembali masuk ke ruangannya.

“ Apakah dia sakit ? … atau kemana dia ?.” guman JungShin ingin tahu.

 

 

“ Jadi apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan anak dokter ?.”

“ Ahh nona ini, ya seperti biasa aja .. berhubungan dengan pasanganmu dan segeralah hamil, maka kau akan punya anak .” jawab dokter itu sambil tergelak

“ Tapi aku tak punya pasangan dokter …”

“ Benarkah ? Gadis secantik dirimu tidak punya pasangan ? .. huaaahh andai aku 20tahun lebih muda dari sekarang …. “ dokter yang sudah berumur itu tergelak geli

“ Masih ada cara lain Yoona, yaitu inseminasi buatan . Kau bisa melakukannya di Rumah Sakit ini karena kami mempunyai bank donor. Prosesnya cepat kok , kau tinggal mengisi formulir .. kami melakukan inseminasi dan kita tunggu satu hingga dua minggu apakah berhasil atau tidak dan mwolaaa kau hamil …”

“ Tapi aku menyarankan kau berhubungan secara alamiah saja Yoona .. rasanya akan berbeda jika kau mempunyai bayi dengan pasanganmu daripada mempunyai bayi secara instan. Ada orang lain yang bisa kau ajak berbagi kasih sayang dengan bayimu itu. Tapi semua adalah pilihanmu Yoona … “ kata2 dokter di rumah sakit bersalin tadi masih terngiang di telinga Yoona saat yeoja itu duduk di sudut coffe bar. Didepannya berserakan kertas hasil pemeriksaan laboratorium dan lain lain.

Awalnya hanya sepele, Yoona tak pernah menghiraukan rasa sakit yang menusuk di perut terutama saat datang bulan. Namun beberapa bulan terakhir sakit itu semakin menyiksanya dan akhirnya diketahui jika ada kista yang lumayan besar menempel di rahim. Pada kasus biasa kista itu bisa di angkat tapi pada kondisinya jika kista itu diangkat maka harus sekalian mengangkat rahimnya. Padahal jika wanita tanpa rahin maka dia tak akan bisa mempunyai anak. Sedangkan Yoona sangat menyukai anak2.

“ Aku harus segera membuat keputusan sebelum kista ini membesar dan menganggu janin yang kelak kukandung .” kata Yoona penuh tekad bulat. Dan senyumnya mengembang lebar di bibir saat menyesap kopi hangat yang tersisa sedikit di cangkirnya.

 

***

 

JungShin melongokkan kepala kearah meja Yoona sebelum masuk ke ruangannya … Kosong lagi ? Dan ini sudah berlangsung hampir 3 minggu. Berkali – kali Yoona meminta ijin untuk tidak datang ke kantor, atau hanya masuk setengah hari, tapi saat di tanya, yeoja itu hanya menjawab ada sedikit keperluan keluarga.

“ Yoona masih belum datang ?.” tanya JungShin pada Rumi.

“ Datang kok … kau merindukanku ya Bos .” celetuk seseorang. JungShin menoleh kebelakang dan menatap sosok menarik didepannya .

“ Wooow penampilan baru ya .. hmm bagus untukmu. Tolong kopi satu untukku ya .” kata JungShin sebelum masuk ruangannya.

“Waaaahhh apa ini … baju baru , sepatu baru … waahh kau pasti punya namja cingu ?.” komentar Rumi melihat penampilan Yoona yang berubah . Biasanya yeoja itu mengenakan baju2 konservatif kini mengenakan stelan semi jas yang simple dengan warna cerah. Rambut panjang yang biasanya di gelung kini dibiarkan tergerai dengan ikal di ujungnya.

“ Aniyo .. aku tak punya namja cingu baru kok. Hanya ingin merubah penampilan sedikit saja. Bagaimana menurutmu, bagus tidak.” jawab Yoona seraya memutar  utar tubuhnya layaknya model. Rumi anggukkan kepala setuju.

“ Bagus kok, kau terlihat lebih ceria dibanding sebelumnya. Dan ngomong2 kau berani menggoda bos kita, apakah dia sasaranmu kali ini ?.” bisik Rumi sambil menunjuk pintu ruangan JungShin.

“ Huss jangan sembarangan. Aku tak menggoda bos kita. Hanya saja dia sepertinya sekarang lebih akrab dengan karyawan tak hanya padaku saja kan, padamu juga. Dan kurasa aku juga bukan tipe yang akan di sukai bos kita sebagai yeoja cingu … “ jawab Yoona sambil tergelak ringan. Kalimat terakhir itulah yang di dengar JungShin saat urung keluar dari ruangannya menagih kopi pada Yoona. Pintu yang tak tertutup ternyata memang menbawa keberuntungan. Dia bisa mendengar apa saja yang di obrolkan pegawai. Untunglah bukan hal2 yang jelek tentangnya.

“ Merasa bukan tipeku yaa … “ guman JungShin sambil tersenyum simpul penuh makna.

 

 

Jam berlalu dengan cepat, mentari telah lama kembali ke peraduannya saat Yoona membereskan tumpukan berkas di mejanya. Sesaat di pandanginya pintu di seberang mejanya yang masih tertutup itu.

“ Nggak biasanya dia kerja lembur begini .” guman Yoona heran.

“ Bos .. kau tidak pulang ?.” tanya Yoona perlahan sambil membuka pintu ruangan JungShin dan di dapatinya namja itu sedang membaca sesuatu sementara layar monitor di mejanya masih menyala.

“ Hmm .. sebentar lagi. Kalau kau mau pulang duluan tidak apa2. Ini harus kuselesaikan dahulu .” jawab JungShin tanpa menoleh. Yoona perlahan menghampiri meja dan sedikit mengintip apa yang sedang di kerjakan Bos nya itu.

“ Bukankah itu proyek untuk 2 bulan depan Bos, kenapa di kerjakan sekarang ?.” tanya Yoona ingin tahu dan setahunya bukan kapasitas si Bos untuk mengerjakan proyek itu. Bukan proyek besar hanya kegiatan amal tahunan yang rutin di lakukan perusahaan mereka.

“ Hmm .. aku hanya ingin mengerjakannya saja kok. Lagian aku sedang malas pulang .” alis Yoona sedikit naik mendengar jawaban JungShin.

“ Kau sedang tak ingin pulang atau hanya sedang tak ingin bertemu dengan seseorang Bos .” celetuk Yoona sambil tersenyum.

“ Intuisimu memang tajam Yoona. Ne aku sedang menghindari Jessica .. aku sudah mulai tak nyaman bersamanya ..”

“ Ohh pantaaass .. “

“ Apa maksudmu ?.”

“ Aniyoo .. tidak bermaksud apa2 kok. Hanya memang saya perhatikan Miss Jessica sudah lama tak berkunjung di kantor ini .” Yoona menekankan kata berkunjung sambil mengerdipkangan matanya dengan jenaka. JungShin tersenyum kecut melihatnya, di akui kadang kekasih2nya itu sering mampir ke kantor untuk mengunjunginya dengan tanda kutip.

“ Terserah kau saja dech Yoona, Eh sebelum kau pulang tolong buatkan aku kopi ya .” pinta JungShin

“ Ne .. “ kata Yoona dan sebelum yeoja itu menghilang di balik pintu JungShin berteriak

“ Kau tahu … penampilanmu hari ini sangat menarik dan cocok untukmu Yoona .” Yoona hanya melambaikan tangan menjawab komentar JungShin dan yeoja itu tersenyum geli mengingat komentar JungShin saat pertama kali mereka bertemu dahulu. Ahjumma kuno katanya waktu itu.

 

 

JungShin melirik jam di tangan, sudah 30 menit Yoona keluar dari ruangannya namun yeoja itu tak kembali. Apakah membuat kopi sedemikan lamanya ?. JungShin berjalan kearah pantry dan mendapati ruangan itu kosong, Dlihatnya teko kopi yang masih mengepul panas dan cangkir kosong namun sudah terisi gula. Berarti yeoja itu memang membuat kopi tapi belum selesai dan dimana dia sekarang ? guman JungShin.

“ Yoona … “ panggil JungShin menyusuri koridor kantor di lantai 6 ini. Beberapa ruangan sudah terkunci dan jikapun masih ada yang lembur mereka tidak melihat yeoja itu. JungShin hampir melewati toilet saat mendengar helaan nafas panjang di bilik wanita. JungShin menempelkan telinga pada pintu toilet wanita dan perlahan membukanya

“ Ada orang di sana ?.” tanya JungShin ragu2 menatap deretan pintu toilet yang tertutup.

“ Yoona kau di situ ?.” tanya JungShin lagi karena mendengar suara desahan tertahan.

“ JungShin-ssi ? .. Apa yang kau lakukan di toilet perempuan ? “ terdengar jawaban terbata2 dari salah satu bilik toilet.

“ Kau baik-baik saja ?.”

“ Gwecanayo .. aku tidak apa2. Keluarlah .. sebentar lagi aku keluar .” JungShin menutup kembali pintu utama toilet dan menunggu Yoona keluar …5 menit .. 10 menit .. 15 menit

“ Sebenarnya apa yang sedang di lakukan yeoja itu, sedang  diarekah dia ? .” gerutu JungShin

“ Cukup sudah .” JungShin membuka lagi pintu toilet setelah melirik lagi jam di tanganyannya. Pas 30 menit berlalu sejak Yoona berkata akan segera keluar.

“ Yoona … ?. Kau kenapa ?.” JungShin terkejut mendapati Yoona berlutut di depan wastafel sambil memengangi perutnya. Paras yeoja itu pucat pasi menahan rasa sakit.

“ Kau diare ?.” tanya JungShin to the point. Yoona gelengkan kepala gugup menatap JungShin.

“ Lalu .. … “

“ Tolong bawa saja aku kerumah sakit JungShin-ssi , rasanya perutku sakit sekali .” rintih Yoona membuat JungShin kelabakan. Baru kali ini menghadapi situasi darurat

“ Apakah kau bisa berdiri … berjalan ?.” Yoona mencoba berdiri namun nyeri di perutnya membuatnya kembali terduduk di lantai.

“ Ahh persetan … “ JungShin sedikit mengumpat dan mengangkat tubuh kecil Yoona serta bergegas ke luar toilet. Yoona mau tak mau mengalungkan lengannya di leher JungShin agar tak terjatuh. Satpam lantai  6 yang mengetahui JungShin membopong Yoona segera menelpon petugas parkir agar menyiapkan mobil di lobby.

“ Apakah perlu saya temani anda ke rumah sakit JungShin-ssi ?.” tanya satpam lantai dasar seraya membukakan pintu belakang mobil. Dia juga mengenal Yoona dan menatap paras pucat yeoja itu dengan khawatir.

“ Tidak usah ahjussi, kurasa Yoona hanya kurang enak badan saja.” jawab JungShin singkat. Satpam itu hanya anggukan kepala tanpa banyak bertanya lagi. JungShin dengan cepat menjalankan mobilnya sementara Yoona di kursi belakang berulang kali menghela nafas panjang tanpa banyak bersuara.

 

JungShin mondar mandir di depan ruang IGD menunggu Yoona yang sedang di periksa oleh dokter jaga. Untunglah pasien malam ini sedikit jadi Yoona segera mendapat perawatan.

“ Bagaimana keadaannya suster ?.” tanya JungShiin mencegat suster yang aru saja keluar dari ruang tempat Yoona di periksa.

“ Sebentar sir, kami menunggu dokter kandungan untuk memeriksa istri anda. Sebentar lagi beliau datang kok. Anda sabar ya.” kata suster itu dan berlalu.JungShin hanya melongo mendengar jawaban suster itu barusan. Taklama kemudian masuklah dokter lain dan sesaat kemudian Yoona di dorong keluar ruang periksa. JungShin yang hendak mengikutiYoona urung karena suster yang lain memanggilnya masuk ke ruang periksa.

“ Silahkan duduk tuan …..” kata dokter yang masih terlihat muda itu

“ Jung Shin .. Lee JungShin .” jawab JungShin menyambut uluran tangan dokter itu.

“ Begini mr Lee… istri anda telah hamil 3 minggu dan dengan kondisinya saat ini saya harap anda menjaganya dengan lebih baik. Dia tidak boleh terlalu capek karena akan mengakibatkan keguguran pada janinnya.” kata dokter itu panjang lebar tanpa memperhatikan paras JungShin yang berubah tegang karena kaget.

“ Yoona hamil ? … hamil 3 minggu ?.” kata JungShin membeo

“ Ne .. istri anda sudah hamil 3 minggu dan menurut rekam medis yang kami punya. Kondisi rahim istri anda ada sedikit masalah…. “

“ Masalah ? .. Yoona tak pernah bercerita apapun pada saya ?.” kata JungShin mencoba mencerna ucapan dokteritu barusan.

“Ah rupanya istri anda menyembunyikan ini dari anda. Begini mr Lee, saya memang bukan dokter kandungan yang menangani istri anda sejak kehamilan awal, namun bisa saya sampaikan pada anda bahwa di rahim istri anda ada kista. Dari hasil USG ukurannya tidak besar tapi  rupanya agak mengganggu pertumbuhan janin hingga istri anda saat ini mengalami pendarahan yang bisa mengakibatkan keguguran. Mungkin istri anda tidak memberitahu kehamilannya karena dia tahu ada resiko keguguran ini.” JungShin hanya anggukkan kepala seolah mengerti padahal di kepalanya timbul berjuta pertanyaan.

“ Baiklah mr Lee, untuk sementara istri anda istirahat di sini dahulu dan besok pagi anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan istri anda.”

“ Jadi malam ini Yoona opname ?.”

“ Ne ..hanya menjaga agar kondisi kandungannya stabil saja kok. Jika besok sudah stabil istri anda boleh pulang dengan catatan tidak terlalu banyak melakukan aktifitas yang membuatnya lelah .” kata dokter itu sambil tersenyum dan menjabat tangan JungShin.

“ Yoona hamil 3 minggu … ?  Ada kista dan bisa membuatnya keguguran … ? .. Aku adalah suaminya .. ? dan siapa ayah bayi yang di kandungnya itu … ? Argghhh … “ JungShin garuk2 kepala kesal campur bingung seraya menuju kamar di mana Yoona di tempatkan.

 

 

“ Hai .. bagaimana perasaanmu ?.” tanya JungShin menatap Yoona yang memang seolah menunggu kedatangannya.

“ Baik .. hanya sedikit pusing. Tapi tidak apa-apa.” suasana dalam kamar mendadak hening.

“ Tanyalah apa yang ingin kautanyakan JungShin-ssi. Tapi pertama-tama terima kasih kau sudah mengantarkanku ke rumah sakit .” kata Yoona dengan tenang. JungShin menghela nafas panjang dan kemudian duduk di tepi ranjang Yoona.

“ Siapa ayah bayimu ? Apakah aku perlu menelponnya untuk memberitahukan keadaanmu padanya ?.” tanya JungShin sedikit ketus, entah kenapa dia jengkel sekali mengetahui Yoona mempunyai hubungan dekat dengan namja lain hingga hamil pula.

“ Aku tidak tahu siapa ayah bayi ini …. “

“ Mwooo .. apa kau bilang ? Kau tak tahu siapa ayahnya .. memangnya kau berhubungan dengan berapa orang hahhh .” potong JungShin kesal bukan main.Yoona hanya tersenyum geli melihat Bos nya seperti itu.

“ Dengarkan dulu penjelasanku JungShin-ssi . Ah sebenarnya aku juga tak perlu menjelaskan apapun kepadamu, tapi berhubung kau hari ini sudah berbaik hati padaku maka akan kuceritakan bagaimana aku mendapatkan bayi ini … “ Yoona kemudian menceritakan awal mula penyakit kistanya dan keinginan untuk mempunyai bayi sendiri. Alih-alih mencari pasangan Yoona memilih melakukan inseminasi buatan dari bank donor sperma.

“ Dan inilah hasilnya .. aku telah hamil 3 minggu.” Yoona mengakhiri ucapannya seraya mengelus perutnya yang masih datar.JungShin menatap paras ceria yeoja itu, sepertinya yeoja ini benar2 ingin punya anak sendiri walaupun tak dilakukan dengan cara semestinya

“ Tapi menurut dokter yang menyangka aku suamimu tadi, kistamu sepertinya menganggu pertumbuhan janin itu .” paras Yoona memerah mendengar ucapan JungShin barusan.

“ Mianhe jika dokter dan suster tadi salah mengira kau adalah suamiku, memang sih biasanya wanita hamil telah bersuami atau paling tidak mempunyai pasangan, sedangkan aku tidak….”

“ Soal kista itu … besok aku akan berkonsultasi pada dokter kandunganku. Semoga kista ini tidak menganggu janinku. Aku sangat mengharapkan bayi ini JungShin-ssi … “ jawab Yoona panjang lebar dengan mimik serius penuh kehangatan itu membuat hati JungShin seolah terjun kebawah dengan cepat.

Beberapa yeoja yang pernah menjadi kekasihnya berpendapat mempunyai bayi adalah merepotkan dan bisa merusak tubuh mereka yang molek. JungShin sendiri bukannya membenci bayi, bahkan para keponakan menyebutnya paman terbaik di seluruh dunia karena kasih sayangnya pada mereka. namun untuk memiliki bayi sendiri.. ah itu jauh sekali dari pemikirannya.

Tapi yeoja di depannya ini dengan berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Memiliki bayi tanpa identitas si ayah yang berarti kelak akan menjadi orang tua tunggal. Jaman memang sudah modern tapi menjadi orang tua tunggal bukanlah hal yang mudah. JungShin menatap lekat paras Yoona yang pucat lelah namun nampak bahagia itu.

“ Pulanglah JungShin-ssi …. aku sudah tidak apa2 kok. Jangan kawatir terlalu banyak, disini dokter dan perawat akan menjagaku 24 jam. Dan besok aku boleh ijin nggak masuk kan Bos … “ kata Yoona memecah keheningan dengan sedikit bercanda dan mengakhiri dengan menguap lebar.

“ Tidurlah .. aku akan menjagamu .” kata JungShin mengelus kepala Yoona dan membetulkan letak selimut yeoja itu. Yoona tertegun menatap sosok JungShin yang sedang menurunkan tirai jendela. Kenapa JungShin yang notabene si Bos mau menemaninya ? Ah entahlah .. aku ngantuk guman Yoona yang tak lama kemudian tertelap dalam buaian mimpi.

“ Kita lihat apa yang terjadi besok Yoona .. kita lihat saja esok …” kata JungShin lirih sambil menatap paras Yoona yang terlelap dalam damai dengan senyum terukir di bibirnya yang mungil itu.

 

tbc

 

20 thoughts on “Untouchable Love (Part 2)

  1. Huaah,udh keluar jg part 2…
    eh,yoona hamil.. akankah jungshin jth cinta n menikahi yoona?? wah2,mkin pnasaran eon.,dtggu lanjutanya eon ^_^

  2. cerita’a bikin takut nih,,,,aq jg kya yoona dlu!!! ampun deh
    wah keputusan yg sngt hebat buat yoona mau inseminasi,,,hebat euyyyyy
    klo bnr2 sinetron,,,pst bklan jd sinetron yg sslu ditunggu,,,g ngebosenin,,dan yg pst jelas bngt isi ceritanya,,,he3
    hwaiting eonni,,,lanjutttttt^^

  3. khamsahamnida readers …
    part selanjutnya masih editing .. coz jungshinnya lagi sibuk liburan ma eon nih /plak .. hehehehe

    *bow bow🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s