LOVE IS PAIN [PART 4]

 

Author:                Nirmala @nirmalaandana

Length:                 Captered

Genre:                  Romance, Family

Rating:                  PG-13

Main Cast:

  • Lee Jonghyun
  • Krystal Jung

Other Cast:

  • Sulli
  • Lizzy
  • Youngmi (OCs, Krystal’s mother)
  • Shinwoo (OCs, Jonghyun’s father)

Disclaimer:          FF ini murni ide milik author, terinspirasi setelah baca novelnya Ilana Tan yang Autumn in Paris. No plagiat pokoknya.

Note: Part empat wooooy part empaat *bawa kentongan yang biasa dipake buat ngeronda* Happy reading all, jangan lupa comment dan likenyaaa *bow*

***

 

Krystal POV

Hari ini, aku dan Jonghyun akan berjalan-jalan ke Myeong Dong. Kami berjalan sambil berpegangan tangan selama berada disana. Sampai akhirnya kami berdua merasa lapar.

“Mau makan?” ajak Jonghyun. Aku berpikir sebentar lalu menunjuk cafe yang menjual ice cream.

“Kita makan es krim ya!” ujarku lalu menarik tangan Jonghyun agar mengikutiku. Kami akhirnya sampai di cafe yang aku maksud. Aku membeli dua scoop ice cream dengan rasa strawberry dan blueberry. Sedangkan Jonghyun membeli rasa mocca dan rasa coklat. Kami makan sambil menatap orang berlalu lalang lewat jendela.

Jonghyun meletakkan sendok icecreamnya lalu tiba-tiba membersihkan ice cream yang belepotan di bibirku dengan jempol tangannya.

“Ck!” ia mengambil tissue dan kembali membersihkan bibirku yang belepotan. Tiba tiba….

“Krystal! Jonghyun! Sedang apa kalian disini?” ada orang yang menepuk pundakku. Saat aku menoleh kulihat Lizzy, dan.. oh  ada Sulli juga disampingnya. Aku langsung salah tingkah dan tersenyum kaku.

“A..aa..ku..” aku bingung apa yang harus kukatakan pada mereka. Tiba-tiba Lizzy menarikku ke toilet.

“Apa kau berpacaran dengan Jonghyun?” tanyanya langsung. Aku membelakakan mataku mendengar pertanyaan mereka yang begitu tiba-tiba.

“Se..sebenarnya…” aku bingung harus menjawab apa. Mereka menatapku dalam-dalam.

“N..ne.. Aku berpacaran dengannya” ujarku malu. Namun mereka tidak terkejut.

“Sudah kuduga, kau pasti sedang menjalin hubungan dengannya. Sejak kemarin, sikap kalian aneh sekali” Sulli akhirnya angkat bicara. Aku tersenyum malu.

“Ya sudah, nikmatilah jalan-jalan kalian disini. Jangan lupa traktir kita besok” Lizzy mengedipkan sebelah matanya lalu berlalu bersama Sulli. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah para sahabatku itu. Aku pun segera keluar dari toilet dan melihat Jonghyun menatapku dengan tatapan bingung.

“Ada apa?” tanyanya. Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum.

“Nikmati lagi ice creammu. Nanti keburu mencair!” ucapku lalu menyuapkan ice creamku ke mulutku dengan senyum penuh arti.

***

Krystal POV end

Author POV

Jonghyun menatap Krystal bingung. Yeojachingunya benar-benar aneh. Setelah puas berputar-putar seharian di Myeong Dong mereka pun pulang.

Jonghyun membuka pintu rumahnya. Appanya terlihat duduk diruang tengah dengan koran ditangannya. Ia benar-benar tidak peduli dengan pemandangan langka yang ia lihat, ia segera pergi menuju dapur untuk mengambil segelas air. Tiba-tiba..

“Krystal” ucap appanya yang ternyata sudah berdiri di belakangnya. Jonghyun tersentak. ‘bagaimana appa bisa tau tentang Krystal?’ gumamnya.

“Dia yeojachingumu bukan?” tanya appanya membuat Jonghyun kaget.

“Apa urusanmu? Pernahkah kau peduli semua tentang kehidupan pribadiku?” Jonghyun membalikkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan appanya. Appanya bergeming.

“Jauhi dia” ujar appanya. Jonghyun terbelalak mendengar semua perkataan yang meluncur lewat mulut appanya itu. Kemudian ia tersenyum sinis.

“Jauhi urusan pribadiku dan uruslah bisnismu yang membuatmu gila itu” ucapnya lalu pergi dari hadapan appanya. Namun tangannya ditahan oleh appanya.

“Kau tidak mengerti Jonghyun..”

“Ya! Aku memang tidak mengerti dan aku tidak mau mengerti!” kemarahan Jonghyun akhirnya memuncak. Appanya menatapnya tanpa ekspresi.

“Kau dan dia itu sama” ucap appanya. Jonghyun berusaha mencerna semua perkataan appanya namun ia tidak juga mengerti.

“Kau dan dia memiliki appa yang sama…”

Author POV end

Jonghyun POV

Hatiku mencelos saat mendengar kata-kata yang appaku ucapkan barusan. Apa katanya? Aku dan Krystal punya appa yang sama? Lelucon apa ini?

“K..ka..kau.. bohong kan?” aku menatapnya tak percaya. Ia menggeleng.

“Aku sudah dua kali menikah, istriku yang pertama telah melahirkanmu namun ia meninggal karena pendarahan. Dan istriku yang kedua adalah eommanya Krystal, Youngmi. Krystal berbeda satu tahun denganmu dan….”

“Prang!” belum selesai appa bicara tidak sengaja aku melepaskan gelas yang kugenggam. Lalu aku tertawa.

“Sudah 18 tahun aku hidup, tapi kau baru beri tahu hal ini sekarang?” aku kembali tertawa. Bukanlah tawa yg menyimpan kebahagiaan namun kepedihan . Appa menghela nafas.

“Jonghyun bukan begitu, appa hanya…”

“Kau tau siapa yang akan jadi korbannya?! Aku dan Krystal!!” aku hampir meledak saking marahnya. Tanganku bergetar dan mukaku memerah.

“Apa semua orang tua seperti ini hah?! Ini bukan hanya bagaimana perasaanku pada Krystal selanjutnya, tapi juga rasa sakit yang baru aku rasakan sekarang karena aku tau eommaku meninggal gara-gara aku!!” aku mengatakan dengan suara bergetar saking marahnya. Selesai mengatakan hal itu aku merasakan kepalaku pusing. Mataku berkunang-kunang. Aku hampir jatuh namun aku segera memegang pinggiran meja di dapur. Appa tampak khawatir.

“Aku tidak percaya ini… A.. Aku.. Aku mau tes DNA” ujarku dengan nafas terengah-engah. Appa sedikit tersentak mendengar permintaanku.

“Biar aku yang memberitahu Krystal. Kau hanya butuh menyiapkan uangnya saja” aku berusaha tegak lalu berjalan menuju kamarku dilantai dua walaupun berkali-kali aku hampir menabrak dinding.

Sesampainya di kamarku, aku tak dapat menopang tubuhku lagi. Alhasil aku terjatuh di sofa dan air mataku sudah tidak dapat dibendung lagi.

“Eomma…..” ucapku parau. Aku menatap langit-langit kamarku miris.

“Jeongmal mianhae…..” aku tidak dapat berkata-kata lagi.

***

Jonghyun POV end

Author POV

Krystal mencari-cari Jonghyun seharian. Ponsel Jonghyun tidak diaktifkan dan ia bingung dimana namjachingunya sekarang. Hari ini, Jonghyun memang tidak masuk sekolah. Tiba-tiba ponsel Krystal berbunyi, dari Jonghyun rupanya.

“Jonghyun! Kenapa kau tidak masuk? Aku mencarimu seharian dan mencoba menelfonmu namun ponselmu tidak aktif! Ada apa? Apa ada yang terjadi?” Krystal segera mencecar Jonghyun dengan pertanyaan.  Diujung sana, Jonghyun tersenyum pahit.

“Ne, memang ada yang terjadi. Aku membutuhkanmu. 2 jam lagi, aku tunggu kau di taman yang kemarin” Jonghyun melepaskan ponsel dari telinganya lalu mencabut baterainya.

“Ya! Jonghyun! Lee Jonghyun!” Krystal kaget karena hubungan telfon dengan cepat diputuskan oleh Jonghyun. Ia mencoba menghubungi Jonghyun lagi namun tidak bisa.

‘Ahhh ada apa dengan Jonghyun?’ ia menatap ponsel miliknya dengan wallpaper mereka berdua yang diambil di cafe kemarin. Ia benci mengatakannya tapi… ia mencium sesuatu yang tidak beres.

***

2 jam kemudian Krystal sudah sampai di taman . Ia dapat menemukan Jonghyun dengan cepat karena memang hanya Jonghyun dan dia yang ternyata ada di taman ini. Ia segera berlari kecil dan menghampirinya.

“Jonghyun!” ucapnya lalu duduk disamping Jonghyun. Mereka duduk di sebuah bangku taman berwarna putih. Jonghyun tersenyum lalu mengelus rambut Krystal.

“Kau sudah makan?” tanya Jonghyun. Krystal mengangguk.

“Kau sendiri?” Krystal balik bertanya. Jonghyun membalasnya dengan anggukan. Krystal baru menyadari bahwa mata Jonghyun terlihat sembab dan ada lingkaran hitam di bawah matanya.

“Kau habis menangis?” tanya Krystal khawatir. Jonghyun tersentak lalu menggeleng.

“Bohong! Matamu sembab! Apa kau punya masalah?” tanya Krystal lagi.

“Tidak..” ucap Jonghyun lalu menggenggam tangan Krystal. Krystal semakin khawatir. Mereka terdiam lama sekali. Jonghyun bingung bagaimana ia harus memulai bicara mengenai appa mereka.

“Apapun yang terjadi, jangan pernah membenciku!” Jonghyun menatap Krystal dalam-dalam.

“M..maksudmu?” Krystal tak mengerti.

“Kau taukan bahwa dunia itu sangat sempit? Aku yakin bahwa kita memang ditakdirkan bersama”

“Jonghyun, aku tidak menge…”

“Ternyata ini sebabnya walaupun aku baru bertemu denganmu beberapa hari tapi aku merasa sudah mengenalmu lama sekali” Jonghyun memotong perkataan Krystal. Ia lalu menutup kedua telinga Krystal dengan kedua telapak tangannya. Walaupun kedua telinganya ditutup, Krystal tentunya masih bisa mendengar apa yang akan Jonghyun katakan.

“Krystal, kita bersaudara. Kau dan aku memiliki appa yang sama” Jonghyun mengucapkannya sepelan mungkin namun Krystal dapat mendengarnya jelas. Hatinya serasa di pukul palu. Ia segera melepaskan tangan Jonghyun dari telinganya.

“Kau bercanda kan?!  Apa maksudmu?!” Krystal shock. Ia hendak berdiri dan berlari meninggalkan Jonghyun. Namun Jonghyun menahan tangannya.

“Jangan seperti ini Krystal..” ucapnya parau.

“Kebohongan apa ini?! Apa sekarang april mop?! Kau ingin mempermainkanku kan?!” Krystal tidak bisa menahan emosinya.

“Krystal, dengarkan aku dulu!” ujar Jonghyun. “Aku baru tahu hal ini kemarin. Appaku yang memberi tau semua ini” Jonghyun tertunduk lemas. Krystal akhirnya mulai bisa tenang.

“18 tahun aku hidup, ia baru memberi tau aku sekarang bahwa ummaku meninggal karena melahirkan aku. Lelucon apa ini” Jonghyun masih melanjutkan kata-katanya. “Ia bilang kita tidak boleh bersama dan aku harus menjauhimu. Lucu sekali bukan”

Krystal mulai mengerti keadaan Jonghyun. Disini bukan hanya ia yang jadi korban, tapi Jonghyun lah korban sebenarnya.

“Eommamu pernah menikah dengan ayahku. Lalu mereka bercerai setelah melahirkanmu dan eommamu menikah lagi dengan appamu yang sekarang” Jonghyun menjelaskan dengan detail.

“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?” Krystal mulai angkat bicara.

“Aku masih belum percaya bahwa kita bersaudara. Besok akan diadakan tes DNA di Seoul Hospital. Appaku akan membuatkan surat izin sekolah untuk kita berdua” ucap Jonghyun. Krystal tidak dapat menahan air matanya yang sedari tadi ia bendung. Belum pernah ia merasakan luka sesakit ini. Ia tatap wajah Jonghyun yang lesu, serta kedua mata namjachingunya yang sembab. Namja itu pasti sangat shock mendengar semua berita tentang hubungannya dengan  Krystal juga tentang eommanya. Krystal dapat membayangkan namja itu menangis semalaman di kamarnya. Ia tau Jonghyun bukanlah namja yang suka mengumbar semua kisahnya, sehingga ia yakin bahwa apa yang Jonghyun alami pasti lebih dari ini.

“Sudah, jangan menangis. Semua akan baik-baik saja” Jonghyun menarik Krystal kedalam pelukannya lalu mengelus-elus rambut yeojachingunya itu. Krystal menangis semakin keras.

“Pabo! Ini bukan soal aku! Ini tentangmu Jonghyun! Kau harus tetap kuat! Menangislah sepertiku sekarang, jangan simpan semua luka hatimu sendiri!” Krystal menangis sambil menepuk-nepuk pundak Jonghyun. Jonghyun tersenyum lalu menenggelamkan wajahnya di pundak Krystal. Lalu ia menangis. Tangisan tanpa suara namun Krystal dapat merasakannya..

Mereka berdua berpelukkan lama sekali. Sampai akhirnya Jonghyun melepaskan pelukkannya.

“Mianhae pasti berat ya harus menopangku saat aku memelukmu tadi” Jonghyun mengelap sisa-sisa air mata Krytsal dengan punggung tangannya.

“Tidak. Tidak sama sekali” Krystal tersenyum manis lalu gantian mengelap air mata namjachingunya itu.

***

Krystal menatap pemandangan luar dari jendela kamarnya. Ia bingung apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia ucapkan jika bertemu appanya Jonghyun yang sebenarnya adalah appa kandungnya besok.

Ia telah bertanya pada eommanya tentang hal ini. Kini semuanya tidak samar lagi. Krystal sudah mengenal dirinya yang sebenarnya dan latar belakang keluarganya yang sebenarnya.

‘Jonghyun cinta pertamaku. Ia membuatku akhirnya mengerti apa itu arti cinta. Tapi rasanya mengecewakan saat tau bahwa 80% ia adalah oppaku. Haruskah kami akhiri hubungan kami?’ gumam Krystal sedih.

***

Krystal termenung lalu mematut dirinya didepan cermin. Pikirannya tak dapat fokus. Tadi malam ia juga tidak bisa tidur karena menangis. Yang ia inginkan sekarang adalah bertemu Jonghyun dan memeluknya lama sekali.

Sedangkan keadaan Jonghyun lebih parah daripada Krystal. Rambut acak-acakan, bibir pucat, dan lingkaran di bawah matanya yang tak dapat hilang. Belum lagi matanya yang sangat terlihat sembab.

Jonghyun dan appanya sampai duluan di rumah sakit. Jonghyun langsung duduk diruang tunggu dan termenung lama. Akhirnya Krystal dan eommanya datang. Jonghyun segera memberi isyarat agar Krystal duduk disampingnya. Krystal menurut lalu Jonghyun pun merangkulnya. Krystal kaget lalu memberi isyarat mata ‘bagaimana-kalau-appa-dan-eomma-melihat-kita?’ namun Jonghyun tak peduli.

“Tidurmu nyenyak?” ujar Jonghyun. Krystal menggeleng.

“Bagaimana aku bisa tidur kalau terus memikirkan soal masalah ini” jawab Krystal. Jonghyun terkekeh.

“Baiklah tidur dipundakku sekarang” Jonghyun melepaskan rangkulannya lalu menunjuk-nunjuk pundaknya.

“Kita disini akan melakukan tes DNA, bukannya berpacaran” Krystal protes. Jonghyun kembali terkekeh.

Akhirnya mereka berdua menjalani tes DNA. Sesudah itu, dokter berkata…

“Hasil tesnya bisa diambil 14 hari lagi”

***

Author POV end

Krystal POV

Aku merasa jangka dua minggu untuk mengambil hasil tes DNA terlalu cepat. Kenapa tidak tiga minggu saja? Atau satu bulan?

Dan hari ini begitu cepat datang. Jantungku berdebar tidak karuan saat berjalan menuju koridor rumah sakit. Jonghyun dan appanya sudah datang. Kulihat kertas hasil DNA ada di tangan namjachinguku itu. Ia menatapnya tanpa ekspresi membuatku sulit untuk menebak hasilnya. Dan hasilnya adalah….

DNA kami 99,99% sama. Dan artinya benar, bahwa Jonghyun adalah oppaku.

Aku terduduk lemas di lantai rumah sakit. Tidak tau apa yang harus kukatakan. Air mata mulai membanjiri pipiku. Eomma segera membantuku berdiri, namun kakiku terlalu lemas untuk berdiri. Kulihat Jonghyun yang membisu seperti patung. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia terlalu shock untuk mengetahui semua kebenaran ini. Lalu tiba-tiba….

Jonghyun.. Ia….

Jatuh pingsan dilantai rumah sakit…

“Jonghyun!” aku segera menghampirinya lalu mengguncang-guncangkan tubuhnya.

“Jonghyun! Gwenchanayo?! Jonghyun!!” aku terus mengguncang-guncangkan tubuhnya namun tidak ada jawaban. Suster segera membawa ke ruang perawatan.

‘Jonghyun, bertahanlah…..’

***

 

TBC

 

Part 4 sudah selesaaaai, mian kalo ada yg typo ^^ like dan commentnya jangan lupa lho *nyiapin samurai* #ditabokreaders, Oh iya disini Jonghyun pura-puranya 18 tahun ya.__.

 

13 thoughts on “LOVE IS PAIN [PART 4]

  1. ya ampun sedih ih ngeliat jonghyun nangis.sini sini aku peluk *narik jonghyun*
    segitu cintakah jonghyun dan krystal ampek pingsan? apa jonghyun mempunyai penyakit lain yang sedang menggrogoti tubuhnya? nantikan,love is pain part 5 hanya di ffcnblueindo.
    *orang sarap diemin aje ahaha*
    ditunggu lanjutannya thor,semoga nanti jonghyu pacaran sama aku ya,sung rin #plaak
    ^^v

  2. Aduhh itu Jong knp pake pingsan??? Sedih ngeliat burning ky gtu😦
    Udah jong ma aku aj hehehe😀

    Keren thor…lanjutkan secepatnya🙂

  3. ceritanya seru banget….
    padahal mereka berdua baru jadian….
    eh malah di kejutkan dengan kenyataan bahwa mereka itu kakak-adik…
    dan membuat keduanya menjadi shockh setengah mati….
    ampe2 jonghyun jatuh pingsan…..
    sedih banget bacanya…..
    di tunggu jalan cerita chapter selanjutnya……
    di publishnya jangan lama2….
    soalnya penasaran banget maw taw kelanjutan ceritanya kayak gimana….

  4. kyaaaaaaaaaaaaaaa kaka ade ya mereka hiks😦
    gimana dong selanjutnya. hhu..
    dateng minhyuk aja #eh *ditabok ma author* hihi… aku suka ma pairing minhyuk-kristal tp disini ga da minhyuk hhe.. ya yo wiss aku tetap mendukung jonghyun krystal :p
    hadeeeh itu amma krystal ma appa jonghyun diem aja gitu liat anak2 mereka sakit hati huhu…
    lanjutlah author makin penasaran ini.

  5. Waa ..
    Terus kelanjutan kisah cinta mereka gimana??
    Duh,,mereka jgn dipisahin donx .. Udh cocok banget ..

    Itu si Jonghyun pingsan kenapa?? Dia sakit kah?? Duh,,jgn buat sad ending yagh .. Ntar aku nangis .. Pkok nya Krystal hruz ma Jonghyun ..

    Next part ditunggu ..
    Up date soon ..

  6. ooohh..
    Trnyta gtu to critanya..
    Kasian bgt ya jonghyun sma krystal..😦
    jonghyun mrsa brsalah bgt atas kmatian omma nya..

    Kerenn..😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s