LOVE IS PAIN PART 5

 

 

Author:                Nirmala @nirmalaandana

Length:                 Captered

Genre:                  Romance, Family

Rating:                  PG-13

Main Cast:           Lee Jonghyun

Krystal Jung

Other Cast:         Sulli

Lizzy

Youngmi (OCs, Krystal’s mother)

Shinwoo (OCs, Jonghyun’s father)

Disclaimer:          FF ini murni ide milik author, terinspirasi setelah baca novelnya Ilana Tan yang Autumn in Paris. No plagiat pokoknya.

Note: Akhirnya part 5 selesai juga .__. Jangan lupa RCL oke oke okeeee??

***

Krystal POV

Tubuhnya terkulai tak berdaya diranjang rumah sakit. Aku tak henti-hentinya menangis, menunggunya siuman. Dokter bilang, tubuh Jonghyun sangat drop. Ia terlalu lelah dan sudah beberapa hari tidak tidur, maka daya tahan tubuhnya menurun drastis.

Aku mengelus-elus telapak tangannya. Aku rindu Jonghyun yang tertawa riang saat melihat tingkah bodohku. Aku rindu saat Jonghyun menarikku kedalam pelukannya yang hangat. Aku rindu saat-saat dimana kami pertama kali bertemu. Aku…entahlah. Terlalu banyak kata ‘aku rindu’ yang ingin kuucapkan.

‘Jonghyun tidak akan begini kalau aku tidak ada’ gumamku

‘Mungkinkah aku harus pergi meninggalkannya?’ aku kembali bergumam. Kupandang wajahnya yang pucat pasi. Kini air mataku tumpah lagi. Membasahi pipiku dan jatuh di ranjangnya Jonghyun. Tiba-tiba eommaku datang.

“Krystal bisa kita bicara sebentar?” ucapnya. Aku mengangguk, mengapus air mataku lalu berjalan keluar. Eomma membawaku ke taman rumah sakit.

“Kau harus menjauhi Jonghyun. Kau taukan bahwa ia oppamu? Sayangilah ia, tapi sayangi ia sebagai oppamu bukan namjachingumu” ucap eomma.

“Aku dan appanya Jonghyun telah membicarakan ini. Kau akan melanjutkan sekolahmu di Amerika” eomma menghela nafas pelan dan mulai melanjutkan.  “disana kau akan hidup dengan Hyerin Ahjumma. Kau taukan? Ia tantemu yang tinggal di Amerika” eomma kembali melanjutkan kata-katanya. Aku tidak bisa terima ini. Bagaimana bisa eomma menjauhkanku dari namjachinguku yang bahkan sedang terbaring lemah sekarang?

Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Bingung langkah apa yang harus kuambil sekarang. Langkah terbaik untuk aku dan Jonghyun. Tiba-tiba wajah Jonghyun yang pucat pasi berkelebat di pikiranku. Aku tau, ia tidak akan mungkin begini kalau aku tidak masuk ke kehidupannya. Aku tahu keputusan apa yang akan aku ambil…

“Baiklah eomma, aku akan melanjutkan sekolahku ke Amerika” ucapku pasti. Eomma tersenyum lalu memelukku erat.

“Kau harus kuat Krystal, aku tau ini sangat berat untukmu” ucapnya lembut lalu mengelus rambutku. Mati-matian aku menahan air mataku, lalu aku melepas pelukan eomma.

“Kapan aku akan pergi?” tanyaku.

“Lusa. Persiapkan barang-barang yang akan kau bawa mulai hari ini” jawab eomma. Aku segera pergi lalu kembali ke kamar rawat Jonghyun.

Namja itu masih belum membuka matanya. Tangisku pecah saat itu juga.

“Jonghyun…” ucapku parau lalu mengelus tangannya lembut. Tangan yang biasanya selalu menggenggam tanganku dan menuntun punggungku ke dalam pelukannya.

“Mianhae… ” ucapku masih menangis. “Aku akan pergi ke Amerika lusa. Jaga kesehatanmu, kau tahu, carilah yeoja lain.. yeoja yang lebih baik da..dari pada aku.. Mau berjanji padaku..kan?” tangisanku semakin keras. Sedangkan Jonghyun masih diam seribu bahasa.

“Jonghyun… saranghae…” aku masih saja menangis. Lalu aku mendekatkan wajahku ke kening Jonghyun dan mengecup keningnya. Aku segera menghapus air mataku dan pergi dari ruangan itu…

***

Krystal POV end

Author POV

Tepat saat Krystal keluar, Jonghyun membuka matanya. Ia kaget menyadari bahwa ia kini sedang ada di kamar rawat. Ia menyadari bahwa pinggir ranjang tempat tidurnya sedikit basah, seperti habis ada yang menangis disana.

‘Krystal… Dimana yeoja itu?’ gumamnya. Ia memegang kepalanya yang sedikit pusing lalu tiba-tiba ia ingat sesuatu.

‘Saat aku tidak sadarkan diri tadi, aku merasa Krystal berkata sesuatu padaku. Berkata bahwa ia akan pergi ke suatu tempat’ gumam Jonghyun.

***

Keesokan harinya, Krystal pergi menemui Lizzy dan Sulli di sebuah cafe. Ia hendak mengucapkan salam perpisahan.

“Kabar persaudaraanmu dengan Jonghyun menyebar dengan cepat di sekolah” Lizzy mulai bicara. Krystal hanya tersenyum berusaha menahan air matanya habis-habisan.

“Gwenchanayo Krystal?” Sulli mulai khawatir.

“Ne, gwenchana. Apa reaksi mereka yang mendengar tentang kabar ini?”

Lizzy dan Sulli seakan enggan bicara. Masalahnya, reaksi mereka bermacam-macam. Ada yang prihatin, ada juga yang malah menyebar fitnah.

“Baiklah, tidak usah kalian jelaskan” Krystal seakan dapat membaca pikiran mereka berdua. Sulli dan Lizzy jadi semakin prihatin dengan keadaan Krystal sekarang.

“Sebenarnya, aku ingin mengucapkan salam perpisahan…” Krystal mulai menjelaskan. Lizzy dan Sulli terlihat bingung.

“M..maksudmu apa?” Sulli bertanya dengan suara bergetar.

“Aku akan pergi ke Amerika besok. Eomma menyuruhku melanjutkan pendidikan disana..” butir-butir bening mulai membasahi pipi Krystal, diikuti oleh Sulli dan Lizzy.

Mereka terdiam cukup lama, bingung apa yang harus mereka katakan selanjutnya. Akhirnya Lizzy mulai angkat bicara.

“Bagaimana dengan Jonghyun? Kau akan meninggalkannya begitu saja?” tanyanya. Krystal terdiam.

“Ini satu-satunya cara, aku tidak akan memberi tahu ia tentang ini. Aku akan mengirimnya e-mail sesampainya aku disana” jawab Krystal. “satu lagi.. jangan beritahu Jonghyun tentang ini. Arrasseo?” lanjut Krystal. Mereka berdua hanya mengangguk.

“Baiklah, aku akan ke rumah sakit sekarang. Aku akan menjenguk Jonghyun” Krystal menghapus sisa-sisa air matanya lalu pergi keluar cafe.

***

Krystal akhirnya sampai di rumah sakit. Ketika ia masuk kedalam, ia lihat Jonghyun tengah mendengarkan musik sembari membaca komik.

“Annyeong Jonghyunnie!” Krystal datang lalu mencubit pipi namjachingunya itu. Jonghyun meringis pelan.

“Ya! Aku seorang pasien dan sekarang kau malah menyakitiku” ucap Jonghyun lalu mengelus-elus pipinya. Krystal tertawa.

“Mulai sekarang, kau tidak boleh tidak makan, tidurmu juga harus teratur. Arrasseo?” celoteh Krystal lalu membuka kotak bekal yang ia bawa.

“Buka mulutmu” Krystal menyuapi Jonghyun dengan riang. Jonghyun menatap Krystal dengan tatapan bingung. Tidak biasanya Krystal dapat bersikap manis dihadapannya.

“Kenapa hanya aku saja yang makan, kau juga” Jonghyun menyuapi Krystal. Akhirnya makanan yang Krystal bawa pun habis.

“Kapan kau boleh pulang dari rumah sakit?” tanya Krystal sambil mengelus-elus punggung telapak tangan namjachingunya.

“Aku sudah boleh pulang besok, kau jemput ya!” Jonghyun tersenyum gembira. Krystal mencelos. Ia bahkan tidak dapat menjemput Jonghyun besok. Krystal hanya tersenyum.

“Lihat ada sisa makanan di bibirmu, ck..” Jonghyun berdecak lalu membersihkannya dengan jarinya.  Tiba-tiba jarinya berhenti membersihkan sisa makanan di bibir Krystal. Mereka bertatapan lama sekali. Lalu, wajah Jonghyun semakin mendekat dan….

Ia mencium bibir Krystal… Yeoja itu kaget dan hanya terdiam, tidak… ia bahkan membatu sekarang. Berbagai macam pikiran berkelebat dalam otaknya. Matanya membelalak kaget, tidak menyangka bahwa Jonghyun akan menciumnya sekarang. Lalu Jonghyun melepaskan ciumannya dan menatap Krystal lurus-lurus.

“Mungkin ini yang pertama dan yang terakhir, ciuman dariku sebagai namjachingumu” air mata Krystal kembali tumpah, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan ia menangis tanpa suara. Jonghyun tersenyum pahit lalu menarik Krystal ke dalam pelukannya.

“Kita banyak menangis akhir-akhir ini, padahal kita sudah bukan anak kecil lagi..” Jonghyun mengelus-elus punggung Krystal. Krystal melepaskan kedua telapak tangannya lalu menangis di pelukan namjachingunya itu.

‘Mianhae Jonghyun’ gumam Krystal.

***

TBC

Gimana part 5nyaaaaa jelek? Buruk? Nyebelin (?) ? atau gimanaaaaa? Readers yang baik adalah readers yang tidak silent dan selalu meninggalkan comment yg bermutu (?) *tumben si nirmala ngomongnya rada bermutu* #plak. Maaf ya part ini pendek banget, aku mengakui kok. Abisnya, di MS Word juga cuma nyampe 4 halaman ngehehe *petir menyambar* *readers murka* -.-v

Tadinya part ini mau digabungin sama part selanjutnya, tapi…tapi….tapi….. *author ga bisa ngeles lagi*. Yasudahlah mau gimana lagi, idenya udah keburu buntu (?)

 

13 thoughts on “LOVE IS PAIN PART 5

  1. jiaahh lagi asik baca taunya tbc -_-a
    wah semakin penasaran nih,kayaknya sih Jonghyun bisa ngelupain krystal kalo dia ketemu aku #plaaakk *lagi-lagi reader sotoy* keekekeke~
    jangan lama-lama ya chingu lanjutnya ^^v

  2. Mianhae thor sebelumnya, aku ngebut baca dr pertama smpe part 5 ._.v
    pas bc yg ini kurang banyak thor ‘__’v
    apa terakhirnya sad ending seperti auntumn in paris? ;__;
    lanjut thor ^.^

  3. adduuhh..
    Smpe2 krystal di suruh ke amerika sgala..
    Makin kasian bgt jonghyun sma krystal..😦

    tpi apa nnti krystal bner2 tega ya ninggalin jonghyun?!
    Wah! Pnasaraaaannn

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s