Falling and Waiting [Part 5]

Teaser | Part 1 | Part2 | Part 3| Part 4

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Cast: Kang Minhyuk

Lee Jong Hyun

Jiyeon (T-ARA)

Dis: my own story

Note:  Part 5 dataaaaang🙂 nemenin yang taun baruan ga kemana-mana sini-sini merapat sambil baca FF hehehehe. siapa tau pas baca FF dapet inspirasi ide buat ikutan lomba FF *promo ceritanya :P* jangan lupa RCL ya😉

***

Pintu lift terbuka, jiyeon langsung melangkah menuju lobby hotel. Saat tiba-tiba langkahnya terhenti dan tatapan matanya teralih pada seseorang yang sedang berjalan kearahnya.

“kau serius mau pulang sekarang?” tatapan minhyuk hanya terarah pada jiyeon yang sekarang hanya menunduk dan diam

“kenapa?” Tanya minhyuk lagi, berharap jiyeon menjawab. Jiyeon menatap minhyuk dengan wajah sembabnya

“kenapa aku harus disini?” jiyeon balik bertanya, dan kali ini minhyuk yang diam

“untuk apa aku harus terus disini kalau aku sudah ditolak? Sangat konyol.” Jiyeon menatap minhyuk yang masih diam

“kau tidak bisa menjawabnya kan? Lebih baik aku pergi sekarang” kata jiyeon kembali melangkah berniat meninggalkan minhyuk, tapi lengan kirinya sudah digenggam minhyuk.

“wae?” Tanya jiyeon

“masih ada waktu sampai kau berangkat, ikut aku. Ada yang ingin aku bicarakan”

“apa lagi? Aku sudah lelah minhyuk”

“aku mohon ikutlah, aku akan menjelaskan semuanya” kata minhyuk.

Jiyeon tampak berfikir, ia malas harus bersama minhyuk lagi, bukan malas tapi sakit hati. Tapi disisi lain ia juga ingin tau alasan minhyuk menolaknya. Ia melirik jam tangannya, memang masih ada waktu.

“baiklah, tapi jangan terlalu lama” kata jiyeon akhirnya

***

Jiyeon dan minhyuk duduk dalam canggung, tidak seperti biasanya yang penuh dengan acara bercanda kali ini sangat hening. Jiyeon mengaduk jus nya pelan dengan sedotan, dan minhyuk juga baru menyesap jus nya.

“ehem… aku tau kau pasti kecewa karena kemarin” kata minhyuk membuka pembicaraan.

“aku tidak bermaksud membuatmu kecewa atau sia-sia sudah datang sejauh ini ke London. Mian..jongmal mianhaeyo”

“gwenchana, tapi ada satu hal yang ingin aku tahu. Apa alasan kau menolakku? Kau sudah punya yeojacinggu?” Tanya jiyeon

“bukan itu alasannya, aku tidak punya yeojacinggu saat ini” kata minhyuk.

“tapi kau juga tau kan aku dan haneul baru beberapa bulan yang lalu aku putus. Bukan hal yang mudah untuk melupakan haneul” kata minhyuk. Jiyeon mengangguk mengerti, tapi wajahnya menuntut penjelasan lebih.

“dan aku tidak ingin menjadikanmu pelarian” kalimat minhyuk tadi membuat jiyeon menatapnya. Jiyeon mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

“ya, sekarang aku mengerti. Kau tidak ingin aku hanya jadi pelarian. Dan …. Dan aku juga tidak ingin jadi pelarian..karena rasanya pasti lebih sakit” jiyeon menatap minhyuk nanar. Tak ada yang bicara lagi.

Akhirnya jiyeon berdiri

“sudah saatnya aku pergi, terimakasih untuk 3 hari ini” kata jiyeon

“aku antar kau ke bandara”

“tidak, tidak usah. Aku bisa naik taksi”

“ani… ayo” kata minhyuk berjalan mendahului jiyeon menuju tempat parkir, mau tak mau jiyeon mengekor juga.

***

Sekarang mereka berdua tengah duduk dibandara, menunggu sampai pesawat siap berangkat. Jiyeon memainkan ponselnya demi membunuh waktu bersama minhyuk.

Tiba-tiba minhyuk mengenggam tangan jiyeon, membuat jiyeon terkesiap

“sekali lagi mian.. aku tidak ingin kau murung seperti ini, padahal sebentar lagi kita berpisah. Aku ingin melihat kau kembali ke korea dengan wajah ceria seperti biasa aku lihat.

“sudah tidak usah dipikirkan” kata jiyeon dengan senyuman yang hambar

“kalau begitu senyum yang tulus dong. Kalau murung bukan jiyeon namanya” kata minhyuk sambil tersenyum

Sebuah senyuman lebih tepatnya seringaian kecil  terbentuk di bibir jiyeon, senyuman yang lebih tulus dari sebelumnya.

“ini baru jiyeon yang aku kenal” kata minhuk sambil merengkuh jiyeon dalam pelukannya, pelukan hangat seorang sahabat. Jiyeon menenggelamkan wajahnya dalam pelukan minhyuk, menahan air matanya agar ia tidak menangis dihadapan minhyuk. Ia tidak ingin meninggalkan kesan kacau.

Ia mengigit bibirnya demi meredam airmatanya. Dan ia berhasil sampai pengumuman bahwa para penumpang dengan tujuan seoul diminta segera memasuki pesawa terdengar. Minhyuk melepas pelukannya pada jiyeon.

“sudah saatnya aku pergi, sampai jumpa” kata jiyeon sambil melambaikan tangan.

“ya sampai jumpa, hati-hati ya” kata minhyuk

jiyeon melangkah menjauh, tapi tiba-tiba dia berlari kecil kearah minhyuk dan memeluknya erat

“cepat pulang ke korea, dan maukah kau berjanji?” Tanya jiyeon

“aku pasti pulang, kalau semua urusan kuliahku sudah selesai. Dan janji apa?” Tanya minhyuk

“janji kalau kita tetap sahabat seperti dulu” kata jiyeon. Sekarang ia menatap minhyuk

Minhyuk mengusap puncak kepala jiyeon.

“tentu saja, kau sahabat terbaikku. Sekarang cepatlah ke pesawat sebelum terlambat” jiyeon tersenyum dan melambai pada minhyuk yang balas melambaikan tangan, berjalan menjauh menuju gate keberangkatan, setelah ia melewati pemeriksaan dan berjalan menuju pesawat raut wajahnya berubah, senyum yang tadi ia tunjukan pada minhyuk berubah menjadi raut sedih kembali.

Beruntung kali ini ia duduk seorang diri, tidak ada penumpang lain yang duduk disebelahnya. Ia menghampaskan tubuh ke kursi pesawat yang nyaman, tak lama setelah pesawat lepas landas, jiyeon memerhatikan kota London yang semakin menjauh dibawah sana. Ia memejamkan mata dan melepaskan air mata yang sudah ia tahan sedari tadi.

***

Jiyeon menyeret kopernya, ia sudah menginjakan kakinya kembali di korea. Tiba-tiba ia melihat seseorang yang sudah menunggunya.

“jiyeonna..”

“jonghyun…” kata jiyeon tanpa semangat. Jonghyun membantu jiyeon membawa koper dan tasnya, tapi jiyeon tak banyak bicara.

“aku antar kau pulang sekarang ya, sepertinya kau sedang tidak sehat. Aku menjemputmu dengan moblil appaku, jadi sekarang kita ke tempat parkir ya” ajak jonghyun.

Jiyeon memasang sabuk pengaman,selebihnya ia hanya diam. Jonghyun yang berniat menyalakan mesin mobil mengurungkan niatnya. Ia melepas sabuk pengaman jiyeon dan memegang kedua bahu jiyeon dan membuat jiyaon mau tak mau berhadapan dengan jonghyun yang sedang menatapnya.

“kenapa? Apa yang terjadi denganmu di London? Kau berubah, kau lebih banyak diam” kata jonghyun. sedetik kemudian tangis jiyeon pecah.

“ia… ia menolakku…bahkas sebelum aku menjelaskan tentang perasaanku padanya” isakan jiyeon semakin berlanjut.

“aku..berusaha terlihat tegar didepannya… hanya sampai aku dan dia berpisah di London. Tapi setelahnya….setelahnya aku tidak bisa lagi…ia belum mengetahui perasaanku yang sebenarnya.. ia tidak memberiku kesempatan hanya untuk sekedar mengungkapkan perasaanku….” sekarang mata jiyeon terus mengeluarkan air mata yang sudah tidak mampu ia tahan. Sekarang dinding pertahannya hancur.

Jonghyun merengkuh tubuh jiyeon dalam pelukannya.

“sesakit ini kah?” bisik jonghyun, jiyeon mangangguk lemah dalam pelukan jonghyun. membasahi bagian depan baju jonghyun dengan airmatanya.  Jonghyun mengelus rambut jiyeon pelan.

“menangislah sampai kau puas” kata jonghyun, dan menit-menit berlanjut, jiyeon tetap dalam pelukan hangan jonghyun untuk menumpahkan semua rasa sakit dihatinya.

***

1 bulan berlalu….

Jiyeon membawa setumpuk buku dari perpustakaan, sehingga sebagian pengelihatannya tertutupi. Tanpa sengaja kaki jiyeon terantuk kursi yang ada tepat disampingnya dan ia jatuh, buku yang ia bawapun berserakan.

Jiyeon berusaha berdiri, tapi ia terjatuh lagi karena kakinya yang terasa sangat sakit dan lebam. Bercak lebam biru terbentuk di sekitar lutut dan pergelangan kakinya. Jiyeon berusaha mengambil bukunya yang tercecer tapi ia terdiam saat jonghyun datang dan sudah merapihkan bukunya yang tadi terserak.

“Gwenchana?” Tanya jonghyun pada jiyeon sambil mengulurkan tangannya

“ne..” kata jiyeon, ia menyambut uluran tangan jonghyun tapi saat ia berusaha berdiri jiyeon mengerang kesakitan dan kembali terjatuh terduduk.

“pasti ada yang cedera, lihat kakimu memar sekali” kata jonghyun. jonghyun meletakan tumpukan bukunya di bangku dan mengangat tubuh jiyeon didepan tubuhnya, ia menuju rumah sakit terdekat.

“sepertinya ada yang retak ditulang keringmu, jiyeon. Kau harus menjalani rontgen” kata dokter

“mwo??? Sepertinya parah sekali” jiyeon sangat kaget

“tapi sepertinya retak dikakimu tidak terlalu parah, jadi bisa sembuh dalam waktu cepat. Kau hanya perlu di gips dan beristirahat dirumah”

“ommo…. Bagaimana dengan kuliahku? Aaahh menyebalkan sekali” kata jiyeon mengeluh kesal, sambil memerhatikan kakinya yang memar

“kau ini, makanya kalau jalan hati-hati” kata jonghyun sambil terkekeh

“kau malah menertawaiku begini? Jahat sekali” kata jiyeon menatap kesal pada jonghyun

“eh mian…. Hahahah… jangan cemberut begitu dong, nanti makin lama sembuhnya” kata jonghyun menghibur

“kalian pasangan serasi sekali. Namja cinggumu sanagt perhatian” komentar seorang suster yang sekarang sedang menyiapkan ruang rontgen untuk jiyeon.

“anio…. Dia bukan pacarku suster, kami hanya teman” kata jiyeon.

“ah, sementara kau menjalani rontgen, aku memberitahu orang tuamu dulu ya, mereka pasti sangat cemas” kata jonghyun.

“baiklah…. Gomawo ya suda menolongku” kata jiyeon sebelum kursi roda nya didorong memasuki ruang rontgen.

***

Sudah 2 hari jiyeon hanya diam dikamar dengan kaki terbungkus gips. Ia sedang menonton TV dikamar saat pintu kamarnya diketuk

“jiyeon, kau sedang apa?” ternyata ommanya

“sedang nonton TV, ada apa?” Tanya jiyeon

“ada temanmu yang berkunjung”

“mwo? Siapa?”

Tak lama ibunya jiyeon mempersilahkan seseorang masuk.

“jonghyun….” jiyeon terdiam sebentar

“silahkan masuk, anggap saja rumah sendiri. aku akan ada dilantai bawah ya” kata ibunya jiyeon

“oh ne, kamsahamnida ahjumma” kata jonghyun sopan, sudah itu ibu jiyeon meninggalkan mereka berdua.

“apa kabar?” Tanya jonghyun

“yaah beginilah, mulai bosan terus dirumah” kata jiyeon.

“silahkan duduk” jiyeon mempersilahkan, dan jonghyun duduk dikursi disamping tempat tidur jiyeon. Jonghyun memperhatikan kaki jiyeon yang di ganjal tumpukan bantal tinggi, kakinya masih terbungkus gips dan perban.

“aku penasaran kenapa kau sering sekali terjatuh?” Tanya jonghyun

“kata ommaku, dari kecil aku kurang bisa mengontol keseimbanganku, jadi lengah sedikit aku akan jatuh, sedikit merepotkan memang…..tapi pengecualian yang kemarin aku jatuh bukan karena aku lengah ya, tapi Karena tumpukan buku itu menghalangi pandanganku…”

“tetap saja, kau lengah..” kata jonghyun. jiyeon menatapnya kesal

“mian… aku hany bercanda… eh tidak ada yang menjengukmu selain aku ya? Jahat sekali teman-temanmu”

“mereka sedang sibuk kuliah… tapi mereka sudah meneleponku” kata jiyeon….

Dan merekapun terlarut dalam obrolan panjang yang menyenangkan.

“hooaaaam…..” jiyeon menguap, tanda ia mengantuk.

“kau ngantuk? Istirahatlah… biar aku pulang saja” kata jonghyun

“hmm… eh tapi maukah kau tunggu sampai aku benar-benar tertidur baru kau pulang? Jaebal…” pinta jiyeon.

“aku kalau sedang sakit sering susah tidur, makanya harus ada yang menemani”

“manja sekali… tapi…baiklah, tidurlah, aku akan menunggu sampai kau tertidur pulas” kata jonghyun sambil membantu jiyeon membungkus tubuhnya dengan selimut. Jiyeon menutup matanya, tapi ia sulit tidur.

10 menit berlalu, jonghyun memperhatikan wajah jiyeon yang tertidur tenang. Ia bermaksud beranjak pergi tapi tiba-tiba ia malah mendekat kearah jiyeon, memerhatikan wajah gadis itu lebih dalam. Ia menyingkirkan rambut yangmenutupi wajah jiyeon, ia pikir jiyeon sudah terlelap tapi ia salah karena jiyeon belum juga bisa tertidur karena ia terus diperhatikan oleh jonghyun, ia hanya menutup matanya berusaha terlihat sedang tidur.

Jonghyun duduk di sisi tempat tidur jiyeon, merengkuh tubuh jiyeon dalam pelukannya. Detik itu juga detak jantung jiyeon berderu lebih kencang. Tapi jiyeon merasa nyaman dalam pelukan itu, sehingga ia lebih memilih diam dalam pelukan jonghyun. sedetik kemudian jonghyun mengecup dahi jiyeon dengan lembut, takut membangunkan jiyeon.

“buka hatimu untuku….” Bisik jonghyun

“buka hatimu untukku…” bisik jonghyun lagi, nafas jiyeon sedikit tercekat, ia tetap berpura-pura tertidur.

“ya, jonghyun benar… mulai sekarang aku akan membuka hatiku untuk orang lain…. Dan mulai belajar melupakan minhyuk” batin jiyeon. Dan jiyeon mulai terlelap sungguhan dalam pelukan jonghyun.

***

Jonghyun memapah Jiyeon dengan hati-hati menuju taman dibelakang kampus. Walaupun jiyeon berjalan dibantu oleh sebuah kruk, tapi jonghyun tetap menuntunnya karena ia tau keseimbangan tubuh jiyeon yang kurang baik. Jonghyun membantu jiyeon duduk disebuah bangku.

“sudah lama tidak kemari…” kata jiyeon sambil mengedarkan pandangan kesekeliling. Jonghyun duduk disebelah jiyeon.

“apa kakimu masih sakit?” Tanya jonghyun

“sudah tidak terlalu sakit kok, dokter bilang gips ku sudah bisa dilepas besok. Dan aku hanya tinggal berlatih berjalan beberapa hari dan kakiku akan kembali seperti semula”

“baguslah kalau begitu…”

“mian ya kalo beberapa hari kedepan aku akan sedikit merepotkanmu. Tadi saja aku sudah merepotkanmu karena kau harus menjemputku dan mengantarku ke kelas, sampai ke maripun kau harus membantuku berjalan” kata jiyeon tak enak hati

“tidak usah kau pikirkan. Itu memang tugasku membantumu” kata jonghyun dengan tatapan teduh yang membuat jiyeon sedikit salah tingkah, terlebih sekarang bayangan kejadian di kamarnya beberapa hari lalu terulang. Ia mengingat betapa tulusnya jonghyun meminta ia untuk membuka hatinya untuk jonghyun. tanpa jiyeon sadari tangan jonghyun bergerak mengenggam tangannya. Jiyeon sedkit keget dan menatap jonghyun.

“apa nyaman seperti ini?” tany jonghyun

“eh,,,ehm… ne.. nyaman” jawan jiyeon gugup, ia berdebar-debar.

“bukan itu… maksudku apakah nyaman kita terus begini?” Tanya jonghyun

“mwo? Maksudmu apa?” Tanya jiyeon tidak mengerti

“jiyeonna… aku menyukaimu…menyukaimu bukan sebagai sahabat. Tapi …ah! Begini….” Jonghyun mengenggam satu tangan jiyeon lagi.

“saranghaeyo” kalimat itu terdengar sangan lembut dari mulut jonghyun, halus tanpa paksaan. Tatapan hangan jonghyun malah membuat jiyeon terdiam.

“jiyeon…” panggil jonghyun lagi.

“ah! Ne…”

“maukah kau jadi yeojacinggu ku?” pertanyaan jonghyun sederhana tapi itulah yang jiyeon suka. Agak lama jiyeon menatap mata jonghyun, ia bisa merasakan ketulusan jonghyun.

“apa kah kau mau….?” Tanya jonghyun sekali lagi. Jiyeon mengangguk, dan jonghyun langsung memeluknya, senyuman terukir di bibirnya. Jiyeon menyambut pelukan jonghyun, jiyeon juga tersenyum Karena akhirnya ia bisa membuka hatinya untuk yang baru.

Tiba-tiba jiyeon menerawang… bayangan wajah minhyuk berkelebat dipikirannya. Senyuman minhyuk, tatapan mata minhyuk, bahkan sekarang jiyeon seperti bisa mendengar suara lembut minhyuk ditelinganya, padahal sekarang jiyeon sedang dalam pelukan jonghyun.

Jiyeon memejamkan matanya, memaksa pikirannya melupakan minhyuk. Dan perlahan bayangan minhyuk hilang dari pikiran jiyeon. Sekarang jiyeon hanya mau focus pada jonghyun seorang.

***

Jiyeon sudah bersiap untuk kuliah, kakinya sudah benar-benar pulih. Ia sedang merapihkan tampilannya didepan cermin.

“jiyeonna…. Cepat turun. Jonghyun sudah menjemputmu” terdengar suara omma jiyeon dari lantai bawah.

“ne omma… sebentar lagi…” kata jiyeon segera mengambil tasnya yang tergeletak diranjang.  Tiba-tiba mata jiyeon melihat kearah nakas disamping ranjangnya. Ia urung mengabil tasnya malah mendekati nakas dan mengambil sebuah figura. Foto jiyeon dan minhyuk  didalamnya. Jiyeon memperhatiakannya sebentar dan menghela nafas panjang.

“jiyeonna… lama sekali. Jonghyun sudah menunggumu daritadi, nanti kalian terlambat” suara omma jiyeon menghentak jiyeon yang masih melamun. Jiyeon segera membuka laci paling bawah dari nakas, menyurukkan bingkai foto itu kedalam laci yang paling dalam, laci yang sangat jarang ia buka. diantara buku-buku yang sudah tak dibaca lagi, berharap ia tidak akan pernah menemukan dan melihat foto itu lagi. Jiyeon menyambar tasnya dan segera turun kelantai bawah.

— TBC —

21 thoughts on “Falling and Waiting [Part 5]

  1. ahay. . jihyun dh jadian ama jonghyun, tapi aq takut cuma bwt pelarian doank. .
    jadi penasaran ama kisah mereka slnjtnya thor. .
    d tunggu yaa….

  2. Akhirnya jiyeon jadian jg ma jonghyun, ga sia2 ya perjuangan dan usaha jong…
    Penasaran ntar minhyuknya gmna, jgn lama2 y author lanjutannya

  3. moga ji yeon bner” tulus ma jonghyun oppa ^^
    o y , sbner y minhyuk oppa nolak u krna minhyuk oppa dach pnya q . jd minhyuk oppa g bsa trima cinta u ji yeon.
    mian ea … *plakkk!!! sarap!!!*
    kekekeke

  4. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa jonghyun ma jiyeon akhirnya jadian.
    huaaaaaaaaaaa biar tau rasa tar minhyuk pulang ke korea jiyeon udh ma org lain hihihi.
    tapi kayanyanjiyeoonnya masi stengaah hati ya nerima jonghyun, huhu.
    lanjut deh author🙂

  5. cieeee jonghyun sama jiyeon. kok aku suka pairing ini dari pada jonghyun-yoona, huaakakaka
    pelarian ga ya?
    tau-tau minhyuk pulang ke korea dan malah nembak jiyeon.
    xD
    ditunggu lanjutannya.

    tapi menurutku alurnya kecepetan sar. kayak tiba-tiba dari di kampus dengan satu kalimat langsung pindah lokasi ke rumah sakit

  6. Hufff… Jong Yeon couple hehe i Lve it😉

    Tapi kenapa perasaan ku jadi gak enak ya , buat part-part kedepannnya (?) takut nya nanti pas mereka udah makin saling cinta tiba-tiba si minhyuk datang menghalangi cinta mereka. Dan si jiyeon jadi balik faling love ma si minhyuk.. yah kita lihat part selanjutnya deh ^^

  7. wh jonghyun ma jiyeon jdian so sweet bget..
    tp nnti klau minhyuk plang kra2 jiyeon plih cpa ea..
    author bkn lnjtan.a jgn lma2 ea cz pnsran ma crta slnjt.a🙂
    d tnggu ea..

  8. Agak kecewa,sbnr’a main cast’a siapa sih? Kenapa minhyuk peran’a dkt bgt..mlh bykan jonghyun,sbnr’a kalau memang akhir’a jiyeon dgn jonghyun,kenapa awal’a tdk di buat jonghyun aja..jd main cast’a..
    *maaf author ucapanq sdkt nyakitin hati*..aq cm sdkt kcw aja karna harapanq minhyuk dan jiyeon bersatu..
    Ju2r peran jiyeon di part 5 ini membuatq kcw,q kira jiyeon akan tetap setia,ternyata mlh jdian dgn org lain.

  9. Author part 6 ditunggu nih,jangan sampe jadi crying and waiting juga nih aku buat nungguiin lanjutan ff ini hehehehe… Author FIGHTING!!!.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s