LOVE IS PAIN [PART 6]

Author:                Nirmala @nirmalaandana

Length:                 Captered

Genre:                  Romance, Family

Rating:                  PG-13

Main Cast:

  • Lee Jonghyun
  • Krystal Jung

Other Cast:

  • Sulli
  • Lizzy
  • Youngmi (OCs, Krystal’s mother)
  • Shinwoo (OCs, Jonghyun’s father)

Disclaimer:          FF ini murni ide milik author, terinspirasi setelah baca novelnya Ilana Tan yang Autumn in Paris. No plagiat pokoknya.

Note: Part enaaaaaam part enaaaaaaaaaam *dipukulin tetangga sekomplek karena berisik* RCL jangan lupaaaaaaaaaa😀

***

Author POV

Rencananya, hari ini Jonghyun akan pulang dari rumah sakit pukul 11.30. Ia tidak sabar melihat Krystal yang akan muncul dihadapannya, hendak menjemputnya hari ini. Sedangkan Krystal sedang bersiap-siap menyiapkan semua barang yang akan ia bawa ke Amerika nanti. Pesawatnya akan terbang pukul 12.00. Pasport, dan lain lain telah disiapkan jauh-jauh hari oleh appanya Jonghyun.

Pukul  11.00 Lizzy dan Sulli datang ke rumah sakit untuk menjenguk Jonghyun. Mereka datang sambil membawa parcel berisi buah-buahan. Jonghyun sedikit terkejut melihat kedatangan mereka.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Lizzy.

“Hari ini, pukul 11.30 aku sudah diperbolehkan pulang” jawab Jonghyun. Lizzy dan Sulli sedikit kaget mendengar jawaban Jonghyun.

“Jadi hari ini kau sudah diperbolehkan pulang? Harusnya kita kesini dari hari kemarin” ucap Lizzy. Jonghyun hanya tersenyum kecil.

“Lagipula hari ini Krystal akan menjemputku” Jonghyun tersenyum riang. Lizzy dan Sulli saling bertatapan kaget mendengar perkataan Jonghyun.

“Ada apa?” Jonghyun sadar bahwa ada sesuatu yang janggal. Lizzy dan Sulli cepat-cepat menggeleng. Jonghyun mendengus.

“Sebaiknya kalian beritahu aku” Jonghyun menatap tajam mereka berdua. Nyali Lizzy dan Sulli jadi sedikit ciut.

“Krystal…hari ini…akan berangkat ke Amerika…” Sulli akhirnya buka mulut. Jonghyun tersentak, gelas yang sedari tadi ia pegang jatuh pecah ke lantai.

“Ta..tapi.. ia tidak memberitahuku..” Jonghyun seakan tidak percaya apa yang baru saja ia dengar.

“Ini semua bukan ia yang mau. Orang tuanya yang menyuruhnya” Lizzy ikut bicara.

“Kapan pesawatnya akan pergi?” Jonghyun bertanya dengan suara bergetar.

“Pukul 12.00” ucap Lizzy. Jonghyun segera bangkit dari tempat tidurnya dan berlari keluar.

“Jonghyun!” teriak Lizzy dan Sulli. Mereka lalu mengejarnya, namun namja itu terlalu cepat hingga mereka kehilangan jejak.

Di lain pihak, Jonghyun segera menaiki taksi yang dia temui di depan rumah sakit. Hatinya tidak dapat tenang begitu membayangkan bahwa Krystal akan meninggalkannya sebentar lagi.

10 menit lagi jam akan menunjukkan pukul 12.00. Ia sudah hampir sampai ke Bandara namun malah terjebak macet. Jonghyun segera membayar ongkos taksi dan berlari menuju Bandara.

Ia berlari sekuat tenaga. Nafasnya memburu, matanya mencari-cari sosok Krystal. Sampai ia mengenali sosok seorang yeoja tinggi dengan rambut coklat tua. Krystal.

“Krystal!” teriaknya. Krystal menengok kaget melihat Jonghyun yang ada dihadapannya sekarang. Jonghyun terengah-engah sambil menatap Krystal lemas.

“Pabo…” ucapnya lalu memeluk Krystal. Ia memeluknya erat seakan tak ingin melepaskan yeoja itu lagi.

“Kau ingin meninggalkanku hah?” ucap Jonghyun dengan suara bergetar. Nafasnya naik turun serta seluruh wajahnya pucat. Krystal tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya menangis dalam diam.

“Kali ini izinkan aku untuk egois…” ucap Jonghyun masih memeluk Krystal kuat. “izinkan aku untuk mencintai dongsaengku sendiri..”

Perkataan Jonghyun membuat Krystal semakin terguncang. Krystal terduduk lemas di lantai bandara. Kakinya serasa tidak dapat menopang tubuhnya lagi. Informasi dari pihak bandara bahwa pesawat yang akan membawa Krystal ke Amerika akan segera lepas landas telah terdengar. Sampai akhirnya Krystal melihat pesawat yang akan dinaikinya telah lepas landas.

Kini mereka berdua ada di lobby bandara. Tiba-tiba handphone Krystal berbunyi. Ada sms masuk.

From: Mom

Annyeong Krystal, have a save flight! Hubungi eomma kalau kau sudah tiba disana.

Krystal tersenyum pilu menatap sms dari eommanya. Jonghyun ikut membaca sms itu lalu tersenyum sedih dan menyandarkan kepala Krystal di bahunya.

“Kita akan ke pulau Jeju. Disana, appaku mempunyai penginapan, sementara ini kita akan menginap disana. Kau tidak bisa kan kembali pulang ke rumah eommamu?” ucap Jonghyun. Awalnya Krystal kaget lalu mengangguk mengerti. Ia memang tidak mungkin kembali kerumah eomma secepatnya karena keadaan akan semakin memburuk.

“Lagipula kita bisa berlibur sebentar! Aku stress belakangan ini!” Jonghyun menyenderkan punggungnya ke bangku bandara lalu memijit-mijit punggungnya sendiri.

“Kau masih bisa memikirkan soal itu? Kenapa kita tidak menginap di kota ini saja? Kenapa harus jauh-jauh ke pulau Jeju?” protes Krystal.

“Karena aku lebih suka disana” jawab Jonghyun singkat. Krystal melongo.

“Oh, iya! Bagimana dengan bajumu? Kau tidak bawa koper sama sekali”

“Itu soal gampang. Oh iya, tunggu disini. Aku akan membeli tiket pesawat ke pulau Jeju yang berangkat hari ini” ucap Jonghyun lalu berdiri dari duduknya. Krystal semakin melongo dibuatnya.

Tidak lama kemudian Jonghyun kembali dengan dua buah tiket pesawat ditangannya.

“Pesawatnya akan terbang jam 14.00. Kita makan dulu ya”

***

Author POV end

Krystal POV

Sekarang kami sudah ada di dalam pesawat. Selama terbang Jonghyun hanya tidur hingga membuatku hampir mati bosan. Tidak lama kemudian, Jonghyun pun bangun.

“Belum sampai?” tanyanya polos. Aku menggeleng sambil tetap memandang awan dari jendela.

“Hei kau kenapa?” tanya Jonghyun lalu berusaha melihat wajahku. Aku mengelak lalu mengedarkan pandangan jutekku.

“Kau jadi terlihat lebih jelek kalau marah begitu….” Jonghyun berkata ceplas-ceplos.

“YA LEE JONGHYUN! MATI KAU!”

***

Udara dan aroma khas Pulau Jeju selalu menarik para wisatawan untuk datang kembali ke pulau ini. Sekarang aku dan Jonghyun telah sampai dan berada di salah satu penginapan milik appanya Jonghyun.

“Aaaaaahhh aku lelah..” Jonghyun segera menghempaskan tubuhnya diatas kasur. Ia segera meregangkan pinggangnya yang sedari tadi terlihat kaku.

Aku malah berputar-putar mengelilingi kamar penginapan ini, sampai akhirnya aku menemukan pemandangan indah dari sini. Pemandangan pantai tanpa penghalang apapun dengan bunga-bunga cantik berwarna kuning memanjakan mataku.

“Daebak!” ujarku riang lalu berlari menuju kumpulan bunga itu. Aku menari riang dan mengelus bunga itu satu persatu. Sudah lama rasanya aku tidak berlibur ke pulau cantik ini. Tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang….

Krystal POV end

Jonghyun POV

Aku memeluk Krystal erat, seakan tidak ingin melepaskannya. Tidak lagi.

“Jonghyun…aku tidak bisa bernaf…”

“Biarkan seperti ini..” potongku. Krystal mengerti, ia lalu kembali diam dan tak berkutik. Sementara aku meletakkan daguku di pundaknya.

“Kau, kalau berani pergi lagi dariku, akan kukutuk kau supaya tidak punya jodoh” gurauku. Krystal tertawa keras lalu tiba-tiba berbalik. Ia mencium cepat pipiku dan menatap mataku lurus-lurus. Aku sedikit tersentak dan balik menatapnya dengan tatapan tidak mengerti.

“Berani taruhan?” ucapnya.

“Taruhan? Taruhan apa?” tanyaku bingung.

“Siapa yang pertama kali sampai ke pantai, dia yang menang. Yang kalah harus menuruti semua perintah sang pemenang? Arrasseo?” ia tersenyum cantik lalu berlari duluan menuju pantai.

“Ya! Krystal Jung! Kau curang!” aku segera mengejarnya. Kuraih pinggangnya lalu kugendong ia.

“Ya! Lee Jonghyun! Kau sudah gila! Aaaaaa” Krystal menjerit kaget. Aku tertawa geli dan terus berlari.

“Krystal Jung! Saranghae Krystal Jung!!!” aku berteriak  seperti orang gila.

“Aaaaaaaaaaa!!!” ia menjerit kaget saat aku berputar-putar.  Sesampainya di pantai aku segera menurunkannya. Sedangkan aku segera membaringkan badanku di atas pasir.

“Ahh berat sekali” ucapku kecapean. Krystal mendengus lalu ikut tiduran disampingku.

“Aku yang menang!” aku bersorak lalu tersenyum penuh kemenangan.

“Ne, kau yang menang. Aku mengalah saja” ujar Krystal cemberut. “apa yang harus aku lakukan?”

“Aku mau minta 2 permintaan!” ucapku riang sambil tertawa lepas.

“Yang pertama, cium aku! Disini!” ucapku asal sambil menunjuk-nunjuk bibirku lalu tersenyum penuh arti kepadanya.

“Mwo?! Aku sudah mencium pipimu tadi! Andwae! Aku tidak mau!” Krystal segera memalingkan wajahnya. Aku segera bangun lalu menatap matanya dalam-dalam.

“Kau yang membuat peraturannya~” ujarku lalu tertawa geli. Krystal masih saja cemberut. Aku segera mendekatinya.

“Aku sudah siaaap. Ayo lakukan sekarang!” ucapku riang. Krystal masih saja diam.

“A…a..a..ku..tidak mau… Aku malu…” ucapnya lalu tertunduk. Aku segera memegang wajahnya dengan kedua telapak tanganku. Aku tau, akhirnya pasti aku yang harus memulai. Perlahan kudekatkan wajahku ke wajahnya. Kulihat ia kaget lalu hanya bisa menutup matanya. Kurasakan debaran jantungku dan jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

Akhirnya kurasakan bibirnya dan bibirku bersentuhan. Kuperdalam ciumanku lalu menciumnya lembut, lembut sekali. Akhirnya aku melepaskan ciumanku. Setelah itu kami hanya terdiam. Mendengarkan deburan ombak laut yang semakin menambah romantis suasana siang ini.

“Ayo kita masuk” ujarku lalu berdiri dan mengulurkan tanganku kepadanya. Ia menerima uluran tangaku, dan kami berdua segera berjalan kembali menuju penginapan.

***

Jonghyun POV end

Krystal POV

Malam ini, kami berdua sedang duduk disebuah bangku panjang yang terletak tidak jauh dari pantai. Jonghyun merangkulku dan aku hanya bisa menyenderkan kepalaku di bahunya. Udara malam ini sangat dingin, sehingga tubuh kami harus ditutupi selimut tebal.

“Disini sangat dingin Jonghyun lebih baik kit…..” belum selesai aku bicara, ia segera mengeratkan rangkulannya. Aku tersenyum lalu menatap wajahnya yang tampan itu. Mulai dari rambut, mata, hidung, bibir, pipi, dan dagunya.

“Jangan melihatku seperti itu…” ucapnya dengan nada memelas tanpa melepaskan pandangannya dari bibir pantai. Aku tersenyum geli.

“Aku masih punya satu permintaan” ucap Jonghyun.

“Apa itu?”

“Berjanjilah kalau kau akan hidup bahagia bersamaku dan setia berada disampingku” ia mengacungkan jadi kelingkingnya. Tanpa ragu aku segera menautkan jari kelingkingku dan tersenyum semanis mungkin.

“Janji!” ujarku riang.

Tiba-tiba bayangan eomma yang khawatir tentang keberadaanku terlintas di benakku. Dari tadi siang, ingin sekali aku membujuk Jonghyun agar pulang esok hari. Namun aku terlalu ragu.

“Jonghyun….” ucapku pelan. Ia menoleh.

“Hmm?”

“Bisakah kita pulang esok hari? Aku takut eomma dan appa akan mengkhawatirkan kita” bujukku pelan. Ekspresinya langsung berubah, seperti tidak senang dengan usulku tadi.

“Ayolah Jonghyun, tidak seharusnya kita mementingkan ego kita sendiri. Bagaimana dengan eomma dan appa? Mereka pasti khawatir”

“Akan aku pikirkan” ia meregangkan rangkulannya lalu berdiri.

“Tidurlah, sudah malam. Ingat kamarmu ada disamping ruang tamu” ia lalu mengecup keningku sekilas dan meninggalkanku sendiri.

***

Krystal POV end

Jonghyun POV

Aku membereskan semua barangku. Sekarang sudah pukul 08.00 KST, kutengok Krystal di kamarnya. Yeoja itu masih tertidur pulas dengan tampang yang damai tanpa beban sedikitpun.

“Krystal, bangun” aku menggoyangkan tubuhnya. Ia bereaksi,  bangun dan segera pergi menuju kamar mandi. Kami bertemu lagi di meja makan. Ia memakan sandwichnya dengap lahap.

“Kita akan pulang hari ini” ucapku memecah keheningan. Ia tersenyum senang lalu kembali melanjutkan acara makannya.

***

TBC

Woaaaaaah gimana readers? Mian kalo ada yg typo atau kata-kata yang kurang merenah, author hanyalah manusia biasa yang sering berbuat kesalahan T_T #lebay. Kritik, saran bisa langsung ditulis di comment ^^ (?)

9 thoughts on “LOVE IS PAIN [PART 6]

  1. kirain,krystal jd pergi. . .
    mkin penasaran sm klnjtnnya….n gmn reaksi umma n appa mrka,klo krystal gk jd pergi(?)..
    d tnggu lnjtnnya ya thor…

  2. kirain,krystal jd pergi. . .
    mkin penasaran sm klnjtnnya….n gmn reaksi umma n appa mrka,klo krystal gk jd pergi(?)..
    d tnggu lnjtnnya ya thor..🙂

  3. singkat banget, thor😦 *kecewa*
    tapi kok eommanya Krystal nggak nelepon Krystal, sih?😐

    lanjutannya jgn lama-lama yah ^^
    udah penasaran sama endingnya..

  4. jiaaahhhhh kok perasaan singkat banget yaaa *ditabok author*
    bagus sih cuma aku maunya Jonghyun jangan sama krystal deh mereka kan kakak adik. lebih baik sama aku aja #plaaaakkkkk hahahahaha kidding ya
    nice ff ditunggu ya part serlanjutnya

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s