Your shadow (part1)

 

Author : Rana

Rating: T, G

Length: chaptered, sequel

Genre: mystery, romance

Cast:

  • Shin Hyemi (Ocs)
  • Kang Minhyuk
  • Lee Jonghyun

Other Cast:

  • Jung Yonghwa
  • Lee Jungshin

Disclaimer: hasil kegalauan author. Murni. Terinspirasi dari berbagai film dan novel.

Note: eng ing eeng.. part 1 datang. Ini baru permulaan. Semoga tidak membosankan dan menjadi hiburan. Jangan lupa untuk ngasih respon, oke?. Gomawo J

 *************************

 

HYEMI POV

Seperti biasa, pagi ini aku harus menolong Bibiku untuk membersihkan toko bunganya. Di dunia ini, hanya Bibi dan Oppa lah yang aku punya. Maka dari itu, aku akan selalu menjaganya. Walaupun unurnya belum tua yaitu 46 tahun, tapi wajahnya tampak tua. Mungkin karena beban hidupnya sangat banyak, terlebih dia juga seorang janda beranak satu. Anaknya sungguh tampan, ia lebih tua 3 tahun dariku. Namanya Jung Yonghwa, ia juga sunbaeku di kampus. Kami sering pulang dan pergi bersama. Terkadang aku merasa minder bila berbpncengan dengannya, ia adalah seorang namja populer dikampus. Maka dari itu banyak orang yang iri bahkan benci padaku.

Akhirnya tugas ini selesai juga. Aku segera mengambil handuk dan mandi. Aku tentunya harus berdandan, setidaknya memoleskan bedak saja. Agar Yonghwa oppa tidak malu bila memboncengku dan aku juga tidak minder lagi. Tapi tetap saja.

“Hyemi-ssi~! Lekaslah. Kita hampir telat” teriak Yonghwa oppa dari halaman depan, sepertinya ia sudah siap dengan sepedanya. Telat? Jam berapa sekarang? MWO! jam 7.13?.

Aku hanya menghela nafas sebisa mungkin agar aku tenang. Hampir setiap hari aku seperti ini, tapi ini secara tidak langsung bukan salahku. Siapa suruh Yonghwa oppa ganteng dan banyak yeoja yang menyukainya, kan aku tidak perlu minder dan berdandan lama.

“ne.. tunggu sebentar” balasku dengan teriakan yang membahana dari kamarku di lantai 2.

17 menit kemudian aku turun dari kamar. Terpaksa, dengan sangat menyesal aku tidak sarapan lagi pagi ini. Aku hanya minum segelas susu dan segera berlari ke halaman sambil meneriakkan kalimat perpisahan kepada Bibi yang tidak tau dimana keberadaannya. Untung saja Bibi tidak ada di meja makan. Kalau ada, ia pasti memaksaku untuk sarapan dan alhasil aku dan Oppa sangat terlambat.

Kebetulan, hari ini jadwal kuliahku sama dengan Oppa yaitu pukul 7.45 sementara untuk menjangkau kampus itu memakan waktu 30 menit. Sekali lagi, aku melihat waktu. Tapi kali ini aku melihatnya di arlojiku. Sekarang sudah menunjukkan pukul 7.31. Aigoo~ aku telat, tepatnya aku dan oppaku, kasihan dia.

Tanpa banyak bicara, aku langsung duduk di bangku belakang dan oppa pun juga sama denganku, ia langsung melaju dengan kecepatan dewa. Semoga saja rem sepeda ini tidak rusak lagi. Sebenarnya udara pagi ini sungguh menyejukkan. Tapi kalau situasi dan kondisinya seperti ini, aku tidak bisa merasakan kesejukan ini sampi ke hulu nadiku. Jujur, wajahku setengah pucat. Bukan apa-apa, aku sudah biasa terlambat seperti ini, ada ataupun tanpa oppa. Di sisi lain, aku cemas juga. Mana mungkin ada orang yang tau bahwa ia terlambat sekolah lalu masih saja bersolek di depan cermin kamarnya yang berwarna pink pastel. Itu sungguh tidak manusiawi (?). sudahlah, lupakan. Intinya aku sekarang terlambat.

 

MINHYUK POV

Aku mengantuk, tapi aku tidak bisa tidur. Aku berusaha memejamkan mataku, memasang earphone ditelingaku bahkan aku telah menghidupkan lagu paling mellow di iPodku. Lihatkan? Segala macam cara sudah aku lakukan, tapi tetap saja hasilnya nihil. Mataku masih terbuka lebar, walaupun tidak selebar mata orang luar. Aku terlalu sipit, banyak orang bilang begitu. Bahkan teman-temanku yang ada di New York sangat kasihan padaku dan selalu bertanya apakah aku bisa mengambil ini atau apakah kau bisa melihat itu. Tapi aku hanya tertawa, aku tidak tersinggung sedikitpun. Inilah sesuatu yang special dariku. Terlebih kalau aku sedang tersenyum, semua yeoja mungkin akan nemplok sama aku. Begitulah yang teman-temanku katakan. Aku bersyukur memiliki mata seperti ini, kali ini aku tersenyum sendiri. Mudah-mudahan tidak ada orang yang melihat.

Aku tidak sabar ingin lekas sampai di Seoul. Aku tidak pernah kesana, tapi aku lahir disana. Inilah kekuranganku yang sesungguhnya. Aku terlahir di Seoul tapi aku tidak ingat apa-apa. Yang aku ingat hanya aku sudah berada di New York 2 tahun yang lalu. Hanya itu, tidak lebih dan tidak kurang.

Tapi kenapa aku sangat ingin menghirup udara Seoul, aku bahkan merasa ada seseorang atau mungkin dua orang dan lebih yang menantiku disana.

Perjalanan ini menurutku sangat lama, seperti di padang pasir. Semakin jauh melangkah, semakin lama sampainya (?).

Bagus sekali perangaiku ini, untuk pertama kalinya dalam hidupku yang aku ingat 2 tahun belakangan ini. Aku tidak tidur, TIDAK TIDUR. Untung saja Appaku masih tertidur pulas. Kini batinku mengerang. Bagaimana nasib mataku nanti kalau aku tidak tidur.

Sungguh, untuk hari ini atau dalam waktuu dekat ini aku tidak ingin melihat cermin. Aku tidak ingin kena serangan jantung hanya karena melihat mataku yang sembap dan tampangku yang tidak karuan. OH TIDAAK~ AIGOO~

INCHEON AIRPORT 7.11 AM

Ah, inikah korea? Udara disini sungguh sejuk dan menyegarkan. Pagi hari seperti ini saja sudah sangat ramai, apalagi nanti siang atau malam.

Aku merasa lelah, mungkin karena di pesawat tadi batinku sedang tertekan oleh beberapa alasan. Aku ingin sekali tidur. Aku dan Appa segera menuju rumah yang kata appaku kerumah “kita dulu”. Tapi aku merasa tidak pernah tinggal ataupun punya rumah di Seoul.

Sampai juga akhirnya. Aku merasa sekarang bokongku sudah rata, karena sudah hampir semalaman aku hanya duduk dan duduk. Sungguh membosankan.

Appaku menyuruhku untuk masuk ke kamar itu. Kamar dengan pintu berwarna biru, persis seperti warna kesukaanku. Aku tersenyum manis dan langsung berlari menuju kamar, ku? Ya kamarku. Apaaku yang bilang kalau itu kamarku.

Wah ini memang momen yang paling pas. Bagaimana tidak, aku lelah, akupun tadi tidak tidur lalu tiba-tiba berada di kamar yang terbentang luas sebuah kasur yang beralaskan sprei berwarna biru putih. Pas sekali. Akupun langsung lepas landas di kasur itu. Nyaman.

 

HYEMI POV

Setelah kelas pertama berakhir, aku berlari menuju taman. Dari jauh aku melihat Yonghwa oppa sedang melamun disana. Aku ingin minta maaf padanya. Hal ini hampir setiap hari aku lakukan, karena memang kita selalu terlambat hampir setiap hari juga. Dan semua itu karena salahku.

“Mianhae Oppa” aku mengatakannya sangat pelan, agar ia tidak kaget. Tapi yang ada malah, ia tidak bangun dari lamunannya. Aku ingin juga menikmati lamunan seperti oppa.

Akupun melambaikan telapak tanganku di depan wajahnya yang tampan. Sekali, dua kali, tapi dia belum sadar juga. Aku sempat cemas. Apa ia kerasukan hantu taman ini. Bulu kudukku mulai merinding. Aku berusaha mencari cara untuk mengeluarkan oppa dari lamunannya. Aku goyangkan badannya hingga tenagaku habis. Alhasil, goyangan itu sangat ampuh, apalagi bagi pelamun sejati.

“wae?” aku tersenyum melihat wajah oppa yang seperti itu. Sungguh babo.

“aku kesini hanya ingin minta maaf (lagi)” kata ‘lagi’ terucap lebih pelan dibanding kalimat sebelumnnya. Tentunya dengan bekal niat sengaja.

“ah gwenchana, kau selalu saja minta maaf seperti ini setiap kita terlambat. Apa kau belum memikirkan cara agar kita tidak terlambat lagi?”

“ne.. tapi kan paginya aku harus menolong Bibi dulu, maka dari itu aku selalu terlambat”

“apa kau tak pernah memikirkanku? Aku sekarang hampir tamat, sebentar lagi ada beribu tugas akhir yang akan menahanku. Dan mungkin aku akan lebih sibuk. Kau mengerti?” sepertinya kali ini oppa benar-benar marah padaku. Ia tentu sudah muak melihat dirinya terlambat karenaku. Aku merasa bersalah. Aku hanya bisa tertunduk dan memikirkan jalan keluarnya.

“kalau begitu, mulai besok dan seterusnya aku akan berangkat dan pulang sendiri”

“kau serius? Nah, itu yang aku mau dari kau. Kau harus belajar mandiri”

“ne..” senyum oppa merekah sempurna, dan tentunya lega telah lepas dari jeratku.

“kau jangan berkecil hati, semua ini demi kau juga bukan?” sekarang oppa mengelus-elus rambutku. Aku merasakan kasih sayangnya dan juga pandangan iri orang yang ada disekeliling kami.

“aku akan ada kelas lain 3 menit lagi, jadi aku tinggal  ya. Sampai jumpa dirumah tuan putri” oppa mengakhiri elusannya dengan mengatakan ‘tuan putri’, ya tuan putri yang mulai mandiri.

“annyeong, jaga dirimu oppa. belajarlah lebih giat” kataku sambil melambaikan tangan.

Orang disekelilingku kini masih memperhatikanku. Aku sangat risih tentunya.

 

MINHYUK POV

Hari ini adalah hari pertamaku di Seoul, aku harus melanjutkan kuliahku disini. Untung saja Appaku telah mengurus semuanya. Aku hanya tinggal pergi pagi ini dan semua akan beres.

Dengan mobil baruku ini, aku sangat siap menghadapi hari ini. Aku sungguh senang, aku baru tau kehidupan Seoul seperti ini. Sungguh menyenangkan.

Aku sengaja pergi lebih awal. Tentu saja, aku adalah anak baru jadi aku harus patuh pada aturan, mungkin seminggu lagi aku akan melanggarnya. Menghirup udara segar sambil meregangkan tubuh, itulah yang biasa aku lakukan dikala aku merasa bahwa hari ini indah.

Mobil sportku melaju dengan kecepatan biasa, namun appaku sering bilang kalau kecepatanku membawa mobil sangat cepat. Orang tua memang seperti itu menurutku.

Aku tampak berkarisma dibelakang setir ditambah pula dengan gayaku yang casual. Memakai atasan berwarna putih dan celanaku jeans biru gelap. Aku menghidupkan lagu kesukaanku, keras-keras. Aku sangat percaya diri. Semoga hari ini benar-benar indah, batinku semakin semangat.

Tapi ketika aku melewati jalan  sepi yang dibatasi oleh batang-batang cemara besar ini, tiba-tiba saja ada seorang yeoja kalau aku tidak salah lihat melintasi jalan yang aku lewati. Dan BRUUUKK!!

 

HYEMI POV

Sayang sekali, mulai hari ini dan seterusnya aku tidak diantar oleh Oppaku dan aku mengerti alasannya. Aku menyusuri jalanan sendiri. Dengan sengaja aku pergi lebih cepat sekarang, aku tidak ingin terlambat. Bahkan Bibi pun terkejut melihatku. Jalanan ini masih sangat sepi, udara pagi ini sejuk tapi dingin. Aku lebih merapatkan jaketku, agar aku tidak masuk angin. 200 meter lagi aku akan sampai ke ujung jalan sana, halte. Aku menyeberangi jalan dengan hati-hati, aku tidak melihat tanda-tanda adanya kendaraan yang ingin lewat. Ketika di tengah jalan, aku merasakan ada benda yang menabrak kaki kananku. Aku masih sadar, aku pun terpental jauh. Sampai akhirnya aku tidak sadar.

 

MINHYUK POV

Aigoo~ aku menabrak seorang yeoja. Aku menabrak orang lagi. Aku ingin lari karena kebetulan disini sepi.  Tapi kasihan dia. Aku segera berlari keluar dan mencari yeoja itu. MWO! yeoja ini terluka parah. Aku melihat, kepalanya penuh dengan darah, tidak tapi seluruh tubuhnya hampir berlumuran darah. Kepalanya seperti mengalami benturan keras karena batu itu. Batunya lumayan besar, kenapa batu ada disini?. Aku segera membawa yeoja itu kedalam mobil dan melaju kencang menuju rumah sakit. Seumur hidupku yang aku ingat, inilah pertama kalinya aku menabrak orang sampai separah ini.

Ketika sampai di rumah sakit, ia langsung dilarikan ke UGD dan ternyata kondisinya kritis. Kata dokter yang menanganinya, ia harus dirawat diruang ICCU.  Separah itukah?. Sekarang appaku sudah ada disini. Aku menghubunginya tadi. Pihak rumah sakit juga telah menghubungi pihak keluarga yeoja itu. Aku terduduk di lorong rumah sakit, tiba-tiba air mataku jatuh. Ada apa ini? Aku merasa sedih dan kasihan, apa kau punya kontak batin dengan yeoja ini?. Aku ingin sekali melihatnya sadar dan langsung meminta maaf.

Sembari menangis, aku mendengar suara decit orang berjalan di lorong. Terlalu ribut menurutku.

“ya! Kau apa kan yeojaku?” seorang namja menghardikku, sedangkan aku masih terduduk dengan mata sembap. Aku menengadah untuk melihat wajahnya. Oh, wajahnya tidak kalah ganteng dari wajahku. Sepertinya namja ini adalah namjachingunya yeoja ini.

“mianhae, aku tidak sengaja menabraknya” aku masih tertunduk, semoga ia tidak murka.

Tiba-tiba, ia terduduk juga sepertiku. Kenapa ia tidak marah?

“kau harus minta maaf padanya, bukan kepadaku. Aku juga harus meminta maaf” kepalanya terbenam diantara kedua kakinya. Ia memeluk kakinya seperti orang merana.

“maksud kau?” tanyaku sangat penasaran.

“aku membiarkannya pergi kuliah sendiri yang biasanya selalu pergi bersamaku, dan sekarang aku sangat menyesal atas apa yang aku perbuat” namja itu beranjak pergi. Sepertinya ingin melihat yeoja itu dari jendela  kamar. Matanya juga sembap, bahkan lebih sembap dariku.

 

 

HYEMI POV

Aku berada di tempat yang terang, putih dan tidak ada jendela bahkan ventilasi. Kalau begini, bagaimana caranya kau bisa bernafas?. Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku. Sepertinya aku tersesat, padahal tadi pagi kan aku sedang berjalan menuju halte bus. Aku berjalan perlahan-lahan, bahkan di tempat yang sepi ini aku tidak bisa mendengar detak sepatuku. Dari kejauhan, aku melihat sesosok berjalan menuju tempatku. Sesosok itu jauh, tapi kenapa begitu cepat ia berjalan. Sekitar 5 meter aku bisa melihat bahwa sesosok itu adalah seorang namja. Semakin lama semakin dekat, dan aku bisa melihat wajahnya. Tampan sekali dan wajahnya cerah. Menurutku lebih tampan dari Yonghwa oppa. aku tersenyum melihatnya dan ternyata ia tersenyum juga padaku, siapa lagi?.

“kau siapa? Kenapa aku ada di tempat ini? Ini tempat apa?” ia tertawa mendengar pertanyaanku. Tiba-tiba ia mengelus pipiku, seperti seorang namja yang baru bertemu dengan yeojachingunya yang menghilang selama bertahun-tahun.

“kau masih sehat ternyata, aku merindukanmu” ia tidak menjawab pertanyaanku tapi ia malah mengatakan hal romantis itu lalu menghilang.

Aku seperti terangkat dan terbang, kakiku tidak bisa menapak. Di atas kepalaku, aku bisa melihat ada secercah cahaya berbentuk lingkaran tidak beraturan. Aku tidak bisa melawan, karen aku merasa tidak memiliki kemampuan untuk menolak. Aku masuk ke lubang itu.

 

Mataku terbuka perlahan, aku bisa melihat beberapa kepala orang yang sepertinya sedari tadi mengintip ke kelopak mataku. Aku bisa mengenal mereka, dari kiri ini Yonghwa oppa, lalu Bibi,  dan namja. Mungkin namja itulah yang menabrakku. Dan yang terakhir, MWOO! Aku belum siap melihat ini, tapi aku benar-benar melihatnya. Namja yang ada di alamku tadi. Siapa dia?

 

TBC

 

5 thoughts on “Your shadow (part1)

  1. kerennnn author… daebak…
    minhyuk n hyemi knp kug hanya ingat kejadian 2 tahun lalu aja? apa mereka punya hub sebelumnya?
    yonghwa sayang bgd sma hyemi, yong suka juga kah sma hyemi?
    itu namja yg satu lagi jonghyun y? hub nya jonghyun sma hyemin apa?
    #plak reader banyak tanya
    arrgggh… author hebat bikin q penasaran tingkat dewa…
    lanjutkan thor… q penasaran bgd…
    ff nya benar misteri ilahi deh…
    fighting author!!!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s