LOVE IS PAIN PART 7-END

 

Author:                Nirmala @nirmalaandana

Length:                 Captered

Genre:                  Romance, Family

Rating:                  PG-13

Main Cast:           Lee Jonghyun

Krystal Jung

Other Cast:         Sulli

Lizzy

Youngmi (OCs, Krystal’s mother)

Shinwoo (OCs, Jonghyun’s father)

Disclaimer:          FF ini murni ide milik author, terinspirasi setelah baca novelnya Ilana Tan yang Autumn in Paris. No plagiat pokoknya.

Note: Akhirnyaaaaaa JENG JENG JENG JEEEENG PART 7 SEKALIGUS PART TERAKHIR! Sorry for the late updates T.T Uwaaaaaaaaaaaaa terimakasih untuk para readers yang udah setia ngebaca dan nungguin semua part di ff ini sampe ubanan karena saya yg terlalu lambat T_T *berasa dapet penghargaan, pake pidato segala* Pokoknya gomawo readers emuah emuah *bighug* *kiss* Langsung ke ffnya aja yaaa cekidot! Don’t forget to like and comment ^^

***

Krystal POV

Rasanya ada berjuta-juta bom yang sebentar lagi akan meledak di dadaku. Jujur, aku takut menghadapi eomma, plus appanya Jonghyun yang sebenarnya adalah appa kandungku. Keringat dingin terus mengucur menjelang taksi yang aku dan Jonghyun tumpangi akan segera sampai ke rumahku.

“Kita sampai..” Jonghyun membuyarkan lamunanku. Aku mengangguk, mengatur nafasku yang berantakan, dan mencoba menyembunyikannya dibalik senyumku.

Jonghyun segera membayar ongkos taksi dan berjalan penuh percaya diri menuju halaman rumahku sambil menggenggam tanganku erat. Sedangkan aku rasanya ingin sekali kabur dan mengubur diriku hidup-hidup.

“Kau siap?” tanyanya. Bukan, bukan pertanyaan, tapi merupakan sebuah perintah. Siap tidak siap aku tetap harus menjalani konsekuensinya. Aku mengangguk yakin. Jonghyun menekan bel rumah, terdengar suara langkah kaki eomma yang mendekati pintu dan….

“Krystal? Kau kenapa…” eomma bengong menatapku berdiri dihadapannya dengan Jonghyun yang menggenggam tanganku erat.

“Dan kau Jonghyun.. Appamu mencarimu kemana-mana! Dan kau malah….” eomma mulai marah namun tak sanggup berkata-kata lagi. Mianhae eomma, jeongmal mianhae….

“Aku mencintai putrimu. Apapun yang terjadi, kami akan tetap bersama pada akhirnya” Jonghyun semakin menguatkan genggaman tangannya. Tiba-tiba ada seseorang yang sudah berdiri dibelakang eomma.

“Jonghyun!” ia tersentak. Tangannya mengepal tanda menahan sebuah amarah yang hampir meledak.

“Appa….” Jonghyun hanya terpana saat menatap appanya.

“Kita pergi dari sini..” ia segera menarikku menuju mobil yang terparkir di depan halaman. Mobil milik eomma!

“Jonghyun, apa yang kau lakukan?” tanyaku panik. Ia hanya terdiam. Tangan-tangannya sangat cekatan. Mobil yang tidak dikunci, kunci mobil yang tertinggal di dasbor mobil, eomma memang ceroboh. Jonghyun segera menghidupkan mobil.

“Jonghyun! Mau kemana kau!!” appa berteriak, maksudku appanya Jonghyun. Kulihat ia mengambil kunci mobil di meja depan dan mulai mengikuti kami dengan mobilnya.

“Jonghyun… Jangan seperti ini!” bujukku. Namun ia tidak mendengarkan, ia malah memacu mobil dengan semakin cepat. Meliuk-meliuk di jalanan kota Seoul yang ramai. Appanya tidak mau kalah. Ia segera mengambil jalur disebelah mobil kami. Sepertinya ia hendak menyalip.

Hal tak terduga pun terjadi…

“Jonghyun! Awas!!” aku berteriak saat Jonghyun hampir menabrak pohon di pinggir jalan.

Tapi aku terlambat…..

***

Jonghyun POV

*6 tahun kemudian*

Aku melangkahkan kakiku menuju kios es krim di sudut taman. Sang penjual selalu tersenyum ramah, seperti biasa.

“Tolong satu ice cone rasa strawberry-blueberry, satu ice cone rasa mocca-coklat, daan…” aku lupa akan satu pesanan.

“Rasa vanilla-yoghurt?” Mr Kim alias si penjual mengingatkan. Aku tersenyum lebar dan mengangguk.

“Bagaimana kau bisa tau?” tanyaku sambil merogoh dompet dari saku celana jeansku.

“Anda selalu membeli 3 es krim ini hampir setiap hari. Bagaimana saya bisa lupa?” pria paruh baya itu terkekeh. Ia lalu memberikan ketiga ice cream cone itu kepadaku. Aku tersenyum saat menerimanya, kuberikan uangku.

“Ambil saja kembaliannya!” tukasku lalu berlari menuju bangku taman. Mr Kim tersenyum ramah.

“Terimakasih Tuan Lee! Berikan salamku untuk anak dan istrimu!” teriaknya. Aku membalikkan badanku lalu mengacungkan jempolku.

“Appa!” Jongmin mengampiriku lalu mengelayutkan kedua tangan kecilnya di leherku.  Aku segera memberikan tiga es krim yang masih ada di tanganku pada yeoja di depanku.

“Jongmin!!” aku mengangkat tubuh mungilnya lalu mulai berputar-putar.

“Appa!!! Ahahahahahahaha!” ia tertawa riang lalu melentangkan tangannya seakan-akan ia adalah burung yang siap terbang.

“Hei sudahlah, es krimnya sebentar lagi akan mencair” yeoja didepanku mulai terlihat repot dengan tiga es krim yang mulai mencair di genggamannya. Aku segera mengambil es krim milikku dan milik Jongmin. Kami berdua kembali duduk di bangku taman.

“Kau ingat saat kita pertama kali membeli es krim rasa ini?” yeoja di depanku mulai menjilati es krimnya sambil menatapku lembut.

“Ne, tentu saja Krystal! Kejadian di Myeong Dong tidak pernah aku lupakan” ucapku lalu balik menatapnya.

“Eomma dan appa pertama kali bertemu di Myeong Dong?” tanya Jongmin ingin tau. Aku menggeleng.

“Kami pertama kali bertemu di sekolah” ujar Krystal. Jongmin hanya mangut-mangut.

“Kudengar dulu eomma dan appa pernah mengalami kecelakaan!” sahut Jongmin. Aku dan Krystal tersentak.

“Dari mana kau tau tentang kejadian itu?” tanyaku.

“Dari kakek dan nenek!” ia tersenyum manis. Kami berdua sama-sama mendengus kesal.

Jonghyun POV end

Flashback:

Author POV

Shinwoo (appanya Jonghyun) tersentak melihat apa yang terjadi didepan matanya. Ia segera menepikan mobilnya dan memanggil ambulance.

“Jonghyun, Krystal! Bertahanlah!” ia tak sanggup menahan rasa takutnya.

***

Krystal membuka matanya. Kejadian di mobil eommanya segera terngiang di benaknya.

“Jonghyun! Dimana dia? Apa dia baik-baik saja?” gumam Krystal. Matanya sibuk mencari Jonghyun. Ia lalu berdiri , melepaskan jarum infus yang menancap di tangannya lalu keluar dari kamar rawatnya.

“Krystal!” eomma segera memeluk tubuh Krystal yang luka-luka.

“Kau sudah siuman?” tanyanya. Krystal bukannya menjawab melainkan mencari Jonghyun kesana-kemari seperti orang linglung.

“Mana Jonghyun? Sudah berapa lama aku tidak sadar?”

“Jonghyun ada di kamar 185, kau sudah 3 hari tidak sadarkan diri” jawab eomma. “mari eomma antar ke kamar Jonghyun” eomma segera mengantarkan Krystal. Sesampainya disana, hanya pemandangan infus, alat pendeteksi detak jantung, dan tabung oksigen yang menyambut Krystal. Bukan, bukan hanya itu… seorang namja pucat juga ada dihadapannya.

“Jonghyun….” air mata Krystal mulai menggenang. Beban berat yang ia tanggung serasa semakin menggunung melihat orang yang dicintainya sedang berjuang melawan kematian.Tiba-tiba, dari arah pintu terdengar suara orang datang. Ternyata Dokter, appanya Krystal,dan juga Shinwoo yang tak lain adalah appanya Jonghyun.

“Ia…keadaannya sangat buruk.. Ia mungkin akan koma beberapa bulan. Luka di kepalanya sangat parah” Krystal menutup mulutnya erat-erat dengan tangan kanannya. Menahan tangisan histeris yang memaksa keluar. “atau… mungkin ia tak akan pernah sadar lagi. Kami baru bisa melakukan operasi kalau ia sudah siuman..”

“Sekarang masalahnya, adalah dukungan dari orang-orang sekitarnya. Ini juga berpengaruh terhadap kondisi mental pasien” dokter kembali melanjutkan kalimatnya. Ia kemudian keluar. Meninggalkan keluarga pasien yang tek henti-hentinya bersedih.

“Jonghyun dan Krystal…harus bersama” Shinwoo memecah keheningan. “kalian dengar perkataan dokter tadi? Aku yakin, hanya dukungan dari Krystal yang mampu membuat Jonghyun kuat” ia melanjutkan kalimatnya.

Semua pasang mata dihadapannya mengangguk setuju, kecuali Krystal tentunya. Ia masih menahan tangisan histerisnya untuk keluar sekarang.

***

(3 bulan kemudian)

“….’aku tidak takut padamu hahahaha’ aish Naruto kenapa ia sombong begini, kau tau alasannya Jonghyun?” Krystal menatap namja dengan mata tertutup dihadapannya. Ia menaruh komik yang sedari tadi ia bacakan untuk Jonghyun di meja kecil ruang rawat.

“Apa kau bosan? Baiklah, akan kuputarkan sebuah musik” Krystal meraih mp3nya lalu menyetel lagu kesukaan namjachingunya itu.

Bwabwa nareul bwabwa ttokbaro nae du nuneul bwa.. Geobwa imi neoneun ddan goseul bogo isseo.. Check it one two three sigyebaneulman chyeoda boneun gae…” Krystal mulai bersenandung dan sesekali tersenyum manis pada namja di hadapannya.

“Sudah jam 9 Hyun, saatnya aku mengelapmu dengan air hangat” Krystal mengambil mangkuk besar disampingnya, mengisinya dengar air hangat dan mulai mengelap Jonghyun.

Ia lap kulit namja itu dengan hati-hati, seakan kulit itu bisa begitu saja hancur dengan sekali hentakan. Ia ulangi berkali-kali hingga ia rasa kulit dihadapannya sudah benar-benar bersih. Sekarang, ia beralih ke wajah Jonghyun. Tatapannya berhenti disana. Dipandanginya wajah Jonghyun lekat-lekat, seakan dunia akan berakhir sebentar lagi dan ia tak ingin kehilangan momentum berharganya sekarang.

Krystal tersadar dari lamunanya. Ia bersihkan wajah Jonghyun hati-hati. Kalau boleh jujur, dadanya sesak sekarang. Wajah yang biasanya tersenyum riang padanya, kini sedang menutup matanya rapat-rapat. Air mata mulai membasahi wajah Krystal. Krystal  tak kuat melihat Jonghyun sengsara seperti ini. Ia melipat kedua lengannya di tempat tidur Jonghyun dan menenggelamkan wajahnya disana, ia menangis. Tidak lama kemudian, ia kembali mendongak ke arah Jonghyun.

“Hyun.. kapan kau akan bangun…” ujarnya parau. Tidak ada reaksi di wajah Jonghyun.

“Kau ingat…saat di pulau Jeju, kau dan aku berjanji akan selalu bersama bukan? Jangan tinggalkan aku.. Tepati  janjimu”

“Aku ingin jujur Jonghyun, aku ingin mengutarakannya sekarang. Selama 3 bulan ini, tiap aku tersenyum padamu dan memandangmu hangat… hatiku sebenarnya sakit… Kapan kau bisa bangun, kapan?” Krystal mulai tak bisa menahan air matanya. Ia menangis histeris. Hari demi hari, bebannya seakan semakin menggunung.

“Aku berjanji, aku tidak akan meninggalkanmu lagi! Tidak akan! Aku akan terus ada disampingmu! Jadi, bangunlah sekarang juga!” Jonghyun masih saja diam seperti patung.

“Kau yang bilang kita akan terus bersama! Cepatlah bangun!” Krystal masih saja menangis. 1 menit, 2 menit, 5 menit tidak ada yang terjadi. Sampai tiba-tiba…

“Kry..st..aaal..” Jonghyun merintih. Tangannya mulai bergerak-gerak, dan matanya pun membuka.

“Jonghyun!”

Author POV end

Flashback end

Jonghyun POV

“Tapi karena kecelakaan itu, kita bisa bersama dan eomma dapat melahirkanmu!” Jonghyun tersenyum lebar.

“Oooohhh begituu” Jongmin hanya mangut-mangut. Mereka kembali menikmati es krim masing-masing sambil menatap langit biru. Tiba-tiba, Jonghyun memecah kesunyian.

“Jongmin, kita akan ke pergi ke suatu tempat” Jonghyun mulai menggendong Jongmin.

“Kemana? Ke taman hiburankah?” tanya Jongmin polos. Jonghyun menggeleng.

“Ke tempat yang sangat berharga untuk appa. Kajja!”

“Kau akan membawa Jongmin kesana?” tanya Krystal. Jonghyun hanya mengganguk.

“ Sudah seharusnya Jongmin tau”

***

“Ini makam siapa appa?” tanya Jongmin penasaran. Sementara itu, Krystal menaruh sebucket bunga yang ia dan Jonghyun beli tadi tepat didepan batu nisan.

“Ini makamnya nenek. Lebih tepatnya, eommanya appa” Jonghyun menjawab sambil terus menatap makam itu dengan tatapan lembutnya.

“Eommanya appa sudah meninggal?”

“Ne… Ia meninggal demi melahirkan appa. Ia wanita paling hebaaaat di dunia ini” Jonghyun tersenyum hambar.

“Kukira wanita yang terhebat di dunia in adalah eomma” ucap Jongmin sambil menatap Krystal.

“Baiklah, mereka berdua adalah wanita terhebat di dunia. Adil kan?” ujar Jonghyun. Krystal hanya tersenyum geli melihat Jongmin yang sedikit kebingungan.

“Hei, sudahlah! Ayo kita doakan nenek, agar ia medapat perlindungan dari  Tuhan, dan tenang di alam sana!” Krystal mengingatkan. Mereka bertiga segera terdiam. Sibuk dalam doa masing-masing.

***

Jongmin dan Jonghyun telah pergi duluan menuju mobil. Sedangkan Krystal masih sibuk mencabuti beberapa rumput liar yang ada di sekitar makam. Tiba-tiba ia menemukan secarik kertas kecil. Isinya…

Terimakasih,karena telah membuat Jonghyun tegar. Terimakasih atas doanya. Terimakasih telah melahirkan cucu untukku. Terimaksih untuk segalanya.

Krystal tersentak. Tidak mungkin ini semua bisa terjadi. Namun sesaat kemudian Krystal sadar.

“Cheonmaneyo” ucapnya lalu tersenyum manis.

 

-end-

Yaaaaaahhh selesai! Gimana pendapat kalian? Maaf kalau endingnya geje, nyesek (?), atau ganyambung T_T

 

8 thoughts on “LOVE IS PAIN PART 7-END

  1. udah end. . mnrt aq msh gantung ceritanya. . n aq pengen cie krystal n jonghyun happy end, tpi klo pernikahan sedarah, tuh ngerasa kurang pas aja gt,..hehe
    d tunggu karya slnjtnya ya thor…

  2. sempet kawatir klo endingnya tu krystal mninggal..
    Tpi trnyta jonghyun sm krystal malah udah nikah🙂

    Bener2 bgs FF nya ,byk surprise nya, ada snengnya , sedihnya , kcewanya , komplit lah pkok nya😀🙂😀

    sering2 bikin ff yg castnya jonghyun ya thor ?!🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s