Even Your Tears (Chapter 4)


 

Author: dimplesyororo

Rating: PG-15/NC-17

Genre: Romance

Cast:

  • Lee Jonghyun (CNBLUE)
  • Yoon Eunchae (Ocs)
  • Song Seunghyun (FTISLAND)

Disclaimer: FF ini murni buatan saya. Inspirasi dari lagunya FTISLAND-Even Your Tears. Di publish juga baru di sini aja.

Note:

H.A.L.L.O

Hehehehe..maaf yah…tanggal last post kemaren 2 desember..nah sekarang ini chapter 4 nya baru publish (semoga gga lupa cerita part sebelumnya). Nggak tau juga aku kemaren-kemaren sibuk apa’an..hahahhaha…. aku harap semoga part ini bikin greget- greget.

 

Insadong, 8 AM KST

Eunchae POV

Aku memangku kedua tanganku dan meletakkannya di meja belajar, ini sudah tiga bulan semenjak Abeoji keluar dari rumah sakit dan aku perlahan mengetahui penyakit yang dideritanya. Aku pura-pura tidak tahu akan penyakitnya namun aku tetap memberikan perhatianku sepenuhnya pada Abeoji. Perlahan-lahan kondisi Abeoji semakin memburuk, kini dia hanya terbaring lemah di tempat tidur. Sedih sekali rasanya, aku harus menutupi perasaan ini , aku selalu tersenyum dan menahan rasa tangis takut kehilangan Abeojiku. Di depannya, aku berusaha tampak ceria dan memberinya semangat, namun jujur rasanya aku ingin menangis dipelukannya dan ingin mengatakan

“Abeoji, kau sudah janji tidak akan meninggalkanku, jadi aku harap kau tidak akan pernah mencoba untuk meninggalkanku.”

Selama ini aku membagi kesedihanku pada Jonghyun oppa. Setidaknya ada dia di keluarga ini. Apa mungkin Tuhan sengaja mengirimnya datang ke keluarga kami? Dia benar-benar membantuku di saat-saat seperti ini. Aku juga tidak dapat membayangkan bagaimana jika dia tidak ada di keluarga kami. Oh, sebulan lagi aku akan lulus dan entahlah sepertinya aku tidak bisa melanjutkan cita-citaku sampai jenjang universitas. Sebenarnya,aku ingin melanjutkan kuliah di jurusan seni, tepatnya mengambil jurusan fashion designer. Itu cita-citaku, harapanku dan impianku. Atas saran-saran temanku, sepertinya aku akan bekerja dulu selama setahun, mengumpulkan uang untuk biaya kuliah. Yah, karena tentu saja aku tidak bisa mengandalkan penghasilan dari toko alat musik kami saja.

***

“Eunchae-yah, aku berangkat dulu ya. Oh iya, jangan lupa pastikan Abeojimu untuk makan dan minum obat tepat waktu. Aku sudah memasak, kau jangan lupa untuk sarapan juga. Arasseo?”

Aku menoleh sebentar, terlihat jonghyun oppa berdiri di depan pintu kamarku. Sudah dua bulan dia bekerja sebagai composer dan arranger di sebuah perusahaan musik yang terkenal di korea.

“Ne, gomawoyo oppa,”

“Chae-ya, hari ini kau tidak ada rencana bepergian kan?” Tanyanya padaku.

“Uhmm, tidak, waeyo?”

“Kalau begitu setelah pulang kerja, kau ikut denganku ya?”

“…………”

Aku pun belum menjawab pertanyaannya, tapi Jonghyun Oppa sudah pergi, terlihat buru-buru. Dari balik jendela, aku melihatnya melambai-lambaikan tangannya dan sedikit terlihat berlari membawa gitar kesayangannya.

***

Aku mengambil dan menyiapkan makanan untuk Abeoji. Hari ini libur, tapi Jonghyun oppa tetap bekerja. Sebagai pekerja baru, jadwal kerjanya masih belum tetap jadi waktu liburnya juga tidak tetap. Entahlah, tapi rumah ini terasa sepi kalau dia sedang bekerja. Aku tidak bisa mendengar suara-suara tangisan yang dikeluarkan seorang pria. Dia menyukai drama yang menguras esmosi dan air mata. Katanya, drama-drama itu adalah sumber inspirasinya. Dari luar, dia tampak sedikit dingin dan tipikal orang yang cuek tetapi sebenarnya dia memiliki pribadi yang hangat. Selama ini, dia yang selalu mengusap air mataku kalau aku sedang menangis.

 

***

Aku pun membawakan makanan dan obat ke kamar Abeoji. Abeoji terlihat sedang bersandar dan membaca koran.

“Abeoji, aku membawakan makanan dan obat.” Sapaku padanya.

“Ne, Gomawo. Hari ini apa putriku yang memasak?”

“Aniyo, bukan aku yang memasak, seperti biasa Jonghyun oppa yang memasak. Tadi, aku bangun kesiangan, “ Aku pun menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“Gwenchana, Eunchae-ya sebentar lagi kau lulus, kau mau melanjutkan sekolah kemana?” Tanya abeoji padaku

“Ne, aku belum tahu Abeoji, aku masih mencari universitas yang cocok. Tapi sepertinya aku ingin bekerja dulu.”

“Begitukah? Ngomong-ngomong bagaimana kau dengan Jonghyun?” Abeoji tiba-tiba menatapku serius.

“Jjong..hyun..Ne..Jonghyun Oppa? Apanya yang bagaimana?” Lagi-lagi aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“Aigoo..kau sudah berusia 19 tahun chae-ya, selama ini kau juga belum pernah mengenalkan namjachingu mu pada Abeoji. Terkadang, Abeoji juga khawatir. Mianhaeyo, mungkin sikap Abeoji selama ini terlalu kaku padamu. Abeoji hanya ingin yang terbaik untukmu.”

Mendengar ucapan Abeoji, aku terkekeh, mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat aku mengenalkan seorang namja dan abeoji terlihat sangat tidak menyukainya, serasa ingin menerkamnya hidup-hidup.

“Abeoji, entahlah tapi saat ini aku memang sedang tidak memikirkan itu.”

Aku bingung harus menjawab apa, sebenarnya ada seseorang yang sudah lama aku tunggu, entah itu bisa dibilang cinta atau tidak. Ya, aku sedikit menaruh perasaan pada Song Seunghyun. Tapi, aku tidak bisa mendeskripsikan perasaan itu apa, yang jelas aku merasa nyaman bersamanya.

“Kau tidak menaruh perasaan pada Jonghyun?dia pria yang baik, kalian pun terlihat akrab.”

“Ne, dia memang pria yang baik.” Jawabku sekenanya, aku rasa wajahku sudah cukup merah mendengar ucapan abeoji.

Aku pun kembali ke kamar dan membaringkan tubuhku di kasur sambil memeluk boneka beruangku.

Aku memikirkan apa yang diucapkan Abeoji tadi, ketika bersama Seunghyun, aku merasa sangat nyaman dan aku dapat melupakan masalahku sejenak. Bersama Jonghyun Oppa, entah kenapa saat dia menghapus air mataku, dan ketika dia menatapku, hatiku berdebar-debar.

Pikiranku teralihkan sejenak,karena handphoneku berdering.

“Yeoboseyo”

“CHAE-YA!! Kau ada waktu tidak? Hari ini kau dirumah saja kan?” terdengar suara pria yang sudah sangat aku hafal suaranya.

“ne…wae?”

“Bersiaplah, sebentar lagi aku akan menjemputmu.”

TUT TUT TUT

Suara telepon itu tiba-tiba saja terputus, dasar!padahal aku belum mengiyakan. Baru saja aku memikirkannya dan tiba-tiba dia menelepon dan entah apa yang ingin dia lakukan. Aku pun segera mengambil jaketku dan menitipkan rumah dan Abeoji ke bibi Kim.

 

***

Aku menunggunya di depan teras toko ku,  dan sepuluh menit kemudia terdengar suara sepeda motor berhenti. Aku pun segera menghampirinya.

“Anyyeong!” Sapanya ceria sambil membuka helmnya.

“Neo!Padahal aku belum mengiyakan,memangnya ada apa?” Tanyaku padanya dengan nada sedikit sebal.

“Ayo cepat naik,” dia memberikan sebuah helm berwarna putih padaku dan sedikit membantuku untuk menaiki motornya.

Kakiku belum sembuh seratus persen jadi aku masih menggunakan penyanggah satu tangan.

Tangannya tiba-tiba menggenggam tanganku dan meletakkannya di pinggangnya.

“Pegangan yang erat, kakimu belum sembuh betul, kau ini kan payah nanti kau jatuh dari motorku.”

Aku pun hanya memegang ujung pakaiannya, dengan kondisi yang seperti ini aku bisa merasakan wangi tubuhnya. Genggaman tangannya tadi masih menyisakan kejutan di tubuhku. Aku rasa pipiku pasti terlihat kemerahan sekarang.

 

***

 

Jonghyun POV

Lima jam lagi jam kerjaku selesai, aku sudah menyiapkan hadiah untuk Eunchae. Hari ini aku ingin mengajaknya makan malam. Selama ini aku belum pernah mengajaknya keluar untuk bersenang-senang. Aku harap setidaknya hal ini akan menghiburnya. Aku mengambil ponselku dan mengirimkan pesan untuknya.

To : Eunchae

Chae-ya, hari ini aku ingin mengajakmu bersenang-senang. Kau jangan pergi kemana-mana!

Aku memandangi hadiah yang tergeletak di meja. Hadiah itu aku beli ketika aku menerima gaji pertamaku. Aku lihat pensil warna yang dimiliki oleh Eunchae sudah banyak yang pendek dan banyak pensil warnanya yang sudah hilang, jadi aku memutuskan untuk membelikan pensil warna ini untuknya karena waktu ujian kelulusannya sudah sangat dekat.

 

***

Eunchae POV

Ternyata Seunghyun mengajakku ke Lotte world, dengan tiba-tiba dia menggandeng tanganku.

“Kajja!”

Aku memandangi wajahnya dari samping, dasar pria aneh! Aku bahkan tidak pernah bisa membaca pikirannya. Aku pikir dia akan mengajakku untuk mencari senar gitar atau sekedar untuk makan es krim di dekat sekolah.

“Seunghyunnie, kenapa kau mengajakku kesini? Kau akan tampil di sini?”

“Ani, aku hanya ingin mengajakmu bersenang-senang, sebentar lagi kita juga ujian kan.”

“Eh, kenapa mengajakku?”

“Uhmm…hmmmm…….karena wajahmu terlihat paling stress dibandingkan dengan siswa-siswa yang lainnya.”

“Enak saja! Aku tidak stress, hanya saja…..”

“Hanya saja apa?? Sudahlah ayo kita bersenang-senang.”

Kami pun menikmati hampir semua permainan dan fasilitas di Lotte World. Sudah lama juga, aku tidak pernah kemari, mungkin terakhir kalinya sekitar 2 tahun yang lalu. Perasaan ini tiba-tiba datang lagi, perasaan nyaman tapi bercampur dengan perasaan yang meledak-ledak, rasanya bahagia sekali. Apalagi ketika dia menatapku sejenak tadi, saat dia memakaikanku bando minnie mouse. Wajahnya dekat sekali, bahkan aku sedikit dapat merasakan hembusan nafasnya.

“Eunchae-ya, apa kau tidak kedinginan? Ini sudah hampir malam kan, kau hanya memakai jaket tipis ini saja.”

“hmm..sedikit…”

“Aku hanya menggunakan jaket ini saja, kemarilah.”

Seunghyun menarik tanganku untuk berdiri mendekat dengannya. Jarak kami mungkin hanya sekitar dua puluh senti saja. Dengan begini saja, aku sudah merasa sangat hangat, bukan hangat lagi tapi lebih dari itu. Aku benar-benar malu tidak dapat menahan debaran jantungku ini. Aku hanya menunduk, dan beberapa saat kemudian aku dapat merasakan hembusan hangat di puncak kepalaku.

“Hyunnie, kenapa kau menghembuskan nafasmu di atas kepalaku?”

“Tapi ini hangat kan?”

“Ne…..tapi aku khawatir kalau rambutku bau.” Aku pun perlahan mundur darinya, aku tidak bisa menahan perasaan aneh ini.

“Mwo? hahahaha..kau benar juga…tapi itu satu-satunya cara yang terlintas di otakku.”

“Caramu aneh, hyunnie!”

Didalam hati sebenarnya aku cukup senang, walau caranya aneh. Tapi aku rasa dia ingin menunjukkan perhatiannya padaku. Kalau di drama, pasti si pria akan menyerahkan jaketnya pada si wanita, atau mungkin memeluknya. Tapi, hahhahaha..baru kali ini ada pria yang menghembuskan nafasnya “HAAAAAAAAAAAAAAAA” berulang-ulang supaya terasa hangat. Dasar makhluk 8 Dimensi!

Aku membuka ponselku dan aku cukup terkejut melihatnya.

5 pesan dan 8 panggilan tak terjawab yang semuanya berasal dari Jonghyun Oppa.

From : Mr.Lee

Chae-ya, hari ini aku ingin mengajakmu bersenang-senang. Kau jangan pergi kemana-mana!

From: Mr.Lee

Abeoji sudah minum obat kan?

 

From: Mr.Lee

Aku menunggumu di Ginger Bean Cafe. Hati-hati di jalan ^^

 

From: Mr.Lee

Kau tahu tempatnya kan? Cafe ini sering kau lewati kalau kau pergi ke sekolah.

 

From: Mr.Lee

Cepat kemari^^ aku harap kau belum makan malam.

 

Aku baru ingat kalau aku memiliki janji dengan Jonghyun Oppa. Eh! Tetapi Aku tidak mengiyakannnya. Aku belum mengatakan ‘iya’. Apa dia masih menungguku? sms dan panggilan terakhirnya sudah dua jam yang lalu.

To: Mr.Lee

Oppa, mianhae aku sedang bersama temanku. Apa kau masih disana?

 

“Chae-ya! Apa Abeojimu mencarimu?” tanya seunghyun padaku.

“Hmmm….hyunnie…mianhae..bisa kau antarkan aku ke ginger bean sekarang?”

“Sekarang?hmm…… baiklah..tapi ada apa?”

“Aku membuat janji dengan seseorang, dia menungguku.”

 

***

7 PM KST, Ginger Bean Cafe

Aku berjalan lebih cepat dan mengedarkan pandanganku, mencari Jonghyun Oppa. Pesan yang aku kirimkan tidak dibalas dan dia juga tidak mengangkat telepon dariku.

‘Apa dia marah padaku?’

Di bagian luar cafe aku juga tidak menemukannya. Aku pun kembali masuk ke dalam cafe,

sarangeun bireul tago naeryeo chueogeun bireul tago heulleo

naerineun bitsorie tto geudael tteoollyeoyo

nunmureun bireul tago naeryeo gieogeun bireul tago heullo

gudeun gaseum jeoksyeo nogho tteonaganeyo bireul tago

Aku mendengarkan sebuah alunan lagu, dan refleks aku berhenti, jarakku berada 40 meter dari sebuah panggung mini. Aku dapat melihat gerak-gerik musisi itu dan aku mengenalnya.

Terdengar riuhan dan tepuk tangan dari pengunjung cafe ini, aku pun tak kalah hebohnya memberikan tepuk tanganku. Aku menantinya turun dari panggung itu.

“Oppa………” Aku berdiri tepat di depannya.

“Oh..kau datang?aku pikir kau ……..” ekpresinya tampak kaget melihatku.

“Ne..mianhae…hmm…jadi mengajakku makan malam?”

“Tentu saja…”

 

***

Kami pun makan malam di cafe itu. Kali ini aku benar-benar sedang lapar, aku sudah memesan tiga macam makanan dan hebatnya aku bisa menghabiskan semua itu. Aku benar-benar kelaparan setelah bermain bersama Seunghyun tadi. Jonghyun oppa hanya memandangiku dari tadi. Entah apa yang dia pikirkan, dari pandangan itu sekilas aku dapat melihat senyumnya. Mungkin aku terlihat lucu saat ini, tapi apa peduliku, aku lapar.

“Bagaimana, kau senang tidak?” Tanyanya padaku sambil mengusap puncak kepalaku.

“Ne, gomawo. Mianhae membuatmu menunggu, tapi ini bukan salahku, aku kan belum mengiyakan. Oppa seenaknya sendiri memutuskan.”

“Makan malam ini undangan buatmu, tentunya aku mengharapkanmu datang kan?tanpa kau harus mengiyakan atau tidak.”

“Hmm, Oppa apa setelah ini kita langsung pulang?”

“Iya, ini sudah larut malam, abeojimu pasti menunggumu pulang.”

Beberapa menit kemudian, seorang pelayan membawakan sebuah hidangan yang masih tertutup tutup saji. Aku heran, tapi sepertinya aku tidak memesan apa-apa lagi.

“Nugu? Aku tidak memesan makanan lagi”

Pelayan itu tidak menjawab pertanyaanku dan langsung pergi dari meja kami.

“Oppa yang memesan?” Tanyaku pada pria didepanku ini.

“Coba bukalah”

Aku pun membuka dan mengangkat tutup saji hidangan itu. Dan yang aku lihat, itu bukanlah sebuah makanan. Ini sebuah kotak pensil warna yang aku inginkan dibungkus dengan plastik dan pita berwana merah muda. Dengan kondisi abeoji seperti saat ini, aku harus menahan hasratku untuk membeli pensil warna yang bagus ini. Aku sangat membutuhkannya untuk ujian membuat desain baju nanti.

“Oppa…..gomawoyo, seharusnya kau tidak perlu seperti ini. Kau bisa menghabiskan seluruh gajimu untuk hal ini.”

“Kau senang kan? Mulai saat ini jangan bersedih lagi.”

“Ne, semoga.”

 

***

“Eunchae-ya….berhenti..duduklah kembali…..” Jonghyun oppa tiba-tiba menarik tanganku ketika aku berdiri dan berbalik.

“eh… ada apa?” refleks aku pun duduk kembali.

“ini sudah tanggal berapa? Apa kau tidak mencatatnya?”

“Apa maksudmu?aku tidak mengerti, ini tanggal 12 Januari.” Aku menatap wajah Jonghyun oppa keheranan.

Tiba-tiba dia melepaskan jaket kulitnya dan memberikannya kepadaku.

“Pakalilah.”

“Tidak perlu oppa, aku sudah cukup hangat dengan jaket ini kok.”

“Bukan, lingkarkan jaket ini di pinggangmu.”

“Pinggangku?”

Aku menoleh ke arah pinggangku, dan aku melihat noda kemerahan di rok ku yang berwarna peach ini. Astaga!aku lupa kalau seharusnya aku sudah harus antisipasi. Ini waktunya tanggal dimana aku mendapatkan menstruasi.

‘Jeongmal baboya’ rutukku dalam hati.

Aku benar-benar malu,pasti hal ini terlihat menjijikkan.

 

“Oppa…tapi nanti ini akan kotor. Tidak usah, nanti aku menggunakan jaketku ini saja.”

“Pakailah jaketku  ini, nanti kau bisa membersihkannya. Kau akan kedinginan kalau tidak menggunakan jaket. Ayo cepat lingkarkan jaket ini di pinggangmu.”

“…………………………………..”

Aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku menarik jaket itu dan melingkarkannya di pinggangku. Aku benar-benar malu saat ini.

“Chae-ya tunggu sebentar..kau disini saja…jangan kemana-kemana. Arraseo.”

Jonghyun Oppa terlihat tergesa-gesa dan keluar dari cafe ini. Aku bingung harus berbuat apa, aku tidak membawa cadangan pembalut di tas ku atau sesuatu yang berguna lainnya.

Sepuluh menit kemudian Jonghyun oppa kembali.

“Chae-ya, setidaknya kau bisa menggunakan ini.”

Dia menyerahkan sebuah bungkusan yang dilapisi kertas berwarna warna merah muda. Aku mengintip isi bungkusan tersebut.

“Oppa..neo…membelinya?apa tidak apa-apa. Kau tidak malu?”

“Sudah sana gunakan itu. Aku menunggumu disini ya.”

“Jeongmal Gomawoyo.” Aku menundukkan kepalaku dan bergegas ke toilet di cafe ini.

Dia membelikan sebuah pembalut wanita. Astaga…. aku tidak tahu harus berbuat apa, rasa terima kasih juga tidak cukup. Aku mengaguminya, dia berlari dan membelikan sebuah pembalut. Hey!dia seorang pria.

 

***

 Insadong, 11 PM KST

Aku memandangi punggung Jonghyun Oppa, kami berjalan nyaris beriringan. Jalanku masih lambat karena aku masih menggunakan tongkat penyangga satu tangan. Entahlah tapi hari ini aku senang. Aku tidak tahu perasaan apa ini, aku cukup tersentuh dengan apa yang dilakukannya padaku. Yah dia memang baik seperti yang dikatakan Abeoji berulang kali didepanku. Wajahnya memang terlihat dingin, tapi dia seorang yang hangat. Aku pun memandangi punggungnya dan menyunggingkan bibirku. Sedikit tersenyum.

“Gomawoyo” lirihku pelan.

Tiba-tiba dia berhenti, aku pun refleks berhenti.

“Chae-yah, pegang tanganku.” Dia menyodorkan tangannya padaku.

“Wae?” Tanyaku keheranan.

“Hmmm…aku sedikit kedinginan, bisa ku pinjam tanganmu?” Dia menarik tanganku dan menggenggamnya.

Aku dengan wajah tanpa ekspresiku ini hanya bisa menganga melihatnya, baiklah mungkin ini balas jasaku hari ini karena dia berhasil membuatku senang.

 

Chapter 4- END

 

 

 

12 thoughts on “Even Your Tears (Chapter 4)

  1. ampe kaget bca abang hyun nangis2 liat drama,,,,,

    ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    eun chae sma siapa nih?
    jng ma abang hyun ya,,,,coz menurut aq cocok jd oppa bnran drpada namja’a

    tp nurut ma author aja deh

    part 5’a jngn lama2 ya,,,he3

  2. itu JH baiiiiik banget, susah cari cowo yang ga malu beli pembalut
    udah eunchae ma JH aja deh, cocok tuh…
    lanjutannya jangan lama-lama ya *padahal aku sendiri belum post lanjutan FF* LOL
    hmm…. ceritanya terlalu pendek, next part agak panjangannya biar lebih seru😀

  3. ehbuseeet lumutan nungguin nih epep akhirnya nongol juga..
    demi dah, makin cinte mati ama suamiku si abang hyun..
    protect bgt sih, apalagi pas beli pembalut, kyaaa jujur tersentuh >-<
    next part jangan lama lama yaa, biar gak lumutan (?) lagi hehe
    nice,nice

    • hahahaha..beneran minta maaf..kemarin-kemarin..lagi gga ada ide…
      tergantung idenya nih..semoga mengalir terus..:p
      *garis besar alur part selanjutnya uda ada,tinggal nunggu mood buat ngerjainnya
      *curhat*
      Jonghyun makin sexy..jadinya bawaannya pgn buat FFNC mlulu
      hehehehehe

  4. desyong.. aku tersentuh.. bagus bangeeeeeeeet, karakrternya dapet❤
    kenapa jonghyunnya baik banget, ah aku terpesona~
    kalo ada update kabar-kabari aku okay!

  5. Hai dimplesyororo kok FF nya ga dilanjutiin sih? Geregetan nih nunggu endingnya gantung banget. Semua FF aku simpen di hp ku jadi mereka semmua yang nemeniin aku tidur loh..please banget lanjutiin FF nya ditunggu loooh…. FIGHTING!!!

  6. Part 5 ditunggu nih geregetan bacanya kok bisa tiba tiba jonghyun oppa punya perasaan ke eun chae sih??? Aaaaaa gantung banget part 4 nya ditunggu ya part 5 FIGHTING!!!.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s