NEON NAEGE BANHASSEO

#author: Fatki/ Fatki_chulliez

#length: one shoot

#genre: romance, friendship,

#rating: PG-13

#MAIN CAST#

-JUNG YONGHWA

-KIM HYE NA

#OTHER CAST#

-LEE JONGHYUN

-YOO EUN HEE

-LEE JUNGSHIN

-JANG SONGEUN

-KANG MINHYUK

-CHO MINHAE

#DISCLAIMER

Annyeong yeorobun!!! Sampai juga dipart terakhirnya. Mihiwww~~ terima kasih buat reader yang udah nyimak dari awal *BOW* cast masih sama ya kayak part part kemarin. 4 namja kece dan 4 yeoja kece *senyum kuda*

#NOTE#

Maaf kalo ff ini banyak typonya, juga banyak bahasa yang tidak dimengerti. Dna juga maaf banget kalo ceritanya bikin kalian bingung. Soalnya disini lebih banyak menceritakan tentang kehidupan aslinya Kim Hye Na. Dan maaf kalau ff ini lebih panjang daripada part part sebelumnya. oh, ya! aku juga mau votting, insya allah selesai ujian Negara nanti aku mau bikin sekuel ff ini. bagi readers yang setuju silahkan bilang di komen ya. terima kasih😀

 

Happy reading teman  teman boice!!!! ^__^

************************

          Aku berjalan melewati koridor sekolahku. Pagi ini aku diantar eomma sekitar jam 6an, soalnya eomma mau ada rapat dikantor. Padahal sekolahku masuknya jam setengah 8. Ah, biarlah. yang penting dikelas aku masih bisa tidur. Batinku. Kurang dari 5 menit aku sampai dikelasku. Hanya ada 3 siswa yang baru datang. Dan semuanya merupakan regu piket hari ini

“annyeong…..!!!! sepi sekali ya” seruku pada mereka

Mereka yang tengah sibuk menyapu, membersihkan papan tulis dan mengambil sampah sampah dilacipun menoleh padaku dan membalas perkataanku tadi dengan beragam jawaban

Setelah menaruh tasku, duduk dengan senyaman mungkin, akupun segera memejamkan mataku. Beruntung sekali aku ini orangnya gampang sekali tidur. Jadi ya aku pasti akan tidur dengan lelapnya

“Kim Hye Na” panggil seseorang. Terdengar seperti suara namja. Ah, masa aku baru tidur udah mimpi aja sih

“Kim Hye Na!!” panggilnya lagi dengan suara lebih keras. Kalau memang aku mimpi kenapa gambarnya nggak ada(?) kenapa Cuma suaranya aja?

“ya!!! bebek yang cerewet!! Bangun kau!!!” bentaknya

“issssshh apaan sih ganggu aku lagi ti……. Yong????” tanyaku kaget saat melihat sosok namja didepanku. Aku mengucek ngucek mataku

“ahh… Hye Na cantik…. Ini Cuma mimpi, arasseo??” ujarku pada diriku sendiri. Akupun kembali menaruh kepalaku dimeja dan memejamkan mataku

“ya!!! aku ini jung yonghwa!!! Kim hye na bangun!!!!” teriaknya lagi

Aku membulatkan mataku sebesar mungkin. Aigoo!!! Jadi benar ini yonghwa. Aissshhh kenapa dia datang disaat yang tak tepat sih. Aigoo…..

“wae?” tanyaku padanya sambil bergaya malas malasan.padahal sejujurnya aku malu wajahku diperhatikan saat sedang tidur atau mengantuk

“aku mau minta bantuanmu, jebalyo….” Serunya padaku

“aku sibuk” seruku sambil kembali menidurkan kepalaku dimeja

“e..e…ee….. chakkamannyo!!!!” serunya. dengan sigap dia memegangi bahuku agar aku tidak kembali tidur

DAG!DIG!DUG!

Aissshhhh Kim Hye Na!!!!! ini masih pagi buta. Kau hanya mimpi. Ingat! Hanya mimpi, oke??? Ini bukan yonghwa yang asli. Arasseo???

“minta tolong apa?” tanyaku. Tiba tiba dia menggenggam erat kedua tanganku

“ya!!! ya!!! wae geurrae???” tanyaku yang terkejut saat tanganku digenggam olehnya

“aku mau minta tolong……….” Tiba tiba perkataannya terputus. Aku mengerutkan keningku tanda bingung. Tiba tiba wajahnya mendekat pada wajahku…. Dekat… dekat……. Oke, aku tutup mata saja deh. Deugeun deugeun banget.

“aku mau minta tolong, tolong kasih buku music ini sama minhyuk” serunya tiba. DOENG!!!!! Ah!!! Hye na pabo!!! Nggak mungkin juga yonghwa mau cium kau!!! Isssshhh hye na pabo!!! Hye na pabo!!!

“oh… oke, arasseo” seruku sambil perlahan membuka mataku

“gomawo” ujarnya datar sambil melepas genggaman tangannya dengan kasar lalu kemudian pergi meninggalkanku

“haissssshhh!!! Hye na pabo!!! Hye na pabo!!!!! Hye na pabo!!!!!nggak mungkin itu terjadi. Haduuhhhh gimana nanti kalo ketemu yonghwa lagi. Arggghhhhh gimana kalau dia bilang kejadian ini sama 3 sahabatnya dan juga 3 sahabatku. Dia kan comel. Aaaaaaaaa” teriakku sambil mengacak acak rambutku. Tak kupedulikan para petugas piket yang akan mengiraku sebagai orang gila kepalaku ke meja. Pandanganku tertuju pada sebuah buku music yang ada disamping mejaku

“hye na pabo!!!! Yonghwa pabo!!!” seruku lemas sambil menidurkan. Buku music yang diberikan yonghwa pada minhyuk dengan perantara aku -__-

***********************

          Seperti biasa, setiap istirahat aku bersama ketiga sahabatku selalu ngobrol bersama. Ketika kami sedang asik ngobrol datanglah yonghwa bersama teman temannnya. Dari jauh saja mereka sudah tampak bersinar seperti F4 di drama Kkotboda namja *Back Sound:paradise-T Max*. tapi mereka beda. Mereka anak band. *back sound berubah jadi:I’m A Loner-C.N BLUE* Tapi tetap saja mereka berkharisma dan langsung membuat para yeoja diam atau klepek klepek ditempat. Jonghyun, ketampanannya membuat bumi berhenti, minhyuk, eye smilenya bikin mati, jungshin, tingginya bikin jatuh hati, dan yonghwa, tatapannya bikin lupa diri. Ya, sama seperti aku yang lupa diri karena yonghwa. Oke, kuakui dulu memang sempat aku kagum pada jungshin, hanya kagum ya. ingat! Hanya kagum. Digaris bawahi ya. HANYA KAGUM!!!! *reader:iya thor, ngerti*, tapi akhirnya aku malah jatuh hati pada yonghwa. Perasaan ini nggak mudah hilang gitu aja. Senin sampai sabtu ketemu disekolah, hampir setiap hari ngomongin dia. Ya untuk artikel, ya waktu sesi curhat dirumah Song Eun. Mollayo…. Meskipun aku sudah mati matian ngasih sinyal ke dia, tetep aja dia cuek padaku. Negur dan bicara sih juga masih mau. Cuma ya gitu, dilihat lihat dari perlakuannya padaku, dia tampak tak suka padaku. Ya, aku memang harusnya tak berharap banyak padanya

“gomawo yang tadi. Maaf udah ganggu waktu tidurmu” bisiknya ditelingaku sebelum akhirnya dia duduk bersama teman temannya. Aku melongo ditempat

“go… gomawo???” tanyaku bingung

Akupun mengingat ingat kejadian yang hari ini. aigoo!!! Yang tadi pagi. Yang soal buku music itu. aissshh kenapa dia ngingetin lagi sih. Itukan memalukan. Argghhhhhh

“apa liat-liat??” ujarku ketus pada 3 sahabatku saat kupergoki mereka sedang senyum senyum sambil melihat ke arahku. Dan sedetik kemudian mereka diam

*********************

“hye na ayo ikut yuk!!!! Sekarang kan 1 bulannya Eun Hee sama jonghyun. Yuk ikut!!!” ajak Minhae berulang kali padaku

“mianhae aku tak bisa” seruku pada Minhae

“waeyo??? Karena hanya kau yang belum punya pacar. Helooooowwwww masih ada yonghwa yang sama sama belum punya pacar. Jadi nanti kau takkan dikacangin deh. Lagipula disana kan yang bener bener couple Cuma jonghyun-eun Hee. Couple Jungshin-Song eun, dia kan couple koplak, sedangkan aku dan Minhyuk, kami masih harus backstreet kecuali sama kalian. Bisa mati aku kalau ketahuan sama fansnya minhyuk. Yuk ikut!!! Aku beliin ice cream deh” bujuk Minhae sekali lagi

“aku tak bisa minhae…. Aku hanya tak ingin mengganggu kalian. Kalian tau sendiri kan moodku bagaimana??? Nanti kalau tiba tiba moodku jatuh pas disana, kalian pasti akan repot sendiri. Aku jamin itu. aku hanya tak ingin mengganggu saja” jelasku pada Minhae

“tapi kan ini hari jadinya eun Hee sama Jonghyun yang ke 1 bulan” pinta minhae sekali lagi. Diapun mengeluarkan puppy eyes, tapi ternyata itu tak membuatku mau mengikuti ajakannya

“mianhae… aku tak bisa. Aku titip salam saja ya buat eun Hee, sama Jonghyun juga. Sama semuanya deh. Aku benar benar tak bisa. Sungguh!!!” seruku yang sekali lagi menolak ajakan Minhae

“arasseo arasseo… yasudah nanti kusampaikan salammu pada mereka. Oke??” seru Minhae

“oke!!!” jawabku sambil tersenyum ceria padanya

Akupun segera berlalu untuk pulang kerumah. Ah, pasti mereka akan seru seruan. Nanti juga kalau aku sudah punya pacar aku pasti akan seru seruan dengan mereka. Tunggu aku ya kawan kawan. Semoga si cerewet ini cepat punya pacar

*************************

          Sabtu sore rumahku ramai seperti pasar malam. Bagaimana tidak? 3 pasang couple ditambah satu orang lagi main kerumahku. tanpa kuberitahu kalian juga pasti sudah bisa tebak kan mereka siapa

“asiiiiiiikkk kuenya dateng” teriak Minhyuk dan jungshin secara bersamaan. Para pacar mereka geleng geleng tak jelas melihat tingkah mereka yang kelewat ke kanak kanakan

Aku yang baru saja dari dapur membawa aneka macam kue langsung diserbu mereka berdua

“ya!!! tunggu dulu. nanti kalau aku jatuh gimana” kesalku. Mereka berdua Cuma cengengesan

“kan ada yonghwa” ujar mereka kompak. Lalu setelah itu mereka tos seperti menyatakan mereka sukses menggodaku

“terserah” ujarku yang sudah pasrah sama mereka

Akupun berhambur kearah 3 sahabatku yang sedang ngobrol bersama

“katanya mau ada pensi ya seminggu lagi” seru Minhae

“iya, aku panitianya. Aku udah minta C.N BLUE buat tampil nantinya. Oh, ya! Minhae aku butuh kamu ya buat jadi fotografernya. Lumayan…… jadi nggak usah bayar bayar orang lagi” seru Eun Hee

“sip deh!!!” Minhae menjawab dengan semangat

Kamipun mengobrol bersama. Diselingi canda tawa, kadang koplak, kadang ada yang kepo, kadang begini, begitu *author kehabisan kata kata*. Sampai akhirnya aku lihat ibuku memasuki rumah

“annyeong eomma” seruku sambil menghampiri seorang ibu paruh baya yang menenteng tas tangannya yang kini berada diambang pintu

“annyeong cantik….” Jawab eommaku

Akupun mengambil tasnya dan menuntunnya kedalam. Tergambar jelas sekali  diwajahnya kalau dia sedang lelah

“annyeong haseyo eomma” ujar Song Eun sambil berlari menghampiriku dan ibuku. Ya, dia yang paling akrab dengan ibuku. Sebab, dia hanya diasuh ayahnya sejak umur 6 tahun. Ibunya sudah lama meninggal

“annyeong haseyo eomonim” seru Eun hee bersama Minhae yang langsung bangun dari duduknya

“annyeong haseyo” seru 4 namja secara bersamaan, kalian bisa tebak bukan mereka siapa

“ne annyeong haseyo. Ramai sekali ya sore ini” seru eomma. Kami semua senyum senyum nggak jelas

“eomma baru tau kau punya teman laki laki Hye Na, kau kan kebanyakan punya teman perempuan” seru eomma padaku

“aisshhh eomma, siapa bilang aku tak punya temna laki laki. Lihat, ada 4 laki laki sekaligus yang main kerumahku hari ini.  tampan semua pula” ujarku. Aku tak terima eomma berkata begitu. Apalagi didepan teman temanku. Haduuhhh bisa digodain abis abisan nih

“tampan semua apa tampan semua” goda Song Eun sambil menyikut lenganku

“ya!! neo!!!” kesalku padanya. Dia Cuma nyengir aja memperlihatkan barisan gigi putihnya yang rapih tanpa merasa dosa sedikitpun

“yasudah eomma mau kekamar dulu. sini tasnya eomma yang bawa. Kau ngobrol saja dengan teman temanmu” seru eomma. Diapun mengambil tasnya yang kupegang tadi, lalu kemudian dia berjalan menuju kamarnya

“annyeong” seru teman temanku pada eomma, eommapun membalasnya dan melanjutkan berjalan kembali

Aku kembali berkumpul dengan teman temanku

“Hye Na, eommamu cantik juga yah ternyata. Terlihat masih muda” seru Jungshin

“ah, bisa saja. gomawo… ya…. kecantikannya menurun dong pada anaknya” seruku sambil menaruh kedua jari telunjukku dipipi(???). jungshin langsung tersenyum kecut saat melihatnya

“yeppeo?” ujar minhyuk datar bahkan seperti bertanya

“ibumu wanita karier ya. kenapa tak pensiun saja. lagipula kau kan anak tunggal jadi untuk apa dia bekerja?” tanya Jonghyun sesaat setelah meneguk soft drinknya

“mollayo… mungkin eomma masih senang bekerja” jelasku

“appamu?” tanya minhyuk dengan polosnya

“appanya Hye Na tinggal jauh. Diluar negeri” ujar Song Eun tiba tiba. Aku menoleh padanya dna kulihat dia tersenyum padaku

“ne, appa tinggal di Inggris” jawabku

“hebat sekali ya. ayahmu bekerja apa?” tanya jungshin tiba tiba. Memang sudah jadi kebiasaannya kalau bertanya pasti pertanyaan yang mematikan

“appa…… appa pengusaha. Tapi dulu appa seniman” jawabku sambil tersenyum pada mereka

“wiiiiiiihhh… keluarganya Hye Na hebat” puji Minhyuk

“iya, keluarganya pekerja keras” jelas Jonghyun

Aku melirik kearah yonghwa yang sedari tadi diam. Baguslah… setidaknya dia tak secerewet teman temannya

*******************

“eomma belum kenal dengan teman temanmu itu. kalian memangnya dekat ya?” tanya eomma padaku. Saat itu kami tengah makan malam bersama

“ne, kami baru dekat saat kelas 2 ini. tidak terlalu dekat sih. Cuma tiga dari mereka pacaran dengan Minhae, Song Eun dan Eun hee” jelasku. Ya, aku lebih baik bicara yang sejujurnya. Untuk apa kututupi

“waow!!! Itu hebat!!! lalu namja sisanya? Kau suka padanya?” selidik eomma padaku

“aa… aniyo…. Mana mungkin aku suka padanya. Aku focus belajar” seruku. Kalaumasalah ini baru aku tutupi

“mereka siapa saja?ikut ekskul apa?” tanya eomma tiba tiba

“oh… emm… yang punya lesung pipit, namanya Jonghyun, dia ikut ekskul taekwondo, yang kayak anak kecil dan kalau senyum ngeluarin eye smile itu namanya Kang Minhyuk, dia ikut ekskul sulap(?) *keinget yang di wgm goguma couple*, lalu yang paling jangkung kayak tiang itu namanya jungshin, dia nggak ikut ekskul apa apa. Nah kalau yang paling diam tadi namanya Jung Yonghwa, dia ikut ekskul basket” jelasku pada eomma

“eomma sangka mereka ikut ekskul band. Lalu yang namanya jungshin itu ikut ekskul basket. Hahahahaha… eomma salah” seru eomma

Aku membeku mendengar perkataan eomma. Eomma bahkan bisa tebak walau aku berbohong

“iya eomma salah tuh… hahahahahaha” seruku pada eomma

***********************

          Aku terduduk lesu diatas tempat tidur milik Song Eun*sesi curhat dirumah Song Eun (lagi)*, sedangkan Minhae dan Eun hee sedang perang boneka Barbie. Song Eun asik dengan majalahnya

“bagaimana kalau eomma tau aku suka pada yonghwa?” aku berujar sendiri

“memangnya dia sudah tau?” tanya Song Eun padaku

“aniyo….. tapi eomma sepertiny sudah bisa menebak semuanya” seruku lemas sambil memeluk boneka panda punya Song Eun

“maksudmu?” tanya Eun Hee  tiba tiba. Dia meninggalkan Minhae yang sibuk bermain boneka sendiri

“kemarin eomma bertanya mereka ikut ekskul apa saja. ya mana mungkin kujawab mereka anak band. Akhirnya aku bilang Minhyuk ikut ekskul sulap, jonghyun ikut taekwondo, yonghwa ikut basket dan jungshin nggak ikut apa apa. Tapi eomma bilang mereka seperti anak band. Tergambar jelaskah dimuka mereka kalau mereka anak band?” tanyaku

“mungkin terlihat dari pembawaan mereka?” Eun Hee berpendapat

“charisma mereka charisma anak band kali” kini gantian Minhae yang berpendapat. Ternyata dia mendengarkan semuanya

“kurasa yonghwa yang paling menonjol. Emmmmm…… mungkin ibumu berpikir yonghwa adalah seorang gitaris jadi ibumu mengklaim semuanya anak band deh” jelas Song Eun. Ya, pendapat mereka semuanya masuk akal. Dan kurasa Song eun juga berpendapat bagus. Ya, diamah sebenarnya pintar. Kalau bersama jungshin saja dia tiba tiba jadi kayak orang bodoh dan linglung

“mungkin…. Ya…. mungkin…..” seruku lalu menidurkan diriku dikasur Song eun yang lebar itu

*********************

          Aku berjalan menuju halte bis yang berada 100 meter dari sekolahku. Tapi sebuha mobil sedan hitam berjalan disampingku

“Hye Na…. masuklah” seru sebuah suara yang sangat kukenal

Akupun menoleh kesamping kananku. Dan kulihat seorang laki laki paruh baya tersenyum padaku. Diapun menghentikkan mobilnya lalu keluar dan menghampiriku

“kau sudah besar ya cantik, kkaja!!! Kita makan siang bersama” ajaknya padaku

“mianhaeyo appa, aku sudah makan. Aku mau pulang saja” seruku padanya

“come on,Honey!! temani appa, arasseo??” bujuknya padaku

“ne” jawabku sambil mengangguk padanya. Dia tersenyum padaku

Akupun dituntunnya untuk masuk kedalam mobil. Lalu setelah itu dia ikut masuk dan mulai mengemudikan mobilnya

“hye Na, appa sangat merindukanmu. Makanya appa datang kemari” ujarnya padaku. Kulihat dia tersenyum. tapi dia masih sibuk menyetir

“ne, naneun neomu bogoshipeoyo” seruku padanya

Kamipun mengobrol ringan bersama. Dan tak terasa kami sudah sampai disebuah restoran. Aku bersama dia masuk kesana

“kau mau pesan apa?” tawarnya padaku

“terserah appa saja” jawabku padanya sambil tersenyum

“saya pesan pasta, cappuccino dan lemon teanya” seru appa pada pelayan

“sudah dapat pacar?” tanyanya padaku

“ahahahaha… appa bisa saja. aniyo, aku focus sekolah” seruku sambil tersenyum padanya

“ya, kau sama seperti ibumu. Orang yang sangat focus dan pekerja keras” ujarnya

“appa, Jeohyun eomma eotteokeh?” tanyaku dengan hati hati

“jeohyun eomma baik baik saja, sudah melahirkan anak laki laki 7 bulan yang lalu” jelas appa. kulihat dia juga berbicara dengan sangat hati hati

“chukkae!!!!! Pasti dia tampan seperti appa. nanti aku akan belikan baju untuk anaknya Jeohyun eomma” seruku. Aku senang, pasti appa sekarang tambah gembira

“nanti akan appa sampaikan pada jeohyun eomma. Oh,ya! bagaimana kabar eommamu?” kini gantian dia yang bertanya padaku

“eomma baik baik saja. akhir akhir ini eomma memang sangat sibuk bekerja. Tapi aku selalu memperhatikannya. Aku kan hanya tinggal bersama eomma. Dan aku harus bisa melindunginya” jawabku jujur. Hatiku agak sedikit terguncang

“mianhaeyo…. Harusnya appa bisa menjaga kalian” seru appaku sambil menundukkan kepalanya

“gwaenchana….. appa tak salah. Jeohyun eomma lebih membutuhkan appa. aku dan eomma baik baik saja. yang penting jeohyun eomma sehat dan bisa bersama appa. itu aku sudah senang. Lagipula appa masih bisa kan melindungiku dan eomma dari jauh” ujarku. Aku memaksakan diriku untuk tersenyum. kim Hye Na…… jangan cengeng oke??

“harusnya aku tak bisa dipanggil appa lagi olehmu. Aku tak pantas. Aku bukan ayah yang baik” seru appa. kulihat ada beberapa tetes air mata yang jatuh mengenai taplak meja

“appa……” panggilku sambil menggenggam erat kedua tangannya

“appa, jungmo appa, lihat Hye Na. lihat wajah Hye Na. appa….” panggilku sekali lagi padanya. Perlahan dia melihat ke arahku. Matanya memerah

“appa tak salah. Hidup memang butuh pilihan. Aku dan eomma sekarang juga sudah bahagia. appa juga bahagia kan bersama jeohyun eomma? Ya kan? Appa harus hadapi ini. aku memang anak appa, dan sampai kapanpun aku anak appa. tapi bagaimana dengan anak jeohyun eomma? Dia juga anak appa kan? Tak ada yang tersakiti disini. Ini sebuah pilihan. Appa memilih jeohyun eomma, gwaenchana….. aku maklum. Aku bisa kok bersama eomma. Hanya berdua. Aku juga ingin punya appa. tapi tetap jungmo appa adalah ayahku satu satunya. Sekarang, yang perlu appa pikirkan bukanlah aku dan eomma, tetapi jeohyun eomma bersama anak appa. arasseo??? Percaya padaku aku akan baik baik saja. appa tak boleh lihat kebelakang terus. Arasseo appa?” aku mencoba bicara padanya. Sesekali aku menepis air mata yang perlahan jatuh dipipiku

“mianhaeyo…” seru appa sambil menangis

“appa, appa tak salah. Tak ada yang menyalahkan appa” seruku. Akupun menghapus air mata dipipinya. Sudah lama tak kupegang wajah ini. sudah lama aku tak lihat wajah ini. dan akhirnya dia kembali padaku. Dan kembali mengatakan maaf untuk yang keseribu kalinya. Bahkan lebih

“appa gwaenchana… Hye Na sudah besar. Hye Na mampu. Jadi appa tak perlu khawatir” seruku sambil semakin menggenggam erat tangannya

“pokoknya kau tak boleh jadi orang bodoh seperti appa, arasseo?” serunya

Diapun menghapus air matanya dan mengusap puncak kepalaku lalu mengeluarkan senyum khasnya

***************************

          Aku menatap keluar jendela kamarku. Jungmo appa, sedang apa ya sekarang? Tanyaku dalam hati. Ya, jungmo appa. baru 1 setengah jam yang lalu aku bertemu dengannya. makan bersama, bernyanyi bersama, berfoto bersama, tertawa bersama. Jungmo appa, orang yang menjadi rahasiaku bersama ibuku. Meski aku pernah bercerita tentang Jungmo appa pada 3 sahabatku, tapi mereka hanya tau segelintir kisahnya saja. tak tahu semuanya

Kim Jungmo, dia ayahku, ayah kandungku. Tapi sekarang dia sudah jadi ayah dari orang lain, meski sampai kapanpun dia tetap ayahku sebab darahnya telah mengalir ditubuhku. Sejak umurku 14 tahun aku tak pernah merasakan lagi ada sosok ayah disampingku tapi setidaknya aku masih bisa merasakan sentuhan kasih sayangnya beberapa kali saat dia mengunjungiku diam diam tanpa sepengetahuan eomma. Seperti tadi, aku masih bisa melihat wajahnya. Masih tampan seperti dulu, senyumnya masih sama, hanya beberapa guratan dan garis garis keriput mulai menghiasi wajahnya. Tangannya masih indah seperti dulu, jemarinya masih lentik. Tadi aku masih sempat menggenggamnya. Dulu aku bisa melihat jemari cantik itu setiap hari. jemari yang dia gunakan untuk memetik sebuah benda kesayangannya

Hidupku baik baik saja. aku anak yang ceria. Hingga akhirnya seorang sahabat eomma mencintai jungmo appa. mereka selingkuh dibelakang eomma. Mengetahui seperti itu rasanya aku ingin marah. Aku ingin sekali meludah dan memaki dihadapan jungmo appa. kasihan eomma tersakiti hatinya. Tapi begitu kutahu alasannya apa, aku tak bisa berbuat apa apa. Pertama, sahabatnya eomma memang sangat membutuhkan jungmo appa, dia kena leukemia stadium akhir. Dan dia ingin merasakan menikah dengan orang yang dia cinta. Kedua, aku baru tahu kalau ternyata dulu memang sudah ada kisah cinta diantara mereka. Dulu jungmo appa dan sahabatnya eomma pernah pacaran, sampai akhirnya datang eomma dan jungmo appa menikah dengan eomma. Dan pada akhirnya, jungmo appa tak memilih eomma. Tak salah memang. Hidup memang pilihan. Apa yang dipilih jungmo appa pasti itulah yang terbaik. Dan yang membuatku senang adalah sahabatnya eomma setelah menikah dengan jungmo appa dia berangsur angsur sembuh. Itu benar benar hebat. jungmo appa memang lelaki yang sangat hebat. tapi yang membuatku sedih, perceraian kedua orang tuaku tak berjalan mulus. Hak asuhku pertama jatuh pada jungmo appa, tapi eomma menolak sampai akhirnya hak asuhku jatuh pada eomma. Sejak perceraian itu, eomma dan jungmo appa tak pernah bertemu. Eomma bilang dia benci jungmo appa, ya, itu yang membuatku sedih. Aku memang tak bisa berbuat apa apa untuk masalah ini. aku tak bisa merasakan apa yang eomma rasakan dan jungmo appa rasakan. Jadi, aku hanya bisa menerima semuanya. Dan ini merupakan yang terbaik bagiku. Setidaknya jungmo appa masih peduli dan menganggapku sebagai anaknya

“gwaenchana appa….. saranghaeyo, appa…” seruku

***********************

          Kepalaku pening, aku menangis semalaman. Melihat wajah jungmo appa yang menangis, aku jadi ikut sedih. Rasanya aku ingin tinggal disamping appa, apa daya ada eomma yang jauh lebih membutuhkanku

Karena tak memperhatikan jalan aku menabrak seseorang

“aow!!!” teriakku saat aku jatuh tersungkur

Orang yang kutabrak membantuku berdiri. Aku tak tahu siapa dia. Sebab aku tak berani mendongakan wajahku dan melihat wajahnya. Sudah malu karena tabrakan, ditambah pula mataku sudah kaya panda karena menangis. Hancur sudah mukaku dihadapannya

“mianhae… jeongmal mianhae….” Seruku lalu sedetik kemudian aku berlari dari hadapannya

********************

          Aku berjalan menuju kantin. Tempat biasa aku berkumpul dengan ketiga sahabatku. Aku merasa kesepian hari ini entah kenapa. Tadi eun Hee tak ada disampingku karena mengurusi untuk acara pensi, lalu aku dan Minhae juga Song eun kan beda kelas. Hari ini aku belum bertemu mereka. Ya, aku berusaha menjaga moodku agar tetap baik

Kulihat mereka dari kejauhan. Ada Eun hee yang tengah sibuk memakan bekalnya bahkan saking sibuknya dia sampai disuapi jonghyun(??), lalu ada song eun yang tengah bercanda dengan Jungshin  serta ada Minhae yang duduk bersebelahan dengan minhyuk sambil sama sama meminum jus mangga

“mereka beruntung sekali” seruku

Aku bersembunyi dibalik tiang penyangga bangunan sekolah

“eun hee, kau punya keluarga lengkap, punya kakak laki laki, adik perempuan serta pacar yang tampan, Song Eun, meski nasib kita sama, sama sama tinggal dengan single parent, tapi kurasa kau jauh lebih beruntung dariku, kau masih punya kakak laki laki, juga pacar yang sangat menyayangimu apa adanya, Minhae, meski kau punya kakak laki laki seperti evil(??), tapi kau tetap bahagia, yaiyalah kau hobi makan coklat gimana nggak bahagia, meski kau harus backstreet dan punya pacar yang imutnya nggak ketulungan kayak minhyuk tetap saja kau selalu tersenyum. hah! Entah kenapa aku benar benar merasa kesepian sekarang ini” gumamku sendiri

Drrrtt… drrrttt…..

“yeobseyo” ujarku saat aku mengangkat telepon

“Hye Na, ini appa” seru seseorang diseberang

“jungmo appa!!!” seruku kaget saat kutahu yang menelpon appaku itu adalah jungmo appa

“Hye Na, kau sedang istirahat kan sekarang?” tanyanya padaku

“ne, appa. waeyo??” tanyaku balik

“appa menunggumu didepan gerbang sekolah. appa ingin memberikan sesuatu untukmu. Kau cepat kesini ya” perintah appa

“ah, ne appa!! aku akan segera kesana. Tunggu aku” seruku padanya

Akupun memutuskan hubungan telepon itu. benar saja saat sampai digerbang aku bertemu dengan seorang laki laki paruh baya memakai kaca mata hitam tengah menunggu digerbang sekolahku

“jungmo appa!!!” teriakku sambil menghampirinya

“hai honey!!!” teriaknya balik

Aku meminta penjaga pintu gerbang sekolahku membukakan pintu gerbang untukku. dan setelah pintu terbuka aku langsung memeluk tubuh jungmo appa. sungguh ini sangat nyaman. Dan appa datang disaat yang tepat

“appa…. bogoshippo” seruku pada appa

“haduuuuhhhh anak manja ini. baru saja sehari tak bertemu appa sudah begini” serunya

“oh, ya!! appa mau memberikanku apa?” tanyaku padanya. Mataku berbinar. Kuharap ini hadiah special dari appa

“tada!!!!!” seru appa sambil memberikanku sebuah gitar akustik berwarna putih yang cantik

“appa ingin kau bermain gitar lagi. Appa pernah kan mengajarkanmu bermain gitar dulu. jadi appa harap kau tak lupa. Arasseo??? Kau senang kan Hye Na?” tanya appa padaku

“ah.. ne.. aku senang sekali appa. gomawo, ini benar benar bagus. Neomu yeppeoda” seruku sambil memperhatikan gitar itu

“appa senang kau menyukainya. belajar yang rajin ya sayang. Appa pergi dulu ya. appa banyak urusan. Jalga~” seru appa. lalu kemudian dia memelukku dan mencium keningku. Sedetik kemudian dia pergi menaiki mobilnya

Aku memasukan gitar itu kedalam sarungnya yang berwarna hitam lalu berjalan gontai kea rah sekolah. dan tanpa kusadari aku memasuki sebuah ruangan yang diisi dengan beragam alat music

“appa, tahukah kau, aku begitu terkejut saat kau berikan gitar ini. bukan senang, tapi aku takut. Aku takut eomma semakin marah padamu, appa. aku takut eomma semakin membencimu”

Pelahan air mata jatuh membasahi pipiku. Dan pipiku kurasakan semakin basah

“appa kau tahu, sejak kalian bercerai, aku tak pernah diizinkan bermain gitar lagi. Semua gitarku dihancurkan eomma. Appa kau harus tahu itu appa…… hikkssss… aku tak boleh bermain gitar lagi. Bahkan aku tak boleh pacaran dengan anak band!!!! Padahal aku menyukai anak band!!!!!” perlahan intonasi suaraku berubah menjadi lebih tinggi bahkan hampir berteriak

“eomma tak mau aku pacaran dengan anak band sebab……..”

Aku mencoba menghapus sedikit demi sedikit air mataku

“sebab eomma tak mau aku bernasib sama sepertinya”

Akupun menenggelamkan kepalaku diantara kedua lututku dan menangis dengan hebatnya. Tak ada yang tahu. Sahabatku, appa, eomma, tak ada yang tahu. Semuanya tak tahu

“kim hye na uljima….” Seru seseorang. Kurasakan tangannya mengelus pelan bahuku

Aku coba menghentikkan tangisanku . akupun mendongakan kepalaku dan menghapus air mata yang ada diwajahku dengan punggung tanganku. Aku menoleh ke samping kiriku

“yonghwa?” tanyaku bingung saat kulihat sosok ada disampingku

“uljima, Kim Hye Na.. arasseo” serunya. kedua jempolnya mengarah pada wajahku dan menghapus sisa air mata dipelupuk mataku

“yonghwa, sedang apa kau disini?” tanyaku bingung

“kau tak perlu tahu” ujarnya dengan jutek. Aku mengerucutkan mulutku karena kesal padanya

“ya!!! jangan marah!” serunya sambil mengusap kepalaku

“jadi benar Kim Jungmo adalah ayahmu?” tanyanya padaku

“darimana kau tahu?” tanyaku bingung

“kau tadi bilang sendiri. Teriak teriak lagi. Gimana aku tak dengar” serunya. aku menunduk

“kim hye na…. benar itu??” tanyanya padaku. Aku mengangguk lemah

Tiba tiba dia memelukku dengan erat

“aduuuhhh… apa apaan sih ini!!! yonghwa!! Lepas. Aduuhh sesaaaak…..” ujarku sambil meronta ronta dari pelukannya. Perlahan diapun melepaskan pelukannya. Tapi tangannya masih memegangi pundakku dengan kuat

“neon….. naege banhaesseo!” serunya tiba tiba

Aku membelalakan mataku karena mendengar perkataannya barusan. Dan sedetik kemudian. Dia mencium pipiku

“Hye na… neon naege banhasseo” serunya sambil memegangi kedua pipiku

“nggak lucu!!!” seruku sambil berlalu meninggalkannya

Aku berlari cepat meninggalkannya. Air mataku meski sudah dihapusnya tetap saja mengalir bahkan semakin deras

“kenapa dia mengatakan hal seperti itu. ini nggak tepat!! Kau salah yonghwa!! Kau salah!!! Seharusnya kau tak mengatakan itu. untuk apa kau mengatakan itu hah??? Karena ayahku seorang gitaris terkenal dulu? lalu kau sangat menganguminya? Karena kau sekarang tahu aku adalah anaknya kau dengan seenak jidatmu mengatakan “neon naege banhasseo”? aku juga wanita, aku ingin manusia aku punya hati!!! Gila kau yonghwa!!!” racauku tak jelas. Akupun melangkahkan kakiku entah kemana

**********************

“yonghwa!!! Kau kenapa?? Kenapa gelisah seperti itu??” tanya minhae yang duduk sebangku denganku

“aku harus bertemu Hye Na” seruku. Minhae sadar kalau ternyata sedari tadi aku gelisah

“memangnya ada apa? Hye na kenapa?” tanya Minhae padaku. Dia tampak khawatir. Jelas saja, diakan sahabatnya

“tentang ayahnya. Aku harus menemuinya. Ayahnya akan ke inggris satu jam lagi tak kembali lagi padanya” jelasku pada Minhae

“mwo???” teriak Minhae. Murid sekelas menoleh padanya. Beruntung sedang tak ada guru

“apa yang terjadi?” tanya Minhae sambil berbisik

“pokoknya aku harus segera menemui. Minhae, aku pinjam handphonemu ya. pasti kalau aku menelpon dengan handphonemu dia mau mengangkatnya. Nanti pulsanya kuganti deh” seruku pada Minhae

“oh.. silahkan saja. yasudah cepat sana temukan Hye Na. tadi juga Eun Hee bilang Hye Na nggak ada dikelas. Sana cepat!! Aku takut Hye Na kenapa kenapa” seru Minhae. Lalu dia memberikan handphonenya padaku

Setelah itu, secepat kilat aku berusaha menyusul Hye Na. akupun mulai mencari nama Hye Na dihandphonenya minhae. Dan setelah kutemukan aku langsung menelponnya. Yes!!! Tersambung!!!! Gumamku

“yeobseyo” ujar suara diseberang. Suaranya sedikit terisak

“Hye Na.. ini aku yonghwa” seruku padanya

“kau??? Mau apa kau menelponku?” tanyanya dengan sedikit berteriak

“ aku disuruh Minhae menanyakan tentangmu” ujarku berdusta padanya

“geotjimal!!!!” teriaknya

TUTTTTTT~~~~~~~~~~~~ TUTTTT~~~~~~~

“aisssshhh Hye Na!! neo!!! Isssshh”

Hye Na.. kau sebenarnya kemana? Ini sangat penting untukmu. Bukankah kau sangat mencintai ayahmu. Dia sebentar lagi pergi dan tak kembali lagi padamu. Hye Na…. kumohon percayalah padaku sekali saja. apa kau masih marah karena tadi. Mianhae….. haduuuh!!! Yonghwa!! Kau juga. Untuk apa coba kau tiba tiba bilang neon naege banhaesseo!! Senang sih senang ketemu cinta pertamamu, tapi keadaannya tadi sedang tak memungkinkan. Yonghwa, kau bodoh sekali!!!!

“arasseo, kim hye na. aku akan mengirim pesan untukmu”

To: Hye Na Chingu

Hye Na….. eodiga? Tolong angkat teleponku

To: Hye Na Chingu

Hye Na.. maafkan aku. aku sangat menyesal. Kita butuh bicara ini penting

To: Hye Na Chingu

Hye Na ini tentang ayahmu. Ini penting Hye Na. ini penting. Tolong angkat teleponnya. Bicaralah padaku

To: Hye Na Chingu

Hye Na, kau dimana? Kau tahu, ayahmu akan pergi ke inggris satu jam lagi. Ayo kita menyusulnya. Kau dimana???

 

Yeah.. CN to the BLUE

To the sky fly gettem high

Yes we ready to go!

Kulihat nama yang tertera dilayar “Hye Na Chingu”

“ne, yeobseyo?” ujarku yang sumringah begitu mengangkat telepon itu

“yonghwa maaf atas sikapku tadi. Kau bisa jemput aku ditaman dekat sekolah kita. Maafkan aku menyusahkanmu” serunya. klik! Dia langsung menutup teleponku. Astaga….. baru sebentar dengar suaranya

Akupun segera berlari untuk bertemu dengannya. bahkan aku sampai berbohong pada penjaga gerbang. Aku bilang aku disuruh pulang sama guruku. Ah, biarkanlah. Yang pasti entah kenapa saat ini aku harus menolong Hye Na. kasihan jika nanti dia tahunya belakangan pasti dia sangat sedih

Aku melihat seorang yeoja duduk diatas ayunan. Akupun menghampirinya

“Hye Na…..” sapaku padanya

“yonghwa…” serunya

“apa yang terjadi pada appa?” tanyanya. Melihat  Wajahnya benar benar membuatku pilu

“ayo!!! Kita harus cepat sampai dibandara” seruku lalu segera menarik tangannya dan segera menuju bandara

*******************

          Aku mencari cari sosok appa. aku sudah berlari lari menyusuri setiap sudut bandara incheon siang ini bersama yonghwa. Bahkan yonghwa yang sedari tadi setia disampingku tak kupedulikan hanya demi appa. jadwal keberangkatan ke inggris sekitar 10 menit lagi. Apa appa sudah check in. ya tuhan… semoga belum. Pertemukan aku dengan appa. jangan bilang pertemuan disekolah tadi adalah pertemuan terakhirku dengannya

“itu appamu bukan?” tanya yonghwa sambil menunjuk ke suatu arah. Aku mengikuti arah pandangnya. Kulihat sepasang suami istri sedang berjalan bersama di si suaminya sedang menggedong seorang anak kecil usia sekitar setengah tahunan . ya, benar itu appa dan Jeohyun eomma

“appa” seruku. Akupun segera berlari menghampirinya, tak kupedulikan yonghwa. Yonghwa mianhae, ini penting, aku tak boleh kehilangan appa

“appa!!!” teriakku saat dihadapanku kini sudah berdiri mereka

“Hye Na…” seru appa dan Jeohyun eomma bersamaan. Aku menghampiri mereka

“appa, eodiga??? Nappeun neo!!!!!” teriakku sambil berjalan menghampiri mereka

“hye na mianhae…..” seru appa. diapun memberikan bayi itu kepada Jeohyun eomma

“appa…..” ujarku sambil terisak. Aku bersujud dihadapannya

“appa, kajima… jebalyo… appa, tolong jangan pergi. Appa, aku baru bertemu appa sebentar. Appa, kumohon tetaplah disini. Jeohyun eomma… kumohon jangan pergi… maafkan kesalahan eommaku kalau dia menyakiti jeohyun eomma. Appa… kajima…. Jebalyo….” Seruku pada mereka. Tumpah ruah sudah air mataku. Tak kupedulikan orang orang disekitarku yang memperhatikanku. Tak kupedulikan betapa menyedihkan diriku dihadapan yonghwa. Aku sudah tak peduli lagi. Appa harus tetap disisiku

“Hye Na bangun…. Appa bilang bangun!!!” seru appaku

“kalau appa tak pergi aku akan bangun” seruku padanya

“Hye Na appa bilang bangun!!!!” bentak appaku. Karena takut appa marah, akupun segera bangun

“hye Na maaf….. ini yang terbaik. Benar apa katamu kemarin. Masih banyak kewajiban yang harus appa lakukan. Appa sudah memilih jeohyun harusnya appa tak mengganggumu lagi. Kau benar, kau sudah besar, kau bisa menjaga dirimu sendiri. Maafkan appa. baru saja appa datang dikehidupanmu, tapi appa sudah pergi lagi. Tapi, keputusan appa sudah bulat. Appa akan membiarkanmu dan eommamu hidup tenang. Kau memang anak appa yang paling appa sayangi” appa memelukku dengan erat

“appa… appaaa……” isakku

“sekarang biarkan appa pergi. Hiduplah bahagia. arasseo Kim Hye Na? temui Jung Yonghwa sana. kau cocok bersamanya” seru appa tiba tiba

Aku menoleh kebelakang. Kudapati yonghwa yang sedang memandangiku. Tapi kemudian dia tersenyum padaku

“appa, saranghae…” seruku pada appa

“ne, nado saranghae… “ seru appa sambil mengecup keningku. Diapun kembali berjalan kearah sisi jeohyun eomma

“appa, jaga jeohyun eomma dan anaknya. Jeohyun eomma, gomawo” seruku pada mereka

“Hye Na… jeongmal gomawo… terima kasih banyak” seru jeohyun eomma

Sedetik kemudian mereka melangkah meninggalkanku. Aku tak kuat melihat itu. sekarang sudah tak ada apa disisiku. Baru kemarin aku bertemu dan bercanda bersamanya. Pasti semua ini karena eomma. Pasti eomma tahu aku bertemu appa kemarin

“Hye Na, kkaja kita pulang” bujuk yonghwa lalu dia menggenggam kedua tanganku dan kamipun berjalan bersama

*********************

“iya song eun tunggu sebentar!!! Ini aku baru turun dari bis. Iya iya!!!” seruku pada Song Eun. Dari tadi pagi dia sudah berisik. Dia bilang aku harus datang ke acara pensi. Ya, seperti biasa, meliput secara langsung performance mereka lalu ditaruh dimading deh. Hahahaha….

Aku mempercepat langkahku. Lalu akupun segera menuju tengah lapangan yang sudah dikerumuni banyak siswa

“hye na!!!” Song Eun memanggilku. Akupun ditariknya. Kami berdesakkan menuju depan panggung

“nah… ini tempat VVIP untuk kita. Hanya kita yang boleh duduk. Lihat saja. tuh” ujar Song Eun sambil menunjuk Eun Hee yang tengah duduk santai dan Minhae yang sedang asik dengan kameranya

“ini dia penampilan duet dari kang minhyuk dan lee jonghyun” seru pembawa acara

Lalu keluarlah 2 namja kece nan rupawan. Dan dimulailah penampilan mereka. Diawali dengan Minhyuk solo menyanyikan lagu ciptaannya berjudul star. Lagu dengan irama yang ringan dan suara Minhyuk yang enak didengar membuat lagu ini easy listening. beberapa penonton mulai terhanyut dengan lagu ini. Kulihat pandangannya Minhyuk terus mengarah pada Minhae yang masih saja sibuk dengan kameranya. Entahlah Minhae sadar atau tidak akan hal itu. lagu yang dinyanyikan Minhyukpun selesai, sekarang adalah gilirannya Jonghyun. Dia mengawalinya dengan suara gitar yang benar benar menyentuh hati. Setelah intro pertama dia nyanyikan, tiba tiba minhyuk mengambil bagian rappnya. Bagian rapp yang biasa dinyanyikan yonghwa. Ini merupakan lagu favoriteku, tapi sepertinya ditujukan untuk Minhae dan Eun hee

“YOO EUN HEE I LOVE YOU!!!!” teriak jonghyun. Lalu dia tersenyum dan memamerkan lesung pipit dan barisan giginya yang rapih

“KANG MINHAE SARANGHAE!!!!” teriak minhyuk sambil kedua tangannya membentuk love

“aigo!!! Minhyuk mengatakan itu??” ujar Song Eun yang kaget

“apa dia tak takut minhae diamuk sama fansnya?” tanyaku balik

“kita tunggu saja nasibnya” seru Song Eun pasrah

Kini tinggal aku dan Song Eun yang duduk di bangku”VVIP”. Sementara itu Eun hee dan Minhae berada dibackstage. Kudengar teriakan teriakan dari penonton dibelakangku. Apalagi fansnya minhyuk, mereka menjerit dengan keras

“siapa bagian foto?” tanya Song Eun bingung

“nggak tahu deh tuh. Mereka malah nemuin cowoknya” ujarku

Tiba tiba Song Eunpun berjalan meninggalkanku

“ya!!! lee song eun, eodiga?? Kau kemana?? Ya!!!” teriakku memanggilnya

“aku dipanggil Jungshin. Bye honey!!!” serunya sambil emlambai tak bersalah padaku. Aku yang baru saja ingin beranjak pergi tiba tiab tertahan saat ada seseorang yang bernyanyi

Neo naege banhaesseo banhaesseo

Dalkomhan nae sarang noga boryeosseo

Neon naege banhasseo banhasseo

Hwaengholhan naenunbitche chwihaeberoyeosseo

See my eyes, neon naege ppajyeosseo

See my eyes, neon naege banhaesseo

“yong?” tanyaku bingung saat dipanggung sudah ada yonghwa sambil memakai gitar berwarna putih yang sangat kuhafal. Ya, itu gitar pemberian Jungmo appa. karena eomma tak memperbolehkanku bermain gitar lagi, jadi gitarnya kuberikan apda yonghwa dan tak kusangka dia memakainya sekarang

Kulihat, sedikit demi sedikit dia menuruni panggung  dan berjalan ke arahku. Lalu dia mulai bernyanyi lagi

“Hye Na, neon naege banhaesseo, saranghae” ujarnya lalu dia memelukku

**********************

“darimana kau tau appaku?” tanya Hye Na bingung pada yonghwa. Saat itu mereka tengah bersama disebuah caffe

“jungmo sonsaengnim guru gitarku dulu” jawab yonghwa

“jadi appaku guru gitarmu?” tanya Hye Na heran

“ne, dan apa kau tahu hye na? kau cinta pertamaku” seru yonghwa sambil menggenggamkedua tangan Hye Na

“cinta pertama? Geotjimal…..” ujar Hye Na tak percaya

“aku suka anaknya jungmo sonsaengnim. Aku suka padanya sejak pandangan pertama. Waktu itu aku lihat kau sedang bermain gitar. Neomu yeppeoda. Aku sangat suka itu. tapi aku tak berani mendekatimu. Aku terlalu pengecut dan pemalu. Tapi aku janji aku pasti akan membuatmu jatuh cinta padaku” seru yonghwa sambil menatap Hye Na dalam

“jadi itu artinya “neon naege banhasseo?”” tanya Hye Na. yonghwa mengangguk lalu kemudian mereka tertawa bersama

Mata mereka saling bertemu satu sama lain. Hingga akhirnya wajah mereka mendekat……….. mendekat………

“KIM HYE NA!!!! ANGKAT TELEPONNYA !!! KIM HYE NA!!!! ANGKAT TELEPONNYA!!!” terdengar dering handphone

“ah, mianhae… aku harus angkat telepon dulu” ujar Hye Na lalu mengambil handphone ditas kecilnya. Sedangkan yonghwa tersenyum simpul

“Hye Na, ayo ke taman disamping sekolah, 3 couple sedang berada disana. Ayo kalian ikut” seru suara diseberang

“ne, arasseoyo Song Eun-ah” seru Hye Na. klik! Diapun menutup teleponnya

“yonghwa, kita disuruh pergi taman yang ada didekat sekolah. kkaja!!!” ajak Hye na

Merekapun berjalan bersama sambil bergandengan tangan. Dan kurang dari 5 menit merekapun sampai ditaman yang dimaksud

“aigoo!!!” teriak Hye Na saat melihat sesuatu yang mengejutkan dihadapannya

“mereka benar benar tak tau malu ya” seru yonghwa

Ya, yang kini ada dihadapan mereka adalah 3 pasang kekasih yang tengah berciuman. Ada Eun Hee jonghyun yang tengah berciuman mesra dibangku taman, ada jungshin yang tengah duduk dibangku ayunan dan dicium Song Eun. Lalu ada Minhae dan Minhyuk yang berciuman dengan gaya yang lucu(??)

“aigoo….. wajahku memerah melihat semua ini” seru Hye Na sambil mengipas ngipasi wajahnya yang merah

“Hye Na….” panggil yonghwa padanya. Hye Napun menoleh

“mau kubuat tambah merah lagi?” tanya yonghwa. Lalu dia menaikan alisnya sebelah. Dan sedetik kemudian tangannya meraih tubuh Hye Na dan perlahan dia mencium Hye Na lembut. mata Hye Na terbelalak karena itu

“Hye Na, neon naege banhaesseo” seru Yonghwa dari dalam hati

************************

“jungmo sonsaengnim???” teriakku saat melihat seorang laki laki yang tampan berdiri didepan gerbang sekolahku

“kau……… kau jung yonghwa?” tanyanya padaku

“ne, ini aku saem. Apa kabar?” tanyaku ramah padanya

“aku baik baik saja. kau sekolah disini juga rupanya? Kelas berapa?” tanyanya lagi

“aku kelas 2” jawabku

“kelas 2? Berarti kau satu angkatan dengan anakku. Kau kenal Kim Hye Na?” tanyanya padaku

Mwo???? Jadi jungmo sonsaengnim ayahnya Kim Hye Na? si cerewet bebek itu? masa iya sih? Nggak mungkinlah…..

“kim.. kim hye na??” tanyaku. Dia mengangguk

“aku.. aku pernah mendengar namanya. Tapi aku jarang sekali bertemu dengannya. dia sepertinya orang yang sangat sibuk” ujarku berbohong. Mianhae, saem. Aku terlalu gugup. Karena aku bertemu dengan ayah dari yeoja yang kusuka. Aku bertemu dengan ayah dari cinta pertamaku

“oh…. Begitu. Yasudah tak apa. Padahal aku mau memberikan gitar padanya” ujarnya sambil tersenyum dan memandangi gitar yang dia pegang.

“telepon saja dia, sekarang sedang istirahat. Pasti dia bisa dihubungi” saranku

“ah, kau benar!” serunya

Kulihat dia mulai mengeluarkan handphonenya dan menelpon seseorang. Dan benar saja dia menelpon Hye Na anaknya

“tolong ajari anakku bermain gitar ya” ujar jungmo sonsaengnim padaku

“aku? ah… aniyo. Jungmo sonsaengnim lebih hebat daripada aku. lagipula Hye Na pasti lebih mengerti diajarin oleh ayahnya daripada sama orang lain” seruku. Padahal aku mau sekali mengajari Hye Na. ah! Dasar yonghwa! Kau bohong terus tentang perasaanmu

“aniyo… aku tak bisa. Aku harus kembali ke Inggris hari ini. dan mungkin aku takkan bisa melihat Hye Na lagi. Bertemu saja tak bisa bagaimana mengajarkannya bermain gitar, pokoknya kau harus ajarkan dia ya” seru Jungmo sonsaengnim sambil menepuk pundakku

“ah… ne sonsaengnim” ujarku sambil mengangguk menyetujuinya

Tiba tiba aku ingat perkataannya Hye Na saat aku bermain kerumahnya waktu itu

“…….appa pengusaha. Tapi dulu appa seniman”

Jadi yang Hye Na maksud seniman adalah seorang gitaris? Harusnya aku bisa sadar kalau dia memang anak dari Jungmo sonsaengnim. Karena sejak aku pertama bertemu dengannya, ingin rasanya aku mengatakan “neon…… naege banhaesseo”

 

 

 

THE END

8 thoughts on “NEON NAEGE BANHASSEO

  1. ohhhhhhhh yongppa cinta pertama sma hye na

    aq g rela ending’a pada kissing,,,,apa lg jungshin,,he3
    bisa aja ni author,,yg bilang tinggi’a junshin bikin jatuh hati, tampan’a abanghyun bikin bumi berhenti, eye smile bikin mati, tatapan yongppa bikin lupa diri (suka bgt bagian yg ini)

  2. kyaaaa- sumpeh selingkuhanku jungmo jadi babeh2 disini *dikeplak jonghyun*
    bikin sekuelnya, eun hee putus dr jonghyun dan jadian ama aku #plaaak hahaga
    nice ff! ditunggu sekuelnya.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s