[LombaFF] Dare to love

Judul : Dare to love

Rating : General

Genre : Romance

Cast :

  • Kang Min Hyuk
  • You ( Jung Soo Hyun )
  • Jung yong hwa

 

Other Cast :

  • Lee jong hyun
  • Lee jung shin
  • Park Jin Yeong – paman penjual ramen

 

Note :   Semoga kalian bisa menikmati dan menyukai FF ini . gamsahamnida🙂

 

 

 

Musim panas pun tiba. namun aku tidak bisa sedikitpun menikmati liburan karena banyaknya tugas kuliahku. Padahal rumahku ini sangat dekat dengan pantai, tiba-tiba terdengar suara ketukan diluar. dengan malas aku membukakan pintu.

betapa kagetnya aku melihat kakakku yang mengetuk pintu. aku: Oppa!.aku lalu memeluknya erat. Yong Hwa : heii…lepaskan Soo Hyun. Aku tidak bisa bernapas. Aku: mian Oppa,aku hanya sangat merindukanmu, sudah lama kita tidk bertemu, apa kau tidak rindu pada noonamu?. Yong Hwa: tentu saja aku rindu padamu. Sambil mengacak-acak rambutku. Min Hyuk: eehhmm. Min Hyuk berdeham untuk menyadarkan kami kalau dia ada disini. Yong Hwa: aah…aku sampai lupa, kenalkan ini Kang Min Hyuk, drummer band kami. Kau pasti sudah tahu kan. Aku mengangguk. Yong Hwa: dia akan menginap disini selama musim panas, jadi baik-baiklah padanya. Aku : Annyeonghaseo. Sambil membungkuk. Senang sekali bisa berkenalan denganmu, ayo silakan masuk. Jangan sungkan,anggap saja rumah sendiri. Yong Hwa: dimana ayah dan ibu? Aku: mereka sedang menginap dirumah paman. Yong Hwa: kenapa kau tidak ikut?. Aku: aku ingin sekali ikut, tapi aku mendapat banyak tugas selama liburan ini.

Jung Yong Hwa, ya dia adalah kakakku. Semenjak ia merintis karir di Seoul, kami jarang sekali bisa bertemu. Maka dari itu setiap ia pulang kerumah, aku sangat manja padanya. Aku: Oppa, Apa Min Hyuk tidur dikamarmu?. Yong Hwa: tidak kau antarkan dia kekamar tamu. Aku: baiklah: Oppa, ikuti aku, aku akan mengantarmu ke kamar. Dia mengikutiku menuju kamar tamu. Lalu aku bukakan pintu kamarnya. Aku: kamar kakakku didekat ruang tengah. Ini kamarku. (sambil menunjuk pintu yang tidak jauh dari sini. Ya kamarku dan kamar tamu bersebelahan). Kalau kau butuh sesuatu panggil saja aku. Apa ada lagi yang kau butuhkan?. Min Hyuk: tidak terima kasih. Aku: kalau begitu selamat beristirahat. Cowok itu tidak membalas dan tidak tersenyum sedikitpun. Dia malah langsung masuk kedalam dan menutup pintu. Issshh..sombong sekali dia, kenapa kakak punya anggota band seperti dia. Gerutuku dalam hati. Aku kembali kekamar untuk melanjutkan tugasku yang tertunda.

Alarmku berbunyi, sudah waktunya memasak untuk makan malam, aku memang sengaja memasang alarm, untuk berjaga-jaga kalau aku ketiduran karena begitu lelah. Aku sudah mengerjakannya dari tadi pagi, tapi rasanya masih setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan. Aku berjalan keluar kamar aku menemukan kakakku diruang tengah dengan pakaian rapih. Aku: kau mau pergi kemana kak?. Yong Hwa:  hari ini kau tidak perlu memasak, kita makan diluar saja. Aku: apa?. Lalu Min Hyuk keluar dari kamar dan dia juga sangat terlihat tampan, pantas saja teman-temanku menyukainya. Ya..banyak sekali teman-temanku yang menyukai band kakakku ini. terutama Kang Min Hyuk. Tanpa sadar aku melihatnya tanpa berkedip. Yong Hwa: hei, sedang apa kau disana?. Cepat ganti baju. Kami tunggu kau disini. Aku pun tersadar : iya, tunggu sebentar.

Semoga saja mereka tidak marah karena menunggu terlalu lama, karena aku harus mandi dulu. Namun saat aku keluar kamar aku hanya menemukan Min Hyuk disofa. Aku: dimana kakakku?. Min Hyuk: dia sudah pergi. Jawabnya jutek. Aku: lalu kita tidak jadi pergi?. Min Hyuk: kita menyusul. Hh…kenapa semua wanita berdandan sangat lama. Ucapannya membuatku kesal. Aku: aku mandi dulu tadi, kau tidak tahukan aku seharian harus mengerjakan tugas. Pria ini benar-benar membuatku jengkel, kenapa dia menyalahkanku. Min Hyuk: sudah ayo kita pergi, kakakmu berangkat duluan karena dia harus memesan tempat. Katanya kalau tidak memesan duluan,kita tidak bisa mendapatkan tempat. Dia pasti sudah menunggu. Ucapnya ketus. Aku mengikutinya kemobil dengan sebal. Min Hyuk: berikan kunci mobilnya, aku yang menyetir, kau tunjukkan jalan. Aku: aku saja yang menyetir. Kau kan tamu dirumah kami. Namun Min Hyuk segera mengambil kunci mobil dari tanganku. Aku: Hei!. Min Hyuk: mana mungkin aku mau disetiri seorang wanita. Ucapnya sambil masuk ke dalam mobil. Dengan kesal aku masuk kedalam mobil. Aku: kakakku pergi ke restaurant mana?. Tanyaku sebal. Min Hyuk: restaurant yang biasa kalian kunjungi bersama keluarga. Aku: oh, yasudah ayo. Sepanjang perjalan kami hanya diam, dia melirikku sesekali. Apa dia ingin minta maaf padaku. Pikirku. Namun ia malah memberhentikan mobil dipinggir jalan. Aku: hei, kenapa kita berhenti?. Tiba-tiba Min Hyuk memakaikan sabuk pengamanku. Aku lupa memakainya karena terlalu sebal padanya. Saat ia menarik sabuk pengamanku aku dapat mencium aroma tubuhnya yang sangat menyenangkan, jantungku berdetak kencang. Min Hyuk: apa kau tidak bisa melakukannya sendiri?. Tanyanya ketus. Aku: apa kau bilang?. Min Hyuk: jangan bersikap manja. Ucapnya ketus. Aku: aku tidak manja!. Dia menjalankan mobil dan tidak mempedulikanku. Aku: sombong sekali kau, dasar menyebalkaaaannnn. Aku memaki pelan. Namun sepertinya dia mendengar. Min Hyuk : apa yang kau katakan?. Aku: aku tidak bicara apa-apa.

Huhh…Oppa..kenapa kau tinggalkan aku bersamanya. Apalagi aku harus baik-baik dengan orang yang menyebalkan ini.  Setibanya kami disana didalam sudah ramai. Sulit sekali mencari dimana kakakku. Tiba-tiba Min Hyuk memegang tanganku dan menarikku. Rupanya dia menemukan kakak yang sedang melambai kearah kami. Tentu saja karena dia sangat tinggi. Kamipun menghampirinya. Kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini. Apa begini rasanya digandeng seorang cowok. Saat kami tiba di meja, Min Hyuk menarikkan kursi untukku. Aku sangat gugup, semoga saja wajahku tidak memerah. Aku belum pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang cowok. Ya..karena aku memang selama sekolah tidak terlalu memikirkan cowok. Aku juga belum pernah berpacaran. Tapi tunggu, apa dia bersikap seperti ini karena ada kakak?. Ahh..tentu saja, bodoh sekali aku. Dia pasti hanya acting.

Setelah kami selesai makan kami membeli bahan makanan sebentar untuk esok hari. Untung saja Kakak naik taxi tadi, jadi aku tidak ditinggal bersama Min Hyuk lagi. Min Hyuk tetap menyetir, kakak duduk didepan bersamanya. Aku duduk dibelakang. Sepanjang perjalanan aku tertidur karena kekenyangan, aku memang makan banyak tadi. Rasanya tenagaku terkuras karena terlalu banyak berpikir.

Paginya aku bangun dengan segar, aku sudah berada diatas tempat tidur. Aku: pasti kakak menggendongku, duhh..bodoh, kenapa aku tertidur. aku lalu menyiapkan makanan untuk mereka, terutama untuk kakak, dia pasti lelah sudah baru sampai dirumah, dia harus menggendong adiknya kekamar. Aku membuatkan pancake selain itu aku juga membuat sup krim jagung. Setelah selesai memasak, sepertinya kakak belum bangun. Aku akan mengantarkan makanan untuknya. Benar saja saat aku mengantarkan makanan kakak masih tertidur pulas. Aku: hei Oppa.. bangunlah. Sudah pagi. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu. Bangunlah. Kakak masih mengantuk, namun ia bangun dan tersenyum. Yong Hwa: wah…keliatannya enak. Kau ini repot-repot saja. Ucapnya sambil mengacak-acak rambutku dengan lembut. Lalu ia mencoba pancake buatanku. Yong Hwa:mm..makanan buatanmu memang sangat enak, sepertinya kau makin jago. Aku: tentu saja. Yong Hwa: seharusnya kau tidak perlu mengantarnya kekamarku. O ya,apa Min Hyuk sudah bangun?. Mendengar namanya disebut moodku berubah. Aku: tidak tahu, aku belum melihatnya. Yong Hwa: kau bangunkan saja dia, suruh dia sarapan juga. Dia membantuku menggendongmu kekamar semalam. Aku: ng? A, apa?. Aku terkejut. Yong Hwa: iya, semalam kan aku harus membawa belanjaan juga. Saat aku ingin membangunkanmu Min Hyuk malah melarangku, dia bilang kau cerita hari ini sangat lelah karena mengerjakan tugas. Lalu dia menawarkan diri menggendongmu kekamar. Aku yang akhirnya membawa belanjaan seorang diri. Tidak mungkin aku salah dengar. Jadi Min Hyuk menggendongku kekamar. Dan ia juga bilang pada kakak kalau aku kelelahan karena mengerjakan tugas. Tapi, tapi…kenapa dia berbicara sperti itu. Hh..aku tidak mengerti, bukannya dia sangat dingin terhadapku. Otakku penuh dengan pertanyaan. Sebenarnya orang seperti apa Kang Min Hyuk itu. Selagi kakak mandi aku keluar. Dan pada saat itu aku melihat seseorang sedang berlatih skipping. Min Hyuk, rupanya dia sudah bangun dan sedang berolahraga. Dia memakai celana pendek dan t-shirt tanpa lengan. Tetap saja dia terlihat tampan walaupun berkeringat. Apa yang kupikirkan, pasti ini hanya akal-akalannya saja. Tapi…. bagaimanapun dia sudah membantu kakak. Aku pun menghampirinya. Aku bersender pada pintu. Aku: hei!.Min Hyuk terkejut ketika menoleh melihatku. Dia melepas earphonenya. Rupanya dia juga sedang mendengarkan lagu. Min Hyuk: kau. Mengagetkanku saja. Aku: memangnya aku hantu. Sudah, cepat sarapan aku sudah masak. Awas kalau kau tidak mau sarapan. Ucapku lalu pergi meninggalkannya.  Min Hyuk tertawa kecil dibelakangku. Kakak belum keluar juga dari kamarnya aku menyantap sarpanku di meja makan sambil membaca buku. Aku terkejut ketika Min Hyuk datang. Rambutnya baru saja dikeringkan dengan handuk. aku merasa gugup ketika ia duduk didepanku. Ia juga langsung dan tidak berkata apa-apa. Aku pura-pura saja membaca. Sebenarnya aku sudah tidak konsen lagi membaca buku ini. dia melahap pancake yang kuubuat, tanpa berkata apapun. Benar-benar orang ini. Min Hyuk: semua ini kau yang buat?. Rupanya kepalaku sudah menyuarakan kata-kata yang ingin kudengar. Min Hyuk: hei…..kau tidak dengar?. Aku: apa?!. Rupanya itu memang dia yang berbicara. Min Hyuk: kau tidak dengar aku berbicara padamu?. Aku: eh? Maaf. Min Hyuk: semua makanan ini kau yang buat?. Dia mengulang pertanyaannya dengan dingin. Aku: i, iyaa.. maaf kalau kau tidak suka menu sarapan ini. ini sarapan yang disukai kakak. Ucapku sambil melahap potongan terakhir.  Min Hyuk: siapa bilang aku tidak suka. Ucapnya ketus. Aku: Iisshh.. orang ini, apa tidak bisa lembut, kenapa orang seperti dia memiliki banyak fans. Gumamku pelan. Min Hyuk menatapku. Aduh apa dia mendengarku? Aku menutup wajahku dengan buku yang kubaca. Min Hyuk: buku apa yang kau baca?. Apa itu tugasmu juga?. Rupanya dia tidak dengar. Aku: aku harus meresensi beberapa buku, dan membuat ilustrasi karakter buku yang kubaca. Yong Hwa: hei, kau sudah bangun. Kakak tiba-tiba datang. Bagaimana masakan adikku? Enak kan?. Ucap kakak. Min Hyuk: betul, seperti yang kau ceritakan. Rasanya aku ingin menghabiskan semuanya. Ucapnya sambil tersenyum padaku. Iya dia tersenyum! baru kali ini aku melihatnya tersenyum dan dia memang benar-benar tampan. yah.. seharusnya aku tidak meragukan kenapa ia memiliki banyak penggemar. Tapi tadi dia baru saja memuji masakanku. Yong Hwa: hahhaha.. jadi sekarang kau sudah tidak penasaran lagi kan dengan masakan adikku. Aku: hei, kau suka membicarakanku Oppa?. Min Hyuk: Hyung bukan saja suka membicarakanmu, tapi sering membicarakanmu. Dia bilang dia memiliki adik yang pintar memasak, dan dia selalu bilang sangat merindukan masakan adiknya. Yah aku tidak heran kalau kau begitu merindukan masakan yang lezat ini, aku juga pasti merindukannya. Kakak dan Min Hyuk tertawa. sedangkan aku sendiri terkejut mendengar kata-kata Min Hyuk. Yong hwa: tentu saja. Soo Hyun sudah lebih jago dari ibuku. Kau akan selalu merindukan masakan buatannya, kau tahu Min Hyuk suka sekali

Kau harus memasakan untuknya. Min Hyuk: hei,itu tidak perlu Hyung. Oh iya bukankah kau hari ini mau mengajakku surfing?. Ucap Min Hyuk mengalihkan pembicaraan. Yong Hwa: tentu saja, kau juga ikut Soo Hyun. Aku: apa? Tidak, aku harus mengerjakan tugas Oppa, apalagi tugas matematikaku belum satu pun ku kerjakan. Yong Hwa: ah, benar. Min Hyuk ini jago sekali matematika. Dia bisa mengajarimu. Min Hyuk, tolonglah adikku, dia ini lemah dalam pelajaran matematika. Kau mau kan menolongnya. Min Hyuk: tentu saja. Apa? Kenapa dia mau membantuku. Ahhh…. tidak. Liburanku akan lebih parah. Pasti dia akan memarahiku terus selama dia mengajariku. Aku: ti,tidak perlu Oppa. Aku tidak mau merepotkan nya, aku bisa menyelesaikannya sendiri. Min Hyuk: aku tdak merasa direpotkan. Yong Hwa: kau dengar?. Dia tidak keberatan, kalau kau diajari olehnya pasti tugasmu cepat selesai dan kau bisa menikmati liburan. Ucap kakak sambil menepuk pundakku. Kenapa Kang Min Hyuk mau, pasti dia senang, membuatku susah. Yong Hwa: hari ini kau ikut kami ke pantai. Min Hyuk akan mengajarimu besok, tidak apa kan?. Min Hyuk: tentu saja. Oh tidak, bagaimana aku bisa bersenang-senang sementara besok aku akan ditindas oleh pria itu.

Selama musim panas, pantai didekat rumahku pasti ramai. Selain banyak turis, penduduk sipil juga banyak yang datang. Kakak dan Min Hyuk sudah memakai pakaian renang mereka akan surfing. Semenetara aku menunggu di pantai sambil menikmati air kelapa segar. Mereka bermain bagus, rupanya Min Hyuk mahir juga. dan mereka terlihat keren melakukan surfing. Saat mereka kembali ke pantai, ada kerumunan ramai. Apalagi kalau bukan kerumunan para gadis. 6 orang wanita itu menghampiri kakak dan Min Hyuk ada juga yang berteriak histeris. Mereka meminta foto ada juga yang meminta tanda-rangan di punggung mereka. Astaga apa spidol itu permanen?. Kakak dan Min Hyuk memang meladeni mereka, tapi kenapa Min Hyuk begitu berbeda, ia sangat baik pada mereka, bahkan mau saja dicubit-cubit pipinya. Kalau aku yang bersamanya pasti dia dingin seperti es yang da dikutub. Benar-benar pria ini. apa mungkin dia bersikap seperti itu karena para wanita itu cantik-cantik dan seksi. yeah, mereka hannya memakai bikini disini. Sedangkan aku memakai hotpants dan kemeja yang kebesaran. Aku tidak mau membuka kemejaku dan hanya memakai bikini. Sampai Kakak dan Min Hyuk sampai ketempatku, wanita – wanita itu masih saja mengikuti mereka. Mereka sangat berisik, karena sebal aku pun pergi dari tempat itu. Yong Hwa: Soo Hyun kau mau kemana?. Aku: surfing. Ucapku tanpa menoleh pada mereka. Ombak begitu bersahabat, jadi aku bisa menikmatnya dengan papan seluncurku. Beberapa saat kemudian aku kembali kepantai, pasti sekarang wanita-wanita itu sudah pergi. Rupanya memang sudah sepi, bahkan aku tidak melihat kakak atau pun Kang Min Hyuk. Hh…kalau seperti ini lebih baik aku mengerjakan tugasku. Aku menendang kerikil didepanku. Aku: aaaaa!!!! Teriakku, rupanya itu bukan kerikil tapi batu karang yang tertutup pasir. Kakiku benar-benar sakit. dan ternyata berdarah. Kenapa aku sesial ini. dimana kakak sekarang. Rasanya sakit sekali. “Hei, kau kenapa?” aku mengankat wajahku. Min Hyuk sudah berada didepanku. Min Hyuk: kakimu berdarah! kenapa bisa begini?. Wajahnya terlihat sangat panik. Apakah ini wajahnya yang sesungguhnya?. Atau dia hanya pura-pura?. Aku tidak bisa berpikir kakiku sangat sakit. Min Hyuk: bertahanlah. Dia lalu menggendongku. Aku: a, apa yang kau lakukan, turunkan aku. Teriakku. Min Hyuk: sudah diam, jangan pura-pura kalau kau baik-baik saja. Ucapnya ketus. Pria ini masih saja bersikap dingin, padahal tadi wajahnya sangat panik. Aku diam selama ia menggendongku. Walaupun ia sudah menggendongku 2 kali, tapi kali ini berbeda karena aku tidak tertidur, jantungku berdetak sangat cepat. Aku tidak bisa konsentrasi. Aroma tubuhnya masih sama seperti yang ku ingat. Apakah dia tidak merasa gugup juga. atau jangan-jangan dia sudah sering melakukan ini pada wanita lain, aahh…aku jadi berpikir yang tidak-tidak. Perasaanku benar-benar aneh, aku sangat gugup jantungku berdetak dengan cepat dan rasanya aku mulai menyukai dia, aaahh….tdak mungkin kan. Kami sampai disebuah toko ramen milik paman Park, Paman Park Jin Yeong adalah teman ayah, ia sudah mendirikan toko ini semenjak aku masih kecil. aku bisa melihat kakak sedang bermain catur bersamanya. Min Hyuk: Hyung, tolong ambilkan kotak p3k. Teriak Min Hyuk. Yong Hwa: apa yang terjadi pada adikku?. Soo Hyun kau baik-baik saja?. Min Hyuk menurunkan ku dibangku. Paman Park: kau kenapa Soo Hyun?. Aku: aku tidak apa-apa. Tenang saja. Yong Hwa: lalu kenapa Min Hyuk menggendongmu?. Kakimu berdarah Soo Hyun. Kakak dan paman Park sangat panik, Min Hyuk lalu mengambil kotak p3k dari tangan Paman. Ia lalu mengobati kakiku. Aku: aa…pelan-pelan, kau bisa lembut sedikit tidak?. Min Hyuk: jari kakimu tergores cukup dalam, itu efek obatnya, kau harus tahan. Kakak dan Paman mengamati dan mimik wajah mereka sama. Lucu sekali, padahal aku yang terluka. Aku: aaaww…kenapa sakit sekali. Yong Hwa: Soo Hyun, apa kau terjatuh saat surfing tadi?. Paman Park: tidak mungkin, Soo Hyun sangat ahli berselancar Yong Hwa, tidak berubah dari dulu. Apa kau dikerjai seseorang nak?. Aku melirik Min Hyuk, dia masih fokus memperban kakiku. Paman Park: ooo…laki-laki ini yang mengerjaimu?. Paman Park menunjuk Min Hyuk ia ingin menjewer kuping Min Hyuk namun aku dan kakak reflek menghalangi. Min Hyuk terkejut. Aku: bukan, bukan paman. Aku sedang berjalan tadi dipantai, aku tidak sengaja menendang batu. Yong Hwa: kau ini, membuatku khawatir. Paman Park: apa lukanya parah?. Tanyanya pada Min Hyuk. Min Hyuk: tidak, lukanya tergores sampai dalam, maka dari itu banyak darah yang keluar. Dia baik-baik saja. Jelas Min Hyuk. Paman Park: Syukurlah, aku akan membuatkan kalian ramen. Paman Masuk kedalam. Rupanya tokonya sudah tutup, pantas saja aku tidak melihat pelanggan. Paman Park datang membawa ramen untuk kami bertiga. Yong Hwa: wahh…sudah lama aku tidak makan ramen buatan Paman. Kau harus makan yang banyak ini enak sekali. Ucap kakak pada Min Hyuk. Min Hyuk: baiklah, aku juga sudah tidak sabar mencobanya. Paman: makanlah yang banyak, ini adalah ramen terakhirku. Hari ini ramenku terjual habis berkat kalian. Aku; memangnya apa yang mereka lakukan Paman?. Paman menceritakan dengan wajah berbinar-binar. Paman: mereka membantuku melayani pelanggan hari ini. banyak sekali ppelanggan yang datang karena kalian berdua. Mereka tertawa senang. Rupanya Min Hyuk bisa juga bersikap seperti itu.

Hari ini aku harus menyicil tugasku lagi. Kakak juga melarang aku memasak karena kakiku terluka. aku mendengar ada yang mengetuk pintu kamarku, pasti kakak. Aku: masuk. Ada apa… aku terkejut. Min Hyuk, sedang apa kau dikamarku. Min Hyuk: sudah jangan ribut, aku hanya ingin menepati janji. Dia mencari sesuatu di rak bukuku. Lalu mengambil buku matematika dan duduk disebelahku. Min Hyuk; ayo kita mulai. Aku: kau ini seenaknya saja, aku sedang mengerjakan tugas bahasa Prancis ku. Min Hyuk: nanti saja kau selesaikan, sebelum aku berubah pikiran. Dia menutup buku-bukuku. Aku menghela napas panjang. Aku mengambil buku tulisku. “Seenaknya saja”. Gumamku. Minhyuk: ada apa?. Aku: tidak aku mencari bukuku. Sambil memasang senyum palsu. Hahahha. Dia mulai mengajariku rumus yang lebih mudah. Tapi beberapa kali aku harus memintanya mengulang, karena aku tidak bisa konsentrasi berada di dekatnya. Min Hyuk: bukan begitu, harusnya seperti ini..Min Hyuk mengambil penghpus yang ada di sebelahku. Wajah kami sangat dekat. Min Hyuk tiba-tiba melihatku. Spontan aku mundur kebelakang. Aku: ngomong-ngomong kakak dimana ya?. Min Hyuk: Hyung pergi menjemput Jong Hyun Hyung , dan Jung Shin. Mereka akan menginap disini juga. ada apa?. Aku: ng… aku lapar. Bisakah kita makan dulu?. Min Hyuk tersenyum. tapi lalu memasang tampang jutek lagi. Min Hyk: tidak, kau selesaikan dulu ini. baru makan. Aku: aku tidak bisa konsentrasi kalau perutku kosong. Min hyuk: alasan saja, kau tidak bisa konsentrasi bukan karena ada aku kan?. Apa?! Apa dia bisa membaca pikiranku?! Teriakku dalam hati. Tiba-tiba saja ia mendekatkan wajahnya padaku. Aku memundurkan bangkuku. Tapi ia terus mendekati. Saat wajah kami sudah sangat dekat, dia tersenyum dan tertawa. Min Hyuk: hahhahahha…kau tahu, wajahmu lucu sekali! Hahhahaha. Min Hyuk terus tertawa, rasanya wajahku terbakar karena malu. Aku lalu kembali ke buku ku. Dia berdiri. Min Hyuk: kerjakan dengan rumus yang kuberikan. Aku keluar sebentar. Aku mendengarkan baik-baik langkahnya dan setelah pintu tertutup rasanya aku baru bisa bernapas. Aku pun reflek tarik napas dalam-dalam dan membuanganya. Aku: orang itu benar-benar aneh. Gerutuku. Aku segera mengerjakan semua soal sebelum dia datang dan membuyarkan konsentrasiku. Aku terkejut ketika pintu terbuka. Pikiranku buyar lagi, tapi aku tidak boleh kalah darinya. Min Hyuk duduk di sebelahku lagi. Aku tidak mau melihatnya dulu, tapi sesuatu memancingku untuk meliriknya. Dia sedang makan sesuatu, saat aku lihat dia sedang asik makan coklat. Aku: apa yang kau….iisshh. kau mau mengujiku ya, lihat saja aku tidak akan tergoda. Min Hyuk tetap makan dengan wajah innocent. Dia tertawa kecil, tapi aku tidak menggiubrisnya. Dia mengamatiku terus sambil makan, dia sengaja duduk lebih dekat. Aku tetap tidak menggubrisnya. Min Hyuk: itu  salah!. Sebelum aku sempat menyelesaikan kata-kataku, Min Hyuk membungkam mulutku dengan coklat. Min Hyuk: kau lapar kan?. Kau harus menguyahnya. Aku mengunyah coklat yang ada dimulutku sangat enak. Ternyata dia baik juga. aku: Gomawo^^. Min Hyuk: sudah selesaikan lagi, jangan malas. Ucapnya tanpa senyum, sepertinya aku sudah melupakan sikapnya yang dingin. Dia memang sebenarnya baik. Akhirnya aku selesai mengerjakan. Dia mengecek hasil pekerjaanku dan ia ternyum sambil mengacungkan jempol. Aku berteriak senang. Kami pun kedapur untuk memasak. Aku membuat kimbab kesukaannya, dia membantuku membuatnya juga. dia lebih bersahabat kali ini. aku: coba ini. dia membuka mulutnya dan aku menyuapinya. Dia tersenyum lebar. Min Hyuk: enak sekali. Ucapnya sambil menguyah, suranya lucu sekali. Kami tertawa, dia gantian menyuapiku. Lalu setelah itu kami makan bersama sambil bermain Winning Eleven, game favoritnya. Aku memang tidak pernah bermain game ini, jadi Min Hyuk menang terus. Aku: aaahhh..sudah aku kalah terus. Min Hyuk: masa kau sudah menyerah, ayo sekali lagi. Aku: hmmmh… baiklah, sekali lagi kalau aku menang, kau harus membelikanku pizza. Min Hyuk: baiklah, aku tidak akan mengalah sedikitpun. Kami pun fokus bermain, dan akhirnya aku berhasil menang. Dan dengan reflek aku memeluknya. Aku: aku menang! Aku menang!. Min Hyuk juga tertawa senang. Min Hyuk: bagus, kau mengalahkanku. Dia tersenyum. lalu aku mendengar suara kakak. aku sadar lalu aku melepas tanganku yang melingkarinya. Aku: m, maaf. Aku malu sekali. Aku lalu beranjak kepintu depan mengahampiri kakak. Aku: selamat datang. Ucapku pada mereka. Jong Hyun: Soo Hyun sudah lama tidak bertemu. Ucap Oppa Jong Hyun, dia sudah beberapa kali menginap dirumah. Dan aku juga sudah mengenalnya. Oppa memelukku. Aku: benar Oppa, sudah lama tidak berjumpa. Lalu kakak mengenalkan aku pada Jung Shin. Jong Hyun: lihat kau tambah cantik, benar kan Jung Shin?. Ucap Oppa sambil mengenggam tanganku dan mengamatiku dari atas sampai kebawah. Jung Shin: iya benar. Mereka ramah tidak seperti manusia es satu itu. Yong Hwa: siapa dulu kakaknya. Jung Shin: tidak ada hubungannya Hyung. Kami tertawa. Min Hyuk berdeham, dia sudah menyusul rupanya. Lalu Oppa Jong Hyun dan Jung Shin menyapanya. Besok malam mereka akan mengadakan konser disini. Maka dari itu seharian ini mereka berlatih di studio yang ada disamping rumah. Studio itu dulu sering kakak gunakan untuk berlatih.

Aku pun sendirian lagi dirumah. Aku memutuskan berjalan-jalan ke pantai. Jong Hyun: Soo Hyun!. Aku menoleh rupanya Oppa Jong Hyun, mereka keluar dari studio. Aku melambai, Oppa Jong Hyun berlari kecil menghampiriku. Jong Hyun: kau mau kemana?. Soo Hyun: ke pantai Oppa, kalian sudah selesai latihan. Jong Hyun: iya, kami butuh refreshing sedikit, kami ingin bermain volley pantai. Kau ikut ya. lalu tiba-tiba Min Hyuk berjalan melewatiku aku dan Oppa Jong Hyun yang sedang mengobrol. Min Hyuk: minggir, jangan ditengah jalan. ucapnya sambil lewat diantara kami dengan bola volley di tangannya. Aku: ya! kau ini! seperti tidak ada jalan lain saja. Jong Hyun hanya tertawa. kamipun bermain ber 4, Jung Shin menjadi wasit. Aku bersama Oppa Jong Hyun dan kakak bersama Min Hyuk. Aku dan Oppa Jong Hyun mengungguli permainan. Yong Hwa: konsentrasi Min Hyuk!. Teriak kakak karena dari tadi Min Hyuk tidak bisa menangkis seranganku. Babak pertama selesai aku dan Oppa Jong Hyun menang. Aku melompat senang. Kakak mencekek Min Hyuk, dia hanya pura-pura. Hahahha. Saat aku sedang minum. Min Hyuk mengambil handuk. Min Hyuk: jangan senang dulu, aku akan mengalahkanmu. Aku: hei kau! Sombong sekali kau ini. lalu tau-tau Oppa Jong Hyun datang ia lalu merangkulku. Jong Hyun: coba saja kalahkan kami. Min Hyuk terlihat sebal. Dia lalu meninggalkan kami dengan wajah dinginnya tanpa berkata apapun. Babak kedua dimulai, menit pertama kami unggul, tapi lalu kakak dan Min Hyuk menyusul, Min Hyuk bermain serius kali ini. aku juga tidak mau kalah darinya. Tau-tau sudah ada sekelompok wanita yang berteriak memberi semangat, ada kubu Min Hyuk dan Kakak ada juga kubu yang meneriakkan Oppa Jong Hyun. Mereka juga sangat siap, mereka sudah membawa kamera. Darimana wanita-wanita itu tau kami disini, padahal kami sudah memilih pantai bagian yang jarang didatangi orang. Mereka memang membalas senyum fans-fans mereka. Kakak dan Min Hyuk juga sempat melambai pada mereka.permainan tetap berjalan, fans-fans itu berteriak terus. “Min Hyuk saranghae!kyyaaaaa” suara wanita itu kencang sekali. Aku menoleh kearah suara itu, dan tidak tahu bola itu datang mengenai badanku dengan kencang. Aku terjatuh. Yong Hwa: Soo Hyun!. Teriak kakak. Kakak, Oppa Jong Hyun dan Min Hyuk berlarii menghampiriku. Jung Shin yang agak kesulitan turun dari bangku wasit dia juga berlari menghampiriku. Yong Hwa : Soo Hyun, kau tidak apa-apa?. Jong Hyun: apa ada yang terluka?.Jung Shin: Soo Hyun, sadarlah. Min Hyuk: maafkan aku, hei, bangunlah. Soo Hyun. Aku membuka mata dan aku melihat wajah-wajah cemas didepanku. Aku merintih kesakitan. Yong Hwa: kau tidak apa-apa?. Namun tiba-tiba kerumunan wanita itu berteriak lagi, mereka mengahampiri kakak dan yang lain. Jung Shin dan kakak meminta mereka untuk tenang. Min Hyuk yang memangkuku ditarik oleh seorang wanita. Aku terjatuh ke pasir. Dengan kesal aku meninggalkan mereka. Aku berjalan dan menggerutu sendiri, punggungku masih terasa nyeri. Menyebalkan sekali, kenapa dia diam saja ditarik. Lalu aku duduk disebuah batu karang. Ombak menghempas batu-batu didepanku. Beginilah nasib punya kakak seorang superstar. Harusnya mereka membawa bodyguard agar fans mereka tidak seenaknya langsung mengerubuti mereka. “hei!”. Ucap seseorang mengagetkanku. Dia memakaikanku topi yang ia bawa. Aku: aduh, apa yang kau lakukan. Dia tertawa. Min Hyuk memakai kacamata hitamnya. Aku merapikan topi yang tadi menutupiku. Aku meliriknya sebal: sedang apa kau disini?. Min Hyuk balik melirkku sebal: seharusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini, malah kabur seperti anak kecil. Apa kau tidak tahu kami semua mengkhawatirkanmu. Ucapnya ketus. aku memasang wajah cemberut. Min Hyuk sepertinya merasa bersalah, ia memegang pundakku. Min Hyuk: punggungmu tidak terluka kan?. Tanyanya. Aku: iya, aku baik-baik saja. Jawabku dingin. Dia lalu menarik tanganku. Min Hyuk: ayo jalan-jalan. Aku menurut saja. Kami berjalan menyusuri pinggir pantai. Air pantai membasahi kaki kami. Min Hyuk: kau tahu, aku suka sekali berjalan dipantai seperti ini. Aku menoleh melihatnya. Min Hyuk: bersama wanita yang kusukai. Jantungku berdetak tak karuan. Aku kembali menunduk melihat air yang mengenai kakiku. Apa yang dia katakan, apa dia baru saja menyatakan cinta. Tidak. Dia pasti sudah pernah berjalan-jalan dengan wanita lain, dan bukan aku yang dia sukai. Aku: dia pasti senang sekali ya. Min Hyuk: aku tidak tahu apa dia menyukaiku juga atau tidak, mungkin dia membenciku. Tuhkan benar, dia memang sudah memiliki wanita idaman. Rasanya aku sesak napas. Namun aku berusaha bersikap biasa saja. Aku: kenapa dia membencimu? Pasti karena sikapmu yang menyebalkan. Min Hyuk tertawa: aku tidak tahu, aku hanya takut tidak punya waktu untuknya, dan dia jadi membenciku. Aku: sepertinya kau sangat menyukai wanita ini. Min Hyuk menjawab cepat: memang. Dia wanita yang spesial. Mendengar perkataannya dadaku menjadi sesak, aduh kenapa aku memiliki perasaan yang dalam padanya, harusnya aku tidak banyak berharap padanya. Aku berusaha tidak terlihat kecewa, nanti dia besar kepala kalau tahu aku patah hati. Aku: kalau dia memang mencintaimu, dia pasti mengerti profesi dan keadaanmu. Min Hyuk: benarkah? Aku baru pertama kali ini berjalan-jalan di pantai seperti ini. Rasanya menyenagkan. Aku berhenti ditempat. Aku: apa maksudmu? Baru pertama kali? Min Hyuk tersenyum. Min Hyuk: iya, karena jadwalku yang padat aku baru bisa bersantai seperti ini sekarang. Apa maksudnya, ap mungkin wanita yang ia maksud adalah aku. Sebelum aku sempat menanyakan itu padanya kakak dan yang lain datang menghampiriku,aku minta maaf karena sudah membuat mereka khawatir, lalu kami pun kembali ke kerumah. Selama bersama mereka aku tidak bisa bertanya pada Min Hyuk apa maksud yang ia katakan tadi. Saat pagi datang aku bergegas mandi dan keluar kamar untuk mencarinya, namun aku tidak melihatnya dimanapun. Aku juga tidak melihat kakak dan yang lain. Kemana mereka semua pergi. Akupun mencari ke studio, benar saja mereka disana. Aku melihat Min Hyuk diluar aku berlari menghampirinya yang sedang mencari sesuatu didalam mobil. Rupanya manager mereka sudah datang. Mereka sedang bersiap-siap untuk konser nanti malam. Aku: hei, aku mencarimu dari tadi. Min Hyu: nanti saja bicaranya. Aku sibuk. Ucapnya lalu pergi meninggalkanku. Apa-apaan dia, kenapa dia jadi ketus lagi. Yong Hwa: Soo Hyun, kau sudah bangun?. Aku: kalian sibuk ya?. Yong Hwa: iya kami harus latihan hari ini, kau sudah sarapan? Tadi manager membawa makanan untuk kami. Aku: hmmh.. Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian. Kau mau aku buatkan cake ka?. Yong Hwa : wahhh.. Tentu saja, kau ini seperti tidak tahu kakakmu saja. Yang lain pasti juga akan suka. Aku: baik,aku tidak akan mengganggu kalian, aku akan membuatkannya nanti, selamat berlatih. Sampaikan salamku pada semuanya.

Aku lalu kembali kerumah. Aku membersihkan rumah, tapi pikiranku masih saja tertuju padanya. Aku tidak boleh berpikiran negatif, pasti dia sangat lelah karena semalam mereka juga latihan. Lalu aku membuat cake coklat dengan taburan keju diatasnya, dan memberi strawberry dipinggir cakenya . Aku pun mengantarkan cake ke studio, manager mereka mengantarkan aku kedalam. Ternyata didalam sangat ramai,kakak dan Jung Shin sepertinya sedang memberikan tanda tangan, Jong Hyun asik dengan gitarnya di sofa. Namun aku lebih terkejut dengan apa yang kulihat saat ini, Min Hyuk sedang berfoto bersama seorang wanita, mereka juga tertawa dan bercanda. Wanita itu sangat cantik dan anggun. Dadaku sakit sekali. kenapa dia bersikap seperti itu, kenapa dia memperlakukan aku seperti ini. Jong Hyun oppa rupanya menyadari kehadiranku. Jong Hyun: Soo Hyun. Ucapannya membuatku tersadar, tapi airmataku sudah tidak tertahankan. Kakak menghampiriku, aku menunduk dan memalingkan wajahku. Yong Hwa: wah.. Kuenya sudah jadi ya, kelihatannya lezat sekali. Kakak sepertinya hanya memperhatikan kuenya saja. Yong Hwa: ayo masuk dulu. Aku: tidak kak,sepertinya kalian sedang sibuk. Ucapku sambil memberikan kue itu pada kakak, lalu pergi keluar. Yong Hwa: Soo Hyun! Teriak kakak, tapi aku tidak menggubrisnya, aku tidak ingin mereka tahu aku menangis. Jung Shin: kemana Soo Hyun?. Yong Hwa: aku tidak tahu, ada apa dengannya, aneh sekali. Jung Shin : kelihatannya enak. Jung Shin ingin mencicipi cake yang dipegang kakak. Namun kakak dengan cepat memukul tangan Jung Shin, Yong Hwa: nanti! . Jong Hyun dan Min Hyuk saling pandang. Aku berjalan kepantai , mataku panas karena aku marah dan air mata ini terus saja mengalir. aku kesal dan kecewa. Kenapa begitu bodohnya aku bisa mengira ia menyukaiku. Bodoh! Bodoh!. Aku memaki diri sendiri sepanjang jalan. Kenapa dia bersikap seperti ini padaku?. Dia mempermainkanku, dia malah asyik bercanda dengan wanita itu, apa dia tidak sedikitpun memikirkan perasaanku? Bodohnya aku. Pertama kalinya aku jatuh cinta dan pertama kalinya aku langsung patah hati seperti ini. “Soo Hyun!” Aku menoleh dan aku melihat Kang Min Hyuk berlari menghampiriku. Aku menghapus air mataku dan berpaling darinya, Aku: kenapa kau kesini? Bukannya kau sedang sibuk bersama wanita-wanita itu. Ucapku dingin. Aku: pergilah, aku tidak akan mengganggu. Min Hyuk menarik tanganku. Raut wajahnya berubah ketika Dia melihat aku menangis. Min Hyuk memelukku, aku coba melepaskan diri namun pelukannya sangat kuat. Aku: lepaskan! Lepaskan aku!. Min Hyuk tidak menggubrisku, aku tidak bisa seperti ini, sakit sekali rasanya. Air mataku terus mengalir. Akupun menyerah karena ia tidak mau melepasku. Aku: apa kau belum puas mempermainkanku?. Apa artinya aku bagimu! Min Hyuk: mianhae. Ucapannya membuatku diam. Dia mempererat pelukannya. Min Hyuk: maaf, maafkan aku. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Aku: a, aku tidak mengerti. Min Hyuk: maafkan aku, aku terlalu menyayangimu, aku tidak bisa berpura-pura lagi. Aku terkejut mendengar ucapannya, apalagi ini?. Dia masih mau mempermainkanku. Aku: hei, jangan pikir aku bodoh bisa tertipu lagi olehmu. Min Hyuk: maafkan aku. Aku hanya tidak ingin menyakitimu. Dia melepas pelukannya. Dan menatapku. Tangannya mendekap wajahku. Min Hyuk: saranghae. Ucapannya membuat aku menangis lagi. Aku: kenapa kau lakukakn ini padaku?. Tatapan Min Hyuk sangat berbeda dari biasanya. Aku: apa yang kau bicarakan?. Min Hyuk: Saranghae Soo Hyun, aku tidak bisa menahan perasaanku lagi, aku bersikap dingin padamu agar kau tidak menyukaiku. Tapi aku terlalu menyukaimu. Aku tidak bisa menahan persaanku lagi, aku takut menyakitimu. Aku takut kalau kita bersama kau akan selalu sakit hati melihatku. aku takut aku tidak memiliki waktu bersama denganmu. Aku takut kau terluka. Tapi aku yang bodoh ini sama sekali tidak bisa menahan perasaan. Setiap kali aku melihatmu, aku ingin selalu berada di dekatmu, melindungimu dan menyayangimu. Aku tidak bisa melihat kau bersama orang lain, bahkan dengan Jong Hyun – Hyung sekalipun. Tapi sekarang aku malah membuatmu sedih, maafkan aku. Aku ingin jujur padamu. Apapun resikonya aku tidak peduli. Aku mencintaimu. Hatiku merasa senang mendengarkan dia mengucapkan itu semua, tapi masih ada yang  belum aku mengerti. Aku: kenapa kau bersikap seperti ini, apa yang kau lakukan bersama wanita itu, kau tahu bagaimana perasaanku melihatmu bersama wanita tadi?. Min Hyuk: bodoh, wanita itu bukan siapa-siapa. Dia hanya seorang fans yang jauh-jauh sudah datang kemari. Kau tahu fans itu berarti bagiku dan band kami, tanpa mereka kami bukan siapa-siapa. Benar apa yang dikatakannya. Para penggemarnya sangat berarti baginya. Aku seharusnya bisa mengerti. Min Hyuk: tapi kau harus tahu, kaulah yang paling berharga dihidupku. Aku tidak bisa berpaling darimu sedikitpun. Aku tidak bisa kehilanganmu. Jangan pernah pergi dariku. Ucapnya sambil tersenyum. Air mata mengalir lagi, kali ini air mata bahagia. Aku: aku juga tidak ingin kehilanganmu. Min Hyuk menghapus air mataku dan mencium keningku. Dia lalu memelukku lagi. Aku: saranghae. Kami duduk dibatu karang. Min Hyuk menggenggam tanganku. Sikapnya benar-benar berbeda dari pertama kami bertemu, dia terus tersenyum dan menatapku. Min Hyuk tidak ingin membuatku cemburu, dia juga tidak mau kalau ada fansnya yang nanti akan menyakitiku. Kami pun merahasiakan hubungan kami. Min Hyuk bercerita bahwa orang pertama yang tahu dia menyukaiku adalah Jong Hyun Oppa. Min Hyuk: aku bilang pada Hyung, aku tidak ingin menyakitimu dan aku tidak ingin memberitahumu perasaanku ini. Dia mengerti. Tapi dia sendiri malah mengetesku, dia terus mendekatimu. Aku tidak tahan melihatnya. Akhirnya kakakmu dan Jung Shin pun tahu, mereka menyuruhku untuk jujur. Apalagi kakakmu itu. Tadi di studio dia memarahiku. Dia menyuruhku untuk menyudahi sikapku yang seperti ini. Aku juga sebenarnya sudah tidak tahan. Aku tidak bisa melihatmu menangis. Min Hyuk merangkulku . Jong Hyun Oppa tau-tau duduk diantara kami. Min Hyuk: Hyung! Dia hanya tertawa. Kakak juga tau-tau duduk disebelahku dan merangkulku. Jung Shin duduk disebelah Min Hyuk. Jong Hyun Oppa dan Jung Shin meledek Min Hyuk. Yong Hwa: aku tidak percaya akan menjadi kakak iparmu. Ucap kakak sambil mengacak rambut Min Hyuk: kau harus mulai menerimaku setiap kali liburan. Karena aku akan sering datang berkunjung. Min Hyuk berdiri dan menggeser Oppa Jong Hyun. Jung Shin: aku juga! Kau harus mulai menerimaku karena aku juga akan menginap setiap liburan. Kakak dan Oppa Jong Hyun memukul Jung Shin. Kami tertawa. Jung Shin berteriak: aku ingin makan masakan Soo Hyun. Yong Hwa: dia hanya boleh masak untukku. Jong Hyun: tidak, dia hanya masak untukku. Yong Hwa: apa yang kau katakan, aku kakaknya. Hahahaha. Min Hyuk mengajakku pergi meninggalkan mereka. Mulai saat ini kami tidak akan meninggalkan satu sama lain, aku berani mencintai Min Hyuk, aku memahami posisinya, dan ia juga memahamiku. aku tidak peduli apapun resikonya. Karena kami menjalaninya bersama-sama.

 

The End

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

17 thoughts on “[LombaFF] Dare to love

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s