[LombaFF] Happily Loco Vampire Family Ever After

Main Cast        :

–          Kang Minhyuk CN BLUE

Other Cast        :

–          Jung Yonghwa CN BLUE

–          Appa and Umma Minhyuk

–          Jung Hye Gun (OCS)

–          Kang Minhwan (OCS)

Rating              : T, G

Genre               : Fantasy, komedi, romance, family

Note                 : ff ini terinspirasi dari kebiasaan dia yang sering bgd pake kalung salib dimana pun n kesukaan minhyuk yang suka orange juice.

 

 

 

Cahaya bulan menerobos masuk melalui jendela sebuah kamar yang sangat luas. Di tengah kamar yang luas itu terdapat sebuah tempat tidur yang tak kalah besar dengan luas ruangan tersebut. Disudut ruangan seorang namja berpostur tinggi tengah menghadap cermin memandangi dirinya yang tampan dan cocok sekali dengan pakaian yang ia kenakan.

“Neomu kyeopta. So perfect.” Puji namja tersebut melihat pantulan dirinya di cermin.

“Ops, aku lupa kalungku. Enaknya pake kalung yang mana ya?” Tanya nya sambil membongkar lemari koleksi kalung miliknya.

“Yang ini apa yang ini ya?” Kini namja tersebut tampak berpikir sambil mencocokan kalungnya dengan pakaiannya.

“Minhyuk…!!!” Teriak seorang yeoja.

“Sebentar omma!! Ini sedang pakai baju.” Jawab Minhyuk.

“Baik yang ini saja. Terlihat keren!”

 

Tak berapa lama, Minhyuk pun turun. Betapa marahnya yeoja itu ketika melihat namja itu. “Minhyuk!!! Kau mau membuat appa dan omma malu hah? Ini acara penting sayang.”

“Minhyuk tau, kok. Memang salah minhyuk memakai baju ini?” Tanya Minhyuk sambil melirik pakaiannya dari bawah sampai atas.

“Jelas salah! Sekarang cepat ganti bajumu dengan baju yang sudah omma siapkan tadi!”

“Malas ah, omma. Baju omma tadi kurang bewarna. Minhyuk tidak suka. Bagusan juga ini.”

“Minhyuk!!!” Teriak omma sambil melotot ke arah anaknya itu.

Minhyuk pun pasrah dan kembali ke kamarnya. Ketika ia hampir naik ke atas, omma memanggilnya. Ia pun berbalik lagi. “Apa? Tadi katanya disuruh ganti. Sekarang dipanggil lagi.” Tanya minhyuk kesal.

“Omma cuma mau bilang. Copot itu kalungmu. Bikin mata omma sakit saja.”

“Huh, iya. Nanti Minhyuk copot. Tapi Minhyuk bakal pakai yang lebih gede.” Jawab Minhyuk langsung pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan teriakan ommanya.

 

“Nah, kalo begini kan kau terlihat tampan.” Puji omma sambil merapikan setelan jas Minhyuk.

“Apanya yang tampan? Warna mati begini dibilang tampan. Bagusan baju Minhyuk yang tadi. Di tambah kalung…”

“Minhyuk, kau harus ingat. Kau itu siapa?” Omma Minhyuk mencoba mengingatkan anak semata wayangnya tersebut.

“Iya tahu. Aku anak seorang presiden.” Gerutu minhyuk membuang muka ke luar jendela menatap  jalanan. Suasana hening seketika menyergap mobil itu. Tiba-tiba rasa haus menyerang tenggorokan Minhyuk. Ia ingat, ia telah membawa bekal dari rumah. Dirogohnya tas ranselnya. Setelah menemukan barang yang dicarinya, diteguk langsung minuman itu. Omma yang mencium bau tak sedap langsung menoleh ke arah Minhyuk. Ditariknya paksa botol berisi cairan warna orange itu dari tangan Minhyuk.

“Uhuk,, Uhuk… Omma!! Kalau punya dendam pada Minhyuk tidak usah membunuh Minhyuk dengan cara yang tidak terhormat seperti ini.” Maki Minhyuk spontan.

“Pletak.” Sebuah pukulan mendarat tepat di kepala Minhyuk.

“Kau itu yang mau membunuh omma. Sudah omma beritahu berapa kali? Jangan minum minuman itu!”

“Memang kenapa? Rasanya enak kok. Manis, kecut gimana gitu.” Jawab Minhyuk sambil mengingat betapa lezat rasa minuman itu.

“Minhyuk, omma kali ini serius. Kau itu adalah penerus tahta appamu. Bersikaplah yang wajar.”

“Menurutku itu wajar kok. Minum orange juice itu sehat omma. Mengandung banyak vitamin c yang baik untuk kesehatan.”

“Tapi tidak baik untuk kaum kita. Ingat itu.”

 

Ketika sampai di rumah, Minhyuk langsung pergi menuju kamar tercintanya. Di lemparkan tubuhnya di atas kasur yang super luas dan nyaman itu. Matanya sudah tidak sanggup untuk bertahan lagi. Setelah hampir 6 jam ia duduk termenung mendengarkan ceramah yang ia sendiri tidak tahu apa isinya.

 

Sebenarnya ia malas setengah mati untuk pergi kesana. Namun karena kelak ia akan meneruskan jejak appanya, mau tidak mau ia harus ikut ke acara tersebut. Minhyuk bisa saja betah berada di acara itu, jika saja orange juicenya tidak dimusnahkan oleh ommanya. Ngomong-ngomong soal orange juice, ia ingat bahwa minumanya yang satu itu telah habis. Minhyukpun segera membuka jejaring sosial. Yang jelas tujuannya untuk berbelanja online orange juice.

“Waktunya berburu. Mumpung omma dan appa tidak tahu. Bisa gawat jika aku ketahuan sedang belanja online. Mungkin nanti Minhyuk di dunia ini hanya tinggal nama saja.”

Dari luar tanpa Minhyuk sadari, ommanya telah mengintip kelakuan nistanya itu. ingin ommanya langsung merazia Minhyuk, tapi tidak tega karena bagaimanapun Minhyuk adalah anaknya.

 

Ommapun memberitahu suaminya tentang kelakuan anaknya yang tiap hari bukannya sembuh malah tambah parah.

“Yeobo, gawat!”

“Ada apa? Kenapa tampangmu seperti itu? pasti Minhyuk lagi, kan?” Tebak suaminya yang sudah hafal dengan gelagat istrinya ketika memergoki Minhyuk.

“Ne. Minhyuk tambah parah, yeobo. Kelakuannya tambah aneh. Kita harus segera bertindak.”

“Kita sudah sering melakukannya. Tapi hasilnya juga selalu sama. GAGAL!”

“Tapi bagaimanapun Minhyuk adalah penerusmu.”

“Aku juga tahu. Tapi bagaimana lagi, apakah kau punya cara lain untuk menyembuhkan penyakit gila anakmu itu?”

“Ada. Ada satu cara. Cara terakhir untuk membuat Minhyuk sembuh. Kita harus segera membawanya ke orang tersebut.”

 

Wajah omma kini bersinar layaknya mentari pagi yang cerah. Ia sangat berharap agar hari ini adalah hari terakhir Minhyuk bertingkah aneh. Semoga setelah berobat Minhyuk akan berhenti bertingkah aneh lagi. Di bukanya pintu kamar Minhyuk. Yeoja separuh baya itu sudah sangat senang sampai ketika ia melihat anaknya terlentang di atas kasur.

“MINHYUKIE….!!!!” Teriak omma sambil melempar sebuah botol ke arah tubuh Minhyuk.

“Omma apa-apaan, sih?”

“Ah, tidak! Bau ini. Minhyuk cepat musnahkan bau ini.” Teriak omma Minhyuk sambil menutup hidung dan menjauh dari kamar Minhyuk.

“Ya!! Omma itu orange juice kesayangan Minhyuk kenapa dilempar?” Tanya Minhyuk meratapi nasib orange juice yang telah berceceran di lantai.

“Cepat bersihkan Minhyuk!! Omma tidak tahan dengan baunya.”

“Ye, sapa suruh omma lempar orange juiceku? Hmm,, tapi lumayan omma, baunya enak. Itung-itung aroma terapi di pagi hari.”

“Ya, kau jangan bercanda. Cepat buang benda itu. Jika sudah selesai omma akan kembali.” Perintah omma yang langsung meninggalkan kamar Minhyuk. Suasana cerah yang tadi menghiasi hatinya kini telah musnah.

 

Selang beberapa lama, omma kembali ke kamar Minhyuk.

“Sudah selesai?”

“Nih, liat sendiri aja! Udah bersih, kan? Sapa suruh juga omma lempar botol orange juice ke Minhyuk?”

“Omma tadi bermaksud membangunkanmu karena akan mengajakmu pergi. Tapi setelah melihat pakaianmu itu, omma langsung terkena serangan jantung mendadak.”

Minhyuk melirik piyamanya. Cuma kaos pink sama celana panjang warna biru dengan motif love. “Memang salah omma? Kan imut?”

“Sudahlah, membahas hal ini hanya akan membuang waktu. Sekarang kau cepat mandi dan pakai pakaian yang rapi. Omma akan mengajakmu pergi.”

“Kemana? Ke dukun lagi kayak waktu itu?”

“Sudah jangan banyak ngomong!”

 

“Sudah sampai. Sekarang kau cepat turun dan masuk ke dalam!” Perintah omma.

“Tempat apaan, nih? Meragukan, sunyi, senyap, dan gelap. Omma gak bermaksud  untuk menyerahkan Minhyuk sebagai tumbal, kan? Atau jangan-jangan omma mau membuang Minhyuk?” Tanya Minhyuk cemas sambil melirik ke arah ommanya.

“Sempat terpikir untuk melakukannya. Sekarang kau cepat turun! Sebelum yang kau ucapkan barusan benar-benar terjadi.” Seketika Minhyuk bergidik ngeri mendengar ucapan ommanya.

 

Minhyuk yang takut dengan ucapan ommanya langsung turun dan berlari menjauh dari mobilnya. Dilirik bangunan tua di depannya itu. Cukup satu kesan yang ada di benak Minhyuk, menakutkan. Walaupun bangunan itu sesungguhnya sangat indah karena merupakan bangunan kuno eropa. Namun karena bangunan yang gelap, tak terawat, dan tampak suram membuatnya menakutkan. Di sebuah tiang tertera sebuah nama yang cukup asing. Prof. Jung Yong Hwa M.Si.

 

Bagian dalam bangunan itu ternyata tak kalah seram dengan bagian depannya. Lukisan-lukisan jaman romawi kuno berjejer rapi di dinding. Minhyuk melangkahkan kakinya ke arah tangga walau sebenarnya lebih tepat untuk dikatakan menyeret.

“Anda sudah tiba, tuan? Silahkan ke arah sini.” Seru seorang yeoja yang tiba-tiba muncul di depan Minhyuk.

“Akhh…!!! Setan!! Hantu!! Dedemit!!” Teriak Minhyuk kaget.

“Bukankah anda juga sebangsa dengan yang barusan anda sebutkan?”

“Eh, iya lupa.” Ucap Minhyuk menepuk jidatnya.

 

Ternyata Minhyuk digiring oleh yeoja itu ke sebuah ruangan. Yeoja itu masuk terlebih dahulu setelah akhirnya keluar dan berbicara pada Minhyuk. “Anda sudah ditunggu appa di dalam. Silahkan masuk!”

 

Entah sedang mati lampu atau disengaja, ruangan itu sangat gelap. Kalau kata Minhyuk sih, kayaknya PLN punya dendam kesumat sama pemilik rumah ini. Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dan semua lilin menyala. Sekarang Minhyuk baru sadar bahwa ada seorang namja tengah duduk menantinya.

“Silahkan duduk! Kau pasti Minhyuk, kan? Tak terasa kau sudah besar.”

Minhyuk menarik sebuah kursi dan duduk di atasnya. “Anda siapa, ya? Sepertinya saya baru melihat anda? Apa anda dukun?”

“Oh, bukan. Saya adalah psikiater terkenal. Nama saya Jung Yong Hwa.”

“Benarkah? Kalau anda terkenal kenapa rumah ini terlihat tidak terawat?”

“Pletak.” Jitakan indah mendarat di kepala Minhyuk.

“Saya memang sengaja. Sudahlah, sekarang kita langsung to the point saja. Ekhem… Kalau tidak salah, katanya anda mempunyai kelainan jiwa? Benarkah?”

“Siapa yang bilang? Oh, aku tahu. Pasti omma, ya?”

“Ne. Tapi kalau melihat penampilan anda yang seperti ini, tidak salah kalau omma anda berkata seperti itu.”

“Enak saja. Aku ini bukan kelainan. Tapi beda dari yang lain. Memang salah kalau sebagai vampir aku memakai pakaian warna-warni? Apa salah seorang vampir suka meminum orange juice? Dan apa salah jika seorang vampir suka mengoleksi kalung salib?” Jawab Minhyuk kesal sambil menunjukkan kalung salibnya.

“Hmm,, Sebenarnya tidak terlalu aneh. Namun karena anda seorang vampir sekaligus penerus presiden vampir, hal itu cukup aneh untuk orang awam.”

“Huh, selalu itu alasannya. Aku kan hanya bosan dengan kehidupan vampir yang gitu-gitu mulu. Pakaiannya selalu hitam atau gak merah, minumannya darah terus, dan lagi ini.” Kata minhyuk sambil mengangkat kalung salibnya. “Ngapain coba takut sama benda ginian? Imut tau.” Minhyuk mengelus kalung salibnya dengan penuh perasaan.

“Ya, saya tahu perasaan anda.”

“Anda tidak tahu karena anda tidak mengalaminya. Anda sama saja dengan ommaku.” Minhyuk memalingkan wajahnya sambil tetap mengelus kalung salibnya dengan manja.

“Jangan salah. Saya ini penggila strawberry.”

“MWO??! Masa? Tampang cool begini doyan sama strawberry?” Sontak Minhyuk langsung menoleh dan menatap tak percaya pada Yonghwa.

“Begini, waktu itu saya mendapat pencerahan. Saya bermimpi menjadi pedangang strawberry. Maka sejak itu saya jadi penggila strawberry.” Jelas Yonghwa  dengan senyum cerah ceria.

“Lalu kenapa anda tidak takut dengan salib? Bukannya semua vampir takut sama salib?”

“Lalu anda sendiri kenapa tidak takut? Kalau saya sih gampang, teman saya kebetulan seorang pastur. Saya sering diajak ngumpul sama dia di gereja. Makanya saya sudah kebal dengan namanya salib.” Ucap Yonghwa sambil senyum-senyum sendiri mengingat kenangannya dulu di gereja.

“Akhirnya, di dunia ini ada juga orang yang sama gak warasnya kayak aku.”

“Heh, saya ini masih waras tau. Sekarang masalahnya, bagaimana membuat orang-orang dapat menerima kekurangan anda yang satu ini?”

“Saya sendiri juga gak tau. Kan saya kesini mau tanya ke anda. Kok jadi anda yang tanya ke saya?” Tanya balik Minhyuk.

“Iya ya. Hmm,, bagaimana jika anda membuat iklan? Iklan tentang orange juice dan tentunya salib.” Yonghwa tampak berpikir keras.

“Gimana caranya, tuh?”

“Ya anda pikir aja sendiri.”

“Huh, kalau gini aku pulang aja.” Minhyuk pun keluar tanpa pamit atau apapun. Sebelum membuka pintu, prof. Yong sempat memanggilnya. “Eh, kalau boleh numpang promosiin strawberry juga, ya?”

“Promosiin sendiri aja sana!” Jawab Minhyuk ketus lalu membanting pintu.

 

Akhirnya, kejayaan yang telah dinanti-nanti Minhyuk tiba. Kini ia telah menggantikan posisi appanya untuk menjadi presiden vampir. Walupun hal ini diraihnya dengan sedikit paksaan. Minhyuk lebih senang lagi karena model bajunya telah menjadi trend di kalangan vampir. Dan menurut designer vampir terkenal trend ini akan mencapai puncaknya pada 2012. Minuman kesukaan minhyuk pun kini telah menjadi alternatif untuk para vampir vegetarian. Orange juice dan tak ketinggalan strawberry telah mewabah kemana-mana.

 

Namun satu yang belum tercapai. Kalung salibnya tetap membuat semua vampir pingsan di tempat. Terlebih lagi ketika ia sedang melakukan rapat dewan dengan beberapa penjabat vampir. Bukan sebuah masalah yang tuntas, melainkan satu masalah lagi yang muncul.

 

Omma dan appa Minhyukpun sangat senang melihat anaknya yang kini telah sukses. Walau appa masih kesal jika mengingat bagaimana cara Minhyuk merebut posisinya menjadi presiden seperti sekarang ini, tapi bagaimanapun ia tetap bangga dengan anaknya.

 

Kekuasaan yang kini telah diraih Minhyuk tidak membuatnya lupa diri. Ia masih ingat siapa yang telah memotivasinya sehingga sukses seperti sekarang. Tidak lain dan tidak bukan adalah prof. Yonghwa. Disela-sela kesibukannya, Minhyuk masih sempat mengunjungi kediaman prof. Yonghwa.

“Hai, prof? Apa kabar? Sudah lama kita tak berjumpa?”

“Kau bisa saja.” Pukul Prof. Yong bercanda tapi mampu membuat Minhyuk terpental. “Kita baru gak ketemu 2 minggu dibilang lama. Kangen ya sama saya?” Ucap Yonghwa sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“Ah, Profesor tau aja.” Jawab Minhyuk tersipu sambil melayangkan kedipan mautnya. “Gak kok Prof, saya cuma mau balas budi aja. Kan berkat profesor saya bisa seperti ini?”

“Ku kira kau jatuh cinta padaku. Tapi saya heran, kok bisa semua orang tergila-gila padamu?”

“Profesor kadang-kadang otaknya macet, ya? saya kan tampan prof, jadi membuat semua orang tergila-gila pada saya itu mudah prof.”

“Iya sih tampan. Tapi tetep tampanan saya. Hahaha..”

“Ya deh, kan profesor udah baik sama saya. Jadi saya bilang tampan aja.”

“Jadi maksudnya gak ikhlas nih?”

“Gak kok, prof. Ikhlas. Sumpah saya ikhlas 100%. Sekarang gimana prof supaya saya bisa membalas semua kebaikan profesor terhadap saya?”

“Hmm…” Yonghwa pun sibuk berpikir sampai iya menemukan sebuah ide cemerlang. “sini, saya beri tahu!” Seru Yonghwa.

Merekapun berbisik-bisik ria. Sampai Minhyuk tak percaya dengan ide prof. Yong. “Saya Prof? Gak ada yang lain apa?”

“Udahlah. Mau apa gak?”

“Iya deh gak papa.” Minhyuk pun menganggukan kepalanya tanda setuju.

 

“Owek…. Owek…” Tangisan seorang bayi telah memecahkan keheningan rumah sakit kala itu. semua orang tersenyum lega mendengarnya. Apalagi Minhyuk. Itu adalah tangisan dari buah hati pertamanya dengan Hye Gun, istri tercintanya. Omma dan appa Minhyuk juga tak kalah senang mengingat bayi itu adalah cucu pertama mereka.

Seorang suster keluar dari ruangan bersalin itu. “Tuan, istrinya sudah dapat dijenguk.”

“Iya, sus. Makasih.” Minhyuk segera masuk ke ruangan itu sebelum dia teringat sesuatu, “Sus, anaknya ganteng kayak saya atau cantik kayak ommanya?”

“Dilihat saja sendiri, tuan.”

 

Ketika masuk di ruangan tersebut, Minhyuk segera merangkul istri tercintanya itu. “Sakit gak, Yeobo?”

“Menurutmu sakit apa gak?” jawab Hye Gun ketus.

“Ih, habis ngelahirin kok tambah jutek. Cepet tua loh nanti. Kalo tua gak cantik lagi.”

“Biarin, kalo jelekpun kan tetep istrimu.”

“Ya gak, Kalo kamu udah gak cantik lagi aku mau cari istri lain.”

“Pletak.” Hadiah jitakan melayang ke kepala Minhyuk.

“Heran deh, semua orang kok demen amat jitakin kepalaku? Seksi ya kepalaku?”

“Iya Oppa seksi banget, sampai aku pingin jitak kepala kamu pakai ini.” Ucap sang istri mengangkat vas bunga siap menjitak kepala Minhyuk.

“Ya!! Yeobo… kenapa kejam sekali?” Teriak Minhyuk menutupi kepalanya yang ia sebut usaha penyelamatan kepala seksinya dari vas bunga nista tersebut.

“Salah siapa? Istri melahirkan sudah dipancing buat marah-marah.”

“Kan bercanda yeobo. Aku cintanya cuma sama kamu aja kok. Walau itu juga dipaksa appamu.”

“Ya, cari gara-gara lagi, kan? Kau mau vas ini benar-benar melayang ke kepalamu?” ujar Hye Gun kesal seraya mengambil vas bunga itu.

“Ya bercanda yeobo. Jeongmal saranghae yeonwonhi yeobo.” Ucap Minhyuk.

“Eh, ini ada ribut-ribut apa?” Tanya omma Minhyuk yang kaget melihat kelakuan anaknya dan mantunya.

“Eh, omma. Ini tadi … mau olahraga bentar habis ngelahirin.” Jawab Minhyuk asal yang langsung mendapat lirikan tajam dari Hye Gun.

“Ngomong-ngomong anak kalian dimana ,ya?” Tanya appa Minhyuk yang memang paling waras di antara 4 orang ini.

“Oh, ada di situ appa.” Tunjuk Minhyuk ke arah sebuah ranjang bayi di dekat tempat tidur Hye Gun berada.

“Haduh, tampannya bayinya. Persis ya kayak Minhyuk?”

“Ya iya dong omma, kan appanya aja tampan. Masak anaknya jelek?”

“Aduh, cucuku. Nang, ning, nung, ning, nang, ning, nung…” goda omma sambil mengelus tubuh bayi mungil tersebut. Betapa kagetnya omma Minhyuk melihat cucunya tersenyum sambil mengancungkan jarinya membentuk huruf v.

“Yeobo, sepertinya akan terjadi hal aneh lagi?” Ujar omma Minhyuk melirik cemas ke arah suaminya.

“Hmm… mungkin karena gennya yang juga tidak normal. Kita lihat saja nanti.

4 tahun kemudian….

Seperti yang dikatakan Omma dan Appa Minhyuk, anak Minhyuk yang bernama Minhwan sedikit berbeda dengan anak vampir pada umumnya. Gen aneh Minhyuk menurun pada anak kesayangannya itu. Bahkan lebih parah.

“ya!! Minhwan mana kalung salib appa? Pasti kamu ambil lagi kan? Aduh ini lama-lama stok kalung salib appa bisa habis Minhwan.” Omel Minhyuk sambil mengobrak-abrik seisi kamarnya mencari kalung salibnya.

“Yeobo kau pagi-pagi sudah teriak-teriak. Tidak baik didengar oleh Minhwan.” Ucap sang istri menghampiri Minhyuk.

“Kalungku hilang lagi yeobo. Kenapa sih Minhwan suka sekali bermain dengan kalung salibku?” Tanya Minhyuk masih sibuk mencari.

“Kau pikir sifatnya yang begitu turunan dari sapa? Ya dari dirimu sendiri KANG MINHYUK.” Lama-lama Hye Gun kesal juga melihat tingkah Minhyuk.

“Appa, Omma!! Ayo berangkat! Nanti Minhwan bisa telat ke sekolah.” Sapa Minhwan yang sudah muncul di depan pintu kamar orangtuanya.

“Waduh…!! Minhwan, kenapa kalung salib appa kamu pakai semua gitu?” Tanya Minhyuk kaget melihat Minhwan yang badannya dipenuhi kalung salib miliknya.

“Minhwan suka, jadi dipakai semua.” Jawab Minhwan dengan senyum lebarnya.

“Suka sih suka. Tapi gak semuanya dipakai Minhwan.” Hye Gun pun melepas kalung salib itu hingga tersisa satu di leher Minhwan.

“Kan sekalian promosi appa, omma. Biar para vampir jadi suka kalung salib.” Jelas Minhwan memasang kembali kalung yang tadi dilepas oleh Ommanya.

“Ya!! Minhwan kenapa dipakai lagi?”

“Kan bagus omma.”

“Minhyuk!! Ini salahmu. Gara-gara gen anehmu Minhwan jadi seperti ini.”

“Masih mending aku suka pakai kalung salib, daripada kalung bawang putih?”

“Appa, itu ide bagus. Nanti Minhwan akan mencobanya.” Minhyuk dan Hye Gun pun saling berpandangan.

“Firasatku tidak enak nih yeobo.” Bisik Minhyuk.

“Tahu ah, itu anak kamu aja yang urus, frustasi aku. Sudah sana cepat berangkat.” Dan baru saja Minhyuk akan mengajak Minhwan berangkat, Hye Gun sudah pingsan di tempat melihat Minhwan memakai kalung bawang putih.

 

Ya, kini Minhwan tidak hanya menyukai salib, berpakaian warna warni yang cerah, dan meminum orange juice tetapi juga memakai kalung dari bawang putih dan membawa alkitab kemana-mana. Dan Minhwan sangat senang dengan bawang putih. Itu adalah makanan wajib Minhwan setiap harinya. Tidak hanya membuat Minhyuk dan Hye Gun bingung tetapi juga membuat Omma dan Appa Minhyuk frustasi. Sudah cukup punya anak seperti Minhyuk ditambah cucu yang lebih aneh lagi.

~end~

 

 

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

 

7 thoughts on “[LombaFF] Happily Loco Vampire Family Ever After

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s