[LombaFF] I Need A Time Machine

Rating : Pg 14

 

Genre : Romance

 

Cast :

 Jung Yong Hwa

Shin Yong ( Oc )

 

Other Cast :

 Lee Jung Shin

Jung Jonguk ( Oc )

Yoo Rim (Oc )

Note: Di sarankan baca ff ini sambil dengerin lagu nya SNSD Time Machine, FF ini murni buatan ku, aku TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT…Thanks to Eonni ku yang udah ngasih ide.

 

 

I need a time machine>>>>

“Apa yang akan kalian lakukan jika mesin waktu itu ada? Jika mesin waktu benar-benar ada, aku ingin kembali ke masa itu, masa dimana aku melakukan suatu kesalahan, dan aku ingin memperbaiki kesalahan itu, aku berharap mesin waktu itu benar-benar ada.”

=====================================================

Ku langkahkan kaki ku menuju gudang bermaksud untuk membenahi barang-barang yang masih bisa terpakai, lembab dan penuh dengan debu , mata ku menatap satu persatu barang-barang yang ada di sana.

“Ada yang bisa ku bantu appa?” Tanya Jung  Jonguk putra ku, ia  menawarkan bantuan pada ku, tak seperti biasanya.

“Tumben sekali kau menawarkan bantuan…” ucap ku sembari tersenyum.

“Memangnya kenapa? Tidak boleh? Sekali-kali kan aku ingin membantu mu, appa pikir tenaga appa masih sekuat dulu? Bukan kah kini kau sudah tua….” Ucapnya sembari berjalan kearah ku.

“Ish…dasar tak sopan, kau sudah bosan hidup hah….”

“Mianhae appa, aku hanya bercanda, jadi apa yang bisa aku lakukan untuk mu?:

“Baiklah ku hargai niat baik mu, kalau begitu tolong bereskan barang-barang yang ada di kotak biru tua itu,.” Ucap ku sembari menunjuk ke kotak biru tuang yang sudah sangat usang.

Jonguk segera mendekati kotak tua itu, ia berjongkok di depan kotak itu, dan ia mulai membuka kotak itu, ia keluarkan satu persatu benda-benada yang ada di dalam nya, entah benda apa saja yang ada di dalamnya aku sudah tidak ingat, mungkin benda-benda yang sudah tak berguna atau mungkin di dalamnya ada sebuah hartakarun.

“M…apa ini? Siapa dia? Ini bukan eomma…” Jonguk berdiri dan membalikan badan nya dan kini kami saling berhadapan ia memperlihatkan sebuah poto usang pada ku.

“Appa siapa perempuan di poto ini? Ini bukan eomma kan?” Tanya nya pada ku, aku mengambil poto usang itu dari tangan Jonguk, ku tatap lekat poto itu, hingga tak terasa air mata ku sudah membasahi pipi ku.

“Appa waeyo? Kenapa malah menangis, siapa dia?”

“Dia seseorang yang sangat istimewa, seseorang yang sudah ku sia-siakan, seseorang yang ku rindukan.”

========================================

Flash back…………………………..

“Ah…kau pendek sekal, buku ini pun kau tak bisa raih.” Ucap ku dengan nada sedikit mengejek .

Yeoja berkacamata di sebelahku segera menoleh kearah ku, ia tersenyum , ku pikir dia akan marah, tapi aku salah besar, ia malah tersenyum lebar, sangat manis.

“Ya…aku memang pendenk, beginilah resiko orang pendek, tak bisa menjangkau tempat-tempat tinggi.” Ucap nya sembari terkekekh.

‘Ini, buku ini kan yang mau kau ambilkan?”

“Ne, gomawo…..” ucapnya ia pun duduk di salah satu kursi yang ada di perpustakaan, tak jauh dari tempat ku berdiri, ia segera membuka buku yang tadi ku ambilkan, ia mulai menjamah buku itu, sesekali ia membenarkan letak kacamata tebalnya, sedangkan aku masih sibuk memperhatikan nya diam-diam.

“Ya…hyung, rupanya kau disini! Aku mencarimu dari tadi, pphaliwa…hari ini kita ada jadwal latihan.” Ucap Jung Shin sembari menepuk pundak ku, dan membuat ku memalingkan pandangan ku dari yeoja berkacamata itu.
“Ya….kau ini mengganggu ku saja.” Aku beranjak dari kursi dan menjitak kepala Jung Shin, dan seketika itu ia meringis kesakitan.

“Memangnya apa yang kau lakukan? Bukan gaya mu membaca di perpustakaan.” Cibir Jung shin sembari mengelus kepalanya yang tadi ku jitak.

“Kemana dia?” aku mencari-cari sosok  nya, yang telah hilang dari pandangan ku.

“Kau cari siapa hah? Yeoja berkacamata tebal itu ? Dia sudah pergi hyung, jangan katakana kau tertarik padanya, dia kan pukan tipe mu, lagi pula kau kan sedang berpacaran denan Yoo Rim.”

“Memangnya kenapa jika aku tertarik padanya? Apa aku salah ? .”

“Jelas itu salah, masa kau menyukai 2 yeoja sekaligus.”

“Ah…tutup mulut mu, kajja kita pergi ke ruang latihan.

======================================

Siang ini aku kembali menginjakan kaki ku di perpustakaan, seperti kemarin, bukan untuk membaca buku, atau mencari buku, melainkan  berharap bisa bertemu yeoja itu, yeoja yang membuatku terjaga semalaman, entah kenapa wajahnya selalu saja muncul di pikiran ku, melekat kuat di ingatan ku, ini bukan cinta, mungkin hanya rasa kagum atau ketertarikan semata, tapi sekali lagi ku tegaskan, AKU TIDAK JATUH CINTA PADANYA, DIA BUKAN TIPE KU. Aku terus mencari-cari sosoknya, hingga akhirnya aku menemukan nya, dia sedang asyik membaca di sudut perpustakaan,ku putuskan untuk mendekatinya, sekedar bertegur sapa.

Yeoja itu menyadari kehadiran ku, ia pun menutup buku di tangan nya dan mendongakan kepalanya, aku tersenyum, dan kami saling memandang satu samalain, sayang sekali aku tak bisa memandang dua bola mata indahnya karena terhalang kacamata tebalnya.

“Kau…….”

“Panggil saja aku Yong Hwa.” Ucap ku.

‘Anio…kau senior ku, tidak enak jika hanya memanggil nama saja, bagaimana kalau aku memangil mu sunbe?”

“Anio…kau panggil saja aku oppa, bagaimana?”

“Ah…baiklah.” Dia setuju.

“Sepertinya kau sangat senang membaca…”

“ne….aku sangat senang membaca.”

“Pantas saja kau sampai mengenakan kacamata.” Lagi-lagi ia tersenyum, sungguh sangat memikat.

Ia membuka buku di tangan nya dan membacanya kembali.Aku terus memperhatikan nya, tak bosan kedua bola mataku menatapnya lekat sampai-sampai aku tak ingin berkedip, aku merasa heran, yeoja di hadapan ku ini tak ada apa-apanya dibanding dengan Yoo Rim, dia yeoja biasa, dan bisa di bilang gaya berbusananya sedikit ketinggalan jaman, aku benar-benar gemas ingin merubah tampilan nya menjadi sangat modis, tapi aku tak punya hak untuk merubahnya, mungkin ia nyaman dengan cara berpakaian nya itu, aku tak habis pikir di jaman modern seperti ini masih ada yeoja yang berpakaian seperti itu.

Ponsel ku berdering, dan aku mendengus kesal saat tau orang menelpon ku adalah Jung Shin.

“Ish…bocah ini, selalu saja mengganggu ku.”

“Yeoboseyo……! , ne…ne…, baiklah aku mengerti, pphaliwa…tutup telpon nya sekarang juga.”

“Mianhae….eh…kemana perginya dia?” saat aku berbalik yeoja itu sudah tidak ada, Dia nyatakan? Tapi kenapa dia menghilang begitu saja?”

 

“Mrs.Kim apa kau tau yeoja yang berkacamata tebal itu?” Tanya ku pada Mrs Kim penjaga perpustakaan di kampus ku.

“Yeoja berkacamata tebal?” Mrs Kim berpikir sejenak.

‘Ah….apa yang kau maksud itu Shin Yong?”

“Shin Yong? Ah kurasa memang benar dia, jadi nama nya Shin Yong.”

“ne….”

“Apa dia hampir setiap hari kemari?”

“Ne…hamper setiap hari ia kemari, sekedar membaca buku, meminjam atau mengembalikan buku.”

“Oh..jadi begitu.”

“memang nya kenapa? Apa kau ada urusan dengan nya?”

“Anio…hanya saja….”

“Hanya saja apa?”

‘Anio….gomawoyo..Mrs Kim.

“ne…cheonmaneyo…..”

Aku melangkahkan kaki ku riang meninggalkan perpustakaan, senang? Ya aku senang, setidaknya hari ini aku tau siapa namanya, jadi aku tak perlu memanggilnya dengan sebutan yeoja berkacamata tebal.

======================================

Aku kecewa saat aku tak menemukan Shin Yong, ia tak ada di perpustakaan, aku mencarinya di seluruh sudut perpustakaan , tapi aku tak kunjung menemukan sosoknya, aku meninggalkan perpustakaan , berjalan menuju taman kampus yang tak begitu jauh dari perpustakaan, aku berjalan gontai, sesekali aku menendang kerikil-kerikil kecil yang menghalangi jalan ku, dan beberapa saat kemudian aku menemukan sosok Shin Yong, ia sedang membaca, akupun mengintip dari balik pohon beringin, ia begitu asyik membaca hingga tak sadar kalau aku sedang memperhatikan nya.

“Oppa…..keluarlah…aku tau kau mengintip ku dari balik pohon beringin.” Serunya sembari tetap membaca.

Wow…hebat, dia menyadari keberadaan ku, ku pikir dia tak akan menyadarinya, aku pun keluar dari persembunyian ku dan berjalan kearahnya.

“Annyeong haseyo…..” sapa ku.

“Ne…..annyeong.” ucapnya, ia pun menutup buku yang ia baca dan menoleh kearah ku, ia tersenyum…,lagi-lagi ia tersenyum, sunggu sangat manis, mungkin itulah daya tariknya, ia sangat murah senyum, dan tiap kali aku berada di sampingnya aku kerap kali merasa nyaman, apa aku sudah gila ? ya mungkin saja, sulit di percaya yeoja di samping ku ini begitu menarik perhatian ku.

“Shin Yong-ssi…..” ucap ku.

“Oppa…dari mana kau tau nama ku? Setauku aku belum memperkenalkan diri.” Ia terkejut karena aku tau namanya.

“Mencari tau nama mu bukanlah perkara yang sulit bagi ku.” Ucap ku sembari tersenyum.

“Wa…kau hebat, aku yakin kau pasti menanyakan nama ku pada Mrs Kim, benar begitukan?”

“Wah….aku ketahuan, kau memang benar aku tau nama mu dari Mrs Kim.”aku tertawa malu, dan sepertinya pipiku agak memerah, terasa panas, menahan malu, padahal untuk apa aku malu, toh aku tak melakukan sebuah kesalahan.

“Shin Yong-ssi…jadilah pacarku.” Ya..kata-kata itu keluar dari mulutku begitu saja, aku tak bisa mengunci mulut ku.

“mwo??? Ayolah oppa jangan bercanda.” Ucap nya sembari menyiku ku.

“Anio…aku tak bercanda, aku serius, jadilah pacarku.”

“Oppa, kita baru beberapa hari saling kenal, aku tak mengenal mu dengan baik, begitu juga dengan oppa, oppa tak mengenal ku dengan baik.”

“Bukankah kita bisa saling mengenal dengan baik saat kita berpacaran nanti?”

“Tapi…ini terlalu terburu-buru, aku tak ingin salah oppa.”

“Maksud mu?”

“Kuharap oppa pertimbangkan kembali apa yang baru saja oppa katakana, baiklah oppa aku pergi…” Shin Yong memasukan buku di tangan nya ke tas nya, dan ia pun beranjak dari kursi.

“Tunggu dulu…” aku menahan nya, aku menggenggam pergelangan tangan nya.

“Duduklah….” Ucap ku, Shin Yong pun duduk kembali.

“Oppa, aku tau kau itu hanya bercanda, mana mungkin kau menyukai yeoja aneh seperti ku, kau lihatkan dandanan ku seperti apa? Kuno….aku bagaikan putri buruk rupa dan kau bagaikan pangeran tampan.”

“Siapa bilang kau putri buruk rupa? Aku tak pernah berkata seperti itu, aku tau ini terlalu cepat, tapi bisakah kita mencobanya?”

“Oppa…aku akui aku memang tertarik pada mu, tapi kurasa ini bangaikan mimpi indah di siang hari, dan akan segera berakhir jika aku membuka mata.”

“Shin Yong-ssi…lihatlah mata ku, apa aku terlihat bercanda? Apa kau tak lihat aku begitu serius? Aku serius…aku ingin menjalin suatu hubungan dengan mu.”

“Oppa…..”

……………….. aku dan Shin Yong sama-sama terdiam, tapi beberapa menit kemudian, Shin Yong membuka mulutnya dan berucap “ Baiklah, tak ada salahnya jika kita mencoba.”

Aku tersenyum…, ya…aku berhasil, aku berhasil meyakinkan nya, rasanya aku ingin melompat saking senang nya.

‘Gomawo…..” ucap ku, dan Chu…~ aku mengecup kening nya sebelum aku pergi meninggalkan nya.

 

======================================

“Mwo?? Kau meminta nya jadi kekasih mu?  Hyung apa kau gila? Tegakah kau mempermainkan nya?” Jung Shin terkejut saat aku bercerita tentang hubungan ku dengan Shin Yong.

“Anio..aku masih waras, yeoja itu benar-benar menarik perhatian ku, aku nyaman bersamanya.”

‘Lalu bagaimana dengan Yoo Rim?”

“Yoo Rim akan tetap jadi kekasih ku, begitu juga dengan Shin Yong.”

“Hyung…lebih baik kau pilih salah-satu dari mereka, pikirkan saja jika kau jadi salah satu dari mereka, pasti kau juga tidak mau di duakan, hyung…..cepat akhiri sebelum kau melangkah terlalu jauh, ingat hyung semua perbuatan yang kita lakukan itu akan ada balasan nya cepat atau lambat.”

‘Anio…aku tak ingin mengakhiri nya sekarang, aku baru memulainya, aku tak ingin melepas salah satu dari mereka, ku harap kau mengeerti.”

“Hyung….harusnya kau yang mengerti, ini tidak benar hyung, ini akan menjadi bumerang untuk mu, jadi ku mohon akhiri secepatnya, aku tak ingin melihat kau menyesal di kemudian hari.”

“Jung Shin-ssi…kau tenang saja, aku tak akan menyesal, aku tau apa yang harus aku lakukan dan tidak, jadi tenanglah.”

“Hyung…kau benar-benar keras kepala, harus dengan cara apa lagi aku menyadarkan mu, ah…terserah pada mu sajalah, yang penting aku sudah memperingatkan mu.”

======================================

Aku menunggu Shin yong di taman kampus, hari ini aku ingin mengajaknya nonton dan makan malam bersama.

“Oppa…mianhae aku terlambat.” Ucap Shin Yong.

‘Gwenchanayo, kajja, kita pergi sekarang.

Kami berjalan berdampingan saling berpegangan tangan meninggalkan taman.

 

 

“Apa kau senang? “

“ne…oppa, aku senang sekali, film nya sangat bagus, aku iri pada wanita di film itu, dia sangat beruntung, kekasihnya begitu mencintainya sampai –sampai dia rela berkorban nya untuk yeoja yang ia cintai, apa oppa akan melakukan hal yang sama?”

“Tentu saja, aku juga rela berkorban untuk mu….” Aku membelai rambutnya.

“Oppa..aku lapar, bagaimana kalau kita makan sekarang, kau taukan restoran heaven?” Tanya nya.

“Tentu saja aku tau.” Bagaimana mungkin aku tak tau, tempat itu sering aku kunjungi bersama dengan Yoo Rim.

“Bagaimana klau kita makan di sana?”

“Ide bagus kajja….” Aku pun menaiki motor ku begitu pula dengan Shin Yong, tak lupa aku mengenakan helem.

“Shin Yong..kau sudah pakai helm nya?”

“Ne..oppa.”

“Kalau begitu pegangan, aku tak ingin terjadi sesuatu pada mu.”

“Ne…..”

======================================

1 minggu sudah kami berpacaran, menjalin hubungan dengan nya cukup menyenangkan, aku menjadi sering membaca, tertular oleh Shin Yong yang sering keluar masuk perpustakaan, aku selalu menyempatkan waktu untuk membaca di perpustakaan bersama Shin Yong sebelum aku latihan band bersama Jung Shin.

Menjalani hari-hari bersama dengan Shin Yong jau lebih menyenangkan di banding dengan Yoo Rim, tapi aku hanya sekedar suka pada Shin Yong, lain dengan Yoo Rim, aku sangat mencintainya, mungkin benar apa yang di katakana Jung Shin, aku hanya mempermainkan yeoja lugu itu, entah apa yang akan terjadi jika ia tau kalau aku hanya bermain-main saja dengan nya? Mungkin dia akan membenci ku seumur hidupnya, dan mungkin juga dia akan mengutuk ku.

 

“Waeyo hyung? Apa yang sedang kau pikirkan? Shin Yong ataukah Yoo Rim?”

“Shin Yong.”

“Kau mulai mencintainya?”

“Ani…..”

‘lalu…?”

“Aku hanya berpikir, apa yang akan dia lakukan pada ku jika ia tau kalau aku hanya mempermainkan cintanya.”

“Mungkin kau akan mendapatkan sebuah tamparan, atau mungkin lebih dari sekedar tamparan, sekali lagi ku ingatkan, lebih baik kau putuskan Shin Yong, sebelum kau semakin jauh menyakitinya, hyung jangan pikir yoja sepolos Shin Yong tidak akan bertindak apa-apa jika di sakiti, mungkin dia akan melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang kau lakukan padanya.” Ucap jung Shin, ucapan nya membuat ku sedikit takut, tapi aku sama sekali tak mau mengakhiri hubungan ku dengan Shin Yong.

2bulan kemudian…..

2 bulan sudah aku menjalin hubungan dengan Shin Yong, dan 2 bulan pula aku tak bertemu deng Yoo Rim rasanya aku sangat merindukan Yoo Rim, 2 bulan ini Yoo Rim sangat sibuk dengan kuliahnya, aku  tak emnuntut apa-apa dari Yoo Rim toh sekarang ada Shin Yong yang menemani ku.

 

“Oppa……..” teriak Shin Yong, aku berlari kecil mendekatinya, ia menunggu ku di taman, ia meminta ku untuk menemuinya di taman.

Aku duduk di samping Shin Yong dan mengatur nafas ku.

“Oppa…saengil cukkahamnida…” ia pun mencium pipi kiri ku, aku sedikit terkejut.

“Dari mana kau tau?”

“Aku  dari kartu mahasiswa mu, kau menjatuhkan nya 2 hari yang lalu di perpustakaan.”

“Ah…rupanya jatuh di perpustakaan,kau tau? aku sampai prustasi mencari kartu itu.”

“Oppa…aku punya sesuatu untuk mu, ini benda yang selama ini ku jaga baik-baik, benda kesayangan  ku, benda peninggalan mendiang appa ku, kau mau menerima gitar inikan? Appa  bilang,  aku hanya boleh memberikan gitar ini pada namja yang benar-benar aku cintai, dan sekarang saat nya aku melepas gitar ini, gitar ini ku serahkan pada mu oppa, ku harap kau mau menerimanya dan menjaga gitar ini baik-baik.” Ucap Shin Yong sembari tersenyum .

Aku terdiam, aku tak pantas menerima gitar itu, gitar yang sangat berharga itu tak sepantasnya ku terima darinya.

“Oppa…terimalah…” ia menyerahkan gitar berwarna putih itu, dengan ragu aku menerima gitar itu.

“Gomawo………” ucap ku, aku pun memeluk nya..

======================================

“Hyung saengil cukkahamnida, ini terimalah..” Jung Shin menyerahkan kotak berwarna biru muda.

“Apa ini?”

“Itu kado dari ku, untuk mu….” Jung Shin pun merebahkan diri nya di kasur ku.

“Gomawo…kau tau saja jika aku sedang mengincar sepatu ini.”

“Hyung, kau beli gitar baru? Gitar mu keren sekali.”

“Anio…gitar itu pemberian seseorang.”

“Siapa? Yoo Rim.”

“hah…Yoo Rim mengucapkan selamat ulang tahun saja tidak.”

“Jangan katakana itu dari Shin Yong…” Jung Shin segera beranjak dari tempat tidur.

“Ne…itu memang dari Shin Yong, tadi siang dia membirikan gitar itu, dank au tau, gita itu sangat berharga baginya, ia menyerahkan benda berharga yang selama ini ia jaga pada ku, namja berengsek yang mempermainkan nya.”

“Hyung…sepertinya kau harus berkata jujur padanya, kau lihatkan betapa dia mencintaimu, dia begitu perhatian, dia begitu baik, dan dia juga membuat mu jadi rajin membaca sampai-sampai nilai kuliah mu naik dtastis, semua itu karena Shin Yong, dia membawa pengaruh positive untuk mu, apa kau tega terus-terusan menyakitinya?”

“Anio…aku tak mau membuatnya semakin terluka, besok aku akan mengatakan semuanya padanya, aku tak sanggup bila harus menyakitinya terus-menerus, dia terlalu baik.”

“Sukurlah kalau kau sadar, taukah hyung, kau itu sangat beruntung, beruntung karena ada Shin Yong di sisi mu.”

 

Malam ini aku tak bisa tidur, aku mengutuk diriku sendiri, namja macam aku aku ini, namja yang begitu tega mempermainkan yeoja sepolos dan sebaik Shin Yong, hati ku begitu gundah, entah apa yang akan terjadi besok, aku tak bisa membayangkan nya.

======================================

Keputusan ku sudah bulat, hari ini aku akan mengakhiri hubungan ku dengan ShinYong, aku benar-benar tak tahan lagi bila harus mempermainkan nya.

Aku melangkahkan kaki ku masuk ke dalam perpustakaan, aku mencari-cari sosok Shin Yong, hingga akhirnya aku menemukan nya, seperti biasa ia sedang duduk sembari membaca buku, aku pun menghampirinya, duduk tepat di depan nya.

“Shin Yong-ssi….” Ia menoleh kearah ku.

“Waeyo oppa?” ia menggenggam tangan ku, ia tersenyum pada ku.

“Ada yang ingin ku katakana pada mu.”

“Apa?” Tanya nya.

“Aku ingin mengakhiri hubungan kita.”

“Mwo? Mengakhiri hubungan kita?”

“Ne…, mianhae Shin Yong, selama ini aku hanya mempermainkan mu, tak seharus nya aku melakukan ini pada mu, jeongmal mianhae Shin Yong-ssi..”

Shin Yong terdiam, ia menatap ku lekat.

“Baiklah jika oppa ingin mengakhiri hubungan kita ini, sudah kuduga mana mungkin kau benar-benar menyukai ku.”

“Kau boleh menampar ku atau lebih dari itu, aku akan menerimanya, karena itu memang pantas untuk ku.”

‘Anio…kau tak perlu minta maaf pada ku, kau tak salah apa-apa pada ku.” Lagi-lagi ia tersenyum, jika aku jadi dirinya aku pasti akan menghajar habis-habisan namja yang sudah mempermainkan ku, tapi itulah hebatnya Shin Yong, ia hanya tersenyum, ku  lihat matanya mulai memerah, kurasa sebentar lagi ia akan menumpahkan air matanya, tapi aku salah, ia sama sekali tak menangis.

Ia beranjak dari tempat dudknya dan mendekat pada ku, chu~~ dia mencim pipiku dan berbisik “ Jeongmal gomawoyo atas semua yang kau lakukan pada ku, kau telah memberi warna di hidup ku.” Dan ia pun pergi meninggalkan ku, meninggalkan perpustakaan.

 

 

“Hyung…kau sudah melakukan nya dengan sangat baik, ini pasti sulit untuk mu.” Jung Shin menepuk pundak ku.

“Jung Shin…aku menyesal, aku sungguh sangat menyesal.”

“Sudahlah hyung, menyesal pun tak ada gunanya, aku kan sudah sering mengingatkan mu, salah mu sendiri kenapa tidak mengakhirinya sedari dulu.”

“Hyung, Yoo Rim datang, kalau begitu aku pergi…”

 

Seharusnya aku senang saat Jung Shin mengatakan Yoo Rim datang, tapi aku sama sekali tak senang dengan kedatangan nya ke rumah ku.

“Oppa…..mianhae aku mengabaikan mu 2 bulan ini, kau taukan aku sangat sibuk.”

“Ne..aku tau saking sibuknya kau sampai lupa ulang tahun ku.”

“Mianhae oppa, bukan nya aku tak ingat.”

“Ah..sudahlah, lagi pula ulang tahun ku sudah lewat.”

“Oppa…sebelumnya aku benar-benar minta maaf, kedatangan ku hari ini hanya untuk mengucapkan perpisahan, aku ingin hubungan kita berakhir, sebentar lagi aku akan menikah, manta pacar ku mengajak ku menikah.”

“Mwo??? Kau anggap apa aku ini?”

“Mianhae oppa…., mianhae aku sudah memanfaatkan mu, aku benar-benar minta maaf.”

“Keluar kau dari rumah ku, keluar………………”

“Ne..baiklah oppa, sekali lagi aku benar-benar minta maaf.”

Kini aku baru tau rasanya di manfaatkan dan di campakan orang yang aku cintai, mungkin ini juga yang di rasakan Shin Yong, ya…ini karma bagi ku karena telah menyia-nyiakan Shin Yong, aku benar-benar bodoh, bisa-bisa nya aku mencintai orang yang salah, JUNG YONG HWA KAU MEMANG BODOH.

======================================

“APa kau bilang? Yoo Rim hanya memanfaatkan mu?” aku mengangguk, Jung Shin menepuk-nepuk pundak, ku.

“Jung Shin…aku merasa sangat bodoh.”

“Ne..hyung kau memang bodoh, jika aku jadi kau aku tak akan menyakiti yeoja sebaik Shin Yong, tak akan menyia-nyiakan nya.”

“Rasanya aku ingin kembali menjalin hubungan dengan Shin Yong dan memulai nya dari awal.”

“Kau pikir Shin Yong mau kembali lagi bersama mu? Kalau aku jadi dia, aku tidak akan mau meski kau berlutut dan mencium kaki ku.”

“Tapi kenyataan nya kau bukan Shin Yong, Shin Yong tak akan melakukan itu padaku, kau tau saat aku bilang kalau aku hanya mempernainkan nya dan bilang ingin mengakhiri bubungan kami, kau tau apa yang ia lakukan pada ku?”

“Dia pasti menampar mu.”

“Kau salah, dia malah tersenyum dan mencium pipi ku”

“Benarkah itu? Wah Shin Yong benar benar yeoja berhati malaikat, beruntungnya dirimu hyung.”

 

 

 

“Hyung…..kemana Shin Yong? Sudah 2 minggu aku tak melihatnya, apa jangan-jangan dia bunuh diri karena mu?”

“Ya…apa yang kau katakana, tidak mungkin Shin Yong bunuh diri.”

“Ya…siapa tau .”

“Ya…bisakah kau mencari tahu alamat rumah Shin Yong?”

“Kau tak tau alamat rumahnya?”

“Ne, tiap kali aku hendak mengantarnya pulang ia selalu menolak.”

“Ne..baiklah…..tunggu di sini, aku akan mencari tahu.”

 

30 menit kemudian Jung Shin datang sembari ngos-nosan.

“Hyung…aku mendapatkan nya…”

“Gomawo Jung Shin, aku akan pergi kerumahnya sekarang.”

“Tapi kita masih ada kelas hyung.”

“Aku tidak peduli, aku pergi.”

“Ne, semoga berhasil Hyung.”

 

Aku menekan bel rumah Shin Yong, aku berharap dia yang akan membukakan pintu untuk ku, aku mondar-mandir di depan pintu.

Yeah…pintu itu terbuka seseorang membukakan pintu.

Wanita paruh baya yang membuka pintu, kurasa dia eomma nya Shin Yong.

“Permisi, apa benar ini rumahnya Shin Yong?” Tanya ku.

“Ne…”

“Apa Shin Yong nya ada? Bisakah aku bertemu dengan nya?”

“Mianhae…kau tak bisa bertemu dengan nya, dia sudah pergi jauh..”

“Maksud anda? Dia pergi kemana?”

“Dia sudah meninggal 1 minggu yang lalu.”

“Mwo?? Shin Yong meninggal?”

“Ne…dia meninggal karena kecelakaan lalu lintas, ia tak bisa di selamatkan.”

Tubuh ku lemas saat mengetahui Shin Yong sudah tida, aku benar-benar shock, dia pergi tanpa mendengar kata cinta dari ku, dia pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun.

 

Aku pergi keperpustakaan, aku ingin mengenang masa-masa itu, masa-masa kami menghabiskan waktu bersama, di tempat ini pertamakalinya aku bertemu dengan Shin Yong dan di tempat ini pula aku meng akhiri hubungan kami.

“Yong Hwa….” Mrs Kim menepuk pundak ku.

“Ne..”

“Ada surat untuk mu.”

“Surat?”

“ne…Shin Yong yang menitipkan surat ini 2 minggu yang lalu.”

‘Benar kah?”

“Ne….”

Mrs Kim menyerahkan surat itu pada ku, dan aku pun segera membacanya.

 

Dear Jung Yong Hwa oppa.

 

Oppa, taukah kau kalau aku benar-benar menyukai mu, aku benar-benar sangat menyukai mu, bagi ku kau pelengkap di hidup ku, saat kau meminta ku untuk jadi pacar mu, aku tak percaya, sungguh-sungguh tak percaya, bagaimana mungkin namja setampan kau menyukai yeoja buruk rupa seperti ku, aku berpikir itu hanyalah sebuah lelucon, sebuah lelucon yang membuat ku merasa terbang tinggi melayang di langit.

Sebenarnya aku tau suatu saat nanti kau pasti akan mengutarakan kebenaran itu, kebenaran bahwa kau hanya main-main dengan ku, kau hanya sekedar suka bukan cinta pada ku, kau tau kehadiran mu di hidup  ku bagaikan bonus yang di berikan Tuhan pada ku, bonus yang sangat luar biasa, aku begitu menikmati setiap detik yang ku lalui bersama mu.

Aku tau, pasti saat ini kau sedang menyesal karena telah melukai perasaan ku, ya aku akui aku terluka karena mu, hati hancur, tapi semua itu bukan hanya salah mu, aku juga bersalah, karena waktu itu aku menerima mu, padahal jelas-jelas aku tau kalau kau tak serius menjalin hubungan dengan ku.

Oppa aku berterimakasih pada mu, karena kau mengoreskan kenangan-kenangan indah, kenangan-kenangan indah itu akan ku bawa sampai mati. Dan harus kau tau Oppa, aku benar-benar mencintai mu, sangat-sangat mencintai mu.

 

Aku tak kuasa menahan air mata ku,aku benar-benar menyesal, aku memang bodoh, bodoh karena menyia-nyiakan Shin Yong, sungguh sangat menyesakan dada saat aku membaca surat darinya, surat yang ia tulis untuk pertama dan terakhir kalinya.

 

Flash back end……..

======================================

Aku mengusap air mata ku.

“Appa kau benar-benar BODOH, pantas saja kau berharap mesin waktu itu benar-benar ada.”

“Ne…tak usah kau sebut lagi, memanag appa mu ini BODOH.” Aku menjitak kepala anak ku.

“Appa…bagaimana kalau kita pinjam mesin waktu punya DORAEMON?”

“Ya….memangnya DORAEMON itu benar-benar ada, dia hanya tokoh kartun, ternyata kau jauh lebih bodoh dari ku, sia-sia aku memasukan mu ke universitas Kwanghe.”

“Enak saja, aku tidak bodoh, aku hanya pura-pura bodoh, lalu di mana appa bertemu dengan eomma?”

“Aku bertemu dengan eomma mu di perpustakaan, tempat yang sama saat aku bertemu dengan Shin Yong.”

“Jinca? Kalau begitu ceritakan pada ku kisah cinta appa dan eomma.”

“Anio…kau Tanya kan sendiri pada eomma mu…”

“Appa…ayolah…”

“TIDAK MAU……………………..”

“Appa…………………..jebal…………”

“TIDAK MAU……………………….”

THE END>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

 

 

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

4 thoughts on “[LombaFF] I Need A Time Machine

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s