[LombaFF] I’m With You

Rating                   : General

Cast                       : C.N. Blue

Other Cast          : Rimma, Manajer

Note                      : Tidak ada inspirasi khusus yang akhirnya melahirkan FF ini, tapi kegokilan dan keingintahuan besar dari seorang Jung Shin chingu menjadi daya tarik author untuk mengangkatnya sebagai dasar cerita dari FF ini. Penilaian ada di tangan reader, jadi tanpa basa-basi silakan mulai membacanya! Enjoy! ^^

 

Hyung, kau kenal dengan perempuan bernama Rimma?” tanya Jung Shin sore itu kepada Yong Hwa ketika mereka sedang bersantai di dorm C.N. Blue.

“Ne?!”  Yong Hwa sedikit terkejut dengan pertanyaan Jung Shin itu.  Ia langsung mem-pause Play Station-nya dan berbalik ke arah Jung Shin yang asyik menikmati snack di sofa. “Darimana kau tahu soal Rimma?” tanyanya kemudian .

Hyung, aku bertanya padamu. Kenapa kau balik bertanya? Tapi, dari kalimatmu tadi sepertinya kau memang tahu. Benar kan?” selidik Jung Shin.

Yong Hwa menghela nafas, ia berbalik kembali membelakangi Jung Shin lalu menekan tombol play di stik PS-nya dan kembali larut dalam permainan yang sempat terhenti. “Iya, aku memang mengenalnya!” jawabnya santai.

Si maknae C.N. Blue tersedak oleh snack-nya sendiri. Ia terbatuk sambil meluncur dari sofa ke dekat Yong Hwa. Ia kemudian menepuk-nepuk pundak Yong Hwa ingin mengatakan sesuatu, tapi tenggorokannya yang tersumbat membuatnya kesulitan. Yong Hwa pun protes.

Ya! Apa-apaan kau ini? Minum dulu sana, baru bicara!” katanya.

“Uhuk… uhuk…” Jung Shin bangkit dan segera mengambil minum di dapur mini mereka. Sejurus kemudian ia kembali dan duduk tepat disamping Yong Hwa. “Dia siapa, hyung? Bagaimana kau bisa mengenalnya? Sedekat apa hubungan kalian?”

Yong Hwa mengerutkan dahi, ia kembali menghentikan permainannya. “Untuk apa kau bertanya seperti itu? Sampai batuk-batuk seperti tadi, menyiksa diri sendiri saja. Lagipula, kau sendiri tahu darimana soal Rimma itu?”

Naega? Uhmm.. Internet!” jawabnya singkat dan polos.

“Mwo?!”

* * *

Akhir-akhir ini, Jung Shin dikejutkan dengan penemuan tidak sengajanya atas foto Yong Hwa bersama seorang perempuan bernama Rimma. Foto itu ia temukan sendiri di internet, di sebuah jejaring sosial dalam negeri yang belum populer. Sebelumnya ia menemukan nama Rimma secara tidak sengaja dari sebuah kertas yang telah Yong Hwa buang. Melihat ekspresi Yong Hwa yang aneh ketika membuang kertas itu, Jung Shin pun membukanya. Ia keheranan melihat nama RIMMA yang ditulis Yong Hwa begitu besar, kemudian kertasnya diremas dan dibuang. Hal itu mencurigakan untuk Jung Shin dan ia masih penasaran dengan nama Rimma tersebut, maka ia searching di internet dan akhirnya menemukan foto tersebut.

Jong Hyun dan Min Hyuk baru saja tiba di dorm. Mereka membawa ttokpokki untuk menu makan malam serta beberapa tambahan makanan ringan seperti biskuit dan snack. Pembahasan soal Rimma pun terhenti ketika mereka datang dan apa yang mereka bawa langsung diserbu oleh Yong Hwa dan Jung Shin.

“Biar aku saja yang memindahkannya ke piring,” Jung Shin mengambil kantong makanan yang dibawa Jong Hyun lalu menuju ke dapur.

“Oh, gamsahamnida!” kata Jong Hyun yang terlihat lelah. Ia pun langsung merebahkan badannya di sofa. Begitupula Min Hyuk.

“Jong Hyun-ah, aku menemukan aransamen gitar baru untuk single yang sedang kita garap itu,” buka Yong Hwa kemudian sambil mematikan PS-nya.

“Oh ya? Bagus lah kalau begitu. Aku ingin mendengarnya,” kata Jong Hyun.

“Tentu kau harus mendengarnya! Besok saat kita latihan aku akan memberitahukannya padamu. Dan Min Hyuk-ah, aku juga sedikit punya ide untuk beberapa beat drum-nya.”

Jinjja? Baiklah, perlihatkan juga padaku, hyung!” ujar Min Hyuk. “Aduh, mengapa tenggorokanku rasanya kering sekali? Jong Hyun-hyung, apa kau mau minum?”

“Oh, iya. Kau mau mengambil minum? Tolong ambilkan juga untukku!”

“Tentu, aku bertanya padamu kan karena aku akan mengambil minum,” Min Hyuk bangkit dari duduknya dan menuju dapur mendekati Jung Shin.

Jung Shin menyadari kedatangan Min Hyuk meskipun ia tampak sibuk memindahkan ttokpokki ke dalam piring. Ketika Min Hyuk mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih, Jung Shin memanggilnya dengan berbisik,“Min Hyuk-ah!”

“Ne?!”

“Aku ingin menceritakan sesuatu padamu,” Jung Shin masih tetap berbisik.

“Apa? Kenapa bicaramu berbisik-bisik seperti itu?” Min Hyuk heran.

“Psstt… Ini terdengar seperti sebuah skandal dan dia seperti menyembunyikannya dari kita!”

“Soal apa?”

Suara Min Hyuk yang tetap bervolume seperti biasa membuat Jung Shin kembali menegurnya sambil melirik ke arah Yong Hwa dan Jong Hyun di sana, “Psstt… Jangan keras-keras! Kau ini tidak mengerti tanda orang menyebutkan kata psstt ya? Aku kan sudah menyebutkannya tadi.”

Min Hyuk terkekeh, “Lalu apa? Yang kau maksud tadi itu apa?” katanya lebih pelan.

“Min Hyuk-ah, ppali!” panggil Jong Hyun tiba-tiba.

“Ne, hyung!” Min Hyuk bersiap mengambil kedua gelas yang sudah diisinya.

“Ya sudah nanti saja aku ceritakan!” Jung Shin pasrah.

Min Hyuk kembali terkekeh dan meninggalkan Jung Shin. Jung Shin mencibir, lalu ia menyusul Min Hyuk seraya membawa dua buah piring ttokpokki untuk dihidangkan.

“Waah, gamsahamnida Jung Shin-ah!” sambut Yong Hwa ketika Jung Shin datang.

“Ini milik Jong Hyun hyung dan Min Hyuk-ssi. Milikmu dan aku baru akan ku ambil!” katanya sambil menyimpan makanan itu di meja dengan ekspresi datar.

Jong Hyun dan Min Hyuk tertawa, sementara Yong Hwa hanya bisa menahan senyum sambil mendelik kepada Jung Shin, tapi Jung Shin cuek dan ia kembali ke dapur.

“Ini hyung!” Min Hyuk menyodorkan minum kepada Jong Hyun.

“Oh, ne. Gamsahamnida!” Jong Hyun menerima dan langsung meminumnya hingga tuntas.

Jung Shin kembali. Dapur tanpa sekat yang hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat mereka berkumpul membuatnya sangat cepat melakukan sesuatu antara dapur dan ruang tamu plus ruang berkumpul itu.

“Ini milikmu hyung,” ia menyodorkan makanan itu pada Yong Hwa. “Ayo kita makan!” Jung Shin langsung duduk disamping Min Hyuk.

Ne! Selamat makan semuanya!” ujar mereka kemudian kompak.

Mereka pun memulai makan malam yang sederhana tapi penuh dengan suasana akrab dan kekeluargaan. Hal itulah yang membuat mereka tetap bersatu hingga saat ini. Hubungan baik seperti inilah yang mereka jaga baik-baik, meskipun didalamnya selalu saja ada canda, tawa, keterbukaan tentang sifat masing-masing, dan sedikit rahasia.

* * *

Siang hari di kota Seoul, sebuah van hitam  memasuki halaman restoran sea food. Setelah terparkir rapi, seluruh awak C.N. Blue yang saat itu bersama manajernya turun dari mobil yang membawa mereka dan langsung memasuki tempat makan itu.

Sapaan ramah dari para pelayan menyambut dengan hangat. Mereka langsung menuju meja makan kosong di sudut sayap kiri. Menu-menu lezat makanan laut pun telah tersedia, tinggal panggil pelayan dan sebutkan pesanan maka hidangan mantap pun sudah siap disantap.

“Wah, aku rasa aku harus memesan menu yang paling enak. Aku sudah lama tidak datang ke sini!” kata Jung Shin sambil melihat-lihat menu bersama Min Hyuk.

Keduanya memang terlihat seperti kelaparan. Sementara Yong Hwa sibuk dengan ponselnya, sedangkan Jong Hyun masih tertawa-tawa dengan sang manajer dengan topik obrolan selewat mereka sejak turun dari mobil sampai tempat duduk ini.

Hyung, kau mau pesan apa?” tanya Min Hyuk pada Yong Hwa yang duduk tepat dihadapannya. Namun tidak ada respon dari Yong Hwa, sepertinya isi ponselnya saat itu lebih penting dari pertanyaan Min Hyuk. “Hyung!” panggil Min Hyuk lagi. Jung Shin yang mendengar pertanyaan Min Hyuk tak diindahkan Yong Hwa, langsung melempar pandangannya dari menu kepada Yong Hwa. Ia menatap Yong Hwa curiga. Yong Hwa hyung!” ulang Min Hyuk agak keras dan kali ini berhasil.

“Ne?!” tanya Yong Hwa sambil mengangkat muka ke arah Min Hyuk dan seolah itulah panggilan pertama Min Hyuk padanya.

“Sudah kubilang kan Min Hyuk-ssi, Yong Hwa hyung itu ada sedikit rahasia yang tidak dibagikannya kepada kita!” tukas Jung Shin kemudian.

“Mwo? Ya, Jung Shin-ah! Apa maksudmu? Rahasia apa?” Yong Hwa sedikit tidak terima.

“Menu! Menu makanan ini! Kau mau pesan apa?” kata Jung Shin sambil menyodorkan menu yang dipegangnya kepada Yong Hwa.

Yong Hwa mengerutkan dahinya, “Kau ini!” katanya sambil menarik menu yang disodorkan. Lalu membacanya.

Min Hyuk dan Jung Shin pun saling pandang, “Ini yang kau maksud kemarin?” tanya Min Hyuk pelan dan datar.

“Sepertinya begitu!” jawab Jung Shin. Mereka pun kembali memandangi Yong Hwa heran.

Tiba-tiba sebuah remasan tisu tepat mengenai wajah Jung Shin dan itu mengejutkannya. Pandangannya yang sedang terfokus pada Yong Hwa langsung berpendar ke arah datangnya tisu itu, begitupula dengan Min Hyuk.

“Kalian mengapa melihat Yong Hwa-ssi seperti itu?” tanya Jong Hyun yang ternyata sudah duduk tepat disamping Yong Hwa.

Yong Hwa yang baru sadar bahwa dirinya diperhatikan oleh The Kids di C.N. Blue ini pun sedikit keheranan, “Waeyo?”

Jung Shin dan Min Hyuk langsung mengelak.

“Jong Hyun hyung ini apa-apaan sih? Untuk apa kami melihat Yong Hwa hyung saat ia membaca menu makanan? Ketampanannya memang tak dapat kukalahkan,” kata Jung Shin sembari membetulkan letak poninya.

Jong Hyun, Yong Hwa, dan sang manajer langsung tertawa.

Ya, ini pertama kalinya kau mengakui bahwa aku ini tampan!” kata Yong Hwa.

“Mungkin sedikit terpaksa hyung dia berkata begitu,” tambah Min Hyuk sambil terkekeh.

Suasana pun mulai mencair, tawa renyah selalu terdengar. Bukan hanya karena diantara mereka suka bercanda, tapi tanpa kehadiran Jung Shin suasana seperti ini terkadang jarang terjadi. Jung Shin memang orang terpenting dalam hal bercanda. Daebak maknae!

Tak lama kemudian pesanan makanan datang, rasa tidak sabar untuk melahap hidangan lezat dihadapan mereka sudah tak tertahankan lagi. Maka lima belas kemudian, semua makanan yang tersaji sudah tak bersisa.

“Ya ampun, betapa lezatnya makanan ini. Aku bersyukur masih bisa menikmati makanan selezat ini!” ujar Min Hyuk sesaat setelah meneguk minumnya.

“Benar sekali! Kebersamaan kita pun menjadi pelengkapnya!” tambah Jong Hyun seraya menuntaskan sisa makanan terakhir dipiringnya.

“Tentu saja! Meskipun kita sering melewati hari-hari seperti ini, tapi setiap keadaan yang dilewati selalu saja ada perbedaan. Seperti hari ini,” kata Yong Hwa.

Jung Shin mengangguk setuju, “Yong Hwa hyung, hmm… soal Rimma…” katanya berbeda topik.

Yong Hwa membelalakan mata, di bawah meja kakinya bereaksi cepat menendang kaki Jung Shin sambil memberi sinyal tatapan mata yang lebih bulat. Jung Shin sedikit mengaduh dan tak meneruskan kalimatnya. Sementara Jong Hyun, Min Hyuk, dan sang manajer silih berganti melihat Jung Shin dan Yong Hwa. Mereka heran dengan sikap keduanya.

“Ada apa dengan kalian? Siapa Rimma?” tanya Jong Hyun penasaran.

Yong Hwa tak menjawab, ia larut dengan makanan yang sedang disantapnya.

Hyung, kau sudah berani buat skandal ya?” tambah Min Hyuk.

Mwo?!” Yong Hwa mengangkat wajahnya dan menatap Min Hyuk. “Tentu saja tidak! Kau ini ada-ada saja,” ujarnya kemudian dan kembali melanjutkan makan.

Geureom, Rimma nugundae?” Jong Hyun masih penasaran.

Kali ini pandangan Yong Hwa beralih kepada Jong Hyun, ia menatapnya cukup lama. “Dia… ah, ani! Yang jelas, aku tidak membuat skandal dengannya!” elaknya kemudian dan lagi-lagi menyantap makanannya.

Hyung, kau jangan main rahasia-rahasiaan dengan kami! Apalagi menyangkut soal hubunganmu dengan seorang gadis!” tukas Min Hyuk.

Aniyo! Ya, Jung Shin-ah! Kau harus bertanggung jawab mengembalikan image-ku di depan mereka!” ujar Yong Hwa pada Jung Shin.

Mwo? Memangnya aku telah merusak image-mu? Ada-ada saja, kau cukup bilang saja padaku Rimma itu siapa. Kalaupun mereka tak boleh tahu, cukup aku saja!” kata Jung Shin yang juga sibuk dengan makanannya.

“Tunggu-tunggu! Ada apa ini sebenarnya? Rimma itu siapa? Yong Hwa-ah, siapa Rimma?” tiba-tiba sang manajer yang sedikit bingung dengan suasana ini bertanya langsung.

Semua member kini mengalihkan pandangannya pada Yong Hwa. Yong Hwa merasa sedikit terpojok. “Dia…” belum juga Yong Hwa menuntaskan kalimatnya. Ponselnya sudah berdering ada panggilan masuk. Perhatian Yong Hwa beralih, “Ah, mianhae, aku punya panggilan sebentar. Tunggu sebentar ya!” ia kemudian minum seteguk lalu mengangkat telefon masuk tersebut sambil berjalan menuju toilet.

Sepeninggal Yong Hwa, Jong Hyun, Min Hyuk, dan sang manajer sibuk bertanya-tanya soal Rimma kepada Jung Shin yang pertama kali mem-blow up–nya. Jung Shin pun menceritakan dengan detil bagaimana pertama kali ia mengetahui soal Rimma tersebut sebelum Yong Hwa kembali.

Hyung, menurutmu apa yang membuat Yong Hwa hyung tidak mau menceritakan hal ini?” tanya Min Hyuk kemudian kepada Jong Hyun.

Jong Hyun berpikir sejenak, “Hmm… ah, molla! Aku tidak mau menduga-duga, biarkan saja Yong Hwa sendiri yang mengatakannya. Kita jangan memaksanya, siapa tahu dia anggap ini belum saatnya kita tahu. Aku yakin dia pasti punya alasan belum menceritakan soal hubungannya dengan Rimma itu kepada kita.”

“Itu benar juga, tapi kalau netizen mengendus ini lebih dahulu daripada kita itu bisa berbahaya. Berita yang beredar akan simpang siur, makanya sebelum hal ini diberitakan netizen kita harus tahu yang sebenarnya dari Yong Hwa. Mau tidak mau, kita harus menyuruh Yong Hwa berbicara. Karena pastinya ini bukan hanya soal Yong Hwa, tapi juga soal kalian. Soal C.N. Blue!” ujar sang manajer kemudian.

Jong Hyun, Min Hyuk, dan Jung Shin diam. Ia menatap manajernya dengan takut.

* * *

“Yong Hwa-yah?” tiba-tiba seorang gadis mengagetkan Yong Hwa yang baru saja keluar dari toilet pria.

Ia terkejut dan terperangah melihat orang yang menyapanya itu, “Oh? Rimma-yah?”

Gadis yang disebut Rimma itu tersenyum, senyumnya memang manis. Lesung pipit di kedua pipinya menjadi perias yang indah. “Kau kenapa? Seperti bingung begitu?” lanjutnya.

Yong Hwa cemas, ia melihat sejenak ke arah tempat duduknya di ujung sana, takut kalau member lain ada yang melihat keberadaannya bersama Rimma. Ia menyuruh Rimma untuk bergeser lebih ke dalam. Rimma yang heran dengan sikap Yong Hwa, menurut saja. “Rimma-yah, kau sedang apa di sini?” tanyanya pelan tapi cemas.

“Kau kira aku ada di tempat seperti ini sedang apa? Tentu saja aku sedang makan bersama teman-temanku. Kau sendiri? Kau dengan siapa ke sini? Ah! Kau bersama member C.N. Blue yang lain ya? Ah, aku…”

“Pssttt!” Yong Hwa menyimpan jari telunjuk di depan mulutnya. “Iya, aku bersama member C.N. Blue yang lain. Lengkap dengan manajernya pula. Mereka mulai bertanya-tanya soal dirimu!”

Mata Rimma membelalak, “Oh jinjja?! Aah, bagus kalau begitu jadi aku bisa…” ia tersenyum senang.

“Bagus apanya menurutmu? Aku hampir gila gara-gara ini! Aku bingung harus berkata apa soal dirimu kepada mereka,” potong Yong Hwa cepat.

“Ya kau katakan saja yang sebenarnya! Aku kan menunggu kesempatan itu datang, sebelum aku pergi lebih jauh lagi.”

“Tidak semudah itu! Aduh, kau jangan berkata seperti itu! Aku harus mencari waktu yang tepat, tapi itu bukan sekarang atau akhir-akhir ini! Pikiranku saat ini sedang fokus kepada lagu yang sedang kubuat dan akan segera dijadikan single untuk album terbaru kami.”

Rimma cemberut, ia lalu memukul bahu Yong Hwa cepat.

“Oh? Rimma-ssi, ternyata kau di sini! Oh? Ini…” tiba-tiba seorang gadis berambut pendek muncul dan ia heran melihat ada seorang bintang dihadapannya. Kedatangan gadis itu membuat percakapan Yong Hwa dan Rimma terhenti sesaat.

“Dia Jung Yong Hwa, leader dan main vokal C.N. Blue!” jawab Rimma tampak bangga.

“Oh? Ah, annyeong haseyo!” ia langsung menyapa Yong Hwa ramah. Yong Hwa pun dengan ramah langsung membalas sapaan gadis itu. “Ya ampun, aku tidak percaya melihatmu secara langsung. Kau sangat tampan!” katanya kagum.

Ya!” tegur Rimma sambil mendelik tajam, sedangkan Yong Hwa hanya tersenyum.

“Mengapa kalian ngobrol di sini? Rimma-ssi, kursi kita masih ada yang kosong ajaklah dia ngobrol bersama dan perkenalkan kepada teman-teman lainnya!”

Ani! Sudah kau kembali saja sana! Sebentar lagi aku kembali!” kata Rimma.

Gadis berambut pendek itu cemberut, “Baiklah! Hmm… Yong Hwa-ssi, nanti aku ingin foto bersama ya!” katanya lagi.

“Cepat pergi sana!” tegur Rimma lagi.

Gadis itu pun pergi, sedangkan Yong Hwa tetap tersenyum melihat ulah kawan Rimma tersebut. “Ih, untuk apa kau tersenyum?” lagi-lagi Rimma memukul bahu Yong Hwa.

Sementara itu Jong Hyun, Min Hyuk, Jung Shin, dan manajer masih menunggu kedatangan Yong Hwa yang sedari tadi pamit ke toilet.

“Kemana perginya dia? Lama sekali?” keluh Jung Shin sambil melihat-lihat ke arah toilet.

Sedang begitu, tiba-tiba ia mendengar seorang gadis yang datang dari arah toilet dan kembali duduk ke mejanya yang tidak begitu jauh dari tempat member C.N. Blue duduk berkata kepada teman-temannya, “Rimma ada di depan pintu toilet, dia sedang ngobrol. Kalian tahu dia ngobrol dengan siapa? Vokalisnya C.N. Blue itu lho!” katanya memberitakan kepada teman-temannya.

Kontan suasana di meja itu jadi sedikit riuh.

Jinjja?! Maksudmu Jung Yong Hwa?” tanya teman-temannya tak santai.

“Iya. Dia begitu tampaaannn. Oh, beruntungnya Rimma! Aku harap, Rimma mau mengajaknya duduk bersama kita!” katanya lagi.

“Oooohhhhh~~~!!”  ujar teman-temannya berbunga dan benar-benar tidak santai.

Mendengar percakapan itu, ketiga member C.N. Blue dan sang manajer membelalakan mata  dan mulut mereka menganga tak sengaja karena terkejut. Mereka seakan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

“Maksudnya, gadis bernama Rimma itu ada di sini? Dan, mereka itu adalah teman-temannya?” simpul Min Hyuk tak habis pikir.

“Ah, aku ingin melihat mereka!” Jung Shin tidak sabar dan siap beranjak dari tempat duduknya.

Ya, tunggu-tunggu!” tahan Jong Hyun.

Waeyo~~?!” tanyanya tak terima.

“Kau mau mengintip dengan wajah jelasmu seperti itu? Berkamuflase-lah sedikit! Pakai topi dan kacamata ini dan berlagak-lah seperti paparazzi!” Jong Hyun memberinya topi dan kacamata hitam yang dia bawa.

Jung Shin segera mengambil dan memakainya. Ia siap jadi paparazzi dadakan. Ia pun segera berjalan menuju ke arah toilet. Belum juga sampai ke toilet, ia sudah bisa menangkap keberadaan Yong Hwa bersama gadis yang disebut-sebut Rimma tadi. Beruntung ada spot yang cukup bagus untuk melihat yang mereka lakukan. Ia memasang kedua matanya dengan seksama, mengeluarkan ponselnya dan merekam apa yang Yong Hwa dan Rimma lakukan meskipun ia tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Yong Hwa tampak sudah akan kembali ke mejanya. Jung Shin panik, ia segera kembali pula.

“Dia kembali!” katanya ribut sambil mencopot kacamata dan topi serta langsung diberikannya kepada Jong Hyun. Jong Hyun pun buru-buru memasukkan kedua benda itu ke tempatnya semula.

“Kau dapat gambarnya?” tanya Min Hyuk tak sabar.

“Ada! Tapi tidak mungkin diperlihatkan di sini!” jawab Jung Shin sambil sibuk menata duduknya supaya terlihat tidak pernah kemana-mana.

Dari arah toilet, tampak Yong Hwa berjalan pelan menuju meja kembali sambil tersenyum karena ada beberapa orang yang menyadari keberadaannya.

Hyung, kau lama sekali! Kami menunggu jawabanmu!” kata Min Hyuk.

Mianhae! Tadi ibuku yang menelefon jadi agak lama aku berbicara padanya. Hmm… oh iya? Apakah kalian sudah selesai? Kalau sudah, bisakah kita segera tinggalkan tempat ini dan pulang ke dorm?” tanyanya.

“Kau yakin menelefon ibumu selama itu?” tanya Jung Shin dengan ekspresi datar.

Yong Hwa mengernyitkan dahi, lalu ia tersenyum. “Tentu saja! Kau ini kenapa sih? Seperti curiga kepadaku,” katanya.

Jung Shin, Jong Hyun, Min Hyuk, dan sang manajer saling menebar pandangan yang entah berarti apa. Hal itu sempat membuat Yong Hwa jadi bingung.

“Tapi kau belum menjawab pertanyaan kami soal Rimma itu!” lanjut Min Hyuk.

Yong Hwa terkekeh, “Ah, jinjja! Kalian benar-benar penasaran dengannya? Sekarang belum waktunya. Nanti akan kuceritakan, tenang saja! Netizen tidak akan mengendus soal ini kalau diantara kalian tidak ada yang membocorkannya.”

Mereka menatap Yong Hwa bingung.

“Ah, ya sudahlah kalau begitu, ayo kita pulang!” kata Jong Hyun bangkit seraya merapikan baju dan menyoren tasnya.

* * *

Seluruh member C.N. Blue sedang beristirahat di dorm. Mereka baru akan menggelar latihan di studio seperti biasa nanti sore. Yong Hwa memilih tidur siang untuk memulihkan staminanya, sedangkan Jung Shin dan Min Hyuk menghabiskan waktu dengan battle di Play Station. Sementara itu Jong Hyun asyik menelaah kunci-kunci gitar di IPad-nya sambil tiduran di sofa.

“Jung Shin-ah, apa yang kemarin kau maksud itu ada hubungannya dengan soal Yong Hwa hyung tadi?” tanya Min Hyuk pelan ditengah-tengah permainan.

“Ne! Menurutmu bagaimana? Apa Yong Hwa hyung sekarang telah memiliki kekasih dan dia adalah gadis bernama Rimma itu?” jawab Jung Shin sambil terus konsentrasi menghadap televisi.

“Aku tidak tahu! Sebenarnya aku tidak mau menduga-duga, aku ingin mendengar benar atau tidaknya itu dari Yong Hwa hyung sendiri,” kata Min Hyuk.

Jung Shin lalu mem-pause-kan permainannya, “Aku juga begitu, tapi bagaimana caranya supaya dia mau langsung berbicara kepada kita dan tidak menunda seperti ini? Supaya kita tidak penasaran dan bertanya-tanya terus!”

Min Hyuk berpikir, sementara itu Jong Hyun yang menyadari suara permainan PS The Kids tidak terdengar lagi dan hanya ada bisik-bisik suara mereka, segera mematikan Ipad-nya dan cepat bergabung bersama mereka. “Ya, kalian membicarakan soal apa? Sepertinya begitu rahasia?” katanya kemudian ingin tahu.

“Yong Hwa hyung!” jawab Jung Shin langsung. “Menurutmu, hubungan dia dengan gadis itu bagaimana, hyung?”

Molla~! Eh, kau melihat wajah gadis itu kan? Aku ingin melihatnya, bukankah kau tadi merekamnya?” kata Jong Hyun.

“Tentu!” Jung Shin kemudian mengambil HP-nya dan mengotak-atiknya. “Ini dia!” katanya siap memperlihatkan video hasil rekamannya. Namun ketika video itu diputar, hanya gambar hitam dan suara grasak-grusuk tak jelas disertai seruan dari Jung Shin yang berkata: DIA KEMBALI. Melihat hasil video seperti itu, Min Hyuk dan Jong Hyun memasang muka capek deh sambil menatap Jung Shin hampir ke puncak kekesalan. Sementara itu Jung Shin hanya bisa nyengir sambil mengucapkan kata maaf dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V. Tampaknya Jung Shin baru menekan tombol record setelah ia berlari panik karena Yong Hwa akan kembali ke meja setelah bercakap-cakap dengan gadis bernama Rimma itu.

“Ah, kau ini babo atau apa? Payah!” keluh Jong Hyun. “Sudah sekarang siap-siap, sudah waktunya latihan. Tolong bangunkan Yong Hwa-ssi!” katanya lagi seraya berjalan menuju kamar mandi.

Babo!” Min Hyuk pun menambahkan. “Matikan PS-nya, aku akan membangunkan Yong Hwa hyung!” ia pun bangkit dan berjalan menuju pintu kamar Yong Hwa.

Jung Shin menghela nafas panjang, ia lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Babo! Memang babo!” gumamnya dan kemudian segera mematikan PS.

Sejurus kemudian dorm pun disibukkan dengan persiapan pergi ke studio yang tak begitu jauh dari sana. Yong Hwa sudah kelihatan rapi dan siap berlatih.

“Hyung, aku dan Jung Shin pergi duluan ke studio ya! Kami tidak yakin studio dalam keadaan yang baik-baik saja!” kata Min Hyuk.

“Min Hyuk-ah, maksudmu kau akan mengajakku membereskannya?” tanya Jung Shin.

“Tentu! Bukankah ini sudah biasa kita lakukan? Katja!” Min Hyuk membuka pintu keluar, Jung Shin mengikutinya.

“Jong Hyun-ah!” panggil Yong Hwa ketika Jong Hyun sedang sibuk memakai sepatu.

“Ne?” ia mengangkat wajahnya.

“Hmm… bagaimana seandainya, jika ada seorang gadis yang bukan sekedar menjadi fansmu, tapi dia ingin lebih dari itu denganmu walaupun hanya sebentar?” tanya Yong Hwa tiba-tiba.

“Mwo?! Apa maksudmu?” Jong Hyun terkekeh dan menatap Yong Hwa heran.

“Ani! Aku hanya ingin tahu pendapatmu saja!”

“Tunggu, apa ini ada hubungannya dengan soal Rimma dan dirimu?”

“Ne?! Ani-ani!” Yong Hwa mengelak sambil tersenyum salah tingkah. “Kau punya jawabannya?”

Jong Hyun berpikir, “Hmm… untuk saat ini tidak! Ah, sudahlah! Ppalli-ppalli!” Jong Hyun bangkit dan siap keluar. Tak lama ia pun sudah meninggalkan Yong Hwa.

Sepeninggal Jong Hyun, Yong Hwa hanya bisa menghela nafas panjang. Ia pun segera memakai sepatunya. Selesai, ia langsung pergi. Namun ketika ia membuka pintu ia dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis yang tidak lain adalah Rimma.

“Omo?! Rimma-yah, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya kaget dan agak marah.

“Yong Hwa-yah, sudahkah kau lakukan itu?” ia bertanya dengan ekspresi memelas.

Mwo? Asshh, Rimma-yah, sekarang aku mau latihan dulu. Tenang, nanti pasti kulakukan. Aku pasti akan memberikannya dan berbicara langsung…”

Ppalli, Yong Hwa-yah! Ppalli~!” katanya hampir menangis.

“Asshhh… kau jangan menangis di sini! Sudah, sekarang kau pergi dulu! Nanti setelah aku latihan, kita bertemu di coffee shop biasa. Jika orang lain melihatmu di sini, mereka akan curiga. Cepat pergi dulu!”

“Kau juga mau keluar kan? Ya sudah, bareng saja denganku!”

Yong Hwa menghela nafas panjang. Ia kemudian menutup pintu dorm dan menguncinya, lalu berjalan mendahului Rimma yang masih berdiri di depan pintu. “Katja!” katanya kemudian. Rimma pun mengikutinya. Mereka berpisah tepat di halaman dorm. Yong Hwa menuju studio latihan, sementara Rimma menjauh menuju jalan raya. Sementara itu, dari jendela studio. Jung Shin, Min Hyuk, dan Jong Hyun memperhatikan kebersamaan mereka.

“Wah, bahaya! Dia sudah berani mengunjungi Yong Hwa hyung ke dorm,” kata Jung Shin.

Jong Hyun menghela nafas, “Sebenarnya, siapa gadis itu? Benarkah dia yang bernama Rimma?” gumamnya.

“Aku yakin, gadis itu pasti orang yang bernama Rimma!” kata Min Hyuk seraya duduk dibalik drum-nya.

Sepuluh menit kemudian, pintu studio terbuka. Yong Hwa datang dan ia langsung meraih gitarnya dan berdiri dihadapan stand mic. “Ayo langsung kita mulai!” ajaknya.

Jong Hyun, Jung Shin, dan Min Hyuk saling pandang heran, namun mereka langsung memenuhi ajakan sang leader. Seperti biasa, lagu Geek In The Pink dari Jason Mraz pun menjadi pembuka latihan mereka.

Usai latihan, Yong Hwa tidak langsung pulang ke dorm. Ia justru pamit pergi, katanya ada janji dengan seseorang. Hal itu membuat member C.N. Blue lain curiga, tapi mereka tidak bisa melarang karena itu adalah hak setiap setiap member C.N. Blue jika memiliki waktu senggang seperti ini.

“Aku ingin tahu apa yang dilakukan Yong Hwa hyung!” kata Jung Shin. “Aku ingin mengikutinya, aku ingin menjadi paparazzi lagi!”

Ya! Kau ini! Biarkan saja! Sudah kubilang, jika sudah waktunya dia pasti akan bicara pada kita. Aku yakin ini ada alasannya dan aku rasa dia tidak bermaksud menutupi!” ujar Jong Hyun.

Jung Shin pun hanya bisa diam, begitupula Min Hyuk.

* * *

Rimma menunggu kedatangan Yong Hwa dengan wajah yang terlihat sedih. Ia menggenggam sebuah foto dan menatapnya lekat. Sedang begitu tiba-tiba saja Yong Hwa sudah hadir dihadapannya dengan nafas yang sedikit terengah-engah.

“Maaf menunggu lama. Kau tidak apa-apa?” tanyanya cemas.

Rimma menatap Yong Hwa kesal, “Bagaimana aku bisa tidak apa-apa kalau kau belum melakukan hal itu? Hanya memberikan benda itu saja kau sulit sekali! Kau tahu waktu hidupku…”

“Pssstt! Hentikan!” Yong Hwa menaikkan jari telunjuknya tepat di depan muka Rimma. “Aku tahu! Lagipula, mengapa kau selalu saja berkeliaran? Hal itu membuatku cemas!”

“Karena kau belum mengabulkan keinginanku! Sedangkan aku memintamu melakukan itu sejak aku  kembali dari Kanada sebulan yang lalu! Kau jahat!” mata Rimma berkaca-kaca.

Yong Hwa menghela nafas panjang, ia mengusap mukanya. “Mianhae! Baiklah, akan kulakukan itu sekarang. Ikutlah denganku ke dorm, aku akan mengatakannya lalu kau berikan benda itu langsung padanya dan kau pun bisa mengatakan hal yang ingin kau sampaikan pada kami!”

Mata Rimma membelalak, “Jinjja?!” Yong Hwa melipat mulutnya lalu mengangguk pelan. Raut muka Rimma langsung berubah ceria, ia bangkit dari duduknya, mendekati Yong Hwa dan merangkulnya bahagia sambil terus mengucapkan terima kasih. Bersamaan dengan itu, seseorang mengabadikan pemandangan tersebut dan langsung mengunggahnya ke internet disertai dengan tulisan yang meyakinkan bahwa leader C.N. Blue tersebut kini sudah memiliki kekasih. Foto dan artikel itu diberi judul C.N. Blue Yong Hwa and The Girl Hugging at Coffee Shop. Who’s The Girl?! dan berbagai komen dari para netizen serta fans pun bermunculan di halaman itu.

Min Hyuk yang sedang asyik berselancar di dunia maya dengan laptopnya, terhenyak kaget melihat foto dan judul artikel itu. Ia lalu membuka dan membacanya. “Apa ini? Diunggah beberapa menit yang lalu? Ya Tuhan, apa yang dilakukan Yong Hwa hyung?” gumamnya. “Ya, Jung Shin-ah! Jong Hyun hyung! Lihat ini! Cepat ke sini! Ppalli!” teriak Min Hyuk tak santai.

Jong Hyun dan Jung Shin pun langsung mendekati Min Hyuk, dan ketika melihat gambar yang dimaksud Min Hyuk mereka begitu shock dan tidak mempercayainya.

“OMO! Ini benar Yong Hwa hyung? Bukankah, ini gadis yang tadi sore kita lihat bersamanya sebelum latihan?” ujar Jung Shin tak habis pikir.

Geurae! Itu gadis yang tadi. Bajunya pun sama. Baju Yong Hwa juga!” tambah Jong Hyun.

“Iya benar! Yong Hwa hyung memang tidak mengganti bajunya setelah latihan tadi. Apa gadis itu memang benar-benar Rimma ?” tukas Min Hyuk lagi.

Mereka bertiga kemudian saling tatap seraya menduga-duga. Tiba-tiba kekagetan itu pecah saat Yong Hwa datang dengan senyum yang menunjukkan sisi yang menjadi daya tariknya selama ini yaitu side teeth. Namun suasana di dorm kelihatan tak biasa, pandangan misterius terhadap dirinya ditunjukkan para member. “Ada apa ini? Mengapa kalian menatapku seperti itu?” tanyanya kemudian.

“Kemari hyung! Kau tampaknya perlu menjelaskan sesuatu kepada kami!” ujar Jung Shin. Yong Hwa mengernyitkan dahi, ia lalu berjalan mendekati ketiga member. “Jelaskan soal foto dan artikel ini!” lanjut Jung Shin sambil menunjuk layar laptop Min Hyuk.

Yong Hwa membelalak kaget, ia buru-buru duduk dan membaca apa yang ditampilkan pada layar komputer jinjing itu. “Ah, jinjja! Apa-apaan ini?” keluhnya kemudian.

“Itu benar gambar dirimu kan? Dan perempuan itu, kami melihatnya tadi sore sebelum latihan. Dia, keluar dari gedung ini bersamamu. Diakah Rimma?” Jong Hyun bersuara.

Yong Hwa menghembuskan nafasnya kencang sambil mengusap rambutnya. “Tunggu sebentar!” katanya kemudian dan kembali menuju pintu utama dorm. Sesaat kemudian ia kembali masuk dan seorang gadis mengikutinya.

Jong Hyun, Jung Shin, dan Min Hyuk terkejut melihat orang yang berada di belakang Yong Hwa. Mulut mereka menganga, mata mereka membelalak. Mereka tak percaya dengan yang Yong Hwa lakukan, yaitu mengajak seorang gadis datang ke dorm. Yong Hwa dan gadis itu kini sudah ada dihadapan mereka.

Mianhae! Selama ini, aku tidak bermaksud menyembunyikan hal ini dari kalian. Soal artikel yang baru saja beredar di internet itu, aku harap kalian bisa segera melupakannya karena kalian akan tahu cerita yang sesungguhnya.” Yong Hwa kemudian melihat Rimma. Rimma masih tertunduk malu.  Ia menyentuh bahu Rimma dan menyuruhnya berdiri sejajar dengannya sambil berkata, “Perkenalkan, ini Rimma. Dia sahabatku dan baru pulang dari Kanada, karena studi-nya sudah selesai .”

Rimma lalu menyapa ketiga member C.N. Blue itu seraya membungkukkan badan meskipun belum berani mengangkat wajah sepenuhnya, “Annyeong haseyo! Choneun Rimma-imnida. Bangapseumnida!” katanya dengan senyum simpul.

Jong Hyun dan The Kids sedikit salah tingkah, mereka pun membalas sapaan hangat dari Rimma. Mereka menatap Yong Hwa bingung. “Hyung, benar dia sahabatmu?” Min Hyuk ragu.

Yong Hwa terkekeh, “Geurae! Aku minta maaf! Sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak lama, tapi karena aku lebih fokus terhadap single yang sedang kita garap jadi aku menunda memberitahukan hal ini kepada kalian. Jong Hyun-ah, tadi aku sempat bertanya sesuatu padamu kan?”

“Ah, ne! Waeyo?”

“Hmm… Ya, jadi sebenarnya, Rimma… dia, dia adalah fans beratmu, Jong Hyun-ah!” lanjutnya sedikit tersendat.

MWO?!” ketiga member C.N. Blue itu kompak terkejut. “Naega?!” Jong Hyun tak percaya. Rimma tersenyum sambil menatap Jong Hyun. Sementara Jong Hyun merasa tak percaya dan tiba-tiba saja rasa malu menyusupinya. “Ah, gamsahamnida!” katanya kemudian sambil membalas senyuman Rimma meskipun masih sedikit canggung.

“Tapi, seperti yang aku tanyakan padamu tadi sore. Bagaimana seandainya, jika ada seorang gadis yang bukan sekedar menjadi fansmu, tapi dia ingin lebih dari itu denganmu walaupun hanya sebentar?” Yong Hwa mengulang pertanyaannya tadi sore.

Jong Hyun justru kebingungan, terlebih Jung Shin dan Min Hyuk. “Tapi, aku sungguh tak mengerti dengan maksudmu ini. Aku bingung!”

Ne-ne, aku mengerti! Aku akan menjelaskannya. Begini, Rimma adalah sahabatku sejak kecil. Dia tinggal di Seoul, tapi selama ini dia sekolah di Kanada dan karena telah selesai maka dia kembali ke Korea. Bisa dikatakan, Rimma adalah Boice. Karena dia memang selalu mendukung band kita ini, selalu membeli setiap album yang kita rilis, dan tentunya dia memiliki salah satu member yang paling disukainya. Dan itu adalah kau Jong Hyun-ah!”

“Tapi, mengapa kau tidak memberitahu kami sejak awal kalau Rimma ini sahabatmu? Kalau kami tahu sejak awal, tentu kecurigaan dan dugaan-dugaan kami terhadapmu dan Rimma-ssi tidak akan klimaks seperti ini!” tambah Jung Shin kemudian.

Mianhae! Aku tidak mengatakannya karena aku rasa ini tidak penting, tapi setelah tahu bahwa Rimma mengalami sesuatu yang sangat menyakitkanku, aku baru menyadarinya. Sayangnya, karena kesibukan kita menggarap single sejak sebulan yang lalu aku pun sedikit melupakannya dan puncaknya adalah ketika Rimma menitipkan ini padaku!” Yong Hwa mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jaketnya. “Ini untukmu Jong Hyun-ah! Maaf aku belum sempat memberikannya padamu. Ambillah!”

Jong Hyun heran, perlahan ia pun menerima kotak itu dari Yong Hwa. “Oh, gamsahamnida… Hmm… Rimma-ssi!” katanya.

Rimma kembali tersenyum dan tak hentinya menatap Jong Hyun. “Jong Hyun-ssi, Jung Shin-ssi, Min Hyuk-ssi. Mianhae! Karena aku, Yong Hwa telah membuat kalian cemas dan curiga membuat skandal yang bisa merusak popularitas C.N. Blue. Kalau saja waktuku masih lama ada di dunia ini, aku tidak akan membuat Yong Hwa pusing dengan permintaanku yang sebenarnya tidak seberapa ini. Aku memiliki leukemia. Aku tak tahu aku bisa berdiri di bumi ini sampai kapan. Maka ketika Yong Hwa akan mengabulkan permintaanku yang sudah kuutarakan sejak aku datang ke sini sebulan lalu, aku sangat senang dan aku tak menyangka karena kebahagiaanku itu bisa menimbulkan berita yang cukup membuat kalian gerah. Di sisa aku membuka mata, aku ingin bertemu langsung dengan Jong Hyun-ssi. Memberi dan melihatnya mengenakan kalung yang kuberikan. Kalau pergi bersama ke suatu tempat hanya berdua saja tidak memungkinkan. Cukup pelukan hangat saja selama sepuluh detik. Hanya itu permintaanku,” Rimma mulai berkaca-kaca.

Yong Hwa mengusap-usap pundak sahabatnya itu. Jong Hyun menatap Rimma sedih disertai bingung dan perasaan lain yang bercampur. Jung Shin dan Min Hyuk pun menyaksikan yang ada dihadapannya tak percaya. Jong Hyun melirik Yong Hwa, Yong Hwa memberi kode kepadanya supaya segera membuka benda yang dipegangnya. Jong Hyun paham, ia lalu membuka kotak yang Yong Hwa berikan padanya tadi. “Rimma-ssi, terima kasih kau telah menjadi fansku. Aku merasa tersanjung. Dan, aku paham perasaanmu. Sebagai realisasi dari ucapan terima kasihku itu, aku akan mencoba mengabulkan keinginanmu.” Jong Hyun tersenyum.

“Tapi aku harap, itu bukan karena kau kasihan padaku!” ujarnya lagi disertai derai air mata.

“Tentu tidak! Itu kulakukan sebagai ucapan terima kasih dan karena kau adalah sahabat Yong Hwa-ssi. Menyenangkan hatimu berarti menyenangkan hati Yong Hwa pula. Hmm… Min Hyuk-ah, tolong abadikan prosesi ini!” Min Hyuk dengan cepat mengambil kamera pocket yang tergeletak di dekat laptopnya. “Pakaikan ini padaku!” katanya kemudian sambil menyodorkan kotak terbuka yang berisi kalung itu kepada Rimma. Rimma menatap Jong Hyun ragu, tapi tatapan dan senyuman Jong Hyun meyakinkannya. Ia pun segera memakaikan kalung darinya kepada Jong Hyun.

“Bolehkah aku memelukmu?” tanyanya kemudian usai memakaikan kalung itu.

“Tentu!” jawab Jong Hyun cepat dan terus tersenyum.

Rimma pun langsung memeluknya cepat dan menangis sesegukan dipelukan Jong Hyun. “Gomawoyo! Gomawoyo! Gomawoyo Jong Hyun-ssi!”

“Ne! Be calm! I’m with you, now!” bisik Jong Hyun lirih.

Rimma semakin menguatkan pelukannya kepada Jong Hyun. Yong Hwa, Jung Shin, dan Min Hyuk pun ikut senyum bahagia meskipun dibalik itu ada kepiluan yang menjulang tinggi.

Cianjur,

 January 08, 2012

2:38 PM

 

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

One thought on “[LombaFF] I’m With You

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s