[LombaFF] LIFE IS UNPREDICTABLE

Author : Dewi Rahmawati (de’kyuri)

–          Twitter : @Mrs_ChoSeungJae

–          FB : Dewi Rahmawati

–          Blog : hankyude.wordpress.com

 

Rating : G

 

Length : Oneshoot

 

Genre : Romance slight, Fantasi

 

Cast :

–          Jung Yonghwa

–          Lee Jonghyun

–          Kang Minhyuk

–          Lee Jungshin

–          Hwang Hee-gi (OC)

–          Others (OC)

 

Disclaimer : All characters belong to God. But Min-Gi is mine😄

Plot is mine, The story is mine too.

 

Note :

 

Annyeong ^^

Aduh mau ngomong apa ya? Hahaha bingung😛

FF ini FF fantasi, jadi ada makhluk diluar nalar. FF ini terinspirasi dari film twilight saga jadi kalo jenis makhluknya sama mohon dimaklum. Tapi tenang aja ceritanya beda kok dari twilight J))

Moga ff ini berkenan dihati para pembaca sekalian😀

Mohon maaf jika banyak typo dan ketidak sukaan para reader pada tokoh yang saya gambarkan ^^

Jika kalian suka tolong comment suka :DD

Selamat membaca BOICE ^^

Happy Anniversary buat Blog ini dan Cn Blue tentunya ^^

Semoga sukses selalu dan makin banyak penggemarnya

 

 

CHECK IT OUT ^^

 

 

Kau tak akan bisa tahu apa yang akan terjadi padamu dalam hidup ini, kau tidak akan pernah tau hal-hal apa saja yang akan menghampirimu, karna banyak hal dalam hidup yang tak bisa kau mengerti… because Life is unpredictable…

 

=========================LIFE IS UNPREDICTABLE======================

 

—Heegi POV—

Aku Hwang Heegi, aku bukanlah gadis cantik. Aku sangat pemalu dan tidak mudah berbaur dengan suasana baru. Hal itu lah yang menyebabkan aku tak begitu banyak memiliki teman.

“Umma aku akan melihat-lihat rumah ini dulu” ujarku. Ini rumah baruku, rumah ini bergaya belanda kuno satu-satunya di Seongnam, rumah ini berbatasan dengan hutan dan bukit. Ukiran-ukiran khas eropa menghiasi rumah ini. Rumah ini agak jauh dari rumah lainnya, jujur saja aku tidak suka letaknya yang tak strategis. Kulangkahkan kakiku menuju lantai dua dan mendekati sebuah jendela yang terlihat sangat unik. Jendela ini menghadap kearah belakang rumah dan menampakkan hamparan hutan dan bukit yang cukup luas. “Apa umma serius dengan rumah ini? Rumah ini seperti rumah tarzan saja, sendirian di tengah hutan” WUZZZZZ tiba-tiba saja mataku menangkap bayangan orang yang bergerak melebihi kecepatan angin. “Apa itu tadi? Ahh mungkin aku salah lihat” ujarku kembali kebawah.

***

Ini hari pertamaku sekolah di Seongnam High School. Umma mengantarku lalu pamit untuk bekerja. Umma adalah seorang pengamat lingkungan, dia sangat jatuh cinta pada makhluk yang namanya tumbuhan. Sedangkan ayahku? Entahlah~ aku tak pernah melihatnya sejak kecil.

“Hei, kau! Apa kau anak baru?” tanya seorang yeoja padaku. Aku hanya mengangguk untuk menjawabnya. “Aku Park Chan Rin, annyeong kurasa kita bisa jadi teman” ujarnya tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Kujabat tangannya dan balas tersenyum. “Kau sekelas denganku kan? Ayo kita ke kelas” ajaknya. BRUKK

“Aww kau tak punya mata ya?” ujarku marah saat seseorang menabrakku dan menjatuhkan buku-bukuku.

“Kau yang tak punya mata” ucap orang itu sangat dingin dan menusuk. Kutatap orang itu dengan pandangan tak sukaku, namun mengapa rasanya mataku tak bisa bergerak dari wajah indahnya. Orang itu memiliki rahang kotak yang sangat tegas. Ketegasan garis wajahnya membuat ia terlihat sangat dingin dan tak berperasaan. Matanya sangat tajam menusuk, wajahnya seperti pualam yang sangat halus seakan tanpa cacat. Orang itu berjalan meninggalkanku tanpa menatapku. ‘orang aneh’ pikirku

***

—Author POV—

Heegi menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah rumahnya. Kali ini ia hanya sendiri, ya sendiri di rumahnya yang sangat besar. KREKKK tiba-tiba terdengar suara decitan kayu usang dari lantai dua rumahnya.

“Suara apa itu?” Heegi bangun dari duduknya dan beranjak memeriksa apa yang terjadi di atas sana. TAP TAP TAP terdengar langkah kaki dari loteng rumahnya. Heegi menelan air liurnya, ia mengambil stick baseball dan memberanikan diri naik keatas lotengnya. Satu anak tangga, dua anak tangga, tiga anak tangga, hingga ia hampir sampai di atas. Terlihat bayangan seseorang dari dalam loteng rumahnya, ia mengumpulkan nyalinya dan bersiap dengan stick baseball ditangannya. Ia menghitung dalam hati dan melompat kedalam loteng. BRAKK suara lompatannya terdengar nyaring namun tak ada seorang pun yang tertangkap matanya di loteng itu. “Aneh, tadi jelas-jelas aku mendengar suara dan melihat bayangan seseorang. Aku tidak mungkin berhalusinasi kan?” tanyanya pada dirinya sendiri. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan, tak ada siapa pun disana namun ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Sebuah buku usang tergeletak dengan halaman yang terbuka. Ia mengambil buku itu dan membawanya kebawah. Setelah bayangannya menghilang dari tempat itu seseorang muncul menatap punggungnya yang semakin menjauh.

“Kenapa kau membawa buku itu? Sekarang bagaimana bisa aku menebus semuanya?” orang itu menunduk dengan raut wajah yang tak bisa diartikan lalu menghilang.

 

>> Di Kamar

Heegi membawa buku yang ia temukan di loteng tadi menuju kamarnya. Dibukanya halaman pertama dari buku itu. Halaman pertama dalam buku menampakkan baris-baris kalimat yang ditulis tangan oleh seseorang. Ia membacanya dengan hati-hati.

“Aku terus berusaha agar menemukan bagaimana caranya untuk membangunkanmu dalam tidurmu. Aku terus berusaha agar kau bisa bangun karna usahaku bukan karna usaha Hydra.Kau tau betapa sangat aku mencintaimu? Rasanya saki sekali saat tidak bisa melihatmu disisiku, rasanya sakit sekali menahan perasaan ini tanpa mempberitahukannya padamu. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Hyden”

Ditutupnya buku itu dan dipeluknya erat. Wajahnya tersirat keheranan yang amat sangat.

‘Buku apa ini?  Bangun dari tidur? Siapa itu tuan Hyden dan Hydra?’ banyak pertanyaan bergulat dalam pikirannya. Tak ambil pusing ia pun memutuskan untuk tidur. Diletakkannya buku itu dibawah bantalnya. Tanpa disadari oleh tubuh terlelap Heegi seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menatapnya yang sedang tertidur.

“Kau akan membuat semuanya jadi sulit…Huff” terdengar desahan napas panjang dari orang itu.

***

—Heegi POV—

“Hei Heegi, kesini” panggil Chanrin padaku. Gadis itu selalu saja bersemangat. Ini jam istirahat, aku duduk bersamanya untuk menikmati makananku.

“Hei Chanrin, kau warga lama bukan?” tanya Heegi.

“Ya begitulah, wae?” tanyanya seraya menggigit roti isinya.

“Kau tau siapa pemilik rumahku sebelumnnya? Rumah bergaya belanda diperbatasan hutan Seongnam” tanyaku antusias.

“Tidak juga, tapi setauku rumah itu sudah kosong sejak lama sekali. Wae? Kau diganggu roh halus?” tanyanya penasaran.

“Aniyo, aku hanya penasaran dengan orang bernama Hyden dan Hydra” ucapku santai. SINGGG dua pasang mata kurasakan menatapku saat aku menyebutkan nama itu. Satu diantaranya adalah milik namja bernama Jonghyun itu. Ia menatapku tajam seakan ingin memakanku. Seorang namja menarik tanganku.

“Ikut aku” ucapnya seraya membalas tatapan tajam Jonghyun sama mematikannya.

“Eodiya?” tanyaku. Namun ia tak menjawabnya hanya terus menarik tanganku.

 

>>Di halaman Sekolah

“Darimana kau tau tentang Hyden dan Hydra?” tanyanya to the point seraya mencengkran bahuku.

“A..a..ku..” aku tergagap akan tatapan nanarnya yang menusuk mataku. Namja ini, ia memiliki wajah yang lembut. Matanya sangat teduh, garis wajahnya lebih lembut dari pada milik Jonghyun.

“Yonghwa” panggil seorang yeoja padanya. Namja yang dipanggil Yonghwa tadi melirik yeoja itu dan melepaskan cengkraman tangannya di bahuku. “Mungkinkah dia?” tanyanya pada Yonghwa. Yonghwa menggeser bola matanya menemukan sepasang bola mataku.

“Entahlah Hara aku tidak tau, tapi kau lihat kan para ‘lintah’ itu tak bergerak?” ujar Yonghwa pada yeoja bernama Hara itu. Hara hanya mengangguk. Yonghwa menatapku lagi.

“Jawab pertanyaanku yang tadi” ucapnya dingin.

“Buku, aku menemukan sebuah buku seperti sebuah catatan harian. Dalam buku itu ada nama Hyden” jawabku cepat.

“Buku? Kau membawanya?” tanyanya.

“Ada di dalam tasku” jawabku.

“Ahh shit!!” Yonghwa berlari diikuti Hara dibelakangnya. Mereka berlari sangat cepat sepertinya menuju kelasku.

 

>>Di kelas

Yonghwa terlihat sedang bersitegang dengan Jonghyun. Mereka berdua langsung menatapku saat aku memasuki ruangan kelas. Yonghwa menghampiriku.

“Kau yakin kau bawa buku itu?” tanyanya.

“Ne” jawabku singkat.

“Eodiya? Tidak ada di dalam tasmu?” kali ini Jonghyun berbicara.

“Jinja?” tanyaku mendekati kursiku dan mencari-cari buku itu dan benar saja, buku itu tidak ditemukan dimana pun. Kembali kuingat dimana kuletakan buku itu. “Aku tidak tau dimana buku itu, aku yakin sudah kubawa. Tapi tidak ada” ujarku.

“KAU!! KAU PASTI SUDAH MENGAMBILNYAKAN? DASAR ‘LINTAH’!!” Yonghwa mencengkram kerah seragam Jonghyun.

“CIH!! Pikiranmu jelek sekali ‘Anjing’!!” Jonghyun memasang wajah cool-nya tak memperdulikan Yonghwa yang telah diambang kesabarannya. Yonghwa melepaskan kerah baju Jonghyun seakan melemparkannya. Jonghyun mengeluarkan evil smirk-nya “Apa kau begitu yakin gadis itu adalah yang terpilih?” tanya Jonghyun. “Sampai sekarang kita masih hidup berdampingan bukan? Baik Hyden maupun Hydra belum keluar dari persembunyiannya. Kau pikir mereka tak akan tahu?” Jonghyun seakan mengompori Yonghwa. Tubuh Yonghwa bergetar hebat, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga urat-uratnya terlihat dengan jelas.

“Yonghwa, sabar” Gadis bernama Hara itu seakan memperingatkan.

 

“YEOROBUN KITA AKAN STUDY TOUR KE HUTAN SEONGNAM!!” tiba-tiba Chanrin masuk sambil berteriak. Seketika tubuhnya seakan beku saat melihatku ada diantara Yonghwa dan Jonghyun. Dua pria yang sangat digemari para yeoja di sekolah ini. “Apa aku mengganggu?” tanyanya agak takut.

“Kelihatanya ini akan menarik, jika dia yang terpilih maka Hydra dan Hyden pasti akan bangkit ketika yang terpilih mendekati hutan mereka” Jonghyun meninggalkan tempatnya.

“Kapan study tour dilaksanakan?” tanya Yonghwa pada Chanrin.

“Lusa sepertinya” jawab Chanrin.

“Perhatikan matamu Hara” ucap Yonghwa ikut meninggalkan tempatnya tanpa menatap orang yang ia ajak bicara atau aku korban yang ia tarik tangannya.

***

Hari ini tepat pelaksanaan study tour ke hutan Seongman. Langit terlihat sangat tidak mendukung.

“Sepertinya akan hujan” ujar Chanrin padaku.

“Mudah-mudahan tidak” sahutku. Aku dan Chanrin memasukki bis yang telah ditentukan. Seorang gadis bermata tajam, berwajah cantik namun terlihat sangat sadis memperhatikanku dari kursinya, gadis disebelahnya sama cantiknya ia tersenyum padaku. Tak terasa aku balas tersenyum padanya. “Siapa dua gadis dibelakang itu?” tanyaku pada Chanrin.

“Yang tersenyum namanya Sungra dan yang berwajah jutek namanya Yeonran. Mereka komplotan Jonghyun, termasuk namja imut disebelah Sungra. Namanya Minhyuk” jelas Chanrin.

“Minhyuk?” Kutengokkan kepalaku pada namja yang dimaksud Chanrin. Ia menatapku dengan tatapan yang tak dapat kuartikan. Entah ia sedang marah, sedih, atau benci padaku.

 

>> Hutan Seongnam

Semua murid berhamburan melaksanakan tugas mereka. Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh songsaengnim, kami dibagi beberapa kelompok dengan anggota 7 orang. Entah sial atau beruntung aku satu kelompok dengan Yonghwa, Jonghyun, Sungra, Hara, Minhyuk, dan gadis yang berwajah sadis itu, Yeonran. Bahkan aku terpisah dari Chanrin.

“Kita akan mulai darimana?” tanyaku memecah kesunyian.

“Kau ingin mulai dari mana?” gadis bernama Sungra itu bergerak dengan sangat lincah mendekatiku dan merangkulku.

“Jauhkan tanganmu dari gadis itu ‘lintah’!!” ujar Hara mendesis.

“Hara!!” bentak Yonghwa.

“Wae? Kenapa kau melarangku? Bukankah ini tugas kita? Pisahkan perasaan pribadimu dengan tugas. Lagipula mana mungkin kau bersatu dengan ‘lintah’ yang satu ini” cibir Hara menunjuk Sungra.

“Ketika cinta datang siapa yang bisa menghalanginya? Meskipun berbeda, meskipun menyakitkan, tapi kita tak mampu untuk mencegahnya datang” Minhyuk berbicara seraya menatapku lembut. Minhyuk namja yang sangat berbeda dibandingkan kedua namja lainnya. Wajahnya mirip seorang yeoja, matanya sangat lembut, bibirnya mungil, garis wajahnya paling halus jika dibandingkan Yonghwa ataupun Jonghyun.

“Kau melankolis sekali Minhyuk” Yeonran bersuara. Benar-benar terasa ketegangan diantara mereka berenam bahkan oleh mata orang awam sepertiku. RAWRRRR

“Awas!!” tiba-tiba Minhyuk menarikku kepelukannya hingga terjatuh. Dua ekor srigala raksasa berbulu coklat tanah berdiri dihadapanku seakan ingin menerkamnku atau memang itulah tujuan mereka. Jonghyun dan teman-temannya mengambil sikap kuda-kuda, mereka mengeluarkan taring tajam dari sela-sela gigi mereka. “Maaf kau harus melihat” Minhyuk bangkit dan bergabung bersama Jonghyun. Ia juga mengeluarkan taring tajamnya.

“Jungshin Chan-young!! Hentikan!!” teriak Yonghwa. Dua srigala besar itu diam dan sedikit lebih tenang. Mereka masuk ke dalam hutan dan keluar kembali sebagai manusia. BUKK namja berambut gondrong yang keluar dari dalam hutan itu meninju wajah Yonghwa.

“KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN?? BERMAIN DENGAN ‘LINTAH’??” namja itu melemparkan pandangan merendahkannya pada kelompok Jonghyun. Jonghyun membalas tatapannya seakan berkata ‘Kau pikir kau siapa berani melihatku seperti itu?’. Namja berambut gondrong itu bergetar hebat, namun Hara menahannya.

“Jungshin kendalikan emosimu” ucapnya. JLEGERR langit bertambah gelap, kilat-kilat seakan berperang siapa yang paling keras. Semua orang memperhatikan perubahan langit. Awan hitan berkerumun menjadi satu, dan kilat-kilat menampakkan cahayanya serta gemuruh suaranya yang menyeramkan.

“Ternyata benar dialah yang terpilih!!” Jonghyun dan kelompoknya berusaha mendekatiku namun, Yonghwa dan kawanannya lebih cepat. Mereka berubah menjadi srigala besar dan bertaring tajam. Srigala yang kuingat adalah namja bernama Jungshin itu menghadang Jonghyun dan kelompoknya sendirian. Yonghwa mendekatiku, ia menggendong tubuhku dan berlari menjauhi pertempuran. Yonghwa terus berlari sangat cepat, seakan terbang. Kupandangi wajah Yonghwa, wajahnya terlihat sangat serius. Terdengar bunyi aungan srigala dari balik bahu Yonghwa. Kuberanikan melirik apa yang terjadi dibelakang. Tiga ekor srigala raksasa itu membuntuti diikuti Jonghyun dan kelompoknya. Kuperhatikan jalan didepanku.

“Yonghwa jurang!!” teriakku seraya menutup mataku. Kurasakan Yonghwa tak memperlambat larinya, ia malah mempercepat larinya dan WUZZZZZZ terpaan angin terasa amat keras dan kencang diwajahku. Yonghwa melompati jurang itu menuju sisi hutan lainnya.

“Sampai kapan kau akan memandangiku?” tanyanya tanpa menatapku ketika kami sampai disisi hutan lainnya. DUG DUG DUG dentuman kaki-kaki srigala yang mendarat terdengar amat nyaring. Aku tak mampu menguasai diriku sendiri, kakiku terasa sangat lemas. Semuanya terasa berputar-putar dalam otakku. Dan….. BLANK

***

—Author POV—

“Berhenti!!” perintah Jonghyun pada kelompoknya. “Dasar ‘anjing’ berengsek!! Mereka menjebak kita!!” Jonghyun melayangkan tinjunya pada sebatang pohon hingga pohon itu tumbang. “Kembali ke wilayah kita” Jonghyun bergerak cepat hingga terlihat menghilang. Semua mengikutinya satu-persatu.

“Minhyukie, ayo jalan” ajak Sungra pada tubuh Minhyuk yang mematung. Minhyuk menatap jurang itu kemudian berbalik mengikuti kelompoknya.

 

>>Vampire’s Area

“Sial!! Jika kita bisa mendapatkan Yang Terpilih dan menyerahkannya pada Hyden maka kita akan berhasil menguasai bumi ini. Tidak akan ada lagi Wirewolf yang ada hanya Vampire” terang Jonghyun.

“Kenapa kita tidak mempergunakan Yang Terpilih sebagai batu loncatan untuk mengembalikan kita seperti semula? Apa kau ingin tetap menjadi seorang vampire yang menjijikan? Vampire yang memakan darah manusia untuk bertahan hidup?” usul Minhyuk.

“Aku setuju dengan Minhyuk, tidak kah kalian merindukan kehidupan lama kalian menjadi manusia? Memiliki anak, berdarah panas, memiliki kulit yang cerah, bisa bersemu merah. Aku benci malam itu” ucap Sungra

 

—Flash Back—

JLEGERR kilat bergemuruh diangkasa, angin berhembus kencang, awan hitam berkerumun menutupi cahaya yang memasukikota. Ditengah hutan kelam, dua orang namja bersetigang. Mereka melancarkan serangan masing-masing untuk melumpuhkan lawannya. Delapan anak muda yang sedang melakukan observasi lingkungan tengah melihat pertempuran sengit itu hingga pertempuran berakhir seri.

“Hey Hydra!! Pertempuran ini tidak akan pernah habis!” Namja berjubah hitam dengan taring itu berbicara pada namja dengan jubah coklat.

“Kita buat kutukan!! Suatu hari nanti akan ada seseorang yang terpilih untuk bisa menyelesaikan pertempuran ini, orang itu bisa menjadikan kita bersaudara atau malah akan menjadi senjata penghancur bagi salah satu dari kita” ucap namja berjubah coklat itu.

“Dan sebelum orang itu ditemukan akan kami kutuk siapa pun orang yang melihat pertempuran ini menjadi kaum kami. Mereka akan terus bertengkar hingga orang yang terpilih itu datang dan menghentikannya” lanjut namja berjubah hitam.

“Aku Hydra akan mengutuk kalian yang mendengar kutukanku menjadi manusia srigala yang akan bertugas melindungi orang terpilih sampai aku bangkit dikehidupan keduaku” Hydra melayangkan cahaya coklat keangkasa.

“Aku Hyden akan mengutuk kalian yang melihat cahaya hitamku untuk menjadi manusia berdarah dingin yang akan membantuku mencari orang yang terpilih dan menyerahkannya padaku hingga aku bangkit dikehidupan keduaku” Hyden menembakkan cahaya hitamnya ke angkasa. Cahaya Hydra dan Hyden bersatu dilangit dan mereka pun melebur menjadi satu lalu menghilang. Delapan anak muda yang melihat kejadian itu mendadak merasakan panas yang amat sangat pada tubuh mereka. Mereka berteriak kesakitan seakan ajal akan menjemput mereka.

“ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH”

—Flash Back End—

 

“Aku benci menyadari bahwa saat itu aku melihat cahaya hitam Hyden. Aku selalu berharap aku mendengar kutukan dari Hydra dan berubah menjadi Wirewolf bukan Vampire” ucap Sungra meninggalkan ruangan itu.

“Kau ingin berkhianat pada Hyden, huh?” tanya Yeonran. Namun, Sungra melenggang pergi.

***

—Heegi POV—

Aku membuka mataku dan mendapati tubuhku berbaring diatas sebuah ranjang. Kukerjapkan mataku berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan hingga mataku terbiasa.

“APA MAKSUDMU HAH!!” seseorang berteriak dari luar kamar ini. Kuintip apa yang sedang terjadi  hingga mataku menangkap sosok empat orang yang amat kukenali wajahnya sedang berkumpul.

“AKU BILANG AKU TIDAK AKAN MENYERAHKAN GADIS ITU PADA HYDRA!!” Yonghwa berteriak pada namja bernama Jungshin.

“KAU INGIN BERSAMA YEOJA BUSUK ITU HAH?!!” Hara bangkit dari duduknya dan mendorong dada Yonghwa cukup keras. Dorongan itu sama sekali tidak berpengaruh apa-apa pada Yonghwa.

“BERHENTI MEMANGGILNYA YEOJA BUSUK ATAU….” Yonghwa mengepalkan tangannya di depan wajah Hara.

“Atau apa? Kau ingin memukulku!!! Kau ingin memukul temanmu demi vampire busuk yang membunuh orang tuamu?!! IYAKAN?!” Hara menekankan kata-katanya.

“Berhenti sebelum aku kehilangan kesabaranku!!!” Yonghwa tidak berteriak namun nadanya terdengar berbahaya.

“Sudahlah kenapa kalian malah saling bertengkar, kenapa kita tidak mendengarkan alasan Yonghwa sebelum kalian berpikir macam-macam tentang keputusannya” ucap yeoja yang aku yakin adalah orang yang dipanggil Chan-young sebelum ini.

“Aku tidak akan menyerahkan yeoja itu pada Hydra. Kalian semua tau apa kutukan yang dibacakan oleh Hyden dan Hydra malam itu. Dengan jelas mereka membuat kutukan itu dan menciptakan Yang Terpilih sebagai senjata penghancur. Kalian pikir apa yang akan terjadi padanya, pada kita, pada dunia, jika mereka kembali berkelahi? Kita semua akan musnah. Apa kalian yakin kalian bisa hidup selamanya?” tanya Yonghwa pada mereka. “Dia harusnya digunakan untuk membalikan keadaan. Membunuh Hyden dan Hydra serta mengembalikan kita semua seperti semula. Agar tidak ada lagi makhluk yang namanya Wirewolf ataupun Vampire. Ini bukan hanya karna Sungra, kalian tau aku dan Sungra sudah memiliki hubungan khusus sebelum malam itu terjadi. Bisakah kalian melihat sudut pandangku?” tanya Yonghwa frustasi. Ia membanting tubuhnya ketembok dan duduk bersandar dengan kepala menunduk. Semua tampak berpikir keras, hingga Chan-young menghampirinya.

“Pikiran, molekul tubuh, serta cara hidup kita mungkin telah berubah. Tapi siapa yang tau tentang cinta, iyakan? Setelah seratus tahun berlalu, setelah banyaknya perbedaan yang timbul serta tembok besar yang menghadang, cinta masih bisa bersemayam dengan baik. Aku mendukungmu Yonghwa!!” ia menepuk bahu Yonghwa. Yang lain tersenyum dan mendekati Yonghwa.

“Bisakah para vampire itu berpikiran sama denganmu?” tanya Jungshin.

“Kita dulu bersahabat bukan? Coba kita gali lebih dalam hati mereka. Aku yakin baik Jonghyun maupun yang lainnya masih memiliki hati seperti yang dulu” ujar Yonghwa.

“Apa yang kalian bicarakan? Tolong jelaskan padaku” ucapku mengganggu aktifitas mereka.

***

“Apa yang kau lakukan sendirian disini?” sebuah suara mengejutkanku.

“Kau” kataku terkejut melihat orang yang ada dihadapanku. Ia mendekat kearahku. “Berhenti jangan mendekat” kataku agak takut.

“Kau takut?” ia menampakkan senyum separuhnya. ‘apa-apaan namja ini, kenapa ia misterius sekali’ pikirku. “Jika kau takut, harusnya kau jangan berjalan-jalan ke daerah netral tanpa pengawasan dari srigala-srigala itu” katanya tertawa tipis.

“Kenapa kau ada disini?” tanyaku padanya. Ia menatapku tajam, ia mendekatkan wajahnya kearahku.DEGG wajah ini, napas ini, kenapa rasanya sangat familiar. “Kau?! Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyaku tanpa menjauhkan wajahku.

“Kau merasa pernah mengenalku?” tanyanya balik. Ia menjauh dan bersandar di salah satu batang pohon melipat tangannya di depan dada menatapku tetap mempelihatkan senyum manisnya.

“Aku rasa kau adalah orang yang selalu mengikutiku. Kita pernah bertemu sebelumnya di rumahku yang dulu. Kau pernah menunjukkan wajah itu dihadapanku. Kau pernah bilang padaku untuk hidup dengan benar dan jangan mati, benarkan?” kataku mengingat semuanya.

“Ingatanmu cukup baik. Padahal itu terjadi 5 tahun silam”  katanya.

“Kenapa kau mengikutiku? Kenapa kau mengawasiku? Apa kau sudah tau bahwa akulah orang yang terpilih itu?” tanyaku beruntut.

“Ya, kau benar” katanya. Ia menundukkan wajahnya tak menatapku.

“Darimana kau tau semuanya? Dan kenapa kau tidak memburuku jika kau sudah tau semuanya?” tanyaku lagi.

“Mungkin kau sudah mendengar cerita tentang Hyden dan Hydra dari para srigala-srigala itu iyakan?” tanyanya dan aku hanya mengangguk. “Rumah yang kau tempati sekarang adalah rumah yang pernah ditinggali Hyden dan Hydra. Buku yang kau temukan di loteng waktu itu adalah buku catatan Hyden. Dalam buku itu tertulis berbagai hal tentang Hyden. Dan sebelum Hyden melebur ia memantrai bukunya untuk mencarimu” lanjutnya.

“Mencariku?” tanyaku heran.

“Aku bisa menemukanmu karna buku itu akan menulis apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat pertama aku menemukan buku itu, pertama aku tahu bagaimana cara kerjanya, saat itulah aku tau kau yang terpilih” ujarnya mendekatiku.

“Jika kau tau apa yang terjadi selanjutnya dari buku itu, kenapa kalian masih memperebutkanku? Harusnya kau pasti akan tahu bagaimana akhirnya. Dan kenapa kau tidak menangkapku saat itu? Kau malah bilang padaku untuk hidup dengan baik, bagaimana aku bisa hidup dengan baik sekarang, hah?! Dan kenapa mereka masih mencari buku itu” ujarku kesal.

“Karna buku itu hanya akan mulai terisi jika kau memikirkan sesuatu tentang masa depanmu dan aku tidak memberitahukannya pada kelompokku tentang buku itu” jawabnya. “Karna aku…” ia mendekatiku, menyentuh wajahku dengan tangan dinginnya membentuk sebuah senyuman diwajahku. “Aku tidak ingin kehilangan senyum ini” ucapnya.

“Apa maksudmu?” tanyaku heran.

“Perlukah aku memberitahumu?” tanyanya balik. “Yang perlu kau tau, aku tidak ingin membuatmu jadi senjata penghancur. Aku ingin kau menjadi sesuatu yang bisa mengembalikan semuanya ke keadaan semula. Aku ingin kau bisa menyatukan kami berdelapan lagi, aku ingin kau bisa mengembalikan kami menjadi manusia, aku ingin kau bisa menghilangkan Hyden dan Hydra saat bulan purnama nanti” ucapnya.

“Bagaimana caranya? Bagaimana caranya bisa membantu? Aku tidak mengerti sama sekali apa yang terjadi saat ini” aku benar-benar frustasi dengan kepercayaan besar yang diberikan padaku.

“Buku itu, pasti ada caranya dalam buku itu.Adasebuah halaman yang ditulis dengan simbol-simbol yang tak kumengerti. Mungkin saja itu kuncinya” Minhyuk berpendapat.

“Tapi buku itu hilang, aku tidak tau ada dimana buku itu” ujarku putus asa.

“Ada, aku mengambilnya dari tasmu dan kuletakkan kembali dalam loteng rumahmu” sahutnya.

“Jadi kau yang mengambil buku itu dan kau juga orang yang sering keluar masuk rumahku sembarangan?” tanyaku tanpa perlu jawaban darinya karna aku tahu pasti jawabannya iya.

“Pegang tanganku, kita ambil buku itu lagi”

***

—Author POV—

“Kalian kehilangan Heegi? Bagaimana bisa? Bagaimana kalau ia ditangkap oleh para vampire itu?” tanya Yonghwa pada Hara dan Chan-young.

“Lebih baik sekarang cepat ketempat para vampire itu sebelum mereka melakukan hal yang tidak-tidak pada yeoja itu” ujar Jungshin. Mereka segera bergegas menuju perbatasan antara daerah netral dan daerah para vampire. “Jonghyun keluar kau!! Kembalikan Yang Terpilih pada kami!!” teriak Jungshin. Jonghyun beserta kedua yeoja kelompoknya keluar dan mendekati daerah perbatasan mereka.

“kenapa kau berteriak teriak tidak sopan dan menuduh hal yang tidak-tidak pada kami hah?” Jonghyun mendekati Jungshin dan mencengkram kerahnya. Jungshin bergetar hampir berubah menjadi seekor srigala raksasa hingga sebuah suara menghentikan perkelahian yang hampir terjadi.

“HENTIKAN!!! HEEGI ADA PADAKU!!!” teriak Minhyuk sukses membuat setiap pasang mata menoleh padanya.

“KAU!!!” Jungshin bersiap menghajar Minhyuk hingga Minhyuk terpaksa mengeluarkan taringnya dan merapatkannya pada leher Heegi.

“Apa yang kau lakukan Minhyuk? Cukup bawa dia ke rumah dan kita tunggu tuan Hyden bangun dua hari lagi” ucap Jonghyun.

“Tidak!! Aku tidak akan memberikannya pada tuan Hyden! Aku ingin hidup normal!! Aku ingin kita semua kembali seprti dulu. Aku ingin kita kembali tertawa seperti dulu, aku muak menjadi monster!!” ucap Minhyuk.

“Kau pikir apa yang kau lakukan? Kita sudah membahas ini sebelumnya Minhyuk!!” Yeonran berbicara.

“Jonghyun hyung, Jungshin, tidakkah kalian merindukan kehidupan lama kalian sebagai adik-kakak? Tidakkah kalian rindu melakukan sesuatu bersama, tertawa, menangis, berkelahi bersama sebagai seorang saudara?” tanya Minhyuk.

“Minhyuk hentikan ucapanmu!!” bentak Jonghyun.

“Hyung, apa kau ingat bagaimana hari pertama kita menjadi vampire? Kita membunuh orang tua kita semua hyung!! Kita menyebabkan orang yang kita sayangi terluka!! Kau hampir membuat Jungshin lumpuh saat pertempuran pertama kalian, ingat?” Minhyuk menekankan kata-katanya. “Kau Yeonran, aku tau kau ingin hidup abadi hanya agar bisa terus bersama Jonghyun hyung. Kau menyukainyakan? Kenapa tidak kau mulai dari awal mendekatinya sebagai seorang manusia yang mencintainya? Kalian bisa hidup bersama. Seperti halnya Yonghwa hyung yang aku tau pasti ingin kembali bersama dengan Sungra nuna” Minhyuk kembali bersuara. “Sedangkan kau Hara dan Chan-young aku tau kalian juga ingin kembali jadi manusia. Kalian pasti sudah lelah menjadi monster, kalian orang lembut yang mencintai kedamaian. Dan Jungshin aku tau dalam hatimu kau ingin memeluk kakakmu kembali, iyakan? Kenapa tidak kita coba bersatu untuk melawan kutukan Hyden dan Hydra bersama? Kita menemukan orang yang terpilih sekarang” Lanjut Minhyuk. Dia menatap Heegi memberi isyarat untuk berbicara.

“Aku telah membaca buku catatan Hyden, semua akan kembali seperti semula jika mereka berdua berbaikan. Hyden dan Hydra adalah saudara kembar. Mereka bertengkar karna menyukai satu wanita yang sama, namun wanita itu meninggal sebelum mereka sempat menyatakan perasaannya. Karna itu mereka belajar ilmu sihir untuk membangkitkan wanita itu dari kematiannya. Mereka tidak ingin bekerja sama untuk membangunkan wanita itu, mereka ingin jadi satu-satunya orang yang mampu membangunkan wanita itu hingga mereka seperti ini. Kita harus mencari cara bagaimana menyatukan mereka dan membuat mereka melepaskan ilmu sihir itu hingga mereka bisa tenang dan kembali kemana mereka harusnya berada” jelas Heegi.

“Kalau begitu sudah jelas, kita hanya punya dua hari untuk menemukan caranya dan kita akan terbebas dari kutukan” ucap Yonghwa senang. Yang lain setuju dengan usulan Minhyuk dan bersedia membantu Heegi mencari cara untuk mengatasi Hyden dan Hydra. Minhyuk tersenyum pada Heegi dan Heegi pun membalas senyumnya.

***

Heegi tak bisa tidur malam itu, ia masih memikirkan bagaimana caranya ia bisa mengembalikan Minhyuk dan yang lainnya menjadi seprti semula.

“Apa yang kau pikirkan?” Minhyuk tiba-tiba datang dan mengejutkannya.

“Minhyuk kau membuatku ingin mati!!” Heegi mengelus dadanya yang sedikit terlonjak karna Minhyuk yang datang tiba-tiba. “Aku sedang berpikir apa yang bisa kulakukan untuk mengembalikan kalian” ucapnya.

“Berpikir?” tanya Minhyuk. “Ah aku tau caranya untuk melawan Hyden dan Hydra!!”

***

Hari ini tepat bulan purnama. Semua wirewolf sudah berubah menjadi srigala, dan para vampire mengeluarkan taringnya. Langit tampak sangat gelap, seperti malam kutukan itu. kilat, angin dan awan berubah menjadi tidak bersahabat. Dua orang namja berjubah dan bertaring muncul dari balik kabut pekat.

“Siapa yang berhasil menemukan yang terpilih?” ucap namja berjubah hitam yakni Hyden.

“Kami semua” ucap Jonghyun.

Vampire atau wirewolf?” tanya namja berjubah coklat yang tak lain adalah Hydra.

“Jonghyun bilang semua berarti semuanya” ucap Heegi melangkah maju mendekati kedua namja itu. Minhyuk terlihat ingin melindunginya namun Heegi menggelengkan kepalanya. “Akulah orang yang terpilih itu” ucapnya lagi.

“Dia milikku” ucap Hyden. Hydra menembakkan cahaya coklat miliknya untuk menghalangi Hyden mendekati tubuh Heegi. Hyden yang marah membalas perlakuan Hydra dengan cahaya hitamnya. Pertengkaran mereka membuat langit semakin tak karuan.

“Hentikan! aku punya seseorang yang ingin bertemu kalian” Heegi menghentikan pertempuran sengit mereka. Seorang yeoja cantik melangkah maju mendekati Hyden dan Hydra.

“Hyun-young?” ucap mereka bersamaan.

“Apa yang kalian lakukan? Bertengkar? Seperti anak kecil saja! Aku tidak suka itu” ucapnya.

“Ini pasti hanya halusinasi buatan Yang Terpilih!!” Hyden menembakkan cahaya hitamnya menuju Heegi. Namun, BUKK cahaya itu mengenai Minhyuk yang melindungi Heegi hingga Minhyuk terlempar dan terbentur pohon.

“Minhyuk” Heegi berlari menghampiri Minhyuk.

“Hyden!!” yeoja bernama Hyun-young itu melemparkan pandangan marahnya. “Aku nyata, Apa yang ka lakukan? Mereka berdua memohon pada Tuhan agar aku bisa turun ke bumi untuk berbicara pada kalian, apa kau tau itu?! Aku benci sifatmu yang meledak-ledak!! Aku benci itu tapi aku selalu saja mengagumi setiap hal yang kau lakukan” lanjut Hyun-young.

“Maksudmu kau mencintai Hyden?” tanya Hydra sedikit iri.

“Aku menyukai kalian berdua. Aku suka sifat Hydra yang bisa menahan emosinya, aku suka sifat gentle Hyden yang membuatku merasa aman. Namun, aku tidak memiliki perasaan khusus antara yeoja-namja pada kalian berdua. Aku hanya menganggap kalian kakakku tidak lebih” jelasnya. Seketika tubuh Hyden dan Hydra melemah, mereka terduduk di tanah. “Lepaskan ilmu yang kalian miliki sekarang dan ikutlah bersamaku, tempat kalian seharusnya bukan disini. Kalian harusnya sudah mati, jika bukan karna kekuatan itu kalian mungkin tidak akan bangkit lagi” tambah Hyun-young.

“Untuk apa? Kau tidak menginginkan kami untuk apa kami ikut?” ujar Hyden.

“Terkadang cinta memang tak harus memiliki, kata-kata itu memang menyakitkan. Tapi coba kalian pikirkan bagaimana perasaan kalian jika kalian hidup dengan orang yang kalian cintai namun orang itu sama sekali tak mencintai kalian. Lebih menyakitkan mana?” tanya Heegi tiba-tiba. Air matanya telah mengalir karna melihat Minhyuk yang kesakitan. “Cinta memang tak bisa diprediksi dengan siapa ia akan memasangkan kita, dan kapan ia akan datang. Tapi bukan kah cinta adalah anugrah? Kenapa kalian tak mensyukuri rasa cinta kalian pada nona Hyun-young dan hidup bahagia hanya dengan melihat senyumnya? Seseorang bilang padaku, tak mengapa ia kesakitan asal orang yang ia cintai bisa tersenyum karnanya. Itulah yang disebut cinta, yang kalian miliki saat ini hanyalah rasa nafsu belaka bukan cinta” Heegi mulai meninggikan suaranya.

“Kalian dengar? Lepaskan sihir itu, lepaskan rasa saling benci kalian, bersihkan hati dan pikiran kalian dan ikutlah denganku” Hyun-young mengeluarkan sayap putih bersihnya dan mengulurkan tangannya pada Hyden dan Hydra. Mereka berdua menutup mata mereka dan mengeluarkan semua energi jahat dalam tubuh mereka. Minhyuk dan yang lainnya berteriak kesakitan. Hyden dan Hydra terus mengeluarkan energi jahat mereka hingga tubuh mereka menjadi kering dan tua, Hyun-young menggenggam tangan mereka erat dan mulai menarik mereka berdua ke angkasa. Delapan anak muda itu masih terus berteriak kesakitan seperti terbakar dan tertusuk seribu pedang. Kutukan itu mulai memudar perlahan.

“ARGHHHHHHHHHH” mereka terus berteriak hingga membuat Heegi tampak sangat khawatir.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” sosok Hyden, Hydra, dan Hyun-young telah lenyap termakan kelamnya langit malam. Tinggalah Heegi sendiri bersama yang lainnya.

“Heegi~ah” Minhyuk berbicara disela-sela kesakitannya. “A..ku sangat menyukaimu” dengan terbata Minhyuk menyelesaikan ucapannya. “Sejak pertama aku melihatmu, aku merasa hidup kembali setelah seratus tahun aku hidup tanpa berarti. Kau bagaikan matahari yang memberiku sinar kehidupan, setiap aku menutup mataku bayangmu selalu hadir. Itulah kenapa aku selalu mengikutimu dan memperhatikanmu. Aku tak bisa jauh darimu, aku tak bisa melihatmu terluka atau menangis, Heegi~ah saranghae..yo” Minhyuk menyelesaikan ucapannya dengan susah payah.

“Minhyuk!! Aku mohon jangan tinggalkan aku, kau adalah orang pertama yang membuatku merasa penting disaat semua orang tidak membutuhkanku, kau orang pertama yang mengulurkan tangan ketika aku terjatuh disaat semua orang menjauh, aku membutuhkanmu” Heegi menundukkan kepalanya. Minhyuk mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Heegi. Yang lainnya telah berhenti berteriak, mereka mulai bangun perlahan walaupun sangat lemah. Tapi Minhyuk tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Minhyuk menjatuhkan tangannya dan menutup matanya tak bergerak. “Minhyuk!!!!!” Heegi memendamkan kepalanya diatas dada Minhyuk menangis, ia menggeser bibirnya untuk bertemu dengan bibir Minhyuk yang masih bertaring. Ia mengecup bibir Minhyuk meskipun bibirnya robek berdarah terkena taring tajam Minhyuk. Ia mengalirkan air matanya membanjiri wajah Minhyuk. “Minhyuk saranghaeyo”

***

—————-3 minggu kemudian (Heegi POV)—————————

“Kau sudah datang Heegi?” tanya yeoja cantik membukakan pintu ruangan. Aku tersenyum lembut padanya. Aku menyapa setiap orang dalam ruangan itu. Chanrin yang datang bersamaku tiba-tiba dihadang oleh namja gondrong yang tak lain adalah Jungshin kekasihnya. Yeoja cantik yang tadi membukakan pintu menghampiri namja yang berdiri didekat ranjang, yaitu suaminya Yonghwa. Terlihat Jonghyun yang tengah tersenyum sambil merangkul tubuh Yeonran dan Hara serta Chan-young yang menyingkir memberikan tempat padaku disisi ranjang tempat seseorang berbaring.

“Kau masih marah padaku?” tanyaku lembut.

“Kenapa kau membayangkanku terbaring di rumah sakit? Kau senang ya aku sakit?” cibir orang itu.

“Hanya itu yang bisa ku pikirkan, daripada melihatmu terbaring tak bernyawa. Harusnya kau berterimakasih padaku” ucapku cemberut memajukan bibirku. Orang itu menyentuh bibirku yang terdapat bekas jahitan panjang dan mengelusnya.

“Mianhe, karna aku kau terluka. Setidaknya kau sekarang tau bagaimana caranya menggunakan kekuatanmu. Kau hanya perlu berpikir apa yang akan terjadi berikutnya dan hal yang kau pikirkan akan terwujud” ujar orang itu. Aku hanya bisa tersenyum dan memeluk tubuh orang itu erat seakan tak ingin kehilangannya lagi untuk kedua kali.

“Jangan banyak bicara! Saranghaeyo Minhyuk” ucapku didalam pelukan hangatnya. Ia telah manjadi manusia sekarang. Ia mungkin bisa mati, tapi dia selalu ingin jadi manusia. Dia bilang dia ingin menciumku tanpa merobek bibirku, ingin memelukku tanpa meremukkan tulangku dan menghangatkan tubuhku dengan pelukannya ketika aku kedinginan. Dialah Minhyukku, mungkin waktu akan memisahkan kami nanti. Tapi siapa yang tau kapan itu terjadi. Seperti aku yang tak tau bagaimana hidupku berjalan. Kemarin aku tak punya teman, hari berikutnya aku hampir mati, hari ini aku punya Minhyuk dan teman-teman baruku, dan besok… siapa yang tau apa yang terjadi. Asal bisa tetap berada disisi Minhyuk hingga waktu memisahkan kami, itu cukup bagiku. Aku suka hidupku yang penuh misteri. Hidup memang tak bisa ditebak because life is unpredictable……..

 

TAMAT

 

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

24 thoughts on “[LombaFF] LIFE IS UNPREDICTABLE

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s