[LombaFF] My wish

Rating: G

Genre: romance&friendship

Cast: Kang Min Hyuk, Lee Eun Joon

Other cast: Lee Jonghyun, Jung Yonghwa, Lee Jungshin, Lee Eun Joon’s eomma

Note: Ini benar-benar ide kilat yang saat bikinnya sendiri aja, aku senyum-senyum sendiri. Mohon maaf kalo kurang memuaskan.

 

 

 

Lee Yi Joon POV

Untunglah acara penggalangan dana hari ini berjalan lancer, walau belum selesai tapi aku yakin acara ini pasti berjalan lancar. Aku pun menyibukkan diri bersama beberapa anak yang menderita polio. Ya acara penggalangan dana hari ini memakan di tujukan untuk anak-anak kecil penderita polio. Mereka terlihat ceria, tertawa-tawa layaknya anak kecil normal lainnya saat mengobrol bersamaku. Tiba-tiba aku teringat bahwa aku membawa kamera, aku pun memotret mereka.

“Noona, ayo ikut foto juga. Jangan hanya kami yang berfoto,” ujar namja kecil yang duduk di kursi rodanya.

Lalu aku melihat seorang namja yang berjalan melewati kami.

“Permisi tuan, bolehkah anda mengambilkan beberapa foto untuk kami?” Tanyaku sesopan mungkin. Ku pikir namja itu tampan juga.

Kemudian namja itu tersenyum dan mengangguk. Aku pun langsung mengambil posisi untuk berfoto. Beberapa kali namja itu mengambil foto kami.

“Bukankah itu Kang MinHyuk? Dia kan drummer CN Blue,” bisik yeoja kecil di sampingku kepada temannya.

“Ya, benar dia CN Blue. Eonnie, apakah hari ini CN Blue akan tampil?” Tanya yeoja cilik yang lain.

CN Blue? Apa itu? Kang MinHyuk? Aissh, itu kan bandnya JongHyun oppa, batinku.

“Iya, adik. Nanti bakalan ada CN Blue, dan dia salah satunya,” jawabku asal sambil menunjuk namja yang sedang asyik memotret. “Kalian mau ngobrol sama dia?”

“Mau mau,” ujar mereka serempak.

Aku langsung menghampiri namja itu. “Terima kasih, tuan,” ujarku. “Apakah kau mau mengobrol sebentar dengan mereka?” tanyaku, aku sangat berharap jawabannya iya.

“Emh,” lalu ia melirik jam tangannya seperti memikirkan sesuatu. “Aku masih ada 10 maenit lagi sebelum tampil,” lanjutnya lagi kemudian langsung menghampiri bocah-bocah yang terlihat antusia itu. Aku pun pergi meninggalkan mereka dengan idolanya itu.

“Hey Lee YiJoon!” panggil seseorang di belakangku. Aissh ternyata Jonghyun oppa. Nasib buruk selalu menimpaku jika aku bertemu dengannya.

“Hey, apakah tak ada pelukan untuk oppamu ini?” tanyanya sambil merentangkan kedua tangannya dan tersenyum jahil.

“Aissh, kau ini apa-apaan oppa?” ujarku kaget saat dia tiba-tiba memelukku. Lee Jonghyun. Dia ini sepupu jauhku. Sudah setahun lebih kami tidak bertemu karna ketenaran bandnya itu. Tapi dia bisa-bisanya memelukku seperti ini, seakan sebelumnya kami dekat saja. Walaupun kami bersepupu tapi hubungan kami tidak terlalu dekat walau hampir setiap hari kami bertemu, dulu.

“Ya! Apakah kau tak merindukanku? Kita sudah lama tidak bertemu,” katanya seraya melepaskan pelukannya kepadaku.

“Siapa juga yang peduli,” gumamku pelan.

“Mworago?”

“Aniya. Sudahlah oppa, aku sibuk sekarang. Kau jangan menggangguku,” kataku tajam. Dari dulu kerjaannya hanya mengusiliku. Entah berapa seringnya aku menangis karena kejahilannya.

“Kau ini!” Oppa langsung mengacak-acak rambutku. Kekanak-kanakan.

“Oppa, kau ini apa-apaan sih! Aissh baru bertemu sudah menyebalkan seperti ini,” ujarku sambil membenarkan tatanan rambutku.

“Jonghyun, anak siapa yang kau ganggu?” Tiba-tiba seorang namja tampan menghampiri kami.

“Hyung, kenalkan ini sepupuku. Yijoon, ini Jung Yonghwa leader CN Blue,” kata oppa mempernalkan aku dengan Yonghwa.

“Annyeonghasseyo Yijoon~ssi”

“Annyeonghasseyo”

“Yijoon~ssi, kupinjam dulu oppamu ya. Sebentar lagi kami akan tampil,” ujar Yonghwa sopan sambil menyeret Jonghyun oppa menjauhiku.

“Ya hyung! Aku baru bertemu dengannya…” Jonghyun oppa masih sempat ngedumel saat Yonghwa menyeretnya cukup jauh.

 

Kang Minhyuk POV

Akhirnya acara ini selesai. Acara penggalangan dana yang dilakukan oleh ahjummanya Jonghyun hyung. Aku sangat lelah karena paginya kami juga tampil dalam sebuah acara musik. Tiba-tiba seorang ahjumma dan seorang yeoja memasuki ruang istirahat kami.

“Annyeonghaseyo,” ujar sang ahjumma.

“Eomma!” Teriak Jonghyun hyung seraya memeluk ahjumma itu. Tapi setahuku itu bukan ahjumma Jonghyun hyung.

“Annyeonghaseyo, ahjumma.” Sapa Yonghwa hyung dan aku sopan.

“Anyeonghaseyo, terima kasih ya kalian udah bantu acara hari ini. Kalau tidak ada kalian mungkin acara penggalangan dana hari ini bakal sepi,” ucap ahjumma itu. Ternyata ahjumma itu adalah adik dari oemma Jonghyun, yang tidak lain adalah salah satu desainer yang karya-karyanya sedang ramai dibicarakan oleh kalangan artis.

“Joon~ah, kenapa kau diam saja? Kau sakit?” Tiba-tiba Jonghyun hyung menyentuh dahi yeoja yang sejak tadi terdiam di belakang ahjumma Lee.

“Gwaenchana,” ujarnya singkat sambil menepis tangan Jonghyun hyung. Lalu yeoja itu duduk di samping Jungshin yang sedang tidur di sofa.

“Jonghyun~ah, bisakah kau mengantarkan Yijoon ke apartemennya? Eomma malam ini akan pergi ke Busan mengurus peluncuran design disana,” pinta ahjumma itu.

“Mianhae, eomma. Aku hari ini harus ke Jeju bersama Yonghwa hyung, kami ada interview disana. Tapi…” Ujarnya sambil berpikir kemudian memandang ke arahku dengan tatapan minta tolong, karena aku merasa kasihan aku pun mengangguk dan langsung berdiri.

“Aku saja yang mengantar anak ahjumma,” kataku.

“Kamsahamnida, Minhyuk~ssi. Mianhae kalau merepotkan,” ujarnya tulus lalu berjalan ke arah anaknya yang sudah terlelap disamping Jungshin. “Joon~ah, eomma pergi dulu ya!” Lalu ahjumma itu pun mengecup anaknya.

 

Lee YiJoon POV

“YiJoon~ssi, Yijoon~ssi, Yijoon~ssi,” panggil seseorang sambil mengguncang-guncang tubuhku.

“Ya! Apa-apaan sih?” Bentakku kesal, karena saat itu aku masih setengah sadar.

“Kau ingin pulang sekarang atau menginap di gedung ini?” Ujarnya santai, lalu duduk di sebelahku.

Tunggu bukannya dia orang yang tadi mengambilkan foto untukku dan anak-anak? Siapa namanya? Ah Kang Minhyuk.

“Mworago?” Tanyaku bingung.

“Hari ini aku akan mengantarmu pulang, jadi kau mau pulang atau menginap disini Yijoon~ssi. Aku juga sudah ngantuk sekarang,” jelasnya sambil menutup matanya.

“Mwo? Oediga oppa?” Tanyaku tambah bingung.

“Dia tidak bisa mengantarmu, jadi aku yang mengantarmu. Kau mau atau tidak?” Tanyanya lagi.

Aissh benar-benar menyebalkan Jonghyun oppa, jadi begini sikapnya padaku. Aku tidak akan berbicara lagi dengannya.

“Oiya, ini kameramu. Tadi kau lupa mengambilnya,” katanya lagi sambil menyerahkan kameraku.

“Kamsahamnida, Minhyuk~ssi.” Aku langsung beranjak menuju pintu, tapi langkahku tertahan karena tangan Minhyuk.

“Kau mau kemana?” Tanyanya lalu berdiri disampingku.

“Pulang,” jawabku singkat lalu menghempaskan tangan Minhyuk.

“Aku antar,” ujarnya menggenggam tanganku lalu mengajakku keluar dari ruangan itu.

Sesampai di hall, aku mendapati ruangan itu sudah kosong. Bahkan sudah bersih. Aigoo sepertinya aku tertidur sangat lama.

“Kamsahamnida Minhyuk~ssi, tapi aku akan naik taksi saja,” ujarku sambil berusaha melepas genggaman tangannya.

“Kau mau naik taksi? Sekarang sudah malam, lagi pula aku sudah berjanji dengan eommamu dan Jonghyun hyung untuk mengantarmu pulang sampai rumah dengan selamat.” Jelasnya panjang lebar.

Aku terdiam mendengarnya, benar juga apa yang dia katakan. Aku pun menurut dan masuk ke mobilnya.

 

Kang Minhyuk POV

“Hyuk~ah, bolehkah aku minta tolong sekali saja! Jebal.” Pinta Jonghyun hyung dengan muka memelas.

“Wae?” Tanyaku singkat, selama ini Jonghyun hyung sangat jarang meminta bantuan orang lain kecuali memang dia tidak bisa melakukannya. Jadi aku agak heran melihat tingkahnya.

“Bisakah kau menjemput Joon~ah di apartemennya dan bawa kesini? Aku ingin memberikannya surprise karna hari ini dia ulang tahun, jebal.” Pintanya lagi.

“Nugu? Joon~ah?” Tanyaku bingung.

“Yijoon, sepupuku waktu itu. Kau sudah kenal dengan dia kan? Aku sebenarnya ingin minta bantuan Jungshin, tapi kalau dia yang menjemput Joon~ah nanti tidak seru.”

“Kenapa tidak seru?” Tanyaku, lagi-lagi aku bingung.

“Karena mereka berdua sudah dekat, kupikir lebih baik dia di jemput oleh orang yang tidak dekat dengannya, seperti kamu Hyukie,” jelas Jonghyun hyung.

Mworago? Mereka dekat? Kupikir diantara member CN Blue, Jungshin yang paling tidak mengenalnya.

“Ini nomornya, kamu telfon dia Hyuk. Ajak ketemuan atau apalah, nanti kamu ajak kesini. Jebal!” Kata Jonghyun hyung seraya memberikan nomor telfon yeoja itu.

 

Lee YiJoon POV

Drrt… Drrt… Drrt…

Ponselku berbunyi, kulihat nomornya. Hmm nomor yang tidak ku kenal.

“Yoboseo”

“…”

“Ada apa Minhyuk~ssi”

“…”

“Kapan?”

“…”

“Sekarang? Apa tidak bisa di telfon saja?”

“…”

“Aniya, hmm. Baiklah”

“…”

“Ne”

Ada apa ini? Kang Minhyuk CN Blue menelfonku dan mengajak ketemu? Aku mengenalnya saja tidak. Bahkan bertemu pun hanya satu kali, saat penggalangan dana waktu itu. Diantara member CN Blue hanya dia yang tidak terlalu dekat denganku. Aku sudah sering berkunjung ke dorm mereka, bahkan Jungshin oppa sering mengantarku ke kampus, begitu juga Yonghwa oppa. Tapi Minhyuk… bertemu hanya satu kali, tiba-tiba ngajak ketemu.

Ting Tong Ting Tong

Sepertinya dia sudah datang.

“Sudah lama menunggu?” Tanya sambil tersenyum.

“Tidak juga, kau datang sangat cepat Minhyuk~ssi,” ujarku.

“Kajja kita pergi,” ajaknya. Hmm aroma tubuhnya sangat familier mengingatkanku pada Jonghyun oppa.

“Apakah bandmu menggunakan parfum yang sama?”

“Waeyo?” Tanya bingung.

“Baumu seperti bau hyungmu yang lain,” ujarku menahan senyum.

“Bau? Memangnya aku terlalu banyak memakai parfum ya?” Tanyanya lagi sambil berusaha mencium aroma tubuhnya dengan mengangkat tangannya.

“Hihi, kau lucu Minhyuk~ssi. Lama-lama kau lucu juga seperti Jungshin oppa,” kataku sambil terkikik karena melihat gerakannya yang seperti orang bodoh.

 

Kang Minhyuk POV

“Hihi, kau lucu Minhyuk~ssi. Lama-lama kau lucu juga seperti Jungshin oppa,” ujarnya sambil tertawa. Entah apa yang membuatnya tertawa.

Tunggu, tadi dia menyebut Jungshin? Jungshin oppa? Aissh, apa dia sudah sangat dekat dengannya sampai memanggilnya oppa, sedang aku dia masih berbicara dengan sangat sopan.

“Kau sangat dekat dengan Jungshin?” Tanyaku penasaran.

“Hmm, aku dekat dengannya sama seperti aku dekat dengan Yonghwa oppa. Dia itu sangat lucu,” jawabnya dengan wajah aneh, sepertinya dia sedang menahan tawanya.

“Kenapa kau tak memanggilku oppa?” Tiba-tiba pertanyaan bodoh itu keluar dari mulutku. Tapi…

Drrt… Drrt… Drrt…

“Yoboseo”

“…”

“Aku sedang tidak dirumah, Ara~ya” kata yeoja di sampingku.

“…”

“Mungkin nanti malam, ingat aku masih kesal denganmu.”

“…”

“Aissh, kau ini jangan teriak-teriak”

“…”

“Ne, gomawoyo. Aissh, kau itu.” Akhirnya ia menutup telfon.

“Mianhae, Minhyuk~ssi. Apa tadi yang kau bilang?” Katanya sambil menatapku.

“Aniyo, oiya hari ini kau ulang tahun?” Tanyaku, mengalihkan perhatian.

“Darimana kau tau? Aissh, apakah suara Ara tadi sangat kencang?” Yijoon terlihat sangat malu, bahkan wajah putihnya memerah.

“Haha, saengil chukae Joon~ah” kataku lembut, berusaha untuk menggodanya.

“Minhyuk~ssi, kau benar-benar membuatku malu.” Ujarnya sambil menutup mukanya yang sekarang sudah semerah tomat.

“Saengil chukahamnida… Saengil chukamnida… Saranghaneun uri Joon~ah… Saengil chukahamnida…”

 

Lee Yijoon POV

“Saengil chukahamnida… Saengil chukamnida… Saranghaneun uri Joon~ah… Saengil chukahamnida…” Tiba-tiba Minhyuk menyanyi untukku. Yaampun suaranya sangat merdu. Aduh aku tidak tau sudah jadi apa wajahku sekarang.

“Joon~ah, gwenchana?” Tanya Minhyuk menatap wajahku.

“Gwenchana” jawabku singkat.

“Kau mau hadiah apa?” Tanyanya lagi sambil tersenyum.

“Aniya, tidak usah Minhyuk~ssi. Lagumu tadi sudah cukup,” ujarku singkat. Ya suaranya sudah cukup membuat jantungku berdegup sangat kencang.

“Baiklah, jadi apa traktiranmu untukku?” Tanyanya lagi, sekarang senyumnya berubah menjadi senyum jahil.

“A..aku tidak tau,” jawabku ragu.

“Bagaimana kalau mulai sekarang kau memanggilku…” Ucapannya terhenti karena ponselnya berbunyi. Dari pembicaraannya di telfon sepertinya yang menelfon adalah Jonghyun oppa.

“Jonghyun oppa?” Tanyaku setelah dia menutup telfon.

“Bukan, kakak kelasku yang menelfon,” jawabnya agak berpikir. Aku jadi curiga.

“Nah kita sudah sampai, kajja.” Ajaknya keluar dari mobil. Ternyata dia mengajakku ke dormnya.

“Yang lain kemana, Minhyuk~ssi?” Tanyaku saat memasuki dorm yang sepi.

Tiba-tiba suara terompet keras megangetkanku. Lalu Jonghyun oppa, Yonghwa oppa, dan Jungshin oppa tiba-tiba muncul dari sebuah kamar.

“YAAAA! Apa-apaan ini? Oppa, kau? Apa-apaan ini?” bentakku kesal pada Jonghyun oppa.

“Saengil chukae, Joon~ah!” ujar mereka bertiga serempak.

“Minhyuk~ssi?” tanyaku pada Minhyuk, minta pertanggung jawaban.

“Saengil chukae, Joon~ah!” ujarnya tepat di telingaku sambil memelukku.

“Ya! Minhyuk, apa-apaan kau ini? Nae dongsaeng, saengil chukae. Kajja tiup lilinnya,” ujar Jonghyun oppa seraya menyodorkan kue ke arahku.

“Hana, deul, seeeeettt…” hitung mereka bertiga serempak. Aku pun make a wish dan langsung meniup lilinku.

“Sekarang kau ikut kami, Joon~ah!” ajak Yonghwa oppa menarik tanganku kea rah ruang latihan mereka. Lalu dia mendudukanku di sofa empuk di ruang latihan mereka.

“Sekarang ini hadiah ulang tahun kami untukmu,” kata Jonghyun oppa sambil tersenyum.

“Ini adalah kesempatan besarmu mendengar suara Jungshin yang tampan ini,” ujar Jungshin oppa dengan senyum mengejek. Tapi tiba-tiba tangan ketiga hyungnya melayang ke arah Jungshin oppa.

“APPO! YA HYUNG! Aku kan hanya bercanda,” kata Jungshin oppa sambil memegang kepalanya yang sakit.

“Joon~ah ini adalah hadiah kecil dari kami,” ujar Yonghwa oppa membuka pertunjukan.

“Saengil chukahamnida… Saengil chukamnida… Saranghaneun uri Joon~ah… Saengil chukahamnida… “Saengil chukahamnida… Saengil chukamnida… Saranghaneun uri Joon~ah… Saengil chukahamnida… “Saengil chukahamnida… Saengil chukamnida… Saranghaneun uri Joon~ah… Saengil chukahamnida…” mereka menyanyikan lagu happy birthday dengan beat yang sangat cepat membuat tertawa mendengar Jungshin oppa yang agak kewalahan mengikuti nada. Aku memperhatikan wajah keempat namja tampan di depanku ini. Tiba-tiba Jonghyun oppa menyodorkan sebuah kotak kado yang berukuran kecil.

“Joon~ah terimalah kado dariku,” kata Jonghyun oppa sambil menyerahkan kadonya.

“Gomawoyo, oppa.” Kataku langsung memeluk oppaku yang sangat kusayang ini. “bolehkah aku membukanya?” tanyaku meminta ijin.

“Silahkan.”

“Ya! Oppa kenapa kau memberiku jam tangan Haroro?” Tanyaku bingung saat membuka hadiah dari Jonghyun oppa.

“Apa kau lupa? Tahun lalu kau sangat menyukai kartun itu kan?” ujar Jonghyun oppa tersenyum jahil.

“Aissh itu sudah lam sekali oppa, kau ini.” Aku cemberut saat oppa membuka aibku sebagi penggemar Haroro.

“Yah, kau menyukai Haroro, Joon~ah? Kukira kau wanita yang feminim< baiklah ini hadiah dariku semoga kau suka.” Kata Yonghwa oppa sambil menyerahkan sebuah kotak kecil. Saat kubuka ternyat isinya adalah sebuah gelang yang terdapat bandul bertuliskan Y.

“itu Y untuk YiJoon dan Y untuk Yonghwa, hehe” ujar oppa sambil tertawa melihat wajahku yang kukira pasti sudah memerah.

“Oppa, aku adukan pada eonni Kyuna ya, kalau kau menggodaku lagi.” Ancamku pada Yonghwa oppa.

“Mianhae, mianhae. Aku kan cuma bercanda, bagaimana bagus tidak hadiahku?” tanyanya sambil mengamati gelang yang sekarang sudah melingkar di tanganku.

“Gomawoyo, oppa. Kau sangat baik,” kataku sambil memeluk Yonghwa oppa.

“Sudah sudah, sekarang kado dariku.” Ujar Jungshin oppa memisahkanku dengan Yonghwa oppa. Ia lalu memberiku kado yang ukurannya sangat besar, dari bentuknya aku sudah tau isinya adalah teddy bear ukuran yang besar.

“Gomawoyo, Jungshin oppa. Kau akan membuat tidurku nyaman dengan teddy bear ini,” ujarku setelah membuka kadoku dari Jungshin oppa.

“Asalkan kau memimpikanku itu sudah cukup Joon~ah,” ujarnya disambut jitakan dari Jonghyun oppa.

“Appo!”

“Ya Hyukie, mana kadomu untuk Joon~ah?” tegur Yonghwa oppa pada Minhyuk. Minhyuk terlihat canggung mendengar teguran hyungnya itu. Kukira dia baru tau ulang tahunku saat di mobil.

“Oppa, Minhyuk~ssi sudah memberikanku kado kok.” Belaku. Aku agak kasihan melihat Minhyuk yang terlihat merasa tidak nyaman dibawah tatapan para hyung dan donsaengnya.

“Jinjja? Memang apa yang dia berikan padamu?” Tanya Jungshin oppa penasaran.

“Dia menyanyikan lagu happy birthday solo di mobil tadi,” ujarku.

“ya, itu tidak termasuk kado ulang tahun Joon~ah. Ya Minhyuk kau benar-benar…” terdengar Yonghwa oppa kurang setuju mendengar kado ulang tahun Minhyuk hanya sebuah nyanyian saja, tapi perkataannya di potong oleh Jonghyun oppa.

“Omo, itu benar-benar rommantis. Minhyuk kau benar-benar romantic sekali,” ujar Jonghyun oppa kagum.

“Minhyukie, kau benar hebat. Tapi sungguh keterlaluan, masa hadiahnya hanya nyanyian?” Jungshin oppa terlihat senang menggoda hyung beda berapa bulannya itu.

“Oppa, sudahlah. Aku menerima hadiahnya kok,” belaku lagi, aku kasihan melihat Minhyuk oppa yang terlihat semakin salah tingkah. Tiba-tiba Yonghwa oppa merengkuh kedua bahuku.

“Joon~ah, apakah kau merasa bahagia dengan kado dari Minhyuk?” Tanya Yonghwa oppa terlihat seius, tapi kulihat guratan senyum muncul di sudut bibirnya.

“YA! Hyung apa yang kau lakukan?” teriak Minhyuk keras. Lalu ia langsung menarik tanganku keluar dari ruang latihan, lalu keluar dari dormnya menuju taman disamping dormnya.

“Ada apa Minhyuk~ssi?” akhirnya kata-kataku keluar juga dari mulutku.

“Mianhae,” ujarnya singkat. “Tutup matamu!” perintahnya.

“Kau mau apa?” tanyaku bingung, tapi akhirnya kuturuti juga setelah melihat matanya yang seakan memohon.

“Ini kadoku untukmu,” katanya sambil mengalungkan sebuah kalung di leherku. Lalu kubuka mataku untuk melihatnya. Ternyata ia memberiku sebuah kalung bintang.

“Minhyuk~ssi…” aku kehabisan kata-kata. Aku ingin mengucapkan terima kasih tapi kata-kata itu serasa tertelan oleh ludahku yang diawasi oleh tatapan lembut dari Minhyuk.

“Ayo sekarang ikut aku,” ajak Minhyuk sambil menggandeng tanganku. Ternyata ia mengajakku kembali ke dormnya. Ia mendudukanku ke sofa yang ada di ruang latihan, lalu dia duduk di atas alat pukulnya.

“Lee Yijoon< inilah kadoku untukmu, dengarkan baik-baik.” Lalu ia menyanyikan lagu Star. Ia menyanyi sambil tutp mata, tapi dari mulutnya kulihat guratan senyum.

“Mungkin seperti ucapan Yonghwa hyung tadi, aku tidak seharusnya memberikan hadiah nyanyian untukmu, tapi hadiahku sebenarnya adalah…” Minhyuk tiba-tiba mengenggam tanganku. “Apakah kau mau menerima hatiku?” Minhyuk menatapku, menanti jawaban.

Aku hanya terdiam melihat, aku merasa ini hanya mimpi. Ku ingat-ingat lagi apakah ini tanggal 1 April, aku takut ini hanya kerjaan Jonghyun oppa untuk mengerjaiku dan membuatku menangis, tapi ini buka bulan April. Jadi apa arti dari semua perkataan Minhyuk tadi?

“Maukah kau?” tanyanya lagi. Aku pun mengangguk malu. Lalu dia memelukku, dan membisikkan satu kata yang membuatku meleleh, “saranghae, Joon~ah.”

 

Kang Minhyuk POV

“Kau tau apa wishku tadi?” Tanya Yijoon, saat kami berdua berjalan menyusuri sungai Han.

“Kau ingin menjadi desaigner seperti eommamu?” tebakku. Lalu ia menggeleng cepat, aku gemas melihatnya lalu aku mengacak-acak rambutnya.

“Ya, Minhyuk~ssi!” serunya kesal saat aku mengacak rambutnya.

“Hehe mianhae, habis kau terlihat lucu kalau sedang marah. Jadi apa wishmu tadi?” tanyaku.

“Kau menyebalkan, Minhyuk~ssi.” Ujarnya masih tetap cemberut.

“Ya, sudah jangan panggil aku Minhyuk~ssi lagi, panggil aku oppa. O-P-P-A.” kataku lagi.

“Kau masih mau tau tidak apa wishku?” ia tersenyum jahil padaku.

“Apa wishmu?” akhirnya ia berhasil membuatku penasaran.

“Aku berharap aku bisa memanggilmu, chagi~ya” ujarnya lalu berlari pelan, kulihat semburat merah telah menjalar ke pipinya. Sedangkan aku masih terdiam menatapnya tak percaya.

 

END

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

26 thoughts on “[LombaFF] My wish

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s