[LombaFF] One Day With You

Main Cast :

  • Lee Jong Hyun
  • Kim Hye Yoon (OCs)

Support Cast :

  • Jung Yong Hwa
  • Kang Min Hyuk
  • Lee Jung Shin
  • Jung Min Gi à Kim Hye yoon’s friend (OCs)

Cast extras :

  • Sun Ji (OCs)
  • Hwang Yi (OCs)

Genre :

  • AU, Sad

Rating :

  • PG-15

Length:

  • Oneshot

Disclaimer:

  • Kisah dalam Fanfiction ini adalah 100% karangan dari saya. Di sini, Lee Jong Hyun adalah milik orang tuanya, tuhan, dan saya(?) #plak. Dan begitu juga member yang lain.

Note :

  • Jika kalian menyukai Fanfiction buatan saya, mohon di bantu untuk di like atau comment. Saya tidak ingin menang atau kalah, saya hanya ingin menunjukkan bahwa saya juga mampu dan bisa membuat Fanfiction. Jika tidak menyukai, saya juga berterima kasih. Karena yang tidak menyukai ini adalah orang yang jujur dan tidak munafik. lol

 

 

 

 

JONGHYUN P.O.V

 

Aku sangat gelisah sehingga seringkali aku bergerak maju-mundur seperti setrika, karena aku sangat berharap bahwa gossip itu tidak akan menyebar ke seluruh media. Tetapi tuhan berkehendak lain, Gosip itu dengan cepatnya menyebar ke seluruh Seoul dan bukan hanya Seoul melainkan semua negara.

“Hyung, lihat ini!” Kata Minhyuk yang duduk di kursi computer dan mencari sesuatu info terbaru melalui internet. Aku, Jungshin, dan Yonghwa hyung segera mendekat ke samping Minhyuk. Bagaimana kabar ini begitu cepat tersebar? Padahal aku baru bertemu dengannya 1 jam yang lalu, tetapi berita ini tersebar hanya selama 1 menit saja!.

“Ini benar-benar gila, bagaimana berita ini tersebar dengan secepat ini?” Minhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Jonghyun, bagaimana kau bisa dengan Sun Ji malam ini? Pasti semua fans akan mem-bashing semua ini!” Kata Yonghwa sambil melipat kedua tangannya di dada.

“Molla, aku sendiri juga tidak tahu kapan mereka mengambil gambar ini dan anehnya mengapa mereka hanya mengambil foto ku dengan Sun Ji? Padahal disana juga ada Jungshin!”

“Hyung, apa kau lupa? Seingatku, saat kau duduk dengan Sun Ji aku masih ada di kamar mandi!” Kata Jungshin sambil mengingat-ingat kembali kejadian sebelumnya.

“Mwo? Jinjjayo?” Tanyaku yang kurang percaya.

“Ne hyung, apa kau tidak ingat?”

 

>>>>> FLASHBACK <<<<<<

 

“Hyung, aku mau ke kamar mandi dulu, ne?” Jungshin berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkanku yang masih duduk menunggu pesanan makanan.

“Jonghyun sunbae?”. Suara itu mengagetkanku sehingga aku berdiri dari tempat dudukku dan berdiri tepat di hadapannya.

“Oh, Sun Ji? Annyeong haseyo!” Kataku sambil membungkukkan badanku.

“Annyeong haseyo!” Balasnya dengan membungkukkan badannya juga.

“Silakan duduk” Aku duduk di tempatku seperti semula dan dia pun juga duduk.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku.

“Aku ingin makan malam disini, karena aku dengar makanan disini sangat enak. Keurom, aku ingin mencobanya” Katanya dengan senyuman kecil.

“Keurom, kau hanya sendiri disini, Sunbae?” Lanjutnya sambil meneguk segelas air putih.

“Anio, aku tidak sendiri disini hajiman aku ditemani dengan Jungshin” Jawabku sambil sedikit memberikan senyuman kecil untuknya.

“Ummh, dimana dia sekarang?”

“Dia masih di kamar mandi, apa kau mau menjemputnya? Hahaha !!” Kataku dengan mengeluarkan sedikit lelucon yang konyol.

“Mwo?? Kau bercanda sunbae, mana mungkin aku akan melakukannya?”. Kami hanya tertawa setelah membicarakan hal tersebut dan menunggu Jungshin yang sangat lama pergi ke kamar mandi.

 

>>>>> END FLASHBACK <<<<<<

 

“Ahh, ne. aku mengingatnya sekarang!”

“Hyung, bagaimana jika Hye Yoon mengetahuinya? Kau bisa mati dibunuhnya, hyung!” Minhyuk berusaha mengingatkanku tentang Hye Yoon. Aku pikir ini sangat sulit untuk menjelaskannya dihadapan Hye Yoon. Hye Yoon adalah yeojachingu-ku yang sangat baik dan pengertian meski dia selalu cemburu, tetapi aku tetap mencintainya.

“Mungkin besok aku akan menemuinya dan menjelaskan semua ini agar dia tidak salah paham terhadapku seperti dulu”Aku menundukkan kepalaku dan berusaha masalah ini selesai dengan cepat, karena aku tidak ingin hubunganku dengan Hye Yoon berakhir begitu saja meski hubunganku tidak diketahui oleh media apapun.

“Aha!” Reaksi Jungshin sambil menjetikkan jarinya.

“Jungshin? Waeyo?” Tanya Yonghwa dengan menepuk pundak Jungshin.

“Aku punya ide, bagaimana kalau Jonghyun hyung pergi ke rumah Hye Yoon noona dengan membawa sup babi dan sebuah bunga mawar kesukaan Hye Yoon noona? Bagaimana? Ide-ku sangat bagus dan cemerlang, kan?” Jungshin membanggakan dirinya sendiri.

“Aku setuju dengan pendapatmu, hajiman untuk apa Jonghyun membawa sup babi? Apa Jonghyun akan ikut iklan CF lagi? Jika dia membawa sup babi itu, bisa-bisa Jonghyun hanya memperhatikan sup babi yang dibawanya di banding Hye Yoon noona!” Minhyuk pun mengangguk-anggukan kepalanya karena mereka setuju dengan pendapat yang baru saja dikeluarkan oleh Yonghwa hyung. Jungshin menggelengkan kepalanya karena dia tidak bersependapat dengan Yonghwa hyung.

“Kau salah hyung, sup babi itu bukan untuk CF atau yang lainnya. Hajiman, sup babi  itu untuk dimakan bersama dengan Hye Yoon noona. Disitu, Jonghyun hyung akan makan bersama dengannya sambil bersuap-suapan. Ara?” Jungshin menjelaskan panjang lebar tentang ide-nya. Setelah mendengar penjelasan dari Jungshin, semuanya setuju dengan pendapatnya termasuk aku.

“Aratso, besok pagi aku akan pergi ke rumahnya dengan membawa sup babi dan bunga mawar kesukaannya. Kau semua juga harus membantuku, ne?” Kataku sambil menunjuk mereka semua dengan satu jari telunjukku.

“Jika kita tidak mau, apa yang akan kau lakukan?”

“Akan ku bunuh kau satu per satu!”

“Mwo? Andwae !!!” Mereka berlari menghindariku setelah mendengar ucapanku yang baru saja aku keluarkan.

 

 

HYE YOON P.O.V

 

Aku terbangun dari tidurku setelah mendengar suara telepon dari handphone-ku. Aigoo, siapa yang menelponku semalam ini? Ini kan masih jam 12 malam. Aku pun mengambil handphone-ku dan segera menjawabnya.

“Yeoboseyo? Hye Yoon imnida, nuguseyo?” Kataku dengan nada yang malas.

“Yeoboseyo? Hye Yoon~aa, apa kau tak mengenali suaraku?”

“Aigoo, aku sedang bangun tidur dan aku tidak ingin bermain-main denganmu!”

“Haish, Min Gi imnida. Apa kau tidak menyimpan nomor teleponku sehingga kau tidak tahu? Huh?” Mendengarnya aku langsung melihat nomor yang tertampang di layar LCD.

“Ahh, ne. Keurom, ada urusan apa? Kan sudah bilang aku tidak bisa membantumu mengerjakan soal matematika yang diberikan sonsengnim kemarin, sudahlah aku ingin tidur. Aku lelah sekali!” Jawabku dengan nada kesal.

“Woshh, aku bukan memintamu untuk mengerjakan soal itu! Coba dengarkan aku terlebih dahulu dan jangan tutup teleponnya. Jebal, ini juga demi kau bukan untukku!”

“Keurom, waeyo?” Jawabku singkat.

“Apa kau sudah tahu gossip Sun Ji dengan namjachingu-mu, eh?”

“Mwo? Waeyo? Ada apa?” Aku beranjak dari tempat tidurku dan langsung berdiri berputar-putar seperti orang kebingungan.

“Huh, ternyata benar apa yang sudah aku pikirkan pasti kau tidak tahu kabar ini karena kau selalu sibuk dengan dunia kuliahmu itu!”

“Aigoo, jeongmal mianhae aku sudah membentakmu. Keurom, jebal katakan padaku ada apa?”

“Tadi malam, Jonghyun dan Sun Ji ketahuan media sedang makan bersama di sebuah restaurant. Jika kau tidak percaya, sekarang coba lihat di sebuah blog dan aku akan memberikan alamat blog itu padamu”

“Mwo? Makan malam? Setelah ketahuan selingkuh dengan Hwang Yi, sahabat karibku sendiri dan sekarang dia dengan Sun Ji, adik kelasku? Apa gara-gara mereka artis dan Jonghyun oppa senang mendekatinya?” Mataku berkaca-kaca setelah mendengar kabar yang tidak sedap itu.

“Mollayo, kau juga begitu dengannya. Mengapa kau menyembunyikan hubunganmu dengan Jonghyun sunbae? Huh? Dan sekarang kau selalu tersakiti karena berita miring seperti ini!”

“Aku tidak mau popularitas Jonghyun oppa menurun hanya karena berpacaran dengan yeoja pabo seperti ku. Hubunganku dengannya tidak pantas untuk diungkapkan ke publik karena ini sangat memalukan”

“Kerom, apa yang kau lakukan jika kau selalu mendengar kabar seperti ini? Sebagai sahabat baikmu, aku tidak ingin kau putus begitu saja dengannya karena kau sudah sangat lama berpacaran dengannya!”

“Hajiman, mungkin aku bukan yeoja yang baik untuknya. Padahal, masih banyak yeoppo yeoja di luar sana hajiman mengapa Jonghyun oppa memilihku? Haish~” Jawabku dengan nada kesal.

“Sudahlah, aku tidak ingin melihat hubunganmu dengannya terus seperti ini. Kau tahu, jika bangkai kau sembunyikan lama-lama akan tercium juga. Apa aku perlu memarahinya?”

“Anio, jangan lakukan itu. Sudahlah, ini sudah malam dan sebaiknya kau tidur. Gomawo atas informasinya, saranghae!” Aku segera menutup teleponnya dan bergerak ke komputerku. Aku membuka alamat yang sudah Min Gi kirimkan padaku. Setelah aku lihat semuanya, ternyata benar apa yang diucapkannya padaku dan itu tidak bohong. Artikel itu mengungkapkan semua yang sudah terjadi dengan tambahan foto untuk menjadi bukti kenyataannya. Melihat artikel tersebut, tubuhku menjadi lemas dan tak berdaya lagi, seakan-akan seseorang sudah menghisap semua tenagaku

 

>>>>> Morning <<<<<

 

Aku membuka pintu rumahku ketika mendengar bel rumahku berbunyi. Raut wajahku yang ceria berubah menjadi kusut ketika melihat kedatangan Jonghyun oppa di rumahku dengan membawa bunga mawar dan kotak makan. Aku masih melihat wajahnya yang sangat ceria dan menunjukkan senyum lebarnya sehingga semua gigi-nya terlihat dimataku.

“Annyeong chagy, bagaimana kabarmu?”

“Annyeong, Buruk!” Jawaban singkat dariku.

“Eh? Buruk? Waeyo?” Tanyanya dengan menunjukkan wajah innocent.

“Hufftt, Keurom apa maumu? Aku tidak ingin banyak basa-basi!”

“I go, ini aku bawakan khusus untukmu!” Dia memberikan bunga mawar kesukaanku, tetapi masih belum ada respon dariku.

“Masuk!” Kataku sambil meninggalkannya yang masih mematung di luar rumahku. Setelah beberapa detik, dia mengikutiku masuk kedalam rumahku dan masih membawa barang bawaannya.

“Chagy~aa, I go!” Dia memberikan mawar itu lagi, karena merasa kasihan aku pun menerima bunga yang sudah ia bawa.

“Gomawo~” Kataku singkat sambil memajukan daguku.

“Omo, kau marah?” Katanya sambil mendekat ke wajahku.

“Anio, gwaenchana”

“Jinjja? Kau bohong!”

“Wosshh!”

“Mwo? Mengapa kau menghembuskan nafas seperti itu? Saat kau menghembuskan nafas seperti itu pasti kau sedang marah denganku!”

“Anio, hanya… emh!” Potongku.

“Waeyo? Jangan berdiam diri seperti ini”

“Bagaimana makan malam-mu kemarin? Apa berjalan dengan sempurna?” Kataku dengan menunjukkan senyuman aneh untuknya.

“Anio, aku tidak makan malam dengannya kemarin”

“Jeongmal?” Tanyaku tidak percaya.

“Ne, jinjja! Aku dan dia hanya bertemu, itupun tanpa disengaja dan sebenarnya aku makan malam dengan Jungshin, bukan dengannya! Mereka semua mengambil foto saat Jungshin ke kamar mandi, aku juga tidak tahu kapan mereka mengambil foto itu”.

“Aratso” Kataku sambil memalingkan pandanganku terhadapnya.

“Mwo? Wae? Kau sangat tidak percaya pada ucapanku?”

“Sudahlah, jika kau sudah selesai bicara sebaiknya kau pulang dari rumahku” Aku membuang mawar yang sudah dibawakan Jonghyun oppa untukku.

“Benar kan apa yang aku katakan? Pasti kau marah karena berita kemarin malam!”

“Anio, aku sudah biasa menjadi pacar yang tidak dianggap seperti ini”

“Mworago? Aku selalu menganggapmu, mengapa kau mengatakan seperti itu?” Katanya sambil mendekat padaku sekali lagi.

“Bagaimana tidak? Yang mengetahui hubungan kita hanya Min Gi dan semua dongsaeng dan hyung mu itu”

“Keurom, kau mau semua media tahu? Itu mau mu?” Bentaknya.

“…” Aku tidak menjawab pertanyaannya. Mianhae oppa, cukup sampai disini kau menyakitiku. Aku sudah bosan menjadi pacar gelap seperti ini.

“Aratso, jika seperti itu. Sekarang juga aku akan mengadakan konfrensi pers dan mengundang semua wartawan agar semua tahu hubungan kita” Dia pergi meninggalkan aku. Dengan cepat aku pun mengikutinya dan berlari agar aku bisa mencegahnya. Nafasku terengah-engah ketika dia beranjak untuk menyeberang.

BRAAKK!!.

Tubuhku terdiam kaku saat melihat tubuh Jonghyun oppa yang tergeletak di jalan raya dengan banyak darah yang melumuri kepala dan hidungnya.

“JONGHYUN OPPA !!!!!!!!!!” Teriakku sambil berlari menghampirinya yang sudah tidak berdaya lagi. Darahnya semakin mengalir karena hujan pun turun sangat deras dan menguyur semua darah Jonghyun oppa, sedangkan seseorang yang menabraknya menelpon sebuah rumah sakit agar ambulant dapat membawa Jonghyun oppa.

“Jonghyun oppa, bangun! Jebal, kau harus bangun. Jangan berdiam seperti ini! Oppa!!” Aku memeluk tubuhnya yang terlentang dan membantu menggendongnya untuk dimasukkan ke mobil ambulant. Saat di dalam mobil, semua peralatan medis pun di tancapkan ke semua badan Jonghyun oppa tetapi masih belum ada reaksi apapun dari tubuhnya, sedangkan darahnya masih keluar dan masih belum berhenti.

“Jika darahnya belum berhenti, bisa-bisa dia akan kehabisan darah dan itu dapat merengut nyawanya” Kata seorang perawat yang masih membersihkan semua darah Jonghyun oppa yang masih keluar.

“Jonghyun oppa. Jebal! Jangan bercanda seperti ini, semua ini tidak lucu! Oppa!!!!” Kataku sambil memegang tangan kanannya yang lemas tak berdaya itu. Air mataku tidak dapat aku hentikan sehingga air mataku sudah membanjiri muka ku. Mobil ambulant pun berhenti saat sudah sampai di depan rumah sakit, seseorang membuka pintunya dan mendorong tempat yang Jonghyun oppa tiduri masuk ke ruang UGD.

Perasaan sedih, khawatir, takut pun bercampur menjadi satu. Aku berbolak-balik seperti setrika di depan pintu UGD, karena aku tidak dapat masuk untuk menemani Jonghyun oppa yang terkujur lemah. Satu jam, dua jam telah berlalu. Sedangkan dokter tak kunjung keluar dari ruang UGD. Sungguh, aku sangat menyesal karena telah membuat Jonghyun oppa seperti ini. Jika sesuatu terjadi pada Jonghyun oppa, aku berjanji tidak akan memaafkan ku sendiri. Pandanganku beralih ketika seorang dokter baru saja keluar dari ruang UGD. Aku segera menghampirinya dan menanyakan bagaimaan keadaan Jonghyun oppa sekarang. Aku sangat berharap besar dia akan baik-baik saja. Dan aku yakin, semua nya akan baik-baik saja.

“Dok, bagaimana keadaan Jonghyun oppa?” Tanyaku penuh khawatir. Namun, dokter itu terdiam sejenak.

“Terjadi pendarahan hebat di sekitar otak kecilnya. Mianhamnida, tuhan berkehendak lain” Dokter pun meninggalkan aku. Mendengar itu, kaki ku menjadi lemas, tubuhku terasa ringan. Aku terjatuh di tempat itu dan menangis dengan penuh penyesalan. Tak semestinya aku bersikap seperti itu pada Jonghyun oppa, semua ini salahku. aku tak bisa memaafkan diriku seperti ini.

Yonghwa oppa, Minhyuk, dan Jungshin telah ada di tempat di mana aku sedang menangis. Minhyuk mengantarkanku pulang dengan mobilnya. Meski di setiap perjalanan aku selalu menangis, Minhyuk oppa melihatku dengan sedikit mengeluarkan air mata. Setelah sampai di rumah, aku segera membanting semua barang yang ada. Aku segera menyobek fotoku dengan Jonghyun oppa. Sungguh aku adalah orang yang jahat. Aku adalah orang penyebab kematian Jonghyun oppa. Aku!! Aku !!!

 

—- FLASHBACK —-

           

“Oppa kau sudah lama disini?” Tanyaku ketika sampai di tempat dimana Jonghyun oppa menyuruhku untuk menemuinya.

“Ani, aku baru saja” Jawabnya dengan memberikan senyuman manisnya.

“Keurom, ada apa kau menyuruhku untuk datang ke sini?” Tanyaku penasaran.

“Igo!” . Jonghyun oppa memberikanku sebuah handycam kecil dan bewarna silver.

“Oppa? igimwoya?” Tanyaku dengan memandang wajahnya dengan menggengam handycam kecil itu.

“Ini hadiah untukmu” Jawabnya dengan menggengam tanganku.

“Jeongmal? ini untukku?” Tanyaku tak percaya.

“Ne, Jinjja” Jawabnya dengan semangat.

“Aigoo, gamsahamnida!” Aku segera memeluknya. Dia pun memeluk erat dan tersenyum lebar seperti malaikat. Dia pun melepaskan pelukanku. Tak lama kemudian, dia mendekat padaku. Semakin mendekat, mendekat, dan mendekat. Aku pikir dia akan menciumku.

Karena salju turun, Jonghyun oppa mengurungkan niatnya untuk menciumku. Aku hanya melihatnya dengan penuh senyuman dan kebahagiaan. Salju pun turun dengan cepat. Akan tetapi kita berdua hanya bermain salju dan merekamnya dengan sebuah handycam kecil yang di berikan oleh Jonghyun oppa.

 

—- END FLASHBACK —-

 

 

Jika seperti ini, akankah semuanya berputar kembali? Jika dapat, aku akan merelakan nyawaku daripada melepaskan dirimu

 

 

>>>>> Morning <<<<<

 

Aku membuka mataku karena cahaya matahari telah merasuki mataku yang lebam. Aku terdiam sejenak. Apakah semua itu benar-benar terjadi? . Hanya pertanyaan itu yang masih berniang di kepalaku, meski aku hanya terdiam karena tak bisa menjawab dan mengetahui yang sebenarnya. Pandanganku beralih ketika seseorang telah membunyikan bel rumahku. Aku hanya berdiri dengan pasrah dan membukakan pintu untuk seseorang itu.

“Annyeong chagy~aa? Apa tidurmu nyenyak semalam?” Tanya seorang namja yang membuat kedua mataku terbelalak lebar dan mulutku menganga. Tidak! ini nyata! Ini Jonghyun oppa ! Dia masih hidup!!!!. Jeritan hatiku semakin menguap sehingga tanpa aku sadari air mataku jatuh begitu saja.

“Chagy~aa, wae?” Tanya Jonghyun oppa khawatir. Aku segera meresponnya dengan tatapan berbinar-binar dan menyentuh wajahnya dengan kedua tanganku.

“Apa benar ini dirimu? Jonghyun oppa?” Tanyaku dengan sedikit menangis.

“Jinjja! Ini aku, namjachingumu!! Wae? Apa aku aneh hari ini?” Jawab nya dengan menatapku dengan pandangan aneh. Tanpa ba-bi-bu, aku segera memeluk erat tubuhnya sehingga sesuatu yang ia pegang terjatuh di lantai. Aku segera melepaskan pelukan itu dan mencari suara apa itu.

“Mwoya?” Sentakku.

“I go” Jonghyun oppa memberikanku sebuah bunga mawar merah yang telah dirancang seindah mungkin.

“Igi mwoya??” Tanyaku tak percaya melihatnya berubah menjadi seromantis ini.

“Seonmul igo!!” Jawabnya dengan singkat. Dasar, namja pabo! Aku sudah tahu kalau ini adalah sebuah hadiah!! Aku hanya masih idak percaya jika hadiah ini diperuntukkan untukku!!.

“Untukku ?” Tanyaku tak percaya.

“Humm” Guramnya dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Gomawo, chagy!” Teriakku. Jonghyun oppa menatapku dengan penuh senyuman. Melihat

semua itu, ini seperti mimpi. Aku kira kematian Jonghyun oppa kemarin adalah nyata, tapi tidak!

semuanya adalah mimpi, dan aku harap semua itu tak akan terjadi sekarang. Mungkin itu adalah teguran

dari tuhan, agar aku tak menjadi orang yang egois dan kasar. Aku tak akan memarahi Jonghyun oppa

tentang  kejadian malam itu, aku selalu mempercayainya dan aku yakin cintanya hanyalah untukku.

“Ahh! masih ada satu lagi” Kata Jonghyun oppa memecahkan keheningan antara kita berdua.

Mataku hanya melihati gerak-gerik Jonghyun oppa yang sedang mengambil sesuatu di balik tubuhnya.

Tak lama kemudian, Jonghyun oppa pun memberikan sebuah kotak makanan yang masih hangat padaku. Aku hanya terdiam terpaku karena terlalu bingung dengan sikap aneh Jonghyun oppa pagi ini.

“Igi mwoya?” Tanyaku dengan melihat semua sisi kotak makanan itu.

“Itu sup babi buatanku. Tadi pagi, aku memasakan semua ini untukmu” Jawabnya dengan penuh senyuman.

“Sup babi? Apa kau tak tahu, kalau aku alergi makan daging babi?” Tanyaku dengan sedikit mengecilkan ukuran sebelah mataku.

“Mwo? aigoo! aku lupa tentang hal itu” Dia menepukkan telapak tangannya ke keningnya. “Ini semua gara-gara Jungshin!” Guramnya.

“Jungshin? ada apa dengan bocah itu?” Tanyaku.

“Dia yang menyuruhku untuk membuat sup daging babi dan menyuruhku untuk makan bersama denganmu” Jawab Jonghyun jujur. Aku yang mendengar jawaban polos itu, sontak menertawainya dengan terbahak-bahak.

“Wae? mengapa kau tertawa seperti itu?” Tanya nya keheranan. “Apa aku lucu?” Lanjutnya dengan melihat semua tubuhnya.

“Jadi semua ini adalah rencana dari si Jungshin? Mengapa kau bertanya padanya?” Tanyaku dengan masih menertawainya.

“Ani, dia adalah makhluk yang mengerti semuanya. Oleh sebab itu, aku mempercayainya. Tapi bodohnya aku, mengapa aku menurut saja ketika dia menyuruhku membawakan sup daging babi untukmu? Sedangkan kau akan gatal-gatal setelah memakan ini” Jawab Jonghyun dengan wajah yang kecewa. Melihat wajahnya, aku segera berhenti dari ketertawaan(?) itu dan menghampirinya. Aku pun segera memeluknya.

“Gwaenchana, aku tak butuh sup babi atau bunga sekalipun. Aku hanya membutuhkan kejujuranmu dan cintamu. Tanpa semua itu, cinta kita bisa berakhir kandas” Bisikku pelan-pelan. Aku segera melepaskan pelukanku. Jonghyun oppa hanya menatapku lemah, sedangkan aku hanya memandangnya dengan penuh senyuman.

“Gomawo chagy, hajiman.. Ada sesuatu yang ingin aku katakan” Katanya.

“Mwo?” Tanyaku.

“Berita itu tidak benar”.

“Hmm? Berita apa?” Tanyaku dengan berpura-pura tak mengetahui apapun. Sekilas, Jonghyun oppa menghela nafas panjang.

“Kemarin malam, aku pergi dengan Jungshin untuk makan malam di restoran. Saat Jungshin pergi ke kamar mandi, tiba-tiba aku menemui Sun Ji. Aku mempersilahkan Sun Ji untuk duduk. Tak mungkin jika aku membiarkannya berdiri disana dengan berpura-pura tak mengetahuinya. Kita berbicara sebentar disana sambil menunggu Jungshin yang sangat lama berada di toilet. Tapi sialnya, para stalker mengetahui sehingga mereka memfoto kami berdua dan mengupload foto itu di sebuah blog. Ini semua salah paham, chagy! Percayalah padaku” Ucap Jonghyun oppa panjang lebar dengan memegang kedua tanganku. Aku hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“Gwaenchana. Aku percaya padamu, chagy!”

“Jinjja? Kau mempercayaiku?” Tanya nya tak percaya.

“Humm. Jinjja! Seharusnya, aku cemburu sekarang !!!” Jawabku dengan memajukan beberapa centi mulutku.

“Heh? wae?”.

“Seharusnya kemarin kau mengajakku makan malam, bukan si Jungshin!! Beruntungnya, Jungshin bisa makan malam dengan si FreakGuitarBurning!”. Aku sedikit tertawa dengan jawabanku sendiri, sedangkan Jonghyun oppa terbahak-bahak ketika mendengar jawaban dariku.

“Ahh, jinjja! Kau benar juga. Tak sepantasnya aku makan malam dengan Jungshin kemarin. Hahahaha”. Setelah kita saling bercanda ria, tiba-tiba suasana menjadi hening. Tak ada suara pun di antara kita, hanya angin yang menghembus. Tak lama kemudian, terdengar bunyi suara yang memecahkan keheningan antara kita berdua.

“Mwoya? suara apa itu?” Tanyaku dengan tertawa terbahak-bahak.

“Hehehe.. Itu suara perutku” Jawab Jonghyun oppa dengan nyengir kuda(?).

“Jiahh! kau pagi-pagi datang kesini tapi lupa untuk sarapan pagi” Ucapku dengan menggeleng-gelengkan kepalaku karena heran melihat tingkah laku namjachingu-ku yang menjadi aneh seperti ini.

“Hajiman, semua ini kan hanya untukmu. Aku melupakan sarapan pagi karena ingin cepat-cepat menemuimu dan menjelaskan semua berita miring itu” Ucapnya lesu.

“Aigoo, sok sweet nya namjachingu ini!!” Kataku dengan mencubit kedua pipinya yang sedikit chubby itu.

“Aish! sakit” Berontak Jonghyun oppa. Sedangkan aku hanya tertawa ketika melihat kedua pipinya menjadi merah akibat cubitanku.

“Aratso, aratso! Aku akan menghangatkan kembali sup babi buatanmu ini” Aku mengambil kotak makanan yang berisikan sup babi itu dan membawanya ke dapur.

 

 

JONGHYUN P.O.V

 

Aku membuka mataku ketika mendengar suara deringan gitar yang lembut sehingga membangunkanku dari tidurku yang nyeyak. Aku segera mengangkat kepalaku dan mengucek kedua mataku yang masih tidak bisa melihat dengan jelas. Aku mencari dimana sumber bunyi gitar itu, dan aku juga mencari dimana Hye Min berada. Mungkin ketika dia memanaskan sup babi aku sedang tertidur ketika melihat photobook yang terletak di atas meja, sehingga aku tertidur dengan keadaan duduk dan kepalaku yang tertunduk di atas meja. Tak lama kemudian, aku pun menemukan sosok dan bunyi tersebut.

“Hye Yoon~aa? Apa yang kau lakukan?” Tanyaku dengan keheranan melihat Hye Yoon sedang bermain gitar pemberianku ketika ia berulang tahun.

“Ahh.. anio” Jawabnya dengan meletakkan kembali gitar itu dan menghampiriku. “Ada apa kau? kau jahat sekali oppa! Aku menghangatkan sup babi itu kembali tapi ketika aku kembali, kau malah tidur! Apa aku terlalu lama pergi ke dapur?” Ucapnya panjang lebar dengan memajukan bibir mungilnya itu.

“Aigoo, ternyata yeoja cantik ini kesal padaku?” Tanyaku dengan sedikit tersenyum kecil. Tak ada balasan darinya, dia hanya memanyunkan mulutnya dan tak menatapku.

“Aigoo.. Jeongmal mianhae.. ne?” Ucapku dengan memegang kedua tangannya. “Bagaimana kalau kita pergi untuk jalan-jalan?” Ajakku.

“Jalan-jalan? Odi?” Raut wajahnya berubah menjadi gembira.

“Ummh, bagaimana ke taman hiburan? Aku akan membayarkan tiket masuknya. Eotte?”.

“Wahh! Neomu joahe!!” Teriak Hye Yoon dengan perlakuan seperti anak TK yang baru saja mendapat permen lollipop dari badut.

“Aratso, kajja!” Aku mengenakan jaket hitamku dan menggandeng tangan Hye Yoon keluar.

Kita berjalan menelusuri kota Seoul untuk datang ke taman hiburan. Kita memang sengaja untuk jalan kaki dan tidak naik bus karena kita berdua ingin melihat pemandangan sekitar dan menikmati udara yang sejuk karena baru saja hujan lebat terjadi. Perlakuan Hye Yoon sangat aneh hari ini. Biasanya, seorang namja  akan berjalan di pinggir jalan karena namja itu tidak ingin terjadi apa-apa terhadap yeoja nya, semacam perlakuan untuk melindungi yeoja itu. Tapi tidak untuk saat ini karena Hye Yoon memperlakukanku sebaliknya. Sekarang, dia yang berjalan di pinggir jalan bukan aku!. Aku memandanginya aneh. Bukan hanya aku, semua orang pun mempunyai pandangan yang sama sepertiku. Jika seperti ini, pasti aku yang akan menerima dampak negative dari semuanya. Aku yakin, pasti semua orang itu mengatakan hal yang sama: “Mengapa yeoja itu yang menjaga namja? bukan sebaliknya? ahh, dasar! nappeun namja! Aku sangat benci dengan namja yang tak mau melindungi yeojachingunya!”. Agar semua orang tidak berpikiran negative padaku, aku pun mencoba untuk menanyakan ini  terhadap Hye Yoon.

“Hye Yoon~aa”. Panggilku.

“Hmm, wae?” Guramnya dengan menoleh padaku.

“Apa semua ini tidak aneh?” Tanyaku dengan sedikit tersenyum yang mungkin terlihat lebih mengerikan.

“Hmm? aneh? apanya yang aneh?” Tanya Hye Yoon balik dengan menggaruk-garuk kepalanya.

“Ini, kenapa kau yang berjalan di tepi? bukankah seharusnya aku yang melakukan ini untukmu?” Jawabku dengan pelan-pelan, dan ku harap Hye Yoon akan mengerti.

“Ahh, ini?”. Hye Yoon menanggapi muka ku yang berubah menjadi aneh ini dengan tertawa.

“Wae? ada yang salah?” Tanyaku bingung.

“Tentu!” Jawabnya singkat, sedangkan aku hanya menatapnya dengan pandangan polos.

“Aigoo!. Jika seorang namja saja bisa menjaga seorang yeoja. kenapa seorang yeoja tidak bisa menjaga seorang namja?” Ucapnya dengan menggandeng erat tanganku, sedangkan aku hanya melihat tampang nya yang aneh.

Hari ini adalah hari yang special bagiku. Entah semuanya berubah. Dunia begitu menyenangkan, udara begitu sehat, dan juga cinta tak menyakitkan. Begitu aneh rasanya ketika bersamanya. Dia terlalu sempurna untuk ku miliki. Entah penyesalan apa yang datang menghampiriku setiap menatap kedua bola matanya, bagaimana tidak? aku adalah seorang namja yang pengecut. Demi repotasi keartisanku, aku rela untuk menyembunyikan hubungan kisah cintaku bersama Hye Yoon. Aku juga tak bisa berpikir dengan jernih jika aku berada di posisi Hye Yoon saat itu. Aku benar-benar jahat!.

“Oppa, igo!” Hye Yoon memberikan ice cream untukku dan duduk bersamaku dengan memandangi satu sama lain.

“Apa kau capek? Tadi kita sudah mencoba semua permainan di taman ini” Tanyaku.

“Hmm” Jawabnya dengan menggeleng-gelengkan kepala. “Gwaenchana. Aku sangat senang hari ini. Joahe!” Lanjutnya.

“Jinjja?” Tanyaku tak percaya.

“Jinjja!” Jawabnya serius dengan memberikan sedikit senyumnya. Disamping kita memakan ice cream dan saling duduk berhadapan di sebuah resto kecil yang sudah tersedia di taman hiburan ini, aku selalu berpikir. Tidakkah ini membosankan jika aku tak memberikannya sebuah hadiah? Hadiah? Hajiman, hadiah apa yang harus aku beli? Eotteoke?.

“Oppa, wae?” Tanya Hye Yoon yang sudah memecahkan pikiranku.

“Ahh, ani. Hehehe” Jawabku dengan sedikit meringis dan sesekali memakan kembali ice cream.

“Ahh !!!!. Hye Yoon~aa, bagaimana kita pergi ke tempat lain?” Ajakku.

“Mwo? Odi?” Tanya nya dengan mengakhiri ice cream nya itu.

“Nanti pasti kau akan tahu” Jawabku dengan sedikit nakal, sedangkan dia hanya menatapku kebingungan.

Langkah demi langkah, aku pun menuntun Hye Yoon berjalan agar tidak jatuh. Tangan kanan ku yang menutup kedua mata sedangkan tangan kiriku yang memegang dan menuntunnya pun menjadi sebuah panutan semua alam di sekeliling kita berdua. Aku sangat berharap, ketika Hye Yoon membuka kedua bola matanya dia akan menyukai semua ini dan begitu juga akan menyenangkanku ketika melihatnya tersenyum bebas.

“Oppa? Kita belum sampai?” Tanya Hye Yoon dengan memegang erat tanganku. Mungkin dia takut jatuh karena berjalan dengan mata tertutup.

“Sebentar lagi, hanya pegang tanganku dan tutup kedua matamu. Nanti kau akan tahu dengan sendirinya”.

“Aratso”.

“Are you ready?? 1 …. 2… 3” Aku melepaskan tangan kananku yang dari tadi menutup kedua bola matanya yang indah itu. Aku segera melihat sebuah ekpresi yang indah dari Hye Yoon. Parasnya terlihat berbunga-bunga ketika melihat semua disekelilingnya bewarna merah karena banyaknya bunga mawar merah yang tumbuh di sekelilingnya. Sebenarnya, sudah berbulan-bulan aku menyiapkan semua ini untukknya. Saat itu, aku membeli tanah taman ini dari hasil jerih payahku ketika pertama kali aku mendapatkan gaji. Setelah itu, aku meminta seseorang untuk menanam banyak bibit mawar merah untuk ditanam di taman ini. Aku ingin merubah tanah yang tandus menjadi lautan merah karena banyaknya mawar merah yang tumbuh. Aku sangat senang ketika melihat semua bibit yang telah aku beli dapat tumbuh menjadi sangat indah dan sekarang semua mawar itu mampu membuat yeojachingu yang sangat aku cintai merasa bahagia.

 

 

HYE YOON P.O.V

 

Aku mulai membuka perlahan-lahan mataku. Penglihatanku menjadi berkabut karena terlalu lama menutup mata dan akhirnya mataku terkena sinar matahari secara langsung. Tak lama kemudian, semuanya berubah. Warna awal yang kulihat adalah putih, dan sekarang merah. Aku hanya bisa membesarkan kedua mataku ketika melihat begitu banyaknya mawar merah tumbuh dan bermekaran. Aku tak tahu berapa banyak uang yang dikeluarkan, berapa banyak bibit yang dibeli, dan berapa lama mereka bisa tumbuh dengan subur.

Aku mulai tersenyum bahagia melihat semua ini. Sebuah pemandangan yang benar-benar indah dan alami. Sebuah pemandangan yang tak pernah aku jumpai dan ku temui. Aku juga tak tahu kapan Jonghyun oppa menyiapkan semua ini. Ini benar-benar aneh, dan ku rasa seperti itu juga. Sosok Jonghyun oppa yang seperti itu sulit di pahami ketika dia berubah menjadi makhluk yang romantis. Bagi seseorang yang belum mengenal sosok Jonghyun oppa dengan baik, mereka akan mengira bahwa Jonghyun oppa adalah nappeun namja dengan sifatnya yang sangat menyebalkan karena sudah terlihat ketika menatap matanya. Tapi semua dugaan itu adalah salah! Jonghyun oppa tidak seperti itu. Jonghyun oppa adalah namja yang baik, humoris meski terkadang tidak masuk akal =,=. Tapi, dia benar-benar makhluk tuhan yang sulit ditebak. Seperti menyelesaikan sebuah soal teka-teki pada matematika, kita harus benar-benar teliti dan jernih ketika kita mencoba untuk menyelesaikan soal itu.

Tanpa ku sadari, setetes air mata pun mulai mengalir di pipiku. Ini adala air mata kebahagiaan, suatu kebahagiaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Untuk Jonghyun oppa, gamsahamnida! Aku tak pernah sebahagia seperti ini selama aku hidup di dunia ini. Terima kasih karena kau telah menjadi malaikat cinta yang selalu menjaga hatiku dengan baik. Di kala ku sedih, kau menghiburku. Dan ketika aku marah, kau mencoba untuk menjelaskannya dengan sifat dewasa. Jeongmal gamsahamnida. Aku tak mampu memungkiri ini, SARANGHAE !!.

“Chagy~aa? Wae? Mengapa kau menangis? Uljima!” Ucapnya dengan mendekat padaku dan menghapus air mataku.

“Anio, aku hanya sangat senang melihat semua ini dan tanpa sadar air mata bahagia ini keluar begitu saja”. Jawabku dengan menghapus air mataku.

“Chagy~aa” Panggilnya manja.

“Wae, oppa?” Pandangaku beralih kepada kedua matanya yang sebening berlian. Ku lihat gerak-geriknya. Dengan pelan-pelan, dia memasukkan tangan kanannya ke saku celananya. Dengan secepat kilat(?), dia pun menunjukkan kotak kecil bewarna merah di depanku. Aku hanya membuka kedua mataku lebar-lebar.

“Mwoya?” Tanyaku penasaran.

“Buka saja” Jawabnya. Pelan-pelan, tanganku mendekat untuk membuka apa isi kotak kecil merah itu. Kilauan sinar matahari tertuju pandanganku ketika mengetahui bahwa isi kotak tersebut adalah sepasang cincin.

“Mwoya igo?” Tanyaku dengan menutup mulutku yang ternganga lebar.

“Untukmu”. Tangannya mengambil salah satu cincin dan meraih tanganku. Dengan pelan, dia memasukkan cincin yang indah itu ke jari manisku. Aku hanya menganga ketika melihatnya melakukan hal yang tak pernah aku duga sebelumnya.

“Sekarang, ganti kau yang memasukkan cincin ini ke jari manisku” Suruh Jonghyun oppa.

“Ah? Ne” Turutku. Dengan perlahan, aku pun mengambil dan memasukkan cincin tersebut di jari manis Jonghyun oppa.

“Oppa?” Panggilku.

“Ne?” Jawabnya dengan menatapku.

“Apa benar ini dirimu? Aku tak sedang bermimpi bukan?”.

“Haish! jinjja!. Aku Lee Jong Hyun, namjachingu nya Kim Hye Yoon. Ini bukan mimpi, jika ingin membuktikannya aku akan melakukannya untukmu!”. Jonghyun oppa mendekat padaku. Semakin mendekat pada wajahku, dan akhirnya dia menciumku. Aku hanya terkejut ketika melihat dia menciumku, sehingga aku hanya menutup kedua mataku. Dia melepaskan bibirnya yang menempel di bibirku dan kembali memandangiku.

“Oppa? Mengapa kau menciumku?” Rengekku, sedangkan Jonghyun oppa hanya meresponnya dengan senyuman setannya(?).

“Yaaa!!! Mengapa kau tak menjawab pertanyaanku???”.

“Wae? Aku namjachingu mu bukan?” Tanya nya dengan sedikit memberikan senyuman evil nya.

“Hajiman, ini ciuman pertamaku! Aku hanya memberikan ciuman ini untuk suami ku kelak!” Bantahku.

“Mwoya? Suami mu kelak? Aku adalah calon suami mu! Dan mulai sekarang kau adalah calon istriku! hahaha” Jawabnya dengan tawanya yang menggelikan.

“Yaaaa! Jeongmal!! Nappeun namja!!”. Aku mengejarnya karena dia lari untuk menghindariku. Aku harap hari ini akan menjadi indah. Di taman bunga ini, dengan adanya cincin yang telah terpasang di jari manisku, aku harap kita dapat bahagia untuk selamanya

 

****

            Setelah saling berlarian satu sama lain di taman bunga mawar yang Jonghyun oppa tanam dengan sepenuh hati itu, kami berdua pun berniat untuk kembali pulang dengan berjalan kaki. Disana, kita bergandengan satu sama lain. Aku harap genggaman tangannya tak akan lepas dari genggaman tanganku, dan aku yakin tuhan akan mengabulkan doa itu untukku.

“Oppa, gomawo”. Ucapku dengan memegang tangannya semakin erat.

“Hmm? Gomawo? Untuk apa?”.

“Untuk semuanya. Menghabiskan 1 hari denganmu sangatlah membuatku bahagia dan senang. Jeongmal mianhae, ketika aku sering memarahimu atau marah tanpa alasan yang logis” Ucapku dengan sedikit menundukkan pandanganku.

“Gwaenchana. Yang lalu biarlah berlalu. Kita harus memikirkan masa depan, karena dengan mengingat masa lalu hanya penyesalan yang akan datang pada diri kita, dan penyesalan itu sangatlah menyakitkan dan buruk untuk hidup kita” Ucap Jonghyun oppa yang sangat bijak. Aku hanya membalasnya dengan penuh senyuman. Meski sikapku yang terlalu kekanak-kanakan, Jonghyun oppa selalu dan akan tetap mencintaiku, dan aku pun mempercayai semua kata-kata itu.

Kemesraan itu akhirnya hilang ketika ribuan titik-titik hujan datang menghampiri kami berdua yang sama sekali belum mempersiapkan segalanya, yaitu menyiapkan payung. Seketika, Jonghyun oppa melepaskan jaket hitamnya dan menutupi tubuhku dengan jaketnya.

“Oppa? Mengapa kau melepaskan jaketmu? Kau akan kedinginan!” Ucapku dengan memandanginya.

“Ani, aku rela sakit asalkan bukan kau yang sakit. Chagy”.

“Aigoo,  jangan terlalu lebay!” Sindirku, sedangkan dia hanya nyengir kuda(?).

“Kalau begini caranya, kita akan basah kuyup!” Guram Jonghyun oppa sendiri, sedangkan aku hanya diam dan mendengarkan guramannya.

“Ahh, itu ada toko yang menjual payung! Chagy, aku tinggal dulu ne? Ini pakai jaketku” Dia melepaskan genggaman tanganku dan menyelimuti dengan berat jaket kesayangannya itu.

“Andwae!” Bantahku. Aku menarik tangannya sehingga dia berhenti melangkah.

“Jangan tinggalkan aku, oppa!” Lanjutku dengan sedikit menangis. Jangan lepaskan genggaman ini, kumohon!

“Chagy, wae? Kalau kau mencegahku, kita berdua akan sakit!” Dia menghempaskan tanganku dan pergi menuju toko yang berada di seberang jalan sana. Kejadian ini, terjadi seperti dalam mimpiku. Akankah semua ini terjadi?.

Pandanganku beralih ketika sebuah truk besar dengan kecepatan yang tinggi akan menghampiri Jonghyun oppa yang hendak menyeberang. Mataku terbelalak ketika melihat itu. Ya, ini terjadi seperti dalam mimpi itu! Akankah??

“Andwae !”. Teriakku.

 

BRAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKK !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

 

JONGHYUN P.O.V

 

Tubuhku jatuh ketika seseorang telah mendorongku dari kejauhan. Aku segera menolehkan pandanganku untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi baru saja. Mataku terbuka lebar ketika melihat Hye Yoon yang sedang tergeletak di tengah jalan dengan banyak berlumuran darah. Sontak, aku segera lari dan menghampirinya. Darah yang mengalir bersama dengan air hujan itu sangat membuatku cemas. Aku mengangkan kepalanya dan meletakkannya ke pahaku.

“Chagy?? Bertahanlah!! ambulant akan mengampiri kita” Ucapku dengan menghapus darah yang ada di seluruh muka terutama bagian hidung dan pelipis mata.

“Jonghyun oppa, mianhae. Aku telah mengotori jaket kesayanganmu ini” Ucapnya dengan terbata-bata.

“Beraninya kau lebih mementingkan jaket ini dari pada dirimu yang sudah lemas ini???”  Bentakku terhadapnya. Dia hanya tersenyum kecil.

“Oppa, terima kasih untuk semuanya” Ucapnya dengan pelan, sehingga aku hampir tak bisa mendengar apa yang ia bicarakan.

“Sudah, jangan banyak bicara!” Bentakku. “Ambulant sudah datang, bertahanlah!” Aku menggendong tubuh Hye Yoon yang penuh dengan darah itu ke dalam ambulant.

 

 

♥ AUTHOR P.O.V ♥

 

Langkah kaki Jonghyun begitu lemas sehingga sesekali dia terjatuh. Air matanya tak kunjung berhenti mengalir. Kucuran keringat dan darath telah menempel di baju Jonghyun. Sangat menyakitkan ketika kita kehilangan seseorang yang kita sayangi.

 

 

=> FLASHBACK <=

 

“Dok? bagaimana keadaannya?” Tanya Jonghyun dengan nafas berburu-buru. Dokter hanya menepukkan tangannya ke pundak Jonghyun dan menggeleng-gelenggkan kepalanya.

“Dia telah berada di surga sekarang, berdoalah untuknya”. Dokter meninggalkan Jonghyun yang masih terkujur kaku mendengar apa yang telah terlontarkan dari mulut si dokter itu.

“Tidak mungkin! Mengapa semua ini terjadi? Baru saja aku menghabiskan waktu selama 1 hari dengannya, akan tetapi mengapa tuhan mengambilnya begitu cepat??? Adwae !!!!!!!!!!!!!!”.

 

=> END FLASHBACK <=

 

 

 

* That Morning, we meet each other *

 

Jonghyun menelusuri semua ruangan yang ada di kamar Hye Yoon, mulai ketika ia menemukan foto SMA ketika Hye Yoon bersama Jonghyun, dan masih banyak lagi. Jonghyun duduk di ranjang Hye Yoon yang nyaman dan menundukkan pandangannya. Wajah Jonghyun terlihat capek, sedih, dan bingung. Jonghyun sangat merasa kehilangan sosok yeoja yang sangat ia cintai. Demi cinta nya, Hye Yoon berani menukarkan nyawanya sendiri. Tetapi, kejadian itu sangatlah buruk bagi Jonghyun. Karena hanya ada rasa penyesalan yang terpendam di hati Jonghyun.

Tangannya tak sengaja menyentuh sebuah CD yang terbungkus dengan sebuah talian pita bewarna biru. Karena merasa penasaran, Jonghyun pun membuka dan melihat apa isi CD itu. Tanpa kata-kata, Jonghyun hanya terpaku melihat apa yang telah ia lihat. CD tersebut berisikan video Hye Yoon yang telah ia siapkan sebelum ia meninggal

 

 

~FLASHBACK~

 

“Oppa? Ini sup babi nya sudah siap!” Hye Yoon segera menutup mulutnya ketika melihat Jonghyun yang sedang tertidur nyenyak. “Dasar! sudah susah payah memanaskan sup ini untuknya, tapi dia nya tertidur!” Kata Hye Yoon dengan menggeleng-gelenggkan kepalanya.

“Tentang mimpi itu? Apa yang sebenarnya akan terjadi? Apakah ada sesuatu pesan dalam mimpi tersebut?” Guram Hye Yoon dalam hati. Mata Hye Yoon terpanah ketika melihat Gitarnya yang ia sandarkan di tembok kamarnya. Dia segera mengambil gitar itu dan pergi duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Disana, dia sangat berlatih keras agar dapat sukses mengiringi lagu yang telah Jonghyun ciptakan. Karena tak ingin mengecewakan namjachingu nya itu, dia sangat berlatih keras sehingga jari-jari tangannya berdarah karena dia tak memakai pic untuk memetik sinarnya.

Detik demi detik, menit demi menit akhirnya Hye Yoon pun dapat memainkan gitar dengan semua lagu yang diciptakan Jonghyun. Karena tak ingin membiarkan kebanggaannya tersia-siakan, akhirnya dengan cepat Hye Yoon mengambil sebuah handycam dan merekam semuanya. Mulai dari curhatan hatinya sampai dia menyanyikan sebuah lagu dengan diiringi gitar yang ia mainkan.

 

~END FLASHBACK~

 

 

Ahahaa.. Annyeong haseyo chagy~aa ?

Apa kau sudah bangun dari tidur mu itu? huh?

Apa kau senang melihatku susah payah memanaskan sup babi untukmu, tapi kamu milih untuk tidur..

Hajiman, karena aku adalah yeoja berhati baik, aku akan memaafkanmu.

Oppa? apa kau tahu? kemarin malam aku mimpi buruk!

Aku bermimpi bahwa kau meninggal ..

Kau meninggal karena ke-egoisanku ..

Hufft, tapi aku harap semuanya hanya mimpi biasa, dan tak akan terjadi.

Karena aku takut kehilanganmu! Oppa!

Oppa, semenjak kau ada dalam hidupku ..

Aku sangat senang! SENANG !

Tapi, memang tak dapat ku pungkiri jika aku marah padamu ..

Aku marah karena hubungan kita illegal atau tersembunyi ..

Sebenarnya, aku ingin dikenal banyak orang dan mereka semua tahu bahwa kau adalah milikku..

Tapi, ya? mungkin semuanya hanyalah harapan belaka? bukankah seperti itu oppa?

Oppa? Aku sangat mencintaimu! bahkan lebih dan lebih .

Jujur, aku akan menjadi gila ketika kau mulai memainkan gitar kesayanganmu itu.

Tapi, terkadang aku juga merasa cemburu terhadap gitar bodohmu itu!! =.=

Oppa? bisakah kau mengabulkan permohonanku?

Aku sangat ingin hubungan kita diketahui banyak orang, oppa!

Aku tak ingin banyak yeoja yang menggoda mu! karena kau milikku !

Aku juga tak ingin di anggap yeoja gila di kuliah !

Aku dianggap fans yang terlalu gila karena telah menyimpan foto kami berdua di dompet.

            Pernah, mereka mencoba untuk mencuri ataupun menyobek foto itu.

Tapi berkat kekuatan cinta, semuanya bisa teratasi😀

Oppa? Tidak bisakah kau meluangkan sedikit saja waktumu untukku? Aku merindukanmu !

Aku tak puas hanya dengan melihat beritamu di blog. Aku bukan fansmu ! tapi yeojachingumu! ARA?

Hmm, mungkin hanya ini ya curhatan dari yeoja cantik ini.

Seharusnya kau bangga mempunyai yeoja yang sabar nan indah ini! ingat itu !

Aku berharap besar padamu oppa, aku ingin kau mengabulkan permintaanku.

Jeongmal saranghaeyo !!! I LOVE YOU .. CAN YOU HEAR THIS? huh?

Ahh, sebagai balas budi baikmu terhadapku, aku akan menyanyikan lagu ciptaanmu bersama gitar yang kau berikan untukku ketika aku berulang tahun .

Aku sudah meluangkan banyak waktu untuk berlatih, jadi tolong didengarkan baik-baik ne?

 

            Petikan suara gitar itu mulai terdengar. Kim Hye Yoon yang akan menyanyikan lagu “LOVE IN THE RAIN” ciptaan dari Lee Jong Hyun itu pun membuat perasaan Jonghyun yang melihatnya melalui video itu menjadi satu. Perasaan bangga, sedih, kecewa pun menjadi satu.

 

 

JONGHYUN P.O.V

 

“Apa kau ingin aku mengabulkan keinginan mu chagy?  Jika iya, aku akan melakukannya sekarang”. Aku berajak dari duduk dan segera mengambil handphone-ku yang berada di dalam saku celana. Dengan melihat video itu, aku pun menelpon manager Jung untuk mengadakan konversi pers sekarang juga.

Permintaan yang baru saja aku ajukan pun di kabulkan oleh manager Jung. Semuanya telah di persiapkan, mulai dari tempat sampai semua wartawan. Aku hanya butuh membawa CD itu dan memakai sepasang cincin yang saat itu kita pakai bersama-sama meski tak lama. Semua mata tertuju padaku, begitu juga kamera yang terus memberika silauan cahaya nya ketika memfotoku. Aku segera duduk dan sejenak melihat cincin yang aku pakai.

“Saya, Lee Jong Hyun grub dari CN.BLUE akan mengatakan sesuatu hal yang memang harus saya katakan. Saya meminta maaf pada boice dan burningsouls karena saya telah memiliki yeojachingu sebelumnya.  Dia bernama Kim Hye Yoon, seorang mahasiswi dari Seoul University United jurusan politik yang memasuki semester 6. Kami sudah lama berpacaran, akan tetapi kita sengaja untuk tidak mengatakan dan mengumbar berita ini ke media. Dan cincin ini, adalah cincin pasangan yang baru saja kemarin kita pakai bersama. Saya hanya ingin kalian tahu, bahwa dia adalah yeojachingu saya. Dan saya minta maaf jika saya tidak memberitahukan berita ini sebelumnya ke media” Tuturku dengan bijak.

“Lalu, dimana yeoja itu sekarang? Jonghyun~shi?” Tanya salah satu pengacara.

“Sekarang dia ada di surga bersama tuhan. Dia baru saja meninggal kemarin akibat kecelakaan. Ia mendorongku dan akhirnya dia yang tertabrak. Saya sangat mencintainya”.

“Lantas, apakah anda merasakan sebuah penyesalan?”.

“Tidak, saya tidak menyesal. Saya tahu semua yang ia lakukan adalah hal yang terbaik”.

 

            Chagy~aa. Tidak bisakah kau melihatku ketika mengatakan semua ini di depan public? Apa kau gembira dan tersenyum lebar disana? Chagy, aku selalu mencintaimu dan aku yakin kau juga akan mencintaiku. Meski dunia kita berbeda sekarang, aku yakin pada akhirnya kita akan bertemu kembali. Tuhan tidak tidur, tuhan tidak tuli. Tuhan pasti akan mendengarkan keinginan kita berdua. Aku akan menjaga semua barang-barangmu. Mulai dari gitar, foto-foto, cincin, taman bunga, dan semuanya. Kuharap kau bahagia disana, dengan ditemani banyak bunga mawar merah kesukaanmu. Aku sudah berpesan terhadap bunga-bunga itu, agar mereka menjagamu. Karena aku tak bisa menjagamu disana, aku tak bisa melindungimu. Tapi kau selalu ada dihatiku, untuk selamanya. Dan aku bahagia, aku bisa menghabiskan satu hari denganmu dengan penuh kesenangan dan tawa. ONE DAY WITH YOU IS MY HAPPINESS AND NEVER FORGOTTEN WITH ANYTHING!

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>> THE END <<<<<<<<<<<<<<<<<<<

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

17 thoughts on “[LombaFF] One Day With You

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s