[LombaFF] Only for you

Rating: General

 

Length:            Oneshoot

 

Genre: Au (Alternate Universe), typo

 

Cast:    Lee Eun Yoo

Lee Jong Hyun

Kang Min Hyuk

Lee Jung Shin

Jung Yong Hwa

 

 

 

Eun Yoo POV

Aku hanya bisa merenung dan tersenyum kecil saat ini ketika menatap photo dua manusia yang saling mencintai, tersenyum penuh kebahagiaan. “Oppa, apa aku bisa menjalani ini semua tanpamu? Apa aku bisa hidup tanpamu? Apa aku bisa tersenyum seperti ini tanpamu…? Oppa, jawab aku…” air mata jatuh dari sudut mataku. Aku tak bisa membayangkan bahkan tak akan pernah bisa membayangkan ini semua. Aku tak bisa menerima kenyataan ini. Semua pertanyaan berputar-putar dalam pikiranku, siapa yang mampu dan sanggup menjawab semua pertanyaanku ini? Semua yang kudapatkan lenyap dalam waktu singkat, semua impian, harapan, hilang sudah dalam waktu beberapa menit. Oppa, aku tak sanggup.

Eun Yoo POV END

 

Min Hyuk POV

Kulihat sosok yeoja sedang menangis sembari melihat bingkai photo, terlihat amat menyedihkan raut wajahnya. Dia tidak menerima semua ini. “Yoo-ah, jangan kau tangisi lagi. Biarkan Yong hwa Hyung pergi. Kau harus tetap hidup. Masih ada yang mencintaimu meskipun tak sebesar cinta Yong Hwa hyung padamu. Jika hyung tau kau seperti ini, pasti Yong Hwa hyung juga sedih melihatmu seperti ini.”

“Kau tidak tau bagaimana persaanku saat ini,oppa. Aku sedih, teramat sedih. Jika harus menerima kenyataan pahit seperti ini, lebih baik aku mati saja.” Jawaban Eun yoo membuat ku kaget, aku mencoba menenangkannya, sedikit memaksa untuk membujuknya tenang dan harus menerima semua. Akhirnya dia lelah, diapun tertidur pulas. “Kasihan kau Yoo-ah, harus mengalami ini semua.”

Min Hyuk POV END

 

Eun Yoo POV

“Oppa, apa kau mencintaiku?”

“Ne,geudae.”

“Apa kau akan menikahiku,oppa.”

“Tentu saja.” “Kenapa kau begitu mencintaiku,oppa? Aku kan tidak cantik.”

“Aku tidak mencintai seorang yeoja karena kecantikannya, tapi aku mencintainya karena ketulusan dan kelembutan hatinya. Oppa minta dan mohon padamu, jangan pernah tinggalkan oppa begitu saja. Dan jika aku yang meninggalkanmu, aku mohon tetaplah tersenyum seperti sekarang ini. Arraseo? Sekarang cari oppa, temukan oppa kalau kau bisa.”

“Oppa, eoddi..? Oppa….”

Oppaaaaaaaaaa…….. “Aigo, kenapa aku harus bermimpi seperti itu. Oppa…..eottohkke..? oppa, lihat hasil perbuatanmu padaku, kau meninggalkan ku dan membuatku gila seperti ini, aku terluka, oppa. Aku sakit,oppa. Aku tak sanggup.”

Eun Yoo POV END

 

FLASHBACK

“Annyeong haseyo, Jung Yong Hwa imnida”

“Annyeong haseyo, Lee Eun Yoo imnida. Hahaha, kita sudah saling kenal tidak usah formal begitu,oppa.”

Kenapa terlihat kaku sekali, dia yeoja  manis yang pernah kulihat disekolah ini, entah mengapa wajahnya selalu saja membuat ku gila. What? Wait? Gila? Ada apa denganku? Apa aku mulai jatuh cinta dengan yeoja ini. Aiish, yang benar saja. Tidak mungkin. AAAArrrgh, ada apa denganku ini? Baiklah.. atuuuur napasss… fiiiuuuhh…

“Oppa? Waeyo?”

“Aaaah, aniya. Kita beli ice cream yuk.”

“Oh, ne oppa. Kajja…”

Senyumannya, wajah cerianya, sifat periangnya membuat ku tak berdaya.

“Kau mau rasa apa?’

“Mmm,,, sebentar oppa…”

“Ya! LEE EUN YOO, cepat pilih. Kita sudah setengah jam disini.”

“Mwo? Aish, oppa. Kau melebih-lebihkan saja. Okeh, aku mau coklat vanila. Yang ini.”

“Tadi aku tawarkan yang itu kau bilang tidak mau.  Kau ini  bikin repot saja.”

“Mwo? Kau bilang repot? Mengapa kau ajak aku membeli ice cream. Lagipula kita kan baru pertama kali jalan, mengapa sikapmu seperti itu. Jaga sikapmu agar yeoja yang kau ajak jalan merasa nyaman didekatmu. Lagipula ini kan baru semenit berlalu kau bilang setengah jam, dasar melebih-lebihkan saja.”

Benar-benar yeoja ini membuat ku malu di depan abang(?) tukang es.

“Baiklah, aku minta maaf. Cepat ambil, dan kita pergi dari sini.”

Angin sore memang sejuk, bunga-bunga terlihat menari dengan indahnya tertiup angin.

“Mmmm, Yoo-ah..”

“Ne,oppa…”

“Boleh aku bertanya sesuatu padamu?”

“Huahahahahaha, oppa..oppa… tak usah formal begitu, kita slow saja oppa. Kita kan satu sekolah, kau dan aku bahkan telah saling kenal berkat Jong Hyun oppa.”

“Ne,ara. Tapi setidaknya bersikaplah sopan terhadap yang lebih tua darimu.”

“Aiish, oppa. Aku sudah sopan padamu dengan caraku memanggil oppa.. OPPA… jelas..?”

“Ne, ara. Sudahlah. Kita habiskan.”

“Ada apa denganmu, oppa? Apa kau gugup padaku? Kau nervous padaku ya? Hahahaha.”

“Ya! Jangan menertawaiku. Hentikan Lee Eun Yoo….!!!!”

FLASHBACK END

 

Eun Yoo POV

“Yoo-ah, Yoo-ah.. bangun. Yoo-ah…”

Aiiiish, siapa yang mengganggu ku tidur. Ku kucek-kucek mataku, seorang namja. Sudah tua. Aku kenal.

“Huuuaaaa, Jong Hyun oppa, mengapa kau bangunkan aku?”

“Sadar Lee Eun Yoo, lihat keluar. Sudah pagi. Kau tidak kuliah? Ha?’

“Mwo? Jam berapa sekarang oppa? Jam.. huue, jam 10, aku kan ada mata kuliah jam 11. Oppa….’

“Ne, oppa antarkan. Cepat mandi dan rapi-rapi. Oppa tunggu dibawah, jangan lama-lama. Arraseo?”

“Ne,ara..”

Aku segera turun kebawah setelah rapi-rapi. Ruas jalanan terlihat sangat samar, bunga-bunga terlihat layu sekali pagi ini. Atau hanya perasaanku saja. Oppa, sudah 2 minggu kau meninggalkan ku. Aku tak berdaya, semakin ku ingin larut dalam duniamu. Dunia kita yang penuh dengan canda dan tawa.

“Yoo-ah.”

“Ne,oppa. Waeyo?”

“Mana wajah ceriamu? Mana semangatmu? Mana senyumanmu? Apa sudah pudar tertelan bumi? Ha? Sudah hilang bersama Yong Hwa hyung?”

“Aniya. Hanya saja sering sekali aku teringat padanya. Dan kau tau sendiri,oppa. Tinggal menghitung hari kami bertunangan. Tapi…”

“Tuhan berkehendak lain,Yoo-ah. Jangan bersedih. Mungkin ada yang lebih baik darinya, meskipun sulit. Ingat Yoo-ah kita hidup tidak sampai disini.”

Tetesan bening keluar dari sudut mataku, aku tidak mau Jong hyun oppa tau. Tapi aku tidak tahan. Kulepas isakan ku. Aku menangis, menagis lagi. Jong Hyun oppa menenangkan ku, dan meminta maaf karena telah membuatku menangis. Tidak, bukan salah oppa, memang aku yang cengeng. Yong Hwa oppa, lihat perbuatanmu, aku sakit karenamu. Setiap hari berapa tetes airmata yang ku keluarkan hanya karena dirimu, Yong Hwa oppa.

“Yoo-ah, are u okay? Apa kau akan kuliah dengan mata seperti itu?  Sudahlah Lee Eun Yoo, sadar. Apa kita pulang saja?’

“Aniya, oppa. Aku sudah cukup lama absen kuliah.”

Eun Yoo POV END

 

Jong Hyun POV

Hyung, lihatlah adikku. Kau apakan dia, sehingga seperti itu. Aku kan sudah menyerahkannya dan percaya padamu, hyung. Tapi apa yang kau lakukan pada adik kesayanganku ini. Aaaahh, hyung. Kau telah membuat ku frustasi, apa yang sebenarnya kau inginkan?

Ku tatap gambar sepasang kekasih yang sangat tersenyum bahagia dikamar Eun Yoo.

“Yoo-ah, sabar lah. Semua kan baik-baik saja, semua akan sama seperti kau belum mengenal Yong Hwa hyung. Kau adalah gadis yang selalu ceria, tapi kini… ah sudahlah…”

“Yeobseyo?”

“Yeobseyo, Hyuk-ssi. Apa kau sibuk?”

“Ah, aniya hyung. Waeyo?”

“Bisa kita bertemu sebentar dicafe biasa?”

“Ne,hyung.”

Jong Hyun POV END

 

Eun Yoo POV

“Annyeong,oppa. Ada apa ya? Tumben kok jemput aku?”

“Annyeong, ayo masuk. Kajja.”

“Ne, oppa.”

Kenapa Min Hyuk-ssi men jemput ku? Memangnya Jong Hyun oppa, tidak bisa menjemputku?

“Mmmmm…oppa…”

“Tadi Jong Hyun hyung, meminta ku untuk menjemputmu, karena dia sedang sibuk tadi. Dia menelepon oppa. Itu kan yang mau kau tanyakan??”

“Aaah, ne oppa. Kok bisa tau apa yang ingin ku tanyakan. Wah..wah.. jangan-jangan oppa punya indra ketujuh ya? haaha”

“Mwoya? Indra ketujuh? Mana ada seperti itu, ada juga indra keenam, Yoo-ah. Kau ini ada-ada saja.”

“Hahahaha, oppa. Itu maksud ku. Mana mungkin seorang Kang Min Hyuk punya seperti itu.”

“Ya! Sopan sedikit dengan orang yang lebih tua darimu.”

“Adaaawww, sakit Min Hyuk-ah.” Sebuah jitakan mendarat tepat diatas kepalaku.

Eun Yoo POV END

 

Min Hyuk POV

Mianhae, Yong Hwa hyung. Aku harus bersikap seperti ini pada yeojamu. Karena aku tidak mau yeoja semanis dan ceria seperti Lee Eun Yoo harus melepaskan senyumannya karena kepergianmu. Suasana didalam mobil begitu sangat menyenangkan. Tawa yang khas telah berhasil kukembalikkan. Lee Eun Yoo andai aku bisa menjagamu, kan ku jaga baik-baik kau Eun Yoo. Wait? What? Tunggu dulu, apa yang kukatakan? Aiish, pabboya, tidak mungkin persaan ini muncul kembali. Aku telah menanam dan menguburnya sejak lama. Semenjak Eun Yoo dan Yong Hwa hyung saling kenal. Tapi seharusnya aku yang pacaran dengannya, bukan Yong Hwa hyung, karena aku lebih lama mengenalnya bahkan lebih dulu kenal dengan Jong Hyun hyung. Aduuuh, get up Min Hyuk. Kang Min Hyuk… GET UP..!!!

“Mmmm, yoo-ah. Kita jalan-jalan yuk, mau kan?”

“Mwo? Kemana? Mall? Ayuuuk, kebetulan aku mau beli sesuatu.”

“Okeh, lets go…”

Min Hyuk POV END

 

Eun Yoo POV

“Gomawo, oppa. Lain kali kita jalan-jalan lagi ya.. hehe pai pai..”

Ku akhiri jalan-jalan ku di mall bersama Min Hyuk oppa.

“Oppa, aku tadi jalan-jalan dengan Hyuk-ah, dia membuatku gembira hari ini. Dan lihat? Apa yang aku bawa? Tadaaaa.. bagus kan, oppa. Ini akan ku pajang… mmm.. dimana ya.. aha.. disini saja.”

Ku letakkan sepasang boneka teddy berwarna putih lengkap dengan love ditengah dengan sulaman berinisial H Love Y, disudut meja belajarku.

“Oppa, lihat? Cantik dan indah bukan? Andai saja kau berada disampingku. Tapi kini…”

Fiiiuuh, aku lelah sekali seharian jalan bersama Hyuk-ssi. Tapi siapa orang itu ya? Sepertinya aku pernah mengenal dan melihatnya? Tapi siapa orang itu? Apa dia… jangan-jangan dia itu. Segera ku buka account twitter ku, dan ku cari orang yang aku lihat tadi. Penasaran, siapa dia.

“Mmmm,,mana ya.. ini..ini.mm..bukan..mm..iniii..aha.. ini dia…”segera ku mention orang yang aku temui dan menabrakku tadi.

@YongYoo Annyeong, apakah kau masih mengenalku? @Shin

Nuguya? Mianhae, aku tidak kenal. Waeyo? @Shin

Ah, aniya. Hanya saja tadi kita bertemu tapi kau tidak mengenalku but aku kenal, kau kan sahabatnya Yong Hwa oppa bukan @YongYoo

Oh, ne. Aku sahabatnya  Yong Hwa hyung. Kau siapa? Temannya? @Shin

Lebih dari 2 jam aku mention-mention-an dengannya. Dan hasil dari mention-mention-an kami, kalau dia tidak tau Yong Hwa oppa punya yeoja dan terlebih dia tidak tahu kalau Oppa sudah tidak ada. Aiish, sahabat macam apa dia, yang tidak tau keadaan sahabatnya sendiri. Atau  jangan-jangan dia hanya teman biasa. Yang namanya sahabat kan harus mengetahui kabar terbaru sahabatnya sendiri. Sedangkan dia? Aiih, namja pabbo.

Eun Yoo POV END

 

Jong Hyun POV

“Yoo-ah.. Yoo-ah…”

“Ne,oppa. Waeyo..?”

“Ada yang ingin oppa katakan, turun cepat.”

“Mwo…???”

Jawaban yang sudah bisa kutebak, Mwo? Hanya itu yang di ucapkan oleh seorang Lee Eun Yoo ketika mendengar sesuatu yang mendadak. Ku jelaskan saja padanya. Tapi tetap saja dia mengelak.

“Shirreo. Hari pekan nanti aku akan bertemu dengan seseorang. Aku tidak mau ikut, kalian pergi saja berdua jangan ajak aku. Lagipula kau kan berdua dengan Kyung eonni, sedangkan aku? Masa aku dengan Hyuk-ah, shirreo oppa.”

“Ya! Yoo-ah, justru itu oppa mengajakmu, oppa dengan yeoja masa Hyuk-ssi sendirian. Nanti dia bagaikan orang ketiga. Mau ya..? pliiiz Yoo-ah…”

Kupasang saja wajah tampan ku menjadi memelas seperti ini. ”Ayolah, Yoo-ah. Ini pertama kalinya aku pergi bareng dengan Soo Kyung. Jebal, Yoo-ah.”

“Shirreo…..”  jawaban yang tidak kuharapkan. “Baiklah, kau bertemu saja dengan orang itu, tidak usah membantu oppamu sendiri.” Aiissh, ku kira dia akan menurut tetapi tetap saja.

“Yeobseyo, Hyuk-ssi. Kita batalkan saja. Pekan ini Eun Yoo bertemu dengan seseorang… mianhaeyo, sudah merepotkanmu.”

“Ah, gwaenchana hyung. Bertemu? Dengan siapa?”

“Entahlah, kau selidiki saja dia. Aku sudah malas dengannya.”

“Aiish, oppa macam kau. Dengan saengnya sendiri saja ngambek seperti itu. Hahhaha.”

“Ya! Jangan menertawaiku. Sudah dulu ya.”

Jong Hyun POV END

 

Eun Yoo POV

“Yeobseyo? Ne, aku sudah ditempat. Eoddi?”

“Ne, sebentar lagi aku sampai. Tunggu saja 10 menit lagi, okeh.”

“Ne,ara.”

Lama sekali dia, katanya 10 menit, ini sudah lebih dari 10 menit.

“Annyeong haseyo, Jung Shin imnida. Lee Eun Yoo-ssi?”

“Annyeong haseyo, ne. Lee Eun Yoo imnida. Bangapseumnida.”

“Mianhae, aku telat karena tadi ada sedikit masalah. Mianhae.”

“Ah, aniya. Gwaenchanayo. Silahkan duduk.”

“Ne, gomawo.”

Siang pun berganti dengan senja, sudah lama sekali aku dan Lee Jung Shin berbincang-bincang. Ternyata dia tidak jauh berbeda sifatnya dengan Yong Hwa oppa. Lee Jung Shin, sahabatnya Jung Yong Hwa sewaktu di sekolah menengah pertama. Yong Hwa oppa pernah mengenalkannya padaku sewaktu ada reuni disekolahnya. Aneh memang, mengapa aku masih ingat dengannya. Sementara mereka sudah tidak bertemu lagi setelah acara reuni tersebut, kira-kira sudah hampir 2 tahun mereka tidak bertemu sebelum acara reuni terssebut. Mengapa aku masih ingat dengannya? Aah, mungkin karena dia adalah sahabat,oppa. Segera ku rebahkan badan yang hampir remuk ini.

“Yeobseyo?”

“Yoo-ah?”

“Waeyo, Hyuk-ah?”

“Ya! Sopanlah sedikit. Aaish, kau ini. Sudahlah, nanti malam kau sibuk?”

“Mmmm, sepertinya tidak. Waeyo? Mau mengajakku dinner ya?”

“That’s right. Karena kau sudah merusak rencana oppamu sendiri, sebagai hukumannya kau harus menraktirku makan. Arraseo?’

“Shirreo. Enak saja, kau kan yang mengajakku dinner, mengapa harus aku yang membayar makanannya? Shirreo. Naega shirreo.. Arasseo?”

“Iish, kau ini. Baiklah nanti jam 8 aku kan menjemputmu.”

Kututup saja sambungan teleponku dengan Min Hyuk. Apa-apaan dia, dia yang mengajakku mengapa aku yang harus membayarnya. Dasar namja pabbo, yang tak pernah berubah sejak mengenalnya.

Eun Yoo POV END

 

Min Hyuk POV

Setidaknya aku bisa mengajaknya malam ini dan bersama dengannya.

“Hyung, mianhae. Aku tidak mengkhianatimu hanya saja aku tidak ingin melihat Yoo-ah seperti itu. Dia itu periang terlebih sejak mengenalmu tapi sejak kepergianmu dia menjadi berubah 180 ah aniya 360 derajat,hyung. Aku akan menjaganya, seperti yang ku janjikan padamu waktu itu. Tapi biar bagaimanapun tidak mudah untuk mengubah hatinya.”

Pabboya, aku bebicara sendiri. Aaargh, ini semua membuat ku gila. Come on Kang Min Hyuk, get up. Ungkapkan saja semuanya. Tak perlu ragu. Okkeh. Rileks.

Min Hyuk POV END

 

Eun Yoo POV

“Yeobseyo? Ne, Eun Yoo imnida. Masih ingatkah? Tentu saja pasti, kita baru bertemu tadi siang. Ah, aniya hanya saja aku merasa tidak enak padamu. Jinjja? Ne, ara. Gomawo.”

Aigo, mengapa aku seperti ini. Mengapa aku harus tidak enak hati dengannya, justru seharusnya dia yang harus berterimakasih padaku karena telah ku beritahu kabar dari sahabatnya. Ya tentu saja, memang harus begitu. Yong Hwa oppa, aku menemukan sahabatmu. Kau tidak marah kan? Aku hanya berteman dengannya, tapi tetap saja aku hanya mencintaimu seorang. Wait? Mengapa aku berbicara seperti ini. Aargh, sudahlah. Tiiin…tiiiinnn….tiiiin….

Aish, suara klakson siapa itu. Malam-malam seperti ini, berisik sekali.

“Yeobseyo, Hyuk-ah ada apa? Mwo? Ah, aniya. Mianhae, aku lupa. Baiklah kau tunggu saja.”

“Ya! Lee Eun Yoo, apa-apaan kau ini. Cepatlah, nanti macet tau.”

Aiish, dasar namja pabbo. Hahaha, mianhae Hyuk-ah. Secepat kilat aku bersiap-siap, agar Min Hyuk-ah tidak memarahiku dengan berlebihan.. Yong Hwa oppa aku pergi dulu,  pai pai. Ku tatap gambar yang sedang tersenyum manis dan terpasang rapi di dinding kamarku lalu aku melambaikan tangan seolah dia berbicara padaku.

Eun Yoo POV END

 

Min Hyuk POV

Apa-apaan dia belum siap ketika aku menjemputnya. Dasar yeoja pabbo, membuatku gila saja dengan tingkahnya. Apa yang ada didalam dirimu Lee Eun Yoo sehingga membuatku seperti ini, 4 tahun sudah aku memendam perasaaan ini padamu, Yoo-ah. Aku tidak berani mengungkapkan karena, Jong Hyun hyung lebih memilih dan percaya pada Yong Hwa hyung. Padahal kan aku jauh lebih baik darinya, buktinya saja dia meninggalkanmu dan telah membuatmu gila juga membuat jati dirimu hilang, Yoo-ah. Kau sering absen kuliah sekarang, padahal mata kuliah itu adalah kesenanganmu, tapi karena kepergian Yong Hwa hyung kau jadi seperti itu. Begitu berartikah arti seorang Yong Hwa hyung di hidupmu, Yoo-ah. Dan sekarang aku sudah tidak perlu takut lagi untuk mengukapkannya padamu, Yoo-ah. Karena Jong Hyun hyung telah mengetahui semua perasaanku padamu dan dia percaya akan ku. Seperti janjiku padamu waktu itu, Yoo-ah aku akan menjaga dan melindungimu. Karena aku mencintaimu jauh didalam hatiku, kau adalah yang membuatku semangat hidup dan yang telah membuat ku bangkit dari ketepurukanku waktu itu. Dengan sikap dan sifatmu lah yang telah mebuatku semangat akan hidup, sehingga kau sangat membantu dan berarti untukku. Makanya aku ingin membuatmu ceria seperti dulu yang selalu membuat orang-orang nyaman dan senang berada disekitarmu.

“Mianhae, Hyuk-ah. Aku lupa. Mianhae jangan marah padaku.”

“Ne, ara. Cepat masuk sudah jam setengah 9 sekarang. Lama sekali kau berdandan, kitakan hanya dinner.”

“Mwo? Ya! Aku tidak berdandan, hanya saja aku belum siap-siap.”

Min Hyuk POV

 

Eun Yoo POV

Tumben sekali dia tidak marah, apa tadi dijalan dia terbentur benda yang keras. Tapi lebih baik seperti itu menjadi namja yang pengertian. Hyuk-ssi gomawo jeongmal gomawo, karena telah menjagaku sesuai dengan janjimu padaku waktu itu. 2 jam aku dinner dengan Min Hyuk-ssi, restoran pilihannya memang tepat.

“Aaah, lelah sekali. Hyuk-ah gomawo telah mengajakku dinner ditempat itu. Makanannya enak sekali, lain kali ajak aku lagi ya.’

“Ne, tentu saja. Baiklah lain kali aku ajak lagi. Yasudah kau masuk sana, nanti Jong Hyun hyung memarahiku karena telah membuatmu pulang selarut ini. Pai pai, annyeonghi jumuseyo.”

“Mwo? Ah, ne Hyuk-ah. Pai pai. Hati-hati menyetirnya karena sudah larut.”

“Yoo-ah,”

“Mwo?”

What? Apa tadi itu, ada yang mendarat dipipi kananku.

“Hyuk-ah? Kau?”

“Mianhae, Yoo-ah. Bukan maksud ku untuk… Yoo-ah, mianhae jeongmal mianhae. Jangan marah padaku, aku hanya…”

Segera ku lari dan masuk kedalam kamar secepat kilat.

“Yoo-ah. MIANHAEEE.” Teriakannya membuat aku tidak menoleh karena apa yang baru saja dia lakukan membuat ku syok dan apa-apaaan dia. Seenaknya saja mendaratkan seperti itu di wajahku. Min Hyuk-ssi apa yang kau lakukan tadi. Bruuuuuk…. Pintu kamar ku tutup begitu saja dan panggilan Jong Hyun oppa aku abaikan ketika dia melihatku berlari-lari seperti itu.

Eun Yoo POV END

 

FLASHBACK

“Yoo-ah, saranghae jeongmal saranghae.”

“Mwo? Apa yang kau katakan tadi, oppa. Sekali lagi kau ucapkan.”

“Saranghaeyo, mau kah kau mejadi yeoja chinguku?”

“Ne, oppa. Saranghaeyo.”

“Jadi? Kau menerimaku?’

“Tentu saja. Sebenarnya aku sudah lama menantikan semua ini. Karena kita sudah mengenal hampir lebih dari 1 tahun dan menunggumu untuk mengatakan ini. Akhirnya kau mengatakannya juga. Aku sempat berpikir kau hanya menganggapku sebagai teman saja, tapi kau ternyata mencintaiku.”

“Cukup lama aku memikirkan perasaan ini, Yoo-ah. Ketika berada didekatmu aku merasa nyaman dan gembira tapi ketika kau jauh dariku aku merasa ingin mati saja karena tidak bisa melihatmu. Aku akan menjaga dan melindungimu, Yoo-ah. Hati ini hanya untukmu, jangan pernah tinggalkan aku. Arrasseo?”

“Ne, oppa. Lebih dari 1 tahun  aku menjaga perasaan ini hanya untukmu.”

“Jong Hyun oppa………..?”

“Ya! Yoo-ah jangan berteriak seperti itu. Ada apa?”

“Oppa, lihat. Kami sudah pacaran. Iya kan oppa?”

“Ne, Jong Hyun-ssi. Restui kami, jebal. Aku akan menjaga dan melindungi adikmu, Yoo-ah.”

“Ah, kau ini hyung. Jangan bersikap seperti itu, membuatku malu saja. Aku kan lebih muda darimu. Tapi biar bagaimanapun aku adalah oppanya seorang Lee Eun Yoo, baiklah aku restui kalian. Nanti aku akan bilang pada eomma dan appa kalau anak kesayangannya telah mendapatkan seorang namja chingu yang baik seperti dirimu, hyung.”

“Ya! Oppa. Kita baru saja resmi pacaran, jangan bilang dulu pada eomma dan appa. Lagipula masih lama kita untuk…”

“Cepat kabarkan ahjumma dan ahjussi, Jong Hyun-ssi. 3 bulan lagi aku akan melamarnya.”

“MWO? Oppa apa yang kau katakan? Kita baru saja…”

“Sudah lebih dari 1 tahun aku cukup mengenalmu, Yoo-ah.”

“Ne, kalian sudah mengenal satu sama lain. Sudahlah, Yoo-ah tidak usah berpura-pura seperti itu. Ini kan yang kau inginkan. Hahah, baiklah. Esok aku akan pergi ke Paris untuk bilang pada eomma dan appa sekalian aku ingin mengajak Soo Kyung untuk mengenalkannya juga.”

“Mwo? Yong Hwa Oppa, apa ini tidak terlalu cepat? Oppa, kau saja belum menikah, lagipula aku kan baru masuk kuliah.”

“Yoo-ah apa kau tidak mau menikah denganku?”

“Aniya, oppa. Hanya saja apa ini tidak terlalu cepat?”

“Sudah..sudah.. kalian berdebat saja. Aku akan berkemas untuk besok.”

FLASHBACK END

 

Jong Hyun POV

“Oppa… eottohkke?” Eun Yoo keluar dari kamar dan langsung memelukku.

“Waeyo, Yoo-ah? Mengapa kau menangis, Yoo-ah. Apa ada yang menyakitimu?’

“Aniya, semalam kau tau kan Min Hyuk-ah mengajakku keluar untuk dinner. Lalu setelah pulang dan ketika aku akan keluar dari mobilnya, tiba-tiba dia mencium pipiku. Itu berlalu dengan cepat, tapi apa yang dia lakukan padaku. Sangat tidak sopan pada seorang yeoja dengan sikapnya itu. Apa karena tidak ada yang mengajarkan sikapnya lalu dengan seenaknya saja dia mencium yeoja yang jelas-jelas yeoja itu mencintai orang lain.”

“Yoo-ah, jangan berbicara seperti itu. Kalian kan sudah mengenal sudah lama. Bahkan kau juga sudah membantu hidupnya yang kelam waktu itu. Jadi jangan berbicara seperti itu, lagi pula Hyuk-ssi adalah namja yang baik.”

“Oppa? Waeyo? Wae kau berkata seperti itu. Seharusnya kau marah padanya bukan membelanya. Dia telah… atau jangan-jangau kau sudah tau semua.”

“Ne, geudae. Dia telah mengatakan semua kejadian tadi malam dan juga perasaannya untukmu padaku. Cukup lama dia memendam perasaan itu, Yoo-ah. Dan ku kira itu cukup membuktikan kalau dia memang mencintaimu. Hampir 4 tahun dia memendamnya, dia tidak bisa mengatakannya padamu karena waktu itu aku lebih memilih Yong Hwa hyung untuk menjadi pendampingmu daripada dia. Tapi kini, Yong Hwa hyung telah meninggalkanmu, jadi wajar saja kalau dia bersikap itu.”

“Andwe, oppa. Meskipun dia memendam perasaannya padaku, tapi tidak seharusnya dia… ah sudahlah… bicara padamu tetap saja tidak membuatku tenang..”

“Yoo-ah, oppa ingin kau bahagia. Tidak terlarut dalam karena kepergian Yong Hwa hyung, ada seorang namja yang juga mencintaimu. Meskipun sulit untuk melupakan Yong Hwa hyung dalam hidupmu, tapi dia tidak akan kembali. Tetaplah hidup dan hiduplah bahagia dengan Hyuk-ssi. Dia juga baik dan mencintaimu, Yoo-ah.”

“Shirreo, aku tidak mencintai Hyuk-ssi. Lagipula aku sudah menganggapnya sebagai oppa ku sendiri. Tidak lebih dari itu.”

“Yoo-ah, tolong pikirkan baik-baik.” Dia masuk kembali kedalam kamar.

Jong Hyun POV END

 

Eun Yoo POV

Ku ambil frame yang bergambar love dan ku pandangi gambar didalamnya. Oppa, bagaimana ini. Ini semua salahmu, oppa. Kau meninggalkan ku begitu cepat, aku bahagia bisa menikah denganmu. Tapi itu semua berlalu bagaikan angin. Aku ingin berada ditengah-tengah rel kereta yang berlalu dengan cepat sehingga aku bisa menyusulmu kesana. Semua duniaku berubah, semua hilang begitu saja. Semua harapan, impianku semua hilang, oppa. Bahkan eomma dan appa ku saja sangat khawatir padaku disana. Aku tidak ingin mereka pulang dan aku lebih memilih ditemani oleh Jong Hyun oppa daripada orangtuaku sendiri. Karena aku tidak ingin mereka melihatku menangis setiap hari karena dirimu, oppa. Andai saja kau lebih berhati-hati dalam menyetir. Dan tidak terburu-buru untuk menjemputku. Lihatlah hasil kecerobohanmu, oppa. Tidak hanya fisikku yang sakit. Tapi batinku juga, oppa. Aku sangat mencintaimu, oppa. Tapi mengapa kau pergi begitu cepat.

 

FLASHBACK

“Yeobseyo? Ya! Oppa, sudah jam berapa ini. Aku menunggumu dirumah sudah lebih dari 1 jam. Apa kita tidak jadi jalan. Sebaiknya tidak usah, karena aku sudah bosan dan lelah menunggumu.”

“Yoo-ah, mianhae. Jangan berbicara seperti itu. Ini aku lagi dijalan, tadi aku menyelesaikan tugas yang diberikan dosen dulu. Ku mohon Yoo-ah, tunggu aku.”

“Aniya, aku sudah bosan. Kau sudah janji padaku untuk on time, tapi kau telah…”

“Mianhae, Yoo-ah. Aku sudah dijalan. Aku sudah berusaha untuk menyelesaikan tugas itu dengan terburu-buru, karena aku tidak mau melihatmu marah padaku. Ku mohon tunggulah aku, aaaahhhhhhhhh…”

“Halo, oppa… oppa.. oppa… halo.. halo.. oppa apa yang terjadi. Oppa jawab aku.”

Sambungan telepon terputus begitu saja. Apa dia sedang bercanda padaku tapi dia berteriak seperti itu sedang tidak bercanda kan. Tapi teriakannya itu membuat aku khawatir, oppa. Ada apa denganmu. Segera kutelepon kembali. Tapi mailbox, handphonenya mati. Non aktif. Oppa, ada apa.

“Yeobseyo? Ne, Eun Yoo imnida. Nuguseyo? MWO? Andwe, kau pasti bercanda. Tidak mungkin kalau oppa.. Ya! kau siapa? Jangan bercanda seperti itu, itu tidak lucu bagiku. Jangan sembarangan memberi informasi semacam seperti. Oppaaaaaaaa….”

Segera ku meminta Jong Hyun oppa untuk mengantarkan ku ke rumah sakit.

“Oppa, antarkan aku kerumah sakit. Aku mohon cepat, oppa. Cepat oppa…. Nanti aku jelaskan.”

Ku selusuri lorong-lorong rumah sakit dengan lari secepat mungkin dan ku masuki kamar bercat putih, tercium aroma yang tidak aku sukai. Ku lihat sesosok namja terbaring lemas di ranjang, begitu menyedihkan kondisinya.

“Dokter, bagaimana keadaannya? Katakan padaku, dok? Dia baik-baik saja kan, dok? Jawab pertanyaan ku, dok?”

“Yoo-ah, sabarlah. Tenang sedikit.”

“Aku tidak bisa tenang, oppa. Lihat itu, orang yang aku cintai terbaring lemas tak berdaya di ranjang itu. Bagaimana aku bisa tenang.”

Semua wajahku basah karena air mata, aku tidak mau melihat namja yang aku cintai terbaring seperti ini. Wajahnya pucat, matanya terpejam sangat dalam. Ukiran senyumannya pun terlihat samar bagiku. Aku memeluk namja itu, dia tidak membalas pelukanku. Tetap terbaring begitu saja. Aku tidak terima perlakuannya yang tidak membalas pelukanku.

“Oppa, bangun. Aku mohon bangunlah. Aku sudah ada disini, oppa. Kau tidak usah menjemputku, aku sudah ada disini. Ayo kita jalan-jalan dan membeli keperluan kita untuk menikah. Ayo, oppa. Buka matamu. Kau sudah janji padaku akan membelikanku gaun putih yang indah, tiara yang cantik dan sebuket bunga yang indah. Aku mohon, oppa. Buka matamu. JANGAN TINGGALKAN AKU, oppa… buka matamu. Ayo kita pergi dari sini, kau tau kan aku sangat tidak suka aroma rumah sakit, dan ciumlah, aromamu sama dengan rumah sakit ini. Apa kau telah mengubah parfummu, oppa? Mengapa kau mengganti parfum? Aku tidak suka, wangimu sekarang ini. Cepatlah bangun, bersiap-siaplah dan pakai parfummu yang dulu, yang kupilihkan untukmu. Oppa, cepat  bangun. Aku mohon. Buka matamu. Jangan menutup mata seperti itu, oppa. Banguuuuuuunn……”

FLASHBACK END

Air mataku terus saja mengalir tanpa henti, ketika aku mengingat kejadian waktu itu. Oppa, mianhae jeongmal mianhae. Andai saja waktu  itu aku tidak marah-marah padamu, pasti kau sedang terburu-buru karena mendengar ku marah-marah padamu. Sehingga kau hilang kendali kemudimu, tapi seharusnya kau lebih berhati-hati. Hari demi hari kulewati tanpamu saat ini, cukup lama aku terpuruk seperti ini karenamu. Aku tidak ingin berpaling darimu, oppa. Tapi jika aku terus menunggumu yang aku sendiripun sudah tau kau tidak akan datang. Oppa, mianhae. Benar kata Min Hyuk-ssi, aku harus tetap hidup dan benar kata Jong Hyun oppa, kalau aku harus bahagia. Aku akan mencoba menjalani hari-hariku tanpa denganmu. Aku yakin kau pasti inginkan aku bahagia. Aku akan tetap tersenyum untukmu oppa. Tunggu aku disana, aku mohon. Jika nanti kita terlahir kembali akan ku minta pada Tuhan agar kita ditakdirkan untuk bersama. Selamanya. Dan akan ku jaga perasaan kita sampai kapanpun. Saranghae yeongwonhi.

Eun Yoo POV END

 

 

 

How to VOTE?

* Jika kamu menyukai fanfiction ini, cukup tulis kata “SUKA” di kotak komentar di bawah (bukan menekan tombol like).

* No silent readers here! Hargai dengan memberikan komentar “SUKA” jika kalian memang menyukai fanfiction ini.

* Jika kamu sudah voting di WordPress, jangan voting (lagi) di Facebook. Cukup salah satu.

* Voting bisa dilakukan lebih dari 1 fanfiction, kalau kalian suka semua fanfiction peserta ya komen aja semuanya

* Para peserta lomba diperbolehkan voting, asal jangan voting diri sendiri

Terima kasih ^^

One thought on “[LombaFF] Only for you

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s