Falling and Waiting [Part 6]

Teaser | Part 1 | Part2 | Part 3| Part 4| Part 5

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Cast: Kang Minhyuk

Lee Jong Hyun

Jiyeon (T-ARA)

Dis: my own story

Note:  annyeong yeorobuuuun >,< yang kangen author sini mari merapat… part 6 datang….

mian sekaligus terima kasih buat yang udah nunggu lama part ini, sebenernya part 6 ini udah selesai dari bulan lalu, tapi karena diselingin lomba FF CNBLUE jadi baru bisa post sekarang… nah selain itu author juga mau minta maaf (lagi) karena mungkin part 7 nya baru akan post sekitar akhir bulan april. kenapa? karena author lagi sibuk-sibuknya persiapan ujian nasional. banyak tugas + latihan pra UN yang lebih penting. maka dari itu auhtor mohon para readers semua doain ya biar author nilai UN nya bagus trus lulus deh*sedunia bilang amiiiiin*

dan readers semua mohon sabar tunggu part 7 nya, karena author janji bakal bikin ceritanya labih seru dari part-part sebelumnya… sekian pesan dari author. sekali lagi kamsahamnida *bow

****

4 tahun kemudian

jiyeon duduk ditaman kampus, menunggu jonghyun menjemputnya. Jonghyun dan jiyeon sudah masih menjadi sepasang kekasih selama 4 tahun ini. Mereka saling mencintai satu sama lain, bahkan setelah jonghyun lulus kuliah dan bekerja untuk mengurus perusahaan ayahnya, jonghyun dengan setia mengantar dan menjemput jiyeon dikampus. Mereka juga terkenal sebagai pasangan serasi, keluarga keduanya pun sudah mengenal dengan sangat baik.

Tak lama mobil jonghyun berhenti tepat di depan jiyeon.

“jagiya… ayo masuk” kata jonghyun dari kaca mobil yang dibuka. Jiyeon segera masuk dan didisambut dengan senyuman hangat jonghyun.

“bagaimana hari ini?” Tanya jonghyun sambil kembali focus pada jalanan.

“cukup melelahkan, tapi untungnya semua tugasku mendapat nilai bagus hari ini” kata jiyeon, ia selalu melaporkan apa yang terjadi pada jonghyun.

“bagus kalau begitu” kata jonghyun sambil mengacak rambut jiyeon. “kalau begitu kau bisa lulus dengan cepat dan dengan nilai yang bagus” kata jonghyun

“bagaimana dengan pekerjaanmu?” Tanya jiyeon

“semua lancar, aku baru memenangkan tender yang lumayan besar” kata jonghyun

“wah bagus kalau begitu, appa mu pasti senang dengan kemampuan bisnismu yang sangat bagus” kata jiyeon senang.

Tiba-tiba ponsel jonghyun berdering.

“sebentar ya, omma menelepon” kata jonghyun

“yoboseo omma”

“dimana kau sekarang?” Tanya ommanya

“baru saja menjemput jiyeon, sekarang masih dijalan”

“baguslah kalau begitu, tepat sekali. Ajak jiyeon makan malam dirumah kita ya, omma sudah menyiapkan banyak makanan”

“oh baiklah, sebentar lagi kami sampai” kata jonghyun. lalu ia menyudahi pembicaraan telepon dengan omma nya dan menatap jiyeon

“omma ku minta kita makan malam dirumah, omma sudah menyiapkan banyak makanan” kata jonghyun

“apa aku tidak merepotkan?” Tanya jiyeon

“kau ini, sudah 4 tahun kita berpacaran, kau masih merasa sungkan pada keluargaku? Appa dan ommaku sudah menganggapmu seperti anaknya sendiri, kau tidak boleh sungkan lagi”

“ne…. jonghyunku…” kata jiyeon dengan menunjukan wajah aegyo nya, yang membuat jonghyun tertawa melihat sikap manja yeoja cinggunya.  20 menit berlalu, dan mobil jonghyun memasuki halamn rumahnya.

***

Semua sudah siap dimeja makan, jonghyun, jiyeon, omma dan appa jonghyun, juga kakak perempuan jonghyun.

Semuanya menikmati makan malam dengan suasana yang hangat. Jonghyun selalu merasa nyaman dikeluarga  jonghyun, karena ia diterima dengan sangat baik.

Setelah makan malam selesai mereka belum meninggalkan ruang makan karena ada yang ingin dibicarakan. Ayah jonghyun membuka pembicaraan ini.

“beberapa hari yang lalu, omma dan appa bertemu dengan omma dan appa jiyeon. Kami membicarakan tentang hubungan kalian” semua yang ada diruangan itu mendengarkan dengan seksama, terlebih jiyeon dan jonghyun

“kalian sudah berpacaran selama 4 tahun, kalian sudah saling mengenal dengan sangat baik. Kedua belah pihak keluarga pun sudah saling setuju. Jonghyun sudah mewarisi perusahaan appa, ia sudah mapan. Apa lagi yang kalian tunggu?” kata ayah jonghyun melanjutkan

“jadi, kami memutuskan untuk mengadakan pertunangan kalian berdua” kata ibu jonghyun denggan wajah sumringahnya. Sontak jiyeon dan jonghyun saling tatap, keduanya menunjukkan wajah kaget.

“appa, lihat bahkan saat kagetpun mereka tampak serasi” kata omma jonghyun sambil memerhatiakn jonghyun dan jiyeon yang masih kaget.

“omma, kenapa mendadak begini. Kalian bahkan tidak bertanya pada kami dulu. Jiyeon kan masih kuliah, bahkan sebentar lagi ia akan sibuk dengan tugas akhir kuliahnya, aku juga harus focus pada tender yang baru aku menangkan. Mana bisa kami mengurus semua itu”

“omma sudah memperkirakan kalian pasti akan protes, tapi omma dan omma nya jiyeon tidak kehabisan akal. Kalian tenang saja, kalau masalah kuliah jiyeon ini kan toh cuma pertunangan, belum menikah. Jadi tidak apa-apa kan kalau jiyeon sudah bertunangan saat kuliah. Dan kalian tenang saja, kalian tetap bisa focus pada kuliah dan pekerjaan kalian, karena seluruh acara sudah kami serahkan pada event organizer yang tepat. Biar omma dan omma jiyeon yang merancang semuanya, kalian hanya perlu muncul di hari H karena kalian pemeran utamanya” cerita omma jonghyun panjang lebar.

“omma….” Jonghyun sudah mau mengatakan sesuatu tapi tatapan tajam appa nya membuat jonghyun diam

“pokoknya kalian tidak usah khawatir, semuanya kami yang tangani” kata appa jonghyun.

“jiyeon, kenapa kau diam saja? Kau tidak setuju dengan pertunangan ini?” Tanya omma jiyeon

“bukan…bukan begitu bibi. Aku hanya kaget saja, aku tidak menyangka akan secepat ini” kata jiyeon

“tapi kau setuju kan dengan pertunangan ini?”

“tentu saja aku setuju bibi, aku pacaran 4 tahun dengan jonghyun untuk apa kalau aku menolak pertunangan ini” kata jiyeon

“tuh, dengarkan jonghyun, jiyeon saja setuju. Kalau begitu kau harus setuju” jonghyun dan jiyeon jadi salah tingkah

“jiyeon, kau bujuk supaya ia setuju ya. Namjacinggu macam apa kau ini jonghyun”

“ne, omma kalau jiyeon setuju aku juga setuju” kata jonghyun sambil menganggam tangan jiyeon

“nah, mudah bukan? Kenapa tidak bilang daritadi saja. Kalau begitu besok aku dan omma jiyeon akan mulai menyiapkan semuanya. 2 minggu lagi kalian bertunangan”

“mwo? 2 minggu lagi?” sontak jonghyun dan jiyeon bersamaan

“ne, 2 minggu lagi. Tidak ada protes, kalian berdua sudah bilang setuju kan? Sekarang kau jonghyun antarkan jiyeon pulang. Jiyeon kau harus banyak istirahat dan jaga kesehatan ya. Supaya semuanya lancar”

“ne, bibi. Kalau begitu aku pulang dulu. Terima kasih sudah mengajakku makan malam. Paman, aku pulang dulu” pamit jiyeon.

***

Mobil jonghyun menembus malam kota seoul mengantarkan jiyeon kerumahnya.

“kenapa kau diam saja? Kau lelah ya?” Tanya jonghyun yang melihat jiyeon hanya terpaku pada pemandangan malam diluar sana . jawaban jiyeon hanya gelengan

“atau kau marah? Karena aku kurang setuju dengan rencana pertunangan kita?” Tanya jonghyun, kali ini jiyeon menoleh pada jonghyun.

“hmm… jujur aku agak sedikit bingung kenapa kau kurang setuju? Kau tidak mencintaiku?” pertanyaan jiyeon membuat jonghyun mengernyitkan dahi.

“kau masih bertanya apa aku mencintaimu atau tidak? Tentu saja aku sangat mencintaimu… sangat bahkan aku sendiri bingung bagaimana mengatakannya saking aku mencintaimu” kata jonghyun, jiyeon tersenyum mendengar ketulusan jonghyun.

“lalu, kenapa tadi kau protes?”

“aku hanya kurang setuju saja kalau acara itu diadakan terlalu cepat, padahal bisakan acara ini diadakan menunggu kau lulus kuliah. Aku hanya tidak ingin beban kuliahmu terganggu dengan pertunangan ini”

“iya, aku mengerti. Tapi seperti yang kita lihat tadi. Sangat sulit merubah rencana yang sudah orang tua kita rencanakan. Lagipula mereka berjanji tidak akan mengganggu kuliahku atau pekerjaan mu, tidak terlalu buruk juga ide mereka” kata jiyeon sambil mengusap wajah jonghyun, yang masih focus pada jalanan.

Mereka melanjutkan pembicaraan tentang pertunangan mereka hingga mobil jonghyun berhenti didepan pagar rumah jiyeon.

“sudah sampai dirumahmu, tuan putri”

“terima kasih sudah mengatarku dengan selamat, pengeran” kata jiyeon sambil melepas sabuk pengaman. Tiba-tiba jonghyun menarik pergelangan tangan jiyeon pelan, hingga tubuh mereka semakin dekat. Jiyeon bisa merasakan tatapan hangat jonghyun, bahkan jiyeon bisa merasakan deru nafas jonghyun dipipinya. Walaupun sedikit sempit didalam mobil, tapi tidak menghalangi jonghyun untuk menemukan bibir jiyeon. Jonghyun melumat bibir jiyeon dengan lembut, sebelah tangannya menyelipkan helai rambut jiyeon dibelakang telinganya. Jiyeon membalas ciuman jonghyun, mereka semakin memperdalam ciuman mereka.

“saranghae…. Saranghaeyo…” bisik jonghyun. jiyeon merengkuh wajah jonghyun diantara kedua telapak tangannya.

“nado…” kata jiyeon. Jonghyun hendak bergerak maju untuk kembali mencium jiyeon, tapi bibirnya ditahan oleh telunjuk jiyeon.

“aku harus masuk kerumah jagi, sudah malam. Tidak enak kalau ada tetangga yang melihat”

“hmm… baiklah. Selamat malam, besok pagi aku jemput seperti biasa” kata jonghyun.

“selamat malam, tidur yang nyenyak” jiyeon mengecup pipi jonghyun singkat dan segera keluar mobil, ia melambaikan tangan sampai mobil jonghyun sudah hilang dibelokan ujung jalan.

***

Jiyeon merebahkan tubuhnya diatas kasur , setelah mengobrol dengan keluarganya.

Tok…tok..tok…

Jinkyung , adik jiyeon berdiri dipintu.

“ada apa?” Tanya jiyeon

“onni, aku mau pinjam buku SMA mu dulu, bolehkan? Ada yang mau lihat disitu untuk tugas sekolahku besok”

“oh, tentu saja boleh. Cari saja dilaci paling bawah itu” jikyung pun mulai mencari buku yang ia butuhkan sementara jiyeon mencuci muka di kamar mandi.

Setelah jiyeon kembali, jikyung sudah kembali kekamarnya, tapi laci yang ditinggalkan jikyung terlihat masih terbuka, dan berantakan.

“selalu saja tidak mau membereskan lagi” kata jiyeon mengomel melihat kebiasaan adiknya. Ia pun mengumpulakan buku yang berserakan dan memasukannya kembali kedalam laci.

“aaaw” jerit jiyeon pelan saat ia merasa tangannya terantuk sesuatu yang keras disudut dalam laci, iapun mengabil benda itu. ternyata benda itu adalah figura photo.

Jiyeon memandangi foto itu.  ia sangat merindukan foto itu. ia terduduk sambil memandangi foto dirinya dan minhyuk. Tangan jiyeon menelusuri foto minhyuk. Betapa ia merindukan sahabatnya yang satu ini, betapa ia ingin melihat sahabatnya ini.

Tidak terasa sudah 4 tahun sejak terakhir kali ia bertemu dengan minhyuk. Pertemuan terakhir mereka di London pun harus membuat jiyeon sedih.

Jiyeon menyadari bahwa selama ini ia belum melupakan perasaannya pada minhyuk. Walaupun sekarang ia memiliki jonghyun dan ia sangat tulus mencintai jonghyun, jiyeon baru sadar kalau ada bagian dihatinya yang masih ia berikan untuk minhyuk. Jonghyun belum memenuhi seluruh ruang dihati jiyeon, karena jiyeon masih menyisakan ruang sendiri dihatinya untuk minhyuk. Dan ia baru menyadarinya 5 menit lalu, saat ia kembali menemukan foto minhyuk, saat ia menemukan dirinya terlalu merindukan minhyuk,setelah 4 tahun ia beusaha menghindar dari segala hal tentang minhyuk.

Tiba-tiba jiyeon terdiam. Mendekap foto itu. matanya memanas tak lama air mata membasahi  pipinya. Dan tiba-tiba ia merasa sebuah kata “pertunangan” terdengar bodoh bagi dirinya. Ia merasa belum saatnya ia bertunangan dengan jonghyun, ia merasa ada yang salah dengan rencana pertunangannya, bukan! Bukan pertunangannya yang salah, tapi hati jiyeon yang ragu-ragu pada pertunangannya dengan jonghyun, karena ia sadar ia masih mencintai minhyuk. Ternyata selama ini jiyeon belum melupakan perasaannya pada minhyuk, ia hanya menghindari perasaannya pada minhyuk, tanpa ia sadar suatu hari ia tidak akan bisa lagi menghindar, dan saat ini adalah ia tahu, ia sudah tidak bisa lagi menghindar.

***

Ponsel jiyeon berdering, sipemilik segera mengangkatnya.

“jagiya…”

“hei, sudah bangun? Aku kira kau masih tidur”

“hmm… aku membantu omma memasak, seperi biasa. Mana bisa omma memberiakan aku bangun siang walaupun sedang libur begini” lapor jiyeon manja pada jonghyun.

“justru bagus, kau harus belajar masak dan mengurus rumah. Aku ingin calon istriku nanti tidak hanya pintar tapi juga rapih dan cekatan” jiyeon tau kemana maksud pembicaraan jonghyun, tapi ia memilih diam.

“oh ya, hari ini apa saja jadwalmu?” Tanya jiyeon mengalihkan pembicaraan

“ke kantor seperti biasa, ada beberapa rapat. Hanya itu saja paling”

“kalau begitu, bagaimana kalau nanti siang kita makan siang bersama. Kau yang menentkan dimana tempatnya”

“sepertinya tidak bisa jagi… aku akan pergi ke suatu tempat nanti siang”

“kemana? Makan siang dengan klien?”

“bukan… rahasia…”

“huh! Kau main rahasia dengan ku sekarang? Arraseo… kau mau makan siang dengan wanita lain, ne? awas kau jonghyun!! aku tidak akan mengampunimu” kata jiyeon menggertak

“ani… dihatiku hanya ada kau seorang jiyeonna~ mana mungkin aku berani melirik wanita lain. Sungguh aku hanya mencintaimu” gombalan jonghyun sukses membuat jiyeon tersenyum-senyum sendiri

“lalu, kau mau kemana?” Tanya jiyeon

“hmm… sebenarnya siang ini aku berencana membeli cincin pertunangan kita. Kau tidak boleh melihat cincinnya sampai acara pertunangan kita nanti, itu kejutan. Makanya aku tidak bisa mengajakmu. Mian jagiya~”

Demi mendengar kata “pertunangan” perut jiyeon rasanya melilit dan tiba-tiba mood nya tidak sebagus sebelumnya. Tanpa ia sadari ia terdiam cukup lama.

“jagiya, kau masih disana?” panggil jonghyun

“ah ne, ya sudah kalau begitu selamat bekerja. Hati-hati ya…”

“ne. saranghae…”

“nado…” kata jiyeon. Ia menutup teleponnya, terduduk di sisi tempat tidur. Ia mengambil kalender meja dinakas dan menghitung. Pas 1 minggu lagi menuju pertunangannya, wajar kalau jonghyun sudah mulai menyiapkan cincin dan segala perlengkapan yang lainnya. Jiyeon menegluarkan foto minhyuk dari laci. Ada perasaan aneh setiap kali ia melihat foto minhyuk atau hanya memikirkan nama minhyuk.

***

Jiyeon memasangkan sepatu dengan warna senada dengan bajunya, dikedua kakinya. Ia juga merapihkan rambutnya yang terurai, dan sekarang sebuah hiasan berpendar menghias rambut halusnya.

Jiyeon menutup matanya, menghela nafasnya panjang. Ia meremas seprai tempat tidurnya untuk mengurangi rasa gugupnya. Ia membuka laci disamping tempat tidurnya, mengeluarkan sebuah bingkai foto.

Jiyeon berusaha sebisa mungkin menahan air matanya agar make up nya tidak luntur.

“minhyukie~ hari ini aku bertungan. Tidak penting memang buatmu…. Aku harap kau datang. Demi apapun aku ingin kau ada disini. Melihatku bertunangan dengan laki-laki lain” bisik jiyeon, pada dirinya sendiri

“aku mencintai jonghyun, sangat mencintainya. Aku bahkan bersedia membarikan seluruh hidupku untuk bersamanya selamanya. Aku sangat mencintainya, dia laki-laki yang aku mau, tapi ini semua belum tepat minhyuk, karena… karena…” jiyeon menarik nafas panjang, disela bisikannya

“karena… minhyuk, aku sendiri tidak tau karena apa, ini semua hanya belum tepat karena kau” mata jiyeon tertuju pada bingkai foto dalam genggamannya.

TOK TOK TOK

Jiyeon segera menyembunyikan bingkai foto itu dibalik selimut tebalnya

“masuk”

“jagi…” jonghyun masuk, dan berjalan perlahan kea rah jiyeon

“sudah siap? Semua keluarga dan undangan sudah menunggu dibawah” kata jonghyun, kedua tangannya memeluk jiyeon dan mengelus pipi halus jiyeon

“sedikit lagi, tinggal beberapa polesan dan aku akan siap” kata jiyeon. Jonghyun tidak menyadari perubahan raut wajah jiyeon, jiyeon sangat nyaman setiap kali jonghyun memeluk hangat tubuhnya, tapi ia selalu merasa ada yang kurang tepat, entah apa.

“apa lagi yang harus dipoles? Kau sudah cantik jagi”

“heeey ini salah satu kesempatanku untuk jadi wanita paling cantik dirumah ini, jadi aku tidak akan menyia-nyiakannya”

“kalau begitu aku tunggu disini”

“ya! Kau tunggu diluar saja, temani tamu-tamu…”

“jagi…”

“jonghyun” tatapan jiyeon tajam pada jonghyun dan beralih pada pintu kamar yang sedikit terbuka. Jonghyunpun menyerah dan bangkit . sebalum menuju pintu, ia mencium kening jiyeon dan beralih ke bibir jiyeon yang belum dipoles.

“jangan lama-lama” kata jiyeon sebelum meutup pintu kamar.

Jiyeon pun segera memoles wajah cantiknya. Setelah wajahnya terlihat semakin cantik, gaunnya membungkus tubuhnya indah ia pun menatap wajahnya di pantulan cermin, ia bisa melihat wajahnya memancarkanssedikit raut ragu-ragu. Ia mengalihkan pandangan pada langit jingga diluar kamarnya

“dangsin-i yeogi issgo sip-eo”

–TBC–

22 thoughts on “Falling and Waiting [Part 6]

  1. hwaaahhhh……..akhirnya ff ini publish juga…

    Jonghyun romantis bgttz…… Jadi ikutan deg degan waktu jonghyun cium ji yeon.. Haha..

    Minhyuk?? Dimana dia skarang??

  2. Akhirnyaa~ setelah lama menunggu, ff kesayanganku muncul lg😀
    Jiyeonnya galau gara2 mulai inget Minhyuk lg, aduh aku belom siap kalo Jonghyun patah hati kalo entarnya Jiyeon milih Minhyuk lg. Kasiaaan T.T
    Dan kayanya harus bersabar lg deh buat chapter selanjutnya~
    Semoga UN-nya lancar ya author ^^

  3. asyik dh keluar lnjtnnya…
    aduh,aq jd takut klo tar jiyeon ninggalin jonghyun gr2 minhyuk, tp smg aja gk trjdi. .aamiin*reader sotoy*plakk#dtamparauthor
    hrs sbr nunggu chapter slnjtnya nie…
    smg tar nilai ulangannya bgs ya thor. .aamiin
    fighting!!!

  4. asyik dh keluar lnjtnnya..
    aduh,aq jd takut klo tar jiyeon ninggalin jonghyun gr2 minhyuk, tp smg aja gk trjdi. .aamiin*reader sotoy*plakk#dtamparauthor
    hrs sbr nunggu chapter slnjtnya nie…
    smg tar nilai ulangannya bgs ya thor. .aamiin
    fighting!!!

  5. Huaaaaaaaaaaa minhyuk kemanakah dirimu (-̩̩-̩̩_-̩̩-̩̩)
    Jangan lama” perginya nnti nyesel klo jiyeon sma jonghyun
    Aduh ga rela liat jonghyun patah hati, ga rela liat minhyuk patah hati
    Eheheh tetep d tunggu kok lanjutannya🙂

  6. Anyeong q reader bru dsni,,q dah bca dri teaser ampe part nie,,and coment_ny stuin dsini jach y.g papakan!! ;>
    aissg jiyeon jngan ragu donk ksihan jonghyun,,
    lnjut dech chingu q tunggu y!?
    Bwt UN_Ny faigthing… ;-D

  7. kyaaaaaaaaaaaaaaa aduh ini mah lama2 aku jdnya mau jiyeon ma jonghyun aja. haha
    abis minhyuk ga muncul2 dan dia jg ga suka ma jiyeon.
    udah ma jonghyun ada deh jiyeon. udah cinta jonghyunnya, kasian kalo mesti liat jiyeon malah ma org lain. huhu
    ruang dihati jiyeon yg masi buat minhyuk itu adalah ruang buat seorang sahabat aja. hehe
    lanjut deh thor

  8. aww, sweet!!! entah kenapa aku ngerasa meleleh sama jonghyun disini. lucky jiyeon!
    ternyata masih ada perasaan ya sama minhyuk. susah juga. mendingan jujur sama jonghyun, pasti dia ngerti, wong orang baik begitu.
    ga bisa ngebayangin tau2 minhyuk dateng lagi di kehidupan jiyeon. jiyeon makin bimbang kali ya..
    itu artinya apa di kalimat yg paling bawah?
    ayo ditunggu janjinya

  9. Udah lama banget ga baca ff ini .. dan.. baru baca lanjutan nya sekarang.. Awww .. it so sweet Jonghyun ! Jadi makin suka ama yang namanya Jiyeon-Jonghyun couple.. sweet-sweet.. ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s