Accidentally Yours [Part 1]

Author: Nirmala @nirmalaandana

Length:  Captered

Genre:    Romance

Main Cast:

  • Lee Jonghyun,
  • Park Hyojin (OCs)

Other Cast:

  • Jung Yonghwa
  • Im Yoona

Disclaimer:          Semua tokoh yang terlibat di dalam sini hanyalah milik TUHAN dan author hanya memilki jalan ceritanya. Murni tanpa plagiat sana sini. Jika ada kesamaan kejadian, tempat, dan waktu hubungi dokter (?) eh salah maksudnya itu hanya kebetulan belaka.

Note:                    Kangen ngga? Kangen ya? Kangen yaaa? *kedip kedip mata* (ini sumpah absurd banget-_-) Author Nirmala comeback (?) dengan FF yang castnya masih suami author (re: Jonghyun)Dan author merasa gagal banget segagalgalanya gagal sama ff ‘LOVE IS PAIN’ Kekurangan author udah coba author perbaiki disini. Jadi semoga suka dengan jalan ceritanya!

Ohiya, heh kamu! Iya, kamu! Jangan cuma baca notenya dengan tampang bingung deh langsung aja baca ceritanya, jangan lupa komen. Dan kamu, SIDERS! IYA KAMU YANG LAGI BACA TULISAN INI, JANGAN BERANI-BERANI MASUK KALO NIATNYA CUMA BACA TANPA NINGGALIN KOMEN SEDIKITPUN! MUAHAHAHAHA (-_-) Oh iya, maaf buat para Emotional Angels karena karakter Yonghwa aku bikin jahat disini ehehe.__.

In short, happy reading all! Don’t forget to comment and like!😉

***

Author POV

Hyojin menyusuri koridor kantornya dengan riang. Senyuman  yang tersungging di bibirnya menandakan bahwa ia merasa senang. Sangat senang.

“Sebentar lagi sampai!” ia menantap pintu yang tak jauh berada di depannya dengan mata berkilat-kilat. Menahan degup jantungnya yang seakan berdegup tiga kali lebih cepat. Entah kenapa ia selalu seperti ini.

Pegangan pintu yang  begitu dingin terasa hangat baginya. Tanpa ragu, ia putar pegangan pintu itu.

“Yongyong! Mau pulang sekarang?” tanyanya riang. Namun pemandangan di depannya berkata lain. Nafasnya tercekat. Ia bahkan berharap bahwa ia akan buta sekarang juga.

Yonghwa, namjachingunya, sedang berciuman dengan yeoja lain. Itu yang ia tau.

Dalam beberapa detik, bumi seakan berhenti berputar. Ia hanya diam. Memandangi kedua orang yang bahkan mungkin tidak menyadari kehadirannya. Nafasnya serasa tak beraturan . Jatungnya seakan berhenti berdegup.

“Ma..maaf mengganggu acara kalian..” kata-kata Hyojin akhirnya mampu membuat Yonghwa menoleh. Menatapnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Hyojin berjalan keluar dari ruangan itu. Sesak. Dadanya terasa sangat sesak. Ia bahkan dapat mendengar Yonghwa berkata, “tunggu ya jagi

Apakah itu ucapan untuk yeoja tadi? Mollayo. Hyojin tak dapat menahan air matanya. Ia berlari kencang menyusuri koridor kantor.

“Hyojin-ah! Tunggu!” Yonghwa memanggilnya dari belakang. Hyojin tak ingin menoleh, dan tak bisa. Ia bahkan berpikir mungkin sendi di lehernya telah mati rasa.

“Hyojin! Dengarkan aku!” Yonghwa mencegat jalannya Hyojin dengan berdiri tepat dihadapannya.

“Kenapa?! Aku sudah lihat semuanya! Kau bajingan Yonghwa!” Hyojin menatap Yonghwa nanar.

“Kau sudah lihat? Baguslah. Dengan begitu aku tak perlu menjelaskan panjang lebar. Padahal lima menit lagi, aku akan mendatangi ruanganmu dan berkata bahwa aku ingin berpisah denganmu”  Yonghwa berkata dan menatap Hyojin dengan tatapan mengejek. Hyojin tersentak dengan jawaban yang Yonghwa berikan. Kalimat-kalimat yang Yonghwa ucapkan tadi serasa menghujam jantungnya.

“Ke..ke..napa…Aku… salah apa?” Hyojin mati-matian menahan air mata yang terus turun. Ia ingin menunjukkan kepada Yonghwa bahwa ia adalah yeoja yang kuat. Tapi hatinya berkata lain.

“Kenapa? Baik, akan kujelaskan satu persatu. Ia lebih cantik, tubuhnya lebih bagus, daaan… entahlah aku lebih menyukainya dibandingkan kau..” Yonghwa sengaja menggantungkan kalimatnya. “daaan… ah! Bibirnya terasa lebih manis! Kau sebenarnya tidak punya salah apa-apa Hyojin sayang, kau hanya membosankan! Tidak. Kau sangat sangat membosankan!” Yonghwa menghujam Hyojin dengan tatapannya.

Tangan Hyojin bergetar. Ia terus berusaha menahan amarah dan kesedihannya sedari tadi. Namun, sejak namja yang berdiri dihadapannya ini melecehkannya dengan kata-kata bejatnya, emosinya sudah tak dapat dikontrol lagi.

“PLAK!!” sebuah tamparan keras mendarat di pipi Yonghwa. Yonghwa meringis kesakitan. Ujung bibirnya terlihat mengeluarkan darah.

“Thank you for the last 6 months and 5 days Yonghwa-ssi!” ia berbalik dan kembali berlari menyusuri koridor.

***

Air mata Hyojin tak dapat berhenti mengalir selama ia mengemudikan mobilnya. Kadang-kadang pandangannya terasa kabur karena air mata yang menghalangi pandangannya.

“Kau brengsek Yonghwa! Namja bajingaaan!!!” ia memukul-mukul setir mobilnya. Berkali-kali ia hampir menabak trotoar. Emosinya benar-benar tak dapat dikendalikan.

“Bagaimana aku bisa percaya denganmu?! Aaaakhhhhh!!!!” teriaknya memenuhi ruangan mobil. Tiba-tiba…

“BRAK!!”

Author POV end

Jonghyun POV

“Dingin…” aku mengelus-elus telapak tanganku dan meniup-niupnya. Bodohnya aku. Musim dingin seperti ini, aku malah tidak membawa syal atau sarung tangan sama sekali. Dan keadaan mobilku yang alat pemanasnya mati ini semakin memperburuk keadaan. Tiba-tiba kulihat mesin penjual kopi di pinggir jalan.

“Baiklah, lebih baik aku beli kopi” gumamku. Aku segera menepikan mobil dan turun.

Beberapa menit kemudian, hot cappuccino sudah ada di genggamanku. Aku segera menyeruputnya tanpa meniupnya terlebih dahulu. Lebih baiklah, sekarang tubuhku jadi terasa lebih hangat.

Baru saja aku hendak mengeluarkan kunci mobil, tiba-tiba pandanganku teralihkan pada sebuah mobil yang jalannya tak menentu, lebih tepatnya oleng.

“Apa pengemudinya baik-baik saja?” kulihat mobil itu yang kini hampir mendekat ke arahku. Jangan bilang bahwa mobil itu akan…

“BRAK!” apa yang kutakutkan terjadi.

Mobil itu menabrak bagian belakang mobilku. Aku bengong, menatap nanar ke arah mobilku. Bempernya hampir lepas. Aku tak ingin terus berdiam, kudatangi mobil itu dan kuketuk-ketuk jendelanya.

“ Hei! Kau yang didalam! Turunkan jendelanya!! Mobilku rusak gara-gara kau!” kutunggu ia menurunkan jendelanya namun tidak juga turunkan.

“Ya! Kau dengar aku?! Hei!” aku terus mengetuk-ngetuk jendela mobilnya. Sampai akhirnya terbuka.

“Ma..maafkan..aku..” ucapnya. Aku bengong menatap wajahnya.

Yeoja? Dan ia menangis? Apa aku terlalu keras membentaknya, hingga ia sampai menangis seperti ini? Ia kembali terisak dan tangisannya semakin kencang. Kurasa ia menangis sedari tadi, karena matanya sudah sangat sembab.

“Ya! Kenapa kau menangis? Hei, sudahlah berhenti! Bagaimana nasib mobilku? Lihat, bempernya hampir lepas gara-gara ulahmu!”

Ia tetap menangis. Bahkan tak melihatku sama sekali. Aish, ini dia yang paling aku benci dari yeoja! Melihat mereka menangis!

“Ya! Berhentilah menangis! Baiklah, lupakan soal mobilku, aku akan memperbaikinya besok” aku berusaha menenangkannya namun tidak berhasil. Ia masih saja menangis.

“Ini, cappuccinoku untukmu saja! Sudahlah cepat pulang!” aku meluncurkan cara terakhirku. Kutaruh gelas kertas berisi cappuccino milikku di atas dasbornya. Aku segera menjauh dan mengecek seberapa parah keadaan bemperku sekarang. Baiklah, ini memang tidak terlalu parah, tapi tetap saja berhasil membuatku kesal setengah mati. Setelah alatnya pemanasnya yang rusak, bemper mobil yang sudah tak layak, apalagi yang akan terjadi sekarang?

Aku berusaha meredam kemarahan dan kekesalan yang kurasakan sekarang. Mungkin yeoja itu sedang punya masalah, sehingga tak dapat mengendalikkan mobilnya dengan benar. Tapi aku janji, jika aku bertemu dengannya lagi, akan kutagih uang ganti ruginya.

Tunggu, kenapa aku bisa seyakin ini?

***

Jonghyun POV end

Hyojin POV

Aku bangun dan cahaya matahari langsung menyambutku dari arah gorden. Kutatap bayanganku di cermin. Aku benci mengatakannya, tapi keadaanku benar-benar kacau.

Hari ini, aku akan pindah apartemen. Kata appa dan eomma, apartemen yang kutempati sekarang uang bulanannya terlalu besar, dan ruangannya yang kecil membuatnya semakin buruk. Ya, aku memang tidak dibayari uang apartemen oleh appa dan eomma. Aku menolak pemberian mereka. Dengan kata lain, aku menggunakan uang hasil kerja kerasku sendiri untuk membayar apartemen.

Aku segera menyiapkan diriku. Petugas pengangkut barang-barang akan datang sebentar lagi. Dan benar saja, mereka sudah datang.

***

“Ini kunci apartemenmu Hyojin” ucap Nyonya Han. Sesepuh inilah yang bertugas mengelola apartemen disini. Apartemen yang kutempati sekarang memang terlihat sederhana, tapi fasilitasnya jauh lebih baik dari apartemenku yang dulu. Hanya ada 3 lantai dan satu tempat parkir disini. Di masing-masing lantai terdapat 2 kamar. Dan aku menempati lantai dua.

Petugas apartemen sepertinya telah selesai menata barangku. Nyonya Han mempersilahkan aku untuk masuk dan meninggalkanku. Aku melihat-lihat isi ruanganku. Ya, benar-benar bagus dan tertata rapi.

Kubuka ponselku. Aku hendak menghubungi teman-temanku tentang kepindahanku sekarang. Tiba-tiba suatu bongkahan pahit serasa menahan tenggorokanku. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata.

Wallpaper aku dan Yonghwa.

Aku masih ingat saat-saat ini. Saat dimana kami sedang merayakan 6 bulan jadian kami. Ya, beberapa hari yang lalu. Kami pergi ke Lotte World, bermain roller coaster, kincir angin, dan masih banyak lagi. Aku yakin, jika kalian melihat ekspresi kami berdua, kalian tidak akan mengira akan ada masalah sebesar ini. Yonghwa tersenyum memamerkan deretan giginya yang kurang rapi dan aku hanya bisa tersenyum tipis di sebelahnya. Tak terasa air mataku mulai berjatuhan

“Cukup Hyojin, setelah menangis semalaman, apa kau masih harus menangis?” gumamku. Segera kuganti wallpaperku dengan animasi rillakuma yang lucu. Tunggu, animasi ini kudapatkan dari handphonenya. Lagi-lagi Yonghwa.

“Ting tong” bel apartemenku berbunyi. Ada tamu huh? Aku segera beringsut dari sofa, mengambil tissue untuk mengelap sisa-sisa air mataku dan mulai berlari menuju pintu.

“Nyonya Han?” aku sedikit tak percaya melihat Nyonya Han kembali berdiri dihadapanku. Ada apa ini?

“Begini Hyojin, sesuai dengan kebiasaan di apartemen ini, jika ada penghuni yang baru kita akan segera melaksanakan pesta. Bukan pesta yang megah atau bagaimana, hanya berkumpul bersama, memperkenalkan diri masing-masing, dan makan malam bersama. Apa kau bisa hadir malam ini?” jelasnya. Aku berpikir sejenak. Kurasa aku tidak lembur hari ini.

“Tentu saja Nyonya! Jam berapa?”

“Jam 7 malam. Jangan lupa ya” Nyonya Han tersenyum lalu pergi dari hadapanku. Pertemuan antar penghuni apartemen? Sepertinya menarik. Lagipula pasti bagus untukku, agar aku bisa tau karakter penghuni gedung apartemen ini.

***

“Bersulaaang!!!”

Semua orang, kecuali Julwoo dan Minra membenturkan gelas soju masing-masing ke gelas soju yang lain. Pestanya sungguh nyaman. Ada kesan hangat yang tersirat di pesta ini.

Semua penghuni apartemen jumlahnya ada 7 orang. Dua kamar di lantai tiga ternyata belum berpenghuni. Maklum, apartemen ini tidak pernah melayangkan iklan ke media manapun. Jika mereka memberikkan iklan, aku yakin ruangan di apartemen ini akan laku keras.

Ada keluarga Kim yang beranggotakan Tuan Kim, Nyonya Kim, dan kedua anak mereka yaitu Kim Chaera 17 tahun, dan Kim Julwoo 12 tahun. Ada juga Nyona Han, dan cucunya Minra 10 tahun. Ditambah denganku, penghuni apartemen ini jadi 7 orang.

“Apa selalu ada perayaan seperti ini kalau ada penghuni baru?” tanyaku lalu menyuapkan irisan daging panggang ke dalam mulutku sendiri.

“Tentu saja, kami disini sudah seperti keluarga. Rasanya tidak lengkap, jika ada penghuni baru tapi tidak dirayakan kehadirannya sama sekali” jawab Nyonya Kim. Yang lainnya mengekor dengan anggukan. Aku tersenyum. Rasanya tidak salah aku memilih tinggal di apartemen ini.

“Sebenarnya, penghuni apartemen ini ada 8 orang. Namun ia akan datang terlambat. Ia sedikit sibuk, kau tau” ujar Chaera. Aku terdiam sejenak. 8 orang?

“Jonghyun tinggal di samping apartemenmu. Kuharap kalian bisa saling mengenal” Chaera tersenyum manis.

Jonghyun? Apa penghuni apartemen ke 8 itu? Belum sempat rasa penasaranku terjawab, tiba-tiba ada yang membunyikan bel.

“Ahh! Pasti Jonghyun hyung! Biar aku yang buka pintunya!” Julwoo segera bangkit dari duduknya dan membuka pintu .

“Hyung! Tumben kau sudah pulang!” seru Julwoo girang.

“Ya, aku menyempatkan diri untuk ikut pesta. Halo semuanya!” sapanya. Aku serasa pernah mendengar suara itu.Tapi aku belum bisa melihat wajah namja itu, sebab ia masih berdiri di luar.

“Jonghyun! Diluar dingin, cepat masuk kedalam!” seru Tuan Kim. Jonghyun segera menurut dan masuk kedalam.

Akhirnya aku dapat melihat wajahnya. Sangat familiar menurutku. Tapi, dimana aku pernah bertemu dengannya?

Tiba-tiba terbesit dipiranku. Kopi…Kopi…. Dan ternyata..

Ia namja yang memberikanku kopi hangat kemarin! Dengan begitu, bukankan ia orang yang mobilnya tak sengaja kutabrak?

Dan dunia seakan berputar berlawanan arah saat pandangan kami bertemu. Mengajak kami untuk kembali mengingat kejadian kemarin malam..

****

Hyojin POV end

TBC

12 thoughts on “Accidentally Yours [Part 1]

  1. ahh tbc -.-
    eijieee ketemu kekeke~ ih seruuu, cinlok deh entaar :3
    lanjutnya jangan kelamaan yaak, akan lebih bagus besok udah ada lanjutannya wohoho

  2. gak bisa bayangin yonghwa sejahat itu~ dia terlalu baik~
    dan lagi-lagi pas enak2nya baca tulisan TBC yang imut itu keliatan
    lanjuuuut authooor!! :3

  3. Ccieyyahhh ktemu lgic nch yeahh.. Hhahaaeyy… ;D

    Mmm..
    Tp, yonghwa oppa koq j4hat bgeett sch..😦 *hug Yong*

    okkey dehh..
    Lanjuttt thor..:)
    Hwaiting^_^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s