MISSING YOU (PART 3)


Author                                  : Mega Flaminho (iblueshine)

Main cast                             :  – Jung Yonghwa (Yonghwa)

–  Kitagawa Naomi (Naomi) OCs

Support cast                       :  – Kaori Hashiyama (Kaori) OCs

–  Lee Jonghyun (Jonghyun)

–    Kang Minhyuk (Minhyuk)

 

–    Lee Jungshin (Jungshin)

 

–    Kitagawa Takuma (Takuma) OCs

Length                                  : Sequel

Rating                                   : T, G

Note                                   : Part 3 datang !!!😀 mianhae agak telat, soalnya banyak tugas. Harap dimaklumi kalo ceritanya gaje turs banyak typonya. Part 4 juga  bakalan telat lagi kayaknya, soalnya mau ujian. Tapi di tunggu ya😀 Don’t forget to RCL J

Summary                             : Naomi : Aku tak bermaksud untuk membuatmu merasa bersalah karna kesalahanku. Aku tak bermaksud untuk membuatmu merasa bersalah karna perasaanku. Aku hanya tak bisa mengendalikan perasaanku ketika aku memang harus merasa cemburu. Sesungguhnya, aku tak ingin membebankanmu karna perasaanku ini, tapi aku tak bisa menghapusnya begitu saja.

 

 

NAOMI POV

“tidak apa-apa?”, tanya Yonghwa pada gadis itu setelah kami membantunya membereskan belanjaannya.

“hai, tidak apa-apa”, jawab gadis itu sambil tersenyum pada Yonghwa.

“Yonghwa-san”, panggilku sedikit pelan.

“maaf, aku tak sengaja mendorongmu”, kata Yonghwa lagi tak mendengarku. hah, basa-basi apaan ini?!

“it’s okay”, jawab gadis itu lagi. Aku sudah bosan mendengar basa-basi mereka. Jadi sekarang dia tak menghiraukanku ?!

Aku pun mulai emosi dan beranjak dari tempat itu meninggalkan mereka berdua. Aku tak membeci siapapun, tapi aku hanya tak mau membenci diriku sendiri karna bodoh terus menerus memperhatikan mereka berdua.

“Naomi-san !”, panggil Yonghwa ketika aku mulai meninggalkannya. Aku terus berjalan, dan sedikit menoleh ke belakang. Apa-apaan ini, bahkan ia tak mencoba untuk mengejarku !

YONGHWA POV

“Naomi-san !”, panggilku ketika melihatnya tiba-tiba pergi. Ada apa dengannya? Kenapa ia bersikap seperti itu?. Akupun menoleh pada gadis tadi, karna ingin pergi mengejar Naomi. Tapi, tiba-tiba aku melihat cairan merah kental mengalir dari hidungnya.

“ah, hidungmu”, kataku tiba-tiba padanya. Ia sontak memegang hidungnya, dan melihat cairan merah itu berbekas di jari-jarinya. Aku langsung mencari sapu tangan di kantong coatku dengan sedikit panik dan menyerahkannya pada gadis itu.

“ini”, kataku. Ia pun membersihkan cairan itu.

“arigatou gozaimasu”, katanya sambil membungkuk sebentar, tetap menutup hidungnya dengan sapu tanganku.

“hai, tidak masalah”, jawabku langsung.

“sapu tanganmu, akan kukembalikan besok”, lanjutnya.

“hai, tolong catat nomormu. Aku akan menghubungimu nanti. Hm, aku buru-buru ingin mengejar temanku tadi”, kataku sedikit tergesa sambil menyerahkan HP ku padanya. Ia pun mengetikan nomornya.

“baiklah, aku pergi dulu”, kataku. Setelah itu aku berlari kencang mencari Naomi.

Aku pun mencarinya disekitar taman ini. tapi aku tak melihatnya, apakah secepat itu larinya?. Tapi, kenapa ia tiba-tiba pergi? Apakah ia marah padaku? Tapi kenapa?. Aish, kemana anak itu?. Aku pun mencoba menghubungi nomornya, tapi tak diangkat. Setelah mencarinya disegala tempat, aku memutuskan untuk pulang saja. aku akan menemuinya besok di café.

******

AUTHOR POV

“mau kemana hyung?”, tanya Jonghyun pada Yonghwa ketika melihat Yonghwa terlihat ingin pergi meninggalkan mereka.

“menemui Naomi?”, tebak Minhyuk.

“ne, tunggu di sini sebentar”, jawab Yonghwa.

“aigo kalian benar-benar serasi”, kata Jungshin membuat yang lain menganggukkan kepala pertanda sependapat.

“aish, apa yang kau katakan”, kata Yonghwa sambil meninggalkan teman-temannya. Ia berjalan menuju dapur untuk menemui Naomi.

“Naomi-san”, panggil Yonghwa ketika melihat Naomi. Gadis itu sedang membawa minuman yang akan diantarkan ke meja-meja pelanggan.

“hi”, sapa Naomi. Ia tak seperti sebelumnya, wajahnya sedikit datar menanggapi kehadiran Yonghwa.

“ada apa denganmu? Kenapa meninggalkanku kemarin?”, tanya Yonghwa langsung.

“oh itu. Hm, aku….kemarin Takuma mengirimiku pesan, ia bilang ada masalah di café. Jadi aku langsung menyusulnya. Dan, sekarang aku sedang sibuk. Maaf”, jawab Naomi ia langsung meninggalkan Yonghwa.

“Naomi-san !”, panggil Yonghwa. Namun Naomi hanya pergi berlalu saja, ia tak melirik Yonghwa sedikit pun.

YONGHWA POV

Ada apa dengannya? Aneh sekali. Ah ya, sapu tanganku. Aku harus menelfon gadis itu sekarang.

‘Konichiwa’, sapaku setelah tersambung dengannya.

‘hai, konichiwa. Ini siapa?’, tanyanya.

‘aku pemilik sapu tangan kemarin’, jawabku.

‘oh hai, kapan aku bisa mengembalikannya?’

‘siang ini di taman kemarin?’

‘hai, tidak masalah’

Telfon pun terputus. Sekarang aku harus pergi ke taman.

“Hyung-ah”, panggil Minhyuk . aish, aku lupa kalau mereka masih menungguku.

“kau lama sekali hyung. Kenapa tak bersama Naomi? Wajahnya terlihat berbeda hari ini”, kata Jonghyun.

“igo….aku ada masalah dengannya. Tapi, kenapa kalian tak duluan saja?”, tanyaku.

“ya, kau menyuruh kami untuk menunggu dan sekarang kau tanya mengapa kami tak pulang duluan saja?! aish, jinja !”, kata Jungshin terdengar sedikit emosi. Tapi, kenapa ia membentakku?  Dasar maknae tak sopan !

“ya, biasa saja. kenapa kau membentakku, ini di tempat keramaian tau !. mianhae, aku tak langsung pulang kali ini. ada orang yang harus kutemui”, lanjutku.

“bertengkar dengan Naomi benar-benar mencuci otakmu”, kata Minhyuk.

“arasseo, kami duluan”, pamit Jonghyun.

“ne”, jawabku.

Setelah beberapa saat mereka pergi, aku pun menyusul keluar menuju taman kemarin. Aku pun mencari gadis kemarin.

“hei”, panggil seseorang. Aku pun menoleh ke belakang.

“konichiwa”, sapa seorang gadis.

“hai,  konichiwa”, jawabku sambil tersenyum ramah padanya. Entah kenapa, melihatnya membuatku ingin selalu memberikan senyumanku padanya.

“maaf merepotkanmu”, katanya sambil menyerahkan sapu tanganku yang dipinjamnya kemarin. Sore ini cuaca begitu indah, tak panas tak pula dingin. Sangat sejuk, sesejuk hatiku ketika melihatnya. aish, apa yang kupikirkan !

“nai, tidak apa-apa. Boleh aku tau namamu?”, tanyaku hati-hati.

“hai, Kaori Hashiyama-desu”, katanya sambil membungkukkan badannya sedikit.

“Jung Yonghwa-desu”, balasku. Kami pun berbincang sambil duduk di salah satu bangku taman.

“jadi kau bukan asli Jepang?”, tanyanya membuka pembicaraan.

“hai, aku berasal dari Busan Korea Selatan”, jawabku sambil melempar senyum padanya.

“pantas saja wajahmu sedikit berbeda”, tambahnya.

“berbeda? Aku lebih tampan dari cowok Jepang?”, tanyaku percaya diri. Aku ingin mencairkan suasana diantara kami.

“hahaha ya, tak bisa kupungkiri kau memang tampan”, katanya dengan sedikit menunduk. Wajahnya sedikit merah, jelas sekali kalau dia sedang malu.

“gadis-gadis Jepang juga cantik”, komen ku.

“hai, seperti gadismu kemarin”, katanya yang dapat kuartikan gadis yang dia maksud adalah Naomi.

“gadisku? Nai, dia hanya teman dekatku”, jelasku. Tentu saja, Naomi bukan pacarku. Dia hanya teman dekatku.

“ah, aku lupa”, katanya tiba-tiba setelah melirik jam tangan silver yang terpasang di tangan kirinya.

“ada apa?” , tanyaku heran.

“maaf Yonghwa-san, aku ada janji sekarang”,  katanya dengan merasa sedikit bersalah.

“hai, tidak apa-apa. Aku juga mau pulang”, kataku.

“kalau begitu, sampai jumpa lagi”, katanya membungkuk dan langsung berlari pergi.

Dia, gadis yang ceria. Matanya indah, senyumnya manis, rambut panjangnya terurai memberi nilai plus atas kesempurnaannya. Aku tak tau kenapa, tapi berbincang dengannya membuatku merasa kita sudah dekat. Mungkin karna sifatnya yang ramah dan mudah bergaul. Tidak sama seperti Naomi.

Ah, gadis itu. Aku masih penasaran apa yang terjadi dengannya. Aku tak yakin kalau kemarin Takuma menelfonnya untuk segera ke café. Lalu, apa yang menyebabkannya berubah seperti itu?. Aish, dia membuatku bingung saja. Lebih baik sekarang aku pulang saja. nanti malam akan kucoba untuk menelfonnya.

******

NAOMI POV

“Naomi-san !”, panggil Yonghwa padaku. Tapi aku pura-pura tak mendengarnya. Aku langsung berjalan cepat untuk mengantar pesanan pelanggan. Entahlah, aku masih merasa marah padanya karna kejadian kemarin. Aku tau, tak ada alasan bagiku untuk marah karna aku bukan siapa-siapa. Tapi tak bisakah ia sedikit menghargai kehadiranku kemarin?

“maaf nona, ini bukan pesananku”, kata seorang perempuan ketika aku menaruh makanan di atas mejanya.

“oh? Maaf kan aku”, aku pun membungkuk. Ah, pikiranku jadi kacau sekarang. Kulihat ia sedang berbicara dengan teman-temannya. Lalu tiba-tiba Minhyuk melihat ke arahku, aku langsung memalingkan wajahku. Aku tak tau apa yang mereka bicarakan, karna sayu-sayu kudengar mereka berbicara menggunakan bahasa Korea. Jadi jelas saja kalau aku tak menegrti apapun. Tak beberapa lama kemudian, kulihat teman-temannya berjalan keluar café. Tapi anehnya, Yonghwa tak ikut bersama mereka. Mungkinkah ia ingin menungguku pulang, agar bisa berbicara denganku? Ah, hentikan khayalanmu, Naomi !. Yonghwa berjalan keluar café dengan arah yang berlawanan dengan teman-temannya tadi. Mau kemana dia?

“Apa yang kau lakukan?”, tanya Takuma yang tiba-tiba sudah berada di belakangku.

“ah, nai. Takuma-kun, aku bisa ijin?”, tanyaku.

“kenapa tiba-tiba?”, tanyanya heran.

“hm, aku lupa ada janji dengan seseorang sekarang. Aku mohon…”, kataku memelas.

“hah, pergilah..”, jawab Takuma akhirnya. Ah, dia memang kakak yang baik.

Aku pun langsung mengganti pakaianku segera di ruang karyawan, dan langsung berlari sambil menyambar tasku yang terletak di sebuah kursi yang ada di ruangan itu. Aku terus berjalan ke arah Yonghwa tadi. Sial, aku ketinggalan jau. Dia pasti sudah berada jauh dari posisiku sekarang. Aku sekarang sudah berada di sekitar taman, apa mungkin dia kesini? Tapi, apa yang dia lakukan?

Aku terus berjalan menelusuri pinggiran jalan di dekat taman, sambil mengedarkan pandangan. Langkahku terhenti ketika melihat Yonghwa sedang berlari. Aku tak tau siapa yang ia kejar, tapi mataku tetap tajam melihat gerak geriknya. Gadis, ternyata dia mengejar seorang gadis.Tunggu, bukankah itu gadis yang kemarin? Gadis yang membuatku kesal setengah mati pada Yonghwa karna mengabaikanku? Apa yang mereka lakukan?

Kurasakan jemariku mulai bergetar, tidak aku tak marah. Aku tak marah pada siapa pun, aku hanya……aku hanya…cemburu. Ah, bodoh ! Apa lagi yang aku lakukan di sini? Lebih baik aku pulang saja. aku tak ingin menjadi gadis bodoh melihat mereka berdua. Kenapa aku harus cemburu? Bahkan mereka baru kenal.

******

NAOMI POV

Dddrrrrttttt drrrrrttttt ddddrrrtttt

Terdengar bunyi getaran HPku yang berapa di atas meja. Aku langsung duduk dan mengambil HP itu yang tak jauh dari tempat tidurku. Kulihat nama Yonghwa terpampang jelas di layar.

“Moshi-moshi”, jawabku dengan suara pelan.

“kau sudah tidur?”,  tanyanya.

“tidak, setelah kau menelfonku”, jawabku sedikit sinis.

“maafkan aku. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tak marah padaku”, kata Yonghwa. Dapat kudengar nada ketulusan dari suaranya.

“marah karna?”, tanyaku.

“entahlah aku tak tau pasti, tapi aku tau kau berubah. Kau seperti menghindariku hari ini”, jelasnya.

“nai, aku tak berubah”, elakku.

“Naomi-san, berhentilah berbohong. Kita bukan orang yang baru kenal”, jawabnya. Aku sedikit mendesah. Nafasku menderu bertengkar dengannya. Aku tau aku salah, tapi aku juga tidak bisa mengendalikan perasaanku padanya. Aku cemburu.

“aku tidak berbohong, dan berhentilah mendesakku seperti ini. Hari sudah malam, aku tidur dulu. Sampai jumpa”, ucapku sambil menekan tombol merah pertanda memutuskan hubungan telefon. Aku tak bisa menghadapinya sekarang. Maaf, tapi tunggu perasaanku pulih hingga besok.

 

YONGHWA POV

“aku tidak berbohong, dan berhentilah mendesakku seperti ini. Hari sudah malam, aku tidur dulu. Sampai jumpa”, katanya dan memutuskan telefon duluan. Astaga, apalagi ini? apa aku ada salah padanya? Kenapa dia terdengar begitu ketus?

“waeyo hyung?”, tanya Jonghyun yang ternyata sudah ada di dalam kamar.

“hyung mana CDnya?”, tanya Minhyuk pada Jonghyun, ia tiba-tiba masuk kamar dan diikuti oleh Jungshin. Suasana jadi hening tiba-tiba.

“waeyo? Apakah ada masalah?”, tanya Jungshin melihat ke arahku.

“ne hyung, sepertinya kau sedang ada masalah”, jelas Minhyuk.

“hm igo, Naomi sepertinya marah padaku”, kataku akhirnya membuka mulut.

“wae? Apakah kau berbuat salah padanya?”, tanya Jonghyun.

“molla, aku juga tak tau”, jawabku setelah berpikir sebentar. Ya, aku yakin tak ada yang salah.

“kapan terakhir kali kalian berbincang?”, tanya Jungshin. Kenapa mereka jadi seolah-olah mengintrogasiku? -_-

Aku pun menceritakan kejadian terakhir kali kami berbincang, yaitu di taman. Aku menceritakan semuanya, tanpa meninggalkan apapun.

“dia pergi meninggalkanmu ketika bersama seorang gadis?”, tanya Minhyuk.

“aish, babo! Tentu saja dia marah, karna kau tau menghiraukannya hyung !”, kata Jonghyun keras padaku.

“tapi dia tak punya alasan untuk marah karna hal itu!”, jawabku.

“tak punya alasan?! Tentu saja ada, itu karna dia menyukaimu hyung”, jawab Jungshin.

“kau gila? Kami hanya berteman”, jelasku.

“itu bagimu, bukan baginya. Kau tak sadar, ia menaruh harapan padamu?”, kata Minhyuk. Aish, kenapa mereka jadi menghakimiku seperti ini. lebih baik dari awal aku tak cerita padanya -.-

“mollayo, tapi aku tak yakin seperti itu”, jawabku lagi.

“aish jinja, kau benar-benar membuatnya berharapan tinggi”, kata Jungshin.

“aish sudahlah, aku mau tidur. Biar kuselesaikan sendiri masalahku dengannya besok”, kataku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Mereka semua berjalan keluar, sepertinya ke ruang nonton.

Naomi menyukaiku? Benarkah? Kenapa aku tak menyadarinya selama ini? ah, andwae ! itu tidak mungkin. Pasti mereka hanya menerka-nerka saja. tapi, kalau dia tak menyukaiku kenapa dia bisa marah tiba-tiba? Aish jinja, dia benar-benar membuatku gusar seharian ini.

Tapi, bagaimana jika Naomi benar-benar menyukaiku? Aku….tak ingin menyakitinya dengan memberi harapan lebih dan menjatuhkannya tiba-tiba. Ah, aku tak boleh berpikir yang tidak-tidak. Aku harus bicara lagi dengannya besok !

TBC

3 thoughts on “MISSING YOU (PART 3)

  1. Yong~ sdar donk..
    Naomi suka mha lohh..
    Gw tau lo suka gw tp dcrta ini yg main cast’ lo mha naomi yong~… Wakwkwkk *gila akut*

    next ya thor.. Hwaiting^_^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s