I’VE GOT YOU

Title : I’ve Got You

Author : Naya Cho / Cho YeonHee

Maincast :

–          Lee JungShin –

–          – Jung Riyoung (ocs) aka Han Riyoung/Agnia Afri Yunita

Other cast : Jung Yonghwa , Cho Yeonhee (ocs)

Genre : romance, lil bit comedy

Rating : T

Disclaimer : FF originally mine, inspired from my friend’s fanfic^^, FF ini pernah saya post di blog pribadi : http://babykyumin.wordpress.com

*happy reading*

Tak peduli seberapa jauh kau berlari,

Seberapa dalamkau bersembunyi,

Pada akhirnya kau akan muncul dihadapanku.

Seperti daur matahari, aku menemukanmu dijalan ini.

Karena aku telah menitipkan rusukku padamu,

Karena aku telah mendapatkanmu bahkan sebelum kau lahir.

Karena aku adalah takdirmu!

Eoh?!

 

 

Riyoung POV

 

 Jangan bicara padaku !

Aku sedang kesal.

Entah yang keberapa kalinya dalam menit ini mataku melirik frustasi pada tetesan-tetesan air diluar yang masih saja belum mau berhenti. Diujung atap pelataran gedung fakultasku, tetes-tetes itu mengumpul dan berjatuhan didepan wajahku. Aissh, mereka sepertinya bahagia telah berkomplot untuk membuatku menjadi orang gila dengan memaki-maki langit. Ia masih saja muram karena mendung belum juga menjauh, oh tentu saja ini bukan karena omelanku!

Hari ini aku harus mengunjungi bibiku didaerah GangNam. Sekarang sudah terlambat dua jam, oppa pasti meninggalkanku untuk berangkat lebih dulu, ia bukan seorang kakak yang setia. Dan masalahnya aku malas! Sangat malas untuk menyetir sendiri dari Seoul kepenghujung desa dipelosok GangNam tersebut.

Tidak ikut saja? Tsk! Paman dan bibi pasti akan mencak-mencak karena marah, lebih fatal mungkin mereka akan memecatku sebagai keponakan? Aku sudah berjanji dan aku tidak ingin mengecewakan mereka, aku bukan tidak tahu diri terhadap paman dan bibi yang telah membiayai kuliahku setelah appa dan eomma meninggal.

“melamunkanku, nona?”

Sebuah suara bass menyapa daun telingaku, menarik sedikit pikiran liarku dan membuatku terjengit dari tempatku duduk ditepian anak tangga.

Aku hanya melirik tanpa minat pada sosok namja tersebut, kini ia mengambil posisi duduk disampingku. Kubuang pandang kesekitar, berusaha untuk tidak peduli demi harga diriku, aku tak mau ia melompat-lompat dan berguling-guling ditanah karena merasa GR. Yah, aku memang pabo, bisa-bisanya aku mengabaikan namja setampan dan setinggi Lee JungShin, sebut saja aku sinting! Seluruh yeoja dikampus menginginkan untuk sekedar melihat senyum sabitnya yang cukup langka, namun ia memberiku itu setiap hari dengan sukarela. Tapi aku terlalu naif hingga menolak setiap perhatiannya. Oh baiklah, kalian bisa menghajarku sekarang.

Sebenarnya bohong jika kukatakan aku sama sekali tidak tertarik padanya, hanya saja ada sesuatu, sesuatu yang membuatku berusaha untuk tidak membuka hati. Hanya kenangan masa lalu, konyol! Tapi itu tidak mudah bagiku.

Bermenit waktu berlalu tanpa kami saling bicara. Seiring hujan. Sekali waktu sudut mataku coba melirik padanya. Sial! Ia justru tengah menatapku dan tersenyum melihatku yang tertangkap basah.

Aku ingin hujan cepat berhenti.

Ajaib! Langit kali ini seperti mendengarku. Hujan segera surut menjadi hanya berupa gerimis. Aku segera beranjak melewati parkiran menuju jalan raya dimana aku bisa mencari taksi nantinya.

“mau kuantar?” tawarnya mengimbangi langkahku sebelum kakiku benar-benar mencapai parkiran.

“shirreo.”

Ough, sedikit menyesal aku hari ini menelantarkan minivan merah maroonku yang memang sudah berstatus bobrok, setidaknya ia selalu membantuku menghindar dari namja genit ini. Apadaya tadi pagi mobil itu sudah menunjukkan tanda-tanda tidak bisa hidup lebih lama sehingga aku meninggalkannya saja.

Titt… tittt….

Tepat ketika aku akan mulai mengayunkan langkah cukup lebar saat sebuah mobil menghambat langkahku, klaksonnya memekakkan telinga siapa saja yang berada cukup dekat. Astaga, siapa pemilik mobil sial itu?!

Tunggu… mobil hitam metalik yang parkir tepat dihadapanku, sepertinya sangat tidak asing. Pabo, tentu saja! Itu mobil oppa-mu Riyoung !!!

Kaca jendela depan turun perlahan, anggun sekali. Lalu mulai terlihatlah sosok wajah yang terlalu kukenali, tampan, berkulit mulus, serta pandangan mata yang selalu membuat orang tidak tega untuk tidak menyukainya, dan kalau diperhatikan dari jarak bermil-mil, mirip denganku.

“kau lama sekali. Durreo kka, palli, eoh!”

Ujarnya tidak lembut seraya menelengkan kepala menyuruhku masuk, kulihat ia juga melirik sekilas pada Jungshin. Haha, tidak ada yang tahu namja ini oppa-ku, tidak juga Jungshin, kurasa ini bagus untuk membuatnya tidak menempelku terus. Oppa-ku dapat dipastikan adalah kandidat kuat pria yang bisa mengimbangi, tepatnya mengalahkan ketampanan namja itu kurasa, walaupun tidak dalam soal ke’jangkung’an.

“Riyoung-ah…”

Suara bass itu masih memanggiku.

“ehm?”

Aku berbalik setengah terpaksa.

“sampai jumpa…”

*****

Pohon takdir.

Kau lihat pohon oak tua ditengah bukit itu? Ya, yang ukurannya sangat besar itu, dulu tak sebesar sekarang. Orang-orang menyebutnya pohon takdir. Konon jika kita bertemu dibawah pohon itu, kita pasti akan bertemu lagi, suatu hari. Ck, kau percaya? Itu hanya dongeng dari nenekku. Yang benar saja !

Sewaktu kecil aku pernah berjanji  untuk bertemu dengan seorang anak dibawah pohon itu. Janji sepihak tepatnya, karena aku tak pernah mengiyakan.

*flashback*

“yak! Neo!”

aku terjengit, sekejap jemariku spontan meraba tengkuk seraya mengorbitkan pandang kesekitar. Tak ada apa-apa selain hamparan tanah berbukit ditumbuhi rumput setinggi mata kaki.

Hantu? Pikiranku mulai meliar.

“yak! Aku bicara padamu.”

Suara itu kian jelas dan aku merasakannya tepat diatas kepalaku, sontak aku kaget dan hampir melempar jantungku sendiri melihat seorang bocah bergelantungan diatas dahan pohon.

Hup! Dia melompat gesit, kini berdiri tepat dihadapanku. Seorang anak yang laki-laki yang kecil, pendek…

“neo.. “ tunjuknya kehidungku. “ ireumi nuguya? [siapa namamu?]”

“Riyoung, Jung Riyoung, wae?”

“jadi kau orangnya? Hmm… cukup manis.” Komentarnya setelah tatapannya menjelajahiku dari ujung kaki hingga kepala seraya mengusap dagu.

“mwoya?! Apa maksudmu, huh?!!”

“barusan aku berdo’a agar segera dipertemukan dengan takdir masa depanku. Ternyata Tuhan mengabulkannya secepat ini.” bocah pendek itu mulai bergaya tengik, mengibas-ngibaskan jambul rambutnya sesekali lalu kembali melipat lengan didepan dada. Dia pikir itu keren? Cih!

“jadi kau kira aku ini gadis yang ditakdirkan untukmu?! Tsk, memangnya aku sudi? Kau bahkan tidak lebih tinggi dariku !” semburku pada bocah kerdil itu.

“ya…” sungutnya tak terima. “sekarang mungkin tidak. Tapi tunggulah beberapa tahun lagi, eoh?!”

Ia terus tersenyum, senyum yang baru kusadari setelahnya betapa manisnya itu layaknya sebuah bulan sabit.

Dasar namja pendek! Namja gila!

“shirreo !”balasku ketus sembari mengambil langkah lebar meninggalkan tempat itu, bocah gila serta pohon aneh tersebut.

“riyoung-ah, sampai jumpa !!!” teriaknya dikejauhan.

*flashback end*

*****

Yeonhee baru saja marah-marah padaku. Aissh, ia selalu kehilangan jati diri sebagai wanita apabila sedang emosi, sebenarnya tanpa ia marah-marah pun aku sudah menyangsikan status ke’wanita’annya, dia pikir aku akan sudi memiliki kakak ipar semacam itu? Namun sepertinya nenek sihir itu terlalu terobsesi dengan ketampanan malaikat kakakku Yonghwa, astaga! Aku mulai takut jika suatu hari kakakku khilaf dan merespon cintanya, aku mungkin akan mengundurkan diri sebagai adiknya bahkan resign dari marga Jung.

Yeonhee itu sepupuku satu-satunya, teman bermainku sewaktu kecil ketika aku sering liburan ke CheonAn. Kuberitahu, dia itu salah satu gadis paling mengerikan, sekarang mungkin ia sedang memasang wajah polos yang aegyo dihadapan oppaku, entah bagaimana jika nanti ia menyadari aku telah membawa kabur sepedanya. Ckck.

======0o0======

Author POV

 

“oppa, eoddiga?”

“huh?” namja dengan wajah menduplikasi malaikat itu serentak menoleh pada gadis mungil dihadapannya, tersenyum tipis. Saat itu ia sedang akan mengayuh sepeda tuanya yang dulu ditingalkan disini, mengenang sedikit masalalu sembari bersepeda dibawah angin disepanjang sungai kecil desa GangNam, kedengarannya akan menyenangkan.

“jalan-jalan saja, waeyo Yeon-ah…”

“mwo? Kau memanggilku apa? Cheesy..” Yeonhee mempoutkan bibirnya yang selalu menurut Riyoung sok imut, tapi ia selalu melakukannya karena itu akan membuat senyum yang tersimpan dibibir namja malaikat dihadapannya ini mengembang, dan ia teramat menyukai hal itu.

Benar saja, Yonghwa tertawa kecil kemudian mengacak rambut yeonhee. “kau mau ikut, eoh? Mana sepedamu?”

“huh.. dibawa yeodongsaengmu..”

“kau ingin aku menjewernya?”

“anniyo… biarkan saja, aku yakin akan ada hal istimewa hari ini.” Yeonhee tersenyum lebar, senyum yang biasa saja mungkin, tidak ada yang special kecuali kau berdiri diposisi namja yang sedang memegang setang sepeda itu, yang menatapnya dengan cara berbeda, dan samar.

“oppa, kau ingin menonton sesuatu yang menarik hari ini? kajja ! aku yakin hari ini Riyoung akan…”

Yeonhee mulai berceloteh ria, tangannya tanpa sungkan mencengkeram lengan Yonghwa, mengajaknya beranjak sementara bibirnya masih tak berhenti tersenyum, mengayunkan langkah-langkah girang. Tapi… bahkan sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, Yonghwa menahan tubuh itu, menyuruhnya diam hanya dengan satu tatapan.

“aku akan menunjukkanmu sesuatu yang lebih menarik.”

“eoh?”

Mendongak menatap Yonghwa, senyum berpindah kewajah namja itu sedangkan Yeonhee hanya terbengong dengan wajah aegyo yang kali ini bukan rekayasa.

“kajja !”

ditariknya Yeonhee secara lembut namun sigap hingga kini mereka telah berboncengan. Mengenang sedikit masalalu sembari bersepeda dibawah angin disepanjang sungai kecil desa GangNam bersama Cho Yeonhee, sepertinya jauh lebih menyenangkan.

“oppa, kau tidak ingin mendengar ceritaku tentang Riyoung?”

======o0o======

Riyoung POV

 

Aku menyenderkan sepeda hijau daun itu diatas bidang miring berumput tebal sementara aku merangkak pelan keatas bukit. Kanopi rindang pohon Oak legendaris itu seolah memanggil-manggil, sore masih terlalu panas dan angin lembab yang ia tawarkan mustahil ditolak.

“mencariku, nona?”

Aku baru saja berniat untuk duduk beristirahat dipokok pohon itu saat suara tersebut menghampiriku. Kuedarkan pandang, tak ada siapa-siapa selain aku sendiri.

“Jung Riyoung !”

Suara itu lagi. Aigoo, bagaimana mungkin ia tahu namaku? Ergh, tapi tunggu! Kenapa rasanya aku tidak asing dengan suara ini?

Detik ketika aku menyadari bahwa itu suara manusia, tepat saat itulah seseorang melompat dari atas pohon dan mendarat tepat dihadapanku. Terlalu dekat sampai aku bisa merasakan nafasku memantul dileher jenjang itu. Aku mendongak, kemudian segera kudapati sebuah senyum yang bersemangat seperti senyum anak kecil, familiar.

“Lee JungShin ??! kau menguntitku, huh?!!”

Dengan lesung pipi masih bertahan diwajahnya, ia merendahkan badan sehingga mata kami bisa saling tatap secara horisontal.

“hey, aku sering memberitahumu kampung halamanku ada di GangNam bukan?”

Aku mulai tidak fokus, ia menatapku intens dan itu membuatku sedikit salah tingkah, entahlah, sepertinya pipiku tidak bisa diajak berdamai untuk tidak bersemburat merah.

“keunde, untuk apa kau disini? Maksudku dipohon ini.”

Ujarku mencoba mengalihkan perhatiannya, tapi ia tetap saja meantapku seperti itu, mempermainkanku.

“Neol gidarinda (menunggumu).”

C’mon, fokuslah Riyoung! Aku mulai merasa sinting saat mendengar ia mengucapkan kata-kata tabu tersebut. Ia dan pohon sialan sepakat menertawaiku.

“Yeonhee memberitahuku bahwa kau akan kesini.” Lanjutnya.

“”Yeonhee? Kau mengenalnya?”

“aissh, jangan katakan kau sedang berpura-pura melupakanku!”

Apa yang dikatakan namja ini? alisku bertaut. Oh, jangan sampai ia membuat otakku pecah karena bingung.

Pletak! Satu jitakan tanpa aba-aba melayang bebas ke ubun-ubun kepalaku, dan aku masih tak mengerti.

“jinjja… sepertinya kau benar pikun. Kau tahu, baru saja aku berdo’a agar dipertemukan lagi dengan takdirku. Tuhan lagi-lagi mengabulkannya begitu cepat.”

Takdir?

Serasa ada déjà vu ketika ia mengatakan itu. Mendadak memory otakku yang memang tidak terlalu bagus memutar ulang samar-samar sebuah siluet di masa lalu. Dengan latar yang sama, kata-kata yang sama, mungkinkah orang yang sama???

“bocah pendek.” Desisku.

“pendeh, huh? Sekarang menurutmu siapa yang lebih tinggi?” ejeknya diikuti senyum licik sembari mengukur perbedaan tinggi kami. Aigoo, kenapa ia tiba-tiba menjadi teramat jangkung? Leherku sampai sakit hanya untuk menatapnya.

“sekarang apa kau punya alasan lain untuk menolakku?”

Ia tersenyum lagi. Senyum bulan sabiti yang persis dengan bocah pendek bertahun silam. Begitu manis. Mungkin bodoh ketika aku baru menyadari bahwa ia sangatlah tampan, bahwa senyumnya tak bisa ditampikkan, bahwa mungkin aku rela menukar oksigen yang kuhirup demi senyum itu setiap harinya. Benar saja, aku mendadak pabo dengan menatapnya, terperangkap dalam sudut-sudut mata gelap itu.

“Aku tidak akan menunggu jawabanmu, karena bagaimana pun takdir kita akan selalu sama. Kajja! Akan kutunjukkan tempat-tempat yang indah untukmu, chagiya…”

Jungshin menarik tanganku bahkan sebelum aku sempat menayadarkan diriku.tangannya yang hangat menggenggamku, kali ini aku tak ingin melawan, terbawa layaknya dandelion yang mengikuti angin. Aku percaya kau akan membawaku ketempat yang menyenangkan, atau tempat terburuk seklipun, jika ada kau, mungkin hatiku akan menyulapnya menjadi tempat yang jauh lebih menyenangkan dari apapun.

Kutatap pohon Oak, pohon Takdir yang tertinggal dibelakang kami, semakin jauh dan mengecil.

======FIN======

Tak peduli seberapa jauh aku berlari,

Seberapa dalam aku bersembunyi,

Pada akhirnya aku akan muncul dihadapanmu.

Seperti daur matahari,

Kau menemukanku tepat dijalan ini.

Karena kau telah menitipkan rusukmu padaku,

Karena kau telah mendapatkanku bahkan sebelum aku lahir.

Karena takdirmu adalah aku…

….

 

 


.

8 thoughts on “I’VE GOT YOU

  1. amazingggggggggggggggggggggggggggg

    dikira siapa gto yg bisa menyaingi kharisma’a my shin,,,,ehhhhh ternyata yongppa!!! klo ini mah setuju bgt,,,,,
    #scra smua personil CNBLUE kharisma’a 11-12 gto,,,he3#

    author kata2 opening n ending’a bikin luluh hati nih,,,,,, 10 jempol deh,,,,
    # 2 jempol q n semua personil CNBLUE #

    bahagia bgt ya,,,,takdir’a seorang jungshin
    nice ff >_o

  2. kyaaaaa daebaak. i like it!! walopun suami aku bang burning, tetep suka ff yang bercast bang jungshin wekekeke.
    tapi agak bingung tanda petiknya kemana-mana, tapi nicee. sekuel laah

  3. Sweet banget chingu endingnya.. tapi aku masih blm ngonnect pas yongppa tercinta ngobrol sama yeon hee. jelasin lagi dong chingu.. hehee

    • ga ngerti dimananya chingu?
      pas yeonhee ngobrol ma yongppa itu sebenernya yeonhee mau cerita rencananya mempertemukan jungshin sm riyoung dibawah pohon itu, tp yongppa gag tertarik dan lebih milih ngajak yeonhee jalan2 berdua aja^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s