[FF/CHAPTER] PLEASE, LOVE ME!! [PART 2]

Tittle :

  • PLEASE, LOVE ME!! [PART 2]

Author :

  • AlviMagnaeHyun

Idea by :

  • AlviMagnaeHyun
  • Meri_Mentari

Main cast:

  • Choi Hye Yoon –> Author
  • Lee Eun Soo –>  @Meri Mentari
  • Lee Jong Hyun
  • Kim Ki Bum (Key)
  • Choi Minho

Support cast:

  • Lee Taemin
  • Kim Hye Ya
  • Kim Jong Hyun
  • Lee Jin Ki (Onew)

Genre :

  • Romance

Rating :

  • General

Disclaimer:

  • FF ini adalah 1000% karya saya dan hasil pemikiran author dari bertapa di tanjung perak(?). Kisah ini sedikit menceritakan kisah cinta author sendiri. Main cast ataupun support cast milik tuhan, dan orangtua nya. Sedangkan para OCs punya otak author.

 

HYE YOON P.O.V

 

“Annyeong? Jonghyun?”Aku sangat terkejut ketika Jonghyun tidak ada di kamarnya, aku masuk di setiap ruangan yang ada, tapi nihil. Dia tidak sama sekali ada disini, aku sangat kebingungan. Dimana kau sekarang Jonghyun? Apa kau sudah keluar dari rumah sakit ini?. Aku segera lari menuju resepsionis dan menanyakan apa Jonghyun memang sudah keluar dari rumah sakit ini, salah satu resepsionis mencari data tersebut, ternyata memang benar Jonghyun sudah baru saja keluar dari rumah sakit ini. Mwo?? Dia baru saja keluar? Jadi semua itu benar? Jika dia baru saja keluar, kemungkinan dia masih ada di luar.

Tanpa ba-bi-bu, aku pun segera menuju ke luar, aku mencari-cari namja yang selama ini aku cintai. Tak lama kemudian, aku menemukan sesosok namja sedang berdiri di samping mobil yang bewarna hitam. Jonghyun? Apa itu Jonghyun? Apa dia mau masuk ke mobil dan keluar dari sini?, aku segera lari menghampirinya, Jonghyun menoleh saat aku memanggil namanya, dia pun menungguku disana.

“Jonghyun? Apa kau sudah benar-benar sembuh, hingga kau sudah mau pulang?”

“Ne, aku sudah baik-baik saja, untuk apa kau kesini?”

“Sebenarnya, aku ingin menjengukmu hari ini, tapi karena kau sudah ingin pulang, apa boleh buat, kamu boleh pulang”

“Mianhae, aku tidak menghubungimu saat itu, aku tidak mau mengganggumu saat sekolah!”.Apa? takut menggangguku? Kau sudah mengganggu otakku dan hatiku selama bertahun-tahun ini.

“Ahh, Gwaenchansseumnida, aratso Annyeong hi gaseyo, kau harus istirahat agar kau bias cepat-cepat masuk sekolah”

“Ne, gomawo. Aku pergi sekarang, apa kau mau pulang bersamaku?”

“Ahh, anio. Cepat masuklah ke dalam mobil, umma-mu sudah menunggumu”

“Ne, annyeong!”.Aku hanya tersenyum, Jonghyun masuk kedalam mobil dan dia semakin menjauhi diriku, sekarang aku sendiri disini. Seharusnya aku senang sekarang, namja yang aku sayangi sekarang ini sudah sembuh dari sakitnya. Aku segera pulang dan mencari bis, aku sangat kaget saat melihat sebuah mobil bewarna hitam tiba-tiba berhenti di depanku, setelah dia keluar ternyata .

“Key sunbae? Ada apa kau kesini?”

“Annyeong? Ne, seharusnya aku yang Tanya seperti itu padamu, seharusnya kau sudah sampai dirumah sekarang, tapi kenapa kamu disini? Memangnya siapa yang sakit?”

“Ahh, anio, aku kesini untuk menjenguk chingu-ku yang sakit”

“Aratso, kau mau pulang?”

“Ne, waeyo?”

“Kau pulang bersamaku saja”

“Anio, aku tidak mau merepotkanmu!”

“Anio, kau sama sekali tidak merepotkanku, ayo!”Dia menarik tanganku untuk masuk ke mobilnya. Di dalam mobil, kita berdua tidak saling berbincang-bincang sehingga sunyi sekali di dalam mobil ini, tiba-tiba perutku berbunyi, mungkin bunyinya terlalu keras sehingga Key menoleh dan tertawa.

“Hahhaha, kau lapar? Bagaimana kalau kita makan siang?”

“Hmm, ne”Aku sangat malu sekali, disini sangat sepi, kenapa tiba-tiba perutku berbunyi sehingga memecahkan keheningan antara aku dan Key. Key menghentikan mobilnya di sebuah restoran yang mewah, kita berdua masuk dan duduk. Key memesankan beberapa makanan yang lezat sekali.

“Ummh, gomawo sunbae!”

“Ne, Cheonmaneyo. Bagaimana dengan sekolahmu sekarang?”

“Ahh, baik-baik saja. Tidak ada masalah!”

“Good”Key mengacungkan jempolnya untukku .

“Key sunbae?”

“Ne, waeyo?”

“Kau teman sekuliah Minho oppa?”

“Anio, kuliah kita berbeda”

“So, bagaimana kau mengenal Minho oppa?”

“Tempat kuliahku bertanding basket dengan tempat kuliah Minho, karena aku lihat Minho bagus sekali bermain basketnya, aku memberanikan diri menanyakan basket dengannya, saat itulah kita berteman”

“Jadi, kau sangat suka bermain basket?”

“Ne, aku sangat suka bermain basket!”.Pintar sekali Key sunbae, sedangkan Jonghyun dia hanya bisa menjuarai lomba lari. Tanpa disadari, makanan yang dipesankan pun sudah siap, aku dan Key pun makan siang bersama. Saat makan, aku memikirkan hal yang sangat konyol.

Namja ini sangat perfect sekali, bagaimana kalau aku dan dia berpura-pura berpacaran dengannya dan akhirnya Jonghyun cemburu denganku? Jika semua itu terjadi, apakah Jonghyun akan mencintaiku dan merebutku dari tangan Key? Jika semuanya berhasil, aku pasti sangat senang sekali. Tanpa aku sadari, dari tadi Key sunbae melihatku yang cengar-cengir nggak jelas.

“Hye Yoon-aa? Waeyo?”

“Ahh, anio”

“Hajiman, kau kelihatan aneh jika seperti itu!”Mwo?? aneh? Jujur sekali namja ini?

“Key sunbae?”Aku sangat ingin sekali mengungkapkan pikiran yang sudah ada di otakku ini, aku tidak tau bagaimana respon Key nanti. Semoga dia mau membantuku.

“Ne, waeyo?”

“Ada sesuatu yang harus aku ungkapkan padamu!”

“Apa itu?” Kata Key sambil menyeruput jus jeruk yang ia pesan.

“Maukah kau menjadi namjachingu-ku?”Tiba-tiba Key menyemburkan jus jeruk itu, mungkin dia sangat terkejut sekali saat aku berbicara seperti itu, selain itu, Banyak sekali orang yang melihatku saat aku mengucapkan kata-kata itu, aku tidak tau apa suaraku tadi sangat keras sehingga semua orang mendengarnya.

“Mwoo? Nam..nam..namjachingu?”

“Ne, hajiman itu semua hanya bohongan”Aku mengecilkan suaraku, agar semua orang yang ada disini tidak tau.

“Huh? Bohongan? Apa maksudnya? Aku sangat tidak mengerti!”Wajahnya kebingungan sekali.

“Kau hanya berpura-pura menjadi namjachingu-ku saat di sekolah, aku sangat mencintai seorang namja yang ada di sekolahku, aku ingin melihat apa dia cemburu saat aku memiliki namjachingu, tapi saat dirumah, kau harus bersikap biasa saja agar tidak ada yang mengetahui kalau kita berpacaran, apa kau mau? Please Bantu aku, sunbae?”

“Jadi, semua ini hanya untuk mencemburui namja itu?”

“Ne, apa kau mau? Ommo? Aku lupa, apa kau sudah punya yeojachingu?”

“Anio, aku tidak mempunyai yeojachingu, aku tidak pernah pacaran sama sekali” Huh? Dia tidak pernah berpacaran selama ini? Dia sangat mirip sekali denganku!

“Jinjja? Jadi, kau mau?”

“Ne, aku mau membantumu, karena kau sudah aku anggap seperti dongsaeng-ku sendiri!”

“Yiipii, gomawo sunbae”

“Ne, cheomnaeyo. Apa kau sudah selesai makan? Jika sudah, ayo kita pulang!”

“Ne, aku sudah selesai makan”

“Tunggu sebentar disini, aku akan membayar makanannya”

“Ne, gomawo sunbae”. Setelah Key membayar semuanya, aku dan Key pun beranjak untuk pulang, setelah sampai dirumah aku turun dari mobilnya dan berterima kasih karena Key sudah mau mengantarkanku pulang, mengajakku makan, dan bersekongkol denganku.

 

–Keesokan Harinya–

 

 

KEY P.O.V

 

Pagi ini, aku sengaja untuk bangun lebih pagi. Aku akan mengantarkan Hye Yoon pergi ke sekolah. Aku tau, aku dan dia hanya berpura-pura berpacaran. Hajiman, jika aku tidak sama sekali dengannya, pasti banyak sekali aku dan Hye Yoon tidak berpacaran. Aku segera mengambil kunci mobilku dan pergi ke rumah Hye Yoon. Setelah sampai di rumahnya, aku menghentikan mobilku dan menghampiri sesosok namja yang sedang mencuci mobilnya.

“Annyeong?”

“Annyeong, mau apa kau kesini Key? Pagi sekali kau kesini?”Minho segera menghentikan mencuci mobilnya.

“Aku ingin mengantarkan Hye Yoon ke sekolah, apa dia sudah berangkat?”

“Mwoo? Kau mengantarkan dongsaeng-ku? Mengapa kau sekarang dengan dongsaeng-ku? Apa jangan-jangan?”Minho menatapkanku dengan mata yang penuh curiga.

“Hahaha, jangan-jangan apa? Kau jangan memikirkan hal yang tidak-tidak!” Aku berusaha untuk tertawa agar dapat menutupi semua ini.

“Mungkin saja kau berpacaran dengan dongsaeng-ku?”

“Anio, jangan berpikir seperti itu”Dia masih menatapku seperti itu. Udahlah Minho, jangan menatapku seperti itu? Aku ingin sekali tertawa, wajahku tidak bisa berbohong dengan seseorang.

“Ummh, aratso. Aku panggilkan dongsaeng-ku sebentar!”

“Ne, gomawo”Minho meninggalkanku dan masuk ke rumahnya. Hatiku lega sekali.

 

HYE YOON P.O.V

 

Sekarang aku sudah siap sekali untuk berangkat, aku mengambil parfumku dan menyemprotkan sedikit di seragam sekolahku. Tiba-tiba, ada seseorang yang mengetuk pintuku. Aku segera membukanya.

“Oppa? Kenapa kau masih berpakaian seperti ini? Aku mau berangkat sekarang? Kau tidak mungkin mengantarkanku dengan pakaianmu yang penuh keringat itu!”

“Anio, sekarang bukan aku yang mengantarkanmu ke sekolah!”

“Lantas siapa? Kau mau aku berjalan sendiri untuk berangkat sekolah?”

“Anio, kau sudah ditunggu Key!”Aku kaget sekali saat itu, Key? Key sunbae? Untuk apa dia kesini?

“Kau bercanda kan oppa?”

“Untuk apa aku bercanda dengan dongsaeng sepertimu, sudah cepat ambil tasmu dan berangkatlah, kau sudah makan sarapan pagi yang aku siapkan kan?”

“Ne, aku sudah memakannya!”Aku kembali ke kamarku, mengambil tas ku dan pergi menghampiri Key. Aku sangat bingung, ternyata apa yang dikatakan Minho oppa itu benar, Key sudah menungguku di depan. Dia berpakaian rapi sekali. Aku menghampirinya.

“Key sunbae? Untuk apa kau kesini?”

“Aku ingin mengantarkanmu ke sekolah!”

“Mwo?? Mengantarkanku ke sekolah?”

“Ne, jika tidak seperti itu, Namja yang kau sayangi tidak tau kalau kau sudah punya namjachingu, dan jika seperti itu, rencana yang kau susun sudah pudar semuanya”Aku memikirkan perkataan Key tadi. Benar juga ya? Jika tidak seperti ini, mana mungkin Jonghyun cemburu padaku?

“Ahh, kau pintar sekali sunbae. Ayo kita berangkat, aku tidak mau telat”

“Ne”. Key pun mengantarkan aku sampai di sekolah, aku keluar dari mobilnya dan berterima kasih padanya.

 

 

JONGHYUN P.O.V

 

Saat aku hendak masuk di kelas, ada seorang yeoja yang menghampiriku. “Jonghyun oppa, tadi Hye Yoon diantarkan dengan seorang namja”

“Namja? Mungkin dia adalah Minho hyung”

“Bukan, dia bukan Minho oppa, aku tidak pernah melihatnya, jika kau tidak percaya kau bisa melihatnya sendiri di depan sekolah”. Mwo? Hye Yoon dengan seorang namja? Siapa dia? Aku segera lari ke depan sekolah, memang benar apa yang dibicarakan yeoja tadi, Hye Yoon datang dengan seorang namja. Siapa namja itu? Mengapa dia bisa dengan Hye Yoon? Apa hubungan mereka? Apa mereka berpacaran? Apa Hye Yoon sudah tidak mencintaiku lagi? Tapi, mengapa aku memikirkan Hye Yoon? Aku tidak mencintainya, aku juga bukan siapa-siapa untuknya? Hajiman, mengapa hatiku sangat sakit ketika melihat Hye Yoon dengan namja itu?. Hye Yoon melihatku, dia segera meninggalkan namja itu dan dia menghampiriku, aku segera membalikan badanku dan kembali ke kelas. Aku mendengar Hye Yoon memanggilku, aku segera menoleh.

“Apa?”Aku berusaha bersikap cuek dengannya.

“Aku senang sekali melihatmu kembali ke sekolah!”

“Apa pedulimu padaku, urusi saja namja tadi!”

“Mwo? Namja? Namja siapa?”

“Masa bodoh, aku tidak ingin mengurusimu lagi!”Aku segera memalingkan pandanganku dan kembali ke kelas. Aku mendengar suara Hye Yoon yang memanggil-manggil namaku, tapi aku sama sekali tidak menghiraukannya karena aku kesal sekali dengannya. Jadi seperti ini kau sekarang? Membuangku begitu saja? Aku sadar, aku tidak pernah menghiraukanmu, aku sadar aku tidak pernah mencintaimu, aku tidak pernah melihatmu, kita pun tidak pernah berjalan bersama, tapi aku sangat terluka saat kau bersama namja itu.

 

 

 

HYE YOON P.O.V

 

Ada apa dengannya? Mengapa dia bersikap seperti itu padaku? Sebentar, Namja? Apa jangan-jangan? Dia melihatku dengan Key tadi? Jadi, dia cemburu dengan Key? Itu berarti, dia mempedulikan aku. Saat pelajaran, aku masih memikirkan Jonghyun, lalu aku memperhatikan dia, dia pun tidak sama sekali menoleh padaku. Selama pelajaran ini, aku tidak sama sekali memperhatikan Sonsengnim yang menjelaskan pelajaran. Aku kaget ketika handphone yang aku letakkan di tas-ku bergetar.

Aku melihatnya, ternyata ada 1 pesan masuk, aku membukanya.

 

 

From : Umma

To : Hye Yoon

01-01-2011

08.20

 

Annyeong dear, Umma dan appa akan datang dari china nanti jam 11.00. Mungkin saat itu, umma dan appa akan sampai di bandara. love u.

 

Aku sangat senang sekali hari ini, Jonghyun cemburu denganku dan umma akan pulang dari china, senang sekali rasanya bisa bertemu lagi dengan umma dan appa, sudah berbulan-bulan ini aku tidak bertemu dengannya.

Semua hakseng yang ada di sekolah keluar dari kelasnya masing-masing untuk istirahat karena bel sudah berbunyi. Hajiman, aku masih duduk di kursi ku, aku sangat tidak ingin keluar dari kelas hari ini, aku mengambil handphone-ku dan melihat acara tv dari handphone-ku. Saat aku melihat drama musical tiba-tiba drama itu terpotong karena adanya berita. Mungkin berita itu sangat penting, sehingga menunda drama musical, padahal sudah seru sekali melihat. Aku masih melihat berita itu karena aku menunggu drama musical itu mulai kembali.

“Pemirsa, adanya kecelakaan pesawat yang menewaskan semua penumpang yang ada di sana, pesawat dari china itu akan meluncur ke korea, tapi karena adanya kesalahan yang dilakukan pilot, pesawat tersebut jatuh hingga terbakar semuanya, kemungkinan semua penumpang yang ada disana meninggal. Semua penumpang yang tewas telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Berikut ini reporter Kim akan melaporkan dari tempat kejadian.”

Aku sangat kaget sekali mendengar itu. Pesawat dari china menuju ke korea terbakar. Aku segera melihat jam tanganku, ternyata jam menunjukkan pukul 10.00. Umma dan appa kan menaiki pesawat tersebut? Mereka bilang, mereka akan sampai di korea jam 11.00, jadi kemungkinan umma dan appa ada di pesawat itu?

“Hye Yoon? Cepat kesini?”Aku melihat Minho oppa memanggilku dari pintu kelasku. Mengapa oppa ada disini? Mengapa dia terlihat sangat panic sekali? Apa benar umma dan appa naik pesawat yang jatuh itu?

“Oppa? Apa yang terjadi dengan umma dan appa? Apa mereka baik-baik saja?”Aku menangis, hatiku sangat sakit sekali, dadaku terasa sesak sekali. Aku tidak ingin umma dan appa meninggalkan aku. Minho oppa tidak menjawabku, dia masuk ke kelasku dan mengambil tasku, dia menarikku keluar dari sekolah hingga semua chingu yang ada disana melihatku dan oppa. Minho mendorongku masuk ke mobil dan dia membawaku pergi.

“Oppa? Apa yang terjadi? Apa yang terjadi dengan umma dan appa? Oppa? Jawab pertanyaan ku?”

“Umma dan appa mengalami kecelakaan sekarang, aku sangat takut sekali nyawa mereka tidak dapat tertolong!”Mendengar itu, hatiku sakit sekali, seakan-akan ada pisau yang sudah membelah hatiku ini menjadi berkeping-keping, dadaku sesak sekali saat ini, air mataku terus membasahi pipiku.

Setelah sampai di rumah sakit, aku dan Minho oppa segera masuk ke korban jatuhnya pesawat tersebut. Aku sangat terpukul ketika dokter mengatakan bahwa semua penumpang yang ada di dalam pesawat itu tidak tertolong karena dasyatnya api yang menyambar pesawat tersebut sehingga satu penumpang pun tidak dapat menyelamatkan dirinya. Jika satu pun tidak tertolong, jadi, umma dan appa ku meninggalkan aku dan Minho oppa sendiri?.

Aku segera lari ke kamar mayat dan mencari satu persatu dimana umma dan appa, akhirnya aku menemukan wajah yang sama persis dengan umma dan appa ku, tapi wajah mereka semua hancur.

“Umma… appa….”Aku berteriak-teriak setelah melihat wajah umma dan appa ku sudah menjadi bubur bercampur dengan darah. Mataku menjadi gelap sekarang, dadaku semakin sesak sehingga aku tidak dapat bernapas.

 

 

KEY P.O.V

 

Setelah mendapat berita itu, aku segera menuju ke rumah sakit. Setelah samapi, aku segera menuju tempat korban penumpang pesawat itu, aku melihat Minho sedang menggendong Hye Yoon yang pingsan, aku segera menghampirinya. Hye Yoon ditangani dengan dokter tersebut, entah apa yang dilakukan dokter tersebut, karena aku dan Minho tidak boleh masuk kesana. Aku melihat wajah Minho, dia menangis.

Baru kali ini aku melihatnya menangis seperti ini, dia sangat terpukul saat ini, apalagi Hye Yoon, dia sampai pingsan tak sadarkan diri sekarang. Aku tahu, ini sangat menyakitkan, kehilangan orang yang kita sayangi, apalagi itu adalah orang tua kita sendiri. Aku juga bisa merasakannya.

Setelah itu, umma dan appa Minho dikuburkan. Terlihat sekali sakit dan rasa kehilangan yang ada pada diri Minho, sedangkan Hye Yoon dia tidak dating saat pemakaman orang tuanya karena kondisinya masih belum stabil untuk melihat semua kenyataan ini.

 

 

MINHO P.O.V

 

Aku sangat malu sekali saat ini, aku adalah seorang namja tetapi aku menangis bagaikan seorang yeoja. Tapi, bagaimana lagi. Hatiku sangat terpukul sekarang, aku belum siap hidup sendiri dengan dongsaengku, aku masih belum bisa mengatur semua hidupku dan dongsaeng-ku seperti umma dan appa.

Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang, bagaimana caranya aku menenangkan dongsaengku yang sekarang masih belum sadar di rumah sakit jika aku pun belum bisa menenangkan diriku sendiri. Seorang ajusshi menghampiriku, dia adalah pengacara appa-ku, namanya adalah Jung Kim.Dia berusaha menenangkan aku.

“Minho, kau harus sabar saat ini. Jangan takut, aku pasti akan membantumu!”

“Gamsahamnida, ajussi!”

“Sebenarnya ada sesuatu yang harus aku bicarakan padamu, aku tau seharusnya aku belum boleh membicarakannya sekarang denganmu karena kau masih terpukul sekarang ini!”

“Memang ada apa, ajusshi?”

“Karena umma dan appa-mu meninggal, semua client perusahaan ayahmu meminta ganti rugi. Bisnis yang mereka lakukan dengan appa-mu tidak dapat terlaksanakan karena appa-mu meninggal. Jadi, mau tidak mau kau harus membayar semuanya!”

“Mwo? Mengapa semuanya seperti itu? Wae geureoseyo?”

“Karena semua uang sudah diberikan pada appa-mu, dan semua pegawai yang ada di perusahaan appa-mu meminta gaji”

“Hajiman, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak punya uang untuk membayar semua itu!”

“Sebenarnya, appa-mu sudah mewariskan semua hartanya untukmu, karena kau adalah Adeul appa-mu, jadi kau berhak untuk mendapatkan semua hartanya, tapi disisi lain, kau harus membayar semua itu, jadi kau harus membayarnya dengan semua uang yang kau punya dari warisan itu, entah yang ada di bank, dimanapun.”

“Hajiman, apa melunasinya sampai harus menjual rumah?”

“Jangan, jangan menjual rumah itu, kau harus mengusahakan apapun yang bisa dijual, tapi jangan rumah. Rumah itu adalah salah satu peninggalan orang tuamu, jika kau menjualnya kau tidak tau kemana kau akan pergi, kasian dongsaeng-mu, kalau menurut saya anda harus pindah ke kuliah yang tidak terlalu membutuhkan biaya, karena tempat kuliah mu sekarang adalah kuliah yang elit, dan itu sangat membutuhkan banyak uang”

“Jadi, aku harus pindah ke kuliah yang tidak terlalu membutuhkan banyak biaya?”

“Ne, aku sarankan seperti itu, aku yakin dan percaya, kau pasti dapat mengatasi semuanya, jika ada sesuatu, kau bisa menghubungiku, aku akan selalu membantumu”

“Gomapseumnida, ajusshi. Kau sangat baik sekali”

“Itu adalah kewajibanku, karena aku ingin membalas semua jasa yang sudah diberikan oleh appa-mu untukku, mianhae aku harus segera pergi sekarang, jaga baik-baik dirimu dan dongsaeng-mu, aku yakin kau bisa mengatasi semua masalah ini!”

“Ne ajushhi, Gamsahamnida!”Aku membungkukkan badannku, Jung Kim ajusshi semakin menjauh dariku, aku melihat sebelah kananku, ternyata ada Key yang dari tadi melihatiku. Key? Bukankah dia kuliah di tempat yang tidak terlalu membutuhkan biaya? Mungkin aku bisa kuliah dengannya!

“Key”

“Ne”Dia menghampiriku dan dia memelukku.

“Kau harus sabar, chingu. Aku selalu ada disampingmu, dalam keadaan senang, maupun duka.”

“Gomawo, chingu. Kau sangat baik sekali!”

“Ne, cheonmaneyo”

“Key, aku akan pindah ke tempat kuliahmu, apa kau mau menemaniku untuk mengurus pendaftarannya?”

“Mwo? Waeyo? Kuliahmu kan lebih bagus daripada kuliahku?”

“Sekarang ini aku ada masalah besar, aku harus pindah ke tempat kuliah yang tidak terlalu membutuhkan biaya, kau bisa mengertikan keadaanku sekarang ini kan?”

“Ne, pasti aku akan menemanimu. Ne, aku mengerti kondisimu saat ini.”

“Aratso, ayo kita pergi”Aku dan Key pergi dari tempat pemakaman dan pulang kerumah. Sesampainya, aku masuk ke kamar Hye Yoon untuk mengambil semua baju yang diperlukan. Setelah semuanya selesai, aku dan Key pergi ke rumah sakit untuk menemui Hye Yoon. Setelah sampai di rumah sakit, aku dan Key segera menuju ke ruang rawat Hye Yoon, di sana aku melihat dongsaeng-ku masih tergeletak di tempat tidurnya, dia belum sadar sampai sekarang, aku duduk di sebelahnya begitu juga dengan Key. Aku sangat sedih melihat kondisi Hye Yoon sekarang, dia sangat shock dengan semua ini.

 

 

KEY P.O.V

 

Aku masih melihat kegelisahan yang ada di wajah Minho. Mungkin dia sangat sedih melihat Hye Yoon yang masih belum sadar. Aku ingin sekali membantu mereka. Hajiman, Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa apa-apa! Jika aku bisa menghidupkan kedua orang tua Hye Yoon dan Minho dengan nyawaku, aku pasti memberikan nyawaku agar orang tua mereka bisa hidup kembali..

“Minho, sekarang sudah sore. Pulanglah, biar aku yang menjaga Hye Yoon disini!”

“Anio, seharusnya kau yang pulang, kau bisa dimarahi umma-mu karena kau pulang terlambat dank au juga membolos kuliah tadi!”

“Ne, aku pulang dulu. Jaga dirimu dan Hye Yoon baik-baik. Jika ada apa-apa, kau harus menelponku. Aratso?”

“Ne, gomawo. Kau adalah chingu terbaikku!”

“Ne, aku pulang, annyeong!”

“Annyeong!”. Sebenarnya aku sangat tidak tega meninggalkan mereka berdua. Aku segera mengambil handphone yang ada di saku celanaku, aku memilih salah satu nomor yang ada di phonebook.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo, Taemin-nie? Key imnida!”

“Ne, ada apa hyung”

“Apa kau sudah tahu bahwa orang tua Minho dan Hye Yoon sudah tiada?”

“Mwo? Orang tua mereka meninggal? Kapan? Waeyo?”

“Tadi pagi, mereka mengalami kecelakaan pesawat, semua penumpangnya meninggal, termasuk orang tua Minho dan Hye Yoon”

“Hajiman, mengapa tidak ada satu-pun yang memberitahuku?”

“Mungkin semua orang tidak mengetahuinya, karena ini terlalu mendadak, sekarang Hye Yoon masih pingsan di rumah sakit, dari tadi dia belum sadar”

“Aigoo, bagaimana bisa terjadi seperti ini? Aratso, aku akan menelpon Jjong, Jonghyun, Onew”

“Ne, jadi, kapan kau kesini?”

“Entahlah, mungkin besok. Tidak mungkin kalau sekarang!”

“Aratso, jika kau mau dating besok pagi, semuanya berangkat bersama-sama saja dengan menggunakan mobilku, aratso?”

“Ne, aku setuju denganmu hyunh, gomawo atas informasinya”

“Ne”.aku menutup teleponku dan aku mengambil mobilku untuk pulang.

 

 

TAEMIN P.O.V

 

 Bagaimana semua ini bisa terjadi. Aku segera menelpon Jjong, Onew hyung, dan Jonghyun. Aku memberikan semua informasi yang aku dapat dari Key hyung, Mereka semua kaget dan merasa bersalah. Seharusnya saat-saat ini mereka ada di samping Minho dan Hye Yoon, bukan memikirkan dirinya sendiri.

Semua berencana menjenguk Hye Yoon besok pagi. Aku sangat merasa bersalah sekali, Minho hyung selalu membantuku jika aku mendapat masalah, tapi sekarang ini aku tidak bisa membantunya, padahal dia sekarang sangat terpukul sekali karena kehilangan orang tuanya, apalagi Hye Yoon, dia sampai pingsan karena tidak kuat menerima semua kenyataan yang terjadi.

 

–Keesokan Harinya—

 

Aku bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Jjong, Onew, Key hyung sudah sampai didepan rumahku. Hajiman, aku tidak melihat Jonghyun ada disana. Dimana Jonghyun sekarang? Hye Yoon sangat membutuhkannya, mengapa dia tidak datang? Padahal dia sudah berjanji untuk datang, tapi semua itu hanya omong kosong.

Karena Jonghyun tidak datang-datang juga, akhirnya kami pun meninggalkannya dan pergi ke rumah sakit. Setelah kita semua sampai di ruang rawat Hye Yoon, kita masuk.

“Annyeong?”Suara kita hampir bersamaan .

 

 

 

–TBC–

 

Gimana readers?

FF-nya nyambung ga ??

Bagus ga?? Apa jelek ??

Mianhae klo jelek, soalnya pas buat lagi nggak mood banget~ .

Kkekke .

*di jitak ma readers*

Gomawo udah mau baca FF gaje ku ini~ #bow(?)

7 thoughts on “[FF/CHAPTER] PLEASE, LOVE ME!! [PART 2]

  1. Nyambung koq thor..:)
    crita’a jg bguz kerent skerent author’a.. *gombalin author* kkke~xD

    trut brduka cita aja buat minhoppa&hye yoon…:'( *hug Yong*
    btw,
    Jonghyun oppa bneran gx ikut yah ??
    Kciant kan hye yoon nya…:(

    lanjuuuuttt ya thor..=)
    hwaiting^^

  2. hye yoon kenapa kamu kasian banget di ff ini..
    dan ff ini ngebuat saya sebagai reader jd ngelirik key *lirik key*
    abis jonghyun gitu sih~ *reader terlalu menghayati ff*

    lanjut author ~🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s