FAMOUS MARRIAGE ( Part 4)

 

Author: Icakerai

Rating: PG – 15

Length: Chaptered

Genre: Romance, Family

Cast: Lee Jonghyun, Im Yoona, Taecyeon

Other Cast: All member SNSD, CN Blue, dan imajinasi sendiri…

Disclaimer: murni terinspirasi dari kekagumannya Freak Guitarist Jonghyun ….

Note: Langsung nih part 4, autor sengaja kasih agak lumayan panjang, soalnya autor mau ijin rehat sebentaran dulu. Hehe… lagi sibuk ngurusin skripsi nih….

Mudah-mudahan pada suka dan bisa sabar nungguinnya yah…..

Sabar dong, kan CN BLUE mau comeback lagi. Hehehe… J

 

————————-

Jonghyun masih tidur di sofa ruang tamu sampai sekarang. Dia pun tidak pernah sama sekali menyentuh Yoona meskipun mereka sudah berstatus suami istri. Bila keduanya tanpa sengaja saling bertatapan, maka Yoona yang akan menghindar terlebih dahulu, Jonghyun berpikir mungkin itulah salah satu alasan ia tidak berani menyentuh istrinya itu. Yoona memang tidak meginginkan pernikahan ini. Entah apa tujuan dari pernikahan ini, pikir Jonghyun.

Jonghyun POV

“Selamat pagi”

Seperti biasa bila kami berada di apartemen, Yoona selalu menyapaku ketika akan memulai sarapan. Yoona selalu memasak bila aku ada di rumah dan masakannya selalu enak di lidahku. Ternyata Yoona dan aku memiliki kesamaan yaitu suka makan. Dia memang sungguh sempurna. Itu mungkin mengapa banyak pria di Korea yang mengidolakannya, bahkan idola pun banyak yang menyukainya.

“Apa sabtu ini kau ada jadwal?” tanyaku tiba-tiba disela makan pagi kami. Aisssh…Yoona begitu cantik pagi ini, dia memakai dress simple berwarna merah muda, rambutnya diurai dan wajahnya itu…benar-benar membuatku hampir gila.

“Aku ada syuting. Kenapa memangnya?” Yoona menjawab pertanyaanku dengan membulatkan matanya yang indah itu.

“Tidak. Semalam omma menelpon, katanya appa sakit dan ingin kita kunjungi. Tapi karena kau tidak bisa, lebih baik tidak usah.”

“Sakit?”

“ani.ani.ani. Kita harus ke Busan sekarang juga. Mungkin omma hanya ingin kita tenang saja. Kita tidak tahu kalau belum lihat kondisi appa” sergah Yoona dengan nada suaranya yang agak sedikit naik dan jujur saja itu membuatku kaget.

“Tapi bagaimana dengan syutingmu”

“Kau benar. Tapi aku benar-benar ingin ke sana”

“Bagaimana kalau kau tanya dengan manajermu dulu, mungkin jadwal syutingnya bisa diundur”

“Tidak mungkin. Pasti jadwalnya tidak bisa diundur”

“Kau kan belum menanyakannya, Yoona”

“Baiklah akan kutelpon, meskipun aku tahu jawabannya pasti tidak”

……

“Oppa, apa sabtu dan minggu ini jadwalku bisa diundur”

(“Ada apa memangnya?”)

“Appa Jonghyun di Busan sedang sakit dan aku bersama Jonghyun ingin menjenguknya disana”.

“Jadwalmu sudah tidak bisa diundur lagi Yoona. Pokoknya aku tidak mau kalau harus berurusan dengan pihak penyelenggara dan sutradara apalagi bila nanti boss menanyaiku”

“Begitu ya, Oppa”

“Ne…”

Aku mendengarnya mengakhiri telepon dan aku sudah tahu bagaimana hasilnya dengan hanya melihat raut wajahnya. Yang aku tahu tentang Yoona adalah dia yang seorang pekerja keras, Bila menyagkut urusan kerja dia sepertinya sulit untuk berkata tidak. Bahkan terkadang ia sampai mengabaikan kesehatannya sendiri.

“Oppa bilang jadwalku tidak bisa diundur”

Aku yang mendengarnya hanya mengangguk dan agak memaksakan senyum simpul.

“Jadi kau akan tetap pergi ke Busan?” pertanyaan Yoona membuatku terdiam. Aku agak berpikir keras menjawab pertanyaannya. Bila aku ke Busan tanpanya, itu sama sekali tidak ada artinya karena appa hanya ingin bertemu Yoona. Sekarang ini setahuku, kondisi appa sudah jah lebih baik apalagi semenjak aku dan Yoona menikah. Appa sangat menyukai Yoona sebagai menantunya, jadi pasti yang ingin ditemuinya adalah Yoona bukan aku. Aku takut nantinya ia hanya akan kecewa.

“Sepertinya tidak”

“Mwo?”

“Aku juga sepertinya ada jadwal” jawabku berkilah. Sebenarnya hari itu aku sudah mengosongkan jadwal karena sebelumnya kupikir Yoona juga bisa mengosongkan jadwalnya. Tapi ternyata tidak, jadi aku berbohong saja padanya agar dia tidak merasa bersalah.

 

            Seharian pada hari sabtu aku menghabiskan waktu di studio dan hanya bermalas-malasan, Yonghwa Hyung dan Jungshin sedang ikut suatu acara di stasiun tv, sedangkan Minhyuk menyempatkan waktu kosongnya untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Malam harinya aku pulang ke apartemen, tapi suasananya sungguh sepi. Sepertinya Yoona tidak pulang lagi malam ini. Sudah empat hari Yoona tidak pulang ke apartemen dan tidur di dorm nya. Ia bilang jadwalnya itu memaksa dia untuk tinggal di dorm karena waktu latihannya dengan SNSD jauh lebih fleksibel.

Beberapa hari ini juga ada gosip tentang Yoona yang sedang ramai di media. Beberapa fotonya yang sedang makan disebuah restoran dengan Taecyeon sedang banyak dibicarakan. Dulu memang keduanya pernah juga digosipkan menjalin hubungan, tapi gosip itu tidak terbukti setelah keduanya mengkonfirmasi. Tapi kali ini foto yang beredar membuatku sakit karena beberapa diantaranya menunjukkan kedekatan mereka yang tidak biasa. Yoona menggandeng lengan Taecyeon dan tersenyum manis kearahnya. Senyum yang belum pernah dia berikan untukku.

Aku sebenarnya bingung bagaimana menyelesaikan ini, bahkan Yoona tidak pernah berusaha menjelaskannya padaku. Aku mencoba untuk menghubunginya beberapa kali untuk menemuinya namun tidak ada jawaban. Sekalinya ada jawaban, bukan Yoona yang mengangkat tapi managernya yang menurutku sangat galak.

“Yoona sii”

“Aku bukan Yoona, tapi managernya. Ada perlu apa kau?”

“Apa aku bisa bicara dengan Yoona?”

“Dia sedang sibuk, tidak bisa diganggu. Tolong jangan hubungi dia dulu sekarang, suara telepon darimu sungguh mengganggu…”

Tut…tut…tut…

Begitulah sikap manager Yoona, sepertinya aku tahu kalau dia pasti orang pertama yang paling menentang pernikahanku dengan Yoona dan mengutukku setiap saat.

 

Keesokan paginya

Yoona POV

Aigoo…aku sungguh lelah bekerja sampai pagi. Kemarin seharian aku harus mengisi acara bersama SNSD, belum lagi para wartawan yang terus mengejarku untuk meminta waktu wawancara, sepertinya energiku sudah habis sekarang. Aku memutuskan segera pulang saja ke apartemen. Aku rasa suasana disana bisa untukku beristirahat dengan tenang dari pada bila aku kembali ke dorm. Suara uni-uni ku sangat berisik bila sudah berkumpul.

Cklek…

Aku berjalan dengan semoyongan menuju kamar sebelum akhirnya aku kaget melihat seseorang yang tengah berbaring di sofa. Aku pikir Jonghyun tidak ada dirumah. Sudah beberapa hari aku tidak bertemu dengannya. Ia terlihat tengah tertidur dan sesaat sebelum aku masuk ke kamar ia terbangun.

“Kau sudah pulang”

“Iya”

Akupun langsung masuk kamar. Badanku benar-benar lemas sampai untuk menjawab pertanyaannya saja aku tidak kuat.

Sebelum tidur seperti biasanya aku harus membersihkan diriku. Mungkin dengan mandi, badanku yang lemas ini jauh lebih segar. Aku telah menanggalkan semua pakaianku dan tengah bersiap membasahi tubuhku. Tiba-tiba entah mengapa kepalaku terasa sungguh berat, pandanganku kabur dan semuanya menjadi kosong.

 

Jonghyun POV

Aku bermaksud menunggu Yoona lagi dan berharap malam ini dia pulang ke apartemen ini lalu aku bisa meminta penjelasannya secara langsung tentang gosip itu. Aku pun tidur-tiduran di sofa, memejamkan mata sejenak dan mempertahankannya agar tidak menutup. Tidak berapa lama aku mendengar suara pintu terbuka tapi aku masih terdiam sebelum aku akhirnya mendengar suara desahan pelan yang membuatku yakin itu pasti dia.

“Kau sudah pulang”

“Iya”

Yoona terlihat lemas, suaranya lirih menjawab pertanyaanku seadanya lalu ia masuk ke dalam kamar. Selanjutnya hanya suara hening yang aku dengar.

Beberapa saat aku terdiam, aku lihat lampu kamarnya masih menyala. Berarti ia belum tidur karena aku tahu itu bukan kebiasaannya, ia selalu mematikan lampu ketika tidur. Atau apa mungkin ia begitu lelahnya sampai lupa mematikan lampu? Apakah sekarang aku harus memanggilnya keluar untuk mengajaknya bicara?

Tok…tok…tok…

“Yoona. Apa kau sudah tidur”

Akhirnya aku beranjak juga mengetuk pintu kamarnya dan memanggil-manggil namanya namun dia tidak juga menjawabnya dan semakin lama aku semakin gelisah. Aku akhirnya memberanikan diri masuk ke kamarnya karena ternyata aku juga mendapati kamarnya tidak terkunci.

Aku tidak meihat dirinya di kasur dan di sudut manapun diruangan itu. lalu aku beranjak untuk mengetuk pintu toilet untuk memastikan keberadaannya. Namun sekali lagi tidak ada jawaban, aku bahkan sampai berteriak memanggil namanya. Pintu itu ternyata juga tidak terkunci, maka aku beranikan diriku masuk dan aku begitu syok melihat keadaan yang ada dihadapanku.

 

Author POV

Yoona sudah tergeletak tidak sadarkan diri di lantai toilet. Tubuhnya bahkan tidak mengenakan sehelai benangpun. Kondisinya benar-benar membuat Jonghyun bingung. Jonghyun pun berlari mengambil selimut yang ada diatas kasur dan segera menutupi tubuh Yoona yang dingin itu lalu menggendongnya ke atas kasur. Jonghyun berusaha agar tidak panik. Ia mengambil dress merah muda dan memakaikannya perlahan ke tubuh Yoona yang halus itu. Ia pun segera menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit.

 

            “Dia hanya kelelahan dan harus bed rest sementara waktu”

Dokter itu tersenyum kecil kearah Jonghyun yang sejak tadi selalu memperlihatkan wajah paniknya. Sudah hampir tiga jam ia menemani Yoona yang masih terbaring di rumah sakit. Jonghyun bahkan tidak sekalipun berani memejamkan matanya dan selalu berada disamping Yoona.

“Kau bisa berjanji kan, Dok?”

“Iya. Aku akan merahasiakan tentang status kalian kepada publik”

Dokter yang merawat Yoona sudah mengetahui hubungan antara Jonghyun dan Yoona dan ia berjanji akan merahasiakannya karena mungkin besok akan banyak wartawan yang datang dan menanyakan kronologis tentang keadaan Yoona.

Keesokan paginya

Benar saja dugaan Jonghyun. Baru saja ia ingin meninggalkan rumah sakit, tapi yang dilihatnya justru kumpulan wartawan yang sudah mengerubuti dokter Hyo sun, dokter yang merawat Yoona. Aku sempat mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari dokter itu yang isinya adalah penjelasan tentang kondisi Yoona. Semua cerita dokter itu tidaklah lebih dari karangan saja kecuali tentang kondisi Yoona.

Tidak berapa lama aku melihat beberapa member SNSD seperti Taeyeon, Tiffany, Sooyoung dan Jessica berjalan menuju resepsionis lalu dengan cepat pula aku melihat mereka sudah dikelilingi wartawan.

Aku hanya menyaksikan semuanya dari balik tembok karena aku takut akan dikenali oleh salah satu wartawan. Aku pun berjalan menjauhi lobby rumah sakit dan berjalan menuju IGD yang disebelahnya adalah pintu keluar rumah sakit. Aku hendak pulang ke apartemen dan kantor FnC untuk mengambil barangku dan meminta ijin tidak ikut tur pada manajer karena kondisi Yoona.

            “Hyung, apa Yoona noona baik-baik saja?” tanya Minhyuk pada Jonghyun yang tengah sibuk berkemas di apartemennya.

“Entahlah, dokter bilang ia baik-baik saja, tapi aku harus memastikannya sendiri”

“Sudahlah, kau jaga saja Yoona, biarkan masalah penampilam kita nantinya jangan kau pikirkan. CN Blue pasti akan baik-baik saja” Yonghwa ikut pula menenangkannya.

“Bagaimana kau menemani Yoona noona, Hyung? Bukankah banyak wartawan di rumah sakit?”

“Entahlah. Sampai sekarang aku masih belum memikirkannya, aku hanya khawatir dengan kondisi Yoona saja”

Ketika sedang membereskan barang, handphone Jonghyun bordering dan tertulis jelas nama eommanya di layar ponsel.

“Jonghyun, kau dimana sekarang? Ibu sekarang sudah di rumahsakit tapi kau malah tidak ada?” suara ibu Jonghyun terdengar parau, tidak seperti biasanya.

“Aku sedang membereskan pakaian Yoona di apartemen, sebentar lagi aku kesana umma”

“cepatlah kesini, wartawan ini benar-benar mengganggu”

“Wartawan?”

“Iya, mereka memaksa ibumu ini untuk wawancara, mereka terus saja menanyakan siapa aku dan apa hubunganku dengan Yoona”

“Apa ibu bilang semuanya pada mereka?”

“Terntu saja tidak, bodoh!”

“Baguslah. Aku akan segera kesana, bu”

            Jonghyun POV

Sesampainya aku dirumah sakit, ternyata keadaannya masih sama saja. Banyak wartawan yang menunggu di lobby rumah sakit. Aku pun terpaksa harus masuk lewat pintu belakang rumahsakit. Ketika sedang menyusuri lorong rumahsakit dan hendak masuk keruangan Yoona, langkahku tida-tiba terhenti. Aku melihat dari arah lain, sosok seorang pria masuk ke ruangan Yoona dan dia tidak asing bagiku, dia adalah Taecyeon.

Aku terduduk begitu lama di sudut rumah sakit, berpikir sambil mencoba menenangkan diri. Baru saja eomma menelponku dan bilang bahwa ia sudah pulang karena benar-benar merasa risih dengan para wartawan.

Aku menunggu begitu lama, tapi entah mengapa pria itu masih belum juga keluar dari kamar istriku. Apa yang membuatnya begitu lama disana?

 

Yoona POV

Aku terbangun dan entah mengapa kepalaku terasa begitu berat. Sosok itu yang pertama kali aku lihat ketika aku membuka mata. Tapi aku bingung, kenapa harus ia yang aku lihat pertama kali, tapi bukan suamiku? Kemana Lee Jonghyun?.

“Yoona, kau sudah bangun? Bagaimana?” pria itu pun bicara padaku, dia adalah Taecyeon.

“Apa yang kau rasakan?”

Taecyeon terlihat begitu menghawatirkanku. Namun kepalaku yang begitu pusing ini benar-benar tidak tahu harus bicara apa lagi. Sampai tiba-tiba aku begitu kaget dengan aksi yang dilakukan Taecyeon.

Taecyeon yang sejak tadi duduk di sebelah ku tiba-tiba menggenggam tanganku dan dengan lembut menciumnya. Bahkan tanpa ragu ia juga tersenyum kearahku. Genggamannya yang begitu erat membuatku tercengang. Dan hal berikutnya yang dia lakukan adalah mencium keningku. Aku pun kembali terdiam membeku.

“Kenapa kau bisa begini, Yoona?” sesaat setelah mencium keningku, Taecyeon dengan suara lembutnya bertanya kepadaku. Namun, aku masih belum mampu membuka mulut karena tingkahnya barusan.

 

Autor POV

Taecyeon mencium kening Yoona dan setelahnya menanyakan kenapa kondisinya bisa seperti itu. Tanpa keduanya sadari, sejak tadi Jonghyun melihatnya dari balik jendela pintu.

Jonghyun benar-benar marah dengan apa yang ia lihat, amarahnya yang memuncak membuatnya nekat ingin mendobrak masuk ke ruangan itu dan ingin rasanya ia memukul wajah Taecyeon. Namun sesaat sebelum aksinya, seseorang atau mungkin lebih telah memegang tangannya dan menyeretnya paksa.

“YA! Apa yang mau kau lakukan?”

“Apa kau mau membongkar semuanya sekarang?

“Kau tidak kasihan dengan Yoona?”

“Jangan-jangan dia jadi begini karenamu? Mana janjimu dulu pada kami?”

Pertanyaan demi pertanyaan terus memberondong Jonghyun. Bahkan emosi yang sebelumnya telah memanas, tiba-tiba meredup dengan cepat karena bentaka pertanyaan-pertanyaan itu.

Jonghyun tengah berada didalam sebuah ruangan yang ia yakini adalah tangga darurat. Dia ditemani oleh tiga orang perempuan yang sejak tadi memelototinya. Sooyoung, Tiffany dan Sunny.

“Hei, cepat jawab!” teriak Sunny seketika sambil mencengkram lengan jaket Jonghyun.

Bentakan Sunny sepertinya tidak menimbulkan reaksi apapun pada Jonghyun. Ia hanya terbengong entah pkirannya masih menerawang ke Yoona dan Taecyeon atau sedang tenggelam dalam kebingungan lain.

Keadaanpun hening sesaat.

“Kenapa dia disana?”

Tiba-tiba Jonghyun membuka mulutnya dengan pertanyaan baru tanpa meninggalkan jawaban untuk pertanyaan sebelumnya. Matanya memerah dan perlahan berkaca namun sepertinya ia masih menahan air matanya sebelum akhirnya ia membalikkan tubuhnya menghadap dinding dan berkali-kali memukul dinding dengan tangannya sampai kemerahan.

Melihat itu semua, Sunny, Sooyoung dan Tifany pun berusaha untuk mengendalikan Jonghyun.

“Kau kenapa Jonghyun sii?” tanya Tifany khawatir.

Jonghyun pun menatap Tiffany lekat “Pria tadi. Kenapa dia melakukan itu pada Yoona?” Siapa dia?”

“Kalian pasti tahu, KAN?” teriak Jonghyun dan sekarang justru ketiga perempuan dihadapan Jonghyun yang ketakutan dengan sikapnya.

“…maksud…mu Taec…yeon?” Kali ini Sooyoung memberanikan diri bertanya dan kali ini dia juga mendapat tatapan mendadak dan mengerikan dari Jonghyun.

Pertanyaan Sooyoung sama sekali tidak digubris Jonghyun. Jonghyun malah pergi meninggalkan mereka dengan wajah kalut.

Jonghyun pergi ke atap gedung rumah sakit dan mencoba menelaah semua yang telah terjadi.

 

Yoona POV

Taecyeon oppa menungguiku hampir tiga jam sebelum akhirnya ia menyerah karena ada panggilan untuk kembali bekerja dari perusahaannya. Aku berusaha meyakinkannya bahwa kondisiku sekarang sudah jauh lebih baik. Setelahnya akupun kembali sendiri di sini.

Aku menunggu seseorang datang menjengukku, bahkan seseorang yang sejak tadi aku tidak lihat keberadaannya. Beberapa saat lalu Tiffany menelponku menanyakan kabarku. Dari nada bicaranya sepertinya dia begitu khawatir padaku, bahkan diakahir embicaraan dia semat menanyakan tentang seseorang yang aku tunggu itu.

“Selamat malam Yoona”

Tiba-tiba dokter yang wajahnya sudah tidak asing bagiku masuk dengan senyumnya yang mengembang.

“Selamat malam Dok”

“bagaimana keadaanmu sekarang? Apa ada keluhan baru?”

Akupun hanya menggelengkan kepala. Entahlah, awalnya ketika aku mendengar suara pintu, aku berpikiir dia yang datang tapi ternyata bukan.

“Kau merindukan suamimu ya?” tanya dokter tiba-tiba membuatku kaget. Aku sudah tahu kalau dokter ini menhetahui statusku sekarang, tapi aku tidak menyangka dia akan se frontal ini bertanya.

“Hah?”

“Sudah, jangan berbohong padaku. Kau pasti sangat merindukannya kan?”

“Tapi kau jangan sampai memikirkannya begitu dalam, ingatlah kesehatanmu dan jangan banyak pikiran, oke?”

Akupun mengangguk.

Dokter lalu menyuntikan sesuatu ke infusku sebelumnya ia bilang bahwa itu adalah obat penenang dan aku diharuskan untuk tidur saja karena aku memang harus banyak istirahat.

 

Autor POV

Malam semakin larut dan malam itu dan malam-malam seterusnya tanpa sepengetahuan Yoona yang selalu tertidur setiap malam, Jonghyun sebenarnya selalu terjaga disampingnya setiap malam hingga menjelang pagi. Yoona benar-benar tidak tahu itu.

Setiap malam Jonghyun dengan sabarnya menjaga Yoona dalam tidurnya.

Satu hal yang Yoona tidak tahu namun karena ketidak tahuannya itu ia justru berpikir bila Jonghyun tidak peduli dengannya karena tidak pernah menjenguk ataupun menjaganya. Bahkan setiap Yoona tengah terjaga siang harinya, sosok Taecyeon lah yang selalu berada disampingnya.

To :

Lebih baik kita tidak usah bertemu lagi.

            Aku membencimu Lee Jonghyun.

Itulah pesan singkat terakhir dari Yoona untuk Jonghyun yang sudah membuat amarahnya naik. Berkali-kali ia mengirim pesan text ke Jonghyun namun tidak juga dibalas olehnya. Hal itu akhirnya membuat dia hilang kesabaran.

Yoona akhir-akhir ini sepertinya telah jauh dari Jonghyun. Jonghyun yang membaca pesan itu hanya bisa menahan napasnya sambil menundukkan kepala. Ia ingin sekali membalasnya namun hati kecilnya bilang bahwa ia harus bisa menjaga Yoona seperti janjinya dulu. Ia tidak ingin status mereka terungkap. Meskipun hati Jonghyun sangat sakit ketika Yoona sakit dan dalam keadaan sadar harus ditemani pria lain dan gosip tentang mereka semakin menggila dikalangan masyarakat.

            “Sooyoung, bagaimana menurutmu? Apa kita harus ceritakan semuanya pada Yoona?” tanya Sunny berbisik ke Sooyoung ketika keduanya tengah di salah satu sudut ruangan di dorm mereka.

“Aku pikir kita memang harus menceritakannya?” Jawab Sooyoung.

“Aku kasihan dengan Jonghyun yang terus menerus dikutuk Yoona.”

“Tapi apa ini tidak akan membuat Yoona stress?”

Saat keduanya tengah asik bicara tiba-tiba dari kejauhan mereka mendengar berita dari televisi yang cukup mengejutkan. Berita tentang Yoona yang digosipkan dengan Taecyeon dan kali ini Yoona yang berulah. Dia tertangkap kamera, tangannya tengah menyentuh wajah Taecyeon dan keduanya tampak mesra dengan backround taman di rumah sakit.

“Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi.” Teriak Sunny tiba-tiba, membuat semua member mengalihkan pandangan kearahnya.

 

Bersambung…..

50 thoughts on “FAMOUS MARRIAGE ( Part 4)

  1. aduh itu taecyeon enak amat ya maen nyosor2 nyium yoona segala
    kasian jonghyun T___T
    semoga unnie-unnienya yoona cpt ksh tau mslh sebenernya ^^

    akhirnya thor, jadi juga nih bikin konfliknya🙂
    sukses yah author buat skripsinya, saya bakal sabar nunggu next partnya kok🙂

  2. aigoooo, taecyeon rusak hubungan jonghyun yoona aja deh. ayoo sunny, sooyoung ungkap kebenarannya! (?)

    Jgn lama2 ya thor next part nya. hwaiting buat skripsinya🙂

  3. Jederr…
    TBC x ditempat yg bikin penasaran.
    Enak bgt taecyeon,yg jaga yoona adlh jonghyun dkra taecyeon.
    Kasihan jonghyun
    lanjut thor

  4. .aisshhh knp sich ad taec sgla.,,, g3 aj dech.,,,
    .thour part 5 jngan lma” ya.,,, qw udh nggu lma bnget part 4 inie.,,, kan qw bner” pnsaran.,,,

  5. author,,,,,,,,aq baca’a jd meledak-ledak nih!!!!!!
    part ini sukses bikin aq kepanasan,,,wkwkwkwkkwkwkwkwkwk

    aduhhhhhhhhh,,,,abang hyun q

    dah g bisa komen apa2 lg nih,,,,,,
    part ini okeyyyyyyy pnya,,,he3

    lanjuttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt >_o

  6. authooor -.- ini bacanya bikin emosi bener..
    taecyeon oppa sungguh pengganggu hush-hush jauh-jauh dari yoong eonni..
    jong pa kenapa gak mau jujur aja coba (?)
    argh eonni snsd harus segera bertindak =)
    next part ya authooor ~~

  7. Wuah konfliknya sudah muncul, kirain yg akan jd pihak ketiga si Geunsuk coz dia kn main drama brg yoona, eh ternyata Taecyeon.

    Itu knp Yoona g langsung jelasin ke JH seh soal gosip itu, si JH kn jd salah paham, apa lg Taecyeon main nyosor aja..

    Dear soshi eonnie cepat kasi tau yoona dong kalau JH selalu jaga dia tiap malam, biar ni pasangan akur lg dan tumbuh benih2 cinta hehehe. Lanjut

  8. taecyeon bikin emosi aja.nyebelin,pengganggu.jonghyun oppa sabarlah,tabahkan hatimu.lanjut thor,makin seru ceritanya.Aku suka ccouplenya juga.

  9. Adohh,,, taec oppaa ini loh.. Kok gtu seh??
    Yoona juga ud pnya suami kok msh dkt ke taec??
    Jonghyun ayooo,, tunjukan perhatiannmu ke yoonaa..
    Yoona,, spa yg nolongin km pas pingsan klo bkn jonghyun.. Kan itu di apartemen klian… Hehehehe

    Tak sabar tunggu lanjutannyaaa… Fighting!!!!

  10. Pleaseeeeeeeee~ lanjutin cerita ini! Setiap hari buka link ini mengharapkan ada lanjutannya! (⌣́_⌣̀”) plllllllleeeeaaaassseeeeee~ (‾ʃƪ‾)

  11. Aku dah baca darj part 1-4, ceritanya bagus loch n aku suka. Disini jonghyun dijodohkan dgn yoona, ternyata mrka mulai saling menyukai…lanjut ya, penasaran klanjutan married life mrka apalg konfliknya dh bermunculan…

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s