Accidentally Yours [Part 2]

 

 

Author:                               Nirmala @nirmalaandana

Length:                                 Captered

Genre:                  Romance

Main Cast:           Lee Jonghyun,

Park Hyojin (OCs)

Other Cast:         Jung Yonghwa

Im Yoona

Disclaimer:          Semua tokoh yang terlibat di dalam sini hanyalah milik TUHAN dan author hanya memilki jalan ceritanya. Murni TANPA PLAGIAT sana sini. Jika ada kesamaan kejadian, tempat, dan waktu hubungi dokter (?) eh salah maksudnya itu hanya kebetulan belaka.

Note:                    Part 2 sudah muncul readers, kekeke~  Ayo dibaca dibaca dibacaaaa ayooo semua bacaaaa. (?)

Ohiya, heh kamu! Iya, kamu! Jangan cuma baca notenya dengan tampang bingung deh langsung aja baca ceritanya, jangan lupa komen. Dan kamu, SIDERS! IYA KAMU YANG LAGI BACA TULISAN INI, JANGAN BERANI-BERANI MASUK KALO NIATNYA CUMA BACA TANPA NINGGALIN KOMEN SEDIKITPUN! MUAHAHAHAHA (oke ini gaje-_-) Oh iya, maaf buat para Emotional Angels karena karakter Yonghwa aku bikin jahat disini ehehe.__.

In short, happy reading all! Don’t forget to comment and like!😉

***

Jonghyun POV

Setelah diberitahu bahwa akan diadakan pesta kecil di rumah Nyonya Han, aku segera minta izin untuk pulang kepada atasanku. Lumayanlah, ada alasan supaya aku bisa bolos lembur kali ini.

Aku masih berjalan sambil melamun menuju apartemen. Tiba-tiba aku teringat mobilku. Ya, mobil itu harus menginap beberapa malam di bengkel untuk diperbaiki. Aku sudah benar-benar bertekad, jika aku kembali bertemu dengan yeoja penabrak itu, akan kumintai ia ganti rugi!

Tak terasa aku sudah sampai di depan pintu apartemen Nyonya Han. Terdengar suara gelak tawa dari dalam. Berarti, pesta memang sudah dimulai.

“Ting tong” aku menekan bel. Tidak lama kemudian..

“Hyung! Tumben kau sudah pulang!” Julwoo muncul dari balik pintu dan tersenyum riang.

“Ne, aku menyempatkan diri untuk ikut pesta. Halo semuanya!”  aku sedikit menunduk dan memberikkan salam kepada mereka. Dimana penghuni baru itu?

“Jonghyun! Diluar dingin, cepat masuk kedalam!” seru Tuan Kim. Aku segera menurut, membuka sepatuku, dan masuk kedalam. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Mencari-cari sosok penghuni baru itu dan…

Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat sekarang.

“Kenalkan, ini Hyojin! Ia penghuni baru apartemen kita, kamarnya ada disamping kamarmu Jonghyun” ujar Han Ahjumma memecah keheningan. Bukan karena suasananya yang terasa hening, tapi karena telingaku yang terasa tersumbat sesuatu.

“Kurasa kalian seumuran” timpalnya lagi. Oh Tuhan, apa yang terjadi? Yeoja penabrak ini…bukan, maksudku Hyojin juga terlihat bingung dengan kedatanganku.

“Ayo duduk oppa! Nikmati makanannya!” Minra menepuk-nepuk bantal duduk disampingnya yang entah kenapa sudah ada disitu. Gawat, bantal itu terletak disamping Hyojin. Singkatnya, aku harus duduk disamping yeoja penabrak itu.

Tapi mau apalagi, kedua yeoja itu mungkin akan merasa tersinggung jika aku mengambil bantal duduk itu dan memindahkannya ke samping Kim Ahjussi atau ke samping Jilwoo. Dan akupun lebih memilih untuk menurut.

Entah hanya perasaanku saja, atau bagaimana, suasana di antara aku dan Hyojin terasa sedikit awkward. Bukan hanya sedikit. Tapi sangat. Hyojin tak henti-hentinya mengetuk-ngetuk ujung kukunya ke atas meja. Aku tau, ia pasti gugup. Sama denganku. Aku hanya duduk terdiam dan sesekali menuangkan soju ke gelasku dan meneguknya.

Dan sepertinya semua orang di pesta ini tau adanya rasa canggung di antara kami. Hingga Kim Ahjumma mencoba mencairkan suasana.

“Jonghyun, kau tidak mengenalkan dirimu pada Hyojin? Kau belum berkata barang satu katapun padanya” celetuk Kim Ahjumma. Aku tersentak. Kutolehkan kepalaku ke arah Hyojin  dan mata kami kembali bertemu. Aku cepat-cepat berpaling.

“N..ne.. Lee Jonghyun imnida. Aku bekerja sebagai manager pemasaran di sebuah perusahaan swasta di seoul” aku mengoceh. Sedangkan Hyojin terlihat sesekali mendengar dan selebihnya tidak.

“Ya! Kenapa canggung begini? Ayo kita kembali bersulang!” Kim Ahjussi mengangkat gelas berisi sojunya ke udara.

***

“Selamat tidur semuanya!” Minra melambaikan tangannya lalu menutup pintu rumah apartemennya sendiri. Sedangkan keluarga Kim sudah masuk ke dalam apartemen mereka. Kini tinggal aku dan Hyojin yang menaiki tangga menuju lantai dua.

Aku bingung dengan kata-kata apa yang harus aku katakan padanya. Langsung minta ganti rugi? Bertanya kenapa ia menabrakku? Atau.. aghh terlalu banyak pertanyaan di otakku.

Ia mengambil kunci apartemen dari mantel coklat miliknya. Lalu memutar anak kunci itu ke lubangnya dan segera masuk. Saat dia akan menutup pintunya, aku segera menahan pintu tersebut dengan kakiku yang setengah masuk ke dalam apartemennya. Matanya membulat. Ia melongo menatapku dengan tatapan tidak mengerti.

“Ada apa? Ada urusan denganku?” aku tau ia berusaha tenang tapi raut wajahnya berkata lain.

“Kau kan yang menabrak mobilku kemarin malam?” tanyaku penuh selidik.

“Tidak, siapa bilang?” ia kembali berusaha menutup pintu apartemennya, namun kutahan lagi.

“Aku yang bilang!”

“Ya! Mungkin kau mabuk semalam, sehingga mengira kalau aku yang menabrak mobilmu”

“Tidak, aku ingat sekali wajah yeoja penabrak itu! Rambut coklat sebahu, dengan bola mata coklat, dan mantel yang ia pakai sekarang…sama!” aku berusaha menyudutkan Hyojin. Kulihat ia menelan ludahnya takut.

“Sudah kubilang bukan aku!”

“Aku ingat sekali! Yeoja penabrak itu kau Hyojin!”

“Jangan mengada-ada, aku bahkan tidak memiliki mobil!”

“Lalu, mobil sedan berwarna silver di bawah itu milik siapa huh? Pasti milik kau!”

“Sudahlah! Aku mau tidur, capek!” ia menginjak kakiku agar tidak menjadi penghalang pintunya. Lalu ia tutup rapat-rapat pintu apartemennya.

“Aish, yeoja itu tidak mengaku sama sekali!” ucapku sembari meringis karena kakiku yang sakit akibat injakan keras yang Hyojin berikan.

***

Jonghyun POV end

Author POV

Hyojin keluar dari apartemennya dengan mengendap-endap. Ia berangkat lebih pagi dari biasanya, tentu saja untuk menghindari namja tempramental yang tinggal di samping apartemennya itu. Ia sedikit mengecek keadaan apartemen milik Jonghyun. Ia dekatkan telinganya ke pintu apartemen itu, mencoba mengira-ngira apakah Jonghyun sudah bangun atau belum.

“Sepertinya namja gila itu belum bangun, amaaan” ia menghembuskan nafas dengan lega. Hyojin segera berjalan menuju anak tangga ketika sosok yang dihindarinya ternyata berdiri tepat di hadapannya.

“Siapa yang kau sebut namja gila?” Jonghyun bertanya dengan wajah super kesal. Hyojin bengong setengah mati menatap Jonghyun yang kini berdiri di depannya.

“Kau.. bukannya..kau..” Hyojin masih bingung sambil menunjuk-nunjuk pintu apartemen milik Jonghyun yang terkunci rapat.

“Aku sengaja bangun lebih pagi. Aku tau, kau akan berusaha melarikan diri. Benar kan?” Jonghyun tak kuasa menahan senyumnya yang kini berubah menjadi sebuah tawa.

“Aish, sudahlah aku mau berangkat kerja!” Hyojin segera melenggang pergi menuju ke tempat parkir namun Jonghyun menahan pergelangan tangannya.

“Kau harus tanggung jawab” ujar Jonghyun dengan senyum penuh makna. Hyojin mengerutkan keningnya tak mengerti.

***

“Bisakah kau berhenti mengoceh tentang bemper mobilmu, dan biarkan aku fokus menyetir?” Hyojin tak tahan mendengar ocehan Jonghyun yang terus menerus mengalir. Tentu saja topiknya tak jauh-jauh dari mobil milik namja itu.

“Yang salah duluan siapa huh? Salah kau sendiri menabrak mobilku” Jonghyun menimpali.

“Baiklah, aku sudah bilang minta maaf kan? Lagipula hanya bempernya yang rusak. Dan soal alat pemanas itu kan kau yang merusaknya” cibir Hyojin. Jonghyun hanya mendengus sebal dan mulai mengalihkan pembicaraan.

“Ya, didepan saja!” Jonghyun menunjuk-nunjuk halaman depan kantornya.

“Memang aku supirmu apa” Hyojin mendengus lalu menepikan mobilnya. Jonghyun segera turun dan masih sempat bercakap-cakap.

“ Tidak kusangka kau bekerja di gedung A. Kantor kita bersebelahan” ucap Jonghyun.

“Sudahlah Jonghyun, cepat pergi dari hadapanku. Kau membuatku sakit mata!”

“E..eit! Tunggu” Jonghyun menahan mobil Hyojin yang hendak beranjak pergi dari sana

“Apa lagi?”

“Jangan lupa jemput aku jam 7 malam oke? Ini kartu namaku!” Jonghyun menaruh kartu namanya di dasbor mobil milik Hyojin. “Annyeong!” ia segera melenggang pergi dan masuk menuju kantornya.

“Cih, seenaknya saja kau! Euuh namja gila!” Hyojin hanya bisa marah-marah sendiri dan menjalankan mobilnya menuju kantor.

***

Hyojin sedang fokus-fokusnya mengerjakan artikel majalah saat tiba-tiba pekikan seorang yeoja mengganggu pendengarannya.

“Kya!! Hyojin, kau putus dengan Yonghwa?!” Yoona menatap Hyojin dengan mulut tenganga, Hyojin jadi berpikir bahwa ia sampai bisa tersedot ke dalam sana.

“Ne, waeyo?” Hyojin tak melepaskan pandangannya dari komputer. Butuh berjuta-juta tenaga baginya agar bisa berkata setenang itu.

“ Kau bercanda kan?! Dan, bagaimana bisa Yonghwa sudah memiliki pacar lagi?! Aku melihatnya di koridor tadi sedang bergandengan tangan bersama yeoja lain!!” Yoona berkata asal ceplos. Jemari Hyojin yang sedari tadi menari diatas keyboard komputer tiba-tiba terhenti. Ia bengong. Segampang itukah Yonghwa menghilangkan perasaannya pada Hyojin? Yoona yang baru menyadarinya langsung salah tingkah.

“Ma..maafkan aku Hyojin.. Bukan mak..maksudku membuatmu sedih.. aku hanya..”

“Tenang saja, aku sudah melupakannya. Kurasa…” Hyojin merasakan matanya panas. Dan kristal bening telah jatuh dari pelupuk matanya.

“Ah..a..aku..kelilipan” Hyojin berkata sambil tersenyum tegar. Ia segera mengambil tissue dari meja kerjanya dan mengelap air mata yang terus turun. Yoona sampai tak tega melihatnya.

“Hyojin, kau harus kuat..” Yoona segera memeluk Hyojin hangat. Ia merasakan tubuh sahabatnya itu kini bergetar. Tak lama kemudian, Yoona segera melepaskan pelukannya.

“Aku tidak sudi menangisi namja itu lagi”

***

“Majalah harus terbit minggu depan, tapi artikelnya belum juga rampung, bagaimana ini?” Hyojin bergumam sendiri sambil terus memainkan jemarinya di atas keyboard komputer. Besok adalah Deadlinenya dan Hyojin harus memastikan kalau artikel yang ia buat hari ini harus selesai sekarang. Ia melirik jam tangannya. “Jam 7.30 malam”

“Oh iya, Jonghyun! Aish, namja itu pasti sedang menungguku sekarang!” ia segera mengambil ponselnya dan menelfon Jonghyun. Untung saja Jonghyun memberikannya kartu nama tadi.

“Yeobseyo?” terdengar suara di ujung telepon.

“Jonghyun, ini aku Hyojin! Aku harus lembur malam ini,mungkin sampai jam 08.30.Kalau kau mau pulang, pulang saja duluan. Mungkin aku tak bisa menjemputmu” jelasnya panjang lebar. Tak ada jawaban di seberang sana.

“Yeobseyo? Haloo?”

“Dimana letak ruanganmu?” terdengar suara Jonghyun.

“Di lantai 4, ruang H. Ada apa memangnya?”

“Tunggu disana”

“Mwo? Yeobseyo? Haloo” hubungan telfon terputus. “namja itu semaunya saja..” Hyojin mendengus kesal.

Tidak lama kemudian Jonghyun datang membawa dua cup mi instant yang ia beli di minimarket. Di ruangan ini, sekarang hanya ada Jonghyun dan Hyojin.

“Ini” Jonghyun menyerahkan satu cup kepada Hyojin. Hyojin menatapnya bingung. “anggap saja ini bayaran setelah kau mengantarku tadi pagi” lanjutnya. Hyojin tersenyum masam.

“Masih banyak?” Jonghyun menarik kursi di dekatnya dan menariknya ke samping Hyojin. Hyojin menggeleng.

“Tidak, hanya tinggal mengedit disana-sini” jawabnya. Selanjutnya hanya ada keheningan dan suara jari-jemari Hyojin yang menari di atas keyboard. Tiba-tiba…

*Plats* lampu pun mati.

“Kya!!!” Hyojin menjerit menyadari suasana ruangannya yang kini gelap total.

“Tenang, ada aku” 3 kata yang Jonghyun ucapkan membuat Hyojin tenang seketika. Tiba-tiba Hyojin menyadari bahwa komputernya kini mati.

“Untung saja, datanya sudah aku save” Hyojin mengelus-elus dadanya lalu menyender ke kursi kerjanya.

“Kita akan seperti ini terus?” tanya Jonghyun memecah keheningan.

“Yaaa, mau bagaimana lagi? Kau mau aku menyalakan senter?”

“Boleh, dengan cahaya ponselmu juga tidak apa-apa”  timpal Jonghyun. Hyojin segera meraba-raba meja kerjanya, mencari keberadaan ponselnya yang entah dimana. Ia sedikit berdiri dan mencarinya lagi.

“Dimana benda kecil itu?” gumamnya. Ia terus meraba-raba meja kerjanya dan tampaknya ia menemukannya.

“Ketemu!” pekiknya senang. Ia tekan sembarang tombol ponselnya untuk membuat layar ponselnya menyala. Dan ia baru menyadari bahwa…

Wajahnya dan Jonghyun kini dekat sekali. Jonghyun menyadari hal itu. Mereka terdiam terpaku selama beberapa detik hingga tiba-tiba lampu kembali hidup. Mereka berdua sama-sama menjauh.

“Aku keluar dulu” Jonghyun segera keluar dan meninggalkan Hyojin sendiri. Hyojin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Ada apa denganku?” ia bergumam sendiri. Ia kembali mengecek pekerjaannya dan sesekali menyeruput mi instannya. Sudah selesai kelihatannya. Tiba-tiba terdengar pintu ruangannya terbuka.

“Jonghyun, ayo kita pul..” ucapan Hyojin terhenti saat ia mengetahui yang berdiri di hadapannya kini bukan Jonghyun, melainkan Yonghwa.

“Jonghyun, siapa itu?” tanya Yonghwa penuh selidik. Hyojin sedikit tidak percaya melihat Yonghwa yang kini ada di hadapannya.

“Bukan urusanmu” Hyojin berpura-pura sibuk. “ada apa kemari?” sambungnya.

“Hanya ingin melihat keadaan yeoja menyedihkan yang kini berpura-pura tegar dihadapanku” Yonghwa menyeringai.

“Mwo?”

“Kudengar kau menangis semalaman, apa itu karenaku?”

“Berhenti Yonghwa! Berhenti berpura-pura prihatin dengan keadaanku!”

“Memangnya kenapa? Kau yeojachinguku, ups! Maaf maksudku MANTAN yeojachinguku” Yonghwa menekankan kalimatnya pada kata ‘mantan’. Hyojin benar-benar marah sekarang. Giginya sampai bergetar dan menimbulkan bunyi karena emosinya.

“Kau! Bajinga..” ucapan Hyojin terhenti saat Jonghyun masuk. Jonghyun terdiam sejenak melihat kedua mata Hyojin yang memancarkan kemarahan sedangkan namja didepannya yang memamerkan seringainya.

“Ada apa ini?” tanyanya bingung. Keduanya tak menjawab, hanya menoleh ke arah Jonghyun karena tau ada yang datang.

“Jonghyun?” Yonghwa seakan memastikan penglihatannya.

“Hyung…”

TBC

 

13 thoughts on “Accidentally Yours [Part 2]

  1. ya ampun mereka saling kenaalllllll …
    sumpeehh keren nih FF dan bikin penasaran sekali huaaaa huaaaaa XO
    lanjutnya jangan lama lama ya thor🙂

  2. author aku berasa baca drabble deh dari part 1 –”
    panjangin dikit ngapa(?) #digeplak

    post cepetan thor ~ uda Juli ney :3 #bawel

  3. Aku dh baca dr part 1-2, ceritanya bgs loch tp knp disini yonghwa karakternya playboy ya…huhuhu. Aku suka karakter Jonghyun hehehe. Lanjut ya

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s