Loser Like Me (2/3)

 

 

Author            : VIVITDN

Rating             : T

Length            : Chapter

Genre              : Friendship

Cast                :

1. Kang Minhyuk CNBLUE

2. Lee Jungshin CNBLUE

3. Im Jinah/ Nana After School

4. Park Chorong APINK

Disclaimer      : My own plot

Note                : Niatnya ni FF mau dibuat two shoot, tetapi entah kenapa saat mulai menulis chapter kedua jadinya malah panjang banget, terpaksa deh author jadiin nih ff Triple shoot hehehe. Maaf ya lama banget postnya, buat chapter ketiga sudah ada kok, nanti akan segera dipost. Happy Reading ^^.

 

PART 1

@@@@@

Minhyuk memapah Nana menaiki taksi, dia mau membawa Nana ke rumah sakit. Minhyuk benar-benar marah pada Chorong, karena menurut Minhyuk yang salah adalah Chorong. Minhyuk melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Chorong menarik tangan Nana dari bahunya dengan keras dan kasar dan menyebabkan Nana terjatuh dan terserempet oleh mobil.

“Gomawo Minhyuk-ah, ini salahku mungkin perkataanku tadi pagi begitu menyakitkan sehingga Chorong tega melakukan ini padaku sekarang”

Chorong berlari meninggalkan Nana dan Minhyuk, dia benar-benar muak melihat acting Nana di depan Minhyuk, dan dia benar-benar kesal karena Minhyuk tidak mau mempercayainya. Bahkan ketika Chorong berlari meninggalkan mereka berdua, Minhyuk tidak mempedulikannya.

Minhyuk lalu menyuruh Nana masuk ke dalam taksi.

“Ini salah Chorong, aku tidak tau apa yang terjadi padanya kenapa dia bisa setega itu padamu”

kau memang tidak tau apa-apa Minhyuk bodoh” gumam Nana dalam hati.

“Mungkin perkataanku tadi pagi sudah sangat keterlaluan sehingga dia setega itu padaku. Mianhae Minhyuk-ah” Minhyuk membalas ucapan Nana dengan senyum, sedangkan Nana sangat jijik dan tidak suka dengan senyum Minhyuk. Dia sebenarnya muak dan tidak tahan dekat-dekat dengan Minhyuk, tetapi ini terpaksa dia lakukan untuk membuat Chorong dan Minhyuk bertengkar karena ucapan Chorong tadi pagi yang mengatainya “bodoh” benar-benar membuat Nana tersinggung.

@@@@@

“Arghhh Minhyuk babo, bisa-bisanya dia percaya sama yeoja yang hanya bisa memainkan kuku dan rambutnya itu. Kenapa dia malah mempercayai ucapan yeoja itu, padahal jelas-jelas selama ini yeoja itu sering menyakiti hatinya, menghinanya. Kenapa tidak mau mempercayaiku yang jelas-jelas sahabatnya, Minhyuk babo” Chorong mengomel sendiri di dalam bis, tidak peduli bahwa orang disekitarnya tengah memandangnya dengan tatapan aneh.

“Mwoya? Apa kalian lihat-lihat? Ada yang aneh?” Tanya Chorong dengan galak, pada orang-orang di bus yang sedang menatapnya heran.

“Nona, apa kau baru diputus oleh pacarmu?” Tanya seorang pria di dalam bus yang berusia sekitar 20-an.

“Apa urusanmu? Urusi saja hidupmu, dan jangan melihatku seperti itu atau aku akan menelanmu hidup-hidup” jawabnya asal dengan nada galak. Pria tadi langsung diam, begitupun juga orang  lain yang ada di dalam bus. Tatapan mata Chorong benar-benar membuat mereka begidik geli, mereka berfikir bahwa gadis ini benar-benar gila, karena itulah mereka berhenti memandangi Chorong.

“Mereka pikir aku gila, huhhh dasar” gumamnya.

Awas kau Minhyuk. Kau pasti menyesal karena sudah membela yeoja babo itu, dan mengabaikanku. Aku tidak akan memaafkanmu.”

@@@@@@

Sesudah dokter mengobati lukanya, Nana meminta Minhyuk untuk pulang, tetapi Minhyuk tidak mau. Dia ingin menjaga Nana dan mengantar Nana pulang.

Aishh anak ini, dia tuli apa, aku sudah menyuruhnya pulang tetapi dia tidak mau mendengar. Arghhh berada dekat pria kutu buku dan loser ini membuatku muak, Tuhan tolong selamatkan aku

“Ehhmmmm Minhyuk-ah gomawo sudah mau membawaku ke rumah sakit, sekarang kau pulang dulu saja” dengan senyum yang dipaksakan dan di buat-buat, Nana berusaha berbicara baik-baik pada Minhyuk.

“Tapi, kau nanti pulang dengan siapa?”

“Sebentar lagi Jungshin akan menjemputku, aku sudah mengirim pesan barusan agar dia mau menjemputku. Kumohon pulanglah, aku tidak mau Jungshin memarahimu kalau dia melihatmu di sini, Pleaseeee” pinta Nana.

“Ne, aku akan pulang, jaga-jaga dirimu baik. Anyeyong” dengan terpaksa akhirnya Minhyuk pulang. Dia begitu kecewa ketika Nana bilang Jungshin akan menjemputnya.

“Phiuhh, akhirnya si kutu buku pergi juga. Aku benar-benar tidak tahan dekat-dekat dengannya.”

Nana langsung mengambil handphonenya dan segera menelpon kekasihnya.

“Yeoboseyo Jagi, kau sedang dimana? Cepatlah jemput aku sekarang di rumah sakit, aku tadi sudah mengirimkan alamat rumah sakitnya lewat pesan”

“Ne, 10 menit lagi jagi, sabar ya. Lukamu benar-benar tidak parah kan?”

“Aku kan sudah bilang tadi, kalau kakiku dan dahiku Cuma lecet biasa. Jangan terlalu khawatir. bye”

TUT TUT TUT

@@@@@@

Jungshin langsung meluncur ke ruangan tempat Nana dirawat. Dari wajah dan langkahnya terlihat sekali kalau dia sangat cemas.

“Jagi… Kau tidak apa-apa kan? Arghh kakimu yang mulus ini jadi ada goresannya. Kenapa kau bisa terluka seperti ini? Siapa yang menyerempetmu? Dan kenapa tadi kau bilang kalau Minhyuk yang mengantarmu kesini? Apa dia yang mencelakaimu? Atau………..” Jungshin berbicara tanpa jeda begitu melihat Nana. Nana langsung membekap mulut Jungshin dengan tangannya agar Jungshin berhenti bicara.

“Jagi kenapa pertanyaanmu panjang sekali seperti gerbong kereta api, aku kan bingung mau jawab yang mana” Jungshin hanya nyengir menunjukkan sederetan gigi putihnya.

“Aku kan khawatir padamu. Ayo ceritakan semuanya padaku”

“Aku tadi sengaja mencari gara-gara dengan Chorong. Aku benar-benar marah dan tidak terima dengan ucapannya tadi pagi. Kebetulan saat aku berbicara dengan Chorong aku melihat Minhyuk dari jauh. Ini kesempatan bagus menurutku, aku ingin membuat Chorong melukaiku di depan manusia kutu buku itu, agar manusia kutu buku itu menganggap chorong jahat dan persahabatan mereka hancur” Nana menarik nafas dan meminum segelas air putih yang ada di sampingnya lalu melanjutkan ceritanya kembali.

“Dan aku berhasil membuat Chorong marah. Dia melepaskan tanganku dari bahunya dengan kasar sehingga aku terjatuh ke pinggir jalan, dan sialnya tiba-tiba ada mobil dari belakang yang melintas, untuk mobil itu mengerem mendadak, tetapi tetap saja mobil itu sempat menabrak tubuhku walau pelan, sehingga aku  mendapatkan luka di lutut dan dahiku walau tidak parah”

“Jagi, kenapa kau seberani itu, untung saja lukamu tidak parah, bagaimana kalau mobil itu tidak sempat mengerem. Nyawamu bisa terancam hanya karena ide gilamu. Kalau soal Chorong kenapa kau tidak minta tolong aku saja?”

“Tapi yang penting kan aku sekarang selamat dan baik-baik saja. Aku benar-benar ingin memisahkan kedua sahabat bodoh itu. Chorong selalu membela Minhyuk dan itu membuatku muak, padahal aku kan ingin membully si kutu buku itu, hahahaha”

“Dasar kau ini, pasti kau tersiksa sekali dari tadi berada dekat si bodoh terus”

“SANGAT TERSIKSA. Oh aku harus berakting sok manis di hadapannya, dan yang membuatku muak adalah dia tidak mau pulang dan mau menungguku disini. Dasar namja bodoh tidak tau diri” kesal Nana.

“Tapi aku sudah berada disini jadi kau tidak akan tersiksa lagi. Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya kepada si kutu buku itu? Apa kau akan mengakhiri acting manismu dihadapannya?”

“Tentu saja aku masih akan bertahan untuk berakting manis dihadapannya. Si bodoh itu cocok juga untuk ku jadikan pembantu di kampus, pasti dia akan menuruti apa mauku. Dan otaknya kan lumayan encer, jadi dia bisa kumanfaatkan agar dia mau mengerjakan tugasku” kata Nana dengan senyum evilnya.

“Bagus juga idemu, hahahaha”

“Jadi tolong ya jagi kau harus bersabar jika si kutu buku itu berada dekatku, jangan emosi. Jangan menghancurkan rencanaku ini”

“Ne aku akan bersabar, tetapi jangan terlalu sering berada dekatnya. Aku tidak mau orang-orang berfikir bahwa kau lebih memilih si kutu buku itu dibanding aku, bisa hancur harga diriku”

“Aishh tenang saja jagi,mana mungkin aku lebih memilih pria loser dibandingkan dirimu yang sangat-sangatlah sempurna” Nana lalu memeluk Jungshin.

“Kajja kita pulang”

“Ne”

@@@@@@

Hari ini Minhyuk kuliah naik bus, sepedanya sedang dalam perbaikan. Dari arah berlawanan Chorong juga berjalan sendiri, sedangkan Nana dan Jungshin baru turun dari mobil mewah milik Jungshin. Chorong tampak ragu untuk menyapa Minhyuk, tetapi dia memberanikan dirinya untuk menyapa Minhyuk lebih dulu.

“Minhyuk-ah” Tetapi Minhyuk tidak menoleh,walaupun dia sebenarnya mendengar panggilan dari Chorong.

“Minhyuk-ah” Sekarang giliran Nana yang memanggil. Nana langsung menghampiri Minhyuk, dan Minhyuk pun tersenyum, tetapi senyumnya seketika langsung memudar ketika dia melihat Jungshin berjalan di belakang Nana.

“Minhyuk-ah kajja kita berangkat ke kelas bersama-sama” Nana memasang wajah semanis dan seramah mungkin. Minhyuk menatap Nana dengan tatapan bingung, dia heran Nana bisa sebaik itu padanya, dan dia heran kenapa Jungshin tidak marah jika Minhyuk jalan bersama mereka.

“Minhyuk kenapa kau? Kau tidak mau berangkat bersama kami?”

“Bukan begitu Jungshin, hanya saja kenapa tiba-tiba kalian mau berangkat ke kelas bersamaku. Kalian tidak salah?”

“Minhyuk-ah apa kami tidak boleh bersikap baik padamu? Mianhae kalau selama ini kita jahat padamu?” Kata Nana dengan ekspresi sedih dan penuh penyesalan.

“Gwenchana, aku tidak pernah marah pada kalian kok. Kajja kita berangkat ke kelas bersama”

Jungshin lalu merangkul pundak Minhyuk. Minhyuk berada di tengah antara Jungshin dan Nana, keduanya.

“Kita mulai persahabatan yang baik mulai sekarang. Gomawo kemarin kau sudah menolong Nana, mianhae selama ini aku jahat padamu”

“Sesama teman sudah kewajibanku untuk menolong”

Dari belakang Jungshin sempat melirik ke Nana sebentar dan menjulurkan lidahnya ke Minhyuk tanpa sepengetahuan Minhyuk. ‘aku benar-benar tidak tahan harus sedekat ini dengan anak bodoh ini’ kata Jungshin berbicara pada nana dengan tanpa suara. Dan Nana pun menjawab ‘me too’.

Mereka bertiga lalu berjalan bersama menuju kelas, Nana sempat menoleh kebelakang dan memandang Chorong dengan tatapan mengejek. Chorong semakin kesal dan menendang kaleng yang ada di depannya.

“Arghhhh dasar Minhyuk babo, bisa-bisanya dia percaya sama dua makhluk bodoh itu? Dia hanya menipumu Minhyuk babo, tidak bisakah kau melihatya, dibelakangmu dia tertawa mengejekmu. Mereka mau berteman denganmu karena mereka mau memanfaatkanmu, arghhhh Minhyuk neomo neomo neomo babo”

@@@@@@

Minhyuk, Nana dan Jungshin sudah berada di kelas sekarang, Jungshin menyenggol pelan pundak Nana, dia member isyarat pada Nana. Nana yang mengerti maksudnya langsung tersenyum dan segera menghampiri Minhyuk.

“Ehem, Minhyuk-ah apa kau sudah mengerjakan tugas dari Hong  gyo su nim?” Tanya Nana dengan Nana yang sengaja di lembut-lembutkan.

“de, wae?”

“Minhyuk-ah bisakah kau membantuku. Aku belum selesai mengerjakan tugas dari Hong gyo su nim, kemarin aku sibuk jadi tidak sempat mengerjakan. Bagaimana ini, sebentar lagi kelasnya akan dimulai dan aku belum mengerjakan, pasti gyo su nim akan mengusirku kali ini” Nana berakting khawatir dengan wajah yang sengaja dibuat seolah-olah ingin menangis.

“Nana-ya jangan menangis, tenang aku akan membantumu, ini kau bisa menyalin tugasku”

“Gomawo Minhyuk-ah, ehm tapi aku tadi belum makan, sebenarnya aku ingin ke kantin sekarang, jika tidak merepotkan maukah kau menyalinkan tugasku itu”

“Gwenchana, kau ke kantin saja cepat makan dari pada kau sakit”

“Gomawo Minhyuk-ah. Ehm aku tidak enak mengatakan ini karena kau sudah baik padaku hari ini, bisakah aku minta tolong sekal lagi?”

“De, dengan senang hati aku akan membantu, memang kau mau minta bantuan apa lagi? Jangan sungkan”

“Bisakah kau juga menyalin tugas Jungshin juga, please, karena Jungshin akan menemaniku ke kantin dan dia juga belum mengerjakan tugasnya.”

“Oh gwenchana. Jungshin juga temanku aku akan membantunya juga” kata Minhyuk tanpa ragu dengan penuh senyum.

“Jinja? Ahhhh gomawo Minhyuk-ah, mian aku merepotkan, kau benar-benar sahabat terbaik” Nana memegang kedua tangan Minhyuk, dan Minhyuk tiba-tiba menjadi gugup, wajahnya bersemu merah ketika Nana memegang tangannya seperti ini. Jungshin melihat pemandangan di depannya dengan wajah tidak suka, tetapi dia harus berakting baik-baik saja dan tetap menebar senyum, walau sebenarnya dia sudah sangat muak. Nana mengambil dua lembar kertas dan memberikannya pada Minhyuk.

“Ini Minhyuk-ah, sekali lagi terimakasih” dan Nana kembali memegang lembut tangan Minhyuk. Hati Minhyuk berdetak kencang dan dia tidak berani memandangi wajah Nana. Nana langsung menghampiri Jungshin dan dia bisa melihat ekspresi ketidaksukaan dari wajah Jungshin. Nana hanya tersenyum dan berbisik di telinga Jungshin.

“Jangan cemburu jagi, itu hanya acting, jika tidak karena tugas itu aku tidak akan sudi memegang tangannya. Tanganku bisa karatan jika lama-lama menyentuh tangan kutu buku itu”

Jungshin tersenyum mendengar penjelasan Nana dan langsung menggenggam tangannya. Ketika mereka baru keluar dari kelas, mereka terkejut melihat Chorong yang tiba-tiba menghalangi jalan mereka.

“Apa mau kalian berdua? Memanfaatkan Minhyuk? Di depannya bersikap manis tetapi dibelakangnya kau mengatainya? Dasar setan bermuka dua”

“Mwo?” mereka berdua melebarkan mata mereka dan menatap chorong dengan penuh amarah.

“Siapa kau berani mengatai kami setan?”

“ckckckckc Nana kau amnesia? Tidak mengenalku? Hahahaha meke up saja kau tebalkan tapi otakmu kosong”

“Ya! Apa maksudmu menghina yeoja chinguku” Jungshin sudah melayangkan tangan kanannya, tetapi Chorong menahannya.

“Oh oh oh, apakah seperti ini kelakuan tuan Jungshin yang sangat kaya raya itu? Yang begitu dipuja-puja? Yang anaknya orang berkelas? Tetapi kenapa kelakuan dia sama sekali TIDAK BERKELAS, tuan Jungshin ini mau menampar seorang wanita? Ckckckckckckc” Chorong berbicara Dengan nada tenang namun kata-katanya sangat menusuk, dia melempar tangan Jungshin begitu saja, Jungshin bahkan sempat merintih kesakitan dan memegangi pergelangan tangan kanannya yang agak merah karena pegangan kuat dari Chorong.

“KAU????? Aku tidak punya waktu untuk meladeni orang sepertimu. Minhyuk saja rela dan tidak protes, kenapa harus kau yang marah? Siapa kau? Kau hanya MANTAN SAHABAT yang sudah tidak dibutuhkan lagi”

“Jagi kajja kita pergi aku sudah lapar, jangan meladeni orang gila yang satu ini” nana menarik Jungshin agar segera pergi dari hadapan Chorong.

“Im Jinah, aku bukan Mantan Sahabat, suatu saat dia akan kembali padaku karena dia akan tau siapa yang tulus berteman dengan dia, lihatlah” Chorong berkata dengan latang, walaupun sebenarnya hati kecilnya agak ragu. Chorong memasuki kelas dan sesekali dia melirik pada Minhyuk yang tengah semangat menyalinkan tugas Nana dan Minhyuk.

“Dasar kau Minhyuk babo, kau sudah di manfaatkan babo, kenapa kau tidak menyadarinya. Kau terlalu baik untuk menjadi teman mereka” kata Chorong dalam hati.

@@@@@@@

Seminggu sudah Minhyuk menjadi “teman palsu” Jungshin dan Nana, mereka berdua benar-benar memanfaatkan Minhyuk, dari mulai mengerjakan tugas-tugas mereka, bahkan Minhyuk rela ketika mereka berdua menyuruh Minhyuk untuk bolak balik membelikan makanan dan minuman untuk Jungshin dan Nana. Sedangkan dua orang ini asyik pacaran di taman dan sesekali tertawa puas melihat tingkah Minhyuk yang begitu bodoh mau disuruh-suruh olehnya. Jungshin Nana memang tidak menyuruh Minhyuk menggunakan uangnya, ketika menyuruh Minhyuk untuk membelikan ini itu, mereka menggunakan uang mereka sendiri, tetapi tetap saja itu namanya menyiksa Minhyuk secara halus. Minhyuk terlalu baik, dia terlalu polos, dia tidak pernah merasa bahwa dirinya dimanfaatkan, dimata Minhyuk, Jungshin dan Nana benar-benar tulus mau berteman dengannya dan mengubah sifatnya menjadi lebih baik kepada dirinya. Dan bagi Minhyuk tidak masalah jika dia disuruh ini itu karena dimatanya itulah hubungan pertemanan, harus saling membantu.

“Minhyuk-ah tolong belikan aku soda, cuaca panas menyengat aku malas mau keluar, takut kulitku jadi rusak” kata Nana dengan nada manjanya.

“De, kau tunggu disini”

10 Menit kemudian Minhyuk sampai ditempat tadi Nana berada, di ruang tari. Minhyuk mencari dimana Nana berada tetapi tidak menemukannya.

“Ini pasti karena aku terlalu lama membelinya jadi mungkin Nana pergi” katanya sedikit menyesal. Minhyuk bertanya pada anak yang ada di luar dan ternyata kata mereka Nana ke ruang musik. Minhyuk tersenyum mendengarnya karena dia fikir Nana sudah pergi. Saking semangatnya Minhyuk bahkan menyusul Nana ke ruang music. Minhyuk membuka pelan pintunya ketika dia sampai di ruang music, tetapi Nana tidak menyadarinya. Nana dan temannya yang bernama Shinbi sedang menghadap ke belakang membelakangi pintu. Di ruangan ini hanya ada Shinbi dan Nana.

“Nana –ya kenapa kau sekarang makin dekat dengan Minhyuk? Jangan bilang kalau kau jatuh cinta padanya? Padahal dulu kau alergi padanya, Kau kena karma rupanya”

“MWO? Ya! Jangan bicara sembarangan. Siapa yang jatuh cinta pada Minhyuk, kau pikir aku sudah tidak waras jatuh cinta pada si kutu buku itu”

Minhyuk menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam, dia memundurkan langkahnya dan pelan-pelan menutup pintu sedikit. Dia menguping pembicaraan Nana dari luar.

“Lalu kenapa sekarang kau sering bersamanya? Ayo ngaku, apakah Minhyuk sudah mampu mengalihkanmu dari Jungshin?” goda Shinbi.

“Shinbi-ya, baik aku tekankan sekali lagi, aku tidak jatuh cinta pada Minhyuk dan ti-dak a-kan per-nah ja-tuh cin-ta pada SI BODOH MINHYUK”

“Perlu kau ketahui, aku dekat dengannya itu karena TERPAKSA, dia bisa ku manfaatkan untuk mengerjakan tugasku dan Jungshin, untuk menyuruhnya beli ini itu hahahaha. Dan satu lagi, sebenarnya aku sedang kesal dengan Chorong karena dia mengataiku bodoh dan berani melawanku jadinya aku melakukan semua ini untuk memberinya pelajaran, aku membuat Minhyuk membencinya hahaha. Chorong sebenarnya baik pada Minhyuk, dia yang selalu membela Minhyuk, dan sekarang dia sudah tidak ada disamping Minhyuk, jadi tidak akan ada lagi yang akan menggangguku ketika aku sedang menyuruh Minhyuk ini itu” tambah Nana sambil tertawa puas.

“Hahahaha jadi itu alasannya. Kau benar-benar kejam Im Jinah hahahaha” mereka berdua tertawa bersama. Kaki Minhyuk langsung lemas mendengar pembicaraan Nana dan Shinbi. Tiba-tiba dia ingat seseorang. Ya dia ingat sahabat terbaiknya Park chorong, dia benar-benar merasa bersalah karena sudah menyalahkannya padahal selama ini yang selalu membelanya adalah Chorong.

“Minhyuk-ah kau sudah datang” sapa nana ketika dia kembali ke ruang tari

“Ne, ini minumannya. Kau kemana barusan” Minhyuk berakting seolah tidak tau apa-apa.

“Gomawo, aku barusan ke toilet”

“Nana aku pulang dulu ya, aku harus mengerjakan tugasku”

“ne, anyeyong”

“Segera kerjakan tugasmu dan besok aku tinggal mencontek hahahaha” kata nana ketika Minhyuk sudah pergi dari hadapannya.

 

TBC

9 thoughts on “Loser Like Me (2/3)

  1. author,,,,aq kesel bgt nih ma karakter shin disini!!! ngebayang’in dia yg perhatian bgt ma si jahat nana trus lg kelakuan shin yg bnr2 jelek,,,he3
    author sukses bikin karakter shin jd bad boy —–cool—–

    mampus nih si nana,,,,dah ketahuan #evil laugh#
    lanjuttttttttttttttttttttttttttttttttttt >_o

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s