i’ts all because of you (part 4)

Title: it’s all because of you (part 4)

Author: Kim Sung Rin

Rating: G

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

– Kang Minhyuk

-Lee Jonghyun

Other Cast:

– Lee Jungshin

– Jung Yonghwa

OCs:

-Lee Soo Hee (Jungshin sister)

Disclaimer: aseli murni dari pemikiran saya yang aneh bin gaje. Agak mirip ama sinetron kali yaa karena mikirnya didepan tipi. Bila ada kesamaan tempat atau tokoh itu hanya kebetulan biasa. Dan ini hanya sebuah fanfiction. saya juga ngepost semua ff ciptaan saya yang dipublish disini ataupun enggak di wp pribadi saya.

Note: gak ada tuh yeh yang namanya siders! Plagiarism! dan ngebashing! Di mari. Gampang aja kok, tinggal baca ff ngaco ciptaan saya lalu RCL deh . sayah sih yakin seyakin-yakinnya para bini oppadeul sekalian selalu RCL yakan yakan? #ngerayu. Maap juga kalo typo yeehh harap maklum😀

Udah ah banyak omong, happy reading all ^^V

~~~

previous part

“Aniyo~aku hanya menunggu kalian datang, itu saja! Memangnya apa yang kulakukan?! Jangan bersikap berlebihan hyuk!!”. Ucap Jonghyun ketus kepada Minhyuk. Dan setelah itu tak ada jawaban dari Minhyuk lagi karena hening.

~~~

Minhyuk pov

“Maaf, aku mau mengantarkan ini.” Ucap Soo Hee yang menyembul dibalik pintu. Kulihat Soo Hee melirik kearah Jonghyun hyung yang sedang memainkan gitarnya dan dia malah tidak melihatku yang sedang berdiri tak jauh darinya ini??? Ah sungguh Soo Hee kau membuatku gila!

“Gomawo saengi~ah.” Ucap Jungshin sambil mengacacak rambut Soo Hee yang disambut gerutuan panjang darinya. Dia langsung bergegas meninggalkan ruangan studio dan kini mata Jonghyun hyung mengekor bersamaan dengan kepergian Soo Hee.

Aku menggenggam ujung stick drumku dengan erat untuk menahan kekesalanku. Ada apa dengan mereka berdua tadi uh? Lihat-lihatan dan lirik-lirikan seperti itu? Tch!!

“Yasudah ayo mulai.” Ajak Jungshin mencairkan suasana setelah hening sepersekian detik tadi.

Setelah Yonghwa hyung memberi aba-aba, aku mulai memainkan drum. Ini saat yang tepat karena aku bisa melampiaskan kekesalanku dengan memukul drum keras-keras. Poin plus untuk seorang drummer.

Semua member menatapku heran tapi aku mengabaikan tatapan bingung mereka. Moodku benar-benar hancur sejak melihat Soo Hee dan Jonghyun hyung tadi.

“Sepertinya kita perlu bicara.” Ucap Jonghyun hyung yang telah berdiri tepat dihadapanku setelah jam latihan usai. Aku memasukkan stick drumku kedalam tas, “Ada apa?” tanyaku singkat.

“Aku tidak mau membicarakannya disini. Cepat ikut aku.” Ucapnya pelan dan langsung berlalu dihadapanku. Aku menyeringai melihat tingkahnya yang seenaknya itu. Walaupun begitu aku mengikutinya yang ternyata menuju ke sebuah taman tak jauh dari rumah Soo Hee.

“Cepat katakan aku tidak punya banyak waktu.” Ucapku sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. Jonghyun hyung terdiam dan menatap mataku, “Kau cemburu kan?” tanyanya yang sukses membuatku tersentak. Cemburu? Apa iya aku sekarang sedang cemburu?

“Apa yang kau katakan uh?”

Jonghyun hyung terkekeh pelan, “Kau ini bodoh atau apasih?? Sudah jelas kau itu cemburu!! Melihat Soo Hee tertawa riang denganku sedangkan denganmu bicarapun dia tidak mau.”

Aku mendengus pelan, kekesalanku kembali memuncak tapi perkataannya itu memang ada benarnya juga. Sejenak aku tertunduk karena aku tidak berdaya. Ya!! Aku memang cemburu. Dan untuk apa Jonghyun hyung memaparkannya barusan? Dia mau pamer kalau dirinya itu lebih dibanding diriku?

Aku mengepalkan tanganku dengan sangat kuat. Aku sudah cukup sabar menahan emosiku yang meledak-ledak daritadi. Dan baru saja aku berniat ingin melayangkan satu pukulan ke wajah tampan Jonghyun hyung , aku merasa ada tangan hangat merangkulku dan itu adalah  tangan Jonghyun hyung, “Tenanglah, dia masih mencintaimu. Kau hanya butuh waktu dan jangan menyerah ne? jelaskan kepadanya. Aku sangat yakin kalian bersatu kembali.” Ucapnya menepuk bahuku beberapa kali lalu berjalan meninggalkanku.

Jonghyun hyung…

Aisshhh!! Pabo Minhyuk!! Seharusnya kau tidak berfikir macam-macam tentangnya, bukankah kita adalah keluarga?? Dan dia hanya ingin membantuku dan aku malah cemburu dengannya?

“Hyung!!!” teriakku memanggilnya. Namun dia tidak menoleh sekalipun.

“Aku sudah memaafkanmu, tenang saja.” Teriaknya tanpa menoleh sambil melambai kearahku.

Aku menghela nafas lega, setidaknya dia mengerti keadaanku dan sudut bibirku tertarik membuat sebuah senyuman,

“Gomawo hyung.”

~~~

Soo Hee pov

Aku memandang pintu yang berada disebrang kamarku. Kenapa hening? Apa mereka menyudahi latihan mereka.

“Soo Hee kau kenapa?” sambar Jungshin oppa yang ternyata sudah berdiri dibelakangku.

“Aissshhh~ kau mau membuat aku mati huh? Hampir saja jantungku copot!!” desisku kesal kepada Jungshin oppa yang terbahak melihatku, “Habisnya ngintip-ngintip ke studio musikku kenapa coba? Nyariin Minhyuk yaaaaaa?” goda Jungshin oppa yang membuatnya mendapatkan pukulan bertubi-tubi dariku.

“Hey!! Hentikan!! Sakit tau.” Desis Jungshin oppa sambil meringis memegangi bekas pukulan membabi butaku tadi. Aku tersenyum puas melihatnya kesakitan, “Itu karena kau sangat sok tau.” Ucapku sambil menjulurkan lidahku dan kabur dari hadapannya.

“YAK!!! Awas kau yaaa!!!” pekik Jungshin oppa dari luar kamarku. Aku cekikikan sendiri melihatnya yang marah.

Aku lalu duduk dimeja belajarku, kini pigura foto yang dulu absen menghiasi meja belajarku kembali berdiri tegak disamping lampu mejaku. Aku memandangi namja yang sedang tersenyum didalam foto tersebut, “Kau tau? Aku sangat merindukanmu tupai jelek!!” aku lalu tersenyum terlebih melihat matanya yang menghilang saat tersenyum.

TOK TOK TOK

Suara ketukan bergema dipintu kamar Soo Hee. Sejenak dia melirik jam dinding dikamarnya, sudah jam sebelas malam.

“Oppa wae? Kenapa kau pucat sekali?” Tanyaku ketika mendapati wajah pucat Jungshin oppa didepan kamarku. Dahinya muncul banyak peluh dan tangannya masih menggenggam ponsel miliknya.

“Minhyuk..” ucapnya lirih sambil meremas-remas ponsel ditangannya. Jantungku berdetak luar biasa, ada apa dengan Minhyuk?

“Ada apa dengannya oppa?” tanyaku yang reflex mengguncangkan tubuh Jungshin oppa.

“Minhyuk… dia…dia sepertinya mabuk! tadi aku menghubungi ponselnya tapi dia malah ngomong macam-macam dan bergumam tak jelas. Dan sekarang dia belum pulang kerumahnya. Ibunya berkali-kali menghubungiku dan ternyata dia belum pulang sejak siang tadi!”

DEG!! Berita macam apa ini?! Aishhh kemana perginya tupai bodoh itu?

“Sebaiknya kita mencarinya oppa. Apa kau sudah menghubungi Yonghwa oppa dan Jonghyun oppa?” selidikku sambil menggunakan sweater abu-abuku dan menutup pintu kamarku.

“Sudah tadi sebelum aku kekamarku. Masalahnya kita harus mencarinya dimana?” Tanya Jungshin oppa panic.

“Sepertinya aku tau harus kemana.”

~~~

Author pov

Soo Hee menyusuri setiap kedai pinggir jalan yang terjangkau penglihatannya. Sudah jam 12 malam namun dia belum juga menemukan sosok Kang Minhyuk.

Dia menghubungi Jungshin bahwa dia tidak menemukan sosok Minhyuk setelah itu dia memutuskan untuk tetap menyusuri jalanan kota yang dipenuhi banyak lampu itu.

Pandangannya tertuju ke sejumlah orang yang sedang mengerubungi sesuatu. Soo Hee penasaran dan akhirnya dia memutuskan untuk ikut melihatnya dan betapa terkejutnya dia mendapati tubuh Minhyuk yang sudah bersimbah darah.

“Minhyuk~ah apa yang terjadi eoh? Cepat bangun.” Ucap Soo Hee yang sudah menangis entah sejak kapan. Dia memutuskan untuk menelpon Jungshin oppa dan menyuruhnya ketempat kejadian.

Lima menit kemudian Jungshin, Yonghwa dan Jonghyun datang bersamaan dengan ambulance yang ditelpon oleh seorang pejalan kaki yang melihat Minhyuk terkapar.

“Ahjussi jeongmal gomawo.” Pekik Jonghyun sebelum dia benar-benar hilang dari pandangan ahjussi sang pemanggil ambulance.

Minhyuk langsung dilarikan ke ICU. Keadaannya kritis ditambah dia berada dibawah pengaruh alcohol.

Soo Hee yang daritadi tidak dapat diam ditempat kembali melirik ke kaca yang membingkai pemandangan Minhyuk yang sedang ditindak lanjuti. Airmatanya terus saja mengalir, tak perduli dengan pemikiran ketiga orang yang menemaninya sekarang yang tak lain adalah Yonghwa, Jonghyun dan oppa kandungnya sendiri, Lee Jungshin.

“Tenanglah saeng, dia pasti bisa melewati ini semua.” Kata Jungshin yang meangkul Soo Hee dari belakang. Dikecupnya kepala Soo Hee untuk menenangkan sang adik.

“Oppa sungguh aku tidak mau kehilangan dia.” Soo Hee tercekat ketika melontarkn kalimat tersebut. Tangisnya kembali meledak dan langsung saja Yonghwa dan Jonghyun mendekati Soo Hee.

Jonghyun mengisyaratkan kepada Jungshin dan Yonghwa untuk membeli kopi atau hot chocholate demi menenagkan Soo Hee yang sangat kalut. Perlahan Jungshin dan Yonghwa meninggalkan Soo Heed an Jonghyun berdua.

“Kau tau? Sore tadi dia sempat marah kepadaku karena kupikir dia cemburu karena melihatmu yang dapat tertawa bersamaku. Tapi aku bilang kalau kau masih mencintainya dan itu sukses membuat kemarahannya mereda. Kau sangat berarti untuknya Soo Hee ya~”

Soo Hee menunduk, menyembunyikan wajah sembabnya lalu menghapus airmatanya perlahan, “Oppa kau tau aku sekarang merasa menjadi orang yang paling bodoh!! Aku menyesal tidak mau mendengarkan penjelasan Minhyuk terlebih dahulu.” Soo Hee berkata lirih.

“mendengarkan adalah yang paling baik. Dan diam tidak menyelesaikan masalah sama sekali. Sekarang kau tau betapa besarnya cinta Minhyuk untukmu dan janganlah memikirkan keegoisanmu semata. Gwenchana saeng.” Jonghyun tersenyum sembari mengelus puncak kepala Soo Hee.

“Gomawo oppa, aku tidak salah menceritakan rahasiaku duluan kepadamu.”

~~~

Minhyuk pov

Aku membuka mataku perlahan dan mengerjap-ngerjapkannya. Badanku terasa sakit semua dan pandanganku didominasi oleh warna putih. Aku lalu melirik botol infuse yang berada disisi kiriku dan meneliti jalur selang infuse yang berakhir di punggung tangan kiriku.

Aku baru ingat kalau semalam aku sempat ditabrak oleh sepeda motor yang melaju dengan cepat. Aish~bodohnya aku pake mabuk segala!

Tatapanku beralih ke sisi kananku karena tanganku merasa digenggam oleh tangan hangat Soo Hee. Wajahnya sembab, apa dia semalam menangisiku?

“Jeongmal mianhae Soo Hee membuatmu cemas.” Ucapku lirih yang ternyata membangunkan Soo Hee. Aku terkejut karena Soo Hee dengan sigap menatapku dan mengecek keadaanku, “Neo gwenchana?” tanyanya dengan mata yang maih terlihat sangat mengantuk. Aku tersenyum dan mengangguk kecil, “Gwenchana Soo Hee~yah.”

“Baiklah, kalau begitu aku panggil suster dulu untuk mengecek keadaanmu ne?”

Aku menahan tangannya yang akan memencet bel hijau tepat diatas ranjangku, Soo Hee menatapku bingung, “Waeyo? Kenapa kau menghalangiku untuk memanggil suster?”

Aku lalu menariknya menuju kedalam pelukanku, “Biarkan begini selama lima menit. Jebal~~” ucapku dengan nada memohon. Tak ada sanggahan dari mulut Soo Hee. Namun setelah sepersekian detik pintu menjeblak terbuka.

“Yak! Kalian sedang apa uh?”

TBC

10 thoughts on “i’ts all because of you (part 4)

  1. Waa udah keluar part 4 nya ^^
    Akhirnya, ada tanda2 Minhyuk balikan sama Sohee *lega*
    Tapi itu… Jonghyun ga patah hati kan? Kekeke~
    Keren b^^d

    • hehe, patah hati kok liat aja nanti xD
      iyaah tapi ada beberapa scenes yang kata2nya kuraang jadi gak sinkron T-T mau edit i-netnya lemoot parah ckck.
      btw thanks ya selalu rcl di ffku #kisseu xD

  2. Coba deh hyukie mnta pluk’a mha akqu.. Janji tekewer kewWErR dehh biza lbih dr 5menit, slamanya jg bolehh… HahaaxD
    truz pintu dbuka amha Yongppa, lgsg cerae deh aq mha hyunppa..lol #djwer shinppa *Ngarang crita ngac0 sndiri*

    next thor😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s