Heartstrings

Tittle : Heartstrings

Author : Vaa

Cast : Shin Yura ‘OC’ , Lee Jong Hyun ‘CNBLUE’, Son Dong Woon ‘Beast’

Other Cast : Jung Yong Hwa ‘CNBLUE’, Kim Jong Hyun (JR) ‘NU’EST’, Kim So Eun, Nam Jihyun ‘4minute’, Shim Changmin ‘DBSK’ Lee Min Hyuk ‘B2B’

Length : Chaptered

Genre : AU, Romance

Rate : PG 15

Disclaimer: FF ini murni buatan saya

Note: Maaf kalau di chap ini masih banyak typonya, dan maaf juga karena abang burning munculnya masih sedikit. Ok deh selamat membaca   ^.^

 

 

Yura mengintip dari balik pintu kamar mandi, memastikan kalau laki-laki pemarah itu tidak menunggunya di luar kamar mandi, setelah merasa aman, ia memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi.

“Ah..syukurlah laki-laki itu tidak menunggu ku, aku harus segera pergi sebelum bertemu dengan nya lagi, Tuhan..aku mohon jangan pertemukan aku dengan nya lagi,…” Yura komat kamit dan ia pun segera berlari .

 

“Pphali…pphali…kita tinggalkan restoran ini secepatnya..” Yura mengguncang-guncang tubuh JR, JR yang sedang menikmati makanan nya menghentikan aktifitasnya.

“Waeyo? Makanan ku belum habis, lagi pula nuna belum menyantap pesanan mu itu…” ucap JR sembari menunjuk sup iga.

“Ah..jangan banyak tanya, pphaliwa..kita pergi dari tempat ini sekarang juga”

“Tapi, nuna belum bayar semua makanan nya..”

“Ini uangnya, kau yang bayar ok, aku tunggu di mobil ne?” Yura menaruh beberapa lembar uang di meja sebelum meninggalkan restoran.

“Ne….”

Yura pun segera meninggalkan restoran dan menunggu JR di mobil.

 

Setelah sampai di rumah, Yura langsung merebahkan tubuhnya di sofa, pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan adiknya sama sekali belum di jawabnya, membuat sang adik merasa kesal sekaligus penasaran.

“Nuna..waeyo? kenapa tiba-tiba saja mengajak ku pergi? “ Tanya JR lagi, entah sudah berapa kali ia menanyakan pertanyaan yang sama.

“Hari ini aku berbuat kesalahan, gara-gara terpeleset saat menuju kamar mandi aku membuat pakaian seorang pelanggan kotor, dan kau tau?, orang itu marah pada ku, di tambahlagi aku sempat menendang kakinya saking kesalnya karena dia marah-marah pada ku”

“Nuna, harusnya kau tidak menendang kakinya, lagi pula kau yang salah, apa yang akan kau lakukan jika nuna ada di posisi laki-laki itu? Nuna pasti akan marah besarkan?” kali ini JR yang manja berubah menjadi JR yang dewasa.

“Benar juga , aku pasti akan lebih marah dari pada laki-laki itu, ya…bisakah kau minta tolong?”

“Minta tolong apa?”

“Ambilkan aku air dingin..aku haus”

“Ne..baiklah..” JR berjalan menuju dapur dengan langkah gontai.

 

———————————————————–

 

Sudah jam 12 malam, namun Yura masih terjaga, ia terus saja membolak balik badan nyamencari posisi tidur yang nyaman, manun ia tak juga menemukan posisi yang nyaman untuk tidur, di tambah lagi ia sedang gelisah memikirkan apa yang akan terjadi besok, hari dimana ia harus mewawancarai mantan sahabatnya ‘Nam Jihyun’.

“Arrhhhhhhhhhh….” Yura memukul-mukul guling yang di peluknya dan beberapa menit kemudian ia menggigit guling yang ia peluk saking kesalnya.

Yura pun beranjak dari tempat tidurnya, berjalan meninggalkan kamarnya,saat ia menutup pintu kamarnya ia mendengar kegaduhan dari lantai bawah.

“Jangan-jangan ada maling…” gumamnya, ia pun berjalan mengendap-ngendap menuju lantai bawah.

“Sepertinya asal suaranya dari ruang tengah, aku harus memeriksanya, awas saja jika benar-benar ada maling, akan ku habisi”

Setelah sampai di ruang tengah, dia mendesah pelan,ternyata bukan maling yang membuat kegaduhan tapi Kim Jong Hyun (JR) adiknya sendiri yang sedang asyik menonton pertandingan tinju kelas dunia.

“Ya……Kim Jong Hyun, kau membuat ku takut saja, ku pikir ada maling, rupanya kau yang membuat kegaduhan ini…?”

“Mianhae nuna, kenapa nuna belum tidur? Insomnia? Ah..bagaimana kalau nuna menonton pertandingan tinju saja bersama ku, pertandingan nya sangat seru nuna…” ucap JR sumeringah, ia pun kembali memokuskan matanya ke layar tv, Yura pun duduk di samping JR, menemani adiknya menonton pertandingan tinju. Namun bukan nya menonton, Yura malah tertidur dengan posisi kepala yang bersandar kepundak JR, karena tidak kuat menahan rasa kantuknya, akhirnya JR pun ikut tertidur, dengan mulut yang sedikit menganga.

 

———————————————————–

 

Yura menggeliat pelan, begitu juga JR.

“Kenapa aku tidur disini?” Yura pun menoleh ke sebelah kanan nya ada sang adik yang masih tidur, ia pun mencoba membangunkan JR. “Ya……..bangun, sudah siang…..” Yura mengguncang-guncang tubuh JR dengan sebelah tangan nya.

“Emmmh…., aku masih ngantuk…” JR merubah posisi tidurnya.

“Ya…bangun, sudah siang, memangnya sekolah mu libur hari ini?” saking kesalnya karena JR tidak juga bangun Yura pun menarik tangan JR hingga ia terjatuh dari sofa.

“Auh…appo, nuna…kau kasar sekali” JR mengelus-ngelus bokong nya yang sakit.

“Ah…celaka kalau begini bisa-bisa aku terlambat datang ke kantor, Mrs Han bilang ia ingin bertemu dengan ku jam 7 nanti” Yura mengacak rambutnya sebelum mematikan tv yang menyala dari tadi malam, setelah itu segera menaiki anak tangga dan menuju kekamarnya.

 

25 menit kemudian.

“JR…………..pagi ini kau sarapan roti saja ne, nuna harus segera pergi ke kantor, tidak apa-apa kan?”

“Ne..nuna, gwenchana..” sahut JR dari dalam kamarnya. Yura segera menaiki mobilnya dan bergegas menuju kantornya.

 

Tepat jam 7 pagi Yura sampai di tempat kerjanya, ia pun segera berlari menuju ruangan Mrs Han.

Yura mengatur nafasnya dan merapikan pakaian juga rambutnya sebelum memasuki ruangan Mrs Han, ia tidak ingin mendapat omelan dari Mrs Han karena penampilan nya tidak rapi.

15 menit sudah Yura berada di dalam ruangan Mrs Han, ia pun meninggalkan ruangan Mrs Han setelah ia di perbolehkan pergi, Yura menukuk wajahnya, perbincangan nya dengan Mrs Han membuat moodnya semakin buruk hari ini.

“Apa-apaan dia, dia bilang dia bersedia di wawancara hanya karena aku adalah teman nya?, dasar Nam Jihyun, dia pikir aku masih sahabatnya, jangan harap aku masih menganggap mu sebagai sahabat ku, nama mu sudah ku hapus dari list sahabat terbaik ku” gerutu Yura sembari berjalan menuju ruang kerjanya, ia sudah seperti orang gila, berbicara sendiri.

 

“Selamat pagi Shin Yura, apa kau siap untuk wawancara hari ini?” So Eun masuk begitu saja ke ruangan kerja Yura dengan senyuman yang lebar.

“Pagi, sama sekali TIDAK…”

“Kau kira aku juga siap..” ekspresi So Eun berubah masam.

“Aha…aku punya ide, bagaimana kalau kita minta bantuan Min Hyuk saja, bagaimana?”

“Yang benar saja, aku merasa tidak enak meminta bantuan padanya”

“Memangnya kenapa? Ah…gara-gara penolakan mu itu ya?”

Yura mengangguk.

“Ayolah, lupakan soal itu, memangnya kau mau mewawancari Jihyun? “

“Tidak, aku tidak mau..”

“Maka dari itu, kau minta bantuan Min Hyuk saja, biar dia yang mewawancarainya”

“Hey…kalau dia yang mewawancari Jihyun, lalu apa tugas kita?”

“Tugas kita hanya menyimak…” ucap So Eun sembari tersenyum, “Bagaimana? Kau maukan meminta bantuan Min Hyuk?” kali ini So Eun mengedip-ngedipkan sebelah matanya.

“Baiklah, dengan terpaksa aku akan meminta bantuan Min Hyuk, tapi…apa dia sudah datang?”

“Sudah, tadi aku berpapasan dengan nya saat menuju ke ruangan mu”

“Hm..baiklah.., aku pergi dulu ya, semoga saja dia bersedia membantu kita”

“Aku yakin dia bersedia , Shin Yura..ayo semangat…..” So Eun menepuk-nepuk pundak Yura.

 

Yura berdiri di depan pintu ruangan kerja Min Hyuk, tangan nya hampir saja mengetuk pintu, namun ia mengurungkan niatnya.

“Ketuk saja…..” ucap seseorang yang berdiri tepat di belakan Yura.

“Omo, kau membuat ku kaget saja”

“Kau mencari ku? ada apa? Apa ada yang bisa ku bantu?” pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut Lee Min Hyuk.

“Ah…hm…begini.., bisa kah kau membantu ku mewawancarai seseorang?, aku tau ini bukan tugas mu, tapi untuk kali ini saja, bisakah kau membantu ku?” Yura memohon pada Min Hyuk.

“Mewawancarai Nam Jihyun?”

“Ne..” Yura mengangguk lemas.

“Memangnya kenapa sampai-sampai kau meminta bantuan ku segala?”

“Sebenarnya, aku tidak berhubungan baik dengan nya, aku agak keberatan mewawancarinya, aku tau aku tidak professional, tapi aku benar-benar tidak sanggup untuk mewawacarainya”

“Bukan nya kalian teman baik? Ku dengar Nam Jihyun bersedia di wawancara itu semua karena kau, karena kau bekerja di sini, yang ku tau Nam Jihyun itu tidak suka di wawancara”

“Ah..kami tidak sedekat itu, jadi.. kau bersedia atau tidak membantu ku?”

Min Hyuk terdiam sejenak, menimbang-nimbang keputusan nya dulu. “M..baiklah, aku bersedia”

Yura pun tersenyum mendengar jawaban dari Min Hyuk.

“Baiklah…jam 12 siang nanti kita pergi ke The Style Blue”

“Ok…”

 

Yura melangkah riang menuju ruangan nya, sementara So Eun ia merasa cemas, ia mondar-mandir di dalam ruangan kerja Yura.

Saat pintu terbuka So Eun segera menghentikan langkahnya dan menoleh kearah pintu.

“Ya..bagaimana? apa Min Hyuk mau membantu?”  Tanya So Eun, ia pun menekuk wajahnya melihat ekspresi Yura yang muram.

“Hey…tersenyumlah, Min Hyuk bersedia membantu kita, apa kau tau? Dia sama sekali tak menyinggung kejadian waktu itu, ah..aku benar-benar lega”

“Ah..syukurlah, dia memang laki-laki yang baik, apa kau tak menyesal sudah menolak cintanya?” Tanya So Eun.

Yura menggelengkan kepalanya “Ani, aku sama sekali tidak menyesal” ucap Yura mantap.

“Ah..kau memang bodoh Shin Yura”

“Kalau begitu, bagaimana kalau ku comblangkan kau dengan Min Hyuk? Sepertinya kalian cocok..”

“Ya…Shin Yura…apa-apaan kau ini, mau menyombalangkan ku dengan Min Hyuk segala, dari pada menyomblangkan kami, lebih baik kau cari pasangan hidup mu sendir terlebih dahului, Appa mu pasti ingin segera mendapatkan seorang cucu…”

“Kau ini, aku kan sudah bilang, aku akan hidup melajang, ah…So Eun ingatan mu sudah sangat buruk rupanya”

“Ish…sembarangan saja kau ini, ingatan ku masih bagus tau, aku hanya berpura-pura saja, kau puas…?”

“Ish…” Yura hanya mendengus.

“Baiklah.., aku harus kembali ke ruangan ku, bye..bye..” So Eun melambai kearah Yura sebelum ia meninggalkan ruang kerja Yura.

 

Yura terus saja memandang jam yang terpasang di dinding ruang kerja nya.

“Shin Yura..apa kau sudah siap bertemu dengan mantan sahabat mu? dua menit lagi tepat jam 12:00 siang , itu artinya kau harus segera pergi menemui Nam Jihyun” Yura bicara pada dirinya sendiri, ia pun beranjak dari kursi saat jam menunjukan pukul 12:00 tepat.

Yura merogoh tasnya saat ponsenya berbunyi, ia mendapar satu pesan dari So Eun.

“Yura..kami tunggu kau di bawah”

“Ok”

 

“Yura…kami disini…………” teriak So Eun sembari melambai dari dalam mobil Min Hyuk kea rah Yura.Yura  segera berlari kearah mobil Min Hyuk, dan segera masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang.

Min Hyuk memperhatikan Yura yang terlihat gelisah dari cermin.

“Shin Yura..waeyo? sepertinya kau gelisah sekali?” Tanya Min Hyuk.

“Ah…gwenchana..” ucap Yura sembari mengalihkan pandangan nye ke luar jendela.

 

Yura, So Eun dan Min Hyuk sudah sampai di tempat kerja Jihyun, mereka segera turun dari mobil.

“Katanya ruangan kerja Jihyun ada di lantai 4” ucap Min Hyuk.

“Ah..begitu, kajja….” Ucap So Eun sembari menggandeng tangan Yura, saat ini detak jantung Yura bertetak tak karuan, bukan hal yang mudah bagi Yura untuk bertatap muka kembali dengan Jihyun, sahabatnya yang telah merebut calon suaminya secara tidak langsung.

“Kau tidak apa-apa kan?” Tanya So Eun berbisik.

“Ne..gwenchana…”

Mereka ber tiga sudah sampai di lantai 4, Min Hyuk mengetuk pintu ruang kerja Jihyun, setelah Jihyun mempersilahkan masuk, Min Hyuk dan So Eun melangkahkan kakinya masuk keruangan Jihyun, namun Yura, ia begitu ragu melangkahkan kakinya masuk keruangan Jihyun.

“Ah..rupanya kalian, aku sudah menunggu kedatangan kalian” ucap Jihyun sembari tersenyum “Duduklah…” ucapnya lagi.

“A..a..nnyeong haseyo…” sapa So Eun ragu-ragu, ia tersenyum namun senyuman nya terkesan seperti senyuman yang di paksakan.

“Ah…sudah lama kita tidak bertemu Shin Yura, Kim So Eun, “

“Ne..” ucap Yura dan So Eun berbarengan.

“Perkenalkan aku Lee Min Hyuk yang akan mewawancarai mu, kau sudah siap menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari ku?” Tanya Min Hyuk.

“Ne..tentu saja, aku akan menjawab semua pertanyaan dari mu”

“Baiklah kita mulai wawancaranya..”

“Biar aku yang mengambil gambar kalian..” ucap Yura, ia pun mengeluarkan kamera digitalnya dari tas nya.

“Lalu aku? Apa yang harus aku lakukan?” Tanya So Eun.

“Bodoh, rekam saja wawancara ini dengan kamera digital mu, bukankah kau membawanya?” bisik Yura.

“Ah..ia, aku lupa kalau aku membawa kamera digital” So Eun pun segera mencari kamera di tasnya.

 

Pertanyaan demi pertanyaan sudah Min Hyuk lontarkan.

“Baiklah, ini pertanyaan yang sangat penting, kudengar sebentar lagi kau akan menikah? Benar begitu? Berapa lama kalian berpacaran?”

“Ah…..itu, pernikahan itu baru rencana, aku dan kekasih ku belum menentukan waktunya, hanya saja kami sudah mempersiapkan gaun pernikahan , kami berpacaran sudah 1 ½ tahun”

“Mwo?? 1 ½ tahun, itu berarti mereka…?” mata Yura memanas, matanya mulai berair.

“Apa kau akan mengundang kami ke acara pernikahan kalian? “ Tanya Min Hyuk, Jihyun tersenyum.

“Tentu saja, aku juga menginginkan Yura dan So Eun yang menjadi pengiring kami”

“Mwo…?  Aku dan Yura? Yang benar saja, keterlaluan sekali rubah itu..” gerutu So Eun dalam hati.

“Baiklah, terimakasih karena sudah bersedia kami wawancara, kami tunggu kabar bahagia dari mu” Min Hyuk pun mengulurkan tangan nya, Jihyun pun menyambut uluran tangan Min Hyuk, mereka berjabat tangan.

“Kalian duluan saja..” ucap Yura pada So Eun dan Min Hyuk.

“Ne..kalau begitu kami pergi” Ucap So Eun, dia pun menarik tangan Min Hyuk.

 

“Benarkah yang kau katakana itu Nam Jihyun? Kalian berpacaran selama 1 ½ tahun?” Tanya Yura setelah Min Hyuk dan So Eun meninggalkan ruang kerja Jihyun.

“Ne..itu benar, awal nya aku dan Changmin hanya bermain-main saja, tapi lama-kelamaan kami saling mencintai, mianhae Yura jika kami menghianati mu” Ucap Jihyun.“Ku harap kau merestui kami, bukankah percuma jika kalian tetap bersama tapi kenyataan nya Changmin oppa sudah tidak mencintaimu lagi? Changmin oppa bukan jodoh mu Shin Yura, dia jodoh ku, lihatlah dirimu sekarang Shin Yura, kau begitu menyedihkan , ku harap kau tidak akan memohon pada ku, aku tidak akan menyerahkan Changmin oppa pada mu”

“Kau memang benar, aku memang menyedihkan, asal kau tau, dulu aku memang sangat mencintai Changmin oppa, tapi sekarang TIDAK…,kau pikir aku akan memohon pada mu? kau salah Nam Jihyun”

“Apa benar gossip yang beredar itu Shin Yura? Gossip yang menyatakan kalau kau itu seorang lesbian?”

“Menurut mu? apa sekarang ini aku terlihat seperti seorang lesbian? Ya…Nam Jihyun, sebaiknya kau urus saja urusan mu”

“Jika kau memang bukan seorang lesbian, buktikanlah pada ku”

“Tidak ada yang perlu aku buktikan pada mu, Nam Jihyun..aku membenci mu, dan aku juga membeci kekasih mu, aku harap ini adalah terakhir kalinya kita bertemu, aku pergi…” Yura pun segera meninggalkan ruang kerja Jihyun, kini ia tak bisa membendung air matanya nya lagi, sepanjang perjalanan ia terisak.

 

Yura P.O.V

Arhhh,,,….hari ini aku kesal sekali, rasanya aku ingin hilang ingatan saja, ah..aku bodoh sekali, mereka benar-benar membodohi ku, jadi selama itu Changmin menduakan ku? dia benar-benar keterlaluan. Jika saja membunuh seseorang tidak berdosa, mungkin saat Changmin meninggalkan ku demi Jihyun, aku akan menghabisi dua orang itu hari itu juga.

Aku beranjak dari halte bus dan menuju kedai ice cream yang ada di sebrang jalan, sepertinya enak sekali menikmati ice cream di saat emosi ku meledak-ledak seperti ini.

 

Aku memandangi ice crem yang berada di hadapan ku, hm..aku bingung harus memilih ice crem rasa apa.

Coklat sepertinya enak, stroberi, ah tidak vanilla juga enak, ah aku bingung, aku pilih semuanya saja, itu lebih baik, dari pada aku harus memilih salah satunya.

“Agassi…aku pilih yang ini, ini, ini, dan yang ini…” ucap ku sembari menunjuk beberapa ice cream.

“Ne..tunggu sebentar..” ucap pelayan .

Tiba-tiba saja aku merasa seseorang menarik baju ku, aku menoleh dan ternyata seorang anak laki-laki kira-kira usianya 5 tahun sedang menarik-narik baru ku.

Aku berjongkok, dan kemudia mengelus kepala anak kecil yan lucu itu.

“Ada apa adik kecil?” Tanya ku sembari tetap mengelus dan tersenyum pada nya.

“Eomma…aku ingin Ice cream…aku ingin ice crem….” Ia mengerengek pada ku, dan dia memanggil ku EOMMA, sejak kapan aku punya anak?

“Ah…kau mau ice cream, baiklah akan ku belikan, kau mau ice cream yang mana?” Tanya ku.

“Yang itu…..” dia menunjuk ice cream rasa coklat.

Karena aku tadi pesan ice cream coklat , jadi aku tidak perlu memesan nya lagi.

 

Aku mengajak anak kecil itu duduk di kursi yang tersedia di kedai ice cream ini, kami duduk bersebelahan.

Senang sekali melihat anak laki-laki ini, mengingatkan ku pada JRdulu. Dia manis sama seperti anak kecil di samping ku ini, ngomong-ngomong dimana orang tua anak ini? Aku tidak mau di tuduh sebagai penculik anak kecil.

“Adik kecil, diamana orang tua  mu?” Tanya ku pada anak laki-laki di samping ku.

Dia berhenti menyendoki ice cream nya. Dia menoleh kearah ku, omo….wajahnya belepotan  karena ice cream.

“Appa sedang pergi ke toilet, di sana…disana…” dia menunjuk kearah restoran .

“Appa mu ada di sana?”

Anak kecil itu mengangguk.

“Baiklah, aku akan mengantar mu kesana setelah ice cream-ice cream ini habis, ok..!”

“Ok eomma…” lagi-lagi dia memanggil ku eomma, menyebalkan.

 

Setelah semua ice cream habis aku segera pergi ke restoran yang tak jauh dari kedai ice cream, aku menggendong anak kecil yang memanggil ku eomma.

“Di mana appa mu?” Tanya ku.

“Di sana…” dia menunjuk meja bernomor 9. Aku pun segera berjalan mendekati meja no 9, tapi mejanya kosong, tidak ada yang duduk disana, meja nya pun masih tertata rapi, tidak mungkin anak ini di tinggal begitu saja, jika benar, ayah macam apa dia itu.

“M…apa kau ingat nomor ponsel appa mu?” Tanya ku, tidakah itu pertanyaan yang bodoh? Mana mungkin anak ini hapal nomor ponsel ayahnya.

“Aku ingat….” Dia mengangguk.

Aku menurunkan nya dari pangkuan ku dan mendudukan nya di kursi.

“Berapa nomor nya?”

Anak itu memberi tahu nomor ponsel ayahnya dan setelah aku mendapatkan nomor ponsel ayahnya, aku segera menghubungi ayah dari anak kecil ini.

“Yeboseyo…, ah..apa anda kehilangan putra anda? Ah..ne.., kami ada di restoran Rosess, kami ada di meja nomor 9, ah..ne, baiklah”

“Adik kecil, appa mu sedang menuju kemari”

“Ne eomma..” aish..lagi-lagi dia memanggil ku eomma.

“Bisakah kau tidak memanggil ku eomma?”

“ne..eomma..” ah sudahlah….terserah dia saja mau memanggil ku apa.

 

“Yong Chan…………..” panggil seseorang. Anak di samping ku menoleh ke sumber suara, omg, laki-laki itu, laki-laki itu… adalah laki-laki yang ku tendang malam itu, ais…celaka, bisa-bisa dia marah lagi pada ku.

“Appa……” anak kecil itu berlari kearahnya sembari merentangkan kedua tangan nya.

Tuhan…Apa yang harus aku lakukan? Ah..pura-pura tidak kenal saja, toh aku benar-benar tak mengenalnya.

“Kemana saja kau nak?” ucapnya sembari menggendong anak laki-lakinya.

“Makan ice cream bersama eomma..”

“Mwo?”

“Eomma yang disana?” celaka dia menunjuk kearah ku,aku pun segera menundukan kepala ku.

“Kamsahamnida, anda telah menjaga anak ku, dan mentraktirnya ice cream, aku benar-benar berhutang budi pada mu” ucap nya.

“Ah.., tidak perlu berterima kasih” ucap ku.

“Ah..sepertinya kita pernah bertemu? Dimana ya?”

Celaka dia mulai ingat, “Ah benarkah?”

“Mungkin aku salah orang” ucap nya sembari tersenyum.

“Baiklah, Yong Chan kajja kita pergi, ayo ucapkan terima kasih pada ahjuma”

Anak kecil itu berbisik pada ayahnya, ayahnya pun menurunkan dia dari pangkuanya.

“Eomma…berjongkoklah…” anak kecil itu meyuruh ku berjongkok, dengan terpaksa aku menuruti keinginan nya, dia memeluk ku dan kemudian mencium pipi ku.

“Eomma…kamsahamnida, aku pergi eomma, sampai jumpa lagi…” ucap nya riang sembari melambai-lambaikan tangan nya kearah ku, aku pun membalas lambaian tangan mungil itu.

“Sekali lagi aku ucapkan terima kasih, kami pergi…” laki-laki itu beserta anaknya pun pergi.

 

Jong Hyun P.O.V

Ah syukurlah, anak ku tidak benar-benar hilang, aku benar-benar mencemaskan nya, akhir-akhir ini dia sering sekali mengabaikan perintah ku, aku suruh dia menunggu, tapi dia malah keluyuran pergi ke kedai ice cream, benar-benar membuat ku cemas saja, hampir saja aku melaporkan kehilangan nya ke kantor polisi.Tapi untung saja perempuan itu menjaga putra ku dengan sangat baik, aku masih ingat, dia adalah perempuan yang membuat baju ku kotor, dan dia juga menendang kaki ku sampai memar, tendangan nya sungguh dasyat, tadinya aku ingin sekali marah padanya, tapi mengingat dia yang menemukan putra ku dan menjaganya, apa boleh buat aku terpaksa mengurungkan niat ku untuk memarahinya habis-habisan.

“Appa…hari ini aku senang sekali….” Ucap Yong Chan.

“Kau senag kenapa?”

“Karena aku bertemu dengan eomma yang cantik itu…aku senang makan ice cream bersamanya”  ucapnya sembari memainkan robot-robotan  di tangan nya.

Yah begitulah Yong Chan, memanggil eomma pada siapa saja yang di sukainya tapi hanya pada perempuan yang umurnya sebaya dengan ku, sepertinya perempuan itu meninggalkan kesan yang mendalam bagi Yong Chan.

“Appa…aku ingin bertemu dengan nya lagi….” Yong Chan mulai merengek dan melempar mainan nya.“Aku ingin makam ice cream lagi dengan nya, aku ingin pergi ke taman bermain bersamanya…” dia menarik-narik tangan ku, celaka, akan sangat merepotkan jika Yong Chan merengek seperti ini.

“Appa…aku ingin bertemu dengan eomma,,,,….”

“Yong Chan…ahjuma itu bukan eomma mu..”

“Dia eomma ku”

“Bukan…..”

“Dia eomma ku…eomma ku…,”

“Ah..appo Yong Chan..” dia menggigit tangan ku dan kemudian berlari meninggalkan kamarnya sembari menangis, jika seperti ini bisa di tebak, dia akan meangis sepuasnya di sudut ruang tengah, aku hanya bisa menunggunya sampai terlelap tidur, yah setelah puas menangis Yong Chan pasti akan tertidur pulas.

Aku menggendong Yong Chan dan menidurkan nya di tempat tidurnya, mata nya masih sembab, ah sedih sekali melihat Yong Chan seperti ini, tapi apa boleh buat aku tidak bisa berbuat lebih.

Tuhan apa yang harus aku perbuat? Besok pagi dia pasti akan merengek lagi? Dan dia pasti akan mogok makan, bicara, dan mogok sekolah.

Aku meninggalkan kamar Yong Chan dan masuk ke kamar ku, membaringkan tubuh lelah ku, ah..ingin rasanya aku memejamkan mata, tapi sepertinya tidak semudah itu, aku harus memikirkan cara untuk membujuknya besok, cara apa lagi yang harus aku lakukan untuk membujuknya? Yong Chan bukan anak yang mudah di bujuk dan dibohongi.

 

Author P.O.V

Selama 5 tahun Jong Hyun membesarkan Lee Yong Chan sendirian, bisa kalian bayangkan bagaimana susahnya mengurus seorang bayi sendirian? Awalnya dia ingin menyerahkan Yong Chan ke panti asuhan, namun ia mengurungkan niatnya, ia tidak tega menelantarkan bayi yang tidak berdosa.

Jong Hyun menarik laci nakas nya, dia mengambil selembar poto, poto seorang perempuan.

“Lihatlah..aku membesarkan Yong Chan dengan sangat baik, apa kau senang?” ucapnya sembari memandangi poto perempuan itu, perlahan air matanya pun menetes membasahi kedua pipinya, ia benci jika harus menumpahkan air matanya.

 

 

Yura duduk di salah satu ayunan yang ada di taman yang tak jauh dari rumahnya.

“Ah…benar-benar melelahkan, mimpi apa aku semalam, di panggil eomma oleh seorang akan kecil” Yura menghela nafas dan mengayun ayunan nya.

“Ah,,sudah ku duga nuna ada disini…”

“Ini untuk mu nuna..” laki-laki berhidung mancung itu menyerahkan lollipop dan kemudian duduk di ayun yang satunya.

“Omo…Son Dong Woon, bukankah kau ada di Jepang? Apa ini? Lollipop? Kau selalu saja memberiku lollipop”

“Aku sudah kembali ke Seoul 1 minggu yang lalu, mulai saat ini aku akan tinggal berdekatan dengan mu lagi nuna, bukan kah kau suka sekali lollipop? ”

“Tapi itukan dulu, kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah kembali ke Korea?”

“Aku kan ingin memberi mu kejutan nuna, nuna. lebih baik kita pulang saja, udaranya semakin dingin”

“Baiklah, kajja…” Yura menarik tangan Dong Woon.

“Ya…Song Dong Woon, tadi kau bilang akan tinggal berdekatan dengan ku? apa maksudnya itu?”

“Aku menyewa salah satu kamar di keluarga Jung, aku ingin tinggal berdekatan dengan mu lagi nuna”

“Mwo? Kau serius? Kau benar-benar menyewa kamar di keluarga Jung?”

Dong Woon mengangguk.

 

“Ah..akhirnya sampai juga, nuna…aku lapar, kau punya makanan tidak?” tanya Dong Woon sembari mengelus perutnya.

“Punya, tapi masih mentah, memangnya kau mau memasaknya?”

“Tentu saja mau, dulu kau yang selalu memasak untuk ku, sekarang giliran ku memasak untuk mu”

“Baiklah…”

“JR…aku pulang…” ucap Yura, ia pun masuk ke dalam rumahnya, dan Dong Woon mengekor di belakang Yura.

“Omo…siapa ini?” Yura kaget saat melihat seorang gadis duduk bersila di atas sofa ruang tengah.

“Omo…cantik sekali.., Agassi..apa kau pacar Kim Jong Hyung?”  Tanya Dong Woon sembari mendekatkan mukanya pada gadis berambut blonde itu.

“Benar kau pacarnya JR?” Tanya Yura.

“A…a..ani…aku bukan pacar JR, aku teman nya”

“Itu benar nuna, dia teman ku, mana mungkin aku berpacaran dengan laki-laki”

“Mwo??????? Dia laki-laki……………..”

 

……………………………….To be continued……………………

 

13 thoughts on “Heartstrings

  1. Eomma kndung’a yong chan emank’a kmna thor?? Mninggalkah?? *asal nebak*

    cwo bukant cwe?? Cva ya kira” :**

    next thor🙂

  2. wah, udah mulai keluar semua main castnya..keke~, dan akhirnya Jong oppa muncul..xixi,
    tp boleh sedikit ksh kritikan?? msh byk typo ni, bbrpa kta jd bentuk kata lain, agak aneh jg bca kalimatnya.. semoga next chapie bs lebih baik, keep writing thor..^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s