Falling and Waiting [part 7]

Teaser | Part 1 | Part2 | Part 3| Part 4| Part 5 | Part 6

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Cast: Kang Minhyuk

Lee Jong Hyun

Jiyeon (T-ARA)

Yoon Eunchae (OCs)

Dis: my own story

Notes: annyeong~~ author kembali setelah selesai bertempur sama UN heheh. part 7 datang🙂 jangan bosen baca and RCL ya… sttt dipart ini Minhyuknya muncul heheh. Enjoy to read

***

Tubuh mungil jiyeon muncul dari balik selimut tebalnya. Tubuhnya berjalan perlahan menuju meja rias sambil mengumpulkan nyawa. Ia menggelung rambut panjangnya sembarangan. Melirik sebentar jam dinding di kamarnya dan ia mendengus pelas. Sudah jam 7 pagi. Ia bergegas mandi dan menyiapkan dirinya untuk menjemput jonghyun, pria yang sudah beberapa bulan ini sudah naik jabatan dari namjacinggunya menjadi tunangannya. 1 minggu yang lalu jonghyun pergi ke Kanada untuk hubungan bisnis, dan pagi ini ia akan mendarat kembali dikorea, dan jiyeon sudah berjanji untuk menjemputnya.

“ommaaaa aku berangkat ya…” kata jiyeon sambil menyambar selembar roti tawar yang ada dimeja makan

“hati-hati… eh kau sarapan dulu…”

“nanti saja.. aku hampir terlambat, nanti jonghyun menungguku” kata jiyeon sambil melesat menuju garasi. Omma nya hanya tersenyum melihat tubuh jiyeon yang menghilang dibalik pintu.

***

Jiyeon mengetuk-ngetukan jarinya di kemudi. Jalanan pagi ini lebih macet dari biasanya… sebuah mobil menabrak trotoar jalan dan terbalik tepat ditengan jalan sehingga jalanan menjadi macet. Jiyeon tampak tidak sabaran. Ia takut saat jonghyun sampai, jiyeon belum sampai dibandara. Jiyeon memperhatikan cincin yang melingkar dijarinya. Cincin yang hanya dimiliki oleh jiyeon didunia ini, karena memang jonghyun memesan cincin ini exclusive hanya ada satu yang seperti ini didunia.

Pikiran jiyeon jadi melayang ke rencana pernikahannya yang baru direncanakan. Memang baru tahapan awal, tapi perasaan jiyeon sudah campur aduk.  Ia sudah tidak sabar menyandang gelar nyonya Lee.

TIIN…TIIIIN….

Jiyeon kaget mendengar suara klakson mobil dibelakangnya, ternyata jalanan didepannya sudah mulai lancar. Jiyeon segera menancap gas mobilnya, takut semakin terlambat.

Untung saja jiyeon sampai dibandara tepat waktu, ia duduk menunggu pesawat yang ditumpangi jonghyun mendarat, masih ada waktu beberapa menit. Jiyeon menyandar santai sambil memainkan ponselnya. Jiyeon memasangkan kedua headsetnya ditelinga dan mendengarkan lagu dengan santai.

5 lagu sudah ia dengarkan tapi kenapa belum ada tanda-tanda kedatangan pesawat dari Canada. Jiyeon mulai cemas, ia beranjak menuju pusat informasi.

“selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?” sapa sang receptionist

“ya, aku mau Tanya tentang penerbangan dari Toronto Canada, harusnya sudah sampai sekitar 10 menit yang lalu, tapi sepertinya belum ada pengumuman pesawat itu sudah mendarat”

“maaf nona, pesawat dengan tujuan Canada- korea yang anda maksud mengalami delay selama 1 sampai 2 jam,  karena cuaca di kawasan Canada yang tidak mendukung penerbangan. Saat ini pesawat tersebut masih dalam perjalanan”

Jiyeon mendengus kecewa, setelah mengucapkan terimakasih pada receptionist yang telah memberinya informasi,berarti ia harus menunggu dibandara ini 2 jam lebih lama.  jiyeon kembali berjalan kembali ke tempat ia duduk , tapi ternyata tempat duduk itu sudah ditempati orang lain. Ia pun beranjak mencari tempat duduk lain, tapi sedetik kemudian ia kembali melihat ke tempat duduk yang sudah ditempati orang lain tersebut. Tempat Jiyeon duduk sekarang telah di tempati oleh seorang pria yang tengah menekan-nekan layar iphonenya dengan dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya menggengam gelas kopi.

Jiyeon masih terdiam, jarak ia dan lelaki itu hanya sekitar 5 meter. Tapi jiyeon tampak ragu untuk memastikan. Ia berfikir cukup lama, kakinya ingin bergerak mendekat tapi hati dan otaknya melarang. Cukup lama ia terdiam, perlahan kakinya beranjak menjauh, tapi sebelum ia benar-benar melepaskan pandangan dari pria itu, pia itu berdiri dan entah instruksi dari mana, pria itu menoleh kearah jiyeon dan matanya tepat menatap mata jiyeon.

Kali ini, pria itu ikut terdiam, jiyeon mengurungkan niatnya pergi, hanya sebuah senyuman tipis yang terbentuk diwajah jiyeon. Perlahan lelaki itu mendekat.

“park jiyeon” sapa pria itu

“annyeonghaseyo kang minhyuk, lama tidak bertemu” jiyeon sedikit membungkuk

“ya… lama tidak bertemu” jawab lelaki yang ternyata adalah minhyuk. Suasana sedikit canggung diantara mereka.

“kau baru pulang dari London?” Tanya jiyeon basa-basi

“ya… baru saja sampai, sedang menunggu yang menjemputku” kata minhyuk lagi. Lagi-lagi suasana canggung

“ehem…. Bagaimana kalau kita mencari tempat untuk mengobrol sebentar, kita menghalangi jalan orang” kata minhyuk, jiyeon  menatap sekitar, minhyuk benar mereka sedang berdiri ditengah lalu-lalang orang yang cukup sibuk dibandara ini.

***

“korea banyak berubah…” kata minhyuk sambil mengamati dari balik jendela coffee shop di bandara.

“aku rasa tidak juga… itu karena kau terlalu lama hidup di London. Ngomong-ngomong semenjak kau tinggal di London ini kali keberapa kau pulang?” Tanya jiyeon

“ini kali pertama sejak kau yang datang ke London…. 4 tahun lalu” kalimat minhyuk mau tidak mau membuat jiyeon kembali ke 4 tahun lalu, di London bersama minhyuk yang menolaknya.

“itu… apa kau sudah menikah?” Tanya minhyuk tanpa basa-basi sambil melirik cincin yang melingkar dijari jiyeon. Jiyeon terlihat salah tingkah, tapi minhyuk menunggu jawabannya

“bukan…. Maksudku belum… kami baru bertunangan, mungkin beberapa bulan lagi baru menikah” kata jiyeon.

“kenapa kau tidak memberitahuku kabar gembira ini? Ah apakah kau disini untuk menjemput tunanganmu?” Tanya minhyuk terlihat antusias

“iya.. ia sedang dalam perjalanan dari bisnisnya. Kau sendiri  berapa lama akan tinggal dikorea?” Tanya jiyeon

“hmm… untuk waktu yang lama. Mungkin aku tidak akan kembali ke London lagi”

“oh… aku kira kau sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus disana dan aku tidak ingin kembali lagi ke korea”

“aku sudah membangun perusahaan ku sendiri di sini. Dan tujuanku kembali kekorea karena aku akan melamar kekasihku. Yoon eunchae” kata minhyuk. Jiyeon menatap minhyuk, ternyata memang semuanya sudah sangat jauh berbeda bagi jiyeon. Mereka memang benar-benar sudah menemukan jalan hidup mereka masing-masing.

“wah jadi sekarang kau sudah punya kekasih? Kau harus mengenalkannya padaku” kata jiyeon

“tentu saja, kau orang pertama yang akan aku kenalkan pada eunchae. Kau kan sahabatku” jiyeon tersenyum, setidaknya minhyuk masih ingat kalau jiyeon adalah sahabatnya.

“ah boleh aku minta nomor ponselmu? Aku pasti akan menghubungimu” kata minhyuk. Jiyeon memberikan nomor ponselnya. Tepat saat minhyuk sudah menyimpan nomor ponsel jiyeon di daftar kontak ponselnya pengumuman bahwa pesawat dari Canada sudah mendarat dengan selamat di bandara incheon.

“ah aku rasa kita harus berpisah… orang yang aku tunggu sudah mendarat”

“kau tidak berniat mengenalkanku pada tunanganmu?” Tanya minhyuk

“mungkin lain kali” kata jiyeon.

“baiklah, aku juga harus segera pulang” kata minhyuk. Mereka memberi salam dan berpisah menuju tujuan masing-masing.

Jiyeon melangkat menuju gate kedatangan, tapi sebelum itu ia menoleh melihat punggung minhyuk yang juga semakin menjauh. Sesautu bergetar dihatinya, orang yang selama ini ia rindukan, orang yang selama ini hilang sudah ia temukan, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan, ditambah kenyataan minhyuk sudah menemukan ceritanyasendiri. Jiyeon menarik nafas panjang, lalu melanjutkan langkah untuk menjemput ceritanya sendiri.

***

“chagiaaaa…” jiyeon menghambur dalam pelukan lelaki yang baru saja keluar dari gate kedatangan luar negeri. Senyum mengembang di wajah sejoli itu.

“bogoshipo” kata jiyeon

“nado… ah~ kau pasti menunggu lama ya? Mian aku tidak mengabarimu kalau pesawatku delay…. Aku sungguh minta maaf”

“tidak masalah, yang penting sekarang kau sudah sampai dengan selamat”

“hmm.. kau benar” kata jonghyun sambil mengusap puncak kepala jiyeon

“bagaimana pekerjaanmu? Semuanya lancar?” Tanya jiyeon

“yap..seperti yang diharapkan, tidak sia-sia aku pergi ke Canada. Kau tau, selama disana hanya kau yang aku pikirkan….”

“bohong!! Kau pasti lebih memikirkan semua berkas bisnismu kan? Buktinya kau hanya menghubungiku 5 menit kadang hanya pesan singkat saja” kata jiyeon berakting kesal dengan melipat kedua tangannya di dada dan membuang muka.

“miaaan…. Tapi aku harus professional disana… kau tidak sungguh-sungguh marah kan jiyeonku yang cantik?” Tanya jonghyun sambil mencubit pelan hidung jiyeon, yang digoda tidak bisa menahan senyumnya.

“sudah yuk pulang…  sudah ada banyak makanan enak dirumah, kau pasti kangen masakan korea kan…” jiyeon mengalungkan tangannya di tangan jonghyun dan mereka beranjak keluar dari bandara.

***

Minhyuk melambaikan tangan pada wanita yang sedang berjalan kearahnya, syal yang melilit dilehernya sedikit ia longgarkan agar bisa sedikit bernafas.

“mian lama menunggu, tumben sekali jalanan macet separah ini”

“gwenchana chagi, aku mengerti” kata minhyuk, sedetik kemudian wanita itu sudah memeluk minhyuk

“bogosipo…  akhirnya aku isa bertemu denganmu di korea. Sudah lama aku menunggumu pulang” katanya, minhyuk tersenyum dan membalas pelukan wanita itu.

“2 bulan tidak bertemu ,kau sekangen ini denganku?”

“hmm…” jawab wanita itu masih dalam pelukan hangat minhyuk

“kau tidak malu berpelukan ditengah bandara ini?”

“tidak. Kenapa harus malu? Aku kan memeluk pacarku sendiri, right?”

“yoon eunchae… kalau kau terus memelukku, bagaimana bisa kita pulang?” Tanya minhyuk, wanita bernama eunchae itu tersenyum lebar dan melepaskan pelukannya.

“ayo pulang, semua orang sudah menunggu kedatanganmu. Ah aku lupa mengatakan sesuatu…”

“what?”

“welcome to your home, darling… welcome to Korea…”

“thank you..ah salah. Gomawo” kata minhyuk, sambil menarik eunchae dalam dekapannya dan mereka meninggalkan bandara Incheon.

***

“jiyeonna~~… kemari sebentar, ada kiriman pos untukmu” panggil omma jiyeon.

“ne, omma? Ada surat untukku?”

“ini” jiyeon membaca alamat pengirimnya. Surat dari SMA nya ia membuka surat itu, dan ternyata sebuah undangan reuni

“wah reuni.. sudah lama sekali aku tidak mengunjungi SMA ku” kata jiyeon

“kapan reuninya diadakan?”

“sabtu depan”

“ahh kau ajak jonghyun sana, kenalkan dia pada teman-temanmu. Pasti mereka iri kau akan menikah dengan lelaki setampan jonghyun…”

“omma, jonghyun pasti sibuk”

“setiap sabtukan dia libur, biar omma yang bilang. Dia pasti tidak bisa menolak” jiyeon hanya diam menyetujui, kalau ommanya sudah punya ide tidak ada yang bisa menghalanginya.

***

Sabtu ini udara cukup dingin, tapi setidaknya sinar matahari sedikit menghangatkan.  Jonghyun dan jiyeon yang baru saja turun dari mobil segera menuju aula SMA jiyeon. Seperti yang direncanakan ommanya, jonghyun menyanggupi mengatar jiyeon datang ke acara reuni SMA nya.

“kau masih ingat teman-temanmu?” Tanya jonghyun

“tentu saja, baru sekitar seminggu lalu aku bertemu dengan hyeri dan hanyoung”

“ramai juga” kata jonghyun lagi sambil menggandeng tangan jiyeon

“iya, maklum saja 5 angakatan sekaligus reuni bersama”

“ah itu teman-temanku…” kata jiyeon sambil menunjuk sekelompok orang, ia mengajak jonghyun untuk mendekat

“hyeri, hanyoung, jihyun” panggil jiyeon satu persatu

“kyaa… jiyeon akhirnya kau datang” sambut mereka dengan pelukan. Lalu 3 wanita itu melirik jonghyun yang sedang tersenyum pada hyeri, hanyoung dan jinhyun

“ah ini kenalkan, Lee jonghyun tunanganku” kata jiyeon

“waaa kau sudah bertunangan rupanya.. kenapa kau tidak mengundang kami?”

“mianhae, setelah lulus sekolah kita tidak saling menghubungi, jadi aku tidak tahu harus menghubungi kalian kemana, aku kehilangan jejak kalian”

“ne, kami mengerti. Tapi sebagai gantinya saat kalian menikah nanti kalian harus mengundang kami”

“ah tentu saja…., apa kalian sudah bertemu teman-teman yang lain?” Tanya jiyeon

“kau sangat beruntung jonghyun-ssi , bisa menjadi tunangan jiyeon. Ia ini perempuan yang lembut dan sangat penyanyang”

“tentu saja, aku tidak akan salah memilih, jiyeon memang sudah ditakdirkan untukku” kata jonghyun. jiyeon tersipu malu

“tuh kan lihat, mereka sangat serasi” komentar teman-teman jiyeon membuat wajah jiyeon semakin merah.

“kau sudah bertemu dengan minhyuk? Tadi aku melihatnya sudah datang, mungkin ia sedang berkumpul dengan teman-teman sekelasnya dulu”  kaya hyeri.

“belum, aku belum bertemu dengannya. Mungkin nanti aku akan menemuinya”

“kau maish berkomunikasi dengannya? Kalian kan sahabat karib sedari dulu”

“tidak, sudah lama kami tidak saling menghubungi. Ia tinggal di London jadi kami sudah lama tidak bertemu”

“kalau begitu kau harus bertemu dengannya untuk melepas kangen”

Jiyeon hanya tersenyum mendengar komentar teman-temannya.

“kalau begitu, kami berkeliling dulu. Kalian juga silahkan berkeliling berdua” tak lama jiyeon dan teman-temannya pun berpisah.

“jadi disini kau bersekolah dulu? Kau pasti murid yang cerewet”

“enak saja, aku ini murid cerdas” protes jiyeon

“oh ya? Kalau begitu murid cerdas yang cerewet”

“ya!! Aku ini ….”

“jiyeon!” jonghyun dan jiyeon sontak menoleh kearah datangnya suara yang memanggil jiyeon. Minhyuk dan seorang wanita disampingnya mendekat kearah jiyeon dan jonghyun.

“annyeong~” sapa minhyuk.

“annyeong~” jawab jiyeon

“akhirnya kita bertemu lagi, ah kenalkan yeojacingguku Yoon eunchae” kata minhyuk wanita yang sekarang sedang digandeng minhyuk ini mengulurkan tangan dengan senyumnya yang manis.

“dia ini jiyeon, yang sering aku ceritakan” kata minhyuk. Jiyeon sedikit terkejut, ternyata minhyuk sering membicarakannya pada eunchae, kebalikan dengan dirinya.

“kenalkan juga ini Lee jonghyun….tunanganku” kata jiyeon. Jonghyun menyambut uluran tangan minhyuk. Lalu jonghyun jonghyun kembali menggenggam tangan jiyeon, seperti sengaja menunjukan kemesraan mereka.

“bagaimana kalau kita mengobrol bersama disana” tunjuk minhyuk pada sebuah sudut sekolah yang tidak terlalu ramai.

***

“dulu aku dan minhyuk sering berlatih basket disini, ya memang bersama dengan teman-teman lain, tapi aku dan minhyuk sering one on one. Minhyuk sering memenangkan permainan karena tubuhnya tinggi jadi dengan mudah ia merebut bole dariku” cerita jiyeon panjang lebar

“sepertinya dulu kalian sangat dekat” eunchae menanggapi dengan antusias

“memang!” kali ini minhyuk yang menjawab tak kalah semangat

“kami sangat dekat, saking dekatnya kami tau kebiasaan dan aib masing-masing hahaha… kami hampir tidak punya rahasia, bahkan aku masih ingat kebiasaannya. Jiyeon sering sekali terjatuh. Apa kau masih gampang jatuh huh?”

“sudah tidak… tidak sesering dulu. Tapi karena kebiasaanku jatuh itu lah aku dan jonghyun bisa seperti sekarang ini”

“oh ya? Coba ceritakan awal kalian bertemu?”

“jonghyun ini kaka kelas dikampusku, kami sering bertemu dan berbincang… suatu hari aku teledor dan terjatuh, untung jonghyun melihatnya dan menolongku. Dari situlah awal kedekatan kami” cerita jiyeon

“kalau kalian?” Tanya jonghyun

“hahaha… pertemuanku dan minhyuk sangat tidak sengaja. 3 tahun lalu aku mengikuti pertukaran mahasiswa di London selama 1 tahun,  saat itu aku sedang berjalan-jalan keliling London seorang diri, maklumlah aku ingin mengenal lingkungan baruku yang sangat jauh berbeda dengan korea. Tapi aku tersesat, untung aku bertemu minhyuk sesama orang korea, akhirnya ia mengantarku berkeliling dan selama 1 tahun itu kami sering bertemu karena ternyata kamu satu kampus”

“ternyata cerita kita sangat unik ya”

“jiyeonna, kau dan jonghyun tampak sangat serasi. Kalian pasti saling mencintai. Aku iri dengan kalian” kata eunchae sambil menatap jonghyun dan jiyeon yang memang tampak sangat serasi.

“tidak juga, kami biasa saja” kata jiyeon, entah kenapa kali ini ia kurang nyaman bila dipuji serasi dengan jonghyun, padahal biasanya ia sangat bangga. Mungkin karena pujian itu dilontarkan didepan minhyuk yang saat ini sedang menatap jiyeon dengan tatapan yang sulit diartikan.

“kita juga akan menyusul mereka kan, jagi? Bertunangan lalu menikah” Tanya eunchae manja pada minhyuk

“tentu saja, bee” jawab minhyuk mantap sambil tersenyum pada eunchae yang ia panggil bee sebagai panggilan sayang . Kali ini jiyeon yang terperanjat melihat betapa tulusnya senyuman minhyuk pada eunchae, genggaman tangan minhyuk pada eunchae dan panggilan sayang yang terlontar dari bibir minhyuk untuk eunchae. Walaupun sekarang tangannya pun sedang dalam genggaman hangat jonghyun, walaupun jonghyun mempunyai senyuman yang tak kalah tulus dan tampan dari minhyuk, walaupun jonghyun selalu memanggilnya dengan kata-kata yang tak kalah mesra dari pada yang dilakukan minhyuk pada eunchae, tapi jiyeon tetap merasa seharusnya genggaman, senyuman dan kata-kata itu untuknya. Minhyuk lelaki yang membuat hidup jiyeon terasa kurang lengkap, sekarang sudah ia temukan, sudah kembali tapi bukan untuk melengkapi hidupnya, tapi untuk melengkapi hidup orang lain yang dicintainya, untuk eunchae bukan untuk jiyeon.

***

“sudah sampai” jonghyun menghentikan mobilnya dideapn gerbang rumah jiyeon

“kau tidak turun?” Tanya jiyeon saat sadar kalau hanya dia yang membuka sabuk pengaman.

“tidak, sudah agak malam. Besok saja aku kesini lagi”

“oh, baiklah. Kalau begitu hati-hati ya. Nanti hubungi aku, okay”

“baiklah. Ehm tunggu…”

“ada apa?” Tanya jiyeon sedikit heran, jarang jonghyun permisi untuk menanyakan sesuatu seperti ini.

“apakah kau masih menyimpan perasaan pada minhyuk?” kalimat jonghyun tapi sukses membuat jiyeon terdiam

“diam? Artinya iya” kata jonghyun

“aku tidak menyimpan perasaan apapun pada minhyuk, kami masih sahabat. Kenapa kau Tanya begitu?”

“tapi matamu tidak mengatakan kalau kalian hanya sahabat. Dari caramu memperhatikan gerak gerik minhyuk, dari caramu melihat minhyuk. Itu bukan tatapan seorang sahabat saja, jiyeon. Itu lebih dari tatapan seorang sahabat. Aku tau kau merindukannya lebih dari itu. aku tahu 4 tahun bukan waktu yang sebentar untuk melupakan perasaanmu pada minhyuk. Aku tau 4 tahun lalu kau mencintainya, sebelum kita bersama. Apakah perasaan itu muncul lagi? Setelah 4 tahun kau melupakannya?”

“tidak, aku tetap mencintaimu, dan akan seperti ini seterusnya. Masalah minhyuk, itu bukan masalah sekarang. Aku tetap mencintaimu” kalimat terakhir jiyeon ucapkan dengan penuh keyakinan.

“percaya padaku” mata jiyeon mengisyaratkan bermacam-macam perasaan. Saat mata jonghyun melihat jauh kedalam mata jiyeon, jonghyun tau, apa yang jiyeon ucapkan semuanya tidak sesederhana itu.

***

Minhyuk dan eunchae sedang menikmati suasana malam di balkon apartement eunchae, mereka memilih menikmati kopi bersama ditemani lampu kota kelap-kelip dibawah sana, sebelum minhyuk pulang kerumahnya sendiri.

“aku rasa kau dan jiyeon sangat dekat. Pasti kalian melewati masa –masa sekolah yang menyenangkan”

“ya, tentu saja. Aku tidak akan pernah melewatkan masa-masa itu”

“hmm… apa dulu kau punya hubungan khusus dengan jiyeon? Seperti pacaran?” minhyuk menoleh pada eunchae yang menunggu jawaban minhyuk dengan penasaran.

“tidak, kami hanya sahabat sampai sekarang”

“kalau begitu, apa kau menyukai…atau bahkan mencintai jiyeon?” minhyuk tersentak

“kenapa kau bertanya sepererti itu? kau meragukan aku?”

“kau terlihat bersemangat setiap kali bercerita tentang jiyeon” . memang benar, eunchae tidak pernah melihat minhyuk seperti sekarang, bercerita dengan penuh senyum. Matanya berbinar sejak pulang dari reuni tadi, persis seperti bocah kecil yang terlalu bahagia menemukan barang kesayangannya yang lama hilang.

“kau belum menjawab pertanyaanku” kata jiyeon, yang ditanya maish diam, menerawang seperti sedang memikirkan sesuatu dengan ragu-ragu.

“hmm… tidak…. Aku tidak menyukainya, atau bahkan mencintainya. Aku hanya mencintaimu seorang, yoon eunchae. Kau juga mencintaiku kan?” Tanya minhyuk.

“ya… aku juga sangat mencintaimu” eunchae menghambur dalam pelukan minhyuk, dalam senyumnya eunchae tahu apa yang keluar dari mulut minhyuk tidak semuanya benar, ada banyak hal yang eunchae belum tahu tentang sejauh mana jiyeon ada dalam hari-hari minhyuk dulu.

***

Jiyeon menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut. Sudah hampir jam 2 dini hari, tapi matanya belum juga terpejam. Semuanya bercampur dalam otaknya sekarang. Hal yang paling ia takutkan akhirnya kembali.  Minhyuk datang dari masa lalunya, dan sekarang ia sudah bersama jonghyun. tidak ada yang salah memang dengan hubungannya dengan jonghyun. tapi sekali lagi jiyeon hanya bisa menunggu, apa yang akan terjadi selanjutnya. Menunggu dan menunggu apakah yang selama ini takutkan akan benar-benar terjadi?

–TBC–

23 thoughts on “Falling and Waiting [part 7]

  1. Akhirnya!!
    Keluar juga part 7 nya. Aduh saya yg jadi reader nya jg ikutan bingung. Ga tega deh kalo Jonghyun sakit hati, udh sebaik itu sama Jiyeon. Tapi kasian Jiyeon jg, pasti msh kebayang2 Minhyuk. Nice konflik author, keep writing! Update soon!🙂

  2. Aduh galau ni jiyeonnya sama siapa (-̩̩-̩̩_-̩̩-̩̩)
    Pengennya sih sma minhyuk wkwkwk
    Tp kasian jonghyun
    Aaaaaaaaa
    Pusing
    Postingnya jangan lama” ya thor ehehhehe
    D tunggu😀

  3. ini blum greget sarah~~ lanjut lagi..kkkk… Ow..sama MH :3 makasih yah sunbae~~ ditunggu masalah super kompleksnya~~Jiyeon di antara dua persimpangan dan konflik pertautan hati antara Mh-JY-JH

  4. aish jiyeon galau -_-
    walaupun aku baru baca part inih, aku sudah mendapatkan feelnya #eijieeh
    jiyeon ama minhyuk aja biar yoonchae ama jonghyun. kasian jonghyun kalo jiyeon ternyata masih ada feel ke bang unyuk xD
    lanjutlaah, nice ff
    (^_~)b

  5. Cinta segi4 nihh ?? Jd inget Full house dehh.. Kekeke~xD

    Jiyeon mha jonghyun ajah…
    Minhyuk mha eunchae…
    yonghwa mha aquhh *lol* #abaikan

    next thor…
    Dtunggu scepat’a… Hehe🙂

  6. Aach dtang jga part 4nya…
    Jiyeon mlai galau lg nie…!
    Dah jiyeon lpain minhyuk,,hdup bhagia lah brsama jonghyun… ;>
    tpi penasaran ma perasaan minhyuk ma jiyeon yg sbnarny..!
    Next partny jngan lama y chingu…!?
    Q tnggu loch,, ;>

  7. Aduch jiyeon galau tingkat dewa nich…hehehe
    jiyeon ma jonghyun ja udah..
    Cptan nikah dech jongji couple…
    Next partny palliii…

  8. Aduuuh..
    klo jiyeon.sama Minhyuk kasian.Jonghyun dong??
    aigoknp jd galau n complicated bgini??
    ya sudrahlah..
    mnding liat akhirnya aja,,
    Pkoknya smngat buat author,,
    next part udpade soon^^

  9. *uhuk*
    hyeri sama hanyoung kayak kenal xDDD
    cieeee, masih ga rela aja minhyuk sama cewek lain, muanya sama jiyeon aja
    lanjut sar

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s