I’m Still In Your Love Story {Still in Love] (Chapter 1)

Title : I’m Still In Your Love Story (Chapter 1)

Author : Weny Jung

Cast : CNBLUE Jung Yonghwa, SNSD Seo Juhyun, Seo Hana (OCs), Kim Yoonsoo (OCs), Go Ara, DBSK Jung Yunho, and other.

Genre : Romance, Hurt, Angst, AU.

Rating : PG-15

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Cast minjem nama doang. Tapi alur ceritanya murni, IT’S MINE.

Poster : Aku ngambil dari fanbase YongSeo di FB🙂

~~

“Hidup dan cinta bukanlah pilihan. Keduanya adalah dua hal yang saling mengisi untuk memberi warna bahagia pada kepingan cerita perjalanan manusia. Akan sangat indah jika keduanya bisa berjalan beriringan. Namun, saat waktu memaksa memilih salah satu dari keduanya. Akankah kau merelakan salah satunya untuk kau korbankan? Atau berlaku egois dan membuatmu ingin selalu mendapatkan keduanya?”

~~

Chapter  1 : The First

April 2012

Paris, Perancis

Seorang wanita cantik membuka sebuah pintu kamar dan melangkahkan kakinya pelan pada single bed mini di dalam kamar itu. Perlahan wanita itu duduk di tepi ranjang dan menyingkapi selimut bergambar kartun Pororo didepannya. Terlihat seorang gadis kecil nan cantik yang masih asyik tertidur dan memeluk guling kecilnya. Wanita itu tersenyum, tangannya perlahan mengusap kepala gadis kecil itu dengan sayang, dan mengecup pipi tembamnya lembut. Dilihatnya jam digital yang ada di samping ranjang, dan ia memutuskan untuk secepatnya membangunkan malaikat kecil di depannya.

“Hana-ya.. Bangun sayang.. Sudah pagi..”, bisiknya pelan. Gadis kecil yang dipanggil Hana itu hanya menggeliat kecil, belum mau membuka mata rupanya. Wanita itu tidak tinggal diam. Perlahan ia beranjak menuju jendela dan..

-SRET-

Cahaya matahari pun menyinari kamar kecil itu karena wanita itu membuka gordennya. Sinar mentari itu sukses mengetuk kelopak mata gadis kecil tadi. Terbukti dengan gadis kecil itu mulai merasa tak nyaman dan menggeliat dalam tidurnya.

“Dear, wake up now, baby. Time to school.”. Wanita itu masih membujuk putri kecilnya untuk bangun. Sang gadis kecil pun mulai terjaga mendengar suara indah ibunya. Ia mengerjapkan matanya lucu dan berusaha beradaptasi memfokuskan pandangan matanya karena baru bangun tidur.

“Morning, Mommy..”, ucapnya dengan suara lemah, tak lupa seulas senyum menghiasi bibir mungilnya.

“Morning dear. Tidurmu nyenyak?”

Sebagai balasan pertanyaan ibunya, gadis kecil itu hanya menganggukkan kepalanya.

“Baguslah.  Segera mandi, ne? Eomma akan siapkan bajumu.”

“Arraseo, Eomma. CUPP~”, ucap gadis cilik itu sambil mengecup pipi ibunya singkat. Sedetik kemudian ia sudah lompat dari ranjangnya dan bergegas masuk ke kamar mandi.  Membuat sang ibu tertawa kecil melihat tingkahnya dan mulai membereskan kamar putrinya.

~~

“Hana-ya, jangan nakal ne? Turuti semua perintah songsaengnim-mu di sekolah ini. Dan belajar dengan giat.”, Seohyun membelai rambut hitam panjang anak semata wayangnya, Seo Hana setelah mereka sampai di depan gerbang sekolah Hana.

“Arraseo, Eomma.”, jawab Hana dengan senyum manisnya. Meskipun tinggal di Paris, Seohyun selalu mengajak Hana untuk berbahasa Korea, meskipun Hana harus lebih banyak belajar Bahasa Inggris dan Perancis di lingkungannya. Karena memang dari sanalah mereka berasal.

“Bagus. Nanti saat jam pulang, Eomma akan menjemputmu. Jangan kemana-mana, okay?”

“I see, Mommy.”

Hana mulai berlari ke menuju pintu gerbang namun beberapa saat kemudian ia berbalik dan membuat Seohyun mengernyit bingung.

“Why dear?”

“You’re forget something, Mommy.”

Sedetik kemudian, Seohyun tersenyum mengetahui maksud Hana, ia mensejajarkan tingginya dengan sang anak dan mengecup kedua pipi chubby-nya.

-CHU-

“Bye Mommy, saranghae..”, teriak Hana setelah berlari menjauhi Seohyun, tubuh mungilnya pun mulai menghilang ditengah anak-anak kebangsaan Korea yang bersekolah disana bersamaan dengan bunyi bel sekolah pertanda akan dimulainya kegiatan belajar-mengajar.

~~

April 2012

Seoul, Korea Selatan

-KRINGGGGGG-

Dering alarm digital berbunyi nyaring seakan memenuhi sebuah kamar yang bergaya minimalis. Seorang laki-laki yang awalnya bergumul di dalam selimut di kamar itupun mulai bergerak. Menandakan bahwa dirinya cukup terusik dengan bunyi berdenging itu. Dengan malas dan mata yang masih tertutup, ia mematikan alarm digital itu dan memaksakan diri untuk segera bangun. Setelah duduk dan melakukan perenggangan—untuk mengumpulkan nyawanya, namja itu turun dari kasurnya.

-CKLEKKK-

Bau harum nasi goreng segera menghampiri indera penciuman namja itu ketika ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Ia berjalan lunglai menuju arah dapur dan mendapati sang istri tengah sibuk dengan kegiatan masak-memasaknya.

“Sudah bangun Oppa? Selamat pagi.”, ucap yeoja itu—manis.

“Ne, pagi Yoonsoo-ah.”, namja itu mengambil segelas air putih dan meneguknya dalam beberapa tegukan. Itu adalah kebiasaannya setelah bangun tidur.

“Kau mau sarapan dulu?”. Namja itu menggeleng menjawab pertanyaan istrinya.

“Aniya. Aku ingin cuci muka dulu. Mataku terasa sangat berat.”

“Arraseo.”

Setelah beberapa menit di kamar mandi, namja itu kembali ke meja makan dan memulai sarapan bersama istrinya.

“Yonghwa Oppa, apa masakanku enak?”

Namja itu—Yonghwa menganggukkan kepalanya pelan. “Ne, mashitta.”

Dan suasana sarapan pagi itu pun kembali hening.

“Oppa, hari ini Eomma akan mengajakku untuk pergi belanja.”

Yonghwa menatap Yoonsoo sekilas. “Lalu?”

“Apa aku boleh pergi?”

Alis Yonghwa mengernyit heran. “Tentu saja. Sejak kapan aku punya hak melarangmu pergi dengan Eommamu?”

Yoonsoo tersenyum tipis. “Aku akan pulang malam. Kau tahu jika Eomma sudah berbelanja , beliau bisa lupa waktu.”

“Tak masalah bagiku. Masalah makan, aku bisa makan diluar.”

Suasana kembali hening. Yoonsoo memutuskan untuk tidak berbicara lagi pagi ini dan melanjutkan sarapannya.

“Aku selesai. Terima kasih untuk sarapannya Yoonsoo-ya..”

“Ne.”

Yonghwa melangkahkan kakinya ke kamar untuk segera mandi. Meninggalkan Yoonsoo yang terdiam menatap sarapannya.

~~

Seorang wanita paruh baya yang masih sangat terlihat cantik membawa secangkir teh hangat ke teras rumahnya dan duduk di samping seorang laki-laki paruh baya yang juga masih terlihat tampan—suaminya.

“Yeobo, ini tehnya. Diminum dulu.”, suara wanita itu mengintrupsi kegiatan suaminya yang tengah membaca koran pagi. Dan laki-laki itu menyambut pemberian istrinya dengan senyuman.

“Gomawo, yeobo.”

Wanita itu hanya tersenyum sebagai balasan ucapan terima kasih dari suaminya dan ikut duduk di kursi di samping sang suami.

“Akhir-akhir ini kau jarang pergi ke kantor, yeobo.”

Jung Yunho—nama namja paruh baya itu menyesap tehnya pelan sebelum menjawab pertanyaan istrinya—Go Ara”.

“Aku ingin membiasakan Yonghwa mengurus semuanya tanpa aku. Kalau aku terus datang ke kantor, yang ada dia hanya akan bergantung padaku terus. Lagipula, sebentar lagi ia akan mengambil alih tugasku sebagai direktur utama perusahaan.”, ucap Yunho tenang. Ara menganggukkan kepalanya mengerti.

“Anak kita, sudah dewasa sekarang. Ah~ rasanya baru kemarin dia lahir dan selalu bersikap manja padaku. Selalu merajuk memintaku untuk memasak makanan untuknya. Dan banyak lagi.”, Ara menghela nafasnya pelan. Mendengar ucapan sendu istrinya, Yunho menggengam tangan kanan Ara erat.

“Kau jangan terlalu memikirkannya, sayang. Dia sudah punya kehidupan sendiri sekarang.”

“Aku tahu. Aku hanya merindukannya.”

Yunho menatap wajah cantik istrinya lekat. Ia memilih diam dan sibuk mengecup punggung tangan istrinya sekarang.

“Yeobo, aku punya rencana. Siang ini aku akan mengantarkan makan siang untuk Yonghwa. Apa boleh?”

Yunho tertawa kecil mendengarnya. “Tentu saja boleh, sayang. Rasanya pertanyaan itu tak penting untuk ku jawab.”

Dan Ara yang mendengar jawaban Yunho hanya bisa tersenyum manis.

-DRRTT, DRRTT-

Getaran handphone Ara mengintrupsi kegiatan dua manusia itu.

“Siapa?”, tanya Yunho.

“Besan kita, Nyonya Kim.”. Yunho mengangguk mengerti.

Selesai memberi penjelasan pada Yunho, Ara mengangkat panggilan itu.

“Yeoboseo.”

“…”

“Tidak, kau tidak mengganggu Kim-ssi, ada perlu apa?”

“…”

“Belanja? Kapan?”

“…”

Mendengar jawaban dari seberang sana, Ara menatap suaminya sekilas yang kini tengah sibuk menyesap teh-nya.

“Mianhaeyo. Aku tidak bisa, Kim-ssi. Aku ada jadwal siang ini. Kalian saja. Bukankah ini acara jalan-jalan ibu dan anak?”

“…”

“Ne, mianhaeyo aku tidak bisa ikut Kim-ssi. Tapi terima kasih atas penawarannya. Sampaikan salamku untuk Yoonsoo.”

“…”

“Ne, annyeong.”

-FLIP-

“Apa katanya yeobo?”, tanya Yunho.

“Ia mengajakku belanja siang ini, bersama Yoonsoo. Tapi dengan halus aku menolaknya.”

“Tumben sekali kau menolak tawaran berbelanja, hmm?”, goda Yunho.

“Isshh, kau tidak tahu dia saja, yeobo. Hasrat belanja Nyonya Kim lebih parah berkali lipat dariku. Aku baru tahu kalau dia berbelanja dia bisa lupa waktu sampai lupa makan dan memikirkan orang lain. Aku jera rasanya berbelanja bersamanya. Aku memang suka belanja tapi tak separah dia. Lebih baik aku menghabiskan waktu dengan anakku.”, cibir Ara mem-pout-kan bibirnya lucu.

“Aigoo aigoo.. Istriku ini ternyata sadis juga yaa. Tapi kau sangat menggemaskan jika cemberut seperti itu yeobo. Sudah lama aku tak melihatnya. Hahaha.”, goda Yunho sambil menoel pelan dagu istrinya.

“Aisssh, kau menyebalkan yeobo.”

“Arraseo, arraseo. Mianhae ne? Jangan cemberut begitu dong. Wajahmu membuatku ingin ‘memakanmu’ saat ini juga, kau tahu? Apa kau mau kita melakukannya sekarang, heum?”

Wajah Ara langsung memerah menahan malu mendengar ucapan Yunho. Yah, meskipun usia mereka memasuki setengah abad, namun kehidupan percintaan mereka layaknya pasangan pengantin baru. Masih hangat dan penuh dengan cinta yang menggebu-gebu. Dan ucapan Yunho, yaaahh—mereka baru melakukannya kemarin. U know what I mean.

“Jangan terus-terusan menggodaku, Jung Yunho.”

“Hahaha.”

~~

“Bagaimana menurutmu yang ini, Yoonsoo-ah?”, tanya seorang yeoja paruh baya yang gayanya masih terlihat stylish pada anaknya.

“Bagus Eomma.”, jawab Yoonsoo singkat.

Wang Jihye—nama yeoja paruh baya itu mendenguskan nafasnya sebal. “Kau ini hanya bilang bagus dari tadi. Apa tidak bisa memberikan komentar lain, eoh? Tidak biasanya kau Eomma ajak belanja malah seperti ini.”

Dan Yoonsoo hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Eommanya. Setelah sekian lama berbelanja, akhirnya Yoonsoo dan Jihye memutuskan untuk beristirahat di café dalam mall besar itu.

“Yoonsoo-ya, bagaimana hubunganmu dengan Yonghwa, suamimu?”

Yonnsoo meminum juice strawberry-nya sejenak lalu menjawab, “Baik-baik saja Eomma.”

“Dia sudah mulai mencintaimu?”

“Mollaseo.”

Jihye memutar bola matanya malas mendengar ucapan sang anak.

“Kau ini bagaimana sih? Sudah 1 tahun bertunangan dan akhirnya 6 bulan belakangan ini menikah, masa dia belum juga mencintaimu?”

“Perasaan seseorang tidak bisa dipaksa, Eomma”

Jihye menyesap green tea-nya dan menatap anaknya intens.

“Dengar Yoonsoo-ya, kalau dia belum bisa mencintaimu. Kau harus bertindak agresif duluan. Bermanja-manjalah padanya dan sering-sering memperhatikannya. Dengan begitu dia akan tertarik padamu. Arraseo?”

“Akan ku usahakan, Eomma.”

“Satu lagi, aku, appamu, dan kedua orang tua Yonghwa sudah tidak sabar untuk menimang cucu dari kalian berdua.”

Dan ucapan Nyonya Kim itu sukses membuat Yoonsoo hampir tersedak.

~~

Ara melangkah anggun menuju ruangan kerja Yonghwa sambil menenteng plastik yang berisikan makan siang untuk anaknya. Sengaja Ara tak memberi tahu Yonghwa tentang rencana kedatangannya karena ingin membuat kejutan untuk anak semata wayangnya itu. Ia menghampiri Yoon Bomi—sekretaris Yonghwa di Fourgers Company.

“Yoon Bomi-ssi..”

“Annyeonghaseyo, Nyonya Jung..”, ucap Bomi sambil membungkuk sopan/

“Apa Yonghwa ada di dalam?”

“Jung Sajangnim mengahadiri rapat dengan klien baru di ruang direksi, Nyonya. Rapat baru berjalan sekitar 1 jam.”

“Apa dia sudah makan siang?”

Bomi enjawab dengan ragu dan gugup, “Setahu saya… belum Nyonya..”

Ara menatap kesal pada sekretaris cantik itu. “Kau ini bagaimana sih? Kenapa mau menyetujui agenda rapat disaat makan siang seperti ini. Yonghwa itu punya penyakit maag. Dia tidak boleh telat makan!”, bentak Ara. Dia tak bermaksud marah, tapi saat menyangkut tentang kesehatan Yonghwa, Ara memang cukup overprotektive.

“Mianhamnida Nyonya Jung.. Saya tidak tahu soal itu. Saya akan memperbaikinya jadwalnya, Nyonya.”

“Baik. Tolong beritahu Yonghwa kalau setelah dia rapat, segera ke ruangannya. Bilang saja ada yang ingin bertemu. Saya akan menunggu di dalam.”

“Ne, algeseumnida Nyonya Jung.”

Dan Ara pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Yonghwa.

~~

Ara sengaja berkeliling ruangan Yonghwa untuk mengusir rasa bosannya. Melihat-lihat desain interior dari ruangan berukuran sedang itu. Namun, ia menemukan suatu keganjilan di meja kerja Yonghwa.

“Kenapa Yonghwa tidak memanjang fotonya dan Yoonsoo disini? Yang dipajang malah foto keluarga saja..”

Tak sengaja Ara membuka laci meja kerja Yonghwa dan menemukan sebuah kertas—surat?

Maafkan aku, sudah menjadi lelaki pengecut yang tak berani mengambil keputusan tegas.

Maafkan aku, atas sikapku yang membuatmu terluka.

Jauh di dasar hatiku, aku juga sangat terluka.

Aku tak ingin berakhir seperti ini.

Aku terima kau membenciku.

Asal aku tetap bisa melihatmu.

Bogoshippo, Hyun..~

(September 2011)

Kening Ara mengkerut. Otaknya sibuk berpikir. “Hyun? Siapa dia?”

-TBC-

PS : Mian baru update .___. Gimana part 1 nya? Mungkin disini, konflik belum tapi nampak. Tapi semoga readers suka dan ngga bosen yaaa^^

Yoonsoo itu author ambil namanya dari cewe (guru dance) yg disukai abang Yonghwa di Heartstring. Nah kalo, istrinya Yunho—Go Ara itu yg di MV Before U Go nya DBSK. Dan Wang Jihye—pasangan Kim Jaejoong di Protect The Boss. Karena ceritanya Yoonsoo itu anaknya Jihye sm Jaejoong xD.

Bakal ada penambahan tokoh maybe tiap chapternya. Tergantung diperlukan atau ngga. Tapi, main cast tetep YongSeo xD

Sekian dari Author. Kalo ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan komen aja atau tanya author di twitter @wnfly3828.

Mind to comment and kasih jempolnyaaaaa??

21 thoughts on “I’m Still In Your Love Story {Still in Love] (Chapter 1)

  1. Pertama.. Aku mau blg, aku suka banget sama covernya🙂 tapi.. FF-nya kependekan T,T rasa penasaran aku msh banyak nih. Tapi aku kok jd kasian sama semua main castnya ya disini? Mau itu Seohyun, Yonghwa, sm Yoonsoo.. Semuanya sm2 pny problem soal cinta yg rumit😦 *efek terlalu baca pake perasaan*
    Update soon ya author, hwaiting!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s