it’s all because of you (part 5)

Title: it’s all because of you (part 5)

Author: Kim Sung Rin

Rating: G

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

– Kang Minhyuk

-Lee Jonghyun

Other Cast:

– Lee Jungshin

– Jung Yonghwa

OCs:

-Lee Soo Hee (Jungshin sister)

-Kim Jae In

Disclaimer: aseli murni dari pemikiran saya yang aneh bin gaje. Agak mirip ama sinetron kali yaa karena mikirnya didepan tipi. Bila ada kesamaan tempat atau tokoh itu hanya kebetulan biasa. Dan ini hanya sebuah fanfiction. saya juga ngepost semua ff ciptaan saya yang dipublish disini ataupun enggak di wp pribadi saya.

 

Note: gak ada tuh yeh yang namanya siders! Plagiarism! dan ngebashing! Di mari. Gampang aja kok, tinggal baca ff ngaco ciptaan saya lalu RCL deh . sayah sih yakin seyakin-yakinnya para bini oppadeul sekalian selalu RCL yakan yakan? #ngerayu. Maap juga kalo typo yeehh harap maklum😀

Udah ah banyak omong, happy reading all ^^V

~~~

Previous part

Aku menahan tangannya yang akan memencet bel hijau tepat diatas ranjangku, Soo Hee menatapku bingung, “Waeyo? Kenapa kau menghalangiku untuk memanggil suster?”

Aku lalu menariknya menuju kedalam pelukanku, “Biarkan begini selama lima menit. Jebal~~” ucapku dengan nada memohon. Tak ada sanggahan dari mulut Soo Hee. Namun setelah sepersekian detik pintu menjeblak terbuka.

“Yak! Kalian sedang apa uh?”

~~~

“Yak! Kalian sedang apa uh?” pekik Yonghwa hyung yang masih membeku diambang pintu. Dua orang yang lainnya yaitu Jonghyun dan Jungshin terlanjur melihat aku dan Soo Hee.

“M..mianhhae. itu tadi aku mau terjatuh saat mau memencet bel, aku ingin memberitahu suster kalau Minhyuk sudah sadar.” Soo Hee terbata. Nampak sekali dia terkejut dengan kedatangan teman-temanku serta hyungnya sendiri.

“Merasa lebih baik?” Tanya Jonghyun hyung yang duduk ditempat Soo Hee tadi. Dia menaruh buah-buahan yang daritadi dibawanya.

Aku mengangguk dan tersenyum kearahnya, “Ne hyung. Soal yang waktu itu aku mau minta maaf denganmu.” Ucapku agak sedikit malu. Jonghyun hyung memukul pelan lenganku, “Sudahlah jangan dibahas lagi.”

Jungshin banyak menghiburku, dia banyak menceritakan lelucon yang sukses membuatku dan orang lainnya terbahak diruangan ini.

Tapi~~ ada apa dengan Jonghyun hyung?

Kenapa dia terlihat lebih murung?

“Aku ingin keluar sebentar ne?” pamit Jonghyun hyung keluar dari kamarku. Jungshin dan Yonghwa hyung saling menatap, kentara sekali mereka bertanya-tanya dengan sikap Jonghyun dipagi itu.

~~~

Author pov

Jonghyun memutuskan untuk ke rooftop rumah sakit ini, dia butuh suasanya sepi. Sebenarnya melihat Soo Hee memeluk Minhyuk tadi membuat dadanya merasa sakit. Dia benar mencintai Soo Hee.

Jonghyun menghela napasnya dengan berat, seakan mencopot beban yang sedang menyangkut dihatinya. Matanya tertuju kepada hiruk pikuk masyarakat Korea dibawah sana.

Setelah beberapa lama dia berada di rooftop dan merasa dirinya lebih baik, Jonghyun memutuskan untuk pergi dari situ namun kakinya enggan melangkah ketika kedua matanya menangkap seorang gadis sedang duduk sambil mengamati gitar yang berada dalam genggaman tangan mungilnya.

Penasaran, Jonghyun perlahan mendekati gadis tersebut. Wajah gadis itu begitu pucat dan Jonghyun yakin dia adalah salah satu pasien di Rumah sakit itu karena baju piyama yang dikenakannya sama dengan baju yang sedang dikenakan oleh Minhyuk.

Gadis itu menoleh karena merasakan kehadiran seseorang yang lain disisinya namun dia tidak menggubris Jonghyun yang berdiri tak jauh darinya.

Jonghyun perlahan mendekati dan duduk agak jauh dari gadis itu.

“Suka bermain gitar juga?” Tanya Jonghyun tanpa menatap gadis itu. Gadis itu diam dan kembali memandangi gitarnya yang lecet dibeberapa tempat dan stringnya yang putus.

“Kalau kau tidak keberatan aku bisa memperbaikinya.” Ucap Jonghyun asal sambil memandang gadis itu, gadis itu menoleh kearah Jonghyun. Cantik, batin Jonghyun.

“Tidak perlu, aku suka gitarku yang seperti ini.” Gadis itu berkata parau sambil kembali memandang intens gitar miliknya.

Jonghyun mengernyitkan keningnya heran, “Apa kau yakin nona?” Tanya Jonghyun lagi. Gadis itu kembali menoleh, Jonghyun terkejut karena gadis itu tengah menangis sekarang.

“Jae In, apa yang kau lakukan disini uhhh?” pekik seorang suster yang tengah menghampiri gadis yang bernama Jae In itu. Dibelakang suster itu ada wanita paruh baya yang merupakan ibu dari Jae In.

Jae In menoleh malas kearah dua wanita yang kini tengah menghampirinya kemudian menghela napas panjang dan segera menghapus airmata yang sempat keluar mendesak dari kelopak matanya..

“Aku hanya butuh suasana lain umma, dikamar seharian membuatku hampir mati.” Gadis itu berkata sambil meninggalkan Jonghyun yang masih terpaku berdiri ditempatnya. Jae In beserta sang suster terlebih dahulu meninggalkan Jonghyun. Sang umma memandang Jonghyun sekilas dan tersenyum kepadanya, “Gomawo telah menjaga putriku.” Katanya sambil menunduk. Jonghyun menggeleng, “Aniyo, aku hanya kebetulan bertemu dengannya disini. Kulihat dia sedang memandangi gitar miliknya dan kulihat gitar miliknya rusak jadi aku menawarkan diri untuk memperbaikinya.”

Umma Jae In menghela napas dalam dan duduk ditempat yang tadi diduduki oleh Jae In, Jonghyun membuntuti dan memposisikan dirinya duduk disampingnya.

“Sudah sekitar tiga bulan ini dia murung. Dia tidak banyak bicara, berbeda dengan Jae In yang dulu, yang selalu terlihat  ceria.” Jonghyun mengangguk dan membiarkan wanita paruh baya itu mengeluarkan keluh kesahnya.

“Apa putrimu mempunyai sakit yang serius?”

Umma Jae In menatap kosong pemandangan didepannya, “Dia masih trauma dengan kecelakaan yang menimpa dirinya dan merenggut nyawa kekasihnya. Gitar itu adalah salah satu barang kesayangan kekasihnya dan merupakan barang yang dibawa mereka saat ingin mengunjungi pantai Heundae di Busan.”

Jonghyun hanya mampu membulatkan mulutnya dan tersenyum memandang ibu Jae In yang sama cantiknya dengan Jae In.

“Baiklah anak muda, aku harus kembali menemani Jae In.” Ibu Jae In beringsut meninggalkan Jonghyun namun langkahnya terhenti dan kembali menatap Jonghyun.

“Ngomong-ngomong siapa namamu nak?”

“Lee Jonghyun Imnida.” Kata Jonghyun sambil membungkuk kearah ibu Jae In.

“Ah~ Lee Jonghyun. Baiklah sampai bertemu lagi.” Seketika dia melambai dan menghilang dari pandangan Jonghyun.

~~~

Jonghyun pov

“Hyung darimana saja kau?” Tanya Minhyuk yang sedang membaca komik. Aku menghempaskan diriku sejenak di tepi ranjang Minhyuk, “Ke Suatu tempat. Ngomong-ngomong yang lain kemana?”

“Yonghwa hyung sedang menjemput Seohyun kesini, Jungshin sedang mengantar Soo Hee pulang untuk mandi dan menyiapkan makan siang untuk kalian.”

Soo Hee, nama itu kembali membuat jantungku berdegup. Ah~aku benci semua ini. Kenapa aku harus menyukai gadis yang telah menyukai orang lain? Terlebih dia adalah mantan seseorang yang sudah kuanggap dongsaengku sendiri, Kang Minhyuk. Bahkan aku tau kalau Soo Hee masih mencintainya.

“Hyung, kau baik-baik saja?” Minhyuk tengah memperhatikanku yang beberapa detik yang lalu melamun. Aku tersenyum, “Tentu saja. Oh iya tidak apa-apa kan aku main gitar disini?” aku lalu mengambil gitar merahku yang selalu kubawa kemana-mana dan mulai melepaskannya dari pembungkus hitam yang merupakan tas gitarku. Minhyuk mengangguk singkat sembari tersenyum. Tak berapa lama kemudian Jungshin, Yonghwa hyung, Seohyun dan Soo Hee menghambur masuk.

“Eh kau sudah kembali?” Tanya Yonghwa hyung yang langsung menghempaskan tubuhnya duduk disofa. Aku hanya mengangguk singkat sambil tetap memainkan string gitarku.

“Aku ingin berjalan-jalan sebentar. Hubungi aku kalau kau mau pulang hyung.” Ucapku singkat sambil berlalu dari kamar itu, tak lupa membawa gitar merahku.

~~~

Author pov

Yonghwa menatap punggung Jonghyun yang telah menghilang dibalik pintu, “Dia itu sedang kenapa? Apa dia baik-baik saja?” Yonghwa bergumam kepada semua orang yang sedang berada didalam ruangan itu. Soo Hee menghentikan kegiatannya sejenak mengupas apel untuk Minhyuk. Matanya kembali menatap pintu yang telah menelan sosok Jonghyun beberapa menit yang lalu.

“Entahlah hyung, sepertinya dia sedang ada masalah.” Sambar Minhyuk yang segera mencomot apel yang sudah dikupas oleh Soo Hee, “Ini enak!” ucapnya sambil tersenyum. Jungshin yang sedang berbincang dengan Seohyun akhirnya menanggapi, “Mungkin dia sedang suntuk. Nanti kita tanyakan kalau moodnya sudah membaik.”

Soo Hee tersenyum memandang kakak laki-lakinya. Biar bagaimanapun Jungshin mempunyai kharismatik yang mampu membuat orang disekitarnya diam dan mengikuti arah bicaranya.

Sedangkan ditempat lain, Jonghyun kini kembali menuju rooftop rumah sakit. Tempat sepi adalah favoritnya untuk mengatasi rasa suntuk dihatinya. Kembali  matanya menangkap sosok gadis itu, Jae In. Jonghyun perlahan duduk agak jauh disisi Jae In dan memetik string gitarnya sembarang.

“Kau kembali lagi keisini nona.” Jae In tidak bergeming, masih memandangi objek yang sedang dipegangnya. Kali ini bukan gitar, melainkan foto seorang pria dewasa yang tengah tersenyum senang sambil memainkan gitar.

“Mainkan sebuah lagu untukku.” Pintanya tanpa memadang Jonghyun sedikitpun. Jonghyun yang memang sangat suka bernyanyi dan bermain gitar tentu tidak keberatan disuruh membawakan satu lagu. Lagipula hatinya sedang gundah, tidak apa kan kalau menghibur orang lain, pikir Jonghyun.

Musik kini telah mengalun indah dari gitar merah milik Jonghyun, dipejamkan matanya untuk meresapi setiap bait yang akan dinyanyikannya.

Jonghyun membawakan lagu tearsdrop in the rain, dia menyanyikan lagu itu benar-benar dari perasaannya yang sedang dilanda cinta oleh Soo Hee. Sesuatu yang hampir tidak dapat diterima akal sehatnya sedikitpun, karena dia sudah menganggap Soo Hee sebagai adiknya, sama seperti Minhyuk.

Even if my heart’s still beating just for you

I really know you are not feeling like I do

And even if the sun is shining over me

How come I still freeze?

No one ever sees (no one) no one feels the pain (no one)

I shed teardrops in the rain

Teardrops in the rain

Teardrops in the rain

Teardrops in the rain

Jonghyun menyelesaikan bait terakhir dari lagunya tersebut dan betapa terkejutnya ketika dia membuka matanya.

“Nona, kau baik-baik saja?”

TBC

RCL yaa ._.V

9 thoughts on “it’s all because of you (part 5)

  1. Kasiant abang jonghyun cinta’a brtpuk sblah tgn smha so hee.. #plukYonghwa *plak*
    moga jae in biza naklukin hti burning dehh biar skit hti’a ilang and minhyuk dgn so hee brsama kmbali… *aaamiinnn:D

    next thor🙂

    • iyaa, jae in muncul begitu aja di benakku dan dimunculkan untuk mengalihkan sakit hati ajong huhu,
      gomawo udah baca :*

  2. dicerita ini aq suka abang hyun yg rada2 galau karna cinta,,,he3 #bukan berarti tak sayang sama abang sendiri ya ^^#

    feel’a dpt aja gto klo abang hyun gini,,,,
    aduh pas part abang nyanyi bikin aq gimana gto,,,,,#saya suka-saya suka-saya suka#
    akankan kegalau’an hati abang bisa diobati,,,semoga^^
    author lanjutttttttttt
    >_o

    • iya abis karakter ajong yang cool kalem romantis ayem gimanaa gt jadi pengen aja bikin gni haha. bikinnya sambil ngebayangin xD gomawo eonni udah baca :*

      • ahah~ mian chingu aku lupa ‘nah kan’-nya buat apa.

        Pdhl kmrn aku commentnya panjang loh, tp aku baru nyadar yang kepostnya cuma dua baris gini, hhhhh…

        *brb chingu, mau ke part 6 dlu*

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s