I’m Still In Your Love Story [Still in Love] (Chapter 2)

Title : I’m Still In Your Love Story (Chapter 2)

Author : Weny Jung

Main Cast : CNBLUE Jung Yonghwa, SNSD Seo Juhyun, Seo Hana (OCs)

Support Cast : CNBLUE Lee Jonghyun, Kim Yoonsoo (OCs), Super Junior Lee Sungmin, Go Ara, Christian Scoot (OCs), DBSK Jung Yunho, and other.

Genre : Romance, Hurt, Angst, AU.

Rating : PG-15

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Cast minjem nama doang. Tapi alur ceritanya murni, IT’S MINE. Dan semua yang terjadi dalam cerita ini murni cuma khayalan Author belaka xD.

Note : Bakal ada penambahan tokoh maybe tiap chapternya. Tergantung diperlukan atau ngga. Tapi, main cast tetep YongSeo xD. Percakapan/dialog bercetak tebal itu anggap dalam menggunakan bahasa Perancis yaaa^^

~~

“Hidup dan cinta bukanlah pilihan. Keduanya adalah dua hal yang saling mengisi untuk memberi warna bahagia pada kepingan cerita perjalanan manusia. Akan sangat indah jika keduanya bisa berjalan beriringan. Namun, saat waktu memaksa memilih salah satu dari keduanya. Akankah kau merelakan salah satunya untuk kau korbankan? Atau berlaku egois dan membuatmu ingin selalu mendapatkan keduanya?”

~~

Chapter 2 : A Reason and A Reality

 “Hyun? Siapa dia?”

Ara mencoba menggeledah isi laci meja kerja Yonghwa yang lain. Dan ia pun kembali tersentak saat menemukan sebuah foto polaroid. Yonghwa bersama seorang gadis yang—entahlah bahkan Ara pun tak pernah melihatnya—tersenyum manis ke arah kamera. Terlihat tangan kanan Yonghwa merangkul pundak gadis itu mesra. Dan keduanya terlihat sangat bahagia. Dia membalikkan foto itu dan melihat sebuah tulisan disana.

‘Everlasting Happiness with My Everlasting Love~^^’

Tulisan itu terlihat cantik karena ditulis dengan huruf tegak bersambung. Dan dari latar fotonya, Ara mengetahui kalau foto itu diambil di salah satu tempat wisata terfavorit bagi pasangan kekasih dari seluruh penjuru dunia, N Seoul Tower.

“Tuan Jung, seseorang telah menunggu Anda di dalam.”

Ara tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Bomi diluar. Buru-buru ia memasukkan foto dan surat pendek itu ke dalam laci Yonghwa kembali. Merapikan penampilannya sesaat dan menjauh dari meja kerja Yonghwa.

CKLEK

Wajah Yonghwa menyembul dari balik pintu. Alisnya mengernyit bingung saat melihat sang Eomma yang berada di dalam ruangannya.

“Eomma?”

“Hai, sayang.”

Ara memeluk sang anak dan memberikan kecupan di pipi kanannya.

“Aish, Eomma. Aku sudah besar. Jangan menciumku seperti itu.”, ucap Yonghwa gusar. Ara tertawa melihat tingkahnya dan mengacak rambut Yonghwa pelan namun cukup membuatnya berantakan. Dan Yonghwa sekali lagi hanya bisa meringis sambil membenarkan rambutnya.

“Bagi Eomma, kau tetap seperti anak kecil karena sifat childish-mu itu. Kkkk~”, Ara terkekeh pelan dan menuntun Yonghwa untuk duduk di sofa.

“Eomma kenapa datang kemari? Tumben sekali.“

“Kau tidak senang Eomma menemuimu? Eomma kesini untuk mengantarkanmu makan siang. Eomma tahu kau pasti belum makan.”

Wajah Yonghwa tiba-tiba berubah senang mendengar ucapan Eommanya. Terlebih saat ia melihat bulgogi kesukaannya yang dibawa Ara. Perutnya yang memang sudah sangat lapar itu pun bereaksi. Dengan mata berbinar-binar Yonghwa menggelayut manja di lengan Ara.

“Gomawo Eomma. Kau yang terbaik! Hahaha..”

“Tuh kan? Bagaimana mau dibilang dewasa kalau sifatmu saja masih seperti ini, eoh?”

Yonghwa hanya bisa tersenyum lebar tak berdosa dan memutuskan untuk melahap makan siangnya.

“Bagaimana rasanya sayang?”

Yonghwa hanya bisa mengacungkan dua jempol jarinya dengan semangat pada Ara. Ia tak bisa berkata apa-apa karena mulutnya penuh dengan nasi dan bulgogi. Dan dengan bahasa isyarat ia seolah bertanya pada Ara, eomma-tak-makan-?.

“Aniya. Kau saja. Eomma masih kenyang.”

Setelah beberapa saat, Yonghwa pun selesai dengan makan siangnya dan bersandar di punggung sofa.

“Ah~ kenyangnya..”

Ara membereskan sisa makanan Yonghwa dan kemudian memperhatikan wajah sang anak yang tengah memejamkan matanya.

“Kau terlihat lelah sayang. Apa akhir-akhir ini pekerjaanmu menumpuk?”

Yonghwa mengangguk pelan sambil masih memejamkan matanya. Ara perlahan menyingkirkan rambut yang menghalangi dahi Yonghwa.

“Jangan terlalu lelah sayang. Kau juga harus perhatikan kesehatanmu. Jangan terima permintaan meeting saat jam istirahat makan siang seperti ini. Kau itu punya penyakit maag, dan jangan sampai telat makan. Arraseo?”, tegur Ara lembut.

“Hmm.. arraseo eommaku sayang. Neomu gomawo~”, ucap Yonghwa tulus. Ia pun ganti menyandarkan kepalanya di pangkuan Ara, membuat Ara tersenyum dan mengelus rambut Yonghwa dengan sayang.

“Bagaimana kehidupanmu dengan Yoonsoo?”

“Baik-baik saja, Eomma.”

“Baguslah. Eomma bersyukur kau bisa menerima Yoonsoo dengan baik.”

Hening. Ara memilih sibuk berkutat dengan pikirannya dengan tangannya yang masih sibuk mengelus rambut Yonghwa. Ingatan tentang surat pendek dan foto Yonghwa dengan yeoja tadi membuatnya bingung. Apa yeoja dalam foto tadi sama dengan yeoja yang disebutkan Yonghwa dalam suratnya? Apalagi, dalam surat itu tertulis bulan September 2011. Itu berarti hanya berselang satu bulan sebelum pernikahan Yonghwa dan Yoonsoo. Apa itu kekasih Yonghwa? Seingatnya Yonghwa tak pernah menceritakan apa-apa tentang yeoja itu.

“Eomma, kau melamun?”

Ara tersentak dari lamunannya. Dan menatap Yonghwa yang masih ada di pangkuannya.

“Tidak. Eomma tidak apa-apa.”

“Apa ada masalah?”

Ara terdiam. Yonghwa mencium adanya ketidakberesan dari sikap Ara.

“Eomma, wae? Eomma bisa cerita padaku jika ada hal yang mengganggu pikiranmu.”

Yonghwa bangkit dari pangkuan Ara dan menatap Eommanya itu intens. Menunggu penjelasan dari Ara.

“Eomma ingin bertanya sesuatu padamu, Yonghwa. Dan Eomma harap kau mau menjawab dengan jujur.”

“Ne, tanyakan saja.”

Ara menghela nafas pelan sebelum bertanya pada Yonghwa.

“Apa kau punya kekasih sebelum bersama Yoonsoo?”

 “Untuk apa Eomma menanyakan hal itu?”

Jawaban yang keluar dari mulut Yonghwa membuat Ara kaget. Terkesan ketus dan emosi?

“Aniya. Eomma hanya ingin tahu sayang. Eomma mau kau jujur pada Eomma.”

Yonghwa mengalihkan pandangannya sebelum menetapkan hatinya untuk menjawab pertanyaan Ara.

“Ne, eomma.”

“Lalu, kenapa kau tidak mengenalkannya pada Eomma?”

“Untuk apa? Bukankah aku sudah dijodohkan dengan Yoonsoo?”

“Kau bisa menolaknya jika kau mau waktu itu , sayang.”

“Dan membiarkan karyawan di Fourgers Company kelaparan? Kau tahu situasinya, Eomma. Aku… akan sangat egois jika mementingkan hatiku sendiri.”

“Jadi, kau masih belum bisa menerima pernikahanmu?”

“…”

Sikap Yonghwa yang memilih untuk diam membuat suasana diruangan itu terasa sangat canggung. Mereka berdua terdiam untuk beberapa saat di ruangan sedang dominan putih itu. Ara menggenggam tangan Yonghwa saat ia merasa harus bicara.

“Yonghwa, tatap mata Eomma, nak..”

Dan Yonghwa mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah cantik Ara. Sungguh Yonghwa merindukan saat-saat seperti ini. Saat-saat dimana dirinya bisa merasakan cinta kasih sang ibu hanya untuk dirinya seorang. Tatapan mata itu, tatapan mata yang paling teduh yang Yonghwa temukan. Setara dengan mata ‘gadis itu’.

“Eomma dan Appa minta maaf. Jika memaksamu harus mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan kata hatimu. Maaf Eomma baru menyadarinya sekarang. Sejujurnya.. Eomma lebih mementingkan kebahagiaanmu, Yonghwa.”

“…”

“Jika saja dari awal kau menceritakannya pada Eomma dan Appa, mungkin kami masih akan memikirkan perjodohanmu dengan Yoonsoo. Masih ada cara untuk menyelamatkan Fourgers Company. Satu hal yang harus kau tahu, pernikahan waktu itu bukan satu-satunya cara. Sejujurnya itu jalan terakhir yang akan kami tempuh.”

Yonghwa membelalakkan matanya saat mendengar penjelasan Ara. “Maksud Eomma?”

“Eomma akan memberitahukanmu masalah yang selengkapnya. Mungkin, kau hanya mendengarkan garis besarnya saja waktu itu. Sejujurnya, yang memaksakan perjodohanmu dengan Yoonsoo adalah Tuan dan Nyonya Kim. Ah, tidak~ tepatnya Nyonya Kim. Tuan Kim hanya menyetujui apa yang menjadi keinginan istrinya. Ia ingin sekali memilikimu sebagai menantu. Oleh karena itu, Tuan Kim Jaejoong menawarkan pada Appa agar suatu hari kau dan Yoonsoo dijodohkan. Atas saran istinya tentu saja.”

Ara menghela nafasnya sejenak. Melihat Yonghwa yang tetap diam dengan ekspresi yang sulit ditebak seakan menunggu kelanjutan penjelasannya, Ara memutuskan untuk melanjutkan ceritanya.

“Appamu tak langsung menyetujuinya, Appa mendiskusikannya dengan Eomma dan kami memutuskan semuanya tergantung pada keputusanmu. Sampai pada saat Fourgers Company dalam masa kritis, Tuan Kim Jaejoong datang menawarkan bantuan itu dan.. yah seperti yang kau tahu. Ia akan menyumbangkan sebagian dana dari perusahaannya untuk membantu perusahaan kita dengan syarat perjodohan ini.”

“…”

“Saat itu kami berpikir, bagaimana kalau kau tidak setuju. Kami tidak ingin menjadi orang tua yang jahat karena memaksakan kehendaknya sendiri. Dan kami membuat penawaran lain, Fourgers Company bersedia bergabung dibawah naungan NOOE Corporation, perusahaan Tuan Kim Jaejoong. Meskipun harus mengundang banyak tanya, kenapa perusahaan bonafit seperti kita mau bergabung dibawah naungan perusahaan baru namun sukses seperti NOOE Corporation. Namun, itu tidak menjadi masalah. Dan Tuan Kim Jaejoong awalnya setuju dengan usul itu.”

“…”

“Namun sayang, istrinya menolak. Nyonya Kim lebih memilih perjodohan ini, dan saat mereka datang kerumah kita, itulah yang dia utarakan. Eomma sudah meminta Appa untuk membujuk Tuan dan Nyonya Kim, tapi—“

“Tapi, akulah yang terlalu bodoh sehingga menerima penjelasan sepihak dari Nyonya Kim. Dan akhirnya memilih untuk memutuskan menikah dengan Yoonsoo. Begitukah, Eomma?”

Yonghwa memotong ucapan Ara dengan pandangan nanar. Ia terlalu shock dengan apa yang baru saja ia dengar. Kalau saja sedari awal dia tahu ada cara lain untuk menyelamatkan perusahaan selain menikah dengan Yoonsoo, ia pasti akan melakukannya. Apapun itu.

“Maafkan Eomma sayang. Maaf membuatmu baru mengetahuinya sekarang.”

“Tidak usah minta maaf Eomma. Eomma tidak salah apa-apa. Semuanya murni karena keputusanku. Justru harusnya aku berterima kasih karena Eomma mau menjelaskan semua ini.”

Ara memeluk Yonghwa dan mengusap surai hitam anaknyan dengan sayang. Dan setelah merasa Yonghwa tenang, ia melepaskan pelukan itu.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Entahlah Eomma. Aku rasa aku perlu waktu untuk mengambil keputusan apa yang akan ku lakukan agar tidak merugikanku lagi.”

Ara mengangguk setuju dengan keputusan Yonghwa.

“Eomma akan mendukungmu apapun yang terjadi, chagiya. Bagi Eomma dan Appa, yang penting kau bahagia. Pikirkanlah semuanya dengan matang, ne?”

“Arraseo Eomma. Gomawo, saranghae~”, ucapnya tulus sambil menyunggingkan senyum manis. Ara pun membalasnya dengan senyum yang tak kalah manis pada anak semata wayangnya itu.

“Eomma rasa, Eomma harus pulang sekarang. Ini sudah lewat jam istirahat makan siang.”, ucap Ara sambil membereskan barang-barangnya. Yonghwa mengantar Ara sampai depan lobi perusahaan. Disana sopir pribadi Ara dan Yunho telah menunggu.

“Eomma pulang ya sayang.. Eomma tak mau penjelasan Eomma tadi membuat kinerjamu untuk perusahaan menurun. Jangan dipikirkan terlalu keras. Konsentrasilah pada perusahaan. Atur kegiatanmu. Jangan sampai kelelahan apalagi sampai sakit. Arraseo?”

“Iya, eomma. Eomma-ku ini cerewet sekali. Hehe.”, ucap Yonghwa sambil tersenyum. Yah, setidaknya Ara bersyukur Yonghwa masih bisa tersenyum setelah penjelasannya tadi.

“Kau ini. Eomma pulang sekarang, sampaikan salam Eomma pada emm—Yoonsoo.”

“Ne, sampaikan juga salamku pada Appa.”

Ara pun memeluk Yonghwa sekali lagi sebelum masuk ke dalam mobil.

“Hati-hati Eomma..”

Dan ucapan Yonghwa dibalas dengan lambaian tangan Ara dari dalam mobil dan membiarkan mobil itu pergi menghilang dari pandangannya.

~~

Paris, Perancis

07.30 (Waktu Paris)

Seohyun berjalan anggun melangkahkan kakinya ke La Vieota Magazine, sebuah perusahaan media cetak besar di Paris. Ia memang bekerja di perusahaan itu selama setahun belakangan ini. Memilih meninggalkan Korea dan mencari peruntungannya di Paris berkat tawaran Eunsoo—saudara kembarnya di Seoul. Eunsoo punya sahabat di Paris. Dan sahabat kakak kembarnya itulah yang membantu Seohyun selama di Paris. Kepergian Seohyun ke Paris bukan tanpa alasan. Karena ia rasa, ia perlu waktu untuk menenangkan diri. Dan Paris adalah pilihan yang ia rasa—tepat.

“Claire Seo, kau datang dalam waktu yang tepat.”

Seohyun menolehkan kepalanya kepada suara berat yang memanggil nama baratnya. Dan Christian Scoot—atau yang biasa ia panggil Chris—sahabat baiknya selama di La Vieota Magazine tengah memegang tumpukan deadline dengan wajah lelah.

“Kenapa Chris? Sepertinya bukan situasi yang—bagus?”

Chris merengut mendengar penuturan Seohyun.

“Tentu. Aku diminta oleh Bos kita yang nyentrik itu menyelesaikan deadline ini bersamamu. Padahal pekerjaanku belum sepenuhnya selesai. Dan—oh! Kau harus tahu kalau sebenarnya itu semua sudah selesai, tapi dia memintaku untuk memperbaikinya karena menurutnya tidak sempurna.”, Chris mengucapkan semuanya dalam satu tarikan nafas. Dan itu sukses membuatnya terengah-engah.

“Ow ow ow, calm down Chris. Baiklah, aku akan membantumu. Berhubung ini tugasku juga. Selesaikan saja dulu pekerjaanmu yang sebelumnya. Dan segera bantu aku jika kau sudah selesai. See?”, ucap Seohyun sambil mengambil deadline itu dari tangan Chris dan menaruhnya di meja kerjanya.

“Of course, darling. Terima kasih banyak, Claire. Aku akan segera kembali. Bye~”

Dan Chris pun berlalu dari hadapan Seohyun yang memandang kepergiannya dengan tatapan heran. Namun, baru beberapa menit pergi, Chris kembali lagi. Kali ini membawa sebuket mawar merah ditangannya.

“Ini. Security menitipkan ini padaku tadi, mengingat aku teman baikmu jadi ia menyerahkannya padaku karena kau belum datang. Katanya dari seorang laki-laki. Well, kau berhutang penjelasan padaku, dear. Baiklah, aku pergi.”

Lagi-lagi, sebelum Seohyun sempat membalas sekedar ucapan terima kasih, Chris sudah berlalu dari hadapannya. Seohyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya heran melihat tingkah laki-laki Paris bermata biru yang menjadi sahabatnya itu. Sebuket mawar merah itu begitu cantik, dengan sebuah kartu ucapan diselanya.

 

‘Semoga harimu menyenangkan. Fighting!! ^^. Ps : Nanti siang aku ingin mengajakmu makan bersama, ajak Hana juga. Sign with love, JHL’

Seohyun tersenyum tipis saat membaca deretan pesan dalam huruf hangul yang terdapat di kartu ucapan itu. Tanpa susah-susah berpikir, ia sudah tahu kalau yang barusan mengiriminya buket sepagi ini adalah Lee Jonghyun atau Sebastian Lee. Laki-laki berdarah Korea-Paris yang mengajaknya pendekatan 4 bulan belakangan ini. Laki-laki itu bekerja di salah satu perusahaan swasta di Paris. Dan mereka berdua kenal sampai akhirnya menjadi dekat karena pekerjaan. Perusahaan tempat Seohyun bernaung mempunyai hubungan bisnis yang cukup baik dalam memasarkan produk dari perusahaan Jonghyun.  Posisi Seohyun sebagai bagian komunikasi membuat dia selalu berhubungan dengan beberapa relasi bisnis dari perusahaan majalah ini. Termasuk Jonghyun. Seohyun mengambil handphonenya dan memutuskan untuk mengirimi pesan singkat untuk Jonghyun.

 

‘Aku sudah terima bunga darimu. Terima kasih. Mawar yang cantik. Aku berencana makan siang dirumah saja siang ini bersama Hana. Kau bisa ikut jika kau mau.’

 

Pesan singkat dari Seohyun itu pun segera mendapatkan balasan dari Jonghyun.

‘Sama-sama. Aku senang kau suka bunganya. Baiklah, kirimi aku pesan jika tugasmu sudah selesai dan jika kau akan pergi menjemput Hana. ^o^’

 

Seohyun tersenyum melihat emotion pada pesan singkat itu. ‘Jonghyun.. dia pria yang lucu’, batin Seohyun. Baru beberapa detik Seohyun tersenyum, ia kembali mendapatkan pesan singkat. Kali ini dari Chris.

‘Jangan terus tersenyum, Claire Seo. Simpan senyummu nanti saat cerita padaku. Ingat, Bos menunggu deadline itu, darling.^^’

 

Dan Seohyun pun menghela nafas panjang melihat pesan singkat sang sahabat yang seolah punya banyak mata untuk mengawasi keadaaanya sebelum mengerjakan tumpukan deadline yang menggunung itu.

~~

Seoul, Korea Selatan

15.00 KST

Disebuah cafe elit yang terletak dikawasan Myeongdeong, terlihat seorang yeoja yang duduk di meja ujung dekat jendela, sedang menikmati white tea-nya. Berkali-kali ia melirik arloji Alexandre Christie-nya dan sesekali melihat ke arah pintu masuk. Menunggu seseorang. Berkali-kali juga ia menghela nafas berat. Bosan.

“Sudah lama menungguku, chagiya?”

Yoonsoo—yeoja itu—merasa badannya bergetar sejenak saat sebuah suara yang lembut menggelitik daun telinganya. Ia menolehkan kepala ke belakang dan terlihat wajah tampan sedang tersenyum manis ke arahnya.

“Oppa! Berhenti mengagetkanku!”, ucap Yoonsoo kesal. Namja tampan dan manis itu segera mengambil posisi duduk di samping Yoonsoo, memperhatikan wajah cantik Yoonsoo yang cemberut. Nampaknya, Yoonsoo sedang berada dalam badmood yang cukup tinggi saat ini.

“Maaf chagiya, tadi ada beberapa hal di kantor yang harus Oppa urus dulu. Makanya Oppa telat. Maaf membuatmu menunggu lama.”, ucapnya tulus. Membuat Yoonsoo membalikkan badannya dan menatap namja manis di depannya. Melihat kejujuran di mata foxy sang namja, Yoonsoo pun merengkuh tubuh di depannya erat.

“Jangan membuatku menunggu lagi, Sungminnie Oppa.”, ucapnya manja.

Lee Sungmin—namja tampan sekaligus sangat manis itu—terkekeh kecil melihat manjanya sikap sang kekasih di depannya. Kekasih? Ya, kalian tidak salah baca. Yeoja yang dimaksud disini adalah Kim Yoonsoo—istri sah dari Jung Yonghwa—dan namja tampan di dekatnya adalah Lee Sungmin—kekasihnya. Selingkuh? Tepat sekali.

“Bagaimana kabarmu, eoh?”

“Tidak terlalu baik.”

Sungmin tersenyum dan mengelus pipi Yoonsoo lembut. “Arraseo. Sepertinya kau sedang butuh hiburan. Bagaimana jika kita pergi bersama? Aku ingin kau melupakan sejenak semua masalahmu. Bersenang-senanglah denganku hari ini, chagiya. Otthe?”

Tawaran manis Sungmin terlalu sayang untuk ditolak. Apalagi pikiran Yoonsoo saat ini dalam ambang batas kekalutannya. Sehingga, sedikit ‘hiburan’ ia rasa cukup untuk menghilangkan penatnya kali ini.

“Ne, aku mau. Kajja kita pergi.”

Dan kedua orang itu pun pergi dari cafe itu sambil berpegangan tangan erat.

~~

Yoonsoo dan Sungmin menghabiskan waktu dari sore sampai malam berdua. Dan malam ini, mereka memutuskan untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas di tepi pantai. Semilir angin pantai pada malam hari yang berhembus terasa sangat menyejukkan hati. Keduanya terdiam di tepi pantai itu, memandang jauh ke tengah lautan yang mulai menghitam karena makin larutnya malam. Yoonsoo tersentak saat sebuah mantel menyelimuti tubuhnya.

“Pakai ini agar kau tidak kedinginan, chagi.”

Mendapat perlakuan manis dari Sungmin membuat Yoonsoo pun menyunggingkan senyum manis pada namja itu.

“Gomawo Oppa. Kau.. benar-benar membuatku bahagia.”

Sungmin merapatkan dirinya dan memeluk Yoonsoo dari belakang, berbagi kehangatan berdua.

“Seandainya kita bisa terus seperti ini. Tanpa.. ada.. halangan.. Pasti.. –hhh—rasanya akan menyenangkan sekali.”

Ucapan Yoonsoo terdengar lirih ditelinga Sungmin. Ia membalikkan tubuh sang kekasih dan menatap wajahnya dalam. Mata Yoonsoo terlihat berkaca-kaca menahan tangis.

“Bertahanlah. Bertahanlah sedikit lagi, chagi. Jangan menyerah dengan keadaan. Aku sudah bilang padamu kan? Pada akhirnya, aku yang akan memenangkan hatimu. Ku harap, kau mau bertahan. Sebentar saja lagi. Ya?”, tanya Sungmin lembut.

“Sampai kapan, Oppa?”

“Sampai saatnya akan tiba. Aku jamin, itu tidak akan lama. Kau hanya perlu tutup mulut dan matamu dari semua masalah yang ada. Aku akan selalu disampingmu. Ne?”

Yoonsoo menganggukkan kepalanya meskipun hatinya berkelit menyalahi semua ini. Namun, ia hanya yeoja biasa yang perlu cinta dan kasih sayang. Sungmin menjanjikan semua itu untuknya. Apa salahnya kalau ia berharap pada namja tampan itu.

Perlahan wajah Sungmin mendekat ke arah Yoonsoo. Keduanya mulai bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Tak perlu waktu yang lama agar kedua bibir itu bertemu. Menumpahkan segala cinta dan emosi yang tak tersampaikan lewat tuturan kata. Saling mengecup dan melumat. Tak peduli dengan keadaan apalagi status. Untuk sekali ini, mereka ingin mengesampingkan semua itu dan mementingkan ego dalam diri.

‘Bertahanlah Yoonsoo. Bertahanlah.’, batin Yoonsoo meyakinkan dirinya sendiri sebelum ia dan Sungmin makin tenggelam dalam romansa cinta di tepi pantai itu.

To Be Continued…

Chapter 2 posting!! *nari gurita* ^o^. Makasih buat reader yang komen di chapter 1 kemarin. Kalo komennya ngga dibales sory banget yaaa. Tapi masih kurang banyak yang komen x(. Ayo dong pada komen. Yang komen author doain yang baik2 dari lubuk hati yg paliiiiiiiing dalem xD.

Di chapter 1 kemaren pada banyak yg ngeluh kependekan. Nah, di chapter 2 ini udah author panjangin. Sukaaaa?? ^o^

Skali lagi komen reader sangat dibutuhkan biar nambah semangat author buat nulis. Silent reader ayo komen dong ^^ *cipok

Sekian dari Author. Kalo ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan komen aja atau tanya author di twitter @wnfly3828.

See U at next chapter ^^.

32 thoughts on “I’m Still In Your Love Story [Still in Love] (Chapter 2)

  1. sukaaa ^^
    di chapter ini aku lega pas diceritain kalo sebenernya yoonsoo sukanya sama sungmin :”D
    tapi aku agak2 nyesek pas tau cowo yang ngedeketin seohyun itu adalah lee jonghyun, aaah my burning .<
    keep writing,😀

  2. Sumpah tuh si Yoonsoo gilak bgtt udah xia”en cwok skerrent Yonghwa….>.<
    Gilaa dah tuhh anakk gila bgt sumpahhh gx warraaazz… *drahtinggikumat*

    next thor_
    low biza yongseo'a dprtemuin donk thor… Hhhe🙂

  3. Sumpah tuh si Yoonsoo gilak bgtt udah xia”en cwok skerrent Yonghwa….>.<
    Gilaa dah tuhh anakk gila bgt sumpahhh gx warraaazz… *drahtinggikumat*

    next thor_
    brhbung yoonsoo slgkuh, yongseo'a dprtemuin donk thor…Hhhe🙂

  4. wah daebak thor…
    Smga bis ini yong nyusul hyun k paris ^^
    Ples hyun jgn m jonghyun…andwee!!

    Gomawo dh update y,dtggu nextpart ny..ff yg daebak dh

  5. semoga akhir’a sma2 senang
    g nyangka klo mereka dijodoh kan n sm2 g pnya feeling
    tp bagus lah,,,,,
    maslah yoonson dah beres tp sekarang soehyun lg deket ma abang hyun!!!!
    kya’a yongppa mwsti kerja keras buat yg satu ini
    hwaiting oppa ^^

    hwaiting jg buat author’a
    >_o

  6. kyaaaa sukaaa :* tapi ajong dan seo? janganlah biar seo ama yong aja wekekek~~
    aish yoonso nappeun yeoja!
    btw hana anak seo dan yong? jadi mereka sudah? xD
    nextlah jangan lama-lama haha

  7. bru baca, jd bru comment dpart 2 mianhae…bgs thor ceritanya, tp bnyk hal terpendam yg hrs d jelasin. . .d tnggu next part ya thor. .

  8. Mf ru koment di part ini td lgsung dr part 1 ke part 2 bca.a
    hana pasti anak yongseo ya kaan? Haha
    mwo?? Abang burning ad diantara yongseo,jgn ya bang.
    Thor,drpd bang burning.a patah hati sama yoona aj kn bnx tuh ff yg pke couple jonghyun yooNa *cuma saran*
    eh istri yong selingkuh ma umin dan nyia2in oppa yg ganteng.tp gag pa2 malah bgz
    buruan satuin yongseo! Lanjutkan…

  9. kyaaaaa…. YongSeo couple !!!!
    aku cinta YongSeo couple😀
    author mian ya aq komen’y baru d-chap 2.. bru bca FF ini n untk m’hmat aq komen dsni aja

    mm,, biar aq tebak Seo Hana pasti ank’y YongSeo ya.. ??? hehehe…
    JongHyun ska sma Seo,, boleh jg tuh..😀
    aq pling suka klo d-antra YongSeo ada JongHyun coz lucu gtu nglyt tmpg2 cmburu Yong sma dongsaeng’y ndri *upss diFF ini kn JH bkn dongsaeng’y Yong*
    tp yg psti aq suka bgt..
    dh YoonSoo sma Sungmin aja jd Yong bs balik sma Seo..
    author fighting !!

  10. Onnie kira2 chapter 3 nya kapan ya keluar nya sly aku udh pnasaran bngt sm cerita yongseo slanjutnya apa yong oppa akn mncari hyun di paris & yong mengetahui klo dia & hyun mempunyai seorang putri yg bernama seo hana, stiap hari aku slalu ngecek di hp please onnie chapter lanjutan nya. Sorry ya onnie aku jd curhat…… Fighting yongseo

  11. yoonsoo selingkuh??? tpi bguslah itu berarti yong ma dia bisa cerai dan yong bisa kmbli ke seo cinta sejatinya… dan moga seo gx suka ma jonghyun…
    thor next part dong…
    lanjuuuuuuuuttttttt fighting thor😉

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s