it’s all because of you (part 6)

Title: it’s all because of you (part 6)

Author: Kim Sung Rin

Rating: G

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

– Kang Minhyuk

-Lee Jonghyun

Other Cast:

– Lee Jungshin

– Jung Yonghwa

– Jung Jinwoon (2AM)

OCs:

-Lee Soo Hee (Jungshin sister)

Disclaimer: aseli murni dari pemikiran saya yang aneh bin gaje. Agak mirip ama sinetron kali yaa karena mikirnya didepan tipi. Bila ada kesamaan tempat atau tokoh itu hanya kebetulan biasa. Dan ini hanya sebuah fanfiction. saya juga ngepost semua ff ciptaan saya yang dipublish disini ataupun enggak di wp pribadi saya.

 

Note: gak ada tuh yeh yang namanya siders! Plagiarism! dan ngebashing! Di mari. Gampang aja kok, tinggal baca ff ngaco ciptaan saya lalu RCL deh . sayah sih yakin seyakin-yakinnya para bini oppadeul sekalian selalu RCL yakan yakan? #ngerayu. Maap juga kalo typo yeehh harap maklum😀

Udah ah banyak omong, happy reading all ^^V

~~~

Previous part

Jonghyun menyelesaikan bait terakhir dari lagunya tersebut dan betapa terkejutnya ketika dia membuka matanya.

“Nona, kau baik-baik saja?”

Jonghyun kini menghampiri Jae In yang sudah terkulai di tanah. Wajahnya sembab dan masih tersisa air matanya yang menganak sungai. Dan dengan waktu yang bersamaan dua orang wanita yang tak lain ibu dari jae in dan suster tergopoh-gopoh mencari Jae In dan begitu terkejut melihatku yang sedang memangku kepala Jae In.

“Omo~~ kenapa dengan Jae In?” pekik Ibunya panic sambil menepuk-nepuk pelan pipi Jae In yang tak sadarkan diri. Jonghyun menggeleng, “Mollaso, tiba-tiba saja begini.”

“Ppali, angkat dia!” titah sang suster yang tak kalah paniknya. Jonghyun langsung membopong Jae In menuju kamar inapnya.

~~~

“Eodiga?” Jae In mengerjap-ngerjapkan matanya karena penerangan diatasnya yang begitu menyilaukan. Sang ibu tersenyum dan mengelus lembut kepala anak perempuannya itu, “Kau sedang berada dikamarmu sayang, tadi kau pingsan.”

Jae In menghela napas panjang. Kepalanya menang terasa berat sejak tadi.

“Eomma, kemana pria bergitar itu?” Tanya Jae In sambil memandang sekitar kamarnya yang kosong. Ibu Jae In mengernyit, “Maksudmu Jonghyun?”

Jae In mengedikkan pundaknya, “Mollaso, aku tidak tau namanya. Mungkin iya, kurasa kau pernah melihatnya juga.”

“Setelah mengantarmu kesini tadi dia pamit pergi.” Ucap Ibu Jae In sambil membuka plastic nampan makanan, “Sebaiknya kau makan dulu, sejak pagi perutmu belum diisi makanan sedikitpun.” Lanjut ibu Jae In.

Jae In mengangguk pasrah, pikirannya masih tertuju pada pria bergitar merah yang tak lain Jonghyun.

Sedangkan ditempat lain, tepatnya didepan kamar inap Minhyuk, Jonghyun sedang mengamati foto yang ditemukannya tadi saat dia ingin keluar dari kamar inap Jae In. Foto itu adalah foto yang dilihat oleh Jae In tadi, foto seorang namja yang Jonghyun yakini sebagai calon suami dari Jae In. pantas saja Jae In begitu terpukul, pria ini sepertinya baik dan dia juga tampan, pikir Jonghyun.

“Oppa kau baik-baik saja?” Soo Hee kini duduk disamping Jonghyun. Jonghyun buru-buru menyelipkan foto tersebut dibalik saku jaketnya. Dia tersenyum, “Aku baik-baik saja.memangnya kenapa?”

Soo hee menghela napas sambil meregangkan kakinya, “Kau terlihat murung, sesuatu terjadi padamu?”

Jonghyun menatap Soo hee, mata itu begitu membuatnya terpikat. Dia lantas menghela napasnya, “Anieyo, sudah kubilang aku baik-baik saja kan?” Jonghyun mengacak pelan rambut Soo Hee dan disambut oleh gerutuan darinya.

~~~

Soo Hee pov

“Bagaimana hubunganmu dengan Minhyuk?” Tanya Jonghyun oppa tanpa menatapku sedikitpun. Aku mengikuti arah pandangnya, ke hamparan rumput hijau yang tersebar tepat didepan kami, “Seperti yang kau lihat oppa, hubungan kami membaik. Kurasa memberi satu kesempatan untuk Minhyuk bukanlah hal yang buruk.”

Jonghyun oppa mengangguk lemah, tanpa melepas pandangannya dari rumput-rumput yang lebih menarik baginya untuk dilihat. Aku memandangi wajahnya yang sedang terpaku, tampan. Dan hari ini dia sedikit berbeda dari biasanya.

“Ah~rupanya kau disini Jonghyun~ah. Apa kau ingin pulang sekarang?”

Yonghwa oppa berdiri diambang pintu didampingi dengan Seohyun tentunya. Jonghyun oppa menggeleng, “Kau saja duluan, nanti aku menyusul.”

Jonghyun oppa lalu menyuruh Yonghwa oppa untuk membeli beberapa makanan sebelum dia pulang ke flat.

“Aku akan mengantar Seohyun dulu.”

“Aku pamit pulang ya.” Seohyun memelukku singkat,  “Selamat ya atas hubunganmu dengan Minhyuk oppa.” Bisiknya sebelum dia benar-benar pergi dari hadapanku.

“Annyeong.” Seohyun melambai kearah kami berdua, aku dan Jonghyun oppa. Jonghyun oppa hanya tersenyum singkat lalu kembali duduk setelah Seohyun dan Yonghwa oppa menjauh dari hadapan kami.

“Soo Hee ah, Minhyuk mencarimu.” Jungshin oppa kini keluar dari kamar inap Minhyuk, “Sekalian jaga dia sebentar, aku mau beli cemilan. Hyung kau mau ikut bersamaku?” tawar Jungshin oppa yang disambut dengan gelengan lemah Jonghyun oppa, “Tidak, aku akan berjaga disini saja.”

Aku lalu masuk kedalam kamar inap Minhyuk. Dia sedang menonton tv rupanya dan tersenyum begitu melihatku, “Kemarilah, jangan terus berjauhan dariku.” Ucapnya manja. Aku terkekeh pelan dan duduk ditepi ranjangnya, “Berlebihan, aku hanya keluar sebentar.”

“Oh iya, ngomong-ngomong terima kasih ya kau telah menjagaku. Pake menangisi aku segala lagi.” Minhyuk nyengir sambil mengelus rambutku lembut, “Aku tidak menangisimu pabo. Ya sama-sama kita ini kan errrr teman.”

Senyum Minhyuk menghilang dari wajah imutnya dan menatapku lekat, “Teman katamu?”

Aku mengangguk, Minhyuk melipat kedua tangannya didepan dada, kentara sekali dia sedang kesal. Aku tertawa dalam hati, sudah lama tidak mengerjai dia seperti ini.

“Teman?” dia mengulanginya lagi sambil memicingkan matanya. Akupun mengangguk dan sejurus kemudian tawaku meledak.

“Aiiissshhh~sempat-sempatnya kau mengerjai aku!” Minhyuk mendengus kesal. Aku hanya tertawa melihatnya yang semakin sebal dengan kelakuanku.

GREBB!!

Tiba-tiba saja tangannya menarik pinggangku dan aku jatuh tepat didadanya. Nafas hangatnya menerpa sekitar pipiku dan matanya kini menatap kedua mataku lekat, “Kau harus di hukum chagiya~”

“M..mwo? h..hhukum saja kalau b.erani.” ucapku tegas tapi juga takut Karena wajahnya semakin dekat denganku dan tak perlu waktu lama, bibirnya telah menempel di permukaan bibirku.

~~~

Author pov

Jonghyun mengurungkan niatnya untuk memasuki kamar inap Minhyuk. Tangannya mencengkram kenop pintu dengan kuat melihat pemandangan yang terbingkai dari kaca kecil pintu kamar.

Jonghyun menghela napas dan memutuskan untuk berjalan-jalan kembali. Dadanya terasa sesak melihat pemandangan yang membuatnya sulit untuk bernapas, apalagi kalau bukan Soo Hee dan Minhyuk. Dia kembali merutuki dirinya sendiri karena menyukai orang yang salah.

Kali ini tempat yang disambangi oleh Jonghyun bukanlah rooftop rumah sakit, melainkan taman kecil yang dihiasi oleh  pohon maple yang berjajar mengelilingi taman.

Jonghyun memilih duduk diayunan tua ketimbang duduk di bangku taman yang terlihat masih kokoh. Dia mengayunkan pelan sembari menatap kesekitar.

Dadanya kembali terasa sesak. Airmatanya begitu ingin meyusuri kelopak matanya yang indah namun berulang kali dia mengokohkan sendiri pertahanan tersebut.

“Memalukan sekali kau Lee jonghyun.” Gumamnya pada diri sendiri lalu terkekeh pelan.

Kini matanya asik bersirobok mengamati lingkungan taman dan matanya menangkap sosok seorang gadis yang tengah berjalan kelimpungan, seperti mencari-cari sesuatu.

Awalnya dia mengiraukan gadis tersebut, namun semakin lama matanya seakan tidak mau lepas memandang gadis itu. Yah~gadis itu adalah Kim Jae In.

Jonghyun menghampiri Jae In yang kini duduk dibangku taman. Air matanya mengalir entah sejak kapan, dan berkali-kali dia merutuki dirinya sendiri.

“Apa ini yang kau maksud?” Jae In menoleh ke sumber suara dan seketika wajahnya sumringah lalu merampas foto yang berada ditangan Jonghyun.

“Syukurlah oppa tidak hilang.” Jae In mendekap foto yang sempat hilang itu didadanya.

Jonghyun hanya tersenyum memandang Je In dan menghempaskan dirinya duduk disamping Jae In, “Mianhae tadi aku mengambilnya. Aku berniat mengembalikannya kalau kau sudah sadar.”

Jae In seakan sadar ada orang lain disampingnya. Dia menatap Jonghyun lekat, “Jadi kau yang mengambilnya?” selidik Jae In. Jonghyun menggeleng cepat, “Aniyo, aku hanya menyelamatkannya.”

Jae In menatap Jonghyun intens, “Terima Kasih sudah menjaga Jinwoonie ya. Foto ini satu-satunya milikku.”

Jonghyun mengernyit namun sejurus kemudian paham siapa yang dimaksud oleh Jae In. Jonghyun hanya bisa tersenyum sambil terus memandang wajah Jae In.

Jungshin yang kebetulan melintasi taman sedikit terkejut melihat Jonghyun bersama dengan gadis lain, “Apa itu temannya?” Jungshin memutuskan untuk tidak memusingkannya dan akan menanyakannya nanti.

~~~

“Kau tadi sedang bersama siapa hyung?”

Jonghyun mengernyit memandang Jungshin, “Siapa apanya?”

Soo Hee yang duduk di Jok belakang mobil kini mulai tertrik dengan pembicaraan oppanya dan Jonghyun.

“Kau tadi menemui seorang yeoja di taman rumah sakit kan? Apa dia temanmu?”

Soo Hee diam-diam menatap Jonghyun, menunggu jawaban dari namja tampan itu. “Aniyo dia bukan siapa-siapa.”

Jungshin terkekeh, “Jangan berbohong denganku. Kau bahkan tersenyum dan memandang wajahnya terus kan?”

Jonghyun mendelik kearah Jungshin dan membuat Jungshin tersentak lalu kembali menyetir dalam diam. Soo Hee melirik Jonghyun yang kini memandang jalanan melewati kaca jendela mobil. Rasa penasarannya amat sangat tinggi, dan siapakah yeoja yang dimaksud oleh Jungshin oppa tadi? Pertanyaan itu berkelebat dan berputar diotak Soo Hee.

~~~

Minhyuk sudah keluar dari rumah sakit walaupun dia harus memakai gips sementara di tangannya. Mereka memutuskan untuk mengadakan perayaan kecil-kecilan di flat Yonghwa dan Jonghyun.

“Selamat datang kembali uri Minhyuk.” Jungshin menyambut Minhyuk yang baru saja memasuki flat bersama Yonghwa dan Soo Hee.

“Wah kalian repot-repot mengadakan ini semua.” Ucap Minhyuk. Tak dipungkiri Minhyuk terlihat senang sekarang, kendati ini hanya perayaan kecil.

Mereka makan bersama dan sesekali menceritakan lelucon membangun suasana flat Yonghwa dan Jonghyun menjadi lebih ramai.

“Eh hyung, apa kertas ini bagian dari lagu ciptaanmu? Kenapa bisa ada didapur?” Jungshin menghambur keruang tengah masih dengan rubber glovesnya karena memang dia sedang mencuci piring. Yonghwa langsung merebut kertas ditangan Jungshin dan membacanya sejenak, “Wah lagu ini bagus Hyun, kita harus menggarapnya? Otte?”

Jonghyun menoleh malas dan merebut kembali kertas miliknya itu, “Tidak ini hanya coretan isengku saja.” Jonghyun yang mau meremuk kertas itu dicegah oleh Minhyuk.

“Jinjja? Ah hyung, lyric bagus begitu jangan disia-siakan. Ayolah hyung.”

Minhyuk menatap melas Jonghyun. Jonghyun menghela napas panjang dan akhirnya mengiyakan, “Terserah pada kalian saja lah. 3 duara tentu mengalahkan 1 suara.”

Yonghwa tersenyum dan merebut kembali kertas yang hamir diremuk ditangan Jonghyun dan menelaah lyric tersebut.

“Aku mau keluar sebentar.”

Jonghyun lalu meninggalkan flat. Soo Hee menatap heran punggung Jonghyun yang menghilang dibalik pintu masuk.

“Eung? Jae In? Siapa dia?” Yonghwa kini memperkecil jaraknya antara kertas berisi lyric Jonghyun tersebut. Minhyuk dan Jungshin buru-buru mendekati Yonghwa dan memastikan apa yang dibaca oleh hyungnya itu adalah benar.

“Kedengarannya seperti nama seorang yeoja.” Minhyuk menarik kesimpulan sedangkan Jungshin masih memicingkan matanya, “Eoh apa jangan-jangan Jae In yang ditemuinya dirumah sakit itu?”

Semua mata kini tertuju ke Jungshin, “Waktu itu aku melihat dia sedang bersama seorang yeoja ditaman rumah sakit tempatmu dirawat hyuk. Tapi aku tidak tau siapa dia dan apa hubungannya dengan Jonghyun hyung, saat aku bertanya dia tidak mau menjawab.” Jelas Jungshin yang sudah tau arti tatapan yang dituju kepadanya.

“Aku mau buang sampah dulu.” Kilah Soo Hee yang kemudian keluar dari flat. Matanya asik mencari sosok Jonghyun disekitar flat dan bingo! Soo Hee menghampiri Jonghyun yang tengah duduk di bangku beton tak jauh dari flatnya.

“Eoh Soo Hee~ya.”

Jonghyun menatap heran Soo Hee yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Soo Hee duduk disamping Jonghyun, “Oppa, katakana padaku siapa itu Jae in.” ucap Soo Hee skeptis, membuat Jonghyun terbelalak.

“Dia bukan siapa-siapa?” jawab Jonghyun berusaha santai padahal jantungnya berdegup sekarang. Seperti sedang tertangkap basah mencuri ikan (?)

Soo Hee masih menatap Jonghyun, jelas sekali dia semakin bertanya tanya ditambah Jonghyun tidak mau menjelaskan siapa sebenarnya itu Jae In.

“Sudah kubilang bukan siapa-siapa, sudahlah aku tidak mau membahasnya lebih jauh lagi.” Jonghyun beranjak meninggalkan Soo hee namun langkahnya terhenti setelah mendengar pekikan Soo Hee.

“Oppa~jebal jangan bersama dengan wanita lain.” Soo Hee berkata lirih. Ucapannya barusan sukses membuat Jonghyun membeku ditempat. Jonghyun menoleh sedikit, enggan untuk melihat wajah Soo Hee sebenarnya, “Itu bukan urusanmu.”

Jonghyun berjalan meninggalkan Soo Hee yang terduduk kembali. Kakinya seakan lemas bahkan tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Air matanya kini mengalir bebas menyusuri pipinya.

“Karena aku tidak mau kehilanganmu oppa.” Desis Soo Hee lirih.

Minhyuk yang membuntuti daritadi kini memegangi dada kirinya. Jantungnya terasa sesak mengetahui sikap Soo Hee terhadap Minhyuk.

“Soo Hee~ya, apa kau benar cinta padaku?”

~~~

TBC

Kyaaaaa semakin gaje dan ngalor ngidul -_- RCL yaaaaa ._.v

8 thoughts on “it’s all because of you (part 6)

    • hahaha suka sama aku (?) #plaaakkkk hahaha
      iya ini lagi dibikin lanjutannya ^^ gomawo eonni udah baca :*

  1. aish, pdhl so hee yg dilema..tp aku yg ikut gelisah bacanya. So hee plin plan nih😦 masa ngegantungin 2 cowok sekaligus. Chingu, so hee ama minhyuk ajaa😦
    *reader labil
    update soon dan hwaiting thor🙂

    • hahaha biasalah ababil soalnya kan kemarenan sebelum ama hyuk seringan curhat ama suamiku *jonghyun maksudnya* #plaaakkkk xD
      iya insya allah, gomawo udah baca chingu :*

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s