Untouchable Love Part 4

Part 1    |   Part 2  | Part 3

Author :  @Eonn1k4D

Rating : PG15

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee Jung Shin

Yoona

Note : Mungkin alur makin GaJe n rada2 mirip dgn sinetron atau novel .. entahlah coz author juga demen banget nonton drama n baca novel jadiii kalo idenya tercampur gini ya harap di maklumi ya .. pssstt jangan lupa koment yah

Prev

Saat anak tertua di keluarga yang selama ini menjalankan roda perusahaan mengambil cuti panjang, mau tak mau Lee Jung Shin menggantikan sementara kedudukan Lee Min Jeung sang Nonna sebagai Direktur. Tentu saja Jung Shin yang selama ini hanya menganggap bekerja di perusahaan milik keluarga adalah mudah kena batunya. Menjadi Direktur bukan sesuatu yang gampang dilakukan untuknya yang selama ini hanya senang bermain-main saja. Tapi untunglah ada seketaris handal MinJeung yang bisa membantunya. Im Yoona.

Im Yoona , yeoja pintar dan cekatan ini tak keberatan atas tugas tambahan mengajari sang Direktur pengganti yang terkenal playboy dan suka seenaknya sendiri itu. Baginya yang penting imbalan yang di dapatnya sesuai dengan pekerjaan tambahan ini. Yach .. Yoona sangat membutuhkan tambahan uang untuk mengobati penyakitnya.

Vonis dokter  menyatakan bahwa di dalam rahim Yoona terdapat kista yang akan mengakibatkan sulit mempunyai anak,  membuat Yoona yang notabene suka dengan anak kecil mengambil keputusan untuk melakukan inseminasi buatan. Yaitu membuahi sel telurnya dengan sperma dari bank donor.

Kehamilan awal ternyata tak semudah yang di bayangkan. Ada beberapa wanita yang mulus melaluinya namun ada beberapa pula yang berhadapan dengan morning sick parah. Dan Yoona termasuk golongan calon ibu yang mengalami morning sick parah, di tambah pula kondisi rahimnya yang tak terlalu baik.

Entah karena terlalu lelah atau memang kondisi rahimnya yang tidak sehat, Yonna mengalami pendarahan saat sedang berada di kantor. Hal ini membuat Jung Shin yang tanpa sengaja mengetahui kehamilan Yoona jatuh iba dan meminta (sebenarnya memaksa) Yoona untuk pindah dan tinggal sementara di apartemennya agar ada orang lain yang bisa menjaganya. Karena menurut dokter yang merawat, Yoona bisa saja saja kehilangan janin yang di kandungnya.

Part 4

Aroma kopi menusuk hidung Yoona saat yeoja itu melangkahkan kaki ke dapur. Disana JungShin sedang asyik dengan sesuatu yang di masaknya.

“ Anyeong Bos, … “

“ Pagi juga Yoona .. bagaimana kondisimu. Aku baca di internet kalau pagi hari kau minum teh hangat dengan madu dan perasan jeruk nipis akan mengurangi mualmu. Tuh sudah kubikinkan dan aku tak merekomendasikanmu untuk minum kopi. Kafein tak bagus untuk janinmu .” kata JungShin saat melihat Yoona sedang melirik teko kopi yang mengepul panas. Dengan agak bersungut Yoona menyesap teh madunya.

“ Aku sedang bikin omelet .. kau mau ? Atau kau ingin sarapan yang lain ? “ tanya JungShin

“ Omelet juga nggak apa2 Bos. Gumawo … “ Yoona menatap punggung JungShin dan menyesap kembali teh hangatnya.

“ Taaraaaa sudah jadi…. silahkan makan. Kalau rasanya nggak enak tetap kau paksakan makan demi janinmu. Ara ..!”JungShiin meletakkan piring yang berisi omelet porsi besar di depan Yoona.

“ Sebanyak ini harus kuhabiskan … ?.” Yoona menatap heran piring dan JungShin secara bergantian.

“ Kau harus makan untuk dua orang. Kajja makanlah dan jangan banyak bicara .”

Porsi untuk dua orang gerutu dalam hati Yoona seraya menyendok omelet dengan enggan. JungShin tersenyum lebar menatap wajah Yoona yang terlihat kesal itu. Tak ada yang bicara selama makan hingga …..

“ Jagiyaaaa … aku merindukanmu … Dimana kau ? “

Yoona menatap JungShin kaget saat suara seorang yeoja menggema di ruang depan. Ketukan sepatu yang mengarah ke dapur semakin membuat paras Yoona memucat. Dan tak lama kemudian sosok tinggi dan langsing muncul di pintu dapur . Sulli model sekaligus penyanyi yang saat ini sedang dipacari JungShin

“ Hallo jagiya …. Mwoo siapa dia ?.” tatapan ramah itu mendadak berubah tajam saat melihat Yoona.

“ Hallo juga jagiya … duduklah. Aku sudah sarapan ?.”

“ Apa-apaan ini JungShin. Kemarin kau bilang tak ke kantor waktu aku akan datang…, lalu kau bilang sedang sibuk dan banyak urusan. Inikah urusan yang kau maksudkan itu .” tatapan tajam Sulli menelusuri Yonna dari atas ke bawah.

“ Ehh .. aku sudah selesai makan. Kalian ngobrol saja dulu ….” JungShin menahan bahu Yoona saat hendak beranjak.

“ Kau lanjutkan makan dan harus habis. Kita ngobrol di depan Sulli … “ kata JungShin menarik Sulli yang melotot kesal kearah Yoona

“ …… tapi bukan begitu caranya … memangnya rumahmu ini penampungan apa ?.” sayup suara Sulli yang meninggi terdengar hingga dapur.

“ Atau sebenarnya bayi itu adalah anakmu ?…. Kau hanya sedang mencari alasan JungShin-ssi …” Yoona menutup mulutnya kaget, entah jawaban apa yang di berikan JungShin, Yoona tak bisa mendengarnya namun suara perdebatan terus berlangsung hingga terdengar suara pintu yang menutup dengan keras.

Apakah mereka berdua pergi keluar ? guman Yoona

“ Belum habis juga makanmu ?.” tegur JungShin mendapati Yoona hanya mengaduk2 omeletnya.

“ Apa nona Sulli marah bos ?…. “

“ Kalian bertengkar karena aku ya ? Mianhe ..” tanya Yoona nggak enak.

“ Marah ? … tentu saja marah…”

“ Biarlah dia marah.., toh ini kan rumahku terserah padaku siapa yang kuijinkan dan tak kuijinkan tinggal tidak ada hubungan dengannya.” jawab JungShin santai

“ Tapi … jika nanti kalian putus hanya gara2 aku tinggal disini bagaimana? .“

“ Hahahaha .. kalau aku putus akan kucari yeoja cingu baru Yoona. Kayak kau nggak tau aku saja. Yeoja cantik bukan hanya seorang Sulli saja.” jawab JungShin sambil tergelak geli membuat Yoona tersenyum kecut. Memang benar Bosnya yang tampan dan playboy ini pasti akan dengan mudah mendapatkan kekasih baru jika Sulli meninggalkannya.

“ Hmm …. atau aku balik kerumahku saja Bos, kurasa kondisiku sudah lumayan baikan kok.”

“ Tidak … kau tetap disini. Santai sajalah Yoona. Anggap aja kau sedang liburan di tempat bagus.” kata JungShin tegas.

“ Yach .. anggap saja aku sedang berlibur di tempat mewah ini. Terserah kau saja bos, jangan salahkan aku jika nantinya aku betah tinggal disini dan tak ingin pulang ke apartmenku yang sederhana itu.” kata Yonna angkat bahu berlagak pasrah.

JungShin hanya tersenyum lebar mendengar jawaban pasrah Yoona. Disesapnya kopi yang mulai mendingin dan ditatapnya Yoona yang kembali asyik menyendokkan omelet buatannya. Rasanya aku juga tak ingin kau pulang kerumahmu Yoona guman JungShin yang kemudian mendadak terdiam, …. kaget dengan pikiran yang baru saja melintas di otaknya.

***

“ Ada yang ingin kutanyakan padamu Yoona .”

“ Mmm … “ Yoona tak menoleh saat Rumi mendekati meja kerjanya. Sibuk mengedit laporan yang mesti di serahkan sore ini.

“ Apakah kau baik2 saja ? .. kelihatannya kau kurang sehat dan wajahmu terlihat pucat sekali. Kau sakit ya ?.”

“ Hanya flu saja kok , nggak ada yang serius .” Yoona masih saja menatap layar monitor didepannya.

“ Hanya flu yaa … mm mm …. “

“ Memangnya kenapa ? Ada yang aneh .. ? Yoona menghentikan ketukan jai di keyboard.

“ Kulihat kau akhir2 ini agak berubah, .. kau sering terlihat cepat lelah dan kurang makan. Tadi siang kau juga tak menyentuh apapun di kantin. Daann … “

“ Daann apa ?.” Yoona menatap rekannya dengan heran

“ Kau sering bolak balik ke toilet hanya untuk muntah …. “ Degg jantung Yoona seakan berhenti berdetak. Ternyata sahabat sekaligus mentornya ini memperhatikan perubahan dirinya.

“ Aku hanya mual saja kok, salah makan saat sarapan tadi .” elak Yoona

“ Terus teranglah Yoona. Aku juga pernah mengalami hal itu saat aku sedang hamil muda dahulu. Apakah kau sedang hamil ? … Aku tak akan bertanya siapa ayahnya , hanya jika saja kau hamil .. kau harus lebih memperhatikan kondisi tubuhmu.” Yoona tersenyum lebar mendengar ucapan Rumi

“ Ara ara … sekarang aku harus menyelesaikan ini dulu. Nanti kita ngobrol lagi oke .” Yoona menghentikan percakapan dan berlagak sibuk lagi sementara Rumi hanya bisa angkat bahu melihat sahabatnya ini menolak untuk bercerita.

Yoona menatap punggung Rumi yang berjalan menjauh menuju meja kerjanya. Aduh tak terpikirkan olehku jika kondisi ini nanti akan memunculkan kecurigaan banyak orang, guman Yoona cemas.

Belum lagi saat usia kandungannya memasuki 5 atau 6 bulan, pastinya perut akan semakin  membesar. Apa kata rekan2 kerjanya jika mengetahui dirinya hamil sedangkan belum mempunyai suami. Memang sih Negara ini bebas tapi toh takk semua masyarakatnya berpandangan bebas. Norma kesopanan masih berlaku di lingkungan ini. Apalagi dirinya dikenal sebagai yeoja baik2.

Kecemasan Yonna akan pendapat orang lain terbawa hingga pulang ke apartemen. Jung Shin menatap tajam Yonna yang hanya mengaduk-aduk makanan di piring tanpa satu kalipun menyuapkan dalam mulut. Sudah beberapa menit yang lalu Jung Shin sengaja diam melihat perubahan Yoona yang biasanya cerewet menjadi pendiam begini. Pasti ada apa2

“ Cukup sudah … katakan padaku apa yang sedang kaupikirkan ?.” Tanya JungShin mengagetkan Yoona.

“ Hhhh … ? kau bertanya padaku Jung Shin-ssi … ?.”

“ Tentu saja aku bertanya padamu. Kita kan hanya berdua disini , memangnya ada orang lain lagi ?.” Yoona tersenyum melihat sikap bosnya ini.

“ Aku tidak sedang berpikir apapun kok bos. Tenang sajalah. Ayo makan … makaan … “ Yoona menyodorkan mangkuk sayur dihadapan Jung Shin.

“ Aku tau kau entah sedang berpikir apa … ya sudah kalau nggak mau cerita padaku. Terserah … “ kata Jung Shin setelah lama terdiam dan mulai melanjutkan makan. Yoona paham dengan sikap bosnya ini, tandanya dia kesal.

Yoona hanya tersenyum melihat bosnya merajuk, tapi tak mungkin dia bercerita tentang pertanyaan Rumi siang tadi di antor. Yoona tak ingin lebih merepotkan Jung Shin dengan hal2 sepele seperti ini. Di ajak tinggal bersama di apartemen seperti ini sudah merupakan bantuan besar dari bosnya. Bagaimana jadinya jika dia masih tinggal sendiri di apartemennya. Jadi Yoona memilih melanjutkan makan tanpa berkata apapun.

***

Namun serapat apapun di simpan, toh kondisi tubuh Yoona memang tak bisa ditutupi. Tubuhnya yang semula langsing saat ini mulai tampak lebih berisi, pinggangnya mulai melebar dan perutnya mulai membuncit. Bermacam gosip tentang kehidupannya mulai beredar. Tapi Yoona hanya tersenyum dan memilih pura2 tak mendengar jika ada gosip seputar dirinya.

“ Ehh ternyata yeoja itu saat ini sedang hamil dan dia di tinggalkan kekasihnya …..”

“ Jinjaa …. kekasihnya pergi dan tak mau menikahinya … Aigooo kasihan sekali dia … “

“ Padahal dia orangnya baik dan pendiam … bisa bisanyaa …”

“ Aaiiihhh di balik sikapnya yang pendiam ternyata lihai juga bermain api dengan lelaki … ha ha ha.“ tawa keras berderai di toilet wanita menembus bilik toilet.

Yoona tahu siapa yeoja yang sedang mereka bicarakan. Pasti dirinya, … jadi Yoona sengaja tidak keluar dari bilik toilet hingga mereka pergi. Yoona tak marah mendengar ocehan itu, baginya sekarang yang terpenting adalah janin yang di dalam perutnya ini sehat dan kelak lahir dengan selamat. Titik.

“ Bos … apakah anda mendengar gosip yang beredar di kantor kita ?.” Jung Shin menatap Park Jae Jin Manager Pemasaran  yang saat ini sedang menunggu berkas yang sedang diteliti dan akan di tandatanganinya.

“ Gosiip ? … tentang apa .. tentang aku lagi sunbae.” Jung Shin hanya tersenyum simpul pada JaeJin yang dulu adalah seiornya di kampus. Walau di perusahaan ini dia adalah Direktur tapi JungShin tetap menghormati seniornya ini.

“ Ani .. bukan lagi tentang kau… “

“ Lalu tentang siapa, tumben sekali kau ikut membahas gosip karyawan. Biasanya kan kau tak peduli .”

“ Ini gosip tentang .. hmm … mm .”

“ Katakan saja , aku jadi penasaran . Apakah ada hubungannya denganku ? Tak perlu sungkan sunbae .”

“ Tidak berhubungan denganmu bos. Ini tentang ehemm .. eh tentang seketarismu Im Yoona.”

“ Yoona ?? .. ada apa dengan dia ?.” tanya JungShin heran.

“ Hmm biasanya aku juga tak terlalu mengurusi rumor atau gosip yang beredar di kantor kita ini, biasalah lingkungan kantor jika ada gosip. Tapi saat ini yang jadi bahan  gosip panas  adalah Yoona, seketarismu. Kau tahu sendiri yeoja itu tak pernah terkena gosip atau rumor murahan….”

“ Memangnya rumor apa yang beredar tentang dia. Kok aku tak tahu ya … “ potong Jung Shin.

“ Kau ini mana sempat memperhatikan rumor karyawan kan biasanya juga kau sendiri yang jadi bahan gosip di sini.” Jung Shin terbahak mendengar ucapan JaeJin yang tepat 100%.

“ Ok ok .. aku mendengarkan … katakan padaku apa yang karyawan bilang tentang Yoona.”

“ Rumornya Yoona sedang hamil dan kekasihnya tak mau mengakui anak dalam kandungannya apalagi si lelaki itu ternyata sudah punya anak dan istri … ck ck ck.”

“ APAA !!! …. “ Jung Shin kaget, hanya saja kekagetannya bukan tentang kehamilan Yoona, kalau itu dia sudah tau. Tapi tentang kekasih yang meninggalkan Yoona

“ Nah kan .. aku juga kaget. Kau tahu Yoona yeoja baik, pintar dan pendiam. Aku rasanya juga tak yakin dengan berita itu. Tapi kau bisa perhatikan perubahan tubuhnya. Dia memang sedang hamil bos.” Keadaan hening sebentar hingga ketukan di pintu membuyarkannya. Yoona berjalan perlahan memasuki ruangan JungShin tanpa sadar baru saja diriny jadi bahan perbincangan.

“ Ini laporan yang anda minta bos. “ kata Yoona seraya meletakkan berkas di meja JungShin yang hanya anggukkan kepala. Tidak seperti biasa bosnya hanya diam seperti ini.

“ Ada lagi yang ingin saya kerjakan untuk anda bos ?.” tanya Yoona.

“ Ehh nggak, kau boleh keluar . Aku akan membahas ini dengan sunbae .” Yoona tersenyum dan anggukan kepala pada dua orang yang terlihat aneh itu sebelum keluar ruangan. Setelah pintu tertutup helaan nafas terdengar panjang

“ Kau lihat perutnya dan gaya berjalannya bos. Dia benar sedang hamil .” guman JaeJin lirih. JungShin tak berkata apapun untuk menanggapi ucapan JaeJin , hanya kemudian mengalihkan pembicaraan tentang rencana kedepan perusahaan dan pembicaraan tentang Yoona pun terabaikan.

***

Sinar mentari yang menuju peraduan membias oranye di balkon apartemen menampilkan pemandangan indah dan sempurna. JungShin menatap sosok Yoona yang sedang mengaduk2 tanah dalam pot bunga yang menghiasi balkon luas itu. Agar apartemen ini nggak gersang begitu katanya saat JungShin bertanya tempo hari saat Yoona berinisiatif  membeli beberapa pot bunga dan meletakkannya di teras. Tapi bener juga kata yeoja itu, balkon apartemen sekarang terlihat lebih hidup dan nyaman dengan aneka warna bunga yang tak JungShin ketahui namanya.

“ Eh .. kau sudah pulang bos. Kukira kau akan pulang malam. Tumben sekali kau hari minggu begini pulang awal. Bagaimana kencanmu dengan Tiffani … “ tanya Yoona saat menyadari JungShin telah berdiri di belakangnya.

“ Biasa saja … “

“ Huaaa … kalau kau sudah berkata BIASA saja itu artinya sebentar lagi kau akan putus dengannya. Ck ck ck ck Aigoo ..  tipe bagaimana lagi yang kau cari sih bos ?.”

“ Tipe sepertimu “ Hampir saja ucapan itu terlontar dari mulut JungShin tapi untung saja namja itu bisa menahannya. Karena tak mendengar jawaban apapun Yoonapun menoleh dan mendapati JungShin sedang bersandar di pintu dan menatap dirinya dengan pandangan aneh.

“ Ada yang aneh dengan diriku ?.” rambut Yoona yang tergerai panjang, bulir keringan tipis di kening dengan latar belakang inar senja membuat JungShin terpana tak mampu mengucapkan kata2. Yeoja ini ternyata jika di perhatikan cantik juga.

“ Hai bos .. Aiihh Lee Jung Shin-ssi .. kau sedang melamun apa ?”

“ Tidak .. tak apa2. Lanjutkan saja apa yang kau lakukan. Aku mau mandi … “ kata JungShin seraya masuk ke dalam diiringi tatapan heran Yoona.

“ Kenapa dia , pasti putus cinta lagi. Dasar playboy .. kurang cantik apa coba gadis2 yang dipacarinya. Hmm .. “

Sudah hampir 4 bulan mereka tinggal bersama jadi Yoona sudah paham suasana hati Jung Shin. Yoonapun  melanjutkan mengaduk2 tanah sambil berdendang. Tanpa menyadari JungShin memperhatikan dari balik balik jendela..

Hubungan mereka semakin akrab, namun baik Yoona maupun Jung Shin seakan punya kesepakan tak tertulis yaitu mereka akan bersikap biasa satu dengan yang lain jika berada di kantor. Atasan dan karyawan. Namun jika di rumah kadang Yoona  tidak berbicara dengan bahasa sopan seperti pada atasan tapi bahasa biasa layaknya teman.

“ Kau sedang apa ?.” tanya JungShin saat mendapati Yoona duduk selonjor kaki dikarpet depan tv sambil sesekali membungkukkan badannya.

“ Ughh uuhh … sedang senam kehamilan. Gerakan ini kata perawat bisa mengurangi pegal di punggungku.” Jung Shin tak berkata apapun dan hanya duduk di sofa sambil memandangi layar tv sambil sesekali melirik tubuh Yoona yang mengayun2 kedepan dan belakang dengan ritme teratur seakan menari.

“ Apakah gerakan itu mengurangi pegalmu ?.” tanya JungShin saat Yoona menghentikan gerakannya dan malah hanya diam berbaring miring menatap tayangan tv

“ Tidak .. kurasa tidak berpengaruh banyak. Pinggangku tetap pegal .” Yoona memijit  mijit pinggangnya sendiri.

“ Kalau begini apakan terasa enak ?.” Yoona kaget tiba2 JungShin sudah duduk dibelakangnya dan jemari namja itu memijit pelan pinggangnya.

“ Ehh bos .. apa yang kau lakukan. Aku tidak apa2 kok, kata dokter memang pinggang dan punggung akan terasa pegal jika janinnya mulai besar.”  Yoona bergerak bangun tapi JungShin malah menekan bahunya agar tetap berbaring miring.

“ Diamlah dan lihat saja acara drama tv kesukanmu itu dan biarkan aku memijat punggungmu.” Kata JungShin pelan. Yoona tak membantah dan hanya angkat bahu. Terserah kau sajalah bos, lumayan juga ada yang memijat guman Yoona senang.

“ Kau mendengar rumor yang berdedar di perusahaan tentang dirimu ?.” Tanya JungShin pelan.

“ Hmm aku dengar .” jawab Yoona singkat.

“ Lalu .. .”

“ Laluu … ya biarkan saja. Toh memang kenyataannya aku hamil kan.”

“ Lalu kau tak ingin menjelaskan pada orang2 bahwa kau itu melakukan inseminasi dan bukannya hamil dengan lelaki tua yang sudah beranak dan beristri.”

“ Whooaaa .. kau ini bos, ternyata tau juga rumor tentang karyawanmu. Kukira kau tak pernah peduli. Hehehe iya dink, kau memang biasanya tak peduli . Karena kau biasaya yang jadi bahan gosip di perusahaan kita.” Yoona tertawa geli, JungShin hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Yoona.

“ Aku nggak peduli mereka mau bilang apa tentangku. Santai saja bos … “ mata Yoona tak lepas dari layar kaca menikmati drama favoritnya tanpa menyadari kening JungShin yang berkerut kesal.

Suasana menjadi hening , hanya dialog aktor dan aktris yang mendominasi ruangan. Hembusan nafas teratur menghentikan jemari JungShin.

“ Ck ck ck .. aku ternyata berbakat jadi tukang pijat.” guman JungShin menatap Yoona yang terlelap tidur dengan posisi miring membelakanginya. JungShin mengamati bentuk tubuh yeoja itu , Ya perut Yoona yang semula rata sekarang sudah membuncit .. tidak terlalu besar karena usia kandungannya juga masih 5 bulan tapi tetap terlihat dengan mata jika yeoja ini benar2 hamil. Pantas orang2 kantor ramai membicarakannya.

“ Yoona .. bangun. Pindah kekamarmu sana .” JungShin menggoyang bahu Yoona , namun yeoja itu hanya mengguman tak jelas tanpa membuka mata.

“ Aisshh dasar .. kau bisa flu kalau tidur disini .” JungShin mengangkat tubuh ringan Yoona dan membawanya kekamar yeoja itu. Entah karena kelelahan atau terasa nyaman, Yoona tetap tak membuka mata saat JungShin membaringkan tubuhnya di kasur.

“ Benar2 …. “ JungShin tak melanjutkan ucapannya karena tiba2 Yoona bergerak mengubah posisi tidur yang membuat ujung rok nya tersingkap menampakan paha halusnya. Jantung JungShin seakan berhenti berdetak.

“ Ughh siall .. “ JungShin buru2 menarik selimut dan cepat2 keluar dari kamar Yoona.

“ Apa yang aku pikirkan .. dia wanita hamil Shin. Aigooo aku sudah gila .” guman JungShin seraya meneguk segelas air. Ditatapnya langit malam lewat jendela kamar dengan sejuta pikiran berkecamuk di otaknya.

***

“ Yoonaaa … kau sudah bangun ? Sarapan sudah siap nih .” panggil JungShin sambil melirik jam di dinding dapur yang sudah menunjukkan angka 7.00. Biasanya jam segini Yoona sudah ikut mondar mandir di dapur. Atau mungkin karena hari ini jatah JungShin membuatkan sarapan untuk mereka berdua jadi Yoona memilih terlambat.

“ Yoona … kau sudah bangun ?.” JungShin mengetuk pintu kamar Yoona. Tak terdengar jawaban hanya suara gemercik air , .. ah baru mandi dia guman JungShin hendak beranjak dari depan pintu hingga suara teriakan mengagetkannya.

“ Waeyoo … Yoonaa … “ JungShin menerobos masuk kamar dan langsung membuka pintu kamar mandi melihat Yoona berdiri pucat hanya berbalut handuk  dan di sekitar kakinya terdapat genangan merah. Darah … Jangan – jangan batin JungShin berkecamuk cemas.

“ Tenang , kau akan segera kubawa ke rumah sakit .” dengan cepat JungShin meraih tubuh Yoona sebelum yeoja itu jatuh karena dilihat dari wajahnya saja yeoja itu sangat shock.

“ Pakailah bajumu , aku tunggu di luar …. “ JungShin mendudukkan Yoona di tempat tidur dan beranjak keluar kamar.

“ Aigoo … “ JungShin menghela nafas panjang melihat Yoona masih diam pucat pasi.

“ Pakai ini saja … “ dengan cekatan JungShin memakaikan gaun terusan yang didapatkan setelah mengobrak abrik lemari Yoona. Sedikit miris JungShin menatap bagian bawah handuk yang berwarna merah pekat.

“ Othokke JungShin .. bayiku … “ isak Yoona terbata.

“ Ssshhh .. Kajja kita kerumah sakit .”

JungShin mondar mandir di depan ruang periksa karena Yoona sedang di periksa oleh dokter kandungan. Semalam apakah karena terlalu keras saat memijat hingga terjadi pendarahan lagi , sesal Jung Shin. Itu bisa saja terjadi kan ?

“ Anda boleh masuk tuan .” panggil perawat mempersilahkan JungShin untuk masuk kedalam.

“ Bagaimana keadaannya dokter ?.” JungShin tanpa basa basi bertanya pada dokter Kim sementara Yoona berbaring di ranjang dengan muka pucat dan mata memerah seakan habis menangis. Jarum infuse menembus lengan kirinya yang lunglai.

“ Kondisinya tidak begitu baik, kistanya ternyata ikut membesar dan ini mengganggu pertumbuhan janin. Jika hal ini berlangsung terus menerus maka akan selalu tejadi pendarahan dan saya tidak berani mengambil resiko. Kehamilan ini harus diakhiri demi keselamatan ibu . ” Jung Shin hanya terdiam mendengar penjelasan dokter yang panjang lebar, sementara Yoona mengalihkan tatapan matanya ke langit2 seolah tak ingin mendengar ucapan dokter barusan.

“ Saya tahu selama ini andalah yang menjaganya dan bayi itu sangat berarti untuknya. Saya mohon jagalah dia, dia sudah seperti anak bagi saya .” bisik dokter pada Jung Shin sebelum meninggalkan ruangan.

“ Hmm bagaimana perasaanmu… ?.” tanya Jung Shin.

“ Ne .. aku sudah merasa baikan .” guman Yoona lirih.

“ Tadi kata dokter Kim,  kalau infuse ini habis kita bisa pulang  .“ Yoona hanya anggukkan kepala tak menjawab.

“ Haiii .. jangan lesu begitu dong. Kau harus bersemangat, bayimu pasti akan selamat. Aku janji .”

“ Benarkah .. bayiku ini akan selamat ?.” Yonna balik bertanya tak yakin.

“ He eh .. aku janji . Bayimu akan selamat .” kata Jung Shin seraya mengenggam jemari Yoona memberi dukungan.

***

“ Anyeong Dokter Kim … “

“ Anyeong .. ada perlu apa ya ?.” dokter Kim menatap sosok tegap dan tampan di hadapannya.

“ Apakah benar pasien anda di kamar 281 adalah Im Yoona ?.” Tanya namja itu lagi.

“ Iya benar , apakah anda mengenal Yoona ?.”

“ Ani .. saya tidak .. eh belum mengenal Yoona. Hanya saja saya ingin tahu keadaan ahim dan kehamilannya .”

“ Mworago ? .. bagaimana anda bisa tahu Yoona sedang hamil ?.” dokter Kim heran bukan main, karena data pasien adalah bersifat rahasia, jadi bagaimana mungkin ada orang lain yang notabene bukan keluarga menanyakan kondisi pasiennya.

“ Mianhe .. mungkin saya terlalu lancang ingin tahu keadaan Yonna. Tapi saya juga ada sedikit berkepentingan dalam hal ini …. “

“ Maksud anda apa sih sebenarnya ?.” Tanya dokter Kim kesal.

“ Sayalah ayah biologis janin yang di kandung Yoona … “

“ MWOOO … itu tidak mungkin. Yoona mendapatkan kehamilan dari inseminasi buatan .”

“ Saya tahu itu. Karena sayalah yang telah memilih Yoona untuk menjadi ibu bagi anak saya .” Dokter Kim terdiam sesaat.

“ Oke .. ikutlah ke ruang saya. Dan jelaskan maksud ucapan anda barusan .” Namja itu anggukkan kepala dan kemudian mengikuti langkah kaki Dokter Kim. Sementara kicau burung masih terdengar sayup mengiringi sinar mentari yang mulai terasa terik.

tbc

16 thoughts on “Untouchable Love Part 4

  1. akhir’a bisa jg,,,he3

    jungshin bnr playboy sejati nih,,,,mantan2’a artis semua euyyyyyyyyy
    pas yoona’a pendarahan aq ampe bangun dr nyender baca’a bnr2 kaget
    jd ikut2’a sedih jg,,,

    yg mulai suka jungshin,,,yoona’a gimana ya?
    trus lagi bakalan ada pemain baru

    semakin penasaran yg pasti’a semakin menarik cerita’a
    eonni hwaiting buat part 5’a ya
    >_o

  2. Wah…ceritanya bagus skali (ง’̀⌣’́)ง ,makin penasaran jadi nya,kok mendadak ada cwo yg keluar bilang klo anak yg di kandung yoona anak nya,makin penasaran jadi nya dan siapa cwo itu,gimana reaksi nya yoona klo dia mengetahui masalah ini,sip…ceritanya bagus (ง’̀⌣’́)ง

  3. Aq udh bca part 1,2,3 bruzant..
    Comment’a aq gbungin d’part 4 ini aja ya eon… Hhehe *hematxD

    Mmm… Suka crta’a jungshin baek bgtt…😀
    kira” yoona suka gx yah amah jungshin oppa?? Scara udh tinggl 1atep truz prhatian bgtt lg… Hehe #jdpengent:**

    penasaran cva tuh bokap janin yg dprut yoona…?!
    Dtggu lnjutan’a ya eonni….🙂 Hwaiting🙂

  4. itu namja yg ngaku jd appa dari aegi yg dikandung yoona siapa ya ??
    *ribet bgt itu bahasanya diatas*
    jgn smp dia mau nikahin yoona,
    biar yoona sma jungshin aja..
    apa namja itu emng jungshin??
    tp ga mungkin kan,
    masa dokternya ga kenal sma jungshin,
    ayo dong next part nya lebih cepet dipublish,
    dr part 3 ke part 4 lama bgt waktunya …

  5. kyaaaaa eonni akhirnya apdet juga ini FF fufufufufufu~
    entah kenapa aku suka deh sifat Jungshin disini, stay coolll tsaaaaaaahhhhhhh xD
    woooww kenapatuh yoona? dan siapa namja itu?>
    lanjuuutttt eonnnnn

  6. Gumawo BOICE udah nyempetin baca n koment

    ” Shinnie … peluk nonna dunk biar dapet ide untuk part 5 ” … ixixixi

  7. akhir.a stelah m’nunggu skian lma,, da jga lnjutan ff ne,, kirain ga dlanjutin,,
    kra2 spa y ayah janin ntu thor?
    Lanjut y thor,, asap..
    Jgn biarkn readermu mti pnsran thor..

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s