YOU

 

Tittle      :  You

Author  : Eng_gar

Genre   : T

Length  : Oneshoot *kayaknya kepanjangan*

Cast       :

Kang  Minhyuk  CNBLUE

Kim  Shin Na (ocs)

Other

 

Disc+Note           : Ini FF jadi karena author rada ngambek sama jawaban interviewnya si Minhyuk di MHGF. Jadi intinya ini ff adalah curhatan sekaligus impian author untuk ngomong langsung sesuatu ke Minhyuk. Ini hanya fiksi dan bukan kenyataan. Author hanya bikin sedemikian rupa demi kepentingan ff, jangan salah paham. *reader : iye, author* Mianhae kalau rada aneh (-.-)  Happy reading, RCL

 

 

Author PoV

 

Di sebuah kamar yang damai dengan music Rock super duper kencang yang keluar dari speaker DVD jumbo dan keadaan ruangan yang berantakan *gitu dibilang damai*, Shin Na sangat menikmati acaranya menghadap layar laptopnya.  Kakinya berjoget (?) mengikuti alunan music.

 

Ya, yeoja yang terdaftar sebagai mahasiswi di Universitas  Sang JiYong ini  sangat hobi menjelajah dunia maya. Entah itu main game online, cari-cari gossip artis favoritnya *whaaatt??*, Twitteran, atau sejenisnya itu author nggak tau namanya. Menurutnya bermain dengan laptop itu lebih berharga daripada harus menghirup udara kotor di pusat perbelanjaan, atau menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam di salon.

 

Di sebelah kamar yang damai namun berisik itu (?), ada sebuah ruangan yang kalau author bilang lebih mirip rumah Barbie.  Lah bagaimana tidak? Semua perabot yang ada di ruangan itu semua berwarna Pink. Mulai dari pelapis dinding motif batik warna Pink, bed cover spongebob pake  daster pink, lampu meja pun berwarna Pink. Kalau author boleh kasih tau, closet yang ada di kamar mandi dalam ruangan itu saja warna Pink dengan motif bunga-bunga. (-__-)

 

Tapi jangan salah, ruangan itu sangat jauh berbeda dengan kamar milik Shin Na yang berantakan. Sangat rapi sampai-sampai kalau terkena cahaya matahari saja langsung terlihat kinclongnya.Di depan pintu kamar Pink itu tergantung sebuah hiasan dengan ukiran kayu berwarna Merah *untung bukan Pink* bertuliskan “Key”. Nama pemilik kamar itu sekaligus kakak laki-laki dari Shin Na.

 

Sebenarnya  namanya Kim Kibum, tapi karena nama itu menurutnya pasaran dan sudah banyak dipakai artis-artis Korea seperti Kibum Suju, Kibum  U-Kiss *kalau author ngga salah inget* (-_-), dan Kibum SHINee, dia mengubah namanya menjadi Key (-_-). Biar agak keren gitu.

 

“Woi ! Shin-ya! Kecilkan musikmu, aku sedang ganti baju!” teriak Key sambil berusaha memasukkan kepalanya ke kerah baju. Heran deh, ganti baju saja butuh ketenangan, kalau belajar sih wajar.

 

“Ne, oppa.” Shin Na beranjak dari laptopnya dan mengecilkan 3% dari volume sebelumnya dan kembali aktifitasnya. Nanggung -_-

 

“Olchi ! Shin-ya sudah kubilang kecilka.. Aigo.. !!”

 

Key melongo saat dia masuk ke kamar dongsaengnya. Mulutnya membentuk huruf O bulat sempurna, matanya melotot, dan kemudian wajahnya merah melihat kamar yang sangat tidak teratur alias berantakan layaknya kapal hancur menabrak mercusuar. Dengan langkah setengah berjinjit dan tampang jijik, Key menghampiri Shin Na yang masih berkutat dengan Laptopnya.

 

“Shin-ya! Cepat bersihkan kamarmu!” bentak Key sambil berkacak pinggang disamping dongsaengnya.

 

“Ne, oppa. Setelah aku mendapatkan foto  Minhyuk  pasti akan aku bersihkan. Dia baru saja sampai di bandara Incheon, oppa.” jawab Shin Na yang ngawur. Disuruh bersihin kamar malah bicarain actor favoritnya. (-_-)

 

Gigi Key gemeletuk mendengar jawaban Shin Na. Dengan langkah seribu dia segera mengambil kemoceng bulu ayam warna Pink miliknya yang tergantung di belakang pintu kamarnya, dan dimulailah Key membereskan kamar Shin Na dan si pemilik kamarpun lebih suka melirik oppanya tanpa mau membantu.

 

“Huft.. kalau begini kan enak dilihat.” Key tersenyum sambil menepuk-nepukkan telapak tangannya untuk menghilangkan debu. Matanya berbinar melihat ruangan itu bersih.

 

“Huaaa.. apa-apaan ini? Andwaeee….!!” Jerit Shin Na tiba-tiba yang membuat Key terpental karena kaget.

 

Mata Shin Na berkaca-kaca, bibirnya mulai merosot (?), tangannya menggenggam bed cover kasurnya. “Huaa.. apa-apaan ini?! Oppa.. apa yang dia lakukan?!!”  Shin Na menghampiri Key memeluk dan  meremas baju Key. Sesekali dia meloncat-loncat tidak jelas, tatapan  Key naik-turun seiring dengan loncatan Shin Na.

 

“Waeyo? Heh, kenapa kau jadi gila?” tanya Key heran. Shin Na menatapnya tajam karena dikatain gila.

 

“Lihat itu !” tunjuk Shin Na ke layar laptopnya. Air matanya mengalir pelan.

 

Key melihat ke layar laptop Shin Na. Dia menaikkan satu alisnya memperhatikan  gambar yang ada disana. Seorang namja yang berumur sekitar 20 th sedang menggandeng seorang yeoja di bandara. Key hening sejenak.

 

“Nugu?” tanya Key.

 

“Huaa.. dia kan Minhyuk, oppa.. Kenapa dia bisa dengan yeoja itu?!” jerit Shin Na lebay. Key mencibir.

 

“Dasar labil. Mungkin saja dia manajer Minhyuk, atau desainer, atau asisten Minhyuk. Sudahlah ini hanya masalah kecil, jangan menangis.” Key beranjak meninggalkan kamar Shin Na, tapi kemudian Shin Na menjadi.

 

“Minhyuk jahat ! Aku tahu wajah manager Minhyuk ! dan aku tau siapa yeoja itu ! Kyaa.. Minhyuk jahat..!”

 

Shin Na mengamuk memukuli poster Minhyuk yang tertempel di dinding kamarnya sampai jatuh dan kucel lalu mengobrak-abrik kamarnya. Melempar bantal, guling, buku, boneka, bed cover dan  kursi ke segala arah, bahkan lemari pun hampir dia lempar. Key berbalik dan hampir kena serangan jantung.

 

“Aku baru saja membereskannya, KIM SHIN NA !!”

 

****

 

@ Sebuah Dormitory

 

“Sepertinya aku lapar, hyung. Terlalu lama tidur di pesawat menguras tenagaku.” Eluh seorang namja bermata segaris sambil duduk lemas di sofa dan mengelus perutnya.

 

“Bukankah kau menghabiskan banyak makanan di disana? Bahkan di pesawatpun kau masih makan dan kau juga makan punyaku kau bilang lapar?!” seru seorang namja beramput panjang yang baru keluar dari dapur.

 

“Ya, Jungshinnie. Berbagilah padaku supaya aku bisa berisi sedikit.” Balas namja sipit itu. Jungshin memelototkan matanya.

 

“Olchi! Minhyukkie. Aku juga butuh energy lebih, aku magnae disini dan badanku lebih kecil darimu.” Jungshin duduk disebelah Minhyuk lalu mengemil snack yang dia bawa. Minhyuk menatap melas ke Jungshin. Siapa tau Jungshin kasian dan memberinya sedikit snack itu. *parah*

 

“Apa Eun Ae noona sudah kau antar pulang?”  tanya Jungshin. Minhyuk menggeleng lesu.

 

“Manager yang mengantarnya. Kalau ada Boice yang melihat aku mengantarnya pasti sudah habis aku.”

 

“Hmm.. benar juga. Aku lihat hubungan kalian makin baik.” Jungshin melahap cemilannya yang membuat Minhyuk meneteskan air liur.

 

“Sudahlah, jangan basa-basi. Aku lapar, bagilah biskuitmu itu..”

 

“Tidak akan aku beri. Wee..” Jungshin menjulurkan lidahnya dan meninggalkan Minhyuk ke kamar. Minhyuk memandangi ruang tamu dormnya dengan tatapan lemas. Sesekali dia menghembuskan nafas panjang.

 

“Jonghyun hyuuuung.. Yonghwa hyuuuuung..” jerit Minhyuk.  Terdengar suara langkah berlari dari dapur dan kamar tidur menghampiri Minhyuk.

 

“Ada apa?! Apa ada maling? Ada apa Minhyuk?!”

 

Yonghwa dan Jonghyun panic tergopoh-gopoh ke arah Minhyuk. Bahkan Yonghwa masih membawa Teflon penggorengan karena hendak memasak dan kaget karena  Minhyuk teriak-teriak. Sementara Jonghyun dengan wajah penuh aura hendak menghajar maling memandang panic ke arah Minhyuk.

 

“Aku lapar..” lanjut Minhyuk dengan suara pelan. Pantat teflon Yonghwa menghantam pipi Minhyuk.

 

****

 

Jonghyun, Yonghwa dan Jungshin menelan ludah melihat makhluk rakus di depannya. Minhyuk. Dengan lahapnya dia menyantap pasta buatan Yonghwa tanpa ragu. Bahkan sudah 2 piring yang dia habiskan. Ini piring ke3 dan dia belum merasa kenyang.

 

Jonghyun berbisik ke Yonghwa, “Minhyuk tidak diberi makan manajer berapa hari sih, hyung?”

 

Jungshin juga ikut berbisik ke Yonghwa, “Padahal sebelum pulang ke Korea dia sempat makan burrito 3 porsi, Hyung. Itu juga masih beli lagi dan dia makan di pesawat. Mana aku tidak dibagi pula.” Jungshin nyempilin curhatan.

 

“Jangan-jangan arwah JoonHee masih nyantol di badan Minhyuk?” bisik Yonghwa. Junghin dan Jonghyun mengangguk setuju.

 

“Hyufng.. affa masih ada lagi?” ucap Minhyuk dengan mulut penuh makanan. Jonghyun angkat bahu, Yonghwa menggeleng, Jungshin tertunduk. Minhyuk menelan suapan terakhirnya. (-_-)

 

“Ah, aku belum kenyang. Hyung, aku cari makanan keluar dulu ya.” Pamit Minhyuk. Sementara itu duo Hyung dan Jungshin hanya melongo entah kagum, heran, atau malah setres dengan kelakuan drummer mereka yang seperti orang gila tidak makan 2 bulan.

 

“Diluar dingin, bawa mantel dan masker!” teriak Yonghwa. Minhyuk hanya mengangguk.

 

***

 

 

@ Rumah Shin Na

 

“Shin-ya.. berhentilah menangis. Kalau tetangga mendengarnya aku bisa dilaporkan ke appa dan eomma kalau aku tidak becus membuat kau diam..” bujuk Key pelan dengan muka melas.

 

Key sudah sangat frustasi dengan Shin Na yang dari tadi menangis tidak mau berhenti. Apalagi orangtua mereka yang sering ada di luar kota telah berpesan ke Key supaya menjaga Shin Na dengan baik. Nah, sekarang Shin Na malah menangis menjadi-jadi seperti balita yang kehilangan mainan kesayangannya, bagaimana namja imut itu tidak frustasi?

 

“Minhyuk, oppa.. Minhyuk..” isak Shin Na. Key jambak-jambak rambut makin frustasi. Di luar terdengar suara petir yang sangat keras pertanda akan hujan.

 

“Ya! Shin Na-ya. Aku tau Minhyuk bersama yeoja lain, tapi haruskah kau menangisinya seperti ini? Bahkan dia tidak tau kalau kau menangisinya. Berhentilah menangis, telingaku sakit!” bentak Key  yang sukses membuat isakan dongsaengnya makin keras.

 

“Oppa tidak mengerti..”

 

“Aku mengerti. Kau sangat menyukai namja itu bukan? Tapi kau harus tau kalau kau hanya fansnya. Tidak lebih. Jangan bertingkah konyol seperti ini, dongsaengku. Kalian punya jalan hidup yang berbeda dan mungkin nanti kau juga bisa melupakan idolamu itu..” nasehat Key agak pelan namun cukup keras.

 

Shin Na menghentikan isakannya. Key merapatkan tubuhnya dan mengelus rambut Shin Na.

 

“Idola juga berhak bahagia, Shin Na. Harusnya kau membalas kebaikan meraka.” Ucap Key. Shin Na menatap Key penuh tanda tanya.

 

“Begini, coba kau fikir. Selama ini mereka, idola kita selalu membuat kita bahagia bukan? Mereka tampil dengan semangat di panggung, bahkan saat mereka sakit. Itu karena ingin membuat kau dan para fans bahagia. Karena kalau fans bahagia, mereka juga akan bahagia. Apa kau tidak mau membalas kebaikan mereka? Buat mereka bahagia, jangan sedikit-sedikit ngamuk terus kau lempar semua barang-barang.”

 

Key menasehati dongsaengnya panjang lebar. Shin Na tertegun menyadari omongan Key. Padahal aslinya Key Cuma jengkel harus membereskan barang-barang yang dilempar Shin Na.

 

“Aku mau cari udara segar.” Balas Shin Na lalu beranjak keluar kamar.

 

“Sabaar Key, setidaknya dia tidak mengamuk lagi..” Key mengelus dada melihat kamar abstrak di depannya. “Baiklah, karena aku menyayangimu, dongsaengku. Ini terakhir kalinya kau memperlakukanku sebagai pembantumu.”

Kasian amat si Key.

 

***

 

@ Halte Bis.

 

“Ah, sial !” umpat Minhyuk. Tangannya menggenggam tas-tas berisi makanan dan cemilan yang baru saja dia beli. “Kenapa harus hujan, sih? Tau begini aku minta antar Yonghwa hyung saja. Tidak ada taksi dan bis pula. Hp juga tidak bawa.” Minhyuk celingak-celinguk duduk sendirian di halte bis. Untung dia membawa mantel dan masker.

 

Kedinginan di halte bis membuat perut Minhyuk keroncongan dan dia pun mulai membuka satu bungkus snacknya. Tak sampai beberapa menit snack itu tinggal bungkusnya. Saat Minhyuk mengeluarkan satu bungkus lagi snack dari tas belanjaannya, seorang yeoja datang dengan terburu-buru dan duduk di sebelah Minhyuk.

 

Sepertinya dia berteduh karena kehujanan. Bajunya basah kuyup. Minhyuk segera merapatkan mantel dan memakai maskernya, siapa tau yeoja itu mengenalinya sebagai Kang Minhyuk, drummer CNBlue. Minhyuk segera melahap snacknya dengan cepat. Tanpa Minhyuk sadari yeoja itu memandangi cara makannya yang bisa dibilang tidak rapi.

Baru sadar dengan pandangan aneh yeoja itu, Minhyuk menoleh dan tersenyum canggung yang membuat matanya sesaat menghilang *lu kate jin?*

 

“Kau mau, nona?” tawar Minhyuk. Yeoja itu menggeleng. Sesekali dia menggosok-gosokkan telapak tangannya.

Minhyuk cuek lalu meneruskan makannya sampai snacknya habis lalu mencoba menunggu hujan reda sambil mengajak ngobrol yeoja itu.

 

“Sedang apa yeoja manis ini hujan-hujanan? *inget Eun Ae, main mata ama yang manis-manis aja sih* Mana auranya gelap begitu lagi. Jangan-jangan dia ada masalah dan berniat mau bunuh diri, aigo !” Batin Minhyuk lebay plus sotoy.

 

“Mmmm.. Nona, gwaenchana?” tanya Minhyuk. Yeoja itu menggeleng. Minhyuk makin menduga yang aneh-aneh.

 

“Apa kau ada masalah?” tanya Minhyuk lagi. Yeoja itu menoleh dengan tatapan datar.

“Aduh.. rempong amat ya  aku.” Batin Minhyuk.

 

“Memang kau bisa membantu masalahku?” seloroh yeoja itu agak ketus. Minhyuk menelan ludah.

 

“Mungkin aku bisa menjadi pendengar yang baik. ceritakanlah.”

 

Yeoja itu menghela napas panjang. Sepertinya ragu ingin menceritakan masalahnya dengan orang asing yang tertutup wajahnya itu. Namun dia benar-benar ingin meluapkan perasaannya.

 

“Aku punya seseorang yang aku suka. Dia tidak tau siapa aku, tapi dia tau kalau aku ada dan sangat menyayanginya.” Yeoja itu memulai bercerita.

 

“Tidak tau tapi tau?” batin Minhyuk. Dia berusaha mencerna kata-kata yeoja itu.

 

“Kau pasti heran, bukan? Ya, ini memang bisa dibilang aneh, konyol bahkan kau bisa berfikir kalau aku gila.” Lanjut yeoja itu. Minhyuk diam menunggu kelanjutan ceritanya.

 

“Aku menyukai seorang artis.” Bisik yeoja itu. Minhyuk tersentak namun sesaat kemudian bisa mengendalikan diri.

 

“Nu..nugu? Apa artis itu teman dekatmu?”

 

“Bukan. Aku tidak punya teman artis. Ah, kau tau drama Minami Shineyo?”  tanya yeoja itu. Auranya sedikit membaik. Minhyuk mengangguk sambil berusaha menerka siapa artis dari drama itu yang disukai yeoja ini.

 

“Jangan-jangan Yonghwa hyung. Andwaee..” batin Minhyuk. Tidak rela dia kalah dari Yonghwa.

 

“Kau tau Lee Hongki?” tanya yeoja itu lagi. Minhyuk mengangguk cepat. Lagi-lagi dia membatin. “Apa?! Hongki hyung?!”

 

“Dia punya band bernama FT Island bukan?” Minhyuk mengangguk lagi menanggapi pertanyaan yeoja itu. Hatinya dag dig dug karena dia takut fans  Hongki lebih banyak darinya. (-_-)

 

“Entah kenapa aku selalu menyukai seorang drummer, walaupun Hongki bukan drummer tapi dia cukup baik memainkan drum.” Lanjut yeoja itu. Minhyuk siap-siap sesajen. *buat apaaa??*

 

“Tapi, aku mencari tau lebih lanjut ternyata dia punya dongsaeng bernama Minan (Minhwan) yang juga seorang drummer.” Minhyuk garuk-garuk pipi hampir saja maskernya lepas. Tak rela sekali dia.

 

“Jadi kau suka Hongki hyung atau Minan?” tanya Minhyuk cepat. Yeoja itu menatapnya heran lagu menggeleng.

 

“Bukan Hongki dan Minan.” Ucap yeoja itu. “Aku lebih suka band dari Yonghwa.” Lanjutnya.

 

“Apa maksud yeoja ini? Dia bilang menyukai seorang drummer. Yonghwa hyung kan tidak bisa main drum. Dasar aneh.” Batin Minhyuk jengkel.

 

“Aku suka dongsaengnya Yonghwa yang drummer itu.” Lanjut yeoja itu. Minhyuk masih belum ngeh kalau yang dimaksud adalah dia. Minhyuk hanya mengangguk-angguk. Sesaat kemudian pikirannya bekerja.

 

“Oh, dongsaengnya Yonghwa hyung yang bisa main drum. Jadi Minhyuk.” Batin Minhyuk. Setres ini anak kebanyakan makan. Itu yang dimaksud elu, baaaang. “Aku dongsaeng Yonghwa hyung, dan aku mahir main drum. Jadi dia menyukaiku?” batin Minhyuk santai. Kali ini dia memilin dagunya yang belum tumbuh jenggot (-_-). Dan kemudiaan..

 

“Mwo?? Jadi kau menyukaiku?!” Minhyuk melompat girang, fansnya nambah satu. Shin Na memandangnya dengan penuh tanda tanya.

 

“Ya! Aku  tidak menyukaimu. Aku bilang  drummer CNBlue. Bukan kau, namja aneh.” Cibir Shin Na. Minhyuk menyadari kebodohannya dan langsung membekap mulutnya.

 

“Ah, iya. Maksudku aku kan juga tidak kalah tampan dari drummer itu, siapa? Minhyuk ya namanya?” Minhyuk belagak garuk-garuk kepalanya yang berketombe.

 

“Tapi sekarang aku tidak menyukainya lagi.” Shin Na tertunduk, Minhyuk terkena serangan jantung karena fansnya pergi satu.

 

“Wa.. wae? Bu.. bukanya kau menyukainya? Bukankah dia tampan? Baik? imut? Menawan? Dan dia juga ramah..” Minhyuk membanggakan diri sendiri. Author muntah *plak

 

“Aku tau. Tapi oppaku bilang ini hanya cinta sebatas fans. Aku tidak mungkin memilikinya. Lagi pula aku juga sedang marah padanya.” Lanjut Shin Na.

 

“Marah? Kenapa?”

 

“Bisa dibilang aku stalkernya. Walau aku tidak selalu mengikutinya, tapi aku punya banyak koneksi untuk memantau keadaannya. Aku tau kalau setiap dia mimpi buruk malam itu juga dia akan lari ke kamar Yonghwa lalu mengusir Jonghyun sedangkan dia memilih tidur dengan Yonghwa.” Shin Na terkekeh pelan *author ngayal lhoo..*

 

“Kalau Yonghwa marah padanya dia akan meminta maaf sampai Yonghwa mau memaafkannya walau dia harus tidur di depan pintu kamar Yonghwa.” Lanjut Shin Na. dalam hati Minhyuk membatin dari mana yeoja ini tau.

 

“Mungkin jika Minhyuk mendengar ini dia akan ngeri dan meyewa agen FBI.” T utur Shin Na, dan benar saja setelah hujan reda Minhyuk telah berencana untuk menyewa bodyguard lengkap dengan anjing pelacaknya.

 

“Aku marah padanya karena tadi aku tidak sengaja melihat fotonya di bandara menggandeng seorang yeoja. Dan aku kenal siapa yeoja itu.” Nada bicara Shin Na mulai naik memasuki tingkat siaga. *lu kate gunung berapi?* Minhyuk menelan ludah.

 

“Hebat sekali dia bisa tau kalau Eun Ae noona aku ajak ke LA. Padahal aku kan hanya menggandengnya tidak sampai keluar dari pesawat.. Astaga..” batin Minhyuk, wajahnya mendadak pucat.

 

“Apalagi saat interview drama terbarunya. Dia bilang yeoja itu bisa mengajarinya dan cocok menjadi yeoja chingunya. Dia pikir apa yang dia katakan? Apa dia tidak memikirkan perasaan para fansnya saat dia berkata seperti itu? Apa dia tidak tau kalau aku sakit hati dengan kata-katanya? ” wajah Shin Na mulai menunjukkan tanda-tanda akan melempar barang-barang di sekitarnya.

 

Shin Na menarik nafas panjang dan meneruskan omelannya. Tanpa dia sadar dia sudah mengkritik secara pedas kepada namja di depannya itu.

 

“Saat fan meet kemarin, aku ingin sekali datang. Tapi tugas kuliah menumpuk.” Tutur Shin Na. Dia memandangi hujan yang agak mereda.

 

“Tapi bukan fan meet kemarin yang ingin  aku hadiri. Tapi wawancara drama terbarunya itu. Kalau saja aku disana saat Minhyuk mengatakan ‘dia cukup baik jika menjadi yeojachinguku’, aku pasti sudah melempar boomerang dan granat ke wajah namja sipit itu sampai giginya rontok satu persatu.” Ucap Shin Na garang. Tangannya meremas remas ujung bajunya. Minhyuk berdoa dalam hati supaya yeoja ini tidak membuka paksa maskernya.

 

“La.. lalu jika kau bertemu dengank.. maksudku Minhyuk, apa kau masih marah? A.. apa yang akan kau lakukan padanya?” tanya Minhyuk takut-takut. Baru kali ini dia menemui fans yang frontal seperti yeoja yang  duduk disampingnya itu. Dalam hati dia berencana untuk segera mengakhiri karirnya di industry hiburan, pergi ke desa neneknya dan hidup bertani bahagia dengan Eun Ae. *author gantung diri*

 

“Marah pasti ada. Tapi seperti yang aku bilang tadi. Aku tidak akan bisa memilikinya karena aku menyukainya hanya sebatas fans. Tidak lebih. Lagipula apa seorang artis tidak berhak bahagia?” Shin Na memaksa tawanya. Minhyuk lega karena tidak jadi dilempar granat. (-_-)

 

“Ah ya, kita belum saling kenal. Namaku Kim Shin Na. Namamu?” Shin Na tersenyum mengulurkan tangannya ke Minhyuk yang masih lega dengan ekspresi bengong menatap Shin Na.

 

“Ya?” Shin Na melambai-lambaikan tangannya di depat wajah Minhyuk yang membuat namja itu tersadar. “Siapa namamu?”

 

“Ah, sepertinya hujan sudah reda nona. Lebih baik kau pulang dan mengganti bajumu yang basah. Nanti kau sakit.” Minhyuk berusaha mengalihkan wajahnya dari tatapan Shin Na. “Aku.. aku juga harus pulang. Takut hyung mencariku. Annyeong.” Buru-buru Minhyuk pamit melambaikan tangan lalu segera meninggalkan Shin Na yang kini bengong.

 

Tapi belum begitu jauh  Minhyuk pergi, dia berhenti dan menghela nafas panjang. Perlahan dia memutar badanya ke Shin Na yang masih melihatnya dengan bengong, lalu dengan rasa berat hati dia melepas maskernya lalu membungkuk dalam ke Shin Na.

 

“Namaku Kang Minhyuk. Mianhae jika kata-kataku melukai perasaanmu. Aku minta maaf.” Sekali lagi Minhyuk membungkuk. Shin Na melongo. Wajahnya yang dari tadi bengong kini bertambah abstrak setelah tau siapa yang dia ajak bicara dan yang ingin dia lempar granat. Kang Minhyuk.

 

“Min.. Minhyuk-ssi?” Shin Na menunjuk wajah Minhyuk yang cukup jauh darinya. Air matanya sangat ingin menetes saat itu juga.

 

“Shin-ya?! Aku mencarimu. Darimana saja kau hujan deras begitu? Aigo bajumu basah, ayo kita pulang.” Tiba-tiba saja Key datang dan langsung menyeret Shin Na yang masih mematung di tempat. Key mengikuti arah yang ditunjuk Shin Na. “Nugu?” tanya Key ke Shin Na.

 

Minhyuk membungkuk kea rah Key dan berbalik pulang. Key gantian menatap punggung Minhyuk yang mulai menjauh dan wajah Shin Na yang siap untuk menangis.

 

“Dia..  Minhyuk..” ucap Shin Na pelan. Sesaat setelah itu Key telah memeluknya dengan air mata yang turun deras dari mata Shin Na.

 

 

 

 

-End-

6 thoughts on “YOU

  1. wadaaaaayyyyyyhhhhhhh *bahasa apa ini?* demi aku ikutan berkaca-kaca dan kepengin teriak aja bawaannya. feelnya dapet banget muahahhaaa.
    jangan lempar boomerang dan granat, lempar cinta aja -_-a *apaandah*
    bagus nggar #sokasik kalo bisa sih ada sekuelnya dari mereka berdua muahahahaha

  2. Ya allah ngakak bca ff ini,bahasamu it loh thor gag nahan hahaha
    q gag tw loh berita it,beneran apa? *boicegagal*
    bkn lg dong thor hehehe

  3. hahaha. . bhasa.a knapa? aneh ya. .XD
    yg eun ae itu karangan otak dodol saya aja sih, tpi lo jwban interview nya unyuk saya uda bca n nyeseg sejadi jadix. . /plak, curcol
    thanks. .

    untk sekuel, hehehe nanti aq pkirin. .😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s