[SONGFIC] FALL FOR YOU

 

Author                  : VIVITDN

Rating                   : PG

Length                  : One Shoot

Genre                   : Romance, songfic

Main Cast            : 1. Jung Yonghwa CNBLUE

                                  2. Seo Joohyun/ Seohyun SNSD

Disclaimer          : My own plot

^^^^^^^^^^^^^

Author POV

Yonghwa begitu enggan ketika Minhyuk mengajak dia ke “Lovely Café”, walaupun Minhyuk bilang bahwa dia yang akan mentraktir, tetap saja Yonghwa tidak mau. Tetapi karena Minhyuk memohon padanya dia akhirnya luluh juga dan mau diajak ke café itu. Bukan tanpa alasan kenapa Yonghwa tidak mau diajak ke “Lovely Café”, ini bukan semata-mata karena dia tidak lapar atau malas keluar, tetapi karena café itu menyimpan kenangan manis yang ingin dia lupakan. Lovely Café meninggalkan kenangan manis bersama seseorang bagi Yonghwa. Lalu jika itu kenangan manis kenapa dia ingin melupakannya? Karena kenangan manis itu hanya akan membuat hatinya sakit, sakit karena seseorang yang memberikan kenangan manis itu tidak disisinya lagi sekarang.

“Ayo hyung cepat, kenapa langkahmu pelan sekali dan tidak bersemangat begitu?”

“Minhyuk-ah haruskah kita pergi ke café itu? Ayo kita makan di café yang lain saja”

“Aishh hyung, café ini yang paling dekat, aku sudah lapar. Dan café itu terkenal dengan makanan dan minuman yang enak sekali. Ayolah hyung, bukankah dulu kau sering juga ke café itu?”

“Baiklah aku akan ikut denganmu”dengan langkah lemas Yonghwa memasuki mobil Minhyuk.

“Hyung kau belum menjawab pertanyaanku” Tanya pada Minhyuk sambil konsentrasi menyetir.

“Pertanyaan yang mana?”

“Dulu hyung suka sekali ke Lovely Café kan? Lalu kenapa hyung sekarang enggan saat aku ajak kesana? Apa hyung pernah makan disana dan lupa membawa dompet dan tidak mampu membayar bil nya, lalu hyung disuruh mencuci piring oleh pemilik café sehingga sekarang hyung malu pergi ke Lovely café?”

Yonghwa memukul bahu Minhyuk.

“Aishh kau ini, mana mungkin aku seperti itu? Aku tidak pernah mengalami hal memalukan seperti yang kau katakana barusan. Aku tidak sepertimu yang lupa membawa dompet saat belanja di supermarket, lol”

“Please hyung jangan ungkit itu lagi, aku sungguh malu mengingat kejadian itu. Untung pacarku saat itu membawa uang, jadi dia yang membayarkannya” Yonghwa hanya tertawa terbahak-bahak sedangkan Minhyuk hanya memanyunkan bibirnya sambil tetap konsentrasi menyetir.

^^^^^^

Yonghwa dan Minhyuk sudah sampai, mereka memasuki café dan duduk dimeja yang dekat dengan jendela.

“Hyung, kau mau pesan apa?”

“Terserah kau saja”

“Aish hyung, kenapa terserah aku. Apa kau marah padaku? Kau tampak masih tidak bersemangat”

“Ani. Semua makanan dan minuman disini enak semua aku bingung juga harus memilih, jadi kau saja yang memilihkan makanan dan minuman untukku”

“Oh, araso” Minhyuk memanggil pelayan untuk memesan makanan dan 10 menit kemudian pesanan mereka datang. Mereka sibuk menikmati makanan mereka sambil berbicara santai. Yonghwa menoleh kesamping dan tersenyum melihat beberapa orang sedang asyik makan mengobrol dan bergurau bersama sambil menikmati makan mereka dan satu orang dari mereka memainkan gitar dan bernyanyi untuk mereka.

-flashback-

Yonghwa tiba-tiba berdiri dan berdiri ke panggung kecil yang ada di café ini, Seohyun melihat Yonghwa dengan tatapan heran

“Oppa, apa yang kau lakukan” Yonghwa hanya tersenyum. Dia lalu mengambil guitar dan tiba-tiba berdiri mengambil mic yang ada di depannya.

“Halo semua pengunjung di sini, maaf jika saya mengganggu anda, saya ingin menyanyikan sebuah lagu   buat seorang gadis cantik yang duduk di pojok sana” dia menunjuk seohyun. Semua orang di café itu bertepuk tangan sedangkan Seohyun menutup wajahnya karena malu.

Dia mulai memetik gitarnya

 

I remember what you wore on the first day

You came into my life and I thought

“Hey, you know, this could be something”

 

‘cause everything you do and words you say

You know that it all takes my breath away

And now I’m left with nothing

 

So maybe it’s true that I can’t live without you

Maybe two is better than one

There’s so much time to figure out the rest of my life

And you’ve already got me coming undone

And I’m thinking two is better than one

 

Semua pengunjung bertepuk tangan.

“Gamshamnida” Dia tersenyum lalu beranjak kembali ke tempat duduknya dan tiba-tiba pengunjung berteriak “cium-cium”, wajah Seohyun seketika memerah

“Oppa, jangan melakukan hal gila di sini, ini memalukan”

“Kenapa tidak?” dia tersenyum menggoda Seohyun. Dia menarik tubuh Seohyun, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun, wajah Seohyun semakin memerah, apa lagi pengunjung terus berteriak “cium”, Yonghwa tersenyum dan sedikit menahan tawa, dia lalu mengecup kening Seohyun. Seohyun menarik nafas lega, lalu Yonghwa berbisik di telinga Seohyun

“Saranghae”

“Nado”

-flashback end-

 

Yonghwa tersenyum kecut mengingat kejadian itu, tempat ini punya kenangan manis bagi dia, tetapi kenangan manis itu hanya akan membuat hatinya sakit.

“Hyung? Kau kenapa? Gwenchanayo”

“uhm? Gwenchana”

“Tapi aku melihat kau tampak buruk, kenapa hyung?”

“____”

“Kau teringat akan Seohyun” Yonghwa hanya memandang Minhyuk dan tersenyum tipis.

“Hyung, mianhaeyo jika tempat ini membuatmu mengingat dia, aku tidak bermaksud membuatmu sedih”

“Gwenchana Minhyuk-ah”

“Hyung, aku percaya bahwa hyung akan kembali dengan Seohyun. Bukannya biasanya kalian sering bertengkar seperti ini, dan pada akhirnya akan balikan”

“Ne, tetapi ini berbeda. Ini sudah 2 bulan, biasanya aku bertengkar dengan dia paling lama seminggu. Aku lelah sebenarnya selalu bertengkar dengannya”

“Bukan maksud aku menggurui hyung, tapi aku rasa diantara kalian  tidak ada yang dewasa, kalian harusnya membuang rasa ego kalian, kalian terlalu keras kepala, tidak ada yang mau mengalah dan meminta maaf terlebih dahulu”

“Aku ingin dia dulu yang datang padaku dan meminta maaf, aku ingin dia lebih dewasa dan tidak egois lagi, aku ingin dia yang mengakui kesalahannya dan minta maaf terlebih dulu kepada ku”

“Kalian memang keras kepala, aku yakin di sana Seohyun juga berfikiran seperti itu, jika kalian terus tidak mau mengalah seperti ini, hati kalian akan semakin sakit, karena rasa cinta kalian harus terhalangi oleh rasa keegoisan kalian berdua”

“Aishh Minhyuk-ah sejak kapan kau jadi dewasa seperti itu dan berani menasehati hyung mu ini”

“Sejak kalian suka bertengkar-tengkar kecil, sejak kalian menjadi keras kepala dan tidak mau mengalah satu sama lain. Sudahlah ayo kita lanjutkan makan saja”

@@@@@@@@@@@@@

Seohyun dan Hara sedang berjalan bersama, mereka baru saja selesai mengikuti kelas Mr Kim, mereka berjalan melewati ruang music. Pintu ruang music terbuka dan mereka melihat seorang pria sedang mengajari seorang wanita bermain gitar. Seohyun tersenyum kecut melihatnya.

“Aku jadi ingat ketika Yonghwa dengan sabar mengajarimu bermain gitar”

“Itu masa lalu jangan diingat lagi”

“Masa lalu yang indah tentunya” Seohyun hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ucapan Hara.

“Tetapi aku ingin melupakannya”

“Kenapa harus dilupakan? Aku tidak mengerti jalan pikiranmu dan pikirannya. Kalian masih saling mencintai tapi terlalu keras kepala untuk mengungkapkannya”

“Aku hanya ingin dia lebih dewasa”

“Dan dia ingin kau lebih dewasa juga. Jika salah satu dari kalian tidak ada yang mau mengalah, maka kalian tidak akan pernah bersatu”

“Mungkin itu yang terbaik” Seohyun terus berjalan, meninggalkan Hara dibelakang yang hanya bisa geleng-geleng  kepala mendengar ucapan Seohyun.

@@@@@@@

-flashback-

Seohyun mengajak Yonghwa ke Perpustakaan, tempat yang tidak terlalu disenangi Yonghwa. Yonghwa mengajak Seohyun untuk jalan-jalan tetapi gadis ini menolak dan malah mengajak Yonghwa ke perpustakaan karena dia ingin mengerjakan tugas.

“Seohyun-ah, kenapa kau harus mengerjakan tugasmu di sini, kau kan bisa hanya meminjam buku di perpustakaan lalu mengerjakan tugasmu di rumah”

“Aku lebih suka mengerjakan tugasku di sini oppa. Di sini tenang dan tidak ramai”

“Di rumahmu juga tenang. Sungguh tempat ini sangat membosankan, jika kau di rumahmu aku bisa menonton film dan di rumahmu ada makanan yang bisa aku makan dan kau bisa belajar jadi aku tidak akan mengantuk dan bosan seperti ini”

“Oppa kau cerewet sekali, jangan berisik ini perpustakaan” Seohyun berkonsentrasi dengan buku yang sedang dia baca”

“Aishh Seohyun-ah, aku sungguh lapar. Bisakah kau temani aku makan terlebih dahulu, lalu kita kembali ke sini?”

“Tidak bisa oppa. Lagian aku tidak lapar”

“Tetapi aku lapar” Yonghwa mulai tak sabar.

“Kalau begitu, oppa saja yang pergi” kesal Seohyun.

“Kenapa kau selalu begitu? Egois dan tidak mau menuruti kemauanku dan selalu aku yang harus menuruti apa maumu?”

“Mwoya? Oppa bilang aku egois? Oppa tidak sadar jika egois juga? Aku sedang mengerjakan tugas, dan ini penting”

“Jadi lebih penting tugas disbanding aku?”

“Oppa, kau sungguh kekanak-kanakan”

“HUSHHHH, bisakah kalian tenang sedikit? Ini perpustakaan, jika kalian ingin bertengkar silahkan diluar jangan di sini” tegur seorang wanita yang duduk  di belakang mereka.

“Mianhaeyo” kata mereka. Lalu Yonghwa dan Seohyun saling menatap tajam. Yonghwa berdiri bersiap untuk pergi.

“baiklah aku pergi sendiri, selamat berkencan dengan BUKU-BUKU ini” dengan langkah kesal Yonghwa meninggalkan perpustakaan.

“Menyebalkan” gerutu Seohyun.

-flashbak end-

@@@@@@@@@@@@@@@@

Seohyun duduk di jendela kamarnya sambil menatap langit yang mulai gelap. Dia sedang menggenggam foto dirinya dan Yonghwa.

“Oppa apa benar aku terlalu egois? Menurutku oppa yang egois, tapi menurutmu aku yang egois. Aku bingung sebenarnya siapa yang salah. Aku merindukanmu”

“apa kita benar-benar berakhir sekarang? 2 bulan tidak bersamamu itu terasa berat bagiku. Aku ingin kau menjadi dewasa dan tidak egois lagi.”

“Tetapi aku pikir aku juga sama egoisnya sepertimu. Ya, harusnya aku juga berubah, mianhaeyo oppa, saranghaeyo” Seohyun menekuk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya diatas lututnya. Meumpahkan air mata yang dia tahan, menyesali semua kesalahannya.

@@@@@@@

Setelah selesai dari café bersama MInhyuk, Yonghwa langsung pulang. Dia langsung mengambil gitarnya dan duduk di tempat tidurnya. Dia memetik senar gitar secara random, pikirannya melayang entah kemana.

-flashback-

“Seohyun-ah apa kau sering memainkan gitar yang aku berikan?”

“jarang” jawab Seohyun singkat sambil konsen menonton film.

“Kenapa jarang? Apa kau sudah bisa mempelajari lagu yang sudah kuberikan?”

“Aku sibuk oppa tugasku banyak. Aku hanya masih memainkan 1 baris lagu saja”

“kenapa baru 1 baris? Padahal sudah satu bulan yang lalu aku berikan chord nya dan sudah 2 bulan yang lalu aku mengajarimu kunci-kuncinya”

“Oppa kenapa kau marah? Bermain gitar sangat sulit”

“Mudah jika kau giat berlatih. Tetapi kau tidak berlatih”

“Aku sibuk oppa. Tugas-tugas dari professor sudah sangat banyak, aku pusing jadi tidak sempat berlatih gitar”

“Selalu saja tugas alasanmu. Padahal aku ingin duet sambil bermain gitar bersamamu, tetapi kau sepertinya selalu mengabaikan apa yang aku minta”

“Oppa itu bukan alasan. Kau jangan menuduhku. Aku jika ingin menyanyi sambil bermain gitar bersamamu diacara kampus kita satu bulan lagi. Tetapi untuk minggu-minggu ini aku memang tidak bisa”

“Apa bagimu aku selalu menjadi yang kedua?”

“Oppa berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Satu tahun yang lalu aku memberikanmu buku, dan sudah setahun berlalu kau belum juga menyelesaikan membaca buku itu, tetapi aku tidak marah”

“Itu beda Hyun”

“Beda apanya? Bahkan oppa sebenarnya punya banyak waktu senggang untuk membaca buku itu, tetapi aku tidak marah pada oppa”

“Karena aku tidak tertarik dan tidak suka membaca”

“Mulai sekarang kau buang saja buku yang aku berikan itu”

“Jangan mengganti topik Hyun. Kita sedang membicarakan tentang kau yang tidak mau belajar bermain gitar”

“Oppa siapa yang bilang aku tidak mau belajar main gitar? Kau selau menuduhku seenaknya, kau kekanak-kanakan, kau egois”

“lalu bagaimana denganmu?kau tidak sadar jika kau egois? Kau menyuruhku melakukan hal-hal yang tidak aku suka, kau mengajakku ke tempat yang tidak aku ingin kunjungin, aku lelah dengan suami ini Hyun”

“Lelah? Kau lelah denganku? Kalau begitu kita putus, dan cari saja wanita lain yang bisa mengerti dirimu dan tidak membuatmu lelah”

“Itu harapanmu kan?”

Seohyun langsung keluar dari rumah Yonghwa dan menutup pintu rumahnya dengan keras. Yonghwa hanya diam tidak berusaha mengejar, dia membanting remot TV yang ada didepannya.

“ARGHHHHHHHHHH”

-Flashback end-

@@@@@@@@@@@@@

“Hyun I Miss you”

Yonghwa masih duduk di tempat tidurnya, tangannya terus saja memetik senar gitar secara random, tetapi tetap menghasilkan suara alunan music yang indah.

“Mungkin Minhyuk benar, aku terlalu egois aku tidak mau mengalah” Yonghwa mengambil buku yang ada di mejanya, buku ini dari Seeohyun.

“Hyun ini buku tentang self improvement yang kau berikan padaku, setelah setahun lebih aku baru bisa menyelesaikan buku ini. Apa kau senang?”

“Hyun, otthoke? Aku menyesali perbuatanku yang dulu, aku tidak ingin menyakitimu lagi dengan keegoisanku, apa kau akan memaafkanku?”

Yonghwa tiba-tiba langsung mengambil kunci mobilnya, dia membawa buku yang dia pegang dan langsung pergi melesat ke rumah Seohyun. Dia sudah tidak peduli jika Seohyun tidak mau memaafkannya, yang penting dia sudah berusaha mencoba minta maaf”

@@@@@@@@

Seohyun tetap duduk dijendela kamarnya, tiba-tiba suara mobil mengagetkannya, dia melihat seorang pria keluar dari mobil itu. Dan dia kaget saat melihat jika pria itu adalah Jung Yonghwa. Yonghwa yang baru keluar dari mobilnya tersenyum saat melihat Seohyun duduk di jendela kamarnya. Dia mengambil handphonenya, tak lama kemudian handphone Seohyun bergetar dia langsung mengambil handphonenya dan tersenyum kearah Yonghwa ketika melihat nama penelfon dilayar handphonenya.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, Hyun bolehkah aku masuk ke rumahmu? Aku ingin bicara denganmu”

“Tentu saja”

“Gomawo. Ehm mianhae”

“ne? untuk apa?”

“Untuk semua kesalahanku”

“Ehm ne, aku juga. Cepatlah masuk, di luar dingin”

“Ne” mereka menjawab telfon sambil saling berpandangan satu sama lain.

Setelah Yonghwa menutup telfonnya dia segera memasuki rumah Seohyun dan menarik nafas panjangnya. Sedangkan Seohyun langsung menutup jendela kamarnya. Dia lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya karena habis menangis dan langsung merapikan rambutnya. Dia lalu membawa gitar pemberian Yonghwa dan langsung turun kebawah untuk membukakan pintu untuk Yonghwa. Dia menaruh gitarnya di sofa lalu membukakan pintu untuk Yonghwa.

“Mianhaeyo sedikit lama”

“Gwenchana”

“Ayo masuk”

Yonghwa duduk di sofa dan agak kaget melihat gitar yang dia berikan kepada Seohyun beberapa bulan yang lalu. 5 menit tidak ada yang mulai bicara, suasana sedikit awkward.

“Seohyn-ah” akhirnya Yonghwa mulai pembicaraan.

“Ne”

“Ehm, sepanjang perjalanan tadi aku takut kemari. Takut bahwa kau akan mengusirku dan mengabaikanku setelah selama 2 bulan ini kita tidak memiliki hubungan yang baik-”

“Saat di kampus kita berpapasan, kita tidak pernah menegur sama sekali dan saling mengabaikan satu sama lain. Makanya aku terkejut bahwa hari ini kau menyambutku dengan ramah” tambah Yonghwa.

“Melihat oppa datang hari ini sungguh membuatku senang, melihat senyum oppa padaku, membuatku dengan mudah melupakan rasa jengkelku, aku begitu merindukan saat-saat seperti ini. Ketika kita bertemu di kampus, ingin rasanya aku menyapa oppa, tapi itu rasanya berat sekali. Rasa egoisku sangat tinggi, aku ingin oppa yang menyapaku duluan, tetapi oppa tidak juga menyapaku dan malah bersikap cuek padaku”

“Mianhae Hyun. Sama sepertimu sebenarnya aku ingin kau yang menyapaku dan minta maaf padaku terlebih dahulu. Aku terlalu keras kepala, dan lebih memilih egoku”

“Kita berdua sama-sama kekanak-kanakan”

“Ne. sangat kekanak-kanakan. Kita sering bertengkar seperti itu, lalu salah satu dari kita akan mengalah dan kita akan kembali baikan dengan mudah dan melupakan semuanya”

“ne. tetapi terakhir kali kita bertengkar, tidak ada salah satu dari kita yang berinisiatif untuk minta maaf dulu, dan aku menyesali itu”

“Mianhae Hyun. Harusnya aku tidak egois, harusnya aku tidak bertengkar denganmu hanya karena masalah kecil, harusnya aku tidak selalu menyalahkanmu, harusnya saat itu aku langsung minta maaf pada mu, harusnya——-“

“Hush” Seohyun menaruh jari telunjuknya ke bibir Yonghwa dan tersenyum manis padanya.

“Harusnya aku lebih perhatian pada oppa. Aku juga salah, dan aku menyadarinya setelah putus darimu. Aku rindu saat oppa menyanyikan lagu yang indah untukku sambil bermain gitar, aku rindu saat oppa dengan jahilnya selalu menggangguku yang sedang sibuk belajar. Bahkan aku rindu pertengkaran-pertengkaran kecil kita dan berakhir dengan oppa yang akan mentraktirku makan es krim sebagai tanda perminta maaf. Mianhaeyo, selama ini aku tidak menjadi pacar yang baik untuk mu. Tapi oppa adalah pacar yang terbaik bagiku”

Yonghwa memindahkan jari telunjuk Seohyun dari bibrnya, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun, dan menyentuhkan bibirnya ke bibir Seohyun.

“Saranghaeyo”

“Nado” Yonghwa melepaskan ciumannya dan menatap wajah Seohyun penuh cinta.

“Seharusnya sejak dulu aku datang kemari dan meminta maaf padamu. Tetapi selama ini aku malah mencoba melupakanmu dan mencari penggantimu, tetapi sia-sia saja, aku tidak bisa mencintai wanita lain selain dirimu”

“Bohong”

“Sungguh. Beberapa kali aku mencoba kencan dengan teman Minhyuk tetapi mereka semua tidak ada yang bisa mencuri hatiku. Bahkan aku pernah berkencan dengan seorang wanita bernama Jieun, dia pintar bermain gitar, hobi dia sama denganku, kita banyak cocok dalam berbagai hal, tetapi tetap saja aku tidak bisa jatuh cinta dengannya. Bayangan wajahmu selalu saja menghancurkan kencanku hahahaha. Bagaimana denganmu? Apa kau mencoba mencari pria lain?”

“Aniyo”

“Wae?”

“Tugas-tugas ini sangat membantuku untuk melupakanmu, jadi aku tidak perlu mencari pria lain sebagai pengganti oppa”

“Untuk kali ini, aku harus berterima kasih dengan tugas-tugasmu, karena jika kau mencoba mencari pria lain untuk melupakanku, aku akan sangat terluka”

“Oppa egois”

“Hum?”

“Iya oppa egois. Setelah putus denganku oppa langsung berkencan dengan banyak wanita, tetapi aku tidak”

“Tetapi kan aku tidak sampai berpacaran dengan mereka”

“Ehm Hyun, akhirnya aku menyelesaikan buku yang kau berikan padaku”

“Jeongmalyo? Akhirnya, aku pikir oppa tidak akan pernah menyelesaikan membaca buku itu. Oppa aku sekarang juga sudah bisa memainkan lagu yang oppa berikan padaku dengan gitar. Kita sekarang bisa menyanyikan lagu itu bersama sambil bermain gitar bersama, seperti harapan oppa”

“Ah Hyun, gomawo” Yonghwa langsung memeluk Seohyun dengan erat dan member ciuman kilat di bibir Seohyun.

“pertengkaran kita 2 bulan lalu sepertinya mempunyai dampak positif bagi kita. Kita bisa sama-sama berfikir dewasa sekarang, dan oppa bisa menyelesaikan membaca buku yang kuberikan dan aku belajar gitar smakin baik”

“Ne. tapi aku tidak ingin terus bertengkar denganmu Hyun, aku ingin seperti malam ini. Kita berhenti bertengkar. Aku lelah bertengkar denganmu, aku tidak bisa jauh darimu”

“Apa sekarang kita kembali menjadi sepasang kekasih lagi?”

“Tentu. Sepasang kekasih yang tidak terpisahkan”

Mereka saling berpelukan, tersenyum bersama, dan mereka bernyanyi bersama, kembali seperti dulu. Saling menunjukkan rasa cinta satu sama lain.

 

Best thing about tonight’s that we’re not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don’t think that I am trying……
I know you’re wearing thin down to the core

But hold your breath
Because tonight will be the night that i will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I won’t live to see another day
I swear its true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you I’d never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed
But I have loved you from the start

Oh, But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I won’t live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
It’s impossible

So breathe in so deep
Breathe me in
I’m yours to keep
And hold onto your words
‘Cause talk is cheap
And remember me tonight
When you’re asleep

Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I won’t live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find

Tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I won’t live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find

-end-

 Sorry kalau banyak typo, gak sempat ngedit lagi. Semoga suka ceritanya

6 thoughts on “[SONGFIC] FALL FOR YOU

  1. pling gx biza bca ff cast’a yongseo.. Psti sllu kbwa smpe k’hati… Hahaa #lebey

    chukkae Yongseo akhir’a balikan lg…. Kkke~xD

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s