Falling and Waiting [Part 8]

 

 

Teaser | Part 1 | Part2 | Part 3| Part 4| Part 5 | Part 6| Part 7

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Cast: Kang Minhyuk

Lee Jong Hyun

Jiyeon (T-ARA)

Yoon Eunchae (OCs)

Dis: my own story

Note: mian lama post yang satu ini….. happy reading adn RCL🙂

 

***

 

Jiyeon sedang asik memilih-milih buku di sebuah toko buku terbesar di kota seoul. Saking asiknya sampai ia tidak sadar seseorang datang mendekatinya.

“banyak sekali buku yang kau beli” jiyeon menoleh kearah suara, ia menemukan sebuah senyuman khas milik minhyuk.

“kau…?? Kemari juga?” Tanya jiyeon

“hmm… hanya mencari udara segar. Sepertinya kita ditakdirkan untuk sering bertemu tanpa disengaja ya”

“mungkin begitu… kau tertarik membeli buku?” Tanya jiyeon

“tidak juga, hanya kebetulan aku berkeliling saja, mungkin aku menemukan buku yang bisa aku beli”

“kalau begitu, kau mau menemani aku melihat-lihat buku yang lainnya?”

“tentu saja, tidak masalah” akhirnya minhyuk dan jiyeon menghabiskan sore hari mereka bersama.

 

“apa saja yang kau lakukan selama 4 tahun ini?” Tanya jiyeon penasaran saat mereka berdua tengah makan malam bersama disebuah restoran

“ya hampir seluruh waktuku dihabiskan dengan kuliah dan bekerja. Nyaris tidak ada waktu senggang”

“kau masih seorang pekerja keras seperti yang aku kenal. Tapi setidaknya kau masih punya waktu bertemu dengan eunchae kan?”

“hmm… kau mengejekku?”

“tidak… ah kau merasa terejek… mian kalau begitu” kata jiyeon sambil tersenyum jahil.

“hmm… karena aku teman yang baik, maka aku akan memaafkanmu” kata minhyuk, dan mereka melanjutkan pembicaraan, layaknya 2 orang sahabat yang terpisah selama 4 tahun dan sekarang mereka membagi cerita yang tak mereka alami bersama.

 

***

Mobil minhyuk berhenti di depan rumah jiyeon.

“terima kasih traktirannya, dan antarannya. Aku masuk dulu” kata jiyeon. Tapi tangan minhyuk menahan tangannya

“wae?”

“biar aku yang buka pintunya, aku terbiasa membukakan pintu untuk wanita, adat barat”

“oh baiklah” kata jiyeon, ia mengerti bahwa dinegara-negara barat ada keharusan laki-laki wajib memperlakukan wanita dengan sopan seperti membukakan pintu dan menarik kursinya. Minhyuk bersiap turun tapi ia mengurungkan niatnya. Ia menatap jiyeon yang masih duduk disebelahnya.

“boleh aku bertanya?” Tanya minhyuk

“boleh. Tanya apa?”

“apa selama 4 tahun ini, kau bahagia bersama jonghyun?” pertanyaan itu meluncur mulus dari mulut minhyuk, seolah tanpa beban. Jiyeon terlihat mencerna pertanyaan minhyuk, ia merasa aneh dengan pertanyaan yang minhyuk tanyakan, sahabatnya tidak pernah bertanya hal-hal semacam ini sebelumnya.

“ya, aku bahagia dengannya” kata jiyeon, ia masih memerhatikan raut wajah minhyuk, mungkin ia bisa menemukan jawaban kenapa minhyuk bertanya seperti itu.

“apa kau nyaman bersama jonghyun?”

“ya…”

“lebih nyaman dengannya atau dengan aku?” kali ini minhyuk yang memerhatikan raut wajah jiyeon, karena jiyeon terlihat gugup, bingung dan ragu. Lama tidak ada jawaban.

“sudah tidak usah dipikirkan, aku hanya iseng bertanya. Sudah malam sebaiknya kau segera masuk kerumah” minhyukkeluar dari mobil dan segera menuju ke pintu lain dan membukakannya, jiyeon segera turun.

“selamat malam. Tidur yang nyenyak jiyeon” kata minhyuk, ia mengelus rambut jiyeon pelan.  Tak lama mobil minhyuk menghilang di tikungan.

***

Pertanyaan minhyuk 3 hari lalu maish terngiang di kepala jiyeon.  “apa kau nyaman bersama jonghyun?”  pertanyaan yang belum jiyeon jawab. Karena dia belum bisa menemukan jawaban yang pasti.

“ice cream mu hampir meleleh” kata jonghyun mengembalikan pikiran jiyaon yang sempat melayang ntah kemana, kembali ke tempatnya

“oh ya” kata jiyeon, segera ia menyendok ice creamnya dan melahapnya.

“kau aneh hari ini” kata jonghyun

“aneh? Perasaanmu saja mungkin, aku baik-baik saja” kata jiyeon.

“ntahlah … tapi kau aneh hari ini”

“perasaan mu saja itu, kau yang banyak pikiran di kantor mungkin, istirahatlah ambil cuti beberapa hari” kata jiyeon menyarankan, jonghyun mengangguk dan tersenyum.

“makanlah” kata jiyeon sambil menyodorkan ice cream miliknya, dan menyuapkannya pada jonghyun.

 

Udara sore memang selalu menyenangkan bagi jonghyun dan jiyeon, mereka berjalan disepanjang tepi sungai han. Menikmati lampu-lampu yang mulai menerangi  jalanan.  5 menit yang lalu hujan berheti dan sekarang sisa-sisa sinar matahari masih sanggup mengintip dari sela-sela awan menyisakan seberkas pelangi.

“lihat pelanginya indah” kata jiyeon sambil menunjuk ke langit

“hmm… jarang kita lihat pelangi seindah ini” kata jonghyun

“kita lihat pelangi itu sebentar yuk” ajak jiyeon, akhirnya mereka memilih duduk disebuah bangku yang tak jauh dari taman.

Jonghyun melingkarkan tangannya disandaran kursi, tepat dibelakang leher jiyeon. Dengan santainya jiyeon menyenderkan kepalanya dilengan jonghyun.  angin sore berhembus, jiyeon merapatkan coat tebalnya.

“dingin” kata jiyeon. Jonghyun dengan sigap memeluk erat tubuh jiyeon

“sekarang sudah hangat…” kata  jiyeon lagi.

“apa kau merasa sudah merasa nyaman?” Tanya jonghyun, jiyeon terdiam. Lagi-lagi pertanyaan yang hampir mirip dengan pertanyaan minhyuk.

“hmm….” Hanya gumaman pelan yang bisa jiyeon ucapkan karena ia tidak tahu apakah ia akan merasa jauh lbih nyaman dari ini, atau tidak sama sekali kalau saat ini yang memeluknya adalah minhyuk.

Tapi jiyeon segera mengeyahkan semua pikiran itu, sekarang yang ingin ia lakukan adalah menikmati sore yang sempurna, memandang pelangi dalam pelukan hangat jonghyun.

 

***

Jam dinding sudah menunjukan pukul 10 malam, tapi minhyuk masih duduk di kursi kerjanya yang empuk. Computer sudah ia matikan karena ini memang sudah diluar jam kerjanya. Ia hanya malas pulang, ia memilih menatapi lampu kota dan jalanan yang terlihat kelap-kelip dari lantai 25 gedung kantornya. Hanya secangkir kopi yang menemaninya.

Ia menghela nafas panjang, 8 panggilan masuk dan kesemuanya dari nomor yang sama , nomor eunchae, belakangan ada yang berubah dengan hubungan minhyuk dan eunchae, sejak minhyuk sampai di korea sikap minhyuk memang sedikit berubah, minhyuk menyadari itu. ia jadi tidak seperhatian dulu pada eunchae, dia jadi tidak seromantis dulu, dan ia tau penyebabnya, karena ia sudah menemukan yang ia cari, yaitu jiyeon.

Sekali lagi ponsel minhyuk berdering, kali ini minhyuk tidak tega, akhirnya ia mengangkatnya

“chagiaaa….” Terdengar suara manja eunchae diseberang sana

“ne? “

“kau kemana saja?? Aku khawatir… berapa kali aku menghubungi  tapi tidak kau angkat”

“mian, aku baru selesai meeting penting, aku baru mengecheck  ponsel. Baru saja akan menghubungimu kembali” kata minhyuk. Tidak sepenuhnya bohong karena memang ada niatan untuk menghubungi eunchae

“baiklah, aku maafkan. Kau masih dikantor atau sudah pulang?”

“masih di kantor, sebentar lagi pulang”

“sudah makan malam?” Tanya eunchae. Ini salah satu sisi eunchae yang minhyuk suka, perhatian. Minhyuk tersenyum sebelum menjawab

“belum,tapi setelah ini aku akan cari makan malam, bee”

“jangan makan fastfood terus, kau harus makan makanan sehat. Kalau perlu setiap hari aku akan memasakan kau makanan sehat setiap hari dan mengantarkannya ke kantormu” kata eunchae lagi

“bee ku cerewet sekali,  tapi terima kasih. Tidak perlu repot-repot chagi” kata minhyuk. Ayah dan ibunya juga kaka perempuannya tinggal di pulau jeju, mengurus cottage dan resort milik mereka disana, jadilah minhyuk tinggal sendirian dirumah besarnya di seoul, jadi dia sangat bahagia menerima perhatian yang begitu besar.

“baik, sudah ini aku makan dan pulang. Kau juga tidur sudah malam. Sampai jumpa chagia ya… love you bee” kata minhyuk , lalu tak lama sambungan telepon terputus. Minhyuk kembali menyandarkan tubuhnya di kursi empuknya. Tangannya bergerak menuju sebuah laci dan mengeluarkansebuah kotak, ia membuka kotak itu dan menemukan fotonya bersama jiyeon, saat mereka masih mengenakan seragam SMA, jiyeon tampak sangat cantik dengan senyumannya berdiri disebelah minhyuk. Rasanya sudah sangat lama itu semua berlalu.

Minhyuk kembali mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat pada jiyeon

To : jiyeon

Apa kau sudah tidur? Selamat malam, mimpi indah

Lama minhyuk menunggu tapi tak ada jawaban, mungkin jiyeon sudah tidur. Ia pun kembali menatapi foto mereka hingga larut malam.

 

***

Jonghyun mengambil ponsel jiyeon yang bergetar diatas meja. 1 pesan masuk. Jonghyun sebenarnya tidak ingin mengutak-atik ponsel jiyaon, tapi nama minhyuk yang tercantum dilayar membuatnya ingin membaca pesan yang dikirimkan minhyuk pada jiyeon.

From: Minhyuk

Apa kau sudah tidur? Selamat malam, mimpi indah

Jonghyun meletakan lagi ponsel jiyeon di tempatnya semula. Kini pandangannya beralih pada jiyeon yang sudah tertidur lelap dengan meletakan kepalanya dipangkuannya setelah semalaman menemaninya menonton pertandingan bola kesukaan jonghyun. jonghyun mengelus rambut lembut jiyeon. isi pesan singkat tadi masih terekam di otak jonghyun. jiyeon sedikit bergerak membetulkan posisi kepalanya yang sudah kurang nyaman. Lalu ia kembali terlelap. Jonghyun perlahan menunduk, mengecup kening jiyeon beralih ke pipi jiyaon dan berakhir dibibir jiyeon, hanya ciuman lembut karena jonghyun tidak ingin membangunkan jiyeon. Dalam ciumannya jonghyun terus memikirkan jiyeon dan hubungannya dengan minhyuk.

“seandainya aku bisa membaca pikiranmu jiyeon. Aku ingin tahu masih seberapa dalam perasaanmu pada minhyuk. Apakah cinta yang kau miliki untuk minhyuk, mengalahkan rasa cintamu padaku?” Tanya jonghyun dalam hati.

***

Jiyeon menunggu bus yang akan mengantarnya pulang di halte dekat kampusnya. Hari ini jonghyun ada rapat mendadak sehingga ia membatalkan untuk menjemput jiyeon dikampusnya.  Jiyeon mulai tidak sabaran karena bus yang ia tunggu sedari tadi tidak juga datang, berulang kali ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 9 malam. Suasana halte pun semakin sepi.

DIIIIN DIIIN

Sebuah mobil berhenti tepat didepan jiyeon, si pengemudi membuka kaca jendela depan.

“Jiyeonna…” panggil sipengemudi

“minhyuk!”

“ayo masuk, biar aku antar”  tapi jiyeon tampak berfikir, akhirnya minhyuk membuka pintu disisi penumpang yang membuat jiyeon mau tak mau masuk dan minhyuk segera melajukan mobilnya untuk mengantar jiyeon.

Suasana didalam mobil cukup hening, tidak ada yang berbicara kecuali alunan music jazz yang minhyuk putar, seolah mengerti mereka butuh sebuah peredam diam. Minhyuk lama-lama tidak tahan juga dengan aksi diam mereka berdua akhirnya memilih mengatakn sesuatu yang cukup klise tapi kelihatannya ampuh untuk membuat jiyeon berbicara.

“kau sudah makan malam?” Tanya minhyuk

“belum” kata jiyeon

“kalau begitu, kita makan malam dulu sudah itu baru aku antar pulang, ottokhae?” Tanya minhyuk

“tidak usah, aku makan malam dirumah saja, sudah hampir larut” jiyeon memberi alasan, akhirnya minhyuk terus melanjutkan perjalanan sampai mobilnya terhenti tepat di depan gerbang rumah jiyeon.

“gomawo sudah mengantarku” kata jiyeon, jiyeon keluar dari mobil, tanpa ia sadari minhyuk pun ikut keluar dari mobil dan menghentikan langkah jiyeon menuju rumahnya.

“bisa kita bicara sebentar?” kata minhyuk akhirnya mereka berdua menyandarkan tubuh mereka disalah satu sisi mobil minhyuk.

“to the point saja, aku hanya ingin bilang, kalau aku…. Aku mencintaimu, Park Ji Yeon” kalimat itu meluncur sempurna dari mulut minhyuk, tapi detik-detik selanjutnya tidak ada yang berbicara, minhyuk masih menenangkan detak jantungnya yang masih berlomba, sementara jiyeon ia terpaku dengan detak jantung yang mulai berlomba.

“kenapa?” hanya itu kalimat yang meluncur dari bibir jiyeon setelah 3 menit mereka saling diam.

“tidak tahu… aku juga tidak tahu, tapi aku mencintaimu sejak kita masih sekolah”

“kenapa? Kenapa kau baru bilang sekarang?? Kenapa kau menolakku di London?” Tanya jiyeon, ia mulai menanyakan pertanyaen-pertanyaan yang selama ini ia pendam, karena terlalu takut untuk mendengar jawabannya. Tapi minhyuk bahkan hanya diam tanpa memberi sedikitpun jawaban.

Jiyeon menunduk, membuat rambut panjangnya menutupi sebagian wajahnya. Minhyuk mengenggam tangan jiyeon, dan jiyeon tidak menolak.

“kenapa kau membiarkan aku menunggu seperti ini? Kenapa saat semuanya sudah berjalan seperti ini, saat aku sudah mulai merasa bahwa aku dan jonghyun memang sudah ditakdirkan bersama?”  Tanya jiyeon lagi dengan wajah masih menunduk.

“apa kau mencintai jonghyun?” kali ini minhyuk yang bertanya.

“aku mencintai jonghyun…” kata jiyeon

“tapi rasa cintaku pada jonghyun tidak sebesar rasa cintaku pada mu” kata jiyeon, tanpa ia sadari ia menggenggam tangan minhyuk lebih erat. Minhyuk terhenyak, ia tidak menyangka jawaban yang ia dapatkan akan sepuas ini.

Minhyuk menyingkirkan rambut yang menutupi wajah jiyeon, minhyuk membungkukan tubuhnya dan membisikan sesuatu di telinga jiyeon

“kembalilah padaku, kali ini kau tidak pernah aku tinggalkan” bisik minhyuk, lalu perlahan sudut bibir minhyuk menyentuh pipi  jiyeon yang seketika itu memerah, minhyuk sekarang berdiri dihadapan jiyeon, tubuh jiyeon terkunci diantara tubuh minhyuk dan badan mobil, perlahan minhyuk bibir minhyuk menyentuh bibir jiyeon, jiyeon menutup matanya, meresakan setiap mili sentuhan minhyuk dibibirnya, ciuman yang selama ini selalu ia harapkan minhyuk berikan padanya sekarang sudah ia dapatkan, jiyeon membalas setiap sentuhan minhyuk di bibirnya dengan lembut. Ketika ciuman minhyuk mulau memanas, melumat bibir jiyeon dengan intens dan menumpahkan semua rasa rindunya melalui setiap sentuhan bibirnya, tangan jiyeon menyusup diantara helaian rambut coklat tua minhyuk. Dekapan tangan minhyuk di pinggang jiyeon pun semakin erat.

Baru kali ini jiyeon merasakan ia memiliki sesuatu yang tidak akan pernah ia lepaskan lagi, begitu pun minhyuk, kali ini ia tidak pernah meninggalkan jiyeon lagi.

***

 

Jemari jonghyun semakin erat memegang stir mobilnya, emosinya seketika memuncak, matanya terus terpaku pada pemandangan mesra didepannya. Pemandangan mesra yang sudah menusuk jonghyun hingga ia lebih memilih mati saja demi melihat pemandangan itu.

Jiyeon begitu mesra bersama minhyuk sampai ia mereka tidak sadar bahwa seseorang tengah memperhatikan mereka dengan hati yang hancur lebih dari berkeping-keping.

Jonghyun ingin turun dari mobilnya dan menghajar minhyuk, kalau perlu ia tidak keberatan untuk membunuh minhyuk detik itu juga. Tapi ternyata akal sehatnya masih bekerja dengan baik. Setelah lama menunggu akhirnya pasangan mesra itu mengakhiri aksi mereka, diakhiri dengan minhyuk yang mengecup dahi jiyeon, dan jiyeonpun berlalu menuju rumahnya, begitupun minhyuk yang langsung pergi tanpa sadar mobil jonghyun terparkir tak begitu jauh dari sana.

Jonghyun mengambil ponselnya, menghubungi jiyeon yang saat ini pasti sudah ada didalam rumahnya. Nada sambung terasa sangat lama, sampai suara ceria jiyeon menjawab.

“yeobo….” Panggilnya mesra. Jonghyun terdiam, pertahanan hatinya hampir hancur saat mndengar suarau ceria jiyeon yang selalu membuatnya tersenyum. Tapi kali ini jonghyun bersumpah apapun yang jiyeon lakukan tidak akan merubah keputusannya.

“yeoboya?? Ada apa meneleponku selarut ini?” Tanya jiyeon saat jiyeon belum juga menjawab . jonghyun menarik nafas panjang dan mantap

“pernikahan kita, dibatalkan” jawab jonghyun tajam.

 

-TBC-

21 thoughts on “Falling and Waiting [Part 8]

  1. Akhirnya keluar juga part 8nya.
    Minhyuk akhirnya sama si jiyeon. Jonghyun sama aku aja #plak *ditabok author*
    part 9nya jangan lama-lama🙂

  2. akhirnya update juga ff ini…

    Kasihan jonghyun.. Aku juga pnasaran, ktanya minhyuk udah suka jiyeon sejak skolah. Tpi, knapa wktu jiyeon nyusul minhyuk k london trus ngungkpin cintanya. Minhyuk malah nolak jiyeon?

    Update soon🙂

  3. U say what? *plaak
    What u say thor ??
    Jonghyun btalin prnikhan’a ??
    Kira” jiyeon sdih tow bhagia tuh.. Kkke~xD

    hyukie nappeun yah skrg, udh dewasa bgtt… Wakwk

    sedih jg liat hyunie dgituin(?) smha jiyeon… Hikz
    #hugYong~ *plaakk

  4. Gag tau kenapa ikut merasakan sakit’a Jonghyun.
    “Pernikahan kita,dibatalkan”.
    Jlebb bgt kata2 it,mau nangis,huaa jonghyun..air susu dibales sama air tuba *lebay*
    q dilema nih,satu sisi mengharapkn jiyeon & minhyuk brsatu tp disisi lain gag tega sama jonghyun.
    Penasaran knp minhyuk menolak jiyeon pdhl dy blg cinta jiyeon sjk SMA

  5. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa minhyuk !!! kasi jawaban tuh knp pas dilondon mesti nolak jiyeon kalo suka dr sma. errrrrr
    kasian jonghyun-nya malah sekarang huhu… salahhhh minhyuk nih. jiyeon jg sebenernya ga mau berkhianat tp hati dia berkata lain. kalo dulu minhyuk nerima jg ga bakal gini. jiyeon jg udh mulai cinta jonghyun kan itu..
    haduuuuuh makin rumit. gmn ini selanjutnya. aku seneng akhirnya minhyuk bs ngaku jg dan aku jg lbh suka jiyeon akhirnya ma minhyuk sih tp ini kasian jonghyun huhu😦
    lanjut part 9 ini hayooooo cepet hihi…

  6. q g suka sma rank yg pLin pLan !! *pdahal sndiri y jg plin plan -_-”
    Jiyeon n Mnihyuk sma z !!!
    seneng sich mreka akhir y brsatu stelah mLewati hlangan n rintangan yg bgitu berat *halahh , bhasa y*
    tp … pa mreka g mikirin prsaan rank Laen !!??
    rank yg udah mreka Libatkan dlam hbungan rumit mreka, jonghyun n pcar y minhyuk *kg inget ma nma y capa* pazti sakit hati. mreka jg manusia yg punya hati n prsaan.
    knpa mreka g mikirin itu sich , egois bgt !!
    n Lebih ngeselin tuch minhyuk !! *minhyuk: wae caghi ?? me: wae wa wae wa wae ??!! ngmong ma tembok sana!! minhyuk : gw g nmong ma Lo! gw ngomong ma jiyeon! me: ehh -_-“*

  7. Gak tau ini mesti seneng apa sedih.. Tapi kayanya lebih ngikut Jonghyun deh. Sakit banget.
    Udah mau nikah lho masalahnya~ dan dia tegar banget buat ngebatalin pernikahan sm Jiyeon.
    Segitu cintanya kah Jonghyun sm Jiyeon? Omona~ Jonghyun ><
    Author, lanjut ke part 9! Ini FF favorit aku lhoo!😀

  8. Jadi kasian ma jonghyun…

    Kalo jiyeon pilih minhyuk,, jonghyun ma ∂ķΰ aja
    #ngarep

    Next part upadate soon ya thorrr

    Gomawo ^^

  9. Akhirnya kluar jg nih lanjutannya, lama banget thorrrr

    Kasian jonghyun, jonghyunnya sama aq aj thor hahahaha *diserbu para burning*

  10. makin keren dan daebak!!!
    hah,,, sebel ama minhyuk na. dia terkesan plin plan bgt.. low dia emang dah suka ama jiyeon dr sma knp dia dulu nolak jiyeon waktu dilondon.??
    kasihan ama jonghyun.. poor hyunie~
    next part jgn kelamaan yah thor🙂

  11. Ahirnyaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Minhyuk sma jiyeon juga😀 ehehhe
    Seneng banget mereka bs jujur satu sama lain
    Kok minhyuk br bilang sih?
    Kasian juga sih sma jonghyun😦
    Lanjut yah thorrr jangan lama” please eheheh

  12. Chinguuu knpa lama bnget post part 8ny!!q bla”in blak blik ksini cma mo bca lnjtan ff nie,and q d kjtkan dgn berta pmbtalan prnkahan hyunji…andweeeeee jngan donk q seneng minhyuk ngkuin cintany ma jiyeon tpi TELAT…
    Haaaa ksian hyun donk sbar”…hrusny kmu memprjuangkan jiji donk jngan d lpasin gtoch ja..
    Dy tuch cma sdkit terbuai dgn cinta pertanya g lbih hati kcil dy tetep cinta kmu kok…
    Jngan ampe btal y nikah_ny…pasan pupey eyes..hehehe B-)
    next partny jngan lama doNk ya ya ya

  13. NGEEEEEEEEEEEEEK!!! bete sama jiyeon-minhyuk. abisan nyesek banget pasti diposisi Jonghyun!!
    mau ke next chapt dulu

  14. ah jinjja jiyi aku membencimu! >.< #pelukJonghyun
    aku tahu cnta tak bsa d paksain tp msa lalu ap tdk bsa d lupakan? Bgaimana dgn hati yg mmiliki cnta tlus yg trluka?

    next

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s