[FF/CHAPTER] PLEASE, LOVE ME!! [PART 4]

Tittle :

  • PLEASE, LOVE ME!! [PART 4]

Author :

  • AlviMagnaeHyun

Idea by :

  • AlviMagnaeHyun
  • Meri_Mentari

Main cast:

  • Choi Hye Yoon –> Author
  • Lee Eun Soo –>  @Meri Mentari
  • Lee Jong Hyun
  • Kim Ki Bum (Key)
  • Choi Minho

Support cast:

  • Lee Taemin
  • Kim Hye Ya
  • Kim Jong Hyun
  • Lee Jin Ki (Onew)

Genre :

  • Romance

Rating :

  • General

Disclaimer:

  • FF ini adalah 1000% karya saya dan hasil pemikiran author dari bertapa di tanjung perak(?). Kisah ini sedikit menceritakan kisah cinta author sendiri. Main cast ataupun support cast milik tuhan, dan orangtua nya. Sedangkan para OCs punya otak author.

HYE YOON P.O.V

 

“JONGHYUN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Teriakku ketika melihat Jonghyun yang terbaring di lantai dengan dikelilingi botol minuman alkohol. Aku segera mempercepat langkahku dan menghampirinya.

“Jonghyun, gwaenchana?” Tanyaku yang sedang duduk di sebelahnya, tetapi dia tak menjawab pertanyaanku. Aku melihat banyak air mata yang sudah dikeluarkannya. Sungguh aku tak tega dan merasa tersakiti melihat orang yang kusayangi terluka seperti ini. Lebih baik aku yang merasakannya, aku tak kuasa jika perasaan cinta Jonghyun terhadap noona itu menjadi sakitnya cinta bukan indahnya cinta.

Dia beranjak dan spontan segera memelukku. Aku dapat membau alkohol yang ada ditubuhnya.

“Wae? Apa aku tak pantas mencintai seorang noona? Bukankah mencintai seseorang harus melihat hatinya? Bukan umurnya? Mengapa Eun Soo noona menolakku? Aku sangat mencintainya!!” Dia memelukku erat dn terus berteriak. Hatiku sakit saat melihat orang yang aku cintai menjadi stress seperti ini. Apa kau sadar, Jonghyun? Selama ini aku menangis seperti yang kau alami sekarang! Tetapi, aku rela menerima semua itu. Aku tak rela jika kau yang tersakiti, biarlah aku saja yang merasakannya.

“Mungkin dia bukan yeoja yang terbaik untukmu. Mungkin dia hanya mencintaimu sebagai dongsaeng, tidak lebih! Ingat Jonghyun, jangan paksakan hati seseorang untuk mencintaimu karena pada akhirnya kau yang akan tersakiti sendiri!” Aku pun menasehatinya dengan kata-kataku sendiri dalam lubuk yang paling dalam. Kata-kata itu terlontarkan saja dari hatiku karena itu adalah pengalamanku karena mencintaimu dengan memaksakan hatimu untuk mencintaiku, dan akibatnya akulah yang menerima sakitnya, bukan dirimu!.

 

 

 

♥ EUN SOO P.O.V ♥

 

Saat sarapan pagi, aku pun tersedak ketika memakan roti panggang karena terburu-buru untuk berangkat kuliah. Taemin hanya melihatku dan terus menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran.

“Apa jam segini sudah terlambat untuk masuk kuliah, noona?” Tanya Taemin dengan terus memandangiku.

“Ne, hari ini dosen berangkat pagi sehingga aku harus berangkat pagi mendahuluinya!” Jawabku dengan meneguk segelas susu. Selesai makan, aku mengambil tas dan kunci mobil sedangkan Taemin masih duduk termenung di meja makan dengan melihat tingkahku yang aneh seperti di kejar setan. Setelah semua barang sudah lengkap, ku pun menghampiri Taemin dan mencium keningnya.

“Noona, apa yang kau lakukan? Aku bukan anak kecil lagi!!” Berontak Taemin dengan mengusap-usap jijik keningnya.

“Hya! Bagiku, ku masih dongsaeng kecilku. Noona berangkat dulu, ne? botol susu dan sereal ada di dapur!” Kataku dengan sedikit menggoda Taemin yang sedang di ujung tanduk. Aku pun segera keluar ketika mendengar Taemin yang sedang berteriak keras di telingaku.

Aku mempercepat laju mobilku sehingga mobilku melaju dengan sangat kencang karena tak ada waktu lagi untuk yang lain, yang hanya kupikirkan hanya waktu kuliah, kuliah, dan kuliah. Mobilku memasuki gerbang kuliah dan tiba-tiba Brakkk!. Mobilku yang sedang melaju tiba-tiba berhenti ketika seseorang telah aku tabrak. Semua orang yang melihatnya sangat kaget dan berkumpul di depan mobilku. Aku hanya menyandarkan kepalaku di stir mobil karena sangat bodoh untuk melajukan mobilku sendiri.

Mau tidak mau, aku pun harus turun dan menolongnya. Mataku terbelalak saat melihat seorang namja jakung yang sedang terduduk lemas dengan banyak darah di lengan kanannya. Aku segera mengambil sapu tanganku dan mengikat lukanya agar darah itu dapat berhenti.

Tangannya menghempaskan tanganku yang sedang melapisi kulitnya dengan sapu tanganku. Aku mengalihkan pandanganku dan memandangnya. Dia juga menatapku dengan tatapan setan(?), sehingga aku menundukkan kepalaku.

“Mianhae, jeongmal mianhae! Aku tak sengaja menabrakmu!” Ucapku dengan sedikit gugup. Dia hanya beranjak dari duduknya dan menghindariku dengan orang disekitarnya. Jalannya yang sempoyongan itu membuatku sangat khawatir. Aku takut jika ia melaporkanku kepada dosen atau siapapun. Pabo! Neomu pabo!!!!!.

Aku hanya berusaha untuk melupakan kejadian tadi pagi dan berusaha untuk memasuki ruang kuliahku dengan paras yang polos. Aku pun mempersiapkan buku agendaku dan beberapa alat tulis karena dosen sudah duduk di ruang kampusku.

“Morning all, let’s pray together!” Kata dosen Kim yang berusaha memimpin untuk berdoa. Setelah itu, kita pun memasuki mata pelajaran yang ia ajarkan.

“Please, come here!” Mr. Kim menyuruh seseorang untuk masuk, sehingga semua mahasiswa yang ada disini ingin melihat siapakah orang yang ada di luar itu. Jantungku terasa berhenti ketika mengetahui seorang itu adalah namja yang aku tabrak tadi. Aku segera memalingkan pandanganku dan menutupi wajahku dengan buku agendaku. Namja itu masuk dan memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo, Minho imnida. Aku mahasiswa baru disini, mohon bimbingannya!” Katanya dengan membungkukkan badannya. Semua yeoja disini berteriak histeris melihat ketampanan namja itu. Memang aku akui bahwa tampang namja itu lumayan juga, tapi apa yang harus aku lakukan ketika namja itu melihatku.

“Duduk di bangku kosong itu!” Perintah Mr. Kim.  Aku langsung membesarkan kedua mataku ketika melihat bangku kosong itu ada di sebelahku. Oh My God, eotteoke? Aku tak ingin ada masalah lagi dengan namja itu!. Aku menundukkan kepalaku ketika ia hendak mendekat padaku.

Selama dia duduk di sebelahku, dia tak sama sekali melirik aku sedikitpun. Disini ada 2 kemungkinan. Dia tak mengenaliku atau mengetahuiku tapi dia tak mempedulikan aku. Sejujurnya, aku tak ingin namja itu melaporkan ke dosen. Hanya itu yang aku takutkan . Setelah jam kuliah selesai, namja itu segera keluar dari ruangan ini sehingga aku pun menghampirinya dan menghentikan langkahnya.

“Hey! Chakamanyo!” Teriakku ketika aku berada di hadapannya. Dia hanya membesarkan kedua matanya.

“Wae?” Tanya nya santai. Huh? wae? Hanya itu respon darimu? Apa kau tak tahu bahwa aku yang telah menabrakmu tadi pagi?

“Kau!! Choi Mi Ho. Apa kau ingat aku?” Tanya ku dengan menunjukkan jari telunjukku ke mukanya.

“Choi.. Choi Mi Ho? Siapa maksudmu?” Tanya nya balik.

“Kau! Choi Mi Ho !!” Jawabku dengan nada keras.

“Nan Choi Min Ho! Pabo!” Ucapnya. Mataku terbelalak ketika kata-kata “pabo” muncul dari mulutnya. Aku hanya berusaha meredamkan emosiku untuk menghadapinya.

“Terselah.. entah Choi Min Ho, Choi Mi Ho semuanya sama!. Sekarang, jawab pertanyaanku!” Bentakku kepadanya, sehingga semua mahasiswa dan mahasiswi melihatku keheranan.

“Ne. Ara! Kau yeoja yang menabrakku tadi pagi kan?” Tanya nya dengan sok cool.

“N..ne. kau benar!”.

“Keurom??”

“Jebal, jangan laporkan aku ke dosen. Aku tahu, kau mahasiswa baru disini tapi jangan melaporkan semua ini pada dosen” Ucapku dengan mengusap-usap kedua tanganku.

“Molla, kau masih belum mengenalku dan jangan coba-coba untuk mengancamku” Minho bergerak menjauhi aku. Aku hanya membututinya sampai aku bisa membujuknya untuk tak melaporkan semua ini.

 

 

♥ HYE YOON P.O.V ♥

 

            Setelah aku membaringkan tubuh Jonghyun yang sedang tertidur pulas, dengan diam-diam aku mengambil tas ku dan pulang meninggalkan Jonghyun sendiri. Aku terus berjalan dan memandangi pemandangan dipusat kota. Mungkin hanya dengan cara seperti ini aku bisa melupakan rasa sakitku ketika melihat Jonghyun berbaring tak berdaya. Aku mengambil handphone-ku ketika berdering. Aku menjawab sebuah panggilan masuk, Key sunbae yang menelponku.

“Annyeong haseyo, Key sunbae. Waeyo?” Tanyaku dengan tetap berjalan.

“Annyeong Hye Yoon~aa, odiga?” Jawabnya dan memberikan pertanyaan lagi untukku.

“Di pusat kota” Jawabku dengan santai.

“Oh, jinjja? Mengapa kau tak mencoba membalikkan tubuhmu?” Tanya nya sehingga membuatku penasaran. Aku segera membalikkan tubuhku dan mengalihkan pandanganku. Aku terkejut ketika Key sunbae sudah berada tepat di hadapanku. Seketika, aku segera menutup telepon dan segera membungkukkan badanku, begitu juga dengan Key sunbae.

“Key sunbae, bagaimana kau tahu aku ada disini?” Tanyaku dengan masih terkejut.

“Tentu, kau yang mengatakan sendiri bahwa kau ada di pusat kota” Jawabnya dengan memberikan senyuman khasnya.

“Hajiman, tidak secepat ini juga!” Kataku dengan sedikit bingung dengan jawaban yang di jawab Key sunbae karena ini mustahil.

“Sudahlah, jangan di pikirkan. Bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain?” Ajaknya dengan meminta tas sekolah ku dan ia pun membawanya.

“Taman bermain? Ijen?” Tanyaku tak percaya.

“Tentu. Kajja!” Dia menggandeng tanganku dan kita berdua pergi ke taman bermain. Mungkin semua orang melihatku dengan Key sunbae seperti orang berpacaran. Tetapi, sebenarnya semua ini hanya kebohongan yang sudah di rencanakan sebelumnya.

Disana, Key sunbae mengajakku ke rumah hantu. Meski sebelumnya aku meronta untuk tak masuk ke rumah hantu, tapi Key sunbae memaksaku untuk masuk bersamanya. Disana, Key sunbae menjagaku dan memelukku ketika aku ketakutan melihat hantu. Disinilah, aku merasa nyaman ketika berada di dekat Key sunbae. Apa ini yang namanya cinta? Tapi, bagaimana dengan Jonghyun? Namja yang sudah aku cintai dalam waktu yang lama. Apa cinta dapat berubah dengan seketika?

Setelah aku dan Key sunbae berjalan-jalan di taman bermain, sekarang dia mengajakku untuk makan siang. Kita memesan makanan satu sama lain dan saling berbincang-bincang. Baru sekarang aku menyadari bahwa Key sunbae adalah namja yang sangat baik, perhatian, lucu, dan hangat.

“Key sunbae?” Panggilku sehingga memecahkan suasana hening antara kita berdua.

“Wae?” Tanya nya dengan manis.

“Bolehkah aku bertanya?” Tanyaku dengan meneguk jus apple kesukaanku.

“Tentu. Apa itu?”

“Apa kau tahu, apa perbedaan mencintai seseorang dengan menyukai seseorang?” Tanyaku dengan polos. Key sunbae pun dengan seketika menyemburkan jus jeruk yang sedang ia minum. Aku segera mengambil sebuah tissue dan membantu untuk membersihkan bajunya yang terkena jus jeruk tadi.

“Gwaenchanayo?” Tanyaku cemas.

“Ani, Gwaenchana. Aku hanya terkejut mendengar pertanyaanmu tadi” Jawabnya dengan membersihkan semua noda di bajunya.

“Keurom, apa itu menjadi masalah bagimu?” Tanyaku dengan sedikit memajukan beberapa centi bibirku.

“Ani, hanya aku terkejut saja” Jawabnya dengan mencoba untuk meyakinkan aku.

“Umhh!”Guramku.

“Menyukai seseorang itu hanya sekedar suka, hajiman jika mencintai seseorang itu kita sudah terlalu menyukainya” Jawabnya dengan memberikan senyuman manisnya.

“Oh! Jadi seperti itu?” . Key sunbae hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum kecil.

 

 

MINHO P.O.V

 

Aku mengendap-endap masuk ke rumah dengan menutup luka dengan sapu tanganku  karena kecelakaan tadi pagi. Aku tak mau Hye Yoon mengetahui semua ini, karena dia pasti akan khawatir padaku. Tapi, mungkin tuhan berkehendak lain.

“Oppa? Kau baru pulang?” Tanya nya dengan senyumannya. Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil dan berusaha menutup luka ku.

“Oppa? Darah apa itu?” Hye Yoon menunjuk setetes darah yang ada di lantai, tepat di bawah luka ku. Aku sangat terkejut sehingga sapu tangan yang aku pakai untuk dengan seketika pun terjatuh sehingga luka yang berdarah itu terlihat oleh Hye Yoon.

“Oppa!!! Ada apa denganmu?” Hye Yoon segera berlari padaku dan mengobati luka ku. Inilah yang aku tak suka dari sifatnya. Dia terlalu baik, sehingga mudah untuk dibohongi. Tapi, aku sangat berharap bahwa nampeyon nya kelak tak akan menyakiti hati Hye Yoon karena dia adalah yeoja yang lugu dan polos.

Setelah luka ini terobati oleh Hye Yoon, aku pun membaringkan tubuhku ke ranjangku yang empuk. Aku mengambil handphone ku ketika seseorang menelpon.

“Yeoboseyo?” Ucapku untuk mengawali panggilan ini.

“Yeoboseyo? Benarkah kau Choi Minho, mahasiswa baru tadi pagi?” Tanya seorang namja disana.

“Ne~ Minho imnida. Nuguseyo?” Tanyaku dengan kebingungan.

“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu!”.

 

 

♥ EUN SOO P.O.V ♥

 

Aku memakai kedua headshet ku dan membaca buku motivasi kesukaanku. Aku mencermati kata demi perkata di dalam buku tersebut.

“Annyeong Eun Soo!” Sapa seorang namja yang melewati di depanku padaku. Aku pun mengalihkan pandanganku ke namja tersebut. Gapz, aku menelan ludahku saat ku mengetahui namja itu adalah Minho. Aku melepaskan headshet yang ku pakai dan memutar kedua bola mataku untuk berpikir. Apa benar dia menyapaku tadi? Atau ini hanya bayanganku saja?. Aku pun menoleh padanya.

“Annyeong? Kau mengatakannya padaku?” Tanyaku dengan membesarkan sebelah mataku. Minho hanya mengangguk hebat dengan menunjukkan sikap ramahnya. Aku pun memalingkan pandanganku dan mulai berpikir sejenak. Dia yang gila, atau aku yang gila? Kenapa tiba-tiba dia berubah secepat itu? Pertama, dia tampak cuek dan menyebalkan. Tapi sekarang? Kenapa berubah menjadi ramah dan mudah tersenyum? ANEH !.

Ketika jam kuliah berakhir, aku keluar dari ruangan kuliahku dan pergi ke kantin. Aku memilih tempat duduk yang membuatku nyaman untuk membaca buku. Pandanganku beralih ketika sebotol minuman sedang dihadapanku. Aku pun melihat siapa orang yang meletakkan minuman ini, Ternyata !!!

“Minho? Apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku keheranan. Jujur, lama-lama dia bersikap aneh dan itu semakin membuatku takut.

“Aku hanya ingin pergi ke kantin. Tapi, tanpa ku sadari kau ada disini. Keurom, aku membelikan minuman untukmu. Apa itu salah?” Tanya nya dengan memberikan sedikit senyuman. Aku hanya melihatinya dengan tatapan yang aneh.

“A…Anio. Hanya ini semua aneh bagiku. Kau berubah drastis hari ini” Jawabku. Dia hanya merespon dengan senyuman kecilnya. Karena dia mulai bersikap aneh, aku segera memalingkan pandanganku dan mulai memfokuskan untuk membaca buku seperti semula.

Memang aneh, setiap langkah dia mengikutiku. Ada apa ini? Apa yang kau inginkan dariku? Mengapa yang kau incar aku? Bukan yeoja cantik lainnya?. Karena aku kesal padanya, aku segera menghampirinya ketika ia akan menghampiriku.

“Sebenarnya, apa yang kau mau? Mengapa kau membuntutiku dari belakang?” Teriakku sehingga semua orang melihatku.

“Anio, aku hanya ingin …”. Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, aku pun memotongnya.

“Jangan-jangan? Kau ingin balas dendam padaku karena aku menabrakmu kemarin?” Tanyaku penuh curiga.

“Mworago? Aku tak sejahat apa yang kau pikirkan!” Jawabnya dengan memasang wajah yang meyakinkan, tetapi aku masih mencurigainya.

“Keurom, mwo?” Bentakku.

“Aku hanya ingin mengajakmu makan malam nanti denganku”. Mendengar itu, jantungku dengan seketika berhenti sehingga aku tak bisa bernafas dengan baik. Aliran darahku berhenti, sehingga mulutku masih ternganga mendengar itu.

“Mworago? Keurom, kau mengajakku kencan?” Tanyaku dengan tak percaya. Dia hanya menjawabnya dengan sebuah anggukkan hebat. Karena saking terkejutnya, aku bahkan tak bisa menelan sedikit ludahku sendiri.

 

——- Keeskokan harinya ——–

 

 

JONGHYUN P.O.V

 

Aku membuka mataku dan beranjak dari ranjangku karena hari telah pagi. Meski tak ada sinar matahari karena disini berawan, aku masih membuka jendela kamarku dan duduk terdiam disana. Ketika air hujan turun dari langit, aku hanya melihatnya dan mengulurkan tanganku supaya air hujan itu bisa jatuh ke tanganku.

Aku mengalihkan pandanganku ketika seseorang membuka pintu kamarku. Ternyata benar dia, Hye Yoon. Dia datang dengan pakaian yang basah kuyup dan membawa makanan. Aku hanya menyembutnya dengan sedikit senyuman dan menghampirinya.

“Gwaenchana?” Tanyaku dengan membawakan makanan yang telah ia bawa.

“Gwaenchana” Jawabnya dengan senyuman khasnya. Meski hati ini telah terisi dengan kegelapan, tapi tidak untuk sekarang. Ada sebuah cahaya yang tiba-tiba muncul sehingga dapat menerangi hatiku dari kegelapan. Aku hanya mempersilahkannya masuk dan membuatkan segelas coklat hangat untuk menghangatkan tubuhnya. Ku lihat, dia pun segera menerima segelas coklat panas itu dan meminumnya.

Melihat Hye Yoon memakai pakaian yang basah, aku segera mencarikan baju untuknya. Memang, baju yang aku berikan untuknya adalah baju untuk namja tapi apa boleh buat? Itu lebih baik daripada Hye Yoon kedinginan dan akhirnya sakit. Dia pun menerimanya dan segera pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Aku hanya menunggunya dengan tatapan kosong.

Setelah keluar dari kamar mandi, dia mengeluarkan makanan yang ia bawa dan memberikannya padaku. Ternyata, Hye Yoon membawakan dubbokki makanan kesukaanku dan ia pun membuatnya sendiri untukku. Tak ku sangka, dia sangat perhatian padaku. Sekarang, aku sangat merasa bersalah ketika dulu aku tak menghiraukannya karena sifatnya yang terlalu perhatian padaku. Tapi untuk sekarang, dengan perhatian itu dia mampu mengobati luka hatiku.

“Kau tidak makan?” Tanyaku sambil memakan sesuap dubbokki yang telah ia bawakan untukku.

“Ani, aku sudah kenyang” Jawabnya dengan terus melihatiku yang sedang kenikmatan memakan dubbokki ini.

“Sepagi ini mustahil jika kau sudah makan. Mendekatlah, aku akan menyuapi untukmu” Ucapku dengan memberikan sesuap dubbokki untuknya. Tanpa ada satu kata yang keluar dari mulutnya, dia pun menerimanya dan memakannya. Aku hanya tertawa ketika melihat saus dubbokki itu ada di sekitar mulut Hye Yoon, sedangkan dia hanya kebingungan karena aku yang tertawa sendiri. Karena melihatnya kebingungan, tanpa mengucapkan sepatah katapun aku segera membersihkan mulutnya yang disana terdapat saus dubbokki. Dia menatapku lemah, entah mengapa tatapan matanya terlihat aneh bagiku. Matanya terlihat berkaca-kaca, seperti akan mengeluarkan air mata. Karena aku tak ingin melihatnya menangis, aku pun mulai menanyakan suatu hal padanya.

“Hye Yoon~aa, apa benar kau dan Key sedang berpacaran?” Tanyaku dengan menatap wajahnya. Seketika, wajah Hye Yoon pun terlihat sangat terkejut dan tak menjawab pertanyaanku.

“Hye Yoon~aa, mengapa kau diam? Jebal, jawab pertanyaanku” Pintaku padanya. Belum sempat Hye Yoon membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaanku, handphone nya pun berdering. Hye Yoon segera mengambil dan menjawab panggilan.

“Annyeong haseyo, Key oppa? Ne, aku.. aku ada di rumah… Ne? Nanti malam? Ah, ne… Ne~” Dia pun mengakhiri panggilan dari orang itu, Key!.

“Nugu?” Tanyaku dengan berpura-pura tidak tahu.

“Key oppa” Jawabnya dengan sedikit gagap.

“Ummh, wae?”

“Dia mengajakku ke pesta temannya nanti malam” Hye Yoon menjawab dengan wajah yang tak menghadap padaku.

“Keurom, berita kau dengannya sudah berpacaran adalah benar”. Aku hanya meletakkan sendokku dan berhenti untuk makan. Aku sudah tidak nafsu untuk memakan sesendok dubbokki meski itu sangat enak.

“Ani.. tidak seperti itu!” Katanya.

“Gwaenchana, jika itu benar. Aku tidak akan marah” Ucapku dengan memberikan senyumanku yang mungkin sedikit terpaksa. Dia hanya melihatku dengan tatapan khawatir.

“Sejujurnya, jika kau tidak mempunyai namjachingu mulai saat ini aku akan berusaha mencintaimu. Karena entah mengapa, ketika aku lemah tiba-tiba kau datang dan kau bisa mengobati luka hatiku ini. Key pasti akan senang mempunyai yeojachingu sepertimu”.

 

 

KEY P.O.V

 

Tepat malam ini, aku menjemput Hye Yoon untuk mengajaknya pergi ke pesta ulang tahun teman kuliahku. Disana aku akan memamerkan yeojachinguku kepada semua chinguku, meski Hye Yoon adalah bukan yeojachinguku tapi dalam waktu ini kita masih menjadi yeojachingu palsu. Aku masuk dan memencet bel rumahnya. Tak seorangpun membukakan pintu untukku. Setelah 5 menit kemudian, pembantu rumahnya datang dan membukakan pintu rumah Hye Yoon untukku.

“Hye Yoon nya ada?” Tanyaku dengan mataku yang sedang mencari-cari sosok Hye Yoon.

“Oh, nggak ada. Dari tadi pagi, Hye Yoon pergi ke rumah temannya” Jawabnya. Dari tadi pagi ke rumah chingunya? Bukankah tadi pagi aku menelponnya, dan dia menjawab dia ada di rumah?.

“Untuk apa?” Tanyaku penasaran.

“Menjenguk chingunya yang sakit” Jawabnya. Mendengar itu, aku hanya membungkukkan badanku untuk pertanda terima kasih dan aku pun kembali duduk ke mobilku. Setelah itu, aku mengambil handphone ku dan menelponnya. Hajiman, dia tak menjawab panggilan dariku. Aku pun mengendarai mobilku dengan kecepatan yang lemah dan aku pun melihat sekitar jalan untuk mencari Hye Yoon. Pandanganku tertuju pada sosok yeoja yang telah berjalan dengan tundukkan pandangan. Aku memarkirkan mobilku terlebih dahulu, dan setelah itu menghampirinya.

“Hye Yoon? Kenapa kau ada disini? Bukankah kau seharusnya di rumah untuk menungguku yang akan menjemputmu?”.

“Ne? ah, jinjja! Aku lupa. Mianhamnida” Dia membungkukkan badannya. Tanpa banyak Tanya, aku segera menarik tangannya dan menyuruhnya untuk masuk ke mobilku. Aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan menghentikan mobilku ketika berhenti tepat di sebuah salon kecantikan.

Aku mendorong Hye Yoon untuk masuk ke salon itu dan membiarkan pegawai salon merubah penampilan Hye Yoon menjadi cantik. Mataku terbelalak ketika melihat Hye Yoon yang sudah berada di hadapanku. Hye Yoon sangat cantik ketika mengenakan gaun putih dan gaya rambutnya yang bergelombang. Dia sangat seperti seorang putri kerajaan.

Ketika aku dan Hye Yoon memasukki ruang pesta dengan bergandengan tangan, semua orang yang ada di ruangan itu melihat kami berdua. Mereka terkejut ketika melihat Hye Yoon yang sangat cantik dengan menggunakan gaun putihnya. Jika dibayangkan, kami berdua seperti mengadakan upacara pernikahan. Ku lihat, Hye Yoon hanya melihat semua orang itu dengan senyuman kecilnya. Aku hanya tersenyum kecil ketika melihat Hye Yoon yang sedikit takut karena dia tak mengenal semua orang disini.

“Hey! Key! Jadi ini yeojachingumu?” Tanya Hongki padaku. Hongki adalah sahabat terbaikku di kampus dan dia juga yang mengadakan pesta ini.

“Ne. Anyway, chukkae!” Ucapku dengan mengulurkan tanganku.

“Ahaha. Jinjja! Gomawo” Dia menjabat tanganku dan kita saling berpelukan satu sama lain.

“Ini Choi Hye Yoon” Kataku yang memperkenalkan Hye Yoon pada Hongki.

“Annyeong haseyo, choneun Hye Yoon imnida, manasseo bangapseumnida” Ucap Hye Yoon dengan membungkukkan badannya.

“Annyeong haseyo, naneun Lee Hong Ki imnida, nado bangapseumnida” Balas Hongki dengan membungkukkan badannya juga.

Ketika pesta berakhir, Hye Yoon menghindar dariku dan segera keluar dari ruang pesta. Ketika itu terjadi, aku segera mengejarnya dan mencegahnya untuk pergi. Semenjak pesta dimulai, raut wajah Hye Yoon seperti orang kesusahan dan penuh beban. Sejujurnya, aku tak tahu apa yang telah Hye Yoon pikirkan sehingga merubah raut wajahnya yang cantik menjadi pucat.

“Chakaman!” Cegatku dengan menghadap padanya. Hye Yoon segera berhenti dengan sedikit terkejut.

“Keurom, apa kau membenci karena aku memaksamu?” Tanyaku dengan lembut, mencoba untuk mengambil hati Hye Yoon yang dingin.

“Ani” Jawabnya singkat.

“Keurom, wae?” Tanyaku dengan wajah yang kebingungan.

“Sebenarnya, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan padamu sunbae!” Jawabnya dengan menundukkan kepalanya.

“Apa itu? Hanya katakan padaku, dan aku akan mendengarkannya” Ucapku dengan sedikit memberikan senyuman khasku.

“Hajiman, aku takut menyakiti hati mu sunbae” Dia menatap mataku dengan pandangan lemah. Aku menemukan air mata yang masih terkumpul di matanya.

“Itu resiko, intinya jujurlah padaku”.

“Aku ingin, kita akhiri hubungan ini. Karena semua ini hanya kebohongan belaka!”. Seketika Hye Yoon menatapku dengan pandangan yang penuh bermakna, hanya saja aku tak bisa membaca makna apa yang ada di mata itu. Entah perasaan apa yang aku alami, tubuhku menjadi kaku dan dingin. Mulutku seperti terkunci dan tak bisa mengatakan satu ucap pun untuk membalas “Gwaenchana” padanya.

Pandangan mataku tak bisa ku rubah sehingga aku hanya bisa menatap mata Hye Yoon seorang. Aku tahu, hubungan ini hanya bohong! Tapi karena kebohongan ini, hari demi hari pun aku mulai merasakan suka terhadapku sampai sekarang perasaan suka ini berubah menjadi cinta dan ini pun mulai tumbuh dengan sendirinya. Aku tak bisa memotong atau memindahkan cinta ini untuk yeoja lain, karena kau adalah yeoja yang pertama membuatku jatuh cinta. Hanya dirimu.

“Wae?” Tanyaku dengan lembut.

“Aku hanya tak bisa melanjutkan kebohongan ini sampai kapanpun, sunbae. Aku takut untuk membohongi orang lain dan hatiku sendiri. Aku tak ingin pada akhirnya akan menyakiti hati seseorang. Dan karena itu, mari kita akhiri saja. Anggap saja kita tak pernah bertemu dan saling kenal”. Ujarnya, lalu Hye Yoon membalikkan tubunya dan memalingkan dari pandangan mataku.

“Apa karena Jonghyun? Apa karena Jonghyun sudah bisa menerima kedatanganmu, dan karena itu kau membuangku?”.

 

————— TBC —————-

2 thoughts on “[FF/CHAPTER] PLEASE, LOVE ME!! [PART 4]

  1. Jonghyun disini nappeun, pas ditolak sama Eun Soo baru nyadar ada Hye Yoon😦
    Dan udh mulai kacau deh.. Si Key udh mulai bneran suka kayanya..
    Author lanjuuut yaa🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s