Untouchable Love Part 5

Part 1    |   Part 2  | Part 3    | Part 4

Author :  @Eonn1k4D

Rating : PG15

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee Jung Shin

Yoona

Kang Min Hyuk

Note : Selamat membaca dan jangan lupa koment ya BOICE .. #peluk JungShin (lagi) biar dapet ide untuk part 6 <– emang mau nyampe berapa part ya ? authornya gaje😛

Sudah genap 5 hari Yoona tak masuk kerja.. Dokter yang mengharuskannya bedrest total. Apalagi JungShinpun menghendaki hal yang sama, malah dia sedikit mengancam akan memecat Yoona jika nekat berangkat kerja.

“ Demi kebaikan janinmu . Urusan kantor aku bisa menghandel, bukankah aku direkturnya dan kau hanya seketaris. “ begitu ucapan JungShin tempo hari saat Yoona sedang bersiap berangkat kerja.

Namun hanya tiduran dan menonton tv saja di rumah membuat Yoona bosan. Ditambah ultimatum JungShin agar Yoona tak menyentuh alat2 dapur jika dia ingin makan. JungShin sudah menambah gaji pembantu harian yang biasanya hanya membersihkan rumah untuk bersedia juga memasak.

“ Nona , saya akan ke supermarket sebentar ada beberapa barang yang harus saya beli .” kata ahjumma yang biasa membantu di rumah. Wanita paruh baya itu tipe yang tak banyak  bicara hingga Yoona yang pernah mengajaknya sekedar bercakap2 menjadi sungkan sendiri.

“ Ah kebetulan aku juga akan ke supermarket. Biar aku saja yang kesana , tulis saja barang yang bibi perlukan nanti akan kubeli.” kesempatan keluar rumah guman Yoona senang.

“ Tapi tuan JungShin melarang anda keluar rumah. Bukankah anda sedang sakit .”

“ Aku tak apa-apa kok. Bibi lihat sendirikan aku sudah sehat, JungShin-ssi saja yang terlalu khawatir. Oke.”

“ Baiklah .. kebetulan saya juga sedang mengerjakan sesuatu. Gumawo nona .”

Yoona menyusuri lorong2 supermarket yang lenggang ini sambil berdendang lirih. Akhirnya kesampaian juga keluar apartemen.

“ Gula … sirup .. sabun .. hmm … “ Yoona meletakkan barang2 yang ada dalam catatan ke dalam troli.

“ Beras … beras …. “ Yonna celingak celinguk mencari rak sembako.

“ Ah itu dia . .. Beras 10 kilo .”  sesampainya di depan rak beras Yoona tertegun sesaat.

“ 10 kilo ?.” dia menatap beras yang sudah di pak itu dengan ragu. Biasanya dia kuat saja mengangkat beras 10 kilo, tapi kondisinya saat ini tak memungkinkan mengangkat beban berat.  Perutnya sudah membuncit besar. Lagipula tumpuan tangan yang membawa beban berat akan membuat perutnya mengencang. Saat sedang ragu tiba-tiba suara halus menyela

“ Berapa kilo yang anda butuhkan miss ?.”

“ Eh .. 10 kilo .” jawab Yoona singkat. Namja itu dengan cekatan mengangkat 1 pak beras dan meletakkannya di troli.

“ Khamsahamnida .”

“ Cheonmaneyo .” namja itupun berlalu dengan senyum manis dibibirnya.

“ Tampan sekali dia , apakah dia karyawan disini ? … “

“ Ah rasanya bukan…, baju yang di pakainya bukan seragam supermarket ini .” kata Yoona menebak-nebak sendiri siapa namja yang baru saja menolongnya. Akhirnya Yoona hanya angkat bahu dan meneruskan langkah untuk memenuhi troly dengan belanjaannya.

“ Aduh mati aku .” guman Yonna seraya menyandarkan tubuhnya di sisi mobil yang bagasinya terbuka lebar. Tadi semua belanjaannya yang begitu banyak ada karyawan supermarket yang membantu membawa dan memasukkannya di mobil. Tapi sekarang setelah sampai lantai basement parkir apartemen tidak ada siapapun yang bisa di mintai pertolongan.

“ Satpamnya pada kemana sih ?.”

“ Atau telpon ahjumma aja biar dia turun ke bawah …. “ Yoona sibuk memencet keypad hp saat seseorang menghampiri.

“ Anyeong … kita ketemu lagi. Anda butuh bantuan membawakan belanja ke atas miss ?.”

“ Aa nyeong .. anda ?.”

“ Ne .. yang tadi bertemu di supermarket.”

“ Anda tinggal di sini ?.” tanya Yoona surpraise melihat namja tampan itu lagi.

“ Ne , lantai 6 kamar 653 .”

“ Ooo … “ Yoona tersipu jengah mendengar namja itu menyebut nomer kamarnya. Untuk orang yang baru saja berkenalan memberitahu tempat tinggal atau kamar apartemen adalah hal yang tak biasa.

“ Mari saya bantu bawa, anda tinggal di lantai berapa ?.” namja itu dengan cekatan mengambil beberapa kantong belanjaan Yoona dari bagasi.

“ Ehh tidak usah, saya akan panggil ahjumma …. “ Yoona menahan jemari namja itu yang akan mengambil kantong yang lain. Sesaat tatapan mereka bertemu dan Yoonapun buru-buru melepaskan jemarinya.

“ Tidak merepotkan kok. Tinggal di lantai berapa ?.” tanya namja itu lagi sambil tersenyum lebar.

“ Ehh .. lantai 8 … “

“ Oke .. silahkan anda duluan .” Yoona anggukkan kepala dan dengan hanya membawa satu kantong kecil belanjaan di tangan kiri dia berjalan mendahului namja itu menuju lift.

“ Emm sebelumnya saya minta maaf  miss .. eh nyonya .. “ kata namja itu perlhana sewaktu lift bergerak naik keatas.

“ Waeyo ?.”

“ Di supermarket tadi saya mengira anda masih .. yah .. maksud saya .. “ namja itu gelagapan menjelaskan maksud ucapannya dan Yoona pun tersenyum maklum.

“ Anda pasti mengira saya masih gadis ya ? .. dan ternyata saya seorang ibu hamil . Benar begitu ?.”

“ Ehh .. mian .. mian miss ehh ahjuma .. eh nonna ..” namja itu kebingungan bagaimana hendak memanggil Yoona. Secara umur mungkin Yoona lebih muda darinya, tapi Yoona adalah seorang calon ibu.

“ Aigoo begitu saja bingung. Anda bisa memanggil saya Yoona…, nama anda siapa ?.” kata Yoona mencoba mencairkan suasanya yang canggung itu.

“ Kang Min Hyuk ,.. “ jawaban namja itu terputus saat hpnya berbunyi.

“ Yobseo .. hmm .. Sudah kubilang  jalankan saja sesuai petunjukku. …. “ Yoona menatap struktur wajah namja itu dari samping, dia terlihat tampan sekali saat serius menerima telpon. Achh apa yang aku pikirkan guman Yoona mengalihkan pandangannya ke dinding kaca lift sambil terus mengamati pantulan sosok kang MinHyuk.

“ Sebentar aku kesana .. hmm .. oke … bye .” Kang MinHyuk menutup telpon dan tersenyum menatap Yoona yang memperhatikannya lewat dinding kaca. Semburat merah merona dipipi Yoona mengetahui MinHyuk menangkap basah dirinya memperhatikan nanmja itu.

“ Jadi … berapa umur kehamilan anda noona .”

“ Akan 7 bulan sebentar lagi … Apakah anda punya istri ? .. eh mian , lupakan jika pertanyaanku lancing .” MinHyuk tersenyum makin lebar.

“ Aku belum punya istri dan saat ini juga tidak punya pacar . Apalagi yang ingin anda ketahui noona ?.”

“ Ehh … Ani .. mian .” Yoona kehabisan kata2 sambil mengutuk dirinya dalam hati. Baru saja berkenalan sudah naya macam2, nggak sopan. Pasti namja itu akan menilaiku seperti wanita2 yang ingin tahu.

MinHyuk hanya tersenyum menatap bayangan Yoona yang salah tingkah dari dinding kaca. Denting suara llift berhenti menyelamatkan Yoona.

“ 871 ?.” Yoona anggukkan kepala mendengar ucapan MinHyuk saat mereka berhenti di depan pintu apartement. Klik pintu terbuka setelah Yoona menekan nomor keamanan dan mempersilahkan MinHyuk masuk. Namun langkah keduanya terhenti saat suara berat dan keras membentak di belakang…

“Kau dari mana saja … bukankah kubilang jangan keluar rumah . Kau ini yeoja keras kepala … !!!.”

“ Siapa kau ?.” JungShin menghentikan omelannya saat melihat kedatangan Yoona tidak sendirian.

“ Kang Min Hyuk inmida. Saya bertemu noona di basement parkir dan membantunya membawakan barang .” jawab MinHyuk. JungShin menyambut uluran tangan MinHyuk dengan sedikit kesal dan tatapannya penuh tanya pada Yoona.

“ Oke noona, saya sudah mengantarmu. Lain kali kalaukau b utuh bantuan . Aku selalu bersedia membantumu. Saya permisi dulu. Anyeong .” pamit MinHyuk seraya meletakkan kantung belanjaan di lantai dan berbalik pergi.

“ Oke okeee …. aku salah nggak nurutin kamu. Puas … “ kata Yoona dan berbalik menghadap JungShin sebelum namja itu mengomelinya begitu pintu yang menelan MinHyuk tertutup.

“ Hmm .. apa artinya Aku selalu bersedia membantumu yg di ucapkan namja itu ?. Dimana kau mengenalnya ? .. Sepertinya kau sudah sangat akrab sekali dengannya ?.” cecar JungShin.

“ Aku baru sekali bertemu dengannya di supermarket, trus waktu pulang bertemu lagi di basement dan ternyata dia tinggal di bawah kita .. lantai 6.” JungShin menunggu kelanjutan ucapan Yoona

“ Aisshh … memangnya kau berpikir apa ? .. Ucapan itu paling hanya basa basi untuk kesopanan terhadap ibu hamil . Kau ini kenapa sih bos ?.” JungShin menetap tajam kea rah Yoona dan sesaat kemudian berbalik tanpa mengucapkan apapun sambil membawa kantong2 belanjaan ke dapur.

Deg .. jantung Yoona seakan berhenti berdetak. JungShin marah padanya, namja itu jika terlalu marah maka dia hanya akan diam. Bagi Yoona yang sudah lama menjadi seketaris JungShin sangat paham suasana hati bosnya itu. Tapi kenapa JungShin harus marah saat ini ? Apakah karena dia pergi berbelanja ke supermarket .. atau karena pulang diantar lelaki lain ? .. ach tapi apa hak JungShin marah padaku guman Yoona mengekor di belakang JungShin sambil menelengkan kepala mencoba berpikir.

***

Yoona bolak balik dari kamar ke ruang tengah, kemudian melonggok ke arah jalan raya lewat balkon apartemen mengira-ira siapa tahu mobil JungShin masuk ke basement parkir. Jam di dinding sudah menunjukkan angka 12.30. Tidak biasanya JungShin pulang selarut ini. Apakah dia masih marah padaku ? batin Yoona sedikit cemas.

Tadi setelah menaruh belanjaan di dapur namja itu bergegas pergi lagi tanpa bicara apapun pada Yoona. Menurut bibi, saat dirinya ke supermarket JungShin menelpon rumah karena hp Yoona tak bisa di hubungi dan begitu tau dirinya pergi keluar,  namja itu tau2 sudah tiba di rumah. Masih menurut bibi, JungShin terlihat sangat khawatir … Ah pasti dia mengkhawatirkan janinku. Tapi kenapa sampai larut begini dia juga belum pulang, Smsku tak di balas dan hpnya tak bisa di hubungi pula  guman Yoona merasa bersalah.

JungShin membaca beberapa sms yang di kirim Yoona 3 jam terakhir saat naik lift menuju lantai 8. Sore ini dia merasa cemas sekaligus kesal. Cemas akan janin yang di kandung Yoona jika terjadi apa2 .. kesal karena yeoja itu ternyata terlihat ceria bersama namja itu. Perasaannya campur aduk tak karuan.

Dua jam terakhir ini di habiskan bersama JaeJin sunbae dan akhirnya JungShinpun menceritakan kondisi Yoona pada manager yang juga seniornya itu. Termasuk pula saat ini Yoona tinggal bersamanya. Dan kata JaeJin sunbae, … “ Kurasa kau cemburu terhadap namja itu Shin. Mungkin kau sudah jatuh cinta pada Yoona “

“ Tidak mungkin aku jatuh cinta pada yeoja itu. Aku hanya kasihan melihat kondisinya saja. Apalagi dia adalah seketaris andalanku .. “ saat itu JaeJin hanya anggukkan kepala mendengar sanggahan JungShin. Tapi sekarang saat lift sudah berhenti di lantai 8 JungShin menyadari kebenaran ucapan JaeJin.

“ Apakah aku jatuh cinta pada Yoona ?.” guman JungShin seraya membuka pintu dan mendapati lampu2 masih menyala terang. Apakah Yoona belum tidur ? .. tatapan JungShin tertumbuk pada sosok Yoona yang bergelung tak nyaman di sofa. Perlahan JungShin menghampiri dan mengira yeoja itu masih menonton tv namun desah nafas teratur Yoona menandakan yeoja itu telah tertidur pulas.

JungShin memandangi paras polos Yoona yg sedikit tertutup rambut panjangnya, tatapan JungShinpun turun kearah perut yeoja itu yang membuncit. Gurat lelah dan cemas terlihat membayang jelas di paras yeoja itu. Rasa bersalah menyusup di hati. Dengan perlahan JungShin menyelipkan kedua tangan di bawah tubuh Yoona bermaksud memindahkan yeoja itu ke kamar tidur namun seketika mata yang semula terpejam itu membuka dan menatapnya tajam penuh kecemasan.

“ Kau darimana saja ? .. Kau masih marah padaku ? .. aku minta maaf .. aku cemas kau tak bisa kuhubungi .. aku … “ kata2 Yoona terhenti saat bibir JungShin menutup bibirnya. Hanya sekejap dan keduanya menarik kepala bertatapan canggung. Namun entah siapa dahulu yang memulai, ciuman kedua membuyarkan segala rasio.

Jemari JungShin membelai hangat punggung Yoona dan menarik tubuh yeoja itu agar merapat kedadanya. Bibir JungShin mencari-cari kehangatan di sela desah nafas Yoona yang mulai tak beraturan. Lengan Yoona yang semula lemas perlahan naik keatas dan jemarinya menyusup di sela rambut JungShin yang sedikit panjang.

Ciuman yang begitu perlahan dan menggoda itu membuat Yoona nyaris gila. Terdorong naluri, Yoona mengangat tubuhnya kearah JungShin. Menarik kepala namja itu agar memperdalam ciumannya. Tekanan bibir JungShin menjadi lebih menuntut mendapat respon Yoona yang menikmati penjelajahan menggairahkan. Lidah JungShin membelai lembut bibir Yoona yang memerah, mengulum perlahan hingga desahan lirih meluncur dari bibir Yoona tanpa sadar.

Tepat ketika Yoona mulai kehilangan kewarasan, JungShin melepaskan bibirnya tiba-tiba dan memeluk Yoona penuh kelembutan , membuat yeoja itu kebingungan.

“ Mianhe .. Aku tidak bisa menahan diriku .” bisik JungShin perlahan menggelitik telinga Yoona.

“ Kajja .. kita tidur. Kau harus menjaga kesehatanmu .” tanpa banyak berkata JungShiin mengangkat tubuh Yoona dan membawa yeoja itu ke kamar.

Yoona tak banyak berkata saat JungShin membawanya ke kamar dan meletakkan tubuhnya di atas tempat tidur serta menyelimutanya.

“ Selamat malam Yoona, tidurlah yang nyenyak .” JungShin mengecup lembut kening Yoona dan berbalik namun jemari Yoona menahan lengan JungShin.

“ Kau tidak menemaniku ?.” tanya Yoona perlahan penuh keraguan. JungShin terperangah mendengar ucapan Yoona dan sesaat kemudian tersenyum.

“ Aku tak bisa menjamin tetap waras saat bersamamu Yoona. Tidurlah .. “ Dan setelah pintu tertutup, baik Yoona ataupun JungShin tak satupun yang bisa memejamkan mata hingga pagi menjelang.

***

“ Baru dua minggu masuk kerja kau sudah menyuruhku libur lagi ? Apa kata orang di kantor nanti jika aku terus2an nggak masuk .” omel Yoona sambil mengaduk tehnya dengan gerakan kesal. JungShin yang baru saja masuk ke dapur menaikkan alis mendengar omelan Yoona.

“ Kemarin kan dokter bilang, kau lagi-lagi kecapekan. Plasentamu turun kebawah dan itu berbahaya. “

“ Tapi kan itu dua hari yang lalu. Hari ini aku sudah sehat .” Yoona berkacak pinggang, dengan perutnya yang sudah membesar dan pipi yang mulai gembul membuat wajahnya yang marah terlihat menggemaskan bagi JungShin hingga namja itu tak kuasa menahan senyumnya.

“ Apa kau senyam senyam begitu ?. Lucu ya melihat Wanita gemuk ini marah-marah. Huuhh menyebalkan .” gerutu Yoona makin kesal. Sejak ciuman hangat tempo hari, hubungan keduanya makin dekat satu dengan yang lain walaupun tak ada kata2 yang menegaskan bagaimana sejatinya hubungan diantara mereka. Namun keduanya merasa nyaman saat bersama.

“ Ani .. kau terlihat makin cantik saat sedang marah2 begitu.”

“ Eiitt eiitt .. bukan berarti aku akan mengijinkanmu ke kantor. Sekali tidak tetap tidak.” lanjut JungShin saat melihat Yoona membuka mulut lagi.

“ JungShin-ssi … Orang2 akan membicarakan aku jika aku sering tidak masuk kerja .”

“ Sekarangpun mereka sudah membicarakanmu kok. Kau saja yang tak mendengarnya .” kata JungShin sambil lalu.

“ Mwoo .. mereka membicarakanku ? Apa yang mereka katakana ?.” desak Yoona penasaran.

“ Mereka bilang, kau hamil diluar nikah dengan laki-laki tua yang telah beristri dan payahnya lelaki itu tak menceraikan istrinya . Lalu kini dia malah meninggalkanmu. Dan … “

“ Astagaaa .. ternyata memang benar mereka membicarakanku. Pantas pandangan mereka terlihat aneh. Apakah perutku sudah demikian besar hingga terlihat aku seperti wanita hamil ?.” tanya Yoona.

“ Memangnya kau tak penah bercermin ? Jelas-jelas perutmu itu sudah tak bisa ditutupi lagi dengan pakaian longgar.” Yoona hanya ber-Oh mendengar ucapan JungShin.

“ Tapi bagiku kau adalah wanita hamil tercantik yang penah aku lihat .” JungShin memeluk Yoona dengan hangat.

“ Tapi tetap kau tidak usah masuk kerja. Kurasa kau ambil cuti panjang saja hingga melahirkan. Achh .. memang seharusnya begitu.” JungShin meletakkan telunjuk dibibir Yoona untuk menghentikan sanggahan Yoona yang sudah hendak keluar.

“ Tidak usah protes. Istirahat dan bersenang saja kau di rumah. Kalau ingin pergi keluar tunggulah aku pulang. Arasso ?.” JungShin menutup perdebatan kecil dengan kecupan di kening sebelum kemudian berangkat ke kantor.

“ Huh .. otoriter menyebalkan. “ gerutu Yoona. Tapi bagaimanapun juga saran JungShin memang yang paling baik untuknya dan calon bayinya.

“ Baiklaaahhh … aku akan bersantai-santai saja hingga kau lahir Nak .” kata Yoona sambil mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang.

***

“ Bagaimana kondisi Yoona ?.” tanya JaeJin sunbae saat JungShin baru saja meletakkan tas di meja kerja.

“ Secara mental sehat, tapi kondisi janin dengan plasenta yang menempel pada kistanya membuatku cemas. Sewaktu-waktu hal tak terduga bisa membahayakan janin itu.” JaeJin tersenyum melihat bosnya gelisah.

“ Aku seperti melihat seorang calon Ayah yang cemas terhadap istri dan calon anaknya. Benarkah bukan kau ayah biologis janin itu ?.” goda JaeJin.

“ Ya hyung , sudah berapa kali kubilang….. “

“ Nee .. aku hanya menggodamu saja kok. Hehehehe .” JaeJin tergelak melihat JungShin kehilangan kata-kata.

“ Bagaimana kontrak dengan perusahaan dari Jepang itu ?.” JungShin mengalihkan pembicaraan.

“ 98% akan deal, tinggal mengurus detail kecil bereslah sudah. Oh iya … perwakilan mereka disini akan datang hari ini. Dia ingin menemuimu. Lelaki muda yang smart menurutku.”

“ Kau pernah bertemu dengannya Hyung ?.”

“ Beberapa kali untuk bicara proyek ini. Dia sering bertanya tentangmu hanya saja beberapa minggu ini kau sibuk jadi kalian belum sempat bertemu.”

“ Oke .. hari ini aku nggak ada jadwal. Beritahu saja kalau dia sudah datang .”

“ Sip … “

“ Hyung .. siapa namanya ?.” tanya JungShin sebelum JaeJin keluar dari ruang kerjanya.

“ Min Hyuk. Kang Min Hyuk namanya. Dia semuran denganmu .”

“ Kang Min Hyuk …?.” guman JungShin seraya mengingat dimana pernah mendengar nama itu. Entahlah.., mungkin bukan siapa-siapa. Toh marga Kang sangatlah banyak begitu pula seperti marga Lee atau Park. JungShinpun kembali menekuni pekerjaannya yang tertunda.

Sementara itu di Rumah Sakit tempat di mana Yoona rutin memeriksakan kandungannya.

“ Jadi kondisinya baik tapi perlu perhatian ekstra ya, Dok ?.” tanya namja itu.

“ Ne , sebernarnya ini melanggar kode etik kedokteran jika saya memberitahukan keadaan pasien kepada orang lain. Namun saya paham situasi anda. Saya juga sudah mengecek kebenaran jika memang benar andalah donor sperma untuk Yoona. “

“ Saya hanya ingin mengetahui keadaan bayi itu. Dia adalah satu-satunya harapan saya untuk meneruskan keturunan.”

“ Saya memahami kondisi anda tuan MinHyuk, hanya saja saya masih heran mengapa anda lebih memilih bank sperma daripada mengupayakan bayi tabung dengan pasangan anda ?.” tanya Dokter yg juga merawat Yoona ingin tahu. MinHyuk tersenyum tipis

“ Saya tidak mempercayai wanita manapun untuk menjadi pasangan tetap saya Dok, Yach biasanya mereka lebih mencintai uang saya daripada bersedia menjadi ibu dari anak saya. Tapi saya percaya akan ada seorang wanita yang benar2 mencintai anaknya walaupun tak tahu siapa ayah biologisnya. Dan wanita itu adalah Yoona.”

“ Mengapa memilih Yoona ?.”

“ Saya sebenarnya tidak memilih Yoona, Dok. Hanya saja dia ada disana saat saya memutuskan untuk menempuh cara ini. Jadi begitulah mengapa saya tahu siapa calon ibu yang mengandung benih dari saya.” Dokter hanya anggukkan kepala mengerti.

Banyak orang dengan problema masing2 memilih jalan yang menurut mereka baik. Termasuk namja yang tampan didepannya ini. Bukan berarti MinHyuk itu impoten, tapi sepertinya lelaki ini tidak percaya akan adanya komitment terhadap pasangan. Mungkin pernah mengalami trauma di masa lalu tebak dokter dalam hati. Dan namja ini  malah memilih jalan menyumbangkan sperma dengan harapan ada seorang wanita yang benar2 mencintai anaknya. Dunia yang aneh.

“ Apakah anda berencana memberitahu Yoona ?.”

“ Ne, saya berencana memberitahu Yoona. Tapi entah kapan waktunya belum saya putuskan .”

“ Saya berharap anda mempertimbangkan perasaan Yoona jika anda benar2 akan memberitahu bahwa andalah ayah biologis bayi yang di kandungnya. Serta anda perlu mempertimbangkan perasaan Tuan Lee juga .”

“  Tuan Lee JungShin bukan suami Yoona, jadi dia tak ada hubungannya dengan masalah ini Dokter .”

“ Mereka memang tidak menikah , tapi tuan Lee yang sejak awal kehamilan selalu mendampingi dan melindungi Yoona. Anda harus mempertimbangkan itu juga. Saya tidak mengharapkan anda bertindak gegabah hingga membahayakan janin dalam kandungan Yoona.” kata dokter itu tegas.

“ Saya mengerti maksud anda dokter .”

***

“ Masuk .” sahut JungShin seraya menghampiri pintu ruang kerjanya yang diketuk dari luar dan sesaat kemudian terbuka. Perwakilan dari perusahaan Jepang itu telah datang dan dia bersama JaeJin sunbae.

“ Silahkan masuk ….. .” Park JaeJin mempersilahkan tamunya masuk dan memperkenalkan keduanya.

“ Ini dia ceo kami Lee JungShin – ssi .. ..

“ Dan bos… ini dia perwakilan dari Jepang itu, tuan Kang Min Hyuk .” lanjut Park jaeJin. Kedua namja itu saling berhadapan

“ Kau … ??? .” JungShin kaget melihat siapa namja yang ada di depannya. Pantas dia pernah mendengar nama Kang MinHyuk tapi dimana …

“ Anyeong … kita bertemu lagi Lee JungShin-ssi .” sapa MinHyuk mengulurkan tangannya.

“ Kalian berdua sudah saling kenal ?.” tanya Park JaeJin surpraise. Wah proyek ini akan makin lancar jika kedua bos sudah saling mengenal gumannya senang. JungShin terdiam kaku seraya  menatap tajam namja yang tersenyum lebar dihadapannya ini dengan perasaan tak menentu. Achhh …. kenapa harus dia perwakilan dari Jepang itu gerutunya dalam hati.

tbc

15 thoughts on “Untouchable Love Part 5

  1. Omona!!
    Jd yg dprut yoona i2 anak’a Minhyuk eon ?
    Aigoo… !!
    Pensrant gimna reaksi Yoona ntar stlh tau minhyuklh ayah biologis bayi yg ad dlm prut’a…
    Ap dia bklan ninggalin jungshin ndt hdup brsma dgn minhyuk atau sbalik’a…. Hohoo

    next eon,
    hwaiting🙂

  2. makin runyem ini masalahnya~ minhyuk cari bini sono jgn ambil yoona dari jungshin…
    ceritanya makin mendebarkan thor,tetap semangat ya ditunggu part selanjutnya🙂

  3. OMOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
    eonnnnnn part ini jg deg2’a nih aqx
    apalg ending’a bikin teriak2 nih aq,,,,,,,
    part selajut’a sangat2 dinanti
    #fighting eon ^^

  4. jangan sampe minhyuk ambil anak yg dikandung yoona ..
    kasian tuh, uda korbanin nyawa + harga diri .
    malah diambil minhyuk gampang bgt ..

    jungshin sma yoona nikah aja lebih bagus🙂

  5. hadeh, makin seruu aja nie.thx ya eon udh ksh tau ayah dr anaknya yoona, tp agk kecewa, aq pengennya jungshin yg jd ayahnya..,tp gpp dh, aq jd makin penasaran….lnjt eon…
    fighting!!!!

  6. readerss … gumawo sudah nyempetin baca n koment ..
    seri UL udah eon selesain ko , tinggal nunggu jadwal posting #tungguin yak
    sekali lagi KHAMSAHAMNIDA … *bow

  7. kyaaaa eonni aku makin suka peran jungshin oppa dimari, huohoho makin cool oppa>,<
    ooh ternyata minhyuk yang mempunyai benih itu, huh kalo aku jadi yoona mendingan ama jungshin ajadeh hehe.
    ternyata hari ini aku beruntung, part lanjutannya sudah ada heheh cuss ke part 6 ^^

  8. Sebenarnya sih aku ga terlalu suka cnblue.. itu gara2 yonghwa yg dipasangin sama seo di wgm.. tapi klo sama member yg lain sih ga masalah.. semoga yonghwa ga muncul ya thor… aku masih sebel sama dia..
    *bukan bermaksud menyinggung pihak manapun -aku cuma ga suka mereka (yonghwa & seo) dipasangin- selain itu aku ga ada masalah*
    maaf jadi curhat
    next

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s