Untouchable Love Part 6

Part 1    |   Part 2  | Part 3    | Part 4    | Part 5

Author :  @Eonn1k4D

Rating : PG15

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee Jung Shin

Yoona

Kang Min Hyuk

Note : Selamat membaca dan jangan lupa koment ya BOICE .. #peluk JungShin (lagi) biar dapet ide untuk part selanjutnya … Kapan tamatnya nih ya ? Author gaje banget  :P

“ Anyeoong Yoona … “ sapa MinHyuk seraya meletakkan bungkusan besar di meja dapur.

“ Apa itu ? .. “ tanya Yoona heran melihat pagi-pagi MinHyuk sudah ada di dapur. Tak berapa lama JungShin menyusul masuk, juga dengan membawa bungkusan belanja besar.

“ Kalian ini darimana sih ?. Dan apa maksud ini semua .” Yonna melongok isi belanjaan dan menemukan paprika, keju , gula .. pepperoni .. blab la bla … Kedua namja itu hanya nyengir lebar.

“ Kami barusan belanja selagi kau tidur. Ini nih .. katanya MinHyuk akan membuatkanmu spaghetti yang enak. Kemarin kan kau ngidam spaghetti .” jawab JungShin.

“ Kenapa harus repot-repot sih. Aku kan bisa beli di resto dekat situ .” kata Yoona merasa nggak enak.

“ Udahlah , kau tinggal duduk manis kenapa sih. Sana- sana ….  “ MinHyuk mendorong tubuh Yoona agar keluar dari dapur. JungShin hanya terkekeh geli dan mengamit lengan Yoona agar yeoja itu keluar dari dapur.

“ Kenapa sih kau mengijinkan dia masak untukku ?. Bukannya kau anti banget dapurmu di sentuh orang lain .” gerutu Yoona kesal.

“ Memangnya kau sudah nggak kepengen spaghetti lagi ?.” JungShin meraih remote tv dan mencari-cari chanel olahraga.

“ Bukan itu maksudku … aku hanya heran saja.”

“ Apa yang membuatmu heran ?.” tanya JungShin sambil lalu.

“ Kenapa dia jadi sering kemari sih ?.”

“ Hmm maksudmu MinHyuk ?.”

“ Siapa lagi yang kumaksud. Bukankah hanya dia yang akhir2 ini sering kemari .”

“ Kau keberatan MinHyuk berkunjung kemari. Kalau keberatan nanti dia akan kularang kemari dech .” jawab JungShin cuek.

“ Aiissshhh kau ini……”

“ Kau ini yang aneh. Dia partner baru kita di perusahaan, tetangga pula di gedung ini. Apa salahnya kita berakrab2 dengannya. Lagian orangnya baik .. “ Yoona hanya mendengus kesal mendengar ucapan JungShin.

Entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan MinHyuk terhadap mereka dan itu membuat Yoona kesal karena tak bisa menebaknya. Yoona juga heran melihat sikap JungShin yang sangat welcome pada MinHyuk, padahal awal mereka bertemu pertama kali saat MinHyuk membantunya membawa belanjaan dahulu ,  JungShin sempat uring2an. Nah kini malah seperti saudara.

“ Jangan mengerutkan kening seperti itu, nanti aegi di perutmu waktu keluar kelak wajahnya bisa seperti kakek2 banyak keriputnya .” goda JungShin.

“ Enak saja .. anak ini pasti tampan seperti appanya .. “

“ Mwoo Appa ?… Siapa appa bayimu Yoona ?.” tanya MinHyuk tiba-tiba sudah berada di sisi Yoona seraya menyodorkan segelas coklat panas. Raut wajahnya terlihat tegang memucat.

“  Ehh .. aku tidak tahu. Tapi kuharap lelaki itu tampan, jadi anakku jika laki-laki pasti akan tampan.”

“ Yaachh Semoga anakmu benar laki-laki. Jika perempuan kasihan dia nanti akan jadi bahan olok’an. Karena pasti wajahnya akan mirip kau … sedangkan kau … ck ck ck nggak cukup cantik .” JungShin berdecak meremehkan.

“ YAAAA … katamu aku ini cantik ?.”

“ Cantik dari hongkong ? Mana ada Wanita gendut begini dibilang cantik .” Yoona cemberut mendengar ucapan JungShin.

“ Bagiku kau terlihat cantik Yoona. JungShiin saja yang perlu kacamata .” MinHyuk menengahi perdebatan itu.

“ Tuh kaaaann , MinHyuk aja setuju aku cantik .”

“ Wiihh ahjuma narsis .” ejek JungShiin makin membuat Yoona kesal hingga yeoja itu melemparkan bantal keaarah JungShin. Alhasil perang bantal di pagi hari.

MinHyuk tersenyum simpul di ujung sofa menyaksikan keceriaan Yoona dan JungShin. Terselip rasa iri dalam hati dan berangan andai saja aku yang sedang bersendau gurau seperti ini guman MinHyuk tanpa menyadari jika JungShin memperhatikan perubahan raut wajahnya yang intens menatap Yoona.

***

Sinar mentari telah lama tidur di peraduan dan semburat jingga yang sesaat tadi menghias cakrawala telah di gantikan kegelapan. Yoona mondar mandir di apartemen resah menunggu JungShin yang tadi pagi telah berjanji akan pulang cepat untuk mengantarnya periksa ke dokter. Mendekati minggu-minggu akhir, jadwal kunjungan kedokter yang biasanya 1 bulan sekali menjadi 1 minggu sekali.

Drrttttt … rttttt …

“ Kutunggu lama sekalii …. “ ucapan Yoona terhenti setelah membuka pintu serta melihat MinHyuk bersandar santai dan bukannya Jung Shin seperti yang disangkanya.

“ Mianhe terambat. Kajja kita berangkat .” kata MinHyuk singkat.

“ Berangkat ? … berangkat kemana ?.” tanya Yoona tak mengertikarena merasa tak membuat janji untuk pergi dengan MinHyuk.

“ Berangkat ke Rumah Sakit. Kan kau sore ini harus periksa mingguan kandunganmu .”

“ Darimana kau tahu ?.”

“ JungShin yang memberitahu, dia hari ini ada acara dadakan di Daegu. Jadi dia menelponku agar mengantarmu ke dokter.” Yoona masih enggan dan tak mengerti mengapa JungShin tidak menelponnya terebih dahulu jika ada acara kantor dan akhirnya malah menyuruh MinHyuk untuk mengantarnya. Bukankah JungShin tahu dirinya agak tidak nyaman bersama MinHyuk.

“ Ayo berangkat, keburu malam. Kau sudah siapa kan ?.” MinHyuk membuyarkan lamunan Yoona.

“ Eh yaa .. aku sudah siap. Sebentar aku ambil tas dahulu .” Yoona berbalik masuk diiringi senyum tipis MinHyuk.

“ Bagaimana kondisimu dan aegi ?.” tanya MinHyuk saat mobilnya perlahan menyusuri jalan kota Seoul yang masih ramai walaupun malam telah larut menjelang.

“ Semuanya sehat kok, tak ada yang perlu di khawatirkan .” MinHyuk anggukkan kepala mendengar  jawaban singkat Yoona, padahal dari raut muka yeoja itu terbaca tanda kecemasan.

“ Yoona …. “

“ Hmmm … “

“ Boleh aku bertanya hal agak pribadi kepadamu .” tanya MinHyuk pelan. Hening sesaat sebelum akhirnya Yoona menjawab.

“ Tanyakan saja apa yang ingin kau tahu .”

“ Apakah kau tidak ingin tahu siapa ayah biologis dari bayi yang kau kandung ini ?.” Yoona menaikkan alisnya mendengar pertanyaan MinHyuk yang aneh. Bukankah MinHyuk telah tahu jika kehamilan Yoona disebabkan inseminasi dari bank donor. Tentu saja pihak bank donor tak akan membocorkan siapa donornya.

“ Tidak … aku tak ingin tahu .”

“ Oo .. tapi sekiranya ayah biologis bayi ini ingin menemuimu. Apakah kau bersedia bertemu dengannya ?.”

“ MinHyuk yaa .. kau ini aneh. Tak mungkin aku atau ayah biologis bayi ini tahu satu dengan yang lain. Pihak bank donor menjamin kerahasiaan pasien dan donor mereka.”

“ Hmm aku kan hanya bertanya, seandainya saja .. ini andai lho. Ayah bio bayi ini tahu, dan dia ingin bertemu anaknya. Apakah kau mengijinkan ?.” hening kembali merayap di seputar mereka.

“ Tidak tahulah MinHyuk. Aku tak pernah memikirkan hal ini. Bagiku .. bayi ini miliku .. milik kami .”

“ Kami … ? Maksudmu … ?.”

“ Achh … maksudku milikku dan JungShin… Yah aku berharap JungShin menganggap bayi ini juga miliknya. Karena sejak awal kehamilanku , JungShin ikut menjaganya. Semoga saja JungShin tetap ingin menjaganya jika nanti bayi ini lahir…. Yaahh semoga saja … “ jawaban Yoona menggantung penuh keraguan. JungShin memang menjaganya dan bayi ini, tapi JungShin tak pernah menyatakan akan terus menjaga mereka jika bayi ini telah lahir kelak. JungShin hanya pernah bilang “ Tinggalah bersamaku hingga bayi ini lahir “

“ Jika …. jika JungShin tidak bersedia menjagamu dan bayimu setelah dia lahir. Apakah boleh aku menjaga kalian berdua ?.” tanya MinHyuk dengan hati-hati. Yoona kaget dan menatap MinHyuk yang sedang menyetir dengan tenang itu.

“ Apa maksudmu ?.”

“ Aku hanya ingin menjagamu dan bayimu Yoona. Kuakui aku menyukaimu … yaaa walau kau mungkin akan meragukannya karena kita belum lama mengenal. Tapi aku berkata jujur padamu Yoona. Aku menyukaimu dan aku bersedia menjagamu serta bayimu .” Yoona tak kuasa menjawab pertanyaan MinHyuk yang mengagetkan itu.

“ Tak usah kau jawab … tapi pikirkanlah ucapanku barusan .” kata MinHyuk lagi.

Hingga menjelang tengah malam Yoona tak bisa memejamkan mata memikirkan ucapan MinHyuk di mobil tadi.  Belum lagi diagnosis dokter yang menyebut bahwa plasenta janinnya tidak bergerak naik padahal kehamilan ini sudah mesuk minggu2 terakhir. Plasentanya tertahan kista yang sejak awal sudah menempel di rahim.

Biasanya plasenta janin akan bergerak naik dan kepala bayi akan berputar turun ke bawah saat kehamilan memasuki minggu ke 30 yang tandanya janin siap untuk di lahirkan. Jika hal ini terjadi maka persalinan spontan (normal) akan berjalan sulit karena uterus tertutup plasenta dan mungkin upaya terakhir hanya operasi. Memang ilmu kedokteran sudah sangat maju dan hampir 99% persalinan Caesar berhasil dengan sukses. Tapi rasa cemas tetap menghantui Yoona.

***

“ Kau baik-baik Yoona ?.” tanya JungShin.

“ Ne aku baik-baik saja, kau jangan khawatir .”

“ Bayimu ?…. “ ingin rasanya Yoona mendengar JungShin menyebut bayi kita.

“ Hmm dia baik-baik juga kok. Kapan kau akan pulang ?.” JungShin sudah satu minggu keluar kota dan komunikasi mereka hanya lewat telpon.

“ Mungkin nanti malam aku sudah sampai rumah. Kau kesepian ya … atau kau sangat kangen padaku ?.” goda JungShin dengan nada bicara geli, Yoona membayangkan namja itu pasti sedang terkekeh .

“ Ani .. Untuk apa aku rindu padamu bos. Dan lagi ada MinHyuk yang tiap hari kau suruh mengecekku. Jadi mana bisa aku kesepian .”

“ Siplah kalau MinHyuk tiap hari mampir, aku lebih tenang meninggalkanmu bersamanya daripada dengan ahjumma.”

“ Ahaa … aku juga punya kejutan untukmu Yoona .”

“ Apa itu ?.” tanya Yoona penasaran.

“ Rahasia dong, bukan kejutan jika kau kuberitahu sekarang .” Yoona masih menatap hp agak lama setelah JungShin menutup telponnya.. Kejutan apa yang akan di berikan JungShin  membuat Yoona penasaran. Dan juga entah apa yang dipikirkan JungShin hingga menyuruh MinHyuk untuk tiap hari datang mengecek keadaannya. Padahal Yoona telah memberitahu JungShin jika dirinya tak nyaman bersama MinHyuk walau tak menceritakan secara detail sebabnya.

Sejak kejadian malam itu memang MinHyuk telah bersikap biasa seolah tak terjadi apapun, namun Yoona tahu mereka tak bisa lagi seakrab dulu. Hatinya menjadi bimbang antara merasa nyaman jika bersama JungShin walaupun namja itu tak menjanjikan komitmen apapun terhadapnya dan bayinya. Atau kini dia jadi lebih memikirkan tepatnya mempertimbangkan ucapan MinHyuk yang bersedia menjaga dirinya dan bayinya.

Satu hal yang tak dipikirkan Yoona saat dulu melakukan insenminasi. Yaitu menjadi ibu tunggal ternyata tidaklah mudah. Yoona saat itu tak memikirkan bagaimana dia akan bisa mengatur waktu antara tetap bekerja dan mengasuh bayinya setelah lahir. Menyewa pengasuh .. memenuhi kebutuhan dirinya dan bayinya .. dan berbagai hal-hal sepele itu kini ternyata membuat perutnya sesaat menegang karena cemas.

Jarum jam terus berdetak seiring ketegangan di perut Yoona yang tak kunjung berhenti. Semula Yoona hanya berpikir perutnya tegang karena dia telah banyak berpikir, tapi semakin malam rasa sakit itu kian menusuk hingga tulang belakang.

“ JungShin … dimana kau, kenapa belum tiba di rumah juga .” desis Yoona menahan sakit yang kembali datang. Tarik nafas dalam-dalam … tarik nafas … Yoona menyemangati dirinya sendiri seperti saat berlatih senam pernafasan untuk ibu hamil. Sedetik kemudian ketegangan di perutnya mereda namun hanya bertahan sesaat karena rasa sakit itu kembali datang melanda.

“ Yeoboseo …. MinHyuk datanglah, … aku membutuhkanmu ..” dengan nada terputus-putus di sela tarikan nafas berat Yoona saat menelpon..

“ Kau kenapa ? … apa yang terjadi ?.” hanya 5 menit MinHyuk sudah tiba di apartemen JungShin dan mendapati Yoona bersandar di pintu apartemen yang terbuka lebar dengan wajahnya yang pucat pasi. Bulir keringat membasahi kening Yoona.

“ Rasanya bayi ini akan segera lahir … Ughhh .. “ jawab Yoona terbata-bata.

“ JungShin … ?.”

“ Belum sampai … dia … “ Yoona meringis tak meanjutkan ucapannya.

“ Kajja ke rumah sakit, …” MinHyuk mengamit lengan Yoona yang kakinya serasa tak kuat menahan tubuhnya sendiri.

“ Jangan ngebut … bisa-bisa aku malah melahirkan di mobil karena ketakutan melihatmu nyetir seperti ini.” Yoona mencoba bercanda di sela seringai bibirnya yang menahan rasa sakit yang terus menerus datang.

“ Kau memang akan melahirkan di mobil ini jika aku tidak ngebut .”

” Kau harus bilang pada bayimu agar ahirnya nanti saja kalau kita sudah sampai rumah sakit …. ” mana ada bayi yang akan lahir yang bisa di suruh2 guman Yoona menahan geli mendengar ucapan MinHyuk yang kini terlihat panik.

“ Oh iya … JungShin akan langsung tiba di rumah sakit, dia sudah sampai batas kota saat aku menelponnya tadi.” lanjut MinHyuk dengan nada cemas yang tak di buat-buat. Yoona hanya anggukkan kepala.

Sesampai di rumah sakit Yoona segera masuk ruang persalinan setelah terlebih dahulu di periksa dokter jaga IGD sambil menunggu dokter kandungan yang selama ini menangani kehamilan Yoona.

“ Bagaimana kondisinya .” tanya JungShin yang baru saja datang pada MinHyuk. Terlihat gurat lelah dan kecemasan di wajahnya.

“ Sedang di periksa dokter mungkin, atau menunggu apalah buka’an atau apa aku nggak tahu. Perawat2 itu tak memberiku banyak informasi .” jawab MinHyuk yang juga cemas. Tak berapa lama dokter Kim yang biasa memeriksa Yoona datang dan masuk ke ruang persalinan. Sesaat kemudian seorang perawat keluar lagi

“ Anda dipersilahkan masuk tuan jika ingin menemani mrs Yoona .. “ kedua namja itu hanya bengong mendengar ucapan si perawat .

“ Maksud saya , ayah dari si bayi boleh masuk untuk menemani si ibu saat persalinan. Siapakah diantara anda berdua ?.” tanya perawat itu lagi.

Saya ayahnya .”

Saya ayahnya .” kompak JungShin dan MinHyuk  menjawab pertanyaan perawat yang kini heran setengah mati melihat kedua namja tampan itu sama-sama mengaku ayah dari si bayi.

JungShin dan MinHyuk saling menatap satu dengan yang lain dengan bingung bercampur kaget , sementara sayup dari balik pintu terdengar erangan kesakitan Yoona kala kontraksi datang menghampiri.

tbc

16 thoughts on “Untouchable Love Part 6

  1. .aigoo tmbh seru.,, semoga yoona eonni dan bayi’nya slmat.,, ehhh dokter kim blng aj sruh minhyuk yg msuk.,, kan dya ayah’ bayi yg di kandung yoona.,,
    .part slnjut’nya di tnggu.,,,

  2. kok aku lebih dukung minhyuk ya yang bakal jadi ayah anaknya yoona… kayaknya lebih pas aja dari segi jalan cerita dari part dimana minhyuk muncul dan ternyata dia emang ayah biologis bayinya yoona… tapi gimana author aja deh yang bikin ceritanya hehehe.
    next part jangan lama-lama😀

  3. wah,, ngakak pas liat jungshin n minhyuk kompak blg ‘saya ayahnya’,,
    kren thor,,
    next part jgn lma2 y,,
    oea mank ne smpe part brp thor??

  4. waaah,,,,lucu2 kayak adegan dalam drama dimana ada 2 pria yg mengaku sbagai ayah saat si cewek sedang melahirkan
    q jg ngerasa chemistry-nya Yoona lebih dpet ke Minhyuk drpada jungshin, dan smoga aja author unnie juga memilih ending bersama dgn minhyuk
    aminn…..^^

  5. pokoknya jungshin oppa yg masuk temenin yoona yah ^^
    kan selama ini dia jg yg jagain yoona,
    smoga yoona sama bayinya selamat ya,

    dan semoga next partnya dipublish cepet2,
    kasian yoona mau ngelahirin di pause dulu,
    wkwk😀

  6. huaaaa deg-degan nih thor!
    cepet sambung yaa lanjutannya
    hiks aku maunya dia sama jungshin aja dong thor TT dari awal kan udah sama jungshin, walopun minhyuk ayah biologisnya *reader ngeyel*
    tapi kasian+gak rela aja thor kalo jungshin akhirnya menderita hehehe
    daebak! author, fighting!

  7. eonn…
    Knp cepet bgt sih tbc-nya..???
    Penasaran bgt nih sm lanjutannya. Udh selesai kan eonn. Jgn lama2 publishnya ya…
    Jeball

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s