Untouchable Love Part 7 – End

Part 1    |   Part 2  | Part 3    | Part 4    | Part 5    | Part 6

Author :  @Eonn1k4D

Rating : PG15

Genre : Romance

Leght : Chapthered

Cast :

Lee Jung Shin

Yoona

Kang Min Hyuk

Note : Selamat membaca dan jangan lupa koment ya BOICE .. #peluk JungShin dengan super erat.

JungShin menatap cincin bermata berlian tunggal di tangannya. Bibirnya tersungging senyum lebar saat mebayangkan reaksi Yoona jika dia memberikan cincin ini sebagai hadiah. Hadiah ? .. ah ani .. ini bukan sekedar hadiah. Tapi ini adalah perwujudan keseriusan dirinya terhadap Yoona.

Yach .. JungShin akhirnya sadar jika dirinya telah jatuh cinta pada Yoona. Yoona yang cantik , Yoona yang lucu dan kekanak-kanakan, Yoona yang kadang menjengkelkan dan seorang Yoona yang sebentar lagi menjadi ibu. Tak sabar JungShin memacu mobilnya sedikit kencang agar lebih cepat sampai di Seoul setelah hampir 1 minggu tinggal di Busan karena urusan kantor.

“ Yeoboseo …. Ya MinHyuk-ah …”

“ Mwoo … kalian perjalanan ke Rumah Sakit ? .. Yoona segera melahirkan ?…”

“ Oke aku akan langsung kesana. Tolong jaga Yoona untukku Hyuk-ssi .. .” JungShin menutup telponnya dengan cemas. Bukankah perkiraan kelahiran si bayi masih 2 minggu lagi kok sekarang mereka ke rumah sakit ? JungShin cemas bukan kepalang. Dipacunya mobil semakin cepat, peduli amat jika nanti kena tilang polisi.

—–

“ Bagaimana kondisinya .” tanya JungShin yang baru saja datang pada MinHyuk. Terlihat gurat lelah dan kecemasan di wajahnya.

“ Sedang di periksa dokter mungkin, atau menunggu apalah buka’an atau apa aku nggak tahu. Perawat2 itu tak memberiku banyak informasi .” jawab MinHyuk yang juga cemas.

“ Kemarin sewaktu mengantar Yoona katamu dia dan bayinya baik-baik saja.” tegur JungShin pada MinHyuk.

“ Aku tidak ikut masuk ke ruang periksa. Yoona yang bilang kondisinya dan bayi itu baik-baik saja. Mana aku tahu kalau sekarang bayi ini akan lahir.” MinHyuk sedikit membentak kesal mendengar nada tuduhan JungShin karena dia sendiripun sekarang ikut cemas apalagi tadi melihat raut muka Yoona yang kesakitan. jadi tidak tega.

Tak berapa lama dokter Kim yang biasa memeriksa Yoona datang dan masuk ke ruang persalinan. Sesaat kemudian seorang perawat keluar lagi

“ Anda dipersilahkan masuk tuan jika ingin menemani mrs Yoona .. “ kedua namja itu hanya bengong mendengar ucapan si perawat .

“ Maksud saya , ayah dari si bayi boleh masuk untuk menemani si ibu melahirkan. Siapakah diantara anda berdua ?.” tanya perawat itu lagi.

“ Saya AYAHNYA .”

“ Saya AYAHNYA .” kompak JungShin dan MinHyuk. menjawab pertanyaan perawat yang kini heran setengah mati melihat kedua namja tampan itu sama-sama mengaku ayah dari si bayi. JungShin dan MinHyuk saling menatap satu dengan yang lain dengan bingung sementara sayup dari balik pintu terdengar erangan kesakitan Yoona kala kontraksi datang menghampiri.

“ KAU .. “

“ KAU juga ?.” JungShin dan MinHyuk saling melempar tanya.

“ Jadi yang mana ayahnya ?.” tanya perawat itu sambil tersenyum geli.

“ Kami …. Kami berdua, bolehkah kami menemani Yoona .” kata JungShin akhirnya.

“ Sebentar saya tanya dokter dulu .” jawab perawat itu karena bingung, mana ada satu bayi punya dua ayah ?. JungShin menatap tajam MinHyuk begitupula sebaliknya.

“ Bagaimana suster ?.” tanya JungShin dan MinHyuk bebarengan saat perawat itu kelluar dari ruang persalinan.

“ Kalian berdua diperbolehkan menemani miss Yoona. Aigoo baru kali ini ada dua ayah dari satu bayi .” perawat itu gelengkan kepala heran.

—-

“ Kalian berdua ngapain disini !! .” tegur galak Yoona melihat JungShin dan MinHyuk masuk ke ruang operasi.

“ Tenanglah Yoona, kami akan menemanimu melewati ini. Oke .” bujuk JungShin seraya menggenggam tangan Yoona yang berkeringat dingin.

“ Aishh kalian berdua gilaa … Aduuhhh .. “ omelan Yoona tergantikan desis kesakitan, buru-buru MinHyuk mengenggam tangan Yoona. Jadi Yoona sekarang di apit dua lelaki di sebelah kanan dan kirinya.

Karena miom atau kista yang diderita Yoona menutup jalan lahir maka sesuai perkiraan dokter proses kelahiran di lakukan dengan operasi Caesar. Tangisan keras membahana di ruangan kalau bayi laki-laki yang mungil itu menghirupkan udara untuk pertama kalinya.

“ Anak kita laki-laki Yoona .” JungShin berbisik pelan di telingan Yoona yang beruraian airmata. MinHyuk menatap JungShin dan Yoona serta si bayi yang kini dietakkan di dada Yoona berganti-ganti. Anakku laki-laki guman MinHyuk dalam hati penuh haru.

“ Selamat menjadi eomma baru Yoona … “ MinHyuk mengecup kening Yoona dengan lembut.

“ Yaa .. apa yang kau lakukan .” bisik JungShin kesal melihat MinHyuk mencium kening Yoona.

“ Aku memberinya ciuman selamat. Apa nggak boleh ?.” elak MinHyuk dengan cengiran jahil.

“ Kau ini … menyebalkan sekali.” gerutu JungShin sebal. Dokter Kim melihat kedua lelaki yang mendampingi Yoona tersenyum lebar.

“ Lihatlah .. bayi ini mirip denganku bukan .” kata JungShin mencubit sedikit pipi montok si bayi.

“ Ichh .. dia lebih mirip denganku karena akulah ayahnya .. “ sergah MinHyuk menyingkirkan jemari jungShin dari pipi si bayi.

“ Apan sih kau ini … “ omel JungShin.

“ Kau yang apaan … “

“ Sudah-sudah … kalian berdua keluar saja. Si ibu dan bayi akan kami bersihkan nanti kalian bisa mengunjungi mereka di bangsal. Mari tuan-tuan silahkan keluar .” kata perawat menengahi keduanya yang kini membuat ribut di ruang bersalin.

“ Anda beruntung sekali Yoona. Dua lelaki itu sepertinya menyayangimu dan bayi ini.” kata Dokter Kim.

“ Ne .. saya beruntung dokter.” Yoona tersenyum seraya mengecup kepala bayinya sebelum diambil perawat untuk dibersihkan.

Yoona memandangi karangan bunga yang memenuhi kamar, harum bunga menguar ke seluruh ruangan. Pasti JungShin dan MinHyuk yang melakukan ini semua. Bibir Yoona tersenyum bahagia apalagi si bayi yang ada di pelukannya kini tersenyum seolah tahu dia aman bersama sang ibu.

“ Klekks … “ pintu kamar terbuka perlahan.

“ Anyeong eomma … apakah dia bangun ?.” sapa JungShin sambil berbisik.

“ Dia tidur setelah minum susu. Tolong letakkan dia di boxnya .” Yoona mengulurkan bungkusan hangat besar pada JungShin.

“ Ahh hmm .. aku boleh menggedongnya ?.” tanya JungShin ragu, seumur-umur tak pernah dia menggedong bayi baru lahir. Paling juga keponakan-keponakan yang umurnya  sudah lebih besar.

“ Bukankah tadi kau bilang pada suster jika kau itu ayahnya .”

“ Ehh Iyaa .. akulah ayahnya .” kata JungShin perlahan menerima gumpalan selimut yang bergerak-gerak lembut ditangannya.

“ Dia sangat tampan Yoona. Dia sangat tampan … mirip sekali dengan … “ ucapan JungShin terhenti menatap paras wajah bayi ini.

“ Mirip siapa ?.” tanya Yoona

“ Mirip kau tentu saja , sudah kubilang untunglah bayi ini lelaki. Jika perempuan betapa malangnya dia jika mirip ibunya .” goda JungShin.

“ Kau ini menyebalkan sekali .” Yoona bersungut-sungut sebal tapi tidak marah karena tahu JungShin hanya bercanda.

“ Hmm eomma yang sedang bahagia .. ini ada hadiah untukmu .” kata JungShin menyerahkan kotak kecil di telapak tangan Yoona.

“ Apa ini ?… “

“ Buka saja kau nanti akan tahu .” Yoona menyentuh lapisan halus kotak itu dengan perlahan. Jantungnya berdegup kencang menebak-nebak apa isi kotak ini. Akankan seperti yang diharapkannya selama ini ?

“ JungShin-ssi .. ini indah sekali. Benarkah ini untukku .” Yoona melihat cincin berlian hadiah dari JungShin dengan tatapan tak percaya .. apakah .. apakah JungShin.

“ Maukah kau menikah denganku Yoona ?.” tanya JungShin perlahan.

“ JungShin-ssi .. aku bukan yeoja seperti dahulu. Aku seorang ibu tunggal, kau bisa mendapatkan yeoja cantik manapun yang kau inginkan. “

“ Sstt .. aku tidak menginginkan yeoja lain untuk menjadi istriku. Aku menginginkanmu Yoona, lengkap dengan bayimu juga. Bayi kita… Saranghae Yoona .“ Yoona tak kuasa menjawab dan hanya anggukkan kepala. JungShin mengecup kening Yoona dan menyematkan cincin itu di jari manis yeoja itu.

Dengan perlahan MinHyuk menutup kembali pintu kamar Yoona tanpa bersuara. Pemandangan JungShin yang sedang memeluk Yoona penuh kasih sayang membuatnya sadar bahwa tempatnya bukan disini. Tanpa sadar airmata membasahi pipinya. Bayiku … anakku .. guman MinHyuk dalam hati.

***

“ Anyeoongg semua .. ini kubawakan tart coklat kesukaanmu Yoona .” MinHyuk memamerkan kotak besar dengan ceria di hadapan Yoona. Sementara JungShin terduduk lesu di sofa.

“ Heii .. ada apa ini ?. Kok kalian lesu amat. Bagaimana kabar aegi kita, hmm umurnya sekarang 2 hari. Lho mana dia ?.” MinHyuk celingukan menatap box bayi yang kosong.

“ Dia sedang di periksa dokter anak .” JungShin menjelaskan dimana keberadaan si bayi.

“ Haaa .. memangnya dia kenapa ? . Bukankan kemarin dia sehat-sehat saja .”

“ Kadar bilirubin di dalam darahnya meningkat. Ini sedang di periksa intensif oleh dokter .”

“ Seperti yang pernah kubaca biasanya kan bayi memang sedikit kuning setelah lahir, tapi 2 atau tiga hari akan memerah. Apakah kuning itu karena bilirubinnya meningkat ?.” tanya MinHyuk lagi.

“ Ne .. begitu kata dokter…. “ belum selesai JungShin menjelaskan pintu kamar terbuka dan masuklah Dokter Kim beserta dokter anak

“ Bagaimana bayi kami dokter ?.” tanya JungShin cemas.

“ Mari saya jelaskan tuan Lee . Kadar bilirubin dalam darah bayi anda saat ini mencapai level 14mg [milligram] padahal batas normal untuk bayi adalah 10mg. Jika mencapai angka 20 mg maka bayi akan mengalami kejang-kejang dan ini sangat berbahaya. Saat ini kami sedang lakukan phototherapy yaitu penyinaran agar bilirubinnya pecah sehingga tidak meracuni darah .” panjang lebar dokter menjelaskan namun Yoona hanya bisa terisak di sisi JungShin.

“ Sabarlah Yoona , kita tunggu perkembangan bayi kita. Kau harus tenang .” bujuk JungShin menenangkan Yoona yang semakin keras terisak sepeninggalan dokter.

Satu jam berlalu … dua jam .. tiga jam .. dengan gelisah Yoona , JungShiin dan MinHyuk menunggu kabar perkembangan bayi mereka.

“ Bagaimana dokter ?.” tanya Yoona begitu dokter anak masuk keruangan.

“ Phototherapy yang kita usahakan gagal nyonya. Jalan terakhir hanya satu yaitu transfuse tukar .”

“ Apa dokter ? Tranfusi tukar  .. apa maksudnya … “

“ Begini nyonya. Bayi anda bergolongan darah B sedangkan anda bergolongan darah O sepertinya bayi anda tidak dapat memproduksi sendiri darahnya, dahulu saat dalam kandungan andalah yang mensuplai darah itu…. “

“ Jadi dia membutuhkan tranfusi darah B ? .. kalau begitu ambil darah saya Dokter. Golongan darah saya B dan pasti cocok dengan bayi ini karena sayalah ayah biologis si bayi .” potong MinHyuk tak sabar mendengar penjelasan dokter yang bertele-tele itu.

“ MWOORAGOOO .. kau ayah biologis bayiku ?.” teriak Yoon kaget , pernyataan apalagi ini. JungShin menatap MinHyuk dengan tajam. Tapi namja itu tak peduli.

“ Nanti kujelaskan padamu Yoona, yang terpenting adalah nyawa bayi kita. “ kata MinHyuk menenangkan Yoona.

“ BAYIKUUU … bukan BAYIMU .” teriak Yoona panik.

“ Tenanglah Yoona , tenang … “ JungShin memeluk Yoona. MinHyuk menatap JungShin dan Yoona secara bergantian, jika bukan keadaan darurat seperti ini MinHyuk akan tetap menyimpan rahasia ini selamanya. Sudah cukup bahagia dia melihat bayinya dalam pengasuhan Yoona dan JungShin.

“ Maaf tuan Lee .. tuan MinHyuk. Tapi yang di butuhkan bayi anda bukan golongan darah B tapi golongan darah O. Bayi anda sudah terbiasa dengan darah O dan kami akan melakukan Tranfusi tuka dari darah B miliknya ke darah O seperti milik ibunya.”

“ Bukan darah B ? Lalu …..” desis MinHyuk resah.

“ Ne .. kami membutuhkan donor O, sebaiknya anda cepat mencari donor karena kadar bilirubin bayi anda sudah 19mg . Dan kami juga mohon maaf di rumah sakit ini persediaan darah O sedang kosong .” kata dokter sebelum meninggalkan ruangan Yoona.

“ Othokke JungShin ?.” keluh Yoona . Tadi dia sudah mengajukan diri agar jadi pendonor tapi dokter tidak mengijinkan karena Yoonapun kondisinya masih lemah.

“ Mianhe Yoona .. aku tak bisa membantu anak kita .” desis MinHyuk lirih yang mendapat tatapan tajam JungShin.

“ Sudah kuduga ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami Hyuk. Sekarang waktunya kau menjelaskan pada kami. Apa maksud ucapanmu tadi .” JungShin mencoba mendinginkan kepala yang rasanya mau meledak mendengar pengakuan MinHyuk yang menyebut dirinya adalah ayah biologis bayi Yoona. Apakah MinHyuk berbohong atau kah Yoona yang selama ini membohonginya dengan mengatakan inseminasi buatan.

“ Mianhe JungShin… mianhe Yoona. Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan pada kalian berdua jika akulah ayah bioogis bayi Yoona. Karena kulihat kau .. JungShin-ssi bersedia melindungi bayiku ,.. bayi Yoona .” dan MinHyukpun menceritakan awal kenapa dia menjadi pendonor dan kenapa bisa dia tahu bahwa Yoonalah penerima donornya.

Yoona hanya bisa terpekik kaget dan JungShinpun hanya bisa gelengkan kepala bingung dengan situasi yang makin runyam ini.

“ Lalu jika kau mengakui dia anak biologismu, maka kau akan mengambil bayiku ? Andwee .. andwee MinHyuk !!.” teriak Yoona kalap.

“ Tidak Yoona .. Jebal tolong dengarkan aku … “

“ Aku tidak akan mengambil bayi ini darimu. Aku tidak akan mengambil bayi ini dari kalian. Aku tahu kalian saling mencintai dan aku tahu JungShin juga mencintai bayi ini. Aku percaya kalian berdua akan merawatnya dengan baik …. “ MinHyuk menenangkan Yoona. Tak terasa airmata MinHyuk membasahi pipi , ternyata beginilah perasaan seorang ayah yang akan dipisahkan dari anaknya begitu menyakitkan.

“ Tenanglah Yoona … MinHyuk tidak akan mengambil bayi kita. Kuharap kau menepati ucapanmu Hyuk .”

“ Lalu bagaimana dengan bayi kita, dia membutuhkan donor … “ Yoona terisak pilu.

“ Kau lupa ya … golongan darahku kan O. Jadi kurasa aku bisa menjadi donor anak kita .” kata JungShin mencoba tersenyum.

“ Kenapa kau tidak bilang daritadi. Sial … “ gerutu MinHyuk kesal.

“ Lah kan kita sedang diskusi tadi. Kau juga membuat semua kacau seperti ini…”

“ Sejak awal aku memang sudah curiga saat kau mengantar Yoona tempo hari dari supermarket .. kau membuntuti Yoona kan ? … lalu perusahaanmu bekerjasama dengan dengan perusahaanku … kau tinggal satu gedung dengan kami .. dan aku baru sadar wajah bayiku miripsekali denganmu . Aigoooo .” kata JungShin panjang lebar.

“ Kau tahu rupanya .” MinHyuk tersenyum lebar mendengar ucapan JungShin yang telak itu.

“ Sudah .. kita bicarakan hal ini nanti. Yang utama sekarang anakku … “ cetus Yoona kesal sekali.

“ Anak kita Yoona .” JungShin dan MinHyuk kompak berbicara. Yoona hanya bisa mendelik jengkel pada dua lelaki di hadapannya ini.

***

Rangkaian bunga dan balon bertebaran di seantero kebun, aneka kue dan minuman tertata rapi di meja. Tumpukan kado yang menggunung memenuhi meja di sudut taman. Teriakan dan celoteh riang anak-anak kecil berbaur dengan suara music ceria di sore hari yang cerah ini.

“ Anak kita dimana Yoona ?.” tanya JungShin pada Yoona yang sibuk membawa nampan berisi kur tart besar.

“ Entahlah .. tadi MinHyuk yang menggedongnya . Tolong kau taruh ini di meja tengah. Aku akan mengumpulkan semua anak agar acara bisa segera di mulai.” Yoona mengangsurkan nampan besar. JungShin mau tak mau menerimanya. Setelah meletakkan kue tart di tengah meja Junghin menyusuri jalan setapak taman mencari dimana MinHyuk berada. Dilihatnya namja itu sedang tertawa bercanda dengan anaknya.

“ MinHyuk .. acara segera di mulai. Kau bisa ke kena semprot Yoona jika tak segera kembali .”  panggil JungShin.

“ Nee … kajja. Kita harus segera datang atau eomma akan memarahi kita berdua .” kata MinHyuk pada bayi dalam pelukannya.

“ Sini biar kugendong Hyukkie .. “ kata JungShin.

“ Enak saja… kau kan sudah sering menggendongnya. Aku kan baru datang pagi tadi dari Jepang, berilah aku kesempatan menggendongnya lebih lama.” tolak MinHyuk menghindari tangan JungShin yang terulur kearahnya.

“ Aku kan ayahnya. Jadi akulah yang berhak menggedongnya saat meniup lilin ulang tahun pertamanya.” kata JungShin.

“ Shiroo .. aku juga ayahnya. Aku lebih berhak karena kau bisa 24 jam bersamanya, sedangkan aku tidak .” debat MinHyuk

Yoona tersenyum geli campur bahagia menatap dari kejauhan dua lelaki yang kini berdebat siapa yang lebih berhak menggendong Lee Jung Hyuk anak semata wayangnya. Yahh .. betapa beruntungnya Hyukie mempunyai dua orang ayah yang menyayanginya.

MinHyuk si ayah biologis dan JungShin suaminya yang mengalirkan darah ke tubuh Hyukie. Hmm .. biar mereka tidak berebut sepertinya sudah waktunya Hyukie mempunyai adik nih, guman Yoona dalam hati.

Hangat sinar mentari membelai bumi, mengirimkan dendang ceria mengiringi lagu selamat ulang tahun untuk Lee Jung Hyuk yang pertama.

end

nb: bayi dgn kelainan darah seperti anak Yoona benar2 bisa terjadi. author mendapat referensi dr beberapa buku ttg kesehatan Ibu Hamil dan Melahirkan dan ternyata hal ini pernah terjadi pd bayi artis Nirina Zubir (baru tahu belakangan)

16 thoughts on “Untouchable Love Part 7 – End

  1. Hahaa hyukshin gokiel…!!

    Kyaa~ jungshin msih kcil yoong eonni… Bkin adik kcil’a nnti vaz jungshin oppa 25thn ajah…. Wakwkkwkk
    *djewer eonni*

  2. hahaha,,,akhirnya lucu juga yah,
    dpet pengetahuan baru nih habis baca ff ni ^^
    nama aeginya Yoona, JungHyuk tu gabungan dari Jungshin n’ Minhyuk yaa??

  3. so sweeeeeeeettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
    nama anak’a bnr2 adil nih,,,,,,ada jungshin ada jg minhyuk’a
    pokokeeeeeeee 10 jempol deh^^

  4. Blm baca smua,wkwk.
    Nggalin jjk dlu,br bc akhirnya aja,kkk

    Mgkn ini salah satu alasannya kali ya,knapa kalo di agama islam,masa iddah ibu hamil itu sampe melahirkan..xpp

  5. Ini ceritanya bagus loh, beda dari fanfic yang biasanya gaje, yang ini alurnya jelas..
    Admin bikin lagi dong fanficnya, aku salut banget nih,
    T.O.P Deh, haha

  6. KEREENNN !!!! ceritanya kaga keduga ..
    terus bikin ff yang pemainnya yoona ya ???
    aku suka yoona unniee….
    authornya keren …. semangat !!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s