Falling and Waiting [Part 9]

 

Teaser | Part 1 | Part2 | Part 3| Part 4| Part 5 | Part 6| Part 7|Part 8

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Rating : PG 17

Cast: Kang Minhyuk

Lee Jong Hyun

Jiyeon (T-ARA)

Yoon Eunchae (OCs)

Dis: my own story

Note: part 9 is coming~~ part ini PG 17 jadi yang dibawah 17 tahun jangan baca yaa… kalau mau baca juga gapa sih sebenernya toh aouthor ga tau hehehe.

mungkin Falling Waiting ini bakal sampe part 10 atau 11 atau ntah part berapa, tapi ga lama lagi kok, jadi reader sabar ya bacanya🙂 . ok happy reading and RCL(kalo ada typo mian ya, ngetiknya ngeut soalnya)

***

Jiyeon segera berlari menuju lift dan langsung melesat ke lantai 17

“selamat pagi nona” sapa asisten pribadi jonghyun

“apa jonghyun ada di dalam?” Tanya jiyeon tidak sabaran

“beliau ada didalam nona, tapi beliau berpesan sedang tidak ingin ditemui, dan tidak mengizinkan anda masuk” kata asistennya pelan dengan raut wajah cemas. 

“andwe! Aku harus masuk”

“tapi nona… “

“kau tunggu saja disini, aku akan masuk” kata jiyeon dan segera mengetuk pintu ruang kantor jonghyun

“jonghyun ini aku, buka pintunya”

“kenapa kau datang? Pulang sana, aku tidak mau melihatmu” jawab jonghyun dari dalam

“jonghyun… jaebal… buka pintunya, aku butuh penjelasanmu”

“shiro! Aku tidak mau menjelaskan apapun, pulang sana. Tidak ada gunanya kau disini”

“jonghyun, ku mohon” jiyeon terus berusaha dengan terus mengetuk pintu ruang kantor jonghyun, ia tidak peduli saat para pegawai jonghyun mulai memperhatikan, yang ia inginkan hanya penjelasan dari jonghyun.

“jebal…” jiyeon mulai terisak, ia terus mengetuk pintu ruangan jonghyun, tiba-tiba pintu terbuka dan jonghyun segera menarik jiyeon masuk kedalam ruang kantornya.

“ada apa kau kemari?” Tanya jonghyun dingin sambil kembali ke meja kerjanya dan pura-pura memeriksa berkas-berkas yanga da dimejanya, tidak mempedulikan jiyeon yang hanya diam mematung.

“kau membatalkan pernikahan kita, kenapa?” Tanya jiyeon dengan gemetar karena menahan air matanya.

Jonghyun meletakan sembarangan kumpulan kertas yang sedang ia pegang dan menatap tajam jiyeon

“kalau saja, kemarin aku tidak melihat kemesraan kau dan minyuk, kau mungkin bisa lebih lama membohongi ku dan pernikahan kita akan tetap berjalan seperti yang sudah derencanakan” jawab jonghyun tajam, semua terdiam, baik jiyeon maupun jonghyun.

“jadi, aku rasa aku tidak perlu menjelaskan lebih banyak lagi kan? Kau sudah tau alasannya. Jadi sekarang kau bisa meninggalkan tempat ini, dan anggap saja kita tidak pernah saling mengenal satu sama lain” kata jonghyun

“jadi… jadi kau kemarin ada disana? Melihat semuanya?? Kau bodoh jonghyun, masa kau cemburu pada lelucon seperti itu” kata jiyeon, air matanya sudah melinang dikedua pipinya, hatinya bingung dan hancur.

“apa yang seperti itu kau sebut lelucon hah? Kalian berciuman begitu mesra sampai kalian tidak sadar aku datang. Itu yang kau bilang lelucon? ITU YANG KAU BILANG LELUCON PARK JIYEON!! KAU YANG BODOH….KAU YANG BODOH JIYEON!! BUKAN AKU!!” jonghyun berteriak, nafasnya menngebu menahan semua emosi yang ia rasakan.

“aku, yang tadinya adalah calon suamimu, kita berpacaran selama 4 tahun dan sudah merencanakan sebuah pernikahan saja tidak pernah menciummu semesra itu, tidak pernah menyentuhmu lebih daripada ciuman lembut, tapi dengan laki-laki lain kau melakukan lebih… apa masih ada alasan aku mempertahankan hubungan kita?” jonghyun kembali berbicara

“ah! Aku lupa. Minhyuk bukan laki-laki lain dihidupmu, dia cinta masa SMA mu. Dan mungkin sampai detik ini kau masih mencintainya , bahkan mungkin kau mencintainya lebih dari pada kau mencintai aku” Jiyeon semakin terisak, tebakan jonghyun sungguh-sungguh tepat.

“aku ingat betapa tersiksanya kau saat minhyuk menolakmu di London, betapa hancurnya kau saat itu, hanya aku yang bisa membantumu. Kau ingat? Siapa yang selalu ada disampingmu saat itu? hanya aku, siapa yang mengobati luka hatimu yang minhyuk buat? hanya aku. Aku kira saat kau juga membalas cintaku, kau sudah benar-benar melupakan minhyuk, kau sudah jadi milikku, tapi aku salah… selama ini kau masih menyimpan perasaan padanya, pesaraan yang jauh lebih dalam dari yang kau berikan padaku… jiyeon, beritahu aku kebohongan apa lagi yang kau sembunyikan dariku?? Beritahu aku”

“aku membohongi diriku sendiri jonghyun… selama 4 tahun aku berusaha membalas cintamu yang terlalu tulus untukku, aku sudah berusaha jonghyun. dan aku berhasil aku berhasil mencintaimu seperti yang kau mau, seperti yang aku mau. Tapi saat minhyuk kembali ke korea dan muncul dihadapanku… aku….aku….semuanya berubah, aku sadar selama ini aku belum bisa melepas cintaku pada minhyuk, aku hanya menguburnya dalam dan menimbunnya dengan rasa cintaku padaku jonghyun” jiyeon menghapus air matanya yang sudah terlalu banyak, ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tidak mau memilih antara jonghyun ataupun minhyuk, karena ia takut pada pilihannya.

Disudut lain jonghyun hanya berdiri dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari jiyeon. Jonghyun melangakah mendekati jiyeon.

“banar kau mencintaiku?” Tanya jonghyun palan, tatapan matanya berubah liar, sisi lain jonghyun yang tidak pernah jiyeon lihat. Jonghyun berjalan semakin mendekat pada jiyeon, tiba-tiba jiyeon merasa sedikit gentar melihat tatapan jonghyun yang begitu liar, jiyeon melangkah mundur sedangkan jonghyun terus semakin mendekat.

“kalau kau emmang mencintaiku, dan aku ingin kita melanjutkan rencana pernikahan kita, kau tidak akan menolakku, aku ingin kau seutuhnya jiyeon” kaliamt jonghyun tegas, dan tak perlu waktu lama jonghyun sudah mengunci tubuh jiyeon, jiyeon tidak bisa pergi kemana-mana lagi, punggungnya sudah menyantuh tembok dan sedetik kemudian jonghyun melumat bibir jiyeon kasar. Penuh emosi dan amarah, jiyeon meronta kehabisan nafas.

“kenapa kau protes huh? Pada minhyuk yang bukan siapa-siapamu kau menikmatinya. Kenapa dengan calon suami mu sendiri kau protes huh? Nikmatilah chagi~~” belum sempat jiyeon menjawab jonghyun sudah melupan bibir jiyeon kembali, ia mengigit bibir jiyeon.

“aaw..” jiyeon meringis, jonghyun menyambar bibir jiyeon dengan lidahnya, ciuman jonghyun semakin dalam, ia melumat habis bibir jiyeon. Jiyeon menutup mata, berusaha menikmati apa yang tengah jonghyun lakukan, mungkin ini salah satu cara jiyeon menebus kesalahnnya pada jonghyun. tangan kanan jonghyun menyentuh pinggang jiyeon sementara tangan lainnya menyusup kedalam helaian rambut jiyeon yang tergerai. Jiyeon menutup mata, begitupun jonghyun, melewati setiap detik dengen bibir mereka yang saling bertaut.

Tak lama jonghyun melepaskan bibirnya.

“kenapa berhenti?” bisik jiyeon

“lalu maumu?” Tanya jonghyun

“lakukan lagi, cium aku terus kalau itu yang kau inginkan. Kalau itu yang membuatmu senang. Aku tidak akan melawan” kata jiyeon. Jonghyun mengusap pipi jiyeon dengan jarinya, menelusuri setiap lekuk wajah jiyeon. Jiyeon menutup mata. Jonghyun menhambusakn nafas hangatnya di pipi jiyeon, merasakan aroma parfume jiyeon yang menyeruak, jonghyun kembali melumat bibir jiyeon dan dengan mudahnya jonghyun mengangkat tubuh jiyeon dan menghampaskannya pelan diatas sofa empuk ruang kantornya. Sedetik kemudian jiyeon mendapati jonghyun merangkak  diatas tubuhnya, matanya intens menatap mata jiyeon, desah nafas jonghyun terdenger ditelinganya.  Jonghyun membenamkan wajahnya dilekuk leher jiyeon, menghembuskan nafasnya disana dan menandai kulit jiyeon dengan bibirnya, dan kini nafas jonghyun terasa hangat ditelinga jiyeon, mendesah halus. Ini benar-benar diluar dugaan jiyeon, jiyeon mulai cemas melihat apa yang jonghyun lakukan.

Tangan jonghyun mulai menyusup kedalam pakaian yang jiyeon kenakan, mengelus lembut kulit pinggan jiyeon. Jiyeon berusaha melepaskan tangan jonghyun dari  pingganganya tapi jonghyun segera menghempaskan tangan jiyeon menjauh. Jiyeon terus melakukan aktifitasnya.

Deru nafas jiyeon semakin berat, terbuai dengan perlakuan jonghyun, ia mulai mengikuti alur yang jonghyun buat. membalas setiap ciuman jonghyun, dan terkadang desahan dari bibir jiyeon menyambut aksi jonghyun.

“apa minhyuk pernah melakukan yang seperti ini padamu?” bisik jonghyun tajam, jiyeon tidak sanggup lagi menjawab, tangan jonghyun menyentuh hampir seluruh bagian tubuh jiyeon, padahal pakaian jiyeon amsih dikenakan lengkap.

“kau, park jiyeon… kau adalah milikku, Lee Jonghyun” bisik jonghyun. tiba-tiba tangan jonghyun meremas kuat bagian depan kemeja putih yang jiyeon pakai dan menyobekkanya sehingga tubuh bagian depan jiyeon terpampang jelas

PLAAAK!!!  Tamparan sangat keras mendarat di wajah jonghyun, diikuti lingangan air mata jiyeon

“KAU GILA JONGHYUN!!KAU GILA!! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?” jiyeon meledak

Jonghyun segera duduk menjauh, dalam waktu sedetik ia sadar dari ketidak warasannya. Ia menatap jiyeon yang duduk menangis dengan baju sobekan jonghyun yang ia gunakan untuk menutup tubuh bagian atasnya.

“ARRRGG!!” jonghyun mengacak-acak rambutnya, hampir saja ia melewati batas, kalau saja jiyeon tidak menamparnya dan menegmbalikan kewarasannya. Jonghyun mendekat berusaha menenangkan jiyeon yang masih terisak hebat. Matanya sembab, rambutnya sudah tak karuan. Tapi semakin jonghyun mendekat, semakin jiyeon manyudutkan dirinya di sudut sofa.

“mian… maafkan aku jiyeon. Ini diluar kendaliku… mian…” jonghyun berlutut didepan jiyeon, menggengam tangan jiyeon yang gemetaran.

“aku sungguh minta maaf… aku tidak bermaksud melakukan semuanya… sungguh…” jonghyun memohon

“aku mau pulang” bisik jiyeon lirih, jelas sekali sorot ketakutan dimatanya.

“aku antar…”

“shiro.. aku mau pulang sendiri”

“tidak dalam keadaan seperti ini, jiyeon” tangan jiyeon merogoh tasnya, mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.

“yoboseo… minhyuk” jonghyun mendesah kesal mendengar nama yang jiyeon sebut, ia benci pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi jiyeon dengan baik.

“……”

“gwenchana, aku baik-baik saja. Apa kau sedang sibuk?”

“……”

“bisakah kau jemput aku, di depan kantor jonghyun?”

“……..”

“baiklah, aku tunggu. Terima kasih” jiyeon kembali memasukan ponselnya kedalam tas

“jangan hubungi aku lagi” kata jiyeon tajam.

“tapi….”

“setidaknya jangan hubungi aku, sampai aku mau menemui atau bicara denganmu”

“sekarang kau pulang dengan minhyuk?”

“sejak kau memperlakukanku seperti ini, siapa lagi yang bisa aku percaya?” jiyeon balik bertanya. Ia terlihat kecewa melihat bajunya yang sudah robek. Jonghyun berjalan menuju lemari penyimpanan pakaian kerjanya, mengeluarkan sebuah kemeja dan memberikannya pada jiyeon.

“pakai ini, kau tidak mungkin pulang dengan baju seperti itu” kata jonghyun menyerahkan bajunya, jiyeon segera berlari menuju toilet yang ada diraung kantor jonghyun dan segera berganti pakaian.

Jiyeon segera mengambil tasnya setelah ia selesai berganti pakaian.

“apa kau akan menceritakan ini pada minhyuk?”

“tidak, tidak ada untungnya buatku”

“jiyeon, sekali lagi aku sungguh minta maaf. Aku sangat menyesal. Aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku” pinta jonghyun memelasa

“yang perlu kau lakukan, cukup menjauh dariku sampai aku siap melihatmu lagi. Hanya itu”

“hubungi aku kalau kau siap, aku akan ada disana” tanpa menjawab jiyeon segera meninggalkan ruangan kantor jonghyun, meninggalkan jonghyun yang terpaku dengan pikiran-pikirannya yang tak tentu arah.

 

***

“apa ada masalah?” Tanya minhyuk saat jiyeon sudah duduk di samping kursi pengemudi.

“begitulah”

“apa yang jonghyun lakukan?” Tanya minhyuk seperti menanyai seprang narapidana

“tidak ada”

“dia tahu kalau aku menjemputmu? Dan dia tidak marah?”

“dia marah besar minhyuk, dia tahu apa yang kita lakukan kemarin”

“lalu?”

“entahlah, kami membela ego kami masing-masing. Sudahlah jangan dibicarakan lagi, kau tidak usah memikirkannya. Ini masalahku dengan jonghyun, aku tidak mau kau terlibat” pinta jiyeon

“tapi…”

“minhyuk, aku mohon jangan bahas ini lagi” jiyeon memohon

“baiklah… lalu sekarang kita mau kemana, tuan putri?” Tanya minhyuk berusaha menghibur

“bawa aku ke tempat yang jauh… kau butuh udara segar. Jauh dari manusia bernama Lee Jonghyun”

“baiklah, aku tahu tempat yang bagus untukmu menenangkan diri” dan minhyuk segera melajukan mobilnya menuju tempat yang ia maksud.

 

***

Jiyeon menyandarkan tubuhnya di cap mobil minhyuk, menikmati angin pantai yang menyapu tubuhnya, memandang garis horizontal yang segera menyembunyikan matahari. Saat tangan minhyuk melingkar dipingganganya, jiyeon menyandarkan kepalanya dipundak kanan minhyuk, jiyeon memejamkan mata.

“aku lelah, minhyuk” kata jiyeon, tangan minhyuk beralih membelai rambut jiyeon

“apa aku salah seperti ini? Aku tidak bisa melakukan apa-apa” lanjut jiyeon

“tidak ada yang harus kau lakukan” jawab minhyuk

“antara kau dan jonghyun… entahlah aku tidak mengerti semua ini”

“tidak ada yang harus kau mengerti” jawab minhyuk lagi. Mereka saling terdiam untuk waktu yang cukup lama.

“kemana saja kau saat aku menyatakan cintaku 4 tahun yang lalu di London?”

“aku tidak kemana-mana… aku tetap diam disana menunggumu”

“lalu, kenapa kau menolakku?”

“karena aku sedang mempersiapkan sesuatu untukmu, untukku dan masa depan kita” jiyeon memandang minhyuk tidak mengerti

“aku ingin menikahimu sedari dulu, tapi aku sadar menikah itu bukan hanya antara kau dan aku berjanji dihadapan Tuhan dan mengadakan pesta resepsi dalam satu malam, kita akan mengahdai jutaan hari bersama. Dan saat itu aku tahu aku amsih kuliah, aku amsih bergantung dengan orang tua tidak mungkin aku menikahi mu kan? Aku ingin menyiapkannya sesempurna mungkin, dan sampai saat itu tiba aku tidak ingin kau tahu”

“lalu kenapa kita tidak berpacaran sampai kau bisa menyiapkan semuanya?”

“aku ingin memberimu kejutan. Aku ingin menunjukan akalu aku ini laki-laki yang bisa kau percaya dan bisa bertanggung jawab” cerita minhyuk bangga

“kalau ternyata kejutanmu itu gagal? Kalau ternyata sekarang aku yang menolakmu, bagaimana?”

“entahlah… aku tidak pernah berfikir sejauh itu. tapi aku yakin kau masih mencintaiku, bukan begitu?” Tanya minhyuk

“percaya diri sekali dirimu! Lalu sekarang apa yang mau kau tunjukan padaku sehingga aku yakin kau akan bertanggung jawab dengan diriku nanti? Apa yang sudah kau siapkan untukku?”

“kau lihat jabatanku? Perusahaan itu aku dirikan dari awal hingga besar seperti sekarang bukan hal mudah. Mobil ini? Aku membelinya dengan jerih payahku. Rumah yang aku tempati sekarang, kalau kau tidak suka aku bisa membelikan yang baru sesuai yang aku mau. Aku siap bertanggung jawab atas dirimu dan hari-hari kita kedepan jiyeon, aku menyiapkan ini semua untukmu, untukku dan keluarga kita, masa depan kita”

“aku tidak mencintaimu karena hartamu, aku mencintaimu tanpa alasan, dari awal sudah seperti itu”  kata jiyeon

“akupun begitu, tapi tidak ada salahnya kan?”

“hmm.. kau benar. Tidak salah aku menunggumu 4 tahun ini. Hmm…. Lalu, eunchae? Kenapa kau bersama dengannya? Kau tidak setia denganku” kata jiyeon

“lalu kenapa kau mencintai jonghyun?” Tanya minhyuk

“rumit, sulit dijelaskan”

“apa kau amsih mencintai jonghyun?”

“masih. Dan kau mengalahkannya, maksudku sampai detik ini cintaku padamu yang paling besar, terbesar diantara semua cinta yang aku punya”

“lalu kenapa kau tidak meninggalkannya?”

“menunggu cara dan saat yang tepat mungkin… atau menunggu alasan yang tepat, semua hal yang tepat. Tapi sampai detik itu, kau harus percaya kalau aku yang paling penting untukku”

“ya, aku akan menunggunya”

“kau belum jawab pertanyaan ku tentang eunchae, minhyuk. Jangan menghindar”

“tentang eunchae…. Sama halnya seperti kau dan jonghyun. sama seperti kalian, rumit dan sulit dijelaskan. Tapi.. aku akan segera menyelesaikan semuanya , kau tidak perlu khawatir”

“bagaimana caranya?” Tanya jiyeon kembali menyandarkan kepalany dipundak minhyuk

“hmm… aku belum memikirkannya, aku tidak mau memikirkannya dulu. Sekarang lupakan semua hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kita. Sekarang disini hanya ada kita berdua, jadi nikmati saja waktu yang kita punya. Buang jauh-jauh semua beban dan pikiran kita. Di sini hanya ada kang minhyuk dan park jiyeon, tidak ada yang lain, hanya kita berdua” kata minhyuk, jiyeon mengangguk tanda setuju.

“hanya ada kita berdua” ulang jiyeon. Minhyuk mengecup puncak kepala jiyeon, mata mereka menelusuri malam, dengan debur ombak yang semakin kencang.

Gelap,hanya cahaya remang-remang yang dibiaskan rumah-rumah disekitar pantai dan lapu-lampu mobil yang amsih berlalu lalang dari jalanan yang tak jauh dari tempat minhyuk dan jiyeon berdiri.

Mereka tenggelam dalam gelap, tenggelam dalam ciuman hangat satu sama lain.

“jangan pernah pergi lagi” pinta jiyeon.

 

–TBC–

 

*kesel sama karakter jiyeon? atau minhyuk? atau jonghyun?? atau kesel sama author yang bikin ceritanya makin complex?? heheh namanya juga cerita~~ kan biar seru sama penasaran~~ *alibi

jangan bosen baca falling waiting ya readers semua…. *bow

 

 

21 thoughts on “Falling and Waiting [Part 9]

  1. makin seruu authorr….
    Gk tau mau ngomong apalagi.. Feelnya dapet bgttzz…..

    Update soon deh, yg pnting endingnya smua bahagia.. Mw entar jiyeon ma minhyuk atau jonghyun, aku suka kduannya😉

  2. Ntah knva aq lbih suka jiyeon s5 jonghyun, lbih cocok kya’a… Hhe
    minhyuk mnding s5 aq aja deh, hwahahaa #maunya-_-”

    bru 16th nih thor,
    aksi jonghyun ke jiyeon dkntor bruzant bkin aq snyam/um mulu… Wakwkk😄

    Next_

  3. sedikit kesel sm jiyoen sih thor..
    kasian jonghyun kan selama ini udh setia sm jiyoen. waktu jiyoen terpuruk *cieee bahasanya* karna minhyuk kan jonghyun yg setia menghibur. sekarang malah mau ditinggalin gitu aja… Hiks sedih bgt *lebay*
    klo ga jonghyun ma aq ajj deh. boleh ga thor..??? (°_°)

  4. Kesel sama author yg bkn cerita kea gt
    gak mau Bang Jeha atau minhyuk sakit hati.hahaha
    kesel sm jiyeon,gak tegas sm perasaanya,kasihan jonghyun yg udh berkorban bnyk.lanjut dah..

  5. Hwaaa mkin complicated critanya…
    Aduch jiyeon jngan gtoch donk,,ma hyun cari wkt yg tepat untk mlpaskn hyun…aduch jngan kmu sperti kcang lpa klitny,d saat kmu pth hati atas pnlakan minhyuk hyun slalu brsbar mennti cnta mu,smpe sdkit dmi sdkit kmu pun mlai mencintainy dan bertmbah besar…dan skarang setlah minhyk kmbli dan menytkan cnta kmu mau nglpasin hyun & nglpain knangan n perjuangan mu slma ini berusaha mencintai hyun…hwaaa andwe….g tau knpa pokokny lbh seneng jiyeon ma hyun….
    Next partny update soon y….
    Chingu punya fb kah…?bleh minta id_ny g?

  6. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa jonghyun kenapa bisa liar begitu hikshiks :”””(
    jiyeon kau harus tanggung jawab itu.. aduuuh sungguh rumit ini. minhyuk jg nih knp baru sekarang bilangnya kalo suka ma jiyeon dan harus mendam rasa 4tahun kalo emang alasannya begitu. aduuuuuh…
    minhyuk jg ini kalo emang cinta ma jiyeon knp harus pny pacar??? sunggguh ini…
    ayooo selesaikan permasalahan ini semua ampe clear. aku sukanya jg jiyeon ma minhyuk. tapi ya jonghyun kasian semoga tar happy ending ya,
    aaaaaaaaaaaa author tanggung jawab harus bs sampe tamat ditunggu

  7. chingu… q mau jiyeon ama jonghyun ja yah… oz low gak ama hyun dia x kasihan… pdhl dia yg selalu ada buat jiueon selama 4 th.. tp gegara minhyuk balik,, hbngn mrk jd kyk begini deh…

    ff low mkn complicated mkn seru.. daebak!! q selalu suka ceritanya.. gak akn bosen bc na.. next jgn lama2 ,, always kutunggu ff mu ^_^

  8. hoh…keputusannya tetep di tangan author..tapi jd jahat bgt yah MH dan jiyeonnya ><
    makin gga sabar liat gimana endingnya..
    aku harap kalau ending..bener2 jauh dr bayanganku supaya surprise..kkk
    fighting sar ^^

  9. Anyeong chingu, reader bru ni naneun Jullie imnida. . .

    Mian rue comment d’part ini coz q bca ngebut dari teaser smpe part ini. . .

    Cerita’x kerenzz bngetz chingu. . . Q mau’x Jiyeon ma Jonghyun aja chingu coz kasian nnti loew smpe Jiyeon gak mlih Jonghyun sia2 sdh prjuangan Jonghyun slma 4 thun tuk dpetin cinta Jiyeon. . . Trus q lbh dpet feel’x ma Couple Jiyeon-Jonghyun. . .

    D’tunggu bnget loh next part’x. . . Jgn lma2 donk chingu. . . ^_~

  10. Jebal jiyeon bener plinplan klu AQ jd jiyi pasti AQ bakal milih jonghyun YG selalu ada buat dy dan klu d pikir minhyuk kurang ajar bolak jiyi d London klu AQ jd jiyi AQ sakit hati beneran jiyi Pobo

  11. ksel sma krakter Jiyi. Plin plan. Gapunya pendirian.

    bner deh jd Jonghyun tuh nyeseKk pake bgt

    brharap Jiyi sma Jonghyun blikan lg

    next

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s