Behind The Hangings

Author: mmmpeb

Rating: T

Genre: romance

Length: ficlet

Cast:

  • Krystal f(x)
  • Kang Minhyuk CNBLUE

Other cast:

  • Jung Yonghwa CNBLUE

Disclaimer: Carly Rae Jepsen – Call Me Maybe

****************************************************

 

Stalker.

Kata itu sangat menggambarkan siapa diriku saat ini. Aku adalah penguntit. Siapa yang aku kuntit? Kang Minhyuk, tetangga sebelah yang baru saja pindah ke sini seminggu yang lalu. Aku dibuat gila olehnya. Dia bukan seorang idola, bahkan pada idolaku sendiri saja aku tidak sampai begitu candunya seperti ini.

Seperti biasa, aku di markas, atau lebih tepatnya di kamar tidurku sendiri. Sejak Minhyuk pindah ke sini, aku tidak pernah membuka gorden atau menyalakan lampu kamarku. Sengaja aku buat seolah-olah tidak ada kehidupan agar Minhyuk lebih leluasa melakukan aktifitasnya di kamar.

Hey, jendela kamar kami bisa dibilang saling berhadapan. Bukan jendela sih, apa ya? Seperti dinding kaca sehingga aku bisa melihat seluruh isi kamar Minhyuk. Kuucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada arsitektur yang mendesain rumah kami. Ditambah Minhyuk yang selalu membuka gordennya lebar-lebar saat ia bangun tidur dan menutupnya kembali tepat saat ia hanya ingin tidur. Ia sendiri yang membuka akses untukku.

Kamar Minhyuk tertata sangat rapi. Aku sendiri jadi malu kalau membandingkannya dengan kamarku yang…euh! Yang paling dominan adalah rak-rak yang berisi buku-buku yang aku taksir jumlahnya ada ratusan. Ternyata dia tipe penyuka buku. Lagi-lagi kami berbeda, jauh berbeda karena aku tidak suka membaca buku.

Momen yang paling aku suka adalah saat Minhyuk menanggalkan kaosnya. Apalagi saat dia berkeringat sehabis bermain basket di halaman belakang rumahnya. Wow, rasanya aku ingin menyanyikan lagu 2Hot milik GNA. Dia sangat…seksi! Tubuhnya tidak terlalu kekar, tapi setidaknya ia memiliki tubuh seorang pria idaman.

TOK TOK TOK!

Aish, siapa yang mengganggu kesenanganku?

“KRYSTAL, IBU BERANGKAT, YA!”

Kembali kututup gorden yang sedang kubuka sedikit dan kemudian berlari menuju pintu.

“Sssst! Ibu berisik!”

“Berisik apanya, sih? Kamu ini makin lama makin membuat ibu khawatir! Sebaiknya manfaatkan liburan sekolahmu sebaik-baiknya, jangan hanya mengurung diri di kamar.”

“Ini bukan waktunya untuk ceramah, Bu! Cepat berangkat, nanti ibu telat sampai di kantor!”

Kuberikan dua kecupan di pipi ibu dan aku yakin ibu tidak akan berkata banyak lagi.

“Tsk! Anak ini! Ya sudah, ibu berangkat! Kalau mau pergi, jangan lupa kunci pintu!”

“Arasseo!”

Ibu mengecup keningku dan bergegas pergi menunju singgasananya di luar sana. Kembali aku sendirian di rumah. Hmm, bagus bukan? Dan pas sekali sekarang ini sedang libur sekolah. Aku tidak butuh hang out, aku hanya butuh tetap tinggal di sini.

Aku berlari kembali menuju jendela. Kusingkap jendela sedikit dan mengintip apa yang Minhyuk lakukan sekarang. ia tidak ada di kamar, melainkan halaman depan rumahnya. Apa yang akan ia lakukan dengan mesin pemotong rumput? Tentu saja memotong rumput, Krystal pabo!

Dia tampan sekali! Tubuhnya tinggi, mungkin sekitar 184 cm. Hidungnya mancung. Dia memiliki senyuman yang mampu membuatku meleleh karena saat ia tersenyum kedua matanya ikut tersenyum. Kyeopta!!! Dan juga lengannya yang lumayan terbentuk, mungkin karena ia sering bermain drum. Sayang sekali aku tidak bisa mendengar permainannya karena –sepertinya- kamarnya sudah di-setting menjadi kedap suara. Tapi tanpa mendengar suaranya, aku tahu permainannya pasti keren. Seperti orangnya.

Aku membuka gorden kamarku sedikit lagi. Tidak apa-apa, toh Minhyuk sedang sibuk dengan mesin itu. Ah, andai aku yang menjadi mesinnya!

Langkah Minhyuk terhenti. Aku pikir ia ingin istirahat sejenak, ternyata ia ingin membuka kaos polosnya. AS-TA-GA! Dia topless!

Tepat setelah ia menyampirkan kaosnya di sebelah bahunya yang bidang, ia melempar tatapannya ke arah jendela –dinding kaca- kamarku. Spontan aku menyembunyikan diriku di balik gorden. Mati kau, Krystal! Minhyuk melihatku tidak, ya?

*****

Besok sudah masuk sekolah. Tapi hingga sekarang tidak ada progress apapun. Aku masih saja menjadi stalker Minhyuk. Sebenarnya aku tidak ingin begini terus. Aku ingin ada perkembangan. ARRRGH! Berkenalan saja belum pernah.

Seperti biasa, standby di kamar dan mengintipnya di sela-sela gorden. Aku terlambat bangun karena aku menunggu Minhyuk semalaman hingga ia tidur. Ia tidur larut hanya karena membaca buku. Tapi tidak apa, yang penting aku bisa melihatnya walaupun hanya melihatinya tiga jam penuh sibuk berkutat dengan buku.

Jendela kamarnya sudah terbuka, tapi tidak ada sosok Minhyuk di sana. Kutunggu hingga 10 menit barulah ia muncul di bawah sana dengan motor sport berwarna hitam yang ia keluarkan dari garasi. Aku pikir ia ingin pergi, tapi tidak mungkin hanya dengan pakaian rumah dan ember ditangannya. Ia terlihat jelas baru saja habis bangun tidur. Setidaknya aku tidak kehilangan banyak momen.

Wajah Minhyuk terlihat masih kusut. Rambutnya acak-acakkan. Ia juga masih mengenakan baju yang ia pakai saat tidur semalam, boxer bergaris vertikal dengan kaus oblong biru tua yang longgar. Dalam keadaan seperti itu saja dia sudah terlihat tampan.

Ah, terlintas ide dibenakku!

Buru-buru aku berlari, mencari keberadaan ayah.

“Oppa, ayah mana?” tanyaku pada Yonghwa oppa yang aku lihat pertama di rumah hari ini.

“Ayah dan ibu pergi ke Mokpo. Kau lupa kalau hari ini Bibi Han wisuda?”

Tidak penting!

“Lalu mobilnya?”

“Mobil?” tanya Yonghwa oppa dengan keningnya yang mengerut.

“Maksudku ayah bawa mobil?”

“Ya, iyalah! Kau pikir ayah mau menunggu bis lama-lama? Tapi kenapa kau tanya begitu?”

Kalau aku bilang mau mencuci mobil ayah, pasti Yonghwa oppa menertawaiku. ‘Hahaha! Krystal mencuci mobil? Telingaku tidak tuli, kan?’

“Aku…aku mau pinjam mobil.”

“Pakai mobilku saja!”

Hah, aku tidak salah dengar? Yonghwa oppa yang pelit kalau aku meminjam barangnya –apalagi mobil- menawarkan diri?

“Asal cuci dulu!”

Nah, tuh kan! Ternyata ada maunya. Tapi baguslah, sesuai dengan rencana.

Aku kasihan dengan mobil di depanku ini. Sepertinya ia telah salah memiliki majikan.

Kuisi ember kecil ini dengan air sebanyak setengah ember dan aku masukan sabun cair khusus mobil banyak-banyak. Ada kali setengah botol. Salahkan mobilnya yang begitu sangat amat terlalu kotor. Penampilannya 11:12 dengan mobil rally di jalanan tanah coklat.

Setengah fokus aku menyiram mobil Yonghwa oppa karena setengahnya lagi aku terfokus pada sosok laki-laki tampan yang berjarak 20 meter dari tempatku. Ia tampak sibuk membersihkan motornya. Sesekali mulutnya berkomat-kamit, mungkin mengikuti lirik lagu yang sedang ia dengar melalui iPod-nya.

Minhyuk tampak begitu mencintai barang-barang yang ia miliki. Terakhir aku melihatnya sedang membersihkan drum besar miliknya yang terletak di sudut kamarnya dengan telaten. Kalau ibu melihatnya, mungkin ia mulai berceramah membandingkanku dengan si cleaning freak itu.

Sedangkan aku? Aku tidak begitu peduli jika masih ada sisa kotoran yang menempel di mobil Yonghwa oppa. Tujuanku kan hanya ingin melihat Minhyuk.

Sekarang bagaimana caranya biar Minhyuk mau melirik ke sini? Sejak tadi ia hanya sibuk dengan dunianya.

Terlintas ide gila. Kusiram tubuhku dengan air hingga kini aku setengah basah. Sengaja aku menaiki kap mobil dan menggosok-gosok atap mobil dengan gerakan-gerakan yang sedikit ‘mengundang’. Dan GOTCHA! Dia melihatku. Dia tersenyum. Dia tersenyum untukku. Rasanya mau pingsan.

Aku kehilangan keseimbang. Lututku tak mampu menahan tubuhku karena licinnya kap mobil hingga akupun terjatuh.

“AWWW!” erangku.

Badanku seperti patah-patah semua. Apa lagi punggungku, rasanya sakit.  Jatuh dalam keadaan posisi terlentang itu sangat tidak bagus.

“Kau tidak apa-apa, Krystal-ssi?”

Oh? Ini bukan suara Yonghwa oppa. Suara siapa ini?

“Krystal-ssi? Gwaenchanseumnida?”

Rasanya aku ingin memalingkan wajahku. Bagaimana tidak, wajah Minhyuk tepat di atas wajahku.

“Pasti sakit!”

Minhyuk tiba-tiba menggendong tubuhku. Detak jantungku berdebar tidak karuan. Ia membaringkanku di atas kap mobil. Dan tangannya…tangannya mengunci tubuhku! Oh, tidak!

“Kau bisa bernafas, kan? Aku bersedia memberikan nafas buatan untukmu!”

Ia menyeringai. Sebelah tangannya menangkup pipiku dan mengelusnya. Rasanya seperti tersengat listrik. Jadi seperti inikah Kang Minhyuk yang asli? Nakal! Dan aku suka.

Wajahnya mendekat padaku. Aku tidak berani menatap matanya yang sangat menjurus padaku. Maka kututup mataku perlahan. Aku sangat pasrah sekarang ini.

“Krystal-ssi? Krystal-ssi? Kau tidak apa-apa?”

Bukan ciuman yang aku dapat, melainkan tamparan-tamparan kecil. Kubuka mataku perlahan hingga lagi-lagi wajah Minhyuk yang kulihat.

“Kubantu kau berdiri!”

Minhyuk menjulurkan tangannya padaku.

Oh, no! Yang tadi ternyata hanya mimpi sesaat!

Kusambut tangan Minhyuk dan dengan bantuannya akupun dapat bangkit berdiri. Ada apa dengan tubuhku? Rasa sakitnya mendadak hilang.

“Kau tidak apa-apa?”

“Gwaenchana!” jawabku lirih. Aku tidak berani menatap matanya.

“Kau Krystal, kan?”

“Bagaimana kau tahu?”

“Seminggu yang lalu aku berkunjung ke rumahmu dan kau tidak ada di rumah. Ibumu bercerita memiliki seorang anak perempuan dan anak laki-laki. Kau pasti yang bernama Krystal! Aku Minhyuk!”

Minhyuk menjulurkan tangannya lagi. Dengan malu-malu kusambut tangan itu. Tanpa mengenalkan dirinya aku juga sudah tahu siapa dia. Ibu yang cerita.

“Ternyata jauh lebih cantik dari yang aku bayangkan!”

Ia tersenyum padaku. Ya Tuhan, ia bicara apa tadi?

“Senang bisa mengenalmu, Kry! Mulai besok sepertinya aku akan banyak merepotkanmu, semoga kau tidak keberatan.”

Mana mungkin aku merasa keberatan. Aku malah mau banget direpotkan oleh Minhyuk. Tapi merepotkan apa maksudnya?

“Ah, ya!”

Minhyuk merogoh kantung boxernya dan mengeluarkan pulpen kecil. Kenapa dia bawa-bawa pulpen? Tapi ini tidak penting. Aku terlalu terbuai olehnya saat ia mulai menyentuh tanganku.

“Selesai! Sampai jumpa besok di sekolah, cantik!”

Ia mengedipkan sebelah matanya. Untukku pastinya, untuk siapa lagi. Muncul perasaan kecewa saat menyadari tubuhnya mulai menjauh. Ia terus saja melayangkan senyumannya sembari melangkah mundur. Sebelah tangannya membentuk sebuah kode. Hah, telepon? Buru-buru kulihat telapak tangan kananku dan aku terkejut karena di sana tertulis sebuah nomor telepon. OMO!!! Ini nomor teleponnya?

Aku kembali melirik Minhyuk. Ia sudah sampai di depan pintu rumahnya dengan mata yang masih terarah jelas padaku.

“Kamarmu sepertinya butuh cahaya matahari. Lebih baik gordennya kau buka. Terus terang aku lebih suka orang yang terang-terangan dari pada bersembunyi terus menerus. Tenang saja, aku akan selalu membuka gordenku untukmu.” Lagi-lagi Minhyuk mengedipkan sebelah matanya sebelum ia menghilang memasuki rumahnya.

JADI MINHYUK SELAMA INI TAHU?

-END-

MV Call Me Maybe selalu stuck in my head. Abisan kocak, ujung-ujungnya homo xDDD Karena aku lagi ga tega bikin Minhyuk homo, jadinya kayak begini deh xD Tadinya mau pake judul Call Me Maybe juga, tapi jadinya ga nyambung, akhirnya aku pake judul Behind The Hangings (Dibalik Gorden/Tirai). Happy Reading

24 thoughts on “Behind The Hangings

  1. hihi kocak kan kerjaannya cuma merhatiin minhyuk dr jendela…
    dan yg paling kocak iya bagian krytal mulai cari perhatian minhyuk pas cuci mobil ehhh malah musibah. haha
    tapi musibah bw berkah sih akhirnya disamperin minhyuk hihi.. dan ternyata minhyuk tau kalo dia diperhatiin tiap hari haha…
    lucu lucu lucu

  2. Wih,,,,gmna jdx klo minhyuk jd cwo nakal bnran ya,,,,,,
    yeoja2 psti panas smua ‘euyyyyyyy
    kerennnnnnnn ff’a😀

  3. Nice ff thor..
    Paling suka yg part ini: “ternyata seperti ini kang minhyuk yang asli. nakal. aku suka itu…”
    Kya~
    Kalo minhyuk beneran nakal.. Pasti makin bikin (?) meleleh…

    Jleb banget tuh waktu minhyuk bilang kalo dia tau krystal sering merhatiin dia haha..
    Lanjutannya dong🙂

  4. Ternyata kegiatan stalking krystal selama ini udah ketahuan toh sama minhyuk hihi…
    Malunya kayak apa coba x_x

    Ff nya bagus!🙂

  5. Hey i just met you~ and this is crazy~ But here is my number~ so call me maybe~~~
    Before you came into my life I miss you so bad~~ i miss u so baaad~~ i miss u so so bad~~~
    KYAHHH aku suka banget lagu itu!
    Bener banget thor, ending MV-nya bikin melongo. ga taunya homo huwaa~~
    Untung FF ini jadinya ga kayak gitu.. kya~~~ sweet bangettt~~😄
    Gud job thor!!😄 :-*😀

  6. hallo reader baru disini!!

    wakakak demi apapun aku ngakak guling guling baca nya LOL
    aku udah dag dig dug, baca part minhyuk gendong krystal ke kap mobil taunya cuma hayalan doang wkwkwk
    dan big hint nya ternyata minhyuk tau selama ini krystal tukang ngintip! wkwkwk
    ini ada lanjutannya ga thor? tuh kayanya mereka bakal satu sekolah. wah penasaran kaya apa jadinya hahaha

  7. baru baca ff yg ini.. haha.. ketinggalan jaman bgt gw.. daebak thor ffnya.. yaampun pingsan kali gw kalo jd krystal pas di adengan minhyuk ngegendong dy ke kap mobil.. :3 ini ffnya ga ada kelanjutannya thor? aaa~ penasaran deh kelanjutannya kalo mereka 1 sekolah~

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s