My Love

 

Title : My Love

Author : Kim Sung Rin

Rating : PG-15

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Main Cast :

– Lee Jonghyun

– Kim Soo Rin (oc)

Other Cast:

– Im Yoona (SNSD)

– Lee Jungshin

– Kang Minhyuk

– Jung Yonghwa

– Kim Jong Ki (oc)

Disclaimer : Cerita utuh milik saya, tidak diperkenankan untuk kopas ataupun bashing karena ini hanya sebuah fanfiction!

Note : Taraammm ff gaje keluar lagi. Tercipta gara-gara kemaren aku ketemu seseorang yang aku suka tapi denger-denger dia udah mau nikah T.T jadilah FF ini ckckck.

Maaf kalo gaje ataupun typo. Happy reading all.

***

Flashback

“Hyung, kudengar Soo Rin sangat menyukaimu.” Ucap Jungshin yang tengah menikmati salad buahnya. Jonghyun tersenyum dan mengalihkan pandangannya dari iPad, “Benarkah? Ya itu sama saja, karena dia juga pernah bilang suka denganmu, dengan Minhyuk, dengan Yonghwa hyung sekalipun.”

Jungshin menggeleng kuat, “Anieyo, itu juga aku tau. Maksudku suka dalam arti berbeda. Mungkin yang dimaksudnya adalah mencintaimu hyung.”

Jonghyun berhenti menggerakkan jari-jari di layar iPadnya lalu menatap Jungshin sampai akhirnya berkata, “Tidak apa-apa, aku kan sudah punya Yoona.”

Jungshin terdiam dan melanjutkan memakan salad buahnya lagi. Sedangkan Jonghyun, dia kembali asik bermain dengan iPadnya namun pikirannya melayang entah kemana.

Benarkan apa yang dikatakan Jungshin tadi? Pikir Jonghyun

Flashback end

Jonghyun pov

Rasanya ini gila tapi aku harus mengakuinya. Aku harus mengakui kalau si aneh Soo Rin bergentayangan dipikiranku. Aku harus mengakui kalau si aneh itu mulai… menarik perhatianku.

“Argh!” kesalku sambil meremas rambutku. Aku kini tak peduli dengan tatanan rambut yang selalu kuperhatikan. Semua itu tidak berarti lagi karena kepalaku rasanya hampir mau pecah.

“Kenapa sih hyung?” Minhyuk datang dengan cup ramennya. Aku memandangnya sebentar. Dahsyat! Bahkan cup ramen sekarang tidak lagi menggiurkan di mataku!

“Tidak apa-apa.” Kataku berbohong sambil mulai memainkan iPad ku. Minhyuk tak bertanya lagi dan dia dengan sangat cepat menghabiskan ramennya, mungkin karena dia takut diminta olehku.

“Oh iya hyung, kapan kau menikah?”

Aku menoleh kearah Minhyuk yang tengah meneguk air dingin langsung dari botolnya. Dia mengingatkanku kepada seseorang, Yoona. Ya, aku dan Im Yoona sudah tunangan sekitar dua bulan yang lalu.

Aku mengedikkan bahuku. Ini sama sekali membuatku semakin galau. Aku sudah punya Yoona tapi kenapa si aneh itu bergentayangan di pikiranku seolah ingin mengusir nama… Yoona?

“Hai semuanyaaaa!!!”

Nah, itu dia datang.

Soo Rin memasuki dorm kami dengan dua plastik belanjaan di kedua tangannya. Jungshin yang mendengar teriakan Soo Rin langsung keluar dari kamar dan membantunya membawa barang.

“Kau belanja banyak sekali, ada acara apa?” Tanya Jungshin sambil ikut merapikan belanjaan di dapur.

“Oh, aku akan pergi selama seminggu ini. Aku harus menjaga kakak perempuanku yang sedang sakit di Suwon.”

Sayup-sayup aku mendengar pembicaraannya di dapur dengan Jungshin karena dapur dan ruang tengah kami yang berdekatan.

Dia akan pergi ke Suwon? Itu tandanya aku tidak bisa melihatnya selama seminggu?

Aish~untuk apa aku mengkhawatirkan itu? Ingat! Aku sudah punya Yoona!

***

Soo rin adalah asisten rumah tangga kami, CN BLUE. Dia bukannya orang yang harus diremehkan, karena dia sudah pernah mencicipi dunia teater di Prancis namun tak berlangsung lama karena dia tidak betah berlama-lama di Prancis hanya seorang diri. Pamannya yang kebetulan adalah manajerku, menyuruhnya untuk bekerja sampingan sebagai asisten rumah tangga kami, CN BLUE, karena jadwal kami yang sangat padat sehingga tak jarang dorm kami selalu berantakan.

Kalau dilihat-lihat, Soo Rin itu cantik juga dan dia cukup aneh menurutku. Biasanya wanita itu lebih suka berdandan feminine tapi tidak dengannya. Dia terkesan lebih cuek dan casual. Tak jarang aku melihatnya hanya menggunakan jeans selutut dan long sleeves saja. Rambut panjangnya juga selalu dikuncir kuda.

Sifatnya juga agak sedikit aneh, karena tak jarang aku melihatnya sedang berbicara sendiri. Apa dia gila?

Ah~kenapa aku jadi lebih sering memikirkan Soo Rin dibandingkan Yoona, tunanganku sendiri?

#Drttttt drtttt drtttt

Kulirik ponselku yang bergetar tanda panggilan masuk di nakas dan tersenyum kala melihat nama yang tertera dilayar ponselku.

“Yeoboseyo chagiya..” ucapku lembut saat mendengar suara  Yoona disebrang sana.

“…”

“Tentu saja, kau mau bertemu dimana? Apa direstoran tempat kita biasa makan malam?”

“…”

“Ke dorm ku?? Baiklah aku akan menunggumu.”

“…”

“Ne, sampai nanti.”

KLIK! Sambungan telepon terputus. Aku memang merindukan Yoona tapi da apa dengan suaranya? Kenapa dia terkesan dingin kepadaku?

Tak lama dapat kudengar suara bel dorm kami menggema dan betapa terkejutnya aku kala melihat Soo Rin yang membuka pintu.

Ini kan sudah lewat dari jam kerjanya, kenapa dia masih ada disini?

Yoona masuk dengan wajah cemberutnya. Aku merentangkan tanganku untuk menyambut pelukannya tapi…kenapa dia tak kunjung memelukku? Dan kenapa dia langsung duduk?

“Chagiya, apa kau sedang ada masalah?”

“Kau benar.” Jawabnya singkat tanpa menatapku sama sekali.

“Lalu apa masalahmu?”

“Kau!”

“Aku?? Ada apa denganku chagiya?” tanyaku yang mulai penasaran. Sudah hampir seminggu kami tidak bertemu dan bagaimana bisa dia dengan mudahnya mengatakan aku adalah masalahnya?

Yoona memandangku tajam kali ini, “Soo Rin, siapa dia? Kenapa kau memanggilku dengan nama Soo Rin?”

JLEB!!! Apa maksudnya?

Melihat raut wajahku, Yoona segera mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan beberapa sms yang ditujukan untuknya dan…benar nama Soo Rin tercatat disitu.

Jantungku menderang dan rasanya tubuhku kaku setengah mati.

“Anieyo chagiya, aku hanya salah mengetik?” elakku tajam. Yoona terkekeh pelan, “Jinjja? Jauh sekali dari Yoona ke Soo Rin.”

Aku terdiam karena tidak bisa membantah sama sekali apa yang Yoona katakan dan bodohnya aku kenapa aku diam saja?

“Sudahlah, kita baru tunangan dan kau bisa memutuskanku kalau kau mau.” Ucap Yoona dingin. Kutatap matanya memohon sambil menggenggam kedua tangannya, “Chagiya, apa yang kau bicarakan? Jangan pernah mengucapkan kata-kata itu!”

Yoona melepas cincin yang melingkar di jari manis kirinya dan memberikannya kepadaku, “Aku tak perlu ini lagi! Kita berakhir!”

Yoona langsung pergi dari hadapanku tanpa mengucapkan apa-apa lagi.

“Loh kemana Yoona eonni?” Soo Rin datang dengan dua soft drink dan cemilan ditangannya. Mataku menatapnya tajam, “Pergilah! Untuk apa kau masih disini?!”

Soo Rin menatapku bingung sekaligus kesal, “Sebenarnya ada apa sih? Dan kenapa kau malah marah-marah kepadaku? Dasar aneh!”  ucapnya langsung membanting dua botol soft drink ditangannya dan pergi meninggalkanku.

Aku terduduk kembali di sofa sambil mencengkram rambutku dengan kuat! Bodoh! Jonghyun kau benar benar bodoh! Untuk apa kau memarahi Soo Rin? Kan dia tidak tau apa-apa tentang masalah ini?

“Ribut-ribut begini ada apa sih?” Tanya Yonghwa hyung yang baru saja keluar dari kamarnya sambil mengucek matanya.

“Tidak apa-apa hyung, maaf membuatmu bangun.”

“Tidak, kebetulan aku lapar makanya aku  bangun. Oh iya kemana Soo Rin? Apa dia sudah pulang?”

Aku mengangguk singkat dan memasuki kamarku, “Sudah ya hyung, aku mengantuk.”

Yonghwa hyung pun mengangguk dan dia mulai beranjak kedapur untuk membuat ramen.

***

Author pov

“Sayang sekali ya disaat kita libur seperti sekarang Soo Rin tidak ada disini.” Ucap Minhyuk yang bergabung dengan ketiga member lainnya yang sedang menonton tv di ruang tengah.

“Kau benar hyuk, dia berjanji kepadaku mau mengajariku membuat lasagna.”

“Woah jinjja? Ah ngomong-ngomong ini hampir dua minggu dia tidak datang kesini. Bukannya katamu hanya seminggu Shin?”

Jungshin mengangguk, “Dia bilang hanya seminggu, apa kita harus menjenguknya ke Suwon hyung? Mungkin kakak perempuannya benar-benar sakit parah.”

“Bagaimana Jonghyun hyung? Apa kau setuju? daritadi kau diam saja.”

Jonghyun menoleh sebentar dan mengedikkan bahunya, “terserah kalian saja.”

Jungshin, Minhyuk dan Yonghwa kini saling berpandangan melihat sikap yang dirasa mereka bertiga sedikit aneh.

“Hai semuanyaaaaa.”

Mereka berempat kini memandang pintu masuk yang baru saja dilewati oleh Soo Rin. Dia terlihat riang, seperti biasanya tapi daritadi dia tidak memandang Jonghyun sedikitpun.

“Baru saja kami mau menyusulmu ke Suwon, kau sudah datang kesini.” Jungshin mendekati Soo Rin yang tengah membereskan sisa makanan mereka yang belum dicuci.

“Yah, seminggu ini ada urusan yang harus kukerjakan selain menjaga kakakku yang sedang sakit. Kalian mau makan apa? Kudengar dari paman hari ini kalian libur.”

“Kau benar Soo Rin, bagaimana kalau kita membuat lasagna?”

“Bolah saja, apapun yang oppa inginkan hari ini mari kita laksanakan.” Ujarnya bahagia. Jonghyun menoleh kearahnya yang sedang tertawa. Soo Rin, kenapa kau tidak menyapaku? Batin Jonghyun.

Jonghyun pov

Meja makan penuh dengan aneka ragam makanan yang Jungshin dan Soo Rin coba buat. Dari harumnya sih kelihatannya enak. Tapi tumben sekali Soo Rin menuruti semua permintaan Jungshin dan Minhyuk yang cerewet sekali hari ini.

“hyung, kenapa diam saja? Makanlah, coba masakan kami.” Suruh Jungshin kepadaku. Aku mengangguk lalu mencoba lasagna yang dibuat oleh mereka, rasanya sungguh sangat enak! Tapi entah kenapa aku tidak bernafsu makan seperti biasanya.

Mungkin ini karena…Soo Rin?

Aigo~kenapa aku lebih memikirkannya sih? ini ajaib karena Yoona berhasil terdepak dari pikiranku.

Yeah~kami resmi putus dari tunangan. Karena kudengar dia sudah beberapa kali kencan dengan Taecyoon.

Aku jadi berfikir, apa itu hanya alasan Yoona untuk putus dariku? Entahlah. Dan, aku merahasiakan ini semua dari member CN BLUE lainnya. Mereka hanya tau aku sudah tidak berhubungan lagi dengan Yoona, hanya itu!

Aku menghela napas dan meninggalkan meja makan, kurasa balkon adalah tempat yang tepat untukku.

Semilir angin memanjakan setiap centi tubuhku, memainkan poniku yang beterbangan karena ulahnya.

Aku merasakan kejanggalan pada diriku sendiri.

Ya tentu saja! Karena aku tak lagi memikirkan Yoona, padahal aku baru putus darinya. Seharusnya aku galau karenanya tapi…sepertinya aku lebih galau dengan sikap Soo Rin kepadaku.

Lihatlah dia, tak berniat menyapaku sama sekali! Dipikirnya aku ini setan yang tak terlihat?

Tch! Benar-benar mengesalkan sekali sifatnya itu.

Tunggu dulu, tapi…apa mungkin dia masih marah terhadapku?

Ah~kalau begitu aku yang bodoh! Tch!

“Masuklah kedalam,” suaranya membuatku menoleh dan Soo Rin, kini dia membiarkan  rambut panjangnya terlepas dari ikat rambutnya dan dia terlihat begitu…cantik?

“kenapa melihatku seperti itu? Cepatlah, Yonghwa oppa menunggumu!”

Suara ketusnya membuatku tersadar dari lamunanku lantas mengikutinya kedalam rumah.

“Ada apa hyung?” tanyaku setelah berhadapan dengan Yonghwa hyung. Dia sedang memakai kaos kakinya, “Aku akan menyusul Minhyuk dan Jungshin yang sedang ke supermarket. Dia melupakan ini!” Yonghwa hyung mengangkat dompet Jungshin dan Minhyuk yang tertinggal di ruang tengah. Bagaimana bisa kedua anak itu pergi tanpa membawa uangnya, dasar teledor!

“kalau begitu aku ikut saja hyung,” tawarku. Yonghwa hyung menggeleng, “Anieyo, kau disini dengan Soo Rin. Bantulah dia membersihkan sisa makanan tadi, Arra? Aku pergi.”

Yonghwa hyung mengilang dibalik pintu masuk dan…tinggallah aku dan Soo Rin didalam dorm ini.

Kulihat dia sedang mencuci piring didapur, ah peduli apa aku tentang dirinya?

Aku memutuskan untuk menonton tv saja, dan aku tak salah dengar. Dia sedang berbicara sendiri lagi.

Kuhampiri dia yang sedang mencuci piring, dan sekarang aku dapat mendengar jelas apa yang dibicarakannya.

“Jonghyun? Tch!untuk apa namja itu duduk santai disana? Bukankan tadi Yonghwa oppa menyuruhnya membantuku? Tch! Peduli apa, dia kan malas Soo Rin, jangan harap dia membantumu.”

Sialan aku dibilang malas! Akupun berdeham disampingnya dan itu membuatnya terkejut bukan main sehingga gelas yang sedang dicucinya meluncur dari kedua tangannya.

PRANG!

“Kau bodoh! Kenapa mengagetiku?” kesalnya sambil memungut serpihan kaca gelas yang barusan jatuh. Akupun ikut berjongkok sampai akhirnya tangannya terluka akibat tergores serpihan kaca.

“Ouch!” dia mengerang kesakitan melihat ujung jarinya mengeluarkan darah. Dengan cepat aku menarik tangannya dan memasukkan kemulutku untuk menyedot darahnya.

Dia terperangah dan menatapku. Ah~kenapa dengan jantungku?

“Cepat cuci tanganmu, aku akan mengambil obat merah dan plester.” Ucapku singkat. Dia buru-buru menuju kran air ditempat cuci piring dan membasuhnya.

“Cepat kemari,” suruhku yang sudah menarik bangku meja makan didepanku. Dia duduk dengan canggung sambil menatapku yang sedang mengobati lukanya.

“Kenapa kau baik sekali denganku?” tanyanya memecah keheningan. Aku hanya diam sampai aku benar-benar selesai ke tahap terakhir yaitu memplester lukanya.

“Jangan banyak bicara! Sudah lanjutkan lagi pekerjaanmu.”

Saat aku mau berjalan, suaranya berhasil mencegatku untuk melangkah ke ruang tengah.

“Aku mencintaimu Jonghyun.” Katanya pelan namun dengan sangat jelas aku dapat mendengarnya. Jantungku berdegup kencang tapi aku tak yakin jika cinta sudah menggerayapi hatiku lagi. Aku takut, ini hanya pelampiasanku terhadap keputus asaanku dengan Yoona.

Aku berbalik menghadapnya yang tertunduk. Aku bingung harus mengatakan apa kepadanya. Kenapa begini menyusahkan? Ah~baiklah lebih baik aku mengatakannya saja.

“Jangan mengatakannya lagi!”

Oh~astaga Lee Jonghyun kenapa kau begitu bodoh huh? Apa yang barusan kau katakan?

Kulihat Soo Rin mengangkat wajahnya untuk menatapku. Air matanya mengalir tepat didepanku. Astaga! Aku namja yang memalukan membiarkan seorang yeoja mengeluarkan air matanya didepanku.

“Baiklah jika itu maumu. Aku pergi dulu,”

Soo Rin menyambar tas nya yang tergeletak diruang tengah dan cepat-cepat meninggalkanku sendirian di dorm.

Aku menghempaskan tubuhku di sofa dan mencengkram erat rambutku.

Kenapa denganku sebenarnya? Kenapaaa?

Semua menjadi aneh! dan…ah aku malas sekali mengakui hal ini, sebenarnya. Tapi tak dipungkiri lagi, aku tertarik dengan…Soo Rin.

Pintu dorm terbuka lagi, kuharap itu dia namun salah total! Yang baru saja memasuki dorm adalah Minhyuk, Jungshin, dan Yonghwa.

“Soo Rin, lihat aku membelikanmu jepitan lucu.” Pekik Jungshin saat dia memasuki ruang tengah mencari-cari Soo Rin.

“Percuma kau teriak-teriakan, dia sudah pulang.”

“Mwo? Pulang? Tapi kan dia biasanya pulang jam 6 sore sedangkan sekarang baru jam 4.”

“Mungkin kakak perempuannya sakit lagi, entahlah.” Kataku mengedikkan bahuku.

***

Keesokan harinya  aku menunggu kedatangan Soo Rin tapi yang datang malah manajerku dan dia mengantarkan surat untukku?

Semua member menatapku bingung, “Ini dari siapa hyung?” tanyaku kepada manajerku yang bernama Kim Jong ki. Manajer hyung menatapku parau, “Dari Soo Rin. Dia sedang dalam perjalanan ke bandara karena dia memutuskan untuk kembali ke Prancis.”

Tanpa menunggu lagi aku menyambar kunci mobilku, dan segera pergi menyusulnya ke bandara.

***

Author pov

To : Jonghyun…oppa?

Astaga, menulis kata oppa dibelakang namamu rasanya begitu menggelikan.

Aku tau kau sangat membenciku Jonghyun. Sangat-sangat malahan.

Caramu melihatku, caramu berbicara padaku, sangat terbaca kau begitu membenciku.

Aku tak tau apa alasan kau berbuat seperti itu kepadaku, tapi entah aku yang bodoh atau apa, aku malah mencintaimu.

Seharusnya aku mencintai Jungshin kan? Dia sangat baik kepadaku.

Atau seharusnya aku mencintai Minhyuk, Yonghwa oppa? Yah mereka bertiga sangat manis denganku. Tapi kenapa aku malah memilihmu? Aku memang bodoh!

Sekarang aku tidak akan bodoh Lee jonghyun, karena aku memutuskan untuk melupakanmu sebagai cintaku. Dan kuharap kau senang, kau tidak akan melihatku lagi setelah membaca surat ini. Menyenangkan bukan?

Sudah ya, aku tidak mau mengotori surat ini dengan air mataku. Haha terdengar sangat menggelitik bagiku, tapi aku ingin mengatakannya sekali lagi dan untuk terakhir kalinya.

Aku…mencintaimu Lee Jonghyun.

Kim Soo Rin

Isi surat Soo Rin berputar-putar dikepala Jonghyun. Namja itu setengah focus mengendarai mobil SUV miliknya.

Wajahnya menyirat kekhawatiran karena daritadi dia kerap kali melirik jam digital di mobilnya berharap agar dia tidak terlambat menemui Soo Rin.

Sesampainya di Incheon, Jonghyun menerobos masuk berlari kedalam mencari Soo Rin. Kendati sangat ramai, dia tidak putus asa untuk menemukan Soo Rin.

“Eodisseoyeo?” gumam Jonghyun pelan yang jelas frustasi karena tidak menemukan Soo Rin, bahkan di gate keberangkatan ke Prancis.

Soo Rin kini berjalan gontai dan dapat terdengar jelas dari pengeras suara di bandara kalau sebentar lagi adalah keberangkatannya. Dan dia begitu terkejut kala melihat Jonghyun berdiri kebingungan tak jauh darinya.

“Untuk apa dia kesini?” batin Soo Rin bergejolak. Baru saja dia ingin berbalik, Jonghyun mendapati keberadaannya dan menahan tangan Soo Rin.

“Apa yang kau lakukan Jonghyun?” Soo Rin menatap datar tangan Jonghyun yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Kau ingin menghindariku? Bodoh! Siapa bilang aku membencimu?”

Soo Rin terdiam dan menatap lekat wajah Jonghyun dihadapannya.

“Aku yang bilang. Sudahlah, sebentar lagi pesawatku take off. Tidak ada waktu berlama-lama lagi disini.”

Soo Rin melangkah menjauhi Jonghyun namun Jonghyun tidak diam saja. Dia menarik Soo Rin dan…menciumnya.

Soo Rin terbelalak tak percaya dengan apa yang sedang dialaminya. Seorang Lee Jonghyun tengah menciumnya ditengah keramaian bandara? Dasar gila! Pikir Soo Rin.

“Yak! Apa yang kau lakukan?” Tanya Soo Rin kesal sambil mendorong tubuh Jonghyun.

“Masih bertanya? Bukankah itu sudah sangat jelas? Aku juga mencintaimu, bodoh!”

Soo Rin terpaku dan jantungnya semakin menderang, “dia bilang dia mencintaiku?” Batin Soo Rin

“kajima, aku tak mau kau meninggalkanku.” Ucap Jonghyun pelan dengan tatapan memohon.

Mata Soo Rin memburam karena genangan air matanya mulai berlomba-lomba untuk menerobos kelopak matanya, “kau mau membuat masa depanku berantakan? Aku ingin melanjutkan sekolah teaterku.”

“Tidak, masa depanmu adalah menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku. Jangan pergi jebal.” Jonghyun mulai menggenggam tangan Soo Rin yang dingin, menghantarkan kehangatan dan segenap cinta yang dia rasakan pada wanita itu.

“Baiklah, kalau itu maumu.” Ucap Soo Rin pada akhirnya.

Jonghyun teperangah dan segera memeluk Soo Rin dengan hangat. Tak dielakkannya lagi, dia sangat senang bahkan sangat beruntung. Kalau saja manajernya telat memberikan suratnya, mungkin dia akan melewati hidupnya dengan penyesalan.

Tak jauh dari mereka, Jungshin, Minghyuk dan Yonghwa menatap Jonghyun heran.

“Dia belajar menjadi romantis seperti itu darimana? Benar-benar berbeda.” Jungshin menggelengkan kepalanya sambil menyaksikan kedua insan yang kembali berciuman itu.

“Oke, sebaiknya kita pulang. Urusan ini sudah beres.” Kata Yonghwa yang mengajak kedua dongsaengnya untuk pulang namun mereka masih tetap setia ditempatnya.

“Yak! Ppali!”

“hyung, tanggung sedikit lagi”

PLETAAKK PLETAAAKK

“Apa yang kalian lihat? Cepat ikut aku!” decak Yonghwa kesal.

Dengan cemberut Jungshin dan Minhyuk mengikuti Yonghwa.

Sedangkan Jonghyun, dia kembali melepas ciumannya dan menatap Soo Rin dengan lembut.

“Aku mencintaimu Kim Soo Rin.”

“Nado.”

Dan merekapun larut dalam sebuah pelukan sebelum mereka beranjak dari bandara.

The end

jiah gaje abis.. RCL ajadeh ._.v

 

7 thoughts on “My Love

  1. jungshin …
    astaga –” kesannya dia entah-polos-atau-oon(?) #dihajar

    aaaaaaa bagus author *-* Jonghyun *o*

    keep posting ya thor😀

  2. nice ff dan sangat menghibur
    the best couple maknae deh minhyuk n jungshin sm2 kadar gokil’a ^^

  3. sorry author,tp menurut saya ceritanya mudah ditebak dan jalan cerita seperti ini sudah banyak digunakan oleh author-author drama lain

    • begitu ya? saya buatnya mengikuti naluri saya jadilah ff ini🙂 btw makasih atas komennya ya, ini membuat saya semangat nulis dan mencari ide. sering-sering mampir, yudhika :))

  4. aigoo ~
    kegalauannya Jonghyun terbayar sudah u.u melepaskan seorang im yoona demi kim soorin, that’s love :3
    yonghwa imut bnget ih, apalagi bagian ‘PLETAK PLETAKKK’ itu😄
    tapi itu jong kissing dibandara ga kepotret ya sama paparazi (?) dasar -_-
    wk~ ceritanya ketebak sih thor, tapi gara-gara ke’lugu’annya jungshin sama minhyuk jd pengen nyekek mereka sampe akhir (?) #disambit
    wk~ nice one🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s