Falling and Waiting [Part 10]

Teaser | Part 1 | Part2 | Part 3| Part 4| Part 5 | Part 6| Part 7|Part 8| Part 9

Author: happyhanna @hannamoran

Lenght : *chaptered

Genre: Romance, Friendship

Rating : PG 17

Cast: Kang Minhyuk

Lee Jong Hyun

Jiyeon (T-ARA)

Yoon Eunchae (OCs)

Dis: my own story

Note: ini bukan part terakhir…. jadi tunggu part selanjutnya ya🙂

***

Cinta itu sederhana, hanya tentang mempertahankan atau melepaskan

-Author-

Minhyuk duduk disebuah café yang sepi, hanya beberapa pengunjung yang duduk agak jauh dari tempat minhyuk duduk. hanya secangkir greentea panas dihadapan minhyuk.

Tak lama jari-jari lentik dengan cat kuku berwarna ungu gelap mengusap punggung minhyuk

“sudah menunggu lama?” Tanya suara halus itu sambil mengecup pipi minhyuk halus lalu beralih duduk di kursi disberang minhyuk, eunchae. Wanita cantik itu tersenyum, minhyuk membalas senyum kekasihnya.

“tumben sekali kau mengajakku makan malam? Tidak biasanya. Apa kau baru memenangkan tender besar ya? Atau saham perusahaanmu naik drastis, sehingga kau mau menraktirku makan malam?” Tanya eunchae riang.

“memangnya tidak boleh kalau aku mengajakmu makan?” Tanya minhyuk

“tentu saja boleh… tapi diluar kebiasaanmu yang cuek” kata eunchae

“hmm… mian kalau aku teralalu cuek padamu. Sekarang pesanlah apapun yang kau suka”

“apapun?”

“ya, apapun” kata minhyuk lagi. Eunchae dan minhyuk pun memesan makanan, merekapun makan dala hening. Memang beginilah cara berpacaran mereka, hanya makan malam bersama atua sesekali jalan-jalan berdua mencari angin segar dan sesudah itu mereka pulang kerumah mereka masing-masing. Tidak lebih. Membosankan memang, setidaknya eunchae bahagia hanya dengan bersama dengan minhyuk walaupun hanya beberapa jam. Dan minhyuk cukup senanng bila eunchae senang.

Selesai makan malam, minhyuk mengajak eunchae berkeliling, minhyuk mengenggam tangan eunchae.

“tas itu bagus” komentar eunchae saat melihat sebuah tas berwaena orange yang terpajang di etalase sebuah toko.

“kau suka? Belilah, aku yang bayar” kata minhyuk

“anio, aku hanya suka saja. Tapi aku tidak mau membelinya”

“kenapa? Bukannya wanita senang kalau pacarnya membeliakn sesuatu yang ia suka?” Tanya minhyuk, euchae hanya tersenyum.

“sudah berapa lama kita beracaran?” Tanya eunchae

“hampir 2 tahun setengah aku rasa” jawab minhyuk

“dank au sama sekali tidak tahu sifatku? Aku bukan tipe perempuan seperti itu, cukup berjalan-jalan denganmu saja aku sudah senang” kata eunchae

“sesederhana itukah?” Tanya minhyuk

“hmm…” jawab eunchae

Lalu mereka berjalan dalam hening, lagi.

“apa yang mau kau bicarakan?” Tanya eunchae

“mwo?? Aku tidak mau bicara apa-apa”

“jangan bohong. Kau mengajakku makan malam tiba-tiba, lalu menawariku sebuah tas sesudahnya kau hanya diam, pasti ada yang sedang kau pikirkan tentang ku, tapi aku belum yakin akan mengatakannya atau tidak? Ya kan?”

“tidak ada yang mau aku bicarakan tentang kau” hindar minhyuk

“kalau begitu tentang kita? Aku tahu betul kau minhyuk, setiap kali ada hal serius yang ingin kau bicarakan denganku kau selalu begini, melakukan hal-hal yang jarang kita lakukan bersama, tapi setelahnya kau memilih untuk banyak diam. Ingat saat kau menyatakan perasaanmu, lalu saat aku memutuskan untuk kembali ke korea? Kau melakukan hal yang persis sama seperti hari ini. Ayo katakan… aku siap mendengarnya” kata eunchae.

Minhyuk terdiam, eunchae tahu luar dalam dirinya, tahu setiap sifat dan kebiasaan minhyuk. Tapi minhyuk?  Bahkan hal dasar mengenai eunchae saja ia masih ragu apakan ia tahu atau tidak.

“kau mau hubungan kita berakhir disini?” kalimat eunchae membuat langkah kaki minhyuk terhenti, ia menoleh ka arah eunchae yang sama-sama melihat kearah minhyuk.

“betul begitu?” Tanya eunchae, wajah eunchae sama sekali tidak menunjukan raut kecewa, sakit hati ataupun sedih, hanya sebuah raut wajah menunggu jawaban minhyuk selanjutnya.

“kau… kenapa kau berfikir begitu?” Tanya minhyuk

“mana mungkin kau memintaku menikah denganmu dengan wajah penuh pikiran seperti ini, lihat bahkan berjalan pun kau terlihat tidak bersemangat, apalgi kalau bukan mengenai hubungan kita” kata eunchae.

“mian… mian… aku tidak bermaksud membuatmu sedih, atau kecewa tapi ada beberapa hal yang aku rasa memang harus kita akhiri” kata minhyuk

“kenapa? Kau bosan denganmu? Karena aku wanita sederhana yang hanya bisa aku ajak makan malam, dan jalan-jalan seperti ini setiap kali kita berkencan?”

“bukan… bukan itu. kau lebih baik dari itu semua, sungguh. Aku sendiri sulit mengatakannya” minhyuk berkata jujur

“apa ada orang lain? Wanita lain?” Tanya eunchae, mengamati perubahan raut wajah minhyuk yang sekerang menunjukan wajah kaget

“apa wanita bernama park jiyeon? Yang kau kenalkan saat kita datang ke reuni sekolahmu dulu?” Tanya eunchae.

“ya karena dia” jawab minhyuk, minhyuk bisa melihat kekecewaan di wajah eunchae tapi ia berusaha menyembunyikannya.

“rdugaanku” kata euchae, minhyuk heran kenapa sampai detik ini eunchae masih bersikap tenang, seperti tidak ada hal serius yang terjadi. Padahal minhyuk sudah setengah mati untuk mengatakan hal ini pada eunchae, yang minhyuk dapat adalah sebuah senyuman tulus yang semakin membuat minhyuk merasa bersalah.

“kalau kau marah padaku, silahkan kau marah. Kalau kau mau menamparku, memukulku atau apapun yang ingin kau lakukan padaku, lakukan saja” kata minhyuk

“kenapa aku harus marah? Dan memukulmu?”

“memang seharusnya begitu, aku sudah menyakitimu,aku mengecewakanmu, aku tidak bisa membalas semua kebaikan yang sudah kau berikan. Kau tidak marah? Kau tidak kecewa?” Tanya minhyuk. Eunchae menatap dalam mata minhyuk

“aku marah, aku kecewa minhyuk. Sangat. Tapi apa dengan aku memakimu, atau memukulmu kau akan kembali padaku? tidak aka nada yang berubahkan? Kau akan tetap memilih jiyeon. Jadi diam jauh lebih baik untukku”

Minhyuk merengkuh eunchae dalam pelukannya, tidak peduli beberapa orang melihat mereka.

“mian… sungguh aku tidak pernah tahu hal seperti ini akan terjadi”

“gwenchana… sejak pertama kali aku melihat kau dan jiyeon bertemu, aku tahu cepat atau lambat kau akan meninggalkanku, ini bukan masalah besar untukku minhyuk. I’m a strong girl, you said that. Remember? Ah aku pernah mendengar bahwa cinta itu sederhana, hanya tentang mempertahankan atau meninggalkan. Sekarang kau mempertahankan jiyeon cinta matimu dan aku meninggalkan aku. It’s okay. I’m fine, dear”

Minhyuk mengecup kening euchae, kecupan perpisahan.

“sekarang, kau menjadi milik jiyeon. Anggap saja aku tidak pernah ada dalam kamus hidupmu”

“eunchae, aku tau ini sulit bagimu”

“stt…. Sekarang pulanglah, aku tahu kau mencintai jiyeon lebih dari apapun. Jangan sampai jiyeon menunggumu terlalu lama. ”

“lalu kau? Aku antar kau pulang”

“anio. Aku bukan siapa-siapamu. Sekarang pergi dan temui jiyeon” eunchae melepaskan genggaman tangan minhyuk, sebelum minhyuk pergi eunchae menarik minhyuk mendekat dan memberikan kecupan singkat dibibir minhyuk.

“aku tidak akan pernah mencintaimu lagi, kang minhyuk” kata eunchae tetap tenang, walaupun matanya mulai menunjukan luapan amarah. Eunchae mulia melangakh tegas meninggalkan minhyuk. Setelah ia merasa sudah berjalan cukup jauh, akhirnya ia menangis cukup keras. Ia tidak peduli beberapa orang melihatnya karena ia menangis ditempat umum. Ya cinta itu sederhana, hanya tentang mempertahankan atau meninggalkan

, a

Amarahnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Rasa kecewanya sudah memenuhi hatinya. Ia memang tahu semuanya akan terjadi seperti ini, tapi ia tidak tahu kalau rasa sakitnya jauh melebihi apa yang ia bayangkan. Ia terduduk di sebuah halte bis. Masih tersedu ia menutup wajahnya dengan punggung tangannya

“yoon eunchae?” sapa seseorang sedikit ragu, eunchae menoleh kearah suara yang memanggilnya, ah ia pernah melihat orang ini. Wajahnya tidak asing lagi.

***

Jiyeon sedang berselonjor santai di sofa ruang keluarga rumahnya, matanya tertuju pada layar televisi yang sedang menayangkan drama favoritenya.

DRRRRT….DRRRRT….

Jiyeon melirik ponselnya yang bergetar di atas meja

“yoboseo?”

“kau sedang apa?” Tanya minhyuk

“sedang menonton TV, ada apa?”

“30 menit lagi aku jemput kau dirumahmu, sekarang kau siap-siap”

“mau kemana kita?” Tanya jiyeon

“pokoknya aku datang kau harus sudah siap, arra?”

“ne…” jawab jiyeon patuh, segera ia mematikan layar TV dan bergegas bersiap-siap untuk pergi bersama minhyuk.

***

Selama perjalanan minhyuk tidak emmberitahu kemana ia akan membawa jiyeon pergi, ditanyapun minhyuk hanya menjawab

“nanti juga kau tahu” lalu kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan. Minhyuk menyetir sedikit leabih cepat dari biasanya, sepertinya ia agak terburu-buru.

Akhirnya minhyuk memarkir mobilnya didepan sebuah restoran.

“makan malam?” Tanya jiyeon

“kau masuklah, temui orang yang duduk di kursi nomor 27” kata minhyuk

“untuk apa? Lalu kau tidak ikut masuk?”

“aku tunggu dimobil saja. Aku sudah menyelesaikan urusanku kemarin, sekarang giliranmu menyelesaikan urusanmu”  jiyeon menegrnyitkan dahi tidak mengerti

“sudah, masuk sana, aku janji aku tunggu disini”

“baiklah…” jiyeonpun turn dari mobil dan berjalan menuju restoran dan n kursi nomor 27. Jiyeon menghela nafas saat melihat jonghyun sedang menunggunya di maja nomor 27, sekarang ia tahu apa maksud minhyuk. Jiyeon berjalan mendekat kearah jonghyun.

“annyeong” sapa jiyeon

“ah, annyeong. Kau sudah datang”

“ne” lalu jiyeon duduk diseberang jonghyun

“kau datang sendiri?” Tanya jonghyun sambil mencari kalau-kalau jiyeon tidak datang sendiri

“minhyuk menunggu di mobil katanya”

“oh begitu” lalu suasana hening. Jiyeon meneguk greentea yang baru saja diantarkan pelayan padanya.

“hmm… soal yang waktu itu dikantorku, aku minta maaf sekali lagi. Apa kau marah?” Tanya jonghyun

“aku sudah melupakan masalah itu, sebaiknya kau tidak usah ungkit itu lagi” pinta jiyeon. Jonghyun berdeham, menyesali ia mengungkit masalah waktu itu yang membuat suasana menjadi kurang nyaman untuk jiyeon.

“lalu… minhyuk bilang ada yang ingin kau bicarakan denganku” kata jonghyun, jiyeon mengangkat wajahnya melihat kearah jonghyun, ia tidak pernah melihat jonghyun segugup ini sebelumnya, jonghyun tak henti-hentinya mengetuk-ketukan kakinya kelantai, terlihat gelisah. Jiyeon menghela nafas sekali lagi.

“jonghyunna, aku rasa hubungan kita harus disudahi saat ini” jiyeon waspada pada reaksi jonghyun. ketukan kakinya berhenti, mata jonghyun jelas sekali intens menatap jiyeon.

“lalu?” jonghyun menunggu kelanjutan

“aku tahu 4 tahun bukanlah waktu yang singkat, tapi selama itu juga aku belajar banyak dari hubungan kita. Dan maaf aku sudah menyakitimu. Dan aku tidak mau menyakitimu lebuh jauh lagi, jadi ini jalan yang terbaik untuk kita, aku rasa”

“aku mengerti, tapi satu hal yang ingin aku tanyakan padamu jiyeon. Apakah kau bahagia bila aku memlepaskan kau bersama minhyuk? Apa minhyuk membuatmu bahagia?” Tanya jonghyun, jiyeon tersenyum

“ya, aku akan sangat bahagia”

“baiklah. Itu sudah cukup untuk menjadi alasan untuk ku membiarkan hubungan kita selesai disini dan melepaakanmu untuk minhyuk”

“kau tidak marah?” Tanya jiyeon

“untuk apa aku marah? Bukankah lebih abik begini? Aku akan menemukan wanita lain yang lebih baik dari mu, yang tidak akan membiarkan cinta masa SMA nya terus merajai hati dan pikirannya” jiyeon tahu jonghyun sedang menyindirnya secara halus tapi ia membiarkannya.

“kau tahu?” lanjut jonghyun “seseorang memberitahuku kalau cinta itu sederhana”

“hanya tentang melepaskan dan mempertahankan” lanjut jiyeon melanjutkan kalimat jonghyun

“kau tahu kalimat itu dari mana?” Tanya jonghyun

“minhyuk yang memberitahuku”

“jadi sekarang aku melepaskanmu, dan aku akan mempertahankan seseorang duliar sana, aku akan mempertahankannya sebisa ku agar ia tidak bisa pergi kemana-mana lagi”

“hmm… memang itu yang harus kau lakukan. Aku suka jonghyun yang seperti ini, jonghyun yang tidak pantang menyerah”

“kalau begitu sekarang kita teman?” Tanya jonghyun

“ne, kita teman. Aku harap kita akan berteman baik… ah! Lalu bagaimana dengan keluarga mu? Paman dan bibi pasti akan sangat membenciku dan kaget kalau tahu pernikahan kita akan dibatalkan”

“tenang saja, biar aku yang urus semuanya. Mreka sudah menganggapmu seperti anaknya sendiri, mereka  tidak mungkin membencimu”

“baiklah akalu seperti itu, terima kasih untuk 4 tahun yang sangat berarti bagiku. Juga maaf karena semua kesalahanku”

“hmm.. aku juga begitu. Sekarang aku antar kau ke tempat parkir” saat mereka hendak berjalan keluar jonghyun menggenggam tangan jiyeon

“biarkan seperti ini, untuk yang terakhir kali” bisik jonghyun.

Minhyuk terlihat menyelidiki dengan tatapannya sata melihat jiyeon dan jonghyun berjalan bergandengan tangan menuju minhyuk yang tengah bersandar di sisi mobilnya.

“jadi sudah selesai?” Tanya minhyuk, jonghyun belum melepaskan genggamannya, jiyeon sedikit risih

“minhyuk, kalau aku tidak akan melepaskan jiyeon untukmu apa yang akan kau lakukan?” Tanya jonghyun

“aku akan merebutnya sekuat tenaga darimu” kata minhyuk

“kalau kau sudah memenangkannya apa kau akan membahagiakannya?”

“tentu saja, lalu untuk apa aku mencintainya selama ini?”

“baiklah, jangan pernah sakiti dia. Tapi sebelumnya aku ingin memastikan sesuatu” jonghyun melepaskan tangan jiyeon dan berjalan emndekat menuju minhyuk

BHHHUUUG

Kepalan tangan jonghyun sukses meninju pelipis minhyuk, minhyuk meringis

“anggap saja itu balasan dariku untukmu, kau memang pantas mendapatkannya teman” jonghyun menepuk pundak minhyuk, layaknay seorang teman yang sangat akrab. Minhyuk yang tadinya hendak membalas pukulan jonghyun malah balas menepuk pundak jonghyun, dan mereka tersenyum benar-benar seperti teman lama.

“baiklah, aku pergi” kata jonghyun lalu meninggalkan minhyuk dan jiyeon berdua.

“jadi mau kemana kita sekarang?” Tanya minhyuk  pada jiyeon

“N seoul tower” kata jiyeon semangat

“baiklah, kita berangkaat” dan mereka berdua menghabiskan malam mereka berjalan-jalan di N seoul tower.

***

Hrai pernikahanpun digelar disebuah gereja dengan gaya abad pertengahan. Jiyeon tampak cantik bagaikan ratu dalam gaun pengantinnya. Dan minhyuk menunggu di depan altar, ia tampak gagah.

Akhirnya minhyuk dan jiyeon bersumpah setia sampai mati dihadapan Tuhan, untuk selalu bersana dama sakit dan sehat, dalam suka dan duka tidak pernah meninggalkan satu sama lain dan saling membahagiakan.

Tiba saatnya minhyuk membuka penutup wajah jiyeon, sesaat minhyuk melirik kearah jonghyun, jonghyun tersenyummerestui mereka berdua. Setelah penutup wajah jiyeon terbuka minhyuk mengecup bibir jiyeon diikuti tepuk tangan sanak keluarga dan undangan yang hadir.

Taburan bunga mengantar jiyeon dan minhyuk menuju pintu Gereja.

Jonghyun tersenyum, setidaknya ia membiarkan jiyeon meraih apa yang ia butuhkan. Tiba-tiba jonghyun menangkap sesosok perempuan yang tengah menghapus airmatanya. Jonghyun menghampiri wanita itu, sekedar memberi semangat untuknya.

–tbc–

*mungkin banyak reader yang kecewa karena jiyeon jadinya sama minhyuk, solanya dari komen yang dulu-dulu banyak yang pengen kiyeon sama jonghyun, author ngerti kok🙂

tapi coba reader liat tag line yang ada di awal cerita part ini. “Cinta itu sederhana, hanya tentang mempertahankan atau melepaskan” nah author mau nunjukin kalau dicerita ini yang pegang pilihan itu jonghyun, dia cinta sama jiyeon tapi dia juga harus memilih antara memertahankan atau melepaskan jiyeon dengan resikonya maisng-masing. nah akhirnya jonghyun milih buat melepaskan jiyeon demi kebahagiaan jiyeon juga buat kebahagaiaan jonghyun sendiri biar dia lepas dari bayang-bayang minhyuk. dan jiyoen memilih mempertyahankan cinta dia sama minhyuk walaupun dia harus ngorbanin jonghyun. begitu ceritanya. jadi author sebenernya dari awal men-set cerita ini tentang perjuangan jiyeon sana jonghyun untuk saling melepaskan dan pempertahankan cinta mereka masing-masing.

jadi mian buat reader yang merasa kurang puas sama cerita ini. tapi supaya adil dipihak jonghyun, author bakal bikin lanjutannya kok. makanya part 10 ini belum bagian akhir. so tunggu lanjutannya ya🙂 -hannamoran-

12 thoughts on “Falling and Waiting [Part 10]

  1. Akhr’x yg jdi suami Jiyeon adlh Minhyuk. . . Pdhal aq brhrap yg jdi suami Jiyeon tu Jonghyun coz q salut ma prjuangan Jonghyun tuk dpetin Cinta Jiyeon slma 4 thun. . .

    Tpi, mau gmna lgi autor brkta lain, yah reader hrus nerima dgn lpang dada. . .

    Tpi q ttp suka koq sma ni FF mau Jiyeon d’pasangin sma Minhyuk atw Jonghyun ttp aja ska. . .

    D’tunggu next part’x chingu, jgn lma2 ya. . . Ech ada lagi bkin special part Minhyuk-Jiyeon donk Chingu yg Honeymoon trus ampe pnya anak Gitu *Mian, reader bnyak mau’x* ^_~

  2. Cwe yg lg usap air mata pasti eunchae kan..??? jonghyun sm eunchae aja klo gitu. jd ga ada yg sedih..
    next partnya jgn lama2 ya thor…

  3. q pkir mreka bakal brubah pkiran n mnjaga prasaan rank laen …
    tp ya sudahLachh ,,,
    cinta tu emank bikin bingung …
    tenang Jonghyun oppa , q seLalu d sisimu … ^^
    hohoho

  4. Yaaa kok ma minhyuk….tpi g papa dech yg pnting jiyeon bhagia…hehehe
    hyun pasti ma eunchae dech d akhirnya…
    Bwt spesial honeymoon nya doNk…hehehe

  5. Sebenernya kasian juga sihh ma jonghyun…
    Tp kalo cinta emang ƍäªk bisa di paksa juga sih…

    Jiyeon mau jadi ma siapa aja gpp deh ♈ªʼnĝ penting happy ending ^^

  6. Ia Thor ngerti tp sumpah ini cerita bikin geregetan dempet kecewa sama jiyi karna udah nyia2 jonghyun tp dapat hikmat nya klu kekuatan cinta itu besar seberapa pun kita menjauh Dr cinta pasti kita bakal ketemu LG tp YG penting Happy ending thor

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s