Not A FAIRYTALE [part 3]

Author: mmmpeb

Genre: Romance, friendship, family

Length: chaptered

Rating: PG15

Cast:

  • Jung Soojung / Krystal f(x)
  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Kai EXO-K

Other cast:

  • Jung Yonghwa CNBLUE
  • Park Shinhye
  • Lee Taemin SHINee
  • Han Jaerim [OCs]
  • Kim Myungsoo Infinite, Choi Minho SHINee, Key SHINee

Disclaimer: a fairytale with editing

Prev: PART [1] [2]

*************************************

 

Minhyuk pov

 

“Kau pernah mendengar kalau di dunia ini kita memiliki tujuh kembaran? Hanya mitos, tapi siapa tahu itu memang kenyataan!”

Kembali kulirik Krystal yang masih saja berusaha menghindar dari tatapan mataku. Matanya berlari ke sana-kemari, kecuali ke arah mataku. Kalau yang Myungsoo itu katakan benar, kemungkinan gadis itu memang bukan Soojung.

“Orang asing, dia ketakutan! Berhenti menatapnya seperti orang mesum seperti itu!”

Sialan! Ada masalah apa sebenarnya manusia bernama Kai itu denganku?

“Kai, tolong antar Krystal ke kamarnya! Kalian juga ke kamar, saat makan malam aku akan memanggil kalian!”

Awal aku ke sini, kami masih baik-baik saja. Ngobrol dengan Key mengenai Busan Art College yang letaknya tidak jauh dari sini, kemudian Minho dan Myungsoo pulang dan kamipun saling bercakap satu sama lain. Itu aku lakukan mengingat mulai sekarang kami akan tinggal satu atap. Tapi kemudian seseorang yang lain datang, seseorang yang sebenarnya sudah kutemui secara tidak sengaja di jalan. Ia dengan seseorang yang memilih bersembunyi di belakangnya, gadis yang bernama Krystal, gadis yang memiliki wajah 11:12 dengan Soojung.

Ruangan ini berubah sunyi. Semua pergi menuruti perintah sang pemilik rumah, menyisakan diriku dan Bibi Han.

“Minhyuk, aku harap kau bisa betah di sini!”

“Semoga, Bibi!”

“Jangan panggil aku bibi! Panggil aku ibu seperti yang lain! Itu aturan yang lupa aku beritahu.”

“Kalau begitu boleh aku bertanya sesuatu?”

“Mengenai Krystal lagi?”

Ia menatapku cukup lama. Dia pandai mengetahui apa yang kumau.

“Tiga tahun yang lalu gadis itu mulai tinggal di sini. Krystal adalah anak dari teman masa kecilku. Cuma itu yang bisa aku katakan. Semoga itu cukup membuktikan kalau dia bukan orang yang kau maksud. Masuklah ke kamarmu! Aku akan menyiapkan makan malam!”

Jika Krystal sudah ada di sini sejak tiga tahun yang lalu, sudah jelas itu bukan Soojung karena Soojung tewas setahun yang lalu.

Pikiranku kalut. Berharap dengan mengacak-acak rambutku, aku bisa menemukan sebuah pencerahan. Fakta tadi tidak terelakkan, tapi hatiku masih mengatakan Krystal adalah Soojung.

 

 

Kai pov

 

Semua naik ke lantai dua karena kamar kami semua berada di sana kecuali kamar Ibu Jaerim. Jika menaiki anak tangga, maka kamar pertama yang akan dilewati adalah kamar Myungsoo hyung, kemudian Key hyung, Minho hyung, Krystal, aku, Taemin hyung dan sisa satu kamar yang pasti ditempati oleh Minhyuk.

Setelah yakin Minho, Myungsoo dan Key hyung telah memasuki kamar mereka, langkahku kupercepat hingga aku berhasil menghadang pintu kamar Krytsal yang nyaris tertutup dengan sepatuku.

“Waeyo?”

Sejak awal Krystal tinggal di sini, aku selalu merasa dia menyembunyikan sesuatu dari kami semua. Aku benci hawanya.

“Kau kaget dengan kedatangannya?”

Raut wajahnya berubah, terutama matanya yang mendadak melebar. Semakin meyakinkanku kalau Minhyuk sebenarnya ada hubungan dengan dia.

“Kau bicara apa, sih?”

DHUG!

Brengsek! Ia menendang ujung sepatuku dengan keras, dan ia berhasil menutup pintunya. Awas kau, Krystal! Aku akan mencari tahu!

*****

Taemin pov

 

Semalam aku pulang sekitar jam 11 malam. Kafe tempatku bekerja sedang ramai. Ada satu orang pekerja shift malam yang tidak bisa hadir. Karena tergiur dengan imbalan lembur yang bos berikan, akhirnya aku mengiyakan begitu bos memintaku menggantikannya. Lumayan, tambahan untuk membeli harddisk baru.

Rasanya aku masih sangat mengantuk, padahal kalau dihitung aku sudah tidur hampir 12 jam. Tenggorokanku terasa begitu tercekat. Aku butuh air.

Aku berjalan ke dapur dengan langkah gontai. Rumah begitu sepi, apa mereka semua sedang pergi?

“Oh, apa kau Taemin?”

Sebuah suara yang tidak kukenal menganggetkanku dari balik pintu kulkas.

“Kau Minhyuk?”

“Iya! Salam kenal!”

Laki-laki itu segera menutup pintu kulkas. Memindahkan botol minumannya ke tangan kirinya dan kemudian menjulurkan tangannya yang kosong padaku. Kusambut tangan itu dan diapun tersenyum. Sepertinya dia orang yang ramah.

“Kau baru bangun? Aku tidak melihatmu kemarin,” tanya Minhyuk sebelum ia meneguk minumannya.

“Seperti yang kau lihat! Aku kelelahan kareha kerja paruh waktu! Well, selamat datang di rumah ini! Aku harap kau betah!”

“Sepertinya.”

“Sampai kapan kau akan tinggal di sini? Kau bukan mahasiswa Busan Art College, kan?”

Ibu biasanya hanya menerima mahasiswa Busan Art College untuk tinggal di sini hanya karena ibu adalah alumnus kampus itu. Aku sendiri mahasiswa sana, jurusanku tidak jauh-jauh dari dancing.

“Tidak juga, untuk sementara aku pindah ke sana. Skripsi. Dosen pembimbingku menyuruhku menemui seseorang di sana untuk membimbingku lebih dalam.”

“Oh, aku baru dengar bisa transfer begitu.”

Karena berbincang dengan Minhyuk, aku jadi lupa dengan rasa hausku. Kubuka kulkas dan mencari-cari sesuatu yang biasa aku minum setelah bangun dari tidur. Tidak aku temukan.

“Ah, aku lupa kalau kemarin itu botol terakhir!”

“Eoh?”

Aku menoleh pada Minhyuk.

“Haha, susu pisang milikku. Minhyuk-ssi, tidak apa-apa kan aku tinggal? Aku harus membeli obat pagiku!”

Minhyuk tertawa kecil dan kemudian mengangguk. Dia tertawa kenapa?

 

 

Minhyuk pov

 

Ada-ada saja! Baru pertama kali aku temukan orang sudah dibuat pusing pagi-pagi begini hanya karena susu pisang. Tapi kelihatannya dia orang yang menyenangkan, tidak seperti Kai. Tsk!

“Hoammm!”

Seseorang yang lain datang. Merebut botol minuman digenggamanku begitu saja dengan mata setengah terpejam dan meminumnya dengan rakus. Ia melempar botol itu padaku begitu saja dan berlalu dari hadapanku.

Langkahnya terhenti. Kepalanya bergerak menengok padaku. Dan aku yakin dia sekarang tahu minuman milik siapa yang ia minum tadi.

“Maaf!”

Ia pergi begitu saja. Sedikit berlari dan mau tidak mau akhirnya terjatuh karena kakinya yang tidak sengaja tersenggol meja.

“Aw!” erangnya.

Aku menghampirinya yang sedang terduduk. Ia terus mengerang kesakitan sambil memeluk sebelah kakinya yang menekuk. Sepertinya tidak ada luka luar, tapi terlihat jelas warna biru di lututnya. Lebam.

“Kau tidak apa-apa?”

Kubantu ia untuk bangkit berdiri begitu menyadari ia bermaksud untuk bangkit. Tapi ia menolak bantuanku.

“Aku bisa sendiri!”

Nyatanya apa yang terjadi tidak seperti yang ia ucapkan. Berkali-kali ia jatuh karena memaksa bangkit sendiri.

“Jangan menolak!”

Aku sedikit memaksa untuk menggendongnya. Sepertinya gadis ini sadar kalau dirinya memang tidak bisa melakukannya sendiri, makanya ia hanya diam saja begitu aku menggendongnya hingga kurebahkan dia di sofa.

“Luruskan kakimu!”

Ia menurut begitu aku memberinya perintah. Kubantu ia untuk memutar tubuhnya sehingga ia bisa leluasa untuk meluruskan tubuhnya di badan sofa

Akupun bergegas menuju lemari es. Bermaksud mencari es batu, yang aku temukan hanya selembar daging tebal yang lumayan beku. Tidak apa, lah!

“Yah apa yang mau kau lakukan?”

Kuletakkan daging itu di atas lebamnya. Krystal sedikit mendesah lega.

“G…gomawo!”

Kuberikan senyumku untuknya dan diapun tersenyum. Ya Tuhan, senyumnya bahkan sama. Apa iya dia bukan Soojung?

Aku mendudukkan diriku di lantai. Melihatinya yang sedang membalikkan daging itu agar mendapatkan rasa dingin yang lebih dingin.

“Kau memang bukan Soojung, ya?”

Krystal menatapku.

“Kenyataannya bukan,” jawabnya sekenanya.

“Namamu Krystal, kan? Aku harap kita bisa menjadi teman!”

Kuularkan tanganku untuknya. Ia menerima tanganku dengan sedikit ragu-ragu.

“Aku juga berharap begitu, Minhyuk-ssi!”

“Kenapa kau masih di sini? Kau tidak kuliah?”

“Aku…aku tidak kuliah! Berkali-kali aku mengikuti tes masuk, berkali-kali pula aku ditolak karena nilaiku yang… yah silahkan ditebak!”

Soojung sangat pintar. Aku rasa jika ia mengikuti berbagai tes masuk universitas, ia akan diterima semuanya. Aku harus mendoktrin diriku sendiri kalau Krystal bukanlah Soojung. Sesulit apapun akan kucoba.

 

 

Author pov

 

“Grafik kinerja tidak pernah mengecewakan, kenapa justru grafik keuangan tidak sebanding?”

Sembari menyesap kopi hitamnya di siang hari, dengan teliti Yonghwa membaca kertas-kertas di depannya satu persatu. Keningnya mengerut dan timbul pertanyaan yang sebenarnya belakangan ini ia selalu pertanyakan. Kenapa keuangan perusahaan kian hari semakin menurun? Tidak ada yang salah dengan bagian produksi karena ia tidak mendengar adanya keluhan.

“Chogiyo!”

Seseorang mengganggu keseriusannya.

“Ada apa?” tanya Yonghwa pada sang pelayan.

“Maafkan saya, Tuan! Pelayan yang tadi menyambut Anda lupa jika meja yang sedang Anda tempati telah direservasi. Kalau tidak keberatan-“

“Oh, tidak apa-apa! Aku memang mau pergi.”

“Terima kasih, Tuan!”

Di saat Yonghwa sedang memberesi berkas-berkas miliknya, sang pelayan memberi sinyal untuk pelayan lain di pintu untuk membawa pelanggan yang telah memesan meja itu. Betapa terkejutnya Yonghwa karena yang memesan meja itu ternyata adalah bawahan Kyuna yang sempat datang ke kantornya.

“Annyeonghaseyo, kita bertemu lagi!” kata wanita itu sopan. Yonghwa malas untuk membalas salam itu mengingat dia adalah orang terdekat Kyuna. Tanpa pamit, ia beranjak dari sana. Suasana hatinya tiba-tiba kacau.

 

 

Yonghwa pov

 

“Apa kau menemukannya, Sujae?”

“Tidak, Pak!”

“Kau kembali saja!”

“Baik! Saya permisi!”

Hampir setengah jam aku mencari ponselku dan tidak kunjung kutemukan. Rasanya aku membawanya tadi rumah. Atau mungkin tertinggal di suatu tempat. Hanya restoran itu satu-satunya tempat yang aku kunjungi hari ini. Mungkinkah tertinggal di sana?

Seseorang mengetuk pintu ruanganku. Sujae –sekretarisku- kembali muncul.

“Pak Jung, ada yang ingin bertemu Anda! Ia bilang ia menemukan ponsel Anda.”

“Jinjja? Suruh masuk!”

GREAT!

Entah hari ini hari sialku atau tidak. Orang yang sempat aku temui tadi di restoran untuk kedua kalinya datang ke ruanganku

“Oh, kau!”

Walaupun sikapku ketus, ia tetap menundukkan kepalanya padaku. Antara karena memang manner-nya yang bagus atau mungkin dia menyembunyikan sikap aslinya. Siapa tahu dia itu 11:12 dengan bosnya.

Aku kembali duduk di kursiku. Kulihat ia hanya diam mematung di dekat pintu.

“Tamu adalah raja. Silahkan duduk!”

Ia mendengar perintahku dengan baik. Langkahnya sangat anggun berjalan menuju tempat yang aku tunjuk. Kalau boleh jujur, ia cantik dan juga terlihat berkelas. Aku suka rambut semi keriting sebahunya.

“Namamu Shinhye?”

“Park Shinhye!”

Saat ia menyebut nama lengkapnya, aku merasa sedikit tidak asing, seperti mengingatkanku pada sesuatu.

“Kalau boleh tahu, apa hubunganmu dengan Shinpark Corp.?”

“Sepertinya kedatanganku ke sini bukan untuk membicarakan masalah pribadiku.”

Oke! Dari pernyataannya barusan, aku ambil kesimpulan Shinhye ini pasti ada hubungannya dengan perusahaan sainganku itu. Tapi bukannya dia bekerja untuk Kyuna?

“Ponsel Anda tertinggal. Ini aku kembalikan!”

Wanita itu menyerahkan ponsel yang kucari sejak tadi. Memang benar itu ponselku.

“Bagaimana kau tahu itu ponselku?”

Ekspresi wajahnya tidak berubah, masih datar.

“Pertama, karena orang yang menempati tempat dudukku sebelumnya adalah Anda. Kedua, rasa ingin tahuku masih besar walaupun berkali-kali aku mencoba membuka password ponselmu. Tidak ada orang yang memiliki wajah seperti di layar ponsel itu selain Anda. Aku permisi!”

Orang yang tegas.

Ia beranjak dari tempat duduk. Lagi-lagi langkahnya anggun hingga mataku terus tertuju pada dirinya.

“Shinhye? Hmm!”

 

 

Author pov

 

Pintu terjeblak terbuka. Mengejutkan Minhyuk dan Krystal yang tengah mengobrol akrab satu sama lain. Ternyata tidak butuh lama untuk saling mengakrabkan diri. Hanya butuh daging beku.

“Sepertinya orang asing ini sudah menjadi temanmu!”

Minhyuk menangkap ketidaksukaan Kai dari nada bicaranya. Sejak kemarin Kai memang berusaha menunjukkan sikap itu semenjak tahu Minhyuk sementara akan tinggal di rumah itu.

“Ini salepnya!”

Thanks, Taemin!”

Yang akan Minhyuk lakukan adalah mengoles lutut Krystal yang terluka dengan salep yang baru saja Taemin beli. Rasa dingin saja tidak akan cukup untun menyembuhkan luka itu. Tapi hal itu urung dilakukannya karena Kai tiba-tiba menggendong Krystal.

“Kai, apa yang kau lakukan? Turunkan aku!”

Bukan hanya Krystal yang terkejut. Taemin, sang kakakpun melongo melihat apa yang Kai lakukan. Ada apa dengan adiknya itu hingga berbuat seperti itu?

“Yang kau butuhkan hanya istirahat, Kry!”

“Kai, aku bilang turunkan aku!”

“Tidak akan!”

Kai memang konsisten dengan apa yang ia katakan. Ia terus berjalan menuju kamar Krystal tanpa menghiraukan pukulan-pukulan kecil yang Krystal layangkan untuknya.

“Taemin-ssi, apa ada gadis yang sedang Kai sukai?”

“Setahuku sih tidak!”

 

 

“Kai, kau gila, ya?”

“Aku tunggu sampai kau mencabut kata-katamu barusan dan kau akan berterima kasih padaku!”

“Tsk!”

Kai merebahkan Krystal secara perlahan di tempat tidur. Krystal sedikit meringis kesakitan karena posisi lututnya yang tertekuk.

“Maaf!”

Krystal tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Kai. Maaf? Sesering mungkin Kai berbuat salah pada Krystal, baru kali ini laki-laki itu mengucap maaf.

“Aku yakin kau terbentur sesuatu!”

“Maafku yang tadi untuk lututmu yang kesakitan. Dan juga untuk semua sikap buruk yang aku berikan padamu. Mianhae!”

“Kau harus ke rumah sakit, Kai! Mungkin ada yang salah karena benturan itu!”

“Terserah kau saja!”

Dan baru kali ini Krystal melihat Kai tersenyum. Ia tahu senyum itu tulus.

Kai beranjak pergi dari kamar itu.

“Ada apa dengan anak itu?” gumam Krystal.

Setelah yakin Kai sudah menutup pintu dengan rapat, ia mengambil sesuatu dari balik bantal yang ia tiduri. Sebuah ponsel lama miliknya yang tidak diketahui siapapun.

Ia selalu tersenyum melihat foto itu, terutama sosok yang berdiri di sampingnya tengah tersenyum dengan mata yang menyipit. Ia masih ingat kapan foto itu diambil. Saat ia hendak melihat universitas yang akan menjadi tujuannya. Setahun yang lalu.

-tbc-

 

12 thoughts on “Not A FAIRYTALE [part 3]

  1. mereka tinggal kaya satu kosan gitu ya ??? hmmm. krystal satu2nya cewe ohhhh wowww disarang penyamun. hihi..
    kai tuh kenapa sebel bgt kayanya ma minhuk ya ?? what’s wrong with him??
    aaaaaaaaaaaa butuh segera oment krystal minhyuk nih hihi. dan minhyuk segera lupakan yg sedih2 tatap yg dpn mata aja. tsahhh hehe

  2. lanjutin thor… bikin org penasaran tuh dosa loh thor.. so, lanjutin ya..!! cerita nya bagus… pokok nya harus terus dilanjutin klw bisa smpe part 100 jg gpp
    haha…:)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s