My ‘Mini’ Saranghae….

 

Title: My ‘Mini’ Saranghae….

Author: Cherry

Rating: PG-15

Genre: AU, Romantice *dikit*, Comedi.

Length: Oneshot

Main Cast:

  • Kang Min Hyuk
  • Choi Soo Kyung (OCs)

Other Cast:

  • Lee Minzy (OCs)

 

Disclaimer: Cerita ini murni berasal dari imaginasiku, lagi mikirin abang Hyukkie tiba-tiba ada ide ff melayang-layang. sedikit gaje ato emang gaje?! Hadeuukh.. gak tau akh baca sendiri aja. Oke.. oke.. *kedipin mata*. Tapi klo gak seru Author rela kok di hukum disuruh nikah sama Minhyuk. Kekekeke.. #dilempar bom.

 

 

Note: Selamat membaca jangan lupa RCL yak!! Wajib coment, biar kedepannya bisa lebih bekembang lagi kaya kupu-kupu. *Readers: itu mah terbang kali thor* #Author garing bangett yak!!…

 

Yesungdahlah dari pada denger Author banyak cing cong, mending langsung ke story aja. selamat membaca readers……

 

 

 

 

-Soo Kyung pov-

 

 

“kleekk” pintu terbuka.

 

“Apa itu appa? Kenapa appa pulang jam segini, biasanya klo sudah malam appa suka menginap di toko.” Batinku

 

“appaaa….? Appa itu appa?” aku berteriak dan terbangun untuk memeriksa pintu depan.

 

“Appa? Wae? Dia siapa?” aku sangat kaget melihat appa  menggendong seorang namja yang penuh dengan lumuran darah di seluruh tubuhnya.

 

“chagi, tolong ambilkan air dan handuk kecil” suruh appa padaku.

Tanpa babibu lagi aku langsung beranjak dan mengambilnya.

 

“appa dia siapa? Dan kenapa bisa terluka seperti itu?” tanyaku khawatir.
”tadi ada kecelakaan di depan toko kita, sepertinya dia bukan orang sini. Mana mungkin ada orang yang memakai jas dan membawa mobil sebagus itu di desa kita.” Jelas appa padaku.

 

“iya appa, tapi kenapa appa membawanya kesini? Dia bukan saudara kita juga kan?”

 

“appa kasian melihatnya terkapar sedirian, apalagi di desa kita gak ada rumah sakit. Jadi dengan terpaksa appa membawanya pulang.”

 

“dia korban kecelakaan atau apa?”

 

“iya, tadi dia menghindari penyebrang jalan, hingga akhirnya mobil dia yang meleset dan menabrak pohon besar di depan toko kita itu”

 

“terus appa udah periksa dompetnya? Dia orang mana? Biar nanti aku yang menghubungi keluarganya.”
”sudah, tapi apa tidak menemukannnya.”

 

“mwo? Kenapa dia pergi tanpa membawa kartu identitasnya?!!” pikirku heran.

 

“sudahlah chagi jangan mikirin masalah itu dulu, sekarang kita obati namja ini.”

 

“ne, arasseo appa!!”

 

 

 

*****

 

 

-Author pov-

 

Sinar mentari pagi ini berhasil membangunkan Soo Kyung yang baru tertidur 2 jam yang lalu. Tidak tahu apa yang ada dipikiran Soo Kyung tapi dia terus menatap namja itu dan seskali membersihkan luka nya dengan handuk kecil. Ini sudah hari ke-5 nya Soo Kyung kurang tidur gara-gara menjaga namja yang terbaring lemah di atas kasur itu.

 

 

“mwoya? Tangannya bergerak, iya tangannya sekarang bergerak! Appaaaaa….. cepat kesini, lihat tangannya sekarang bergerak.” Teriak Soo Kyung dari kamar.

 

“jeongmal? Mana biar appa lihat?”

 

“appa, apa dia sudah sadar?”

 

“iya sepertinya sebentar lagi dia akan sadar”

 

Mula-mula namja itu menggerakan jari-jarinya, setelah itu membuka sebagian matanya dengan perlahan.

 

“nuguseo? Aku dimana?” tanya namja itu sambil memegang kepalanya yang di bungkus perban.

 

“aku Soo Kyung, dan ini ayahku. Kamu sedang di rumah kita sekarang” jawab Soo Kyung tegas.

 

“nama kamu siapa nak?” tanya appa Soo Kyung

 

“aku… aku… nama aku siapa?”

 

“mwo? Masa nama sendiri gak tau?” cetus Soo Kyung

 

“apa kamu benar-benar gak ingat?” tanya appa sambil melihat lagi luka namja itu.

 

“ne, kepalaku sakit saat ingin mengingat itu” jawab namja itu sambil memegang kepalanya.

 

“gwaenchanayo, jangan di paksakan. Mungkin kamu mengalami hilang ingatan.” Hibur appa.

 

“mwo?? Hilang ingatan? Appa berarti lukanya benar-benar parah!!” sahut Soo Kyung kaget.

 

“hilang ingatan? Apa itu?” tanya Namja itu.

 

“sudahlah jangan memikirkan nya, nanti kita akan jelaskan kalau kamu sudah merasa baikan.” Hibur appa.

 

“nn.. ne..!!” jawab namja itu.

 

 

 

“appa, aku mau ke sekolah yah. Sekarang dia kan udah sadar jadi aku bisa meninggalkannya ke sekolah”

 

“tapi chagi, dia kan belum sembuh. Kamu lihat sendiri kan dia hilang ingatan!!”

 

“tapi appa aku gak enak udah beberapa hari ini bolos sekolah. Pokonya aku gak mau tahu, hari ini aku mau sekolah” jawab Soo Kyung sambil membawa tasnya keluar rumah.

 

“ya ampun… anak itu!! Ckckck…”

 

 

 

****

 

 

 

 

“Annyeong…. Tuan!! Sudah pulihkah ingatannya?” tanya Soo Kyung ketus.

 

Tapi namja itu tidak menanggapinya, seolah-olah dia tidak mendengar apa yang soo kyung katakan.

 

“yak! Kenapa tidak menjawab?? Dasar namja pabo.” Bentak Soo Kyung kesal

 

“noona, wae? Apa kau marah padaku?” tanyanya sambil menatap Soo Kyung.

 

“…….” Soo Kyung terdiam setelah namja itu mengangkat kepalanya, dan ternyata namja itu menangis.

 

“yak! Wae? Kau ini namja, kenapa menangis?” bentak Soo Kyung tegas.

 

“sebenarnya aku siapa? Kenapa sudah seminggu lebih tapi aku tidak bisa mengingat namaku?”

 

“apa kau menangis gara-gara itu?  Aisshh..  Dasar namja cengeng” ledek Soo Kyung.

 

“tapi iya juga. sekarang sudah hampir mau dua minggu, tapi dia belum mengingat apapun!” batin Soo Kyung.

 

“Min.. Min..” kata namja itu terbata-bata.

 

“mwoya? Apa kamu mengingat sesuatu? Min.. Min apa? Ayo katakan, mungkin itu nama kamu”

 

“Min.. Min…”

 

“Min apa? Min kyung? Min goong? Min hyun? Atau Mi goreng..???” *adeuukkh.. author ngaco banget nieh. Kekeke..*

 

“Minn…. ahh!!!” tiba-tiba namja itu meringis kesakitan dengan kepalanya.

 

“sudah sudah.. jangan mengingat lagi. Mungkin nama kamu itu… Min… Minnn.. Mini, ya Mini. Nama kamu pasti Mini!! Tapi kok aga terdengar seperti yeoja yak?!! Hahahahaa… tapi kenyataannnya emang benar juga sieh kamu mirip yeoja. Mata sipit, kulit putih, badan tinggi kecil, bibir tipis, rambut hitam aga panjang, berponi..*hadeeuukkhh.. ini type author banget dah!! #author ngiler+mimisan*

Readers: hoeekkk… kekeke~

 

“ANDWEEEEEEE….. tidak mungkin nama ku Mini, aku ini namja!!” bantah namja itu dengan sedikit berteriak.

 

“sudahlah terima saja, itu udah sesuai kok dengan tampang kamu yang neomu yeoppeo ini!!!” goda Soo Kyung.

 

“Aniya…. Aku gak terima!! Jangan panggil aku Mini lagi. Kalau berani awas kau!!” ancam namja itu

 

“wow.. lagi sakit aja bisa mengancamku, apalagi kalau sudah sembuh!! Ckckckck… tidak sadar kamu Tn. Mini sekarang kamu lagi tinggal dimana? Di rumahku. Aku bisa saja mengusirmu sekarang” ancam Soo Kyung balik.

 

“yasudahlah, sesukamu saja!! Sekarang tinggalkan aku sendiri, aku ingin istirahat.”

 

“apa kau mengusirku sekarang? Ckckckck… benar-benar!!!” jawab Soo Kyung ketus dan keluar dari kamar namja itu.

 

 

 

 

 

-Soo Kyung pov-

 

“apa dia sudah bangun?” tanya appa

 

“Ne.. dia juga berhasil mengingat sebagian namanya!!”

 

“jeongmal? Jadi namanya siapa chagi?”

 

“aku bilang kan hanya sebagian, jadi aku masih belum tau…. Tapi appa, aku mau menyebutnya dengan nama Mini aja!”

 

“Mini?? Apa tidak kedengaran seperti yeoja yah? Dia kan namja??” jawab appa sedikit heran

 

“alah… appa, lihat saja paras wajahnya mirip yeoja gitu. Dia memang cocok kok di panggil Mini.” Jelasku sambil tertawa geli.

 

“yasudah, sekarang antar makanan ini ke Namja itu yah” perintah appa sambil menyodorkan maknan

 

“ogah akh appa”

 

“chagi Cepet kasih, sekarang kan waktunya dia makan obat juga.”

 

“kenapa gak sama appa aja, aku males banyak tugas lagi.”

 

“appa mau ke toko lagi sekarang. Appa gak mau tahu, kamu harus rawat dia baik-baik. Mungkin malam ini appa juga gak bisa pulang, jadi jaga namja itu yah.”

 

 

*****

 

 

“yak! Ngapain kesini lagi, bukankah aku sudah bilang jangan menggagguku?! Aku ingin istirahat.”

 

“aisshhh… siapa juga yang ingin menggannggu mu. Klo tidak terpaksa aku juga tidak ingin melakukannya. Cepet makan ini dan minum obatnya.” Suruh Soo Kyung sambil meletakan nampan yang berisi makanan dan obat.

 

“Soo Kyung-ah, aku ingin ganti baju”

 

“terus aku harus menggantikan bajumu gitu?”

 

“kelihatannya bagaimana? Apa aku bisa bekerja sendiri??”

 

“Shierrooo… shierro.. kenapa gak dari tadi saat ada appa? Pokoknya aku gak mau menggantikan bajumu Tn. Mini.”

 

“ayolah Soo Kyung, baju ini bener-bener gak nyaman.” Rengek Namja itu

 

“kalau minta bantuan gini aja dia baik. Dasar namja pabo” batinku.

 

 

“nih, pakai baju ini. Ini baju appa, mungkin akan kependekan atau kebesaran dikit. Tapi sepertinya ini akan cukup. Ini baju appa yang dibeli untuk dipakai tahun depan.”

 

“mwo? Kalau di pakai tahun depan kenapa membelinya sekarang? Ckckck…”

 

“kyaaa… mau dipakai atau nggak? sudahlah aku bosan bertengkar denganmu, kalau butuh bantuan teriak saja. Aku ingin belajar di kamar.”

 

“yak! Tunggu sebentar, cepet pakaikan baju ini!!”

 

“mwo? Aisshh…”

 

“Soo Kyung, tutup matamu saat mengganti bajuku. Awas klo sampe mengintip.”

 

“Arasseo Tn. Mini!!” jawabku kesal.

 

“yak! Jangan melihatku.” Bentak Minhyuk lagi.

 

“siapa yang melihatmu? Jangan kepedean dech!!

 

“tapi itu matamu terbuka.”

 

“ini bukan salahku, salahkan mataku. Eh maksudku suruh siapa kamu ingin aku yang menggantikan baju mu?! Hahaha… Tapi ternyata badan kamu benar-benar kecil yak Tn. Mini, benar-benar mirip yeoja… kekeke…” ledek Soo Kyung sambil tertawa melihat badan namja itu.

 

“aisshhh…. Kau ini!! Sekarang sudah!! Keluarlah” Suruh Minhyuk.

 

“tanpa di suruh pun aku mau keluar Tn. Mini!! Iyuuuukkhh…. Annyeoooong… Tn. Mini” Jawab Soo Kyung dengan ledekannya.

 

 

 

*****

 

 

 

 

-author pov-

 

 

2 bulan kemudian, namja itu berhasil mengingat namanya, Minhyuk itulah yang dia ucapkan terakhir kali tentang namanya. sekarang Minhyuk sudah sembuh, tapi hanya tubuhnya yang sembuh sedangkan ingatannya tetap masih belum bisa mengingat apapun kecuali namanya. Dan sekarang dia juga sering ikut ke toko milik appa Soo Kyung.

 

“ahjussi, ini diantar kemana?”

 

“ke meja no. 7 minhyuk”

 

“ah, ne.”

 

“hey… pelayan kemari! aku mau pesen makanan” teriak salah satu tamu di sana.

 

Dengan sigap Soo Kyung pun mendekati tamu itu, dengan penuh ke ramahannya.

 

“ne, mau pesen apa agasshi??” ucap Soo Kyung tidak lupa dengan senyumannya yang mampu menyinari dunia itu. *saking manisnya*

 

“yak! Aku memanggil pelayan ganteng itu. Bukan kamu” Nunjuk Minhyuk.

 

Redup! Itulah ekspresi Soo Kyung. Padahal sebelumnya benar-benar cerah dan bersinar.

 

Minhyuk hanya tertawa melihat gadis itu mempermalukan Soo Kyung.

 

“hahaha…. aku sangat suka pemandangan seperti ini!!” bisik Minhyuk tepat di telinga Soo Kyung.

 

“aisshhh… namja pabo!” ucap Soo Kyung kesal.

 

“ne, mau pesen apa noona-noona cantik?” tanya minhyuk menghampiri pelanggan itu.

 

“aku mau pesen hati mu oppa. Kekekeke~…” jawab ABG itu sambil menggoda Minhyuk si pelayan ganteng.

 

“aisshh.. dasar anak-anak!! Genit banget si.” batin Soo Kyung kesal

 

“kamu tidak cemburu kan Soo Kyung-ssi?” goda Minhyuk.

 

“siapa yang kamu maksud cemburu? Aku? iyuuuukkhh… amit-amit!!” balas Soo Kyung kesal.

 

“hahaha… tapi wajah kamu bener-bener merah lho. Udang rebus aja kalah!” ledek Minhyuk lagi.

 

“yak! Minhyuk awas kau!!”

 

 

 

*****

 

 

 

“Hari ini cuaca bener-bener cerah, tapi kenapa aku harus berangkat dengan namja pabo ini.. aisshh..” batin Soo Kyung

 

Appa Soo Kyung memang sengaja memberikan sepeda motor pada Minhyuk, agar lebih mudah buat Minhyuk pergi kemana-mana. Minhyuk juga bertugas mengantar jemput Soo Kyung setiap hari ke sekolah.

 

“Kyaaa.. kenapa tidak pegangan? Kamu mau jatuh? Hah?” bentak Minhyuk sambil mengendarai motor maticnya.

 

“shierroooo…. Demi apapun aku gak sudi pegangan.”

 

“terserah saja noona sombong. Klo terjatuh jangan salahkan aku.”

 

Minhyuk menambah kecepatan gas motornya, dengan terpaksa tangan kecil Soo Kyung melingkar di pinggang namja itu. Minhyuk hanya tertawa kecil, sepertinya dia berhasil membuat Soo Kyung menuruti permintaannya.

 

“ciee.. ciee… Soo Kyung berangkat dengan siapa nieh?” sahut Minzy sahabat baik Soo kyung

 

“yak! Minzy apaan sieh, dia yang sering aku ceritain itu lho.”

 

“owhh.. Mini? Jadi ini yang bernama Mini itu? Tapi dia kok ganteng yah gak cantik??!!” protes Minzy gak percaya.

 

“Mini??? Nuguya? Umm.. kenalin Minhyuk imnida” katanya sambil membungkukan badannya pada arah Minzy.

 

“ne, Minzy imnida. Senang dech berkenalan dengan namja ganteng seperti kamu” sambil mengeluarkan aegyo nya.

 

“yak! Minzy jangan mulai dech..” sahut Soo Kyung kesal.

 

“yasudah, klo begitu aku pulang dulu yah” pamit minhyuk

 

“ne, hati-hati yak ganteeeng..” jawab Minzy dengan godaannya.

 

 

“yak! Soo Kyung, aku minta nomer hp nya donk.. boleh yak, boleh yak, jebbaalll….” Rengek Minzy dengan aegyo nya.

 

“dia tidak punya hp kaleeee..”

 

“masa?”

 

“ea ialah.. tinggal aja udah numpang, mana kebeli hp” jawabnya tegas.

 

“aisshhh…kamu cemburu yak Kyung~a??” tanya Minzy

 

“cemburu? ANIYAAA!! Mana mungkin aku menyukai namja pabo itu. Sudahlah jangan bermain-main lagi Minzy-ssi aku lagi tidak mood.”

 

 

 

 

*****

 

 

-Soo Kyung pov-

 

Akhirnya jam pelajaran terakhir selesai juga, meski guru killer itu ngasih tugas yang sangat banyak, tapi beruntung hari ini tidak pulang terlalu sore.

 

 

“Kenapa sieh songsaenim itu, setiap ada pelajarannya pasti ngasih tugas. Mana gak sedikit lagi. Iyuuhh… Mending pelajaran biologi atau bahasa apalah, nah ini pelajaran MTK yang paling aku benci.” gerutuku kesal.

 

“chagi~a gwaenchanayo?”

 

“hah? Ne appa, aku baik-baik saja kok! Appa mau ke toko lagi yah?”

 

“ne chagi, kamu baik-baik yah di rumah. Oh iya, mungkin appa juga pulangnya akan telat.”

 

“ne arasseo appa!!!”

 

 

*****

 

 

“kyaaa… cukup!! Ini benar-benar sulit. Sepertinya aku harus menelpon Minzy, Mungkin saja dia sudah mengerjakannya.

 

“yeoboseyo Minzy?”

 

“akh ne, ada apa kyung~a? mau ikutan gak, aku lagi nonton Konser Cnblue nieh di dvd” Sahut minzy.

 

“yak! Mauuuuuuu… dapet dari mana kasetnya?”

 

“yak di toko kasetlah, masa di Toko Makanan.”ledek Minzy

 

“Aisshh.. maksudku di toko mana??”

 

“di toko sebelah sekolah kita, Toko KKL Collection itu”

 

“owhh…”

 

“eh Soo Kyung, tadi kamu mau ngomong apa?”

 

“tuch kan aku jadi lupa, kamu udah mengerjakan tugas MTK buat besok belum?”

 

“tugas yang mana Kyung~a? emang ada tugas?”

 

“yak! Bukanya tadi siang Lee songsaenim ngasih tugas yak?”

 

“mwo? Kyaaa.. andweeeeee… aku lupa!! Kyung~a, udah dulu yah, aku mau mengerjakan tugasnya sekarang. Pay.. pay.. Soo Kyung”

 

“Piiiiiiip” sambungan tlp putus.“

 

“aisshh.. anak ini. Aku gak percaya klo dia mau ngerjain tugas, paling ngelanjutin nonton kaset!!”

 

“sekarang aku harus gimana, tidak mungkin aku tidak mengerjakannya. Besok pelajaran pertama lagi, mana sempet lihat punya teman-teman. aisshh.. pabo.. pabo…”gerutuku sambil memukul-mukul jidat dengan pencil.

 

“siapa yang pabo? Hahaha…. Klo lagi gini aja baru ngaku klo kamu bodoh!!” celetus Minhyuk.

 

“yak!! Apa sieh ganggu orang belajar aja.” Bentak Soo Kyung.

 

“belajar? Mana? Gak ada hasilnya gini. Lagian klo belajar itu jangan di ruang tv gini, mana bisa konsentrasi belajarnya.” Jelas Minhyuk.

 

“ckckck… orang lupa ingatan tau apa tentang belajar?!! Sudah sanah jangan ganggu lagi.” Ucap Soo Kyung ketus.

 

“bener nieh gak mau di bantuin? Sepetinya aku bisa mengerjakan soal itu!!”

 

“mwo? Hahaha… gak percaya!! Nama aja susah ingat, apalagi pelajaran.”

 

Tiba-tiba Minhyuk mendekati wajah Soo kyung dan menatapnya tajam.

 

“omo.. omo.. omo.. yak! Wae? Jangan menatapku seperti itu Tn. Mini!!”

 

“sini tugasnya! Aku akan kerjakan semuanya.” Ucap Minhyuk sambil merampas buku yang ada di genggaman Soo Kyung.

 

Soo Kyung hanya bengong melihat namja itu mengerjakan tugasnya.

 

 

-author pov-

 

 

Beberapa menit kemudian…..

 

“taddaaaa…. Selesai” ucap Minhyuk sambil mengangkat tangannya.

 

“humft… ini bener gak yak?!!” batin Soo Kyung sambil melihat tugasnya gak yakin.

 

“yak! Kenapa melamun? Itu udah selesai tugasnya.”oceh Minhyuk.

 

“tapi aku gak yakin ini benar” ledek Soo Kyung.

 

“ckckckck… sudah untung ada yang bantuin!! Yasudah buktikan saja sendiri besok noona PABO.” ucap Minhyuk sambil meninggalkan Soo Kyung.

 

”yak!! Beraninya memanggilku pabo, awas kau”

 

“kira-kira ini benar gak yak?! Humf,,, Gak yakin, tapi dari pada gak ngerjain apa-apa mending bawa ini aja.” Batin Soo Kyung lagi.

 

 

 

Di sekolah…..

 

“Selamat pagi, kalian sudah mengerjakan tugasnya kan?” tanya Songsaenim.

 

“sudah Songsaeniiiiim!!” sahut semua anak di kelas.

 

“Soo Kyung, Min ah, & Jun pyo. Cepat kedepan dan kerjakan.” Perintah songsaenim.

 

“Kyung~a kamu sudah mengerjakannya kan?” tanya Minzy khawatir.

 

“sudah, sudah Minzy. Tapi aku gak yakin benar.”

 

“gak papa Soo Kyung, dari pada gue belum ngerjain apa-apa. Hehe..” jawabnya dengan penuh percaya diri.

 

“aisshh.. kau ini!!”

 

Beberapa saat kemudian…..

 

“Min ah, Junpyo kalian duduk”

 

“mwo?! Omo.. omo.. omo.. jangan-jangan punya aku salah nieh!! aisshhh… harusnya aku sudah curiga dari tadi malam.” Batin Soo Kyung khawatir.

 

“Soo Kyung-ah, benar ini hasil kerjaan kamu?” tanya Songsenim tegas.

 

“nnn… ne, Songsaenim”

 

“jujur? Gak bohong??”

 

“hah?!! nnn.. Ne!!”

 

“biasanya kamu selalu salah klo mengerjakan kedepan, tapi gak papa lah lebih bagus klo ada peningkatan.”ucap Songsaenim.

 

“ya ialah pak, masa Soo Kyung bodoh selamanya. Gak mungkin juga kan?!! Hahhahaha…” ledek anak-anak yang lain.

 

“Aisshh… awas yak kalian” batinku.

 

“nah anak-anak diantara semuanya yang mengisi di depan, yang benar adalah hasilnya Choi Soo Kyung” ujar Songsaenim tegas.

 

“Yeee.. Soo Kyung benar!! Hidup Soo Kyung….” Teriak Minzy sambil joget-joget ala Girls Band jaman sekarang.

 

“Soo Kyung silahkan duduk.” Perintah Songsaenim.

 

“Gomawo Songsaenim.”

 

“humft… namja itu ternyata pintar juga, meski lagi hilang ingatan!!!” batin Soo kyung.

 

“chukkae Soo Kyung~a, akhirmya kamu bisa benar juga ngisi soal di depan.” Ucap Minzy senang.

 

“aisshh.. Minzy, emangnya aku sebodoh itu yak?!”

 

“ea ialah, emang kamu kapan bisa benar ngisi soal MTK hasil sendiri? Baru sekarang aja kan?! Hahaha…” ledek Minzy lagi.

 

“ckckck… aigooo… teman macam apa kau ini Lee Minzy!!”

 

 

 

******

 

“Akhirnya jam terakhir selesai, tapi sekarang hujan begitu deras. Aku pulang sama siapa?!! Tidak mungkin di jemput sama namja pabo itu di saat hujan deras gini.” Batin Soo Kyung

 

“Soo kyung kamu pulang sama siapa?” tanya Minzy

 

“belum tau, mana hujan deras banget lagi.” jawab Soo Kyung

 

“kyung~a… aku pulang duluan yak!! Annyeong…” pamit Minzy, sambil melambaikan tangannya ala puteri Indonesia. Soo kyung hanya tersenyum melihat tingkah Minzy yang lebay itu.

 

Sekarang sekolah benar-bernar sepi, hanya Soo kyung dan beberapa penjaga sekolah yang ada disana.

 

“bagaimana aku sekarang, aku mau pulang sama siapa?!” batin Soo Kyung.

 

“tiiiiiidd… tiiiiiidd..”suara clakson motor itu berhasil membuyarkan lamunan Soo Kyung.

 

“Minhyuk? Untuk apa kamu kesini. Kamu tidak lihat sekarang ini hujan deras? Kamu mau sakit lagi hah??? Bentak Soo kyung kesal.

 

“ini memang tugasku kyung~a, sudahlah tidak ada waktu lagi untuk berdebat. Sekarang cepat pakai ini dan naik.” Pintanya sambil memberikan helm & jas hujan.

 

 

“aku tidak habis pikir, apa yang ada di otak namja ini. Kenapa bisa-bisanya dia menjemputku di saat hujan deras begini. Padahal dia sendiri baru sembuh dari sakitnya.” Batin Soo Kyung.

 

“Minhyuk, sebaiknya kita berhenti dulu. Dan mencari tempat berteduh” ucap Soo Kyung.

 

“hah? Apa? Soo Kyung apa kamu bicara barusan??” teriak minhyuk sambil mengendarai motornya.

 

“kita berteduh dulu sebentar MINHYUK…” tereak Soo Kyung tepat di telinganya.

 

“ohh… iya, iya.. kita berhenti di depan yak” sahut Minhyuk.

 

“terserah” jawab Soo Kyung.

 

“hah apa? Barusan kamu ngomong apa?” tereak Minhyuk lagi.

 

“aishh.. namja ini” batin Soo Kyung kesal

 

“AKUUU TIDAK NGOMONG APA-APA MINHYUUUUUK…….” treak Soo Kyung lebih keras.

 

“Aigoo… aku juga tidak tuli noona pabo!!”

 

 

 

******

 

 

“kyung~a kenapa kita harus berhenti? Nanti kita malah kesorean sampai ke rumahnya!!” tanya Minhyuk.

 

“klo di teruskan nanti kamu bisa sakit lagi Minhyuk-ssi.”

 

“woahahahahahaha… apa nieh? Perhatian? Atau?!!!” ledek Minhyuk sambil melihat aneh wajah Soo Kyung.

 

“Aisshhh… terserah!!!” jawab Soo Kyung ketus.

 

“ehemm.. umm.. go.. goo.. gomawo Minhyuk untuk tugas yang semalam!!!” ucap Soo Kyung pelan dan memalingkan wajahnya.

 

“MWO?? Sepertinya barusan aku mendengar sesuatu! Apa kamu berbicara Soo Kyung? Tapi pelan sekali yah! sampai aku tidak jelas mendengarnya. Bisa kau ulangi lagi Soo Kyung-ssi?!” ledek Minhyuk sambil mendekatkan telinganya ke wajah Soo Kyung.

 

“aisshh… shierro.”

 

“hahahaha…. Jadi sekarang kamu percaya kan klo aku ini tidak bodoh?!” ucap Minhyuk lagi.

 

“iya kamu tidak bodoh Tn. Mini. PUAS?” ucap Soo Kyung kesal.

 

Minhyuk hanya tersenyum melihat wajah Soo Kyung yang benar-benar memerah karena ulahnya itu.

 

“ggrrrrr…. Dingin!!!” ucap Soo Kyung menggigil kedinginan, sambil menggosok-gosokan tangannya sendiri.

Entah ada angin apa, Minhyuk membuka sweaternya dan memakaikannya ke tubuh yeoja yang ada di sebelahnya itu.

 

“mwoya? Aku tidak membutuhkannya Minhyuk!! Tubuh kamu itu lebih penting.” ucap Soo kyung & membuka kembali sweater Minhyuk.

 

“sudah pake saja” perintah Minhyuk & memakaikannya lagi.

 

“shirreo, tubuh kamu lebih penting lagi”

 

“kamu lebih penting”

 

“kamu”

 

“kamu”

 

“kamu”

 

“kamu”

 

”kamu”

 

“kamu”

 

“kamuuuuuuu” teriak Soo Kyung kesal.

 

Akhirnya Soo Kyung dengan paksa memakaikan sweater itu pada Minhyuk. tapi karena tubuh laki-laki itu sangat tinggi dia malah terpeleset.

 

“kyaaaa…” teriak mereka berdua kaget, tapi untunglah tangan namja itu dengan sigap melingkar di pinggang Soo Kyung menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

 

Kini tatapan mereka berdua beradu satu sama lain. Soo kyung hanya tercengang melihat tatapan mata Minhyuk yang begitu mempesona kepada dirinya. Entah ada setan apa, setelah tatapan itu berlangsung bibir Minhyuk dengan perlahan mendekat dan menempel di bibir tipis gadis itu. Mata Soo Kyung terbuka lebar, mungkin ia sangat terkejut dengan yang sedang dilakukannya sekarang.

 

Suasana benara-benar hening, mungkin kejadian tadi memang tidak direncanakan mereka. Dan terjadi begitu saja.

 

“ahh… ehemmm….. ummm…… udara disini benar-benar dingin” ucap Minhyuk sambil menggosok-gosok tangannya dan memudarkan suasana yang hening setelah kejadian tadi.

 

Soo Kyung hanya menundukan wajahnya, entah malu atau apa. Tapi wajah Soo Kyung sekarang benar-benar memerah.

 

 

 

 

******

 

 

 

“akhirnya kalian sudah pulang!!” sahut appa Soo Kyung.

 

“ne, appa. Appa aku ke kamar duluan yak, mau ganti baju!”

 

“ye, chagi.. oh iya Minhyuk, ada yang ingin bertemu dengan kamu”

 

“nuguya ahjussi”

 

“ikut denganku sekarang!!”

 

 

-Minhyuk Pov-

 

Ahjussi membawaku ke toko dan mempertemukan aku dengan seseorang.

 

“Minhyuk?? Ini benar kamu kan nak?!” tanya eomma itu dengan tangisannya.

 

“nn.. ne!! nugusseo eommanim??”

 

“Minhyuk… akhirnya aku bertemu denganmu. aku eomma mu nak.” eomma itu langsung memeluku erat.

 

“ooo…. eomm.. eomma… ???” jawabku kaget tidak percaya.

 

“iya… eomma senang bisa menemukanmu, setelah sekian lama kehilanganmu.”

 

Akupun memeluk eommaku, entah ini perasaan senang atau apa. Tapi dengan adanya eomma, berarti aku harus meninggalkan keluarga Soo Kyung gadis yang baru saja aku cintai.

 

 

*****

 

Aku meminta waktu kepada eomma untuk tinggal sebentar lagi di disini. Dan untung dia mengijinkannya.

 

 

-author pov-

 

 

“apa aku benar-benar akan kehilangan Soo Kyung?? aku akan meninggalkannya? Ini benar-benar membuat aku bingung. Aku masih ingin tinggal disini, tapi bagaimanapun rumahku adalah di seoul. di tempat kedua orang tuaku.” Batin Minhyuk.

 

“kamu benar-benar akan pergi Minhyuk?” tanya Soo Kyung membuyarkan lamunan Minhyuk.

 

“Soo Kyung!! Ah, Masalah itu… mungkin  iya, aku senang akhirnya bisa bertemu ibuku dan mengetahui identitasku.” Ucap Minhyuk.

 

“senang? Apa benar aku senang kehilangan Soo Kyung? Maafkan aku Soo Kyung, tapi prasaan ini cukup membuat aku bingung.” Batin Minhyuk.

 

“senang?? Syukurlah kalau kamu memang senang!!” ucap Soo Kyung tidak rela.

 

“Kyung~a…. untuk kejadian tadi siang, akuuu.. akuuu.. minta maaf yak?!”

 

“minta maaf?? Untuk apa minta maaf Minhyuk? Apa kamu pikir aku tidak menyukainya?!” batin Soo Kyung.

 

“Soo Kyung?? Kenapa tidak menjawabku? Apa kamu benar-benar marah??” tanya Minhyuk penasaran.

 

“marah? Untuk apa Minhyuk? Aku menyukaimu.” Batin Soo Kyung lagi.

 

“humftt… sudahlah aku ingin ke kamar dulu.” Jawab Soo Kyung sambil meninggalkan Minhyuk..

 

“yak!! Kyung~a…. jawab dulu pertanyaanku.” teriak Minhyuk tapi Soo Kyung tidak menghiraukannya.

 

 

 

“apa benar aku menyukainya? Menyukai namja yang baru saja aku kenal?!! Tapi kejadian tadi siang itu, aku benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda. Perasaan yang tidak pernah aku rasakan dengan namja manapun.” Batin Soo Kyung.

 

 

*****

 

 

Sudah beberapa hari ini Soo Kyung tidak berbicara dengan Minhyuk. Entah apa yang ada dipikarannya, tapi sepertinya Soo Kyung menghindari Minhyuk.

 

 

“Kyung~a.. aku ingin berbicara sebentar dengan mu!!”  sahut Minhyuk setelah motor mereka berhenti di depan gerbang sekolah Soo Kyung.

 

Tapi itulah Soo Kyung, setelah Minhyuk mengantar atau menjemputnya dia tidak pernah ingin menatap Minhyuk apalagi sampai berbicara.

 

 

 

“Kyung~a gwaenchana?” tanya Minzy heran

 

“ah.. ne!! aku baik-baik saja Minzy”

 

“tapi sepertinya tatapan kamu berbicara lain, Kamu sering melamun sekarang. Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu Soo Kyung?”

 

“terjadi apa? Aku tidak apa-apa Minzy~a…” jawab Soo Kyung.

 

“yasudahlah klo kamu tidak mau menceritakannya sekarang, tapi klo kamu merasa ingin bercerita aku siap mendengarkannya.” Hibur Minzy.

 

Bener apa kata Minzy, aku memang sering melamun sekarang. Sebenernya apa yang aku pikirkan?! Kepergian Minhyuk atau rasa cinta yang semakin tumbuh ini..“ Batin Soo Kyung.

 

 

 

 

*****

 

 

 

Malam ini appa Soo Kyung tidak akan pulang, dia akan menginap di toko. Suasana rumah benar-benar hening. Tidak ada suara sedikitpun selain suara televisi yang sedang Soo Kyung tonton sekarang. Yah beginilah suasana rumah klo appa Soo Kyung tidak ada, hening dan sepi. Tapi keadaan ini terjadi setelah kejadian itu, kejadian Soo Kyung dan Minhyuk Beberapa waktu yang lalu.

 

 

-Minhyuk pov-

 

 

Aku melihat Soo Kyung sendiri di ruang tv. Ini kesempatan aku untuk bicara, aku tidak ingin Soo Kyung berubah seperti ini. Berubah menjadi orang yang sangat pendiam, padahal dulu tiada hari tanpa celotehanya. Tapi sekarang dia benar-benar berubah. Meski aku tidak tahu masalahnya apa, tapi rasanya aku tidak kuat di acukhkan oleh orang yang aku sukai.

 

“Soo Kyung~a!! apa boleh aku duduk disini?” tanyaku sambil berdiri di dekat kursi ruang tv.

 

“sejak kapan kamu minta ijin duduk disini? Biasanya juga suka maen nyelonong aja.” Jawab Soo Kyung dingin.

 

“Kyung~a, aku ingin berbicara serius kali ini.”

 

“bicara saja!” jawab Soo Kyung ketus.

 

“Soo kyung sebenarnya apa yang terjadi sama kamu? Kenapa kamu berubah begitu saja? Berubah menjadi orang yang sangat dingin, tanpa ekspresi dan keceriaan seperti biasanya. Apa kamu marah gara-gara kejadian waktu itu? Waktu aku menciummu? Klo memang iya aku minta maaf, benar-benar maaf Kyung~a. sebentar lagi aku juga akan segera pergi dari sini, tapi aku tidak mau saat aku pergi nanti sikap kamu masih seperti ini. Aku ingin melihat Soo Kyung yang dulu, yang selalu mengomeliku, memukulku dan memperhatikanku.

 

 

-Author pov-

 

 

Soo kyung hanya diam, dia terus menggonta-ganti channel tv yang tidak di tontonnya. Yak, dia memang tidak menontonya. karena pikirannya fokus dengan bayangan wajah orang yang sedang mengajaknya bicara.

 

“Soo Kyung apa kau mendengarku?? Tanya minhyuk

 

“Soo Kyung lihat aku?” ucap Minhyuk sambil menarik tangan Soo Kyung sehingga sekarang posisi mereka berhadapan.

 

“kamu mendengarkan aku kan? Soo Kyung jebbal jawab aku dan beri penjelasan dengan semua ini.”

 

“penjelasan apa Minhyuk? Penjelasan apa lagi?” tanya Soo Kyung

 

“sikap kamu Soo Kyung! Aku ingin tau kenapa perubahan kamu sekarang.”

 

“sikap aku? Kamu masih bertanya dengan sikap aku? Yak! Apa kamu tidak melihat aku begini karena siapa? Karena kamu Munhyuk. Kamu yang membuat aku berubah. Aku tidak marah karena kamu menciumku kemarin, aku senang Minhyuk melakukan itu denganmu. Aku senang karena aku menyukaimu. Kalau sikap aku berubah sepeti ini, karena aku bingung dengan perasaanku. Aku menyukaimu tapi sebentar lagi kamu akan pergi, pergi meninggalkan aku. Apa kamu juga tidak merasakan hal yang sama denganku Minhyuk?!” tidak terasa butiran bening itu membasahi pipi Soo Kyung, Soo Kyung benar-benar terlihat bingung dengan prasaannya.

 

Minhyuk menatapmya heran, seakan dia tidak percaya dengan yang dikatakan Soo Kyung. Soo Kyung juga menyukainya, Gadis yang ia sukai ternyata membalas prasaannya. Ini seperti mimpi bagi Minhyuk. Minhyuk menarik tangan soo kyung hingga arahnya begitu dekat, dia membisikan sesuatu ke telinga gadis itu.

 

“ Gomawo Soo Kyung kau telah menyukaiku. aku juga menyukaimu, sangat sangat menyukaimu.”

 

Ditariknya tangan Soo Kyung dan dengan cepat bibir Minhyuk telah menempel di bibir mungil Soo Kyung. dia mencium bibir gadis itu dengan perlahan penuh perasaan. Soo kyung memejamkan matanya, menikmati apa yang sedang dilakukannya sekarang. Air mata Soo Kyung terus mengalir, mungkin sekarang ini yang keluar adalah air mata bahagianya. Ciumannya semakin dalam dan mereka benar-benar menikmati permainannya. Soo kyung terlihat mengalungkan tangannya di pundak laki-laki itu, sedangkan tangan Minhyuk terlihat melingkar di pinggang Soo Kyung.

 

 

“apa benar kamu menyukaiku Kyung~a? coba katakan sekali lagi kalau kamu menyukaiku.”

 

“saranghaeyo Tn. Mini. Neomu neomu saranghaeyo. ” ucap Soo Kyung tepat di telinga Minhyuk.

 

“Nado saranghaeyo Soo Kyung-ssi” balasnya.

 

“tapi ciuman tadi bukan kiss bye kan?” tanya Soo Kyung.

 

“maksudmu ciuman perpisahan?”

 

“Ne!!” jawab Soo Kyung mengangguk dengan ekspresi sedihnya.

 

“hahaha… Soo Kyung~a, itu bukan ciuman perpisahan. tapi awal dari hubungan kita.” Jawab Minhyuk dengan sedikit tawanya.

 

“hubungan?” tanya Soo Kyung polos.

 

“iya, mulai sekarang kita berpacaran. Kita punya ikatan sekarang, jadi kamu tidak boleh melirik namja lain selain aku. Arasseo?”

 

“terus kepergian kamu? Apa kamu masih tetap akan meninggalkan aku”

 

“aku akan tetap pergi. tapi aku berjanji akan menemuimu sesering mungkin!! Karena aku tidak ingin kehilangan yeoja yang sangat ku cintai.”

 

“janji!!” tanya Soo Kyung sambil mengangkat jari kelingkingnya.

 

“ne, aku janji chagi~a…” balas Minhyuk dengan menyatukan jari kelingkingnya itu dan mencium kilat bibir Soo Kyung.

 

 

 

 

 

-End-

 

 

 

 

 

Gimana? Gimana? Puas? Ato kurang nendang? Mian yak klo jelek, jangan salahin author. Tapi salahin bias author *nunjuk Minhyuk* yang suka ganggu pikiran author klo lagi bikin FF!!! kekekekee….

 

Terima kasih telah meluangkan waktu kalian dan sudah membaca ff yang super gaje ini.. ANNYEOOONG………!!!!

 

***Saranghae Readers…***

 

 

 

One thought on “My ‘Mini’ Saranghae….

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s