Secret of Under The Dark Sky

 

 

 

Tittle                :  Secret of Under The Dark Sky

Main Cast        :  Kang MinHyuk (CNBLUE), Ji Eun (OC)

Genre              :  Friendship, Angst

Length             :  OneShot

Rating             :  All Age

Author             :  Yen Yen Mariti

 

.

.

.

 

Dia terbiasa melihat wajah indah itu. Dan dia terbiasa berjalan di samping sosoknya, menggenggam tangannya, tertawa dengannya dan merajut mimpi bersamanya. Namun akan ada hari di mana dia harus melakukan semuanya dengan sendiri—Dia harus mandiri—

.

.

.

Secret of Under The Dark Sky

 

Mereka melakukannya bersama. Bermain di padang ilalang—hampir setiap hari. Gadis itu terlihat lebih cantik hari ini. Bukan karena tubuhnya yang dibalut dress sebatas lutut dan bukan juga karena dia menyematkan pita cantik di rambutnya.

Dia lebih banyak tertawa. Dia membiarkan bibirnya melengkung lebar. Dia agak sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Dan itu membuatnya sangat cantik.

Minhyuk terpesona—seperti biasa—pada sosok Ji Eun. Melihat rambut gadis itu yang terombang-ambing di saat dibawanya berlari, melihat peluh mengaliri rahangnya, melihat wajah cantiknya disinari sinar mentari dan mendengar tawanya yang tak pernah padam.

 

“Dapat kau!” kedua tangan Minhyuk melingkar sempurna di pinggang Ji Eun, menyebabkan gadis itu tidak bisa berlari lagi. Dan itu artinya Minhyuk berhasil mengalahkannya –Lagi—

“Minhyuk—“ ini begitu indah, suaranya menari-nari di indera laki-laki itu. Ji Eun sedikit memberontak dari dekapan Minhyuk, gadis itu masih tidak dapat menerima fakta bahwa dia kalah lagi hari ini.

“Kau tidak akan bisa lepas,” bisik Minhyuk pelan dan menggoda tepat di depan telinga gadis itu. Ji Eun memberontak lagi, Minhyuk tetap mempertahankan tubuh gadis itu dalam dekapannya dan begitu seterusnya hingga mereka jatuh berguling di atas tumpukan ilalang. Beberapa detik setelah itu menggelegar suara tawa yang beradu dengan angin sore.

 

Keduanya sama-sama berbaring memandang langit yang hampir berwarna jingga. Bernafas dengan damai, menikmati indahnya lukisan alam sang pencipta. Ji Eun menggenggam kuat ilalang di sekitarnya hingga putus, dan dia tertawa tanpa suara. Agin yang nakal menggelitik kulitnya yang dialiri peluh. Dia tidak ingin memejamkan mata, tidak pernah ingin.

 

“Minhyuk—“ seruannya beradu dengan angin yang berhembus dan suara ilalang yang saling bergesekan. Gadis itu bernafas pelan seraya memerhatikan ilalang yang bergoyang. “Kenapa kau tidak menjawab?” keningnya berkerut disusul dengan kepalanya yang sedkit bergerak demi melihat sosok di sampingnya.

“Hmm??”

Dia dapat mendengar deheman pelan dari Minhyuk, entah mengapa hatinya merasa sejuk. “Sudah berapa lama kita menghabiskan hari-hari di tempat ini?”

“Empat tahun,” mata hitam pekatnya menerawang langit yang menyilaukan. Mencoba mengingat awal kisah mereka.

“Empat tahun,” Ji Eun mengulang jawaban Minhyuk dengan nada yang berbeda. Matanya juga menerawang. Kelangit, ke pohon-pohon yang ada di sekitar, kekumpulan ilalang yang bergoyang dan banyak lagi. Dia menemukan banyak cerita dari semua itu, dan otaknya merekam dengan baik.

“Kenapa kau menanyakannya?”

“Aku menyukai tempat ini,” dia mengutarakan perasaannya, gadis itu tidak menjawab pertanyaan Minhyuk. “Ini adalah tempat terbaik yang pernah kukenal.”

“Tapi Venisia seribu kali lebih indah dari padang ilalang ini.”

Ji Eun tersenyum kecut, kemudian membuang nafas perlahan. Minhyuk mengingatkannya pada mimpinya, mimpi yang pernah dia ungkapkan pada laki-laki itu dan mereka berjanji untuk mewujudkannya bersama.

“Minhyuk…”

“Ya?”

“Aku…mungkin tidak akan pernah ke Venisia—“

“Apa maksudmu?”

“Ah maksudku mungkin saja aku akan kesana. Tapi…tanpamu.”

Shock. Laki-laki itu menyampingkan tubuhnya, mentap mata coklat pekat gadis itu. meminta penjelasan. Namun gadis itu mengalihkan pandangan.

“Hidup ini terlalu sulit ditebak,” suara gadis itu terdengar bergetar dan ragu. “Hidup ini bukanlah permain catur yang bisa dikendalikan jalannya.”

“Ji Eun apa maksudmu?”

Ji Eun menatap langit yang kini dipenuhi burung-burung. Tangannya perlahan meraih jemari Minhyuk, menautkannya kemudian menggenggamnya dengan erat. Dia memejamkan mata, meresapi denyutan nadi laki-laki itu. sekali lagi, otaknya kembali merekam dan dia berharap ini akan menjadi ingatan yang abadi.

“Aku—“ tenggorokannya mendadak kering dan rasanya tercekik. “Akan pergi besok.”

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak tahu dimana hidupku akan berlangsung besok. Tapi yang pasti kita tidak bisa bertemu lagi, tidak akan ada lagi yang bermain di padang ini.”

“Ji Eun—“

“Panti asuhan sudah mengurus surat adopsinya. Semua sudah beres, jadi aku hanya perlu mengikuti kemanapun orang tua baruku membawaku nantinya.”

Mata Minhyuk berair mendengarnya. Dadanya merasakan sesak yang tiba-tiba, “Ji Eun—“

“Terima kasih untuk segalanya. Kau adalah satu-satunya teman yang kupunya yang mampu membuatku tertawa serta mampu membuatku melupakan semua rasa sakitku. Terima kasih,” ekor matanya basah. Perlahan air matanya mengalir dan akan segera hilang karena pengaruh angin yang kencang.

“Tidak, kau tidak boleh pergi,” Minhyuk menatap kelopak mata gadis itu yang sengaja dia pejamkan. “Ji Eun—“

“Maafkan aku—“ suara seraknya kembali terdengar. “Ini demi masa depanku.”

“Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu,” kali ini suara Minhyuk yang terdengar serak dan begitu menyakitkan. Tangannya menggenggam erat jemari gadis itu, seakan menahannya agar tidak dapat meninggalkannya.

“Aku tidak bisa Minhyuk, maafkan aku. Aku benar-benar akan pergi besok.” Gadis itu membuka kelopak matanya perlahan, dan dia dapat melihat wajah Minhyuk yang basah karena air mata. “Ini demi masa depanku.”

Minhyuk menatap lekat mata coklat pekat itu. Dan dia menyerah. Bagaimanapun juga dia tidak bisa mencegah gadis ini pergi. Ini demi masa depan gadis itu, dan Minhyuk ingin gadis itu memiliki masa depan yang layak walau dia hanyalah seorang gadis panti asuhan yang tidak memiliki orang tua.

“Berjanjilah untuk tidak melupakanku,” dia meminta dengan suara parau, dengan mata yang memerah dan dengan bibir yang bergetar.

Ji Eun tersenyum walau bibirnya bergetar, “Ya. Aku tidak akan pernah melupakanmu.”

Minhyuk melempar senyum mirisnya, kemudian merengkuh gadis itu kedalam dekapan hangatnya. Dibiarkannya seluruh inderanya menyatu dengan gadis itu. Menikmati saat-saat terakhir kebersamaan mereka.

Di langit sudah tiada burung yang beterbangan. Matahari telah tenggelam beberapa detik yang lalu. Hari benar-benar gelap, dan Minhyuk membiarkan air matanya mengalir tanpa ada yang melihat. Namun Ji Eun menyadarinya ketika air mata Minhyuk membasahi kulit bahunya. Tapi gadis itu ikut menangis juga. Mereka saling menangis dalam diam, tanpa suara dan berpura-pura tidak tahu.

“Biarkan aku memelukmu hingga pagi datang.” Minhyuk berkata lagi setelah sekian lama kesunyian mencekam. Ji Eun hanya menganggukkan kepala di dalam dekapannya tanpa mampu mengucap kata apapun.

Angin membuat ilalang menari-nari, dan angin juga menusuk kulit mereka hingga menusuk tulang. Mengingatkan kepada dua insan itu akan kisah mereka. Pertemuan empat tahun yang lalu, di sini. Di tempat bersejarah ini. Gadis dengan tahi lalat di pipi kirinya yang mempunyai mata indah berwarna coklat pekat namun menyimpan sejuta kerinduan. Dan seorang laki-laki tinggi dengan wajah malaikat dan banyak bakat dan dengan status keluarga yang berada.

Berkenalan…berteman…bersahabat…dan mencintai secara sembunyi-sembunyi. Rasanya semua itu barus terjadi kemarin. Tapi kini mereka dihadapkan pada sebuah perpisahan.

 

‘Aku mencintaimu’

‘Aku mencintaimu’

Keduanya membatin. keduanya tidak membiarkan kata-kata itu mengudara. Mereka tahu mereka tidak bisa mengucapkan kata sederhana penuh makna itu. Ji Eun akan pergi dan mungkin tidak akan pernah kembali. Mereka tidak ingin terbebani jika mereka saling mengungkap perasaan. Bukankah akan lebih menyakitkan lagi jika mereka mengungkapkan cinta namun tidak bisa bersama ?

Mereka akan membiarkan status yang disebut ‘persahabatan’ mengikat mereka untuk selamanya.  Baik Ji Eun maupun Minhyuk, mereka saling bertanya ‘Mampukah mereka berpisah dan menjalani hidup dengan normal setelah ini?’

Minhyuk si laki-laki cerdas penuh bakat dan masa depan yang cerah. Dan Ji Eun gadis panti asuhan yang akan memulai hidupnya besok.

Mereka tidak bisa bersama untuk sekarang atau bahkan untuk di masa depan.

 

Mereka terbiasa melihat wajah indah satu sama lain. Dan mereka terbiasa berjalan berdampingan, menggenggam tangan, tertawa dan merajut mimpi bersama. Namun besok adalah hari di mana mereka harus melakukan semuanya dengan sendiri—Mereka harus mandiri—

 

#THE END#

 

Test… umm well ini bisa dibilang sebuah curhatan sih. Karna memang aku lagi berduka karna ditinggal sahabat baik.

Terima kasih untuk admin yang bersedia memposting ff ini, untuk reader yang memberi komentar maupun tidak. Terima kasih ^^

 

Follow my twitter account @6002yen  mention for follback.

 

 

 

8 thoughts on “Secret of Under The Dark Sky

  1. yang ga biasa tuh ternyata jieun anak panti dan baru aja diadopsi ~~
    kan biasanya bukan karena hal begitu.. kreatif thor, and I like it :’3

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s