I felt a perfect family

 

Title : I felt a perfect family (oneshot)

Author : Febifebeboice

Cast : all member CN blue sebagai keluarga Lee, Donghyun harabuji(OC)

Genre :  Family, Romance, Friendship

Rating : Restricted, General

Length : oneshot

Disclaimer : Jung Yong Hwa, Lee Jong Hyun, Kang Min Hyuk dan Lee Jungshin adalah milik Tuhan dan orang tua masing-masing. Tapi ide cerita murni fiksi dan karyaku. so don’t be plagiator, don’t CO-PAS and made your creation

Note : fanfiction ini sudah pernah di publish di blog pribadi author .

 

~happy read~

“Hyung kira aku ini masih kecil? Aku juga punya kehidupan sendiiri! Hyung ngatur-ngatur aku kayak gitu!” Jonghyun mengeluarkan semua emosinya yang meledak-ledak, kemudian meninggalkan YongHwa, Hyungnya yang berdiri terpaku.

 

Yonghwa POV

Semenjak kematian oemma dan appa satu tahun yang lalu, kini nasibku berubah drastis karena peranku sebagai anak sulung dan dan tidak ada keluarga terdekat. aku memutuskan untuk menjadi kepala keluarga. hidup dengan sisa warisan kedua orangtuaku serta kerja paruh waktu membuatku harus pintar-pintar membagi waktu termasuk menjaga ketiga dongsaengku.

Jonghyun yang kini memasuki masa senior high school, Minhyuk yang sebentar lagi yang akan bergabung dengan teman-temannya di kindergarten, dan Jungshin magnaeku yang baru berusia satu tahun lebih.

 

Beruntung aku masih memiliki dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekatku. ada Donghyun harabuji (harabuji = kakek), yang tinggal disebelah rumah kami. beliau dengan sabar mau menemani kedua dongsaengku yang masih kecil sementara aku harus kerja dan menjalankan kegiatan kuliahku. serta teman-temanku kuliahku yang banyak memberi dukungan mental kepadaku.

Jonghyun POV

Hatiku masih berguncang hebat menyesali kata-kata yang baru kuucapkan kepada hyung. Padahal aku sudah tahu kalau hyung saat ini begitu lelah sepulang dari pekerjaannya dan khawatir padaku yangbaru pulang tengah malam begini.

 

“harusnya aku tidak berkata seperti itu, pabo ya Jonghyun!” aku mengutuk diriku sendiri dalam hati.

Aku menangis dibalik pintu kamarku, menahan pintunya agar tak ada seorang pun yang akan membuka pintu ini dan melihatku menangis.

 

Melihat Minhyuk, dongsaengku yang sedang tertidur pulas, aku menghampirinya. Ya, setelah kematian oppa dan oemma, kami terpaksa menyewakan apartment mewah kami dan memutuskan untuk menyewa rumah sederhana namun murah dan nyaman untuk kami tinggali, serta letaknya yang dekat dengan sekolahku, sehingga kami bisa mengurangi pengeluaran yang biasanya digunakan dari rumah lama kami ke sekolah. rumah kami terdiri dari dua kamar dengan ukuran kecil, satu kamar mandi, dan dapur yang menyapu dengan ruang tengah merangkap ruang tamu dan ruang serba guna. aku memutuskan untuk tidur sekamar dengan Minhyuk, sementara Yonghwa hyung deng Jungshin yang masih bayi.

 

“Hyuk-ah, apa kau malu memiliki hyung sepertiku? hyung tidak bisa membantu kondisi kami. Hyung hanya bisa melihat Yonghwa hyung yang lelah setiap pulang kerja tanpa bisa membantu apa-apa, malah menambah bebannya dengan masalahku disekolah, Jonghyun pabo!” lagi-lagi aku kecewa pada diriku sendiri.

 

“aku berjanji untuk tidak berkelahi lagi hyung! aku akan mengurangi bebanmu hyung! setelah lama memandangi dongsaeng manisku akhirnya aku menemukan pikiran positif yang sejak tadi sudah menungguku.
Dihadapanku Minhyuk tersenyum polos di tengah tidur pulasnya.
*****

Matahari pagi menyinari mataku yang masih setengah mengantuk diantara tirai jendela yang sedang dibuka Minhyuk dengan susah payah.

 

“Hyung…… ayo bangun hyung” pinta Minhyuk sambil menggoyangkan tubuhku dengan semangat.

“Hyung masih ngantuk Hyukkie, lagi pula ini hari minggu” jawabku malas.

“Ayolah hyung, jangan jadi pemalas. Yonghwa hyung sudah berangkat, kau harus memasak sarapan hyung. aku lapar…..” seru Minhyuk sambil menarik-narik tanganku. seketika aku tersadar pada janjiku semalam.

Aku pun menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku , sebelum aku memasak sarapan untukku dan kedua dongsaengku.

 

“Hyuk-ah apa Jungshin sudah sarapan?” tanyaku pada Minhyuk begitu memasuki ruang serba guna. disana sudah terdapat Jungshin yang sedang bermain dengan mainan lembeknya dan Minhyuk yang sedang memukuli segala hal disekitarnya dengan kedua sumpit dikedua tangannya layaknya seorang drummer.

 

“Sudah hyung, tinggal aku dan hyung saja yang belum” jawabnya dengan tatapan dibuat-buat agar terlihat seperti orang dewasa.

 

“oke kalau begitu” aku senyum-senyum sendiri melihat tingkah dongsaengku itu lalu mencium maknae kecilku yang sedang sibuk dengan mainannya. ” saranghae Jungshin” bisikku padanya.

“Hyung, kenapa cuma Jungshin yang kau cium?” melihat itu Minhyuk protes padaku.
“Baiklah, Hyukkie apa kau mau dicium juga oleh hyung tampanmu ini?”
“Ani, aku kan sudah besar” Minhyuk tiba-tiba menolak tawaranku dan membuatku menahan tawa.

****

“Hyuk-ah, kalian bermainlah bersama Donghyun harabuji, aku ingin pergi sebentar” aku mengajak kedua dongsaengku menemui Donghyun harabuji dirumahnya.

“Donghyun harabuji bolehkah aku menitipkan dongsaengku padamu? Ada yang harus kukerjakan hari ini” pintaku pada Donghyun harabuji.

 

Donghyun harabuji sudah seperti kakek kami sendiri. dia mau membantu kami menemani Minhyuk dan Jungshin dikala aku dan Yonghwa hyung tidak ada di rumah dan menganggap kami sebagai cucunya sendiri. karena sejak kematian istrinya, Donghyun harabuji hanya tinggal sendirian dan dia senang akan kedatangan kami.

 

“Hyung mau kemana?” tanya Minhyuk

 

“Hyung ada perlu sebentar, jagalah dongsaengmu baik-baik, aku akan segera kembali” jawabku sambil mengecup kening kedua dongsaengku dan pergi meninggalkan mereka.

****

Author POV

“Jong Hyun Lee….?” tampak seorang sangjangnim yang sedang mengabsen murid-muridnya tampak sedang mencari sosok yang disebutnya tadi, namun tampak tidak ada sahutan dan tanda-tanda bahwa Jonghyun hadir.

 

“Ada yang tahu dimana Jonghyun/” tanya sangjangnim tersebut kepada murid yang berada di kelasnya. namun tak ada yang tahu dimana Jonghyun hari ini.
****

“apa lagi ulah anak itu kali ini!” ucap Yonghwa dalam hati. ia keluar dari sekolah Jonghyun dengan perasaan marah dan kecewa dengan membawa surat peringatan ditangan kanannya. pasalnya dia mendapat kabar bahwa dongsaengnya tidak pernah datang kesekolah selama seminggu ini.

 

“Tidakkah dia mengerti kondisi kita sekarang ini yang sudah penuh dengan masalah!” setelah tiba dirumah, Yonghwa membanting pintu kamarnya dan menenangkan diririnya di kamar sebelum dongsaeng kecilnya melihat.

“Awas saja kalau pulang, tidak akan kumaafkan”.

 

Akhir-akhir ini banyak sekali yang membuat Yonghwa semakin pusing. mulai dari tuntutan tugas yang bejibun dari dosennya, masalah dengan pekerjaannya, massalah Jonghyun yang minggu kemarin bertengkar dengan teman sekolahnya. dan sekarang Jonghyun lagi-lagi membuat masalah dengan bolos dari sekolah, membuatnya berfikir untuk mengakhiri hidupnya. untunglah setiap kali melihat dongsaeng kecilnya, membuatnya mengurungkan niatnya tersebut.

“Yonghwa! Yonghwa! panggil seseorang panik dari arah luar rumahnya. Yonghwa pun tergesa-gesa menuju pintu. setelah dibukanya pintu, seorang namja tua tampak khawatir seperti ingin memberi kabar buruk.

 

Dan benarlah namja tersebut adalah Donghyun harabuji yang memberinya kabar bahwa Jungshin, magnaenya tiba-tiba mengalami demam tinggi dan tidak bisa berhenti menangis.

 

Mengetahui hal tersebut Yonghwa segera menuju rumah Donghyun harabuji dan membawa Jungshin kerumah sakit terdekat.
****

Jonghyun POV

Mendapat kabar bahwa Jungshin demam tinggi dan berada di rumah sakit. Aku segera menuju rumah sakit untuk menemui Jungshin dan Yonghwa hyung. Berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.

 

“Hyung… bagaimana kondisi Jungshin sekarang?” aku menghampiri Yonghwa Hyung setelah lari tergesa-gesa menujunya.

 

“Dari mana saja kau?! Harusnya kau menjaga dongsaengmu, malah bolos sekolah. kau pikir kau bisa melampiaskan masalahmu dengan bolos sekolah?”

 

“tapi hyung..”

 

“Apakah kamu merasa tidak nyaman dengan peraturan-peraturan yang hyungmu buat ini? lantas berbuat seperti ini!” alasanku di tapis lebih dulu oleh Yonghwa hyung.

“Hyung….”

“Hyung kecewa. Hyung tidak mengerti denganmu” lagi-lagi alasanku didahului oleh Yonghwa hyung.

”Mr Lee, tolong dengarkan dulu penjelasan dongsaengmu” Donhyun harabuji yang sedari tadi memperhatikan kami berusaha menenangkan Yonghwa hyung dan mencairkan emosinya,

“Mian hyung, selama ini aku tidak pernah memberitahumu bahwa sekarang aku memiliki pekerjaan. Aku merasa tidak berguna hyung dan tidak bisa membantumu apa-apa. aku memang babo. Hyung boleh memukulku kalau hyung mau” aku memberi penjelasan kepada hyung sambil membungkukan diri.

 

Tampak gerakan tangan Yonghwa  hyung yang hendak memukulku namun seketika berhenti ketika tangan kecil Minhyuk membuat Yonghwa hyung mengurungkan niatnya dan memeluk kami berdua. dari belakang Donghyun harabuji memeluk kami dan diiringi kabar bahwa kondisi Jungshin membaik dan kami boleh menemuinya.

dan hari ini aku merasakan sebuah keluarga yang sempurna.
~end~

Gamsahabnida sudah membanca fanfic pertamaku. somaga kalian menyukainya. Mian kalau bahasa koreanya masih banyak yang salah & jg lupa ya reader like dan berikan komentar kalian. Gamsahabnida

 

 

3 thoughts on “I felt a perfect family

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s