Perplexity Chapter 2

 

  • Author :c’troublM

 

  • Cast :

Jung Yong Hwa

 Lee Jong Hyun,

KangMin Hyuk

Lee Jung Shin

Juniel

 

  • Rating: 15+

 

  • Genre : Fantasy

 

Disclaimer: Cerita di FF ini hanya karangan belaka, ingat HANYA KARANGAN BELAKA. Maaf Miss typo sepertinya masih bertebaran, ceritanya makin gak jelas, dan…masih pendek.

Oke, selamat membaca bagi yang berminat 😀

———————————————————-

 

Jong Hyun beranjak dari tempat duduknya, ia mencemaskan Yong Hwa kecil. “Kau mau kemana hyung? Kau belum menghabiskan makan malam mu..!”ucap Jung Shin dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Ish..kau jorok sekali, lihat..! nasi berhamburan dari mulut mu” Min Hyuk menatap jijik beberapa butir nasi yang berhamburan dari mulut Jung Shin di atas meja makan.

“Aku pergi mencari bocah kecil itu dulu” Jong Hyun segera meninggalkan ruang makan.

“Heran.., kenapa dia begitu peduli dengan bocah kecil yang tidak sopan itu?” gumam Jung Shin, ia pun kembali melahap makan malam nya.

 

 

Jong Hyun terseyum lega saat melihat Yong Hwa kecil duduk di sebuah bangku di taman belakang, ia berjalan perahan mendekati bocah kecil itu.

“Sedang apa kau duduk sendirian di tempat ini?” tanya Jong Hyun sembari tersenyum, sangat manis..ah ralat, lebih tepatnya sangat tampan .

“Oppa..maaf karena aku, ibu ku mengutuk mu…”

“Apa kau dengar ?” tanya Yong Hwa kecil pada Jong Hyun.

“Dengar apa?”

“Suara seorang gadis”

Jong Hyun menggeleng.

“Ini aneh, kenapa hanya aku yang bisa mendengarnya? Apa jangan-jangan pendengaran ku bermasalah?, ah..tidak-tidak…aku benar-benar mendengarnya dengan jelas!”

“Mmm..mungkin kau salah dengar, masuklah, udara malam ini cukup dingin, apa kau tidak lapar? Bukankah dari tadi kau belum makan apapun?”

“Ck..! kau mengkhawatirkan ku Lee Jong Hyun?”

Jong Hyun pun duduk di sebelah Yong Hwa kecil. “Tentu saja, ah..bisakah kau memanggil ku hyung? Rasanya tidak pantas seorang anak kecil memanggil ku tampa embel-embel hyung!”

“Harusnya kau yang memanggil ku hyung!”

“Memangnya apa alasan nya aku harus memanggil mu hyung?”

“Karena aku lebih tua dari mu..!”

“Kau bercanda, Yong Hwa!”

“K..kau memanggil ku Yong Hwa? Kenapa kau jadi tidak sopan begini? Kau memanggil ku tampa embel-embel HYUNG !”

“Baiklah. Yong Hwa hyung yang cute, mari kita masuk…”

“Kau percaya kalau aku Jung Yong Hwa leader kalian?”

“Tidak!”

“Lalu? Kenapa kau memanggil ku Yong Hwa hyung?”

“Bukankah kau yang memintanya? Ah sudahlah..lebih baik kita segera masuk” Jong Hyun pun menggendong dengan paksa bocah yang kekeh ingin di panggil hyung itu.

“Yak! Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri, aku bukan bocah!”

“Oppa….maafkan aku….” gadis yang mengaku sebagai fans Jung Yomg Hwa itu terisak, ia duduk di bangku yang tadi di duduki Jong hyun dan Yong Hwa. Ia pun menghilang.

 

 

Jong Hyun mendudukan Yong Hwa kecil di kursi makan, Jung Shin memandang datar kearah bocah kecil itu, si maknae itu kurang suka dengan anak kecil yang menurutnya sangat tidak sopan dan kasar itu.

“Kenapa kau memandang ku seperti itu? “ tanya Yong Hwa kecil pada Jung Shin.

“Kau menyebalkan, kenapa kau masih ada di drom kami? Kenapa tidak pulang saja? Aku tidak mau orang tua mu menganggap kami para pemuda tampan yang menculik bocah kecil menyebalkan seperti mu!”

“Kenapa aku harus pulang? Aku kan sudah bilang ini drom ku juga, aku bagian dari BLUE BOYS, aku JUNG YONG HWA” Yong Hwa kecil kembali bersikeras meyakinkan ketiga dongsaengnya.

“Hey..lebih baik kau makan saja dari pada kau bicara yang tidak-tidak, kau memang mirip dengan Yong Hwa hyung, tapi mana mungikin Yong Hwa hyung menyusut jadi bocah kecil sepertimu, memangnya Yong Hwa hyung sama seperti Shinichi kudo yang tiba-tiba tubuhnya menyusut?, ayolah…ini dunia nyata, bukan dunia ANIME!”Min Hyuk pun meneguk susu coklatnya setelah bicara panjang lebar.

Yong Hwa kecil hanya bisa menghela nafas, tidak mudah untuk meyakinkan ke tiga pemuda tampan itu kalau bocah kecil di hadapan mereka saat ini adalah sang leader-Jung Yong Hwa- yang di cari.

“Dengar..! untuk malam ini dan seterusnya aku akan tinggal di sini, awas saja kalau kalian mengusir ku, kalian pasti akan menyesal” ancam Yong Hwa kecil.

“Apa? Memangnya kenapa kami harus menyesal?” tanya Jung Shin.

“Karena aku JUNG YONG HWA..!”

“Ayolah..kumohon jangan mengaku-ngaku sebagai Jung Yong Hwa hyung kami..” ucap Min Hyuk, ia memasang tampang memelasnya.

 

“Baiklah..baiklah…aku tidak akan mengaku-ngaku sebagai Jung Yong Hwa kalian lagi, tapi dengan syarat aku di izinkan tinggal di sini, bagaimana? Apa hyungdeul setuju? Kumohon…aku tidak punya tempat tinggal, apa kalian tega menelantarkan bocah malang seperti ku?”

“Baiklah…aku setuju…” tanpa pikir panjang Jong Hyun mengiyakan.

“Tapi hyung….!” ucap Min Hyuk dan Jung Shin berbarengan.

“Tapi apa?? Apa kalian tega mengusir dia?” Jong Hyun menunjuk Yong Hwa kecil dengan dagunya, dengan kompak pemuda cute dan pemuda jangkung itu menggeleng.

“Ah..terimakasih, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian” bocah kecil itu tersenyum, memamerkan deretan gigi putihnya yang tidak rata. “Bolehkah aku menikmati makan malam yang…sepertinya sangat mengugah selera , boleh?”

“Tadi…kau bilang tidak lapar…” Jung Shin pun menuangkan nasi dan lauk pauk ke piring kosong di hadapan Yong Hwa kecil, entah kenapa dia jadi perhatian seperti itu.

“Wah…ternyata hyung yang seperti ahjuma ini baik juga..hii…hii…” Yong Hwa kecil terkikik.

“Yak…! “

“Maaf, Lee Jung Shin hyung, aku bercanda, baiklah…aku lapar, selamat makan…!” dengan lahap bocah itu melahap makan malam nya, bagaimana tidak? Sudah satu minggu dia tidak mencicipi masakan Lee Jong Hyun yang…yah….cukup lezat.

 

 

====================================

Jam menunjukan pukul 6:15 pagi, Yong Hwa kecil sudah menyiapkan sarapan pagi, yah..meskipun butuh banyak perjuangan saat memasak, meski begitu dia tetap semangat memasak, memasak untuk para dongsaeng yang begitu ia sayangi, meskipun kadang terjadi percekcokan gara-gara hal sepele di antara mereka.

“Selamat pagi……………..!”

“Ah..kau sudah bangun? Ku kira kau masih tidur” Jung Shin pun membuka bupet dan mengambil botol kecil air mineral, dan kemudian meneguknya sampai habis. “Akh…segar sekali,ah.. tumben sekali Jong Hyun hyung sudah selesai membuat hidangan sarapan pagi” Jung Shin merasa heran, karena biasanya Yong Hwa yang selalu menyiapkan sarapan pagi jam 6:00 tepat.

“Wah…siapa yang memasak, kau Jung Shin?” tanya Jong Hyun sembari berjalan mendekati meja makan, dengan seksama pemuda itu menatap hidangan di meja makan.

“Ku kira kau yang memasak, hyung”

“Tidak, bukan aku yang memasak”

“Lalu? Min Hyuk kah?”

“Apa kau bilang? Min Hyuk? Hey..Lee Jung Shin…bukankah kau lebih muda dari ku? Lagi-lagi kau menyebut nama ku tanpa embel-embel hyung, ini sudah keberapa kalinya ya….1, 2,3….emmmp…”  Min Hyuk mengingat-ngingat sembari menghitung dengan jarinya.

“Benar-benar perdebatan yang tidak penting…” gumam Yong Hwa kecil sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Jadi siapa sebenarnya yang memasak pagi ini?” tanya Jong Hyun. “Kau Min Hyuk?” Min Hyuk menggeleng pelan.

“Yang memasak adalah aku…, ini ucapan terimakah ku, semoga hyungdeul suka dengan masakan ku” Yong Hwa kecil mengedipkan sebelah matanya.

“Apa????” ucap ketiga pemuda tampan itu berbarengan, mereka merasa sanksi dengan pengakuan bocah kecil yang kemarin kekeh mengaku sebagai Jung Yong Hwa itu.

“Kau bercanda? Bagaimana bisa kau memasak, tinggi badan……” ucapan Jung Shin terpotong.

“Aku tau…aku pendek, tapi aku tetap bisa memasak dengan tinggi yang minim ini, aku naik keatas kursi, aku ini cerdas…” ucap bocah itu bangga.

“Baiklah, kalau begitu aku tidak segan menikmati masakan mu ini, tapi awas saja kalau masakan nya tidak enak” ancam Jung Shin.

 

Kini Yong Hwa kecil, Jung Shin, Min Hyuk dan Jung Shin duduk di kursi makan, mereka menatap hidangan di meja makan, ada sedikit keraguan di hati Jung Shin dan Jong Hyun, mereka ragu makanan di hadapan nya itu enak, di lihat dari tampilan nya memang kelihatan enak, tapi kadang tampilan bisa menipu, lain halnya dengan Min Hyuk, ia sama sekali tidak peduli, enak atau tidak yang penting perutnya tidak kosong, baginya anak kecil usia 7 tahun bisa memasak itu sesuatu yang luar biasa.

 

“Menejer belum juga menghubungi kita, hyung?” tanya Jung Shin.

“Belum…” Jong Hyun pun menikmati sarapan paginya kembali.

Min Hyuk pun berhenti dari aktifitasnya –mengunyah makanan-. “Bagaimana ini konser nya semakin dekat”

“Ya Tuhan…aku lupa kalau ada mini konser….” Yong Hwa kecil menepuk keningnya.

“Sepertinya, kita benar-benar harus membatalkan konser itu…” Ucap Jong Hyun pasrah.

“Tidak……,konser harus tetap berlanjut” ucap Yong Hwa kecil dengan lantang.

“Ada apa dengan kau, anak kecil?” tanya Min Hyuk, ia bingung dengan sikap anak kecil itu.

“Boice pasti kecewa” ucap Yong Hwa.

“Kami tau, tapi kami tidak bisa menggelar konser tanpa leader kami..” ucap Jong Hyun.

“Konser bisa tetap berlangsung meski tanpa kehadiran ku…” ucap Yong Hwa kecil keceplosan. “Ah..maksud ku tanpa kehadiranYong Hwa hyung” ralatnya dengan cepat. “Bukan kah suara Jong Hyun hyung bagus? Kenapa tidak menggantikan Yong Hwa hyung sementara? Yong Hwa hyung pasti tidak ingin mini konser nya di batalkan, ada atau tidak ada Yong Hwa hyung, konser tetap harus berjalan”

“Aku harap Yong Hwa hyung segera kembali….” ucap Min Hyuk.

“Apa peranan Yong Hwa hyung sangat penting di CN BLUE?” tanya Yong Hwa kecil.

“Tentu saja, semua member CN BLUE punya peran penting, bagai mana ya menjelaskan nya? Ah..pokok nya sangat penting” Jong Hyun pun menghela nafas.

“Memangnya Yong Hwa hyung pergi kemana? Kenapa kalian tidak menyusulnya? Memangnya kalian tidak merindukan nya? Kalian tidak mencemaskan nya? Bagaimana kalau sesutau yang buruk terjadi padanya?” Yong hwa kecil melontarkan beberapa pertanyaan.

“Kami tidak tau dia pergi kemana, dia bilang ingin pergi berlibur ke sebuah desa selama 3 hari, tapi setelah 1 minggu berlalu, dia tidak juga kembali, kami sudah berusaha mencarinya, tapi nihil, kami juga meminta bantuan polisi, tapi masih belum membuahkan hasil” ucap Min Hyuk.

“Hey…kenapa kau jadi menceritakan semuanya pada bocah ini? “ tanya Jung Shin .” Bagaimana kalau bocah ini menyebarkan berita kalau Yong Hwa hyung menghilang pada pemburu berita?” tambahnya lagi.

“Jangan bodoh, dia hanya anak kecil,bagaimana bisa kau mencurigai anak cute ini..?” ucap Jong Hyun sembari tersenyum manis kearah Yong Hwa kecil.

“Hyung…berhentilah menyebutnya cute…! aku lebih cute dari pada bocah itu…” Min Hyuk tidak terima ada yang mengalahkan ke cute an nya, yah…pemuda itu menyandang gelar pemuda ter cute di CN BLUE, sampai kapan pun gelar itu tidak akan lepas dari nya, dan sepertinya Yong Hwa kecil memang tidak bisa mengalahkan ke cute an seorang Kang Min Hyuk.

“Tenanglah, memang kau yang paling cute di sini hyung, aku mengakui itu” ucap Yong Hwa kecil. “Ah…ia seperti apa Yong Hwa hyung itu? Apa dia orang yang menyenangkan?”

“Dia menyebalkan….” ucap Jung Shin.” Dia selalu menyuruhku mencuci semua kolor-kolornya, itukan barang yang cukup pribadi, harusnya dia mencuci nya sendiri, untung saja dia mencuci sendiri CD-CD nya, kadang dia juga suka pelit, dia suka marah kalau jatah minuman ringan nya aku habiskan”

“Jelas saja aku marah, kau menghabiskan minuman ringan ku Lee Jung Shin” ucap Yong Hwa kecil dalam hati.

“Dia leader yang baik, tidak salah aku menyerahkan posisi leader padanya, dia juga pintar sekali membuat lagu, tapi dia tidak bisa dance, dance nya sangat-sangat jelek” terang Jong Hyun.

Yong Hwa kecil melirik kearah Min Hyuk, ia ingin mendengar pendapat dari pemuda cute itu.

“No koment” ucap Min Hyuk sembari menggelengkan kepalanya, membuatYong Hwa kecil sedikit kecewa.

 

 

—————————————————–

 

19:00 KST

 

Jong Hyun, Min Hyuk dan Jung Shin sepakat untuk tetap melaksanakan konser, mereka pun segera pergi ke studio musik kecil yang ada di ruang bawah tanah drom, berbeda dengan Jung Yong Hwa yang terperangkap dalam tubuh kecilnya itu. Yong Hwa kecil sedang berbaring di tempat tidurnya sembari menatap langit-lagit kamarnya, ia mengingat-ngingat mimpi anehnya beberapa hari lalu sebelum tubuhnya menyusut.

“Kenapa perempuan paruh baya itu mengutuk ku? Kenapa dia begitu membenciku? Rasanya aku tidak berbuat kesalahan padanya, tapi kenapa dia mengutuk ku? Ku kira kutukan itu hanya omong kosong belaka, tapi sekarang aku yang mendapat kutukan, sial sekali aku”

“Oppa…..”

Seketika itu Yong Hwa terperanjat, sosok seorang gadis yang tiba-tiba muncul, berdiri di samping tempat tidur nya benar-benar membuatnya kaget.

“Sii..siapa kau? Kenapa kau…..”

“Jangan takut oppa, aku tidak akan menyakiti mu”

“Kau siapa?”

“Aku Juniel, Fans mu” gadis bernama Juniel itu menundukan kepalanya.

“K…k..kau hantu?”

Gadis itu menatap Yong Hwa kecil dan kemudian ia tersenyum manis.

“Oppa….maafkan aku, karena aku, Ibu ku mengutuk mu” gadis itu kembali menunduk.

“Ibu mu? Jadi Ibu mu yang mengutuk ku?”

“Ya, Ibu ku yang mengutuk mu, sepertinya Ibu telah salah paham”

“Apa maksud mu? Salah paham apa?”

Juniel hendak menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi pada Yong Hwa, namun ia mengurungkan  nya saat pintu kamar tiba-tiba saja terbuka, ke 3 pemuda tampan sedang berdiri di ambang pintu, ‘dengan siapa Yong Hwa kecil berbicara?’ Itulah pertanyaan yang bergelayut di pikiran ke tiga pemuda itu, mereka pun berjalan mendekati Yong Hwa kecil yang sedang duduk di atas kasur sembari bersandar pada dinding.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jong Hyun, Yong Hwa kecil mengangguk.

“Kau berbicara dengan siapa?” tanya Jung Shin.

“Dengan gadis itu…” ucap Yong Hwa sembari menunjuk Juniel yang .

“Gadis? Gadis siapa? Kau berhalusinasi?” tanya Jung Shin.

“Tidak.., aku tidak berhalusinasi, gadis itu ada di samping mu”

“Ckk.., jangan bercanda dengan ku” Jung Shin tidak percaya, memang benar gadis bernama Juniel itu ada di samping Jung Shin, hanya Yong Hwa yang bisa melihat gadis berambut pirang panjang itu.

“Jangan-jangan dia punya indra ke enam, kau bisa melihat mahluk halus? Hey…apa gadis itu cantik?” tanya min Hyuk antusias.

“Kenapa? Kau mau berkenalan dengan nya?”

“Tentu saja, siapa yang menolak berkenalan dengan gadis cantik..” Min Hyuk tersenyum.

“Dia tersenyum…”

“Siapa yang tersenyum?” tanya Jong Hyun.

“Gadis itu”

“Siapa dia? “ tanya Min Hyuk.

“Fans leader kalian…”

“Hebat sekali Yong Hwa hyung, tak di sangka ada mahluk halus yang menjadi fans nya” ucap Jung Shin.

“Dia bilang, dia senang bisa bertemu dengan kalian secara langsung, selama ini dia selalu melihat kalian di layar kaca”  Yong Hwa kecil mengulangi kembali ucapan Juniel. “ Dia juga minta maaf, karena……” Yong Hwa menggantung ucapan nya.

“Karena apa?” tanya Jung Shin.

“Karena dia, sesuatu yang buruk terjadi pada Yong Hwa  hyung”

“Apa? Memangnya apa yang dia lakukan pada Yong Hwa hyung? Tidak mungkin dia mengajaknya ke alam nya kan?” tanya Jung Shin.

“Ya Tuhan…apa jangan-jangan sekarang ini Yong Hwa hyung sedang di culik mahluk halus “ Jong Hyun mulai berasumsi. “Ini tidak bisa di biarkan…, Min Hyuk cepat ambil leptop mu, segera cari paranormal terhebat di kota ini” titah Jong Hyun.

“Tidak perlu,  itu percuma saja!”

‘Lalu…apa yang harus kami lakukan agar Yong Hwa hyung kembali?” tanya Min Hyuk.

“Entahlah….aku juga tidak tahu”

“Oppa..maaf, lain kali aku akan menemui mu lagi” Juniel pun menghilang.

“Hey…jangan pergi..! kau belum menjelaskan tentang kesalah pahaman itu…” teriak Yong Hwa.

“Dia sudah pergi? Kesalah pahaman apa?” tanya Jung Shin.

“Percuma saja aku menjelaskan nya pada kalian, toh kalian tidak akan percaya dengan apa yang terjadi pada Jung Yong Hwa”

“Memangnya apa? Penculikan Yong Hwa hyung oleh mahluk halus?” tanya Min Hyuk.

“Bukan, kalian ingin tau?” tanya Yong Hwa kecil, Jong Hyun, Min Hyuk dan Jung Shin pun mengangguk serempak. “Baiklah…mendekatlah, aku akan membisikan sesuatu…” ketiga pemuda itu mendekat kearah bocah kecil itu. Yong Hwa pun membisikan sesuatu.

“…………………………………..”

“Apa….?”ucap ke tiga pemuda itu berbarengan.

 

 

 

To be continued……………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 thoughts on “Perplexity Chapter 2

  1. wahhh lucu’a hyukie yg protes ke-cute’ax di alamatkan ke yongppa,,,wkwkwkwkwkkw

    semakin seru nih,,,,,
    rupa’a kharisma yongppa udah nyebrang ke dunia lain
    pokoke lanjuttttttttttttttt ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s