Waiting For You (part 1)

 

Title: Waiting For You (part 1)

Author: Indhaw

Rating: T

Genre: Romance

Length: Chaptered

Main Cast:

– Lee Jonghyun CN Blue

– Park Min Jung (OCs)

– Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Super Junior

Other Cast:

– Park Cheondung a.k.a Thunder MBLAQ

Disclaimer: Ceritanya murni dari otak author loh.

Note: Sebelumnya ff ini udah pernah di post di www.hazelwine.wordpress.com yaaa. Ohiyaaa maaf ya kalo ceritanya kurang menarik atau ngebosenin. Don’t forget to RCL yaaaaaa

 

~Waiting for you~

Park Min-Jung’s Pov

Mata yang teduh. Hanya itu yang mengingatkanku dengan sosok anak lelaki yang hilang entah kemana. Hampir 7 tahun anak laki-laki itu pergi untuk mengejar mimpinya menjadi seorang Rapper yang terkenal. Apakah ia masih mengingat aku yang dulu selalu ada disampingnya ketika ia dimarahi oleh Appa dan Eomma nya ketika sedang belajar untuk menjadi seorang Rapper yang profesional? Apa dia masih memiliki mata teduh yang selalu aku sukai? Apa dia masih menjadi Lee Hyukjae-ku yang dulu?

 

~flashback~

“Jungie~ya” ucap anak laki-laki itu.

“Ada apa monkey? Apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan?” jawabku dengan enteng.

Tetapi dia tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya kembali menatap jendela caffe disebelahnya. Anak laki-laki itu malah menyibukkan dirinya dengan menatap jalanan Neunggok yang hari itu sedang diguyur hujan yang lumayan deras.

Biasanya aku dan Hyukjae akan menghabiskan waktu luang kami diruang yang dipenuhi dengan kaca dan speaker yang banyak yang biasa Hyukjae sewa didekat sekolahku yang berdekatan dengan kampusnya. Tapi entah mengapa hari ini monkey ini mengajakku untuk pergi ke caffe ini dan berkata ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepadaku.

Sejak kapan Hyukjae bisa menjadi diam seperti ini? AH pasti ada sesuatu yang sangat mengganggunya sampai-sampai strawberry cake kesukaannya tidak ia colek sedikitpun. Bahkan milkshake strawberry di caffe ini yang tadi ia katakan sangat enak dan tak akan ia sisakan nanti, tidak ia sentuh sampai sekarang.

“Hyukjae, ada apa?” ucapku untuk memecah keheningan diantara kami berdua.

“Apa ketika aku pergi untuk mengejar cita-cita yang aku inginkan, kau akan tetap ada disini setia menungguku hingga aku mendapatkan apa yang aku dambakan selama ini?” tuturnya dengan tatapan tulus kearahku.

“Hey monkey, apa kau sedang sakit? Ah tidak mungkin karena tadi pagi kau terlihat biasa saja” candaku memecah keseriusan diantara kami berdua.

“Jungie~ya. Aku mohon kali ini saja bicarakan ini secara serius. Aku tidak mau pergi dengan beban, aku ingin mengejar cita-citaku selama ini dengan tenang tanpa ada beban yang aku bawa.” jelasnya lagi.

“Jika yang kau bilang beban adalah aku, kau salah Hyukjae~ah. Aku bukanlah beban untukmu, aku tidak akan menjadi beban untukmu, karena bagaimanapun kau aku akan selalu ada disampingmu, mendukungmu hingga apa yang kau cita-citakan dan kau dambakan tercapai.” Jawabku sambil menatap mata teduh miliknya.

“Apakah kau akan tetap ada disini setia menungguku hingga aku kembali?” Tanya lagi dengan penuh keseriusan.

“YA! Sudah berapa kali kubilang bahwa aku kan selalu ada disini menunggumu meraih cita-citamu itu. Aku takkan berpaling kemana pun sampai kau datang lagi kesini menjemputku.” terangku untuk menjawab pertanyaannya.

“Kupegang janjimu, sampai kau tidak ada ketika aku kembali dengan semua cita-citaku yang sudah ada ditanganku, seorang Park Minjung akan habis ditangan seorang Lee Hyukjae, Arra?!?!?”

Wah tak ku sangka penjelasanku yang akan terus ada disini menunggunya hingga cita-citanya tercapai dapat merubah raut mukanya dari Hyukjae serius menjadi Hyukjae dengan tatapan garang seperti ini.

~flashback end~

~Waiting for you~

Huah cahaya apa ini… hari ini kan hari minggu, seharusnya aku bisa menghabiskan hari minggu ku ini dengan bangun siang dan mandi ketika sore sudah datang. Ah ini pasti kerjaan Jung Ahjumma yang membuka jendela kamarku, dan pasti juga ini suruhan dari Thunder Oppa yang tidak suka adik perempuan satu-satunya ini bermalas-malasan di hari minggu ketika ia ada dirumah disela-sela libur tour-nya.

BUKKKK

Ah suara apalagi itu? Pasti lagi-lagi Thunder Oppa mencari sensasi agar aku terbangun dan bersedia menemaninya untuk menghabiskan hari minggunya ini di mana pun yang ia mau.

“OPPAAAAAA………” teriakku diujung tangga.

“YA! Jung~ah tidak baik anak gadis sepertimu teriak-teriak seperti itu. Nanti Park ajusshi bakalan mencoret kau dari daftar ahli warisnya jika kau terus-terusan berlaku seperti itu Jung~ah.”

HUA. Lee Jonghyun! Buat apa dia ada disini. Yak pria yang satu itu, ada keperluan apa dia ada disini? Apa tidak puas dia selalu menjadi evil ketika kami melakukan liburan keluarga bersama dengan keluarganya juga.

“YA! Kau tidak mau sarapan? Yasudah jatah makanan mu aku habiskan.” jawabnya sambil mengeluarkan senyum evil andalannya.

“LEE JONGHYUN! Sedikit saja kau mencolek makananku akan habis riwayatmu” jawabku tidak mau kalah.

“Sudah lah, mau sampai kapan kalian berdua bertengkar seperti ini. Apa tidak puas kalian bertengkar ketika musim liburan berlangsung. Jung~ah cepatlah turun, Appa dan Eomma sedang ada acara dari kantor makanya mereka sudah pergi dari pagi-pagi sekali dan menelfon Oppa untuk pulang kerumah hari ini.”

“Arra oppa, tapi suruh setan itu berhenti meledekku dulu.” jawabku sambil menggembungkan kedua pipiku.

“Hyung, hentikan ledekan mulu dulu agara gadis satu itu mau sarapan dan penyakit maag nya itu tidak kambuh kembali.”

“Arra, Thunder~ah” jawab Jonghyun dengan lemas.

Aku yang masih terdiam diatas anak tangga tertawa geli mendengar setan yang satu itu diomeli oleh Oppa-ku. Jarang sekali melihatnya diam seperti itu.

~Waiting for you~

Lee Jonghyun’s Pov

Akhirnya gadis itu mau turun. Entah apa yang membuatku selalu mengeluarkan insting jahil ku ketika gadis ini sudah ada dalam radarku. Entah apa daya tariknya sehingga aku tidak memiliki rem untuk tidak menjahilinya.

“Ehem….” kulirik Thunder yang mengeluarkan dehaman barusan.

“Ada apa Thunder~ah?” tanyaku

“Oppa… Oppa kenapa? Oppa sakit? Kajja kita ke rumah sakit!” ucap gadis berisik itu.

“Hm oppa tidak kenapa-kenapa jung~ah. Ohiya hyung ada apa kau datang kemari?” tanya Thunder sambil melirik kearahku yang duduk disebelah adik perempuan kesayangannya itu.

“Ah tidak ada apa-apa Thunder~ah. Hanya tadi appa dan eomma menyuruhku untuk datang kesini. Mungkin ada hal penting yang ingin appa dan eomma bicarakan deh dengan appa dan eomma kalian. Tapi sebenarnya aku juga bingung mengapa aku juga disuruh untuk datang kesini?” jawabku.

“Dasar pria bodoh” umpat gadis disebelahku ini.

TUKK

Dengan cermat sendok yang kupegang telah mendarat dengan mulus dijidatnya yang tidak terhalang oleh poninya yang sedang ia kuncir itu.

“Oppaaaaaa….” rengek gadis itu.

“YA! Hyung! Kenapa melemparkan sendoknya, hyung?”

“Gadis ini mengataiku” jawabku tidak mau kalah sambil menunjuk kearah gadis berisik yang sudah menggembungkan pipinya itu.

“Huh aku bingung dengan kalian berdua. Aku ragu apa benar kalian berdua sudah berumur  20 tahun lebih. Aku pikir kalian masih berumur 10tahun.” ledek Thunder.

“YA! Thunder! Aku sudah hampir menginjak 22 tahun. Bahkan aku lebih tua dari padamu Thunder~ah.  Adikmu itu mungkin yang masih berumur 10 tahun.” jawabku.

“Arra arra. Aku memang baru 21 tahun, lalu apa ada masalah dengamu Lee Jonghyun?” jawab gadis menyebalkan itu dengan lantang disebelahku.

“YA! Seharusnya kau memanggilku dengan sebutan Oppa juga. Dan sikap mu yang manja dan keras kepala itulah masalahnya Park Minjung yang manis” ucapku sambil menunjukkan jariku kearahnya.

Kulihat raut mukanya yang berubah 180 derajat dari sebelumnya. Dan sepertinya akan ada perang ketiga setelah ini.

~Waiting for you~

Thunder’s Pov

Kulihat mereka berdua benar-benar seperti anak kecil yang sedang mempermasalahkan mainannya karena tidak mau saling berbagi. Aku masih sering membayangkan bagaimana seorang Lee Jonghyun bisa menjadi gitaris dari CN Blue mengingat sifatnya yang selalu tidak mau kalah dan keras kepala itu. Ah bahkan aku lupa bahwa ia termasuk kedalam Kyu-lines. Mungkin dia banyak mengembangkan sifat jahil dan evilnya bersama anggota-anggota Kyu-lines yang lain

“YA! kalian berdua kenapa? Kenapa saling menatap menandakan bahwa akan ada perang dirumah ini?” ucapku seraya melihat keduanya yang saling menatap seakan menandakan perang akan dimulai.

“Oppa…. Lebih baik oppa bawa pria menyebalkan ini pergi sebelum hanya tertinggal namanya saja disini” jawab jung dengan nada yang menyeramkan.

“Siapa bilang aku takut denganmu? Sini kalau kau berani!” tantang Jong yang tidak mau kalah.

“Huh terserah kalian berdua saja. Oppa mau berenang dulu ya. Annyeong double J!” ledekku seraya melangkahkan kakiku kearah kolam berenang yang berada di halaman belakang rumah ini.

Akh tidak ada salahnya jika aku menelfon eomma dan appa untuk menanyakan ada sebenarnya dengan kedatangan Jonghyun kerumah hari ini.

TUTTT…. TUTTT

“Yoboseyo…”

“Eommaaa! Eomma sedang sibuk?”

“Aniyo, Thunder~ah. Waeyo?”

“Jong dan Jung sedang melaksanakan perang ke-3 dirumah kita Eomma”

“APA?!?! YA! Bagaimana bisa kau membiarkan mereka berdua melaksanakan perang ke-3 seperti itu?” suara Eomma terkesan panik ketika menjawab perkataanku tadi.

“Biarkan saja eomma. Kan mereka memang sudah biasa seperti itu kan”

“YA! bagaimana bisa mereka dijodohkan bila mereka selalu seperti itu?”

“Mol….” apa? Apa aku tidak salah mendengar “Perjodohan? Maksud omma?”

“Ya. Mereka berdua sudah terikat janji yang dibuat oleh kakek kalian.”

“Hah. Aku tidak bisa menebak apa respon Jung setelah mengetahui kabar itu. Jadi maksud Jong datang hari ini adalah untuk mengumumkan berita itu?” tanyaku dengan antusias karena permasalah double J yang makin menarik.

“Ya! Kau memang anak eomma yang paling pintar. Sudah ya, sebentar lagi eomma pulang bersama appa dan eomma Jonghyun. Annyeong”

Wah! Kelihatannya perang dunia ketiga benar-benar akan terjadi. Entah dikediaman keluar Lee atau disini dirumah keluarga Park.

~Waiting for you~

Lee Jonghyun’s Pov

Ah! Entah kenapa aku harus menuruti perintah appa dan eomma untuk datang kerumah gadis berisik ini. Seharusnya aku pergi saja ke studio bersama Yonghwa hyung berpacaran dengan gitarku atau latihan untuk persiapan tour bulan depan. Akh! Entah apa yang ada diotakku sekarang sehingga aku mau saja menuruti kemauan eomma dan appa. Kemana Lee Jonghyun yang selalu membantah? Ah entah otakku sedang konslet mungkin.

Sesekali kulirik gadis yang ada dihadapaku saat ini. Sekarang gadis berisik itu telah disibukkan dengan laptopnya. Entah apa yang ia kerjakan sekarang.

“Ehem….” aku berdeham berniat untuk menarik perhatiannya. Tapi apa? Nihil!

“Gadis berisik! Apa yang sedang kau lakukan?” tanyaku.

Tapi kalian tau apa? Lagi-lagi nihil! Tidak ada jawaban dari gadis berisik itu. Akhirnya aku melangkahkan kakiku kearah gadis berisik itu. Ternyata gadis itu sedang mengerjakan thesis tugas kuliahnya.

Ya. Mungkin gadis berisik itu tengah sibuk dengan tugas kuliahnya mengingat ia sudah memasuki tahun ke-3 nya di universitas. Huh. Tapi apa yang bisa dikerjakan oleh gadis berisik itu? Ah kenapa aku penasaran sekali dengan apa yang dikerjakan gadis berisik itu?

“YA! Pria jelek! Apa yang sedang kau lakukan dibelakangku?” ucap gadis berisik itu dengan suara cemprengnya ketika menolehkan kepalanya dan menemukan kepalaku persis disamping kepalanya.

“Haish. Entah keturunan dari mana suara cempreng mu itu. Berbeda sekali dengan Thunder hyung yang memilik suara tidak cempreng sepertimu bahkan suaranya bagus sekali” jawabku enteng.

Kulihat gadis itu hanya menggembungkan kedua pipinya. Mungkin ia lagi malas untuk berdebat denganku karena tugasnya yang menumpuk.

“Apa yang sedang kau kerjakan?” tanyaku.

“Ani! Kenapa kau mau tau sekali urusan ku Jong!” jawabnya dengan nada acuh.

“Huh yasudah. Awas ya kalau nanti kau meminta bantuanku” jawabku enteng.

~Waiting for you~

Park Minjung’s Pov

Huh. Apa seorang Lee Jonghyun selalu bersifat ingin tahu seperti ini? Atau memang pria ini ingin menggangguku saja? Ah! Dasar pria berisik.

TINGNONG….

“YA! Jung~ah apa kau tidak mendengar suara bell itu? Cepat buka pintunya” suaranya yang mirip dengan suara kaleng cempreng itu mengalihkan pandanganku yang terfokus dengan tugas kuliah yang tidak aku mengerti ini.

“Jong~ah kau saja yang membuka pintunya. Aku sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahku.” Jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari laptopku.

Kudengar pria berisik itu berjalan ke arah pintu dengan gumaman yang mencaciku karena menyuruhnya untuk membukakan pintu rumah sedangkan ia hanyalah tamu. Ya! Apa dia bisa dibilang tamu? Ia sudah berkeliaran dirumahku sejak ia masih kecil sampai sekarang ia sudah terkenal menjadi gitaris CN Blue yang terkenal addict dengan gitar dan iPad nya itu.

Kudengar suara samar-samar. Ah! Sepertinya aku mengenal suara itu. Yaaaa appa dan eoma pulang! Tapi, suara siapa itu? Apa appa dan oemma membawa temannya untuk bertamu kerumah? Ah lebih baik aku menemui mereka dan meminta appa untuk membantuku untuk mengerjakan tugas kuliahku ini.

“APPAAAA…..” teriakku dari ujung ruang keluarga yang bersebalahan dengan ruang tamu itu.

“YA! Jung~ah sudah berapa kali kubilang jangan berteriak-teriak seperti itu.” ucap pria berisik itu yang sedang duduk diruang keluarga bersama…. Wait! Kenapa ada Lee ahjussi dan Lee ahjumma disini? Yak! Kenapa pria berisik ini membawa appa dan eomma nya kesini.

“YA! Jong~ah kenapa kau membawa appa dan eomma mu? Apa kau takut untuk bertarung denganku, hah?” tanyaku dengan sikap angkuh.

“Cihh… Buat apa takut dengan gadis yang dari tadi tidak bisa menyelesaikan thesisnya sendiri” ledek pria itu dengan senyuman khas evilnya itu.

Yak! Dari mana dia tau bila aku dari tadi belum bisa menyelesaikan thesis ku itu. Ah, aku lupa bahwa dia 1 tahun diatasku dan akan menyelesaikan kuliahnya tahun ini meskipun terhalang oleh jadwal tour nya yang padat tahun ini.

“YA! Aku bukan tidak bisa tapi belum menyelesaikan saja Lee Jonghyun yang pintar” jawabku seraya membalas tatapan evilnya itu.

“Jung~ah. Seharusnya kau memanggil Jong dengan embel-embel Oppa bukan? Dia bahkan lebih tua darimu 1 tahun kan.” tegur Oemma ketika mendengarku memanggil Jong tanpa embel-embel Oppa di belakangnya.

“Hish buat apa memanggil pria kekanak-anakan itu dengan sebutan Oppa.” dumelku dengan suara pelan.

“Yak! Aku mendengarmu Park Minjung.” ucap pria berisik itu seraya melayangkan jitakannya di puncak kepalaku.

“Sudah-sudah. Sekarang panggil Oppa mu Jung~ah. Dan suruh ia ikut berkumpul dengan kita sekarang di ruang tengah.”

Dengan langkah guntai-guntai akhirnya aku sampai di kolam renang belakang rumah dan menemukan sosok yang aku cari.

“Oppa! Oppa ditunggu diruang tengah sekarang. Kata Appa ada hal penting yang ingin dikatakan”

“Arra. Kau pergi duluan saja”

~Waiting for you~

Author’s Pov

“APA?! Dijodohkan?!?!” ucap seorang pria bersamaan dengan seorang gadis yang tersedak dengan minumannya sendiri ketika mendengar perkataan orang tuanya.

“Iya. Kalian berdua akan menggelar acara pertunangan kalian besok malam.” Jelas seorang pria paruh baya dengan senyum yang mengembang dibibirnya.

“ANIO! Mana bisa aku melangkahi Oppa dan Eonnie! Tidak Appa, aku tidak mau.” Sanggah gadis itu ketika pria paruh baya yang dipanggil Appa olehnya berhenti bicara.

“Wae? Oppa tidak keberatan kok. Eonnie juga bilang ia juga tidak keberatan dengan keputusan appa, lagipula Oppa dan Eonnie lagi fokus dengan karir kami masing-masing.” Tutur lelaki yang duduk diseberang gadis itu.

“Jadi pertunangan kalian tetap dilaksanakan besok malam sekaligus acara ulang tahun-mu Jong~ah.” Lanjut pria paruh baya itu.

Tanpa mendengar penjelasan dari pria paruh baya yang dipanggil Appa olehnya, gadis itu langsung berlari kearah tangga dengan keadaan kacau dan mata yang berkaca-kaca.

BUKK

Suara pintu kamar yang diduga pintu kamar gadis itu tertutup dengan kencang sehingga suaranya menggema di kediaman Park yang besar itu.

~Waiting for you~

Park Minjung’s Pov

Entah apa yang dipikirkan oleh Appa sehingga bisa memutuskan seenaknya begitu saja. Apa appa tidak memikirkan perasaanku? Bagaimana perasaan Hyukjae? AH! Kenapa aku masih memikirkannya lagi?

Tidak! Aku tidak boleh melupakan janjiku pada monkey itu. Aku berjanji harus ada disini sampai nanti ia menjemputku. Aku tidak boleh melupakan janjiku padanya.

~Waiting for you~

Lee Jonghyun’s Pov

HA! Kejutan apalagi selanjutnya yang akan dibuat Appa dan Eomma yang bisa membuatku jantungan seperti ini? Pertama pesta ulang tahun mendadak. Dilanjutkan oleh pertunanganku dengan gadis berisik itu tepat saat itu juga. AH! Entah apa yang harus aku lakukan untuk menggagalkan rencana mereka.

Kusenderkan kepalaku ke sofa yang berada diujung kamarku. Kupejamkan mataku berniat untuk melupakannya sejenak dan kalian tahu apa? Bayangan gadis itu muncul. Kenanganku dengan gadis itu tiba-tiba saja muncul bermain seperti film-film yang diputar secara otomatis ketika lampu-lampu di bioskop mulai redup. AH! Buat apa dia muncul? Kenapa harus gadis itu? Gadis yang secara tidak sadar telah menghiasi hari-hariku.

-TBC-

 

 

 

 

2 thoughts on “Waiting For You (part 1)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s